VOCALOID BUKAN MILIK SAYA

TAPI MILIK YAMAHA CORPORATION dkk

WARNING! ALUR CERITA GAJE, TULISAN GAJE,

DAN BERBAGAI MACAM KEGAJEAN LAINNYA

CHAPTER 3

# FLASHBACK END# SEKARANG BARU LANJUT XP

NORMAL POV

Mendengar teriakan putrinya, Haku pun mendatangi Rin di depan kamar Len.

"Rin, kamu kenapa teriak-teriak?"

"Kaa-san! Itu! Di kamar! Ada anak cowok!"

"Ohh, kamu udah ketemu Len ya? Kamu sih tadi kenapa gak ketuk pintu dulu?"

"Aduh maaf Kaa-san, kukira tadi itu ruang kerja."

Setelah Len ganti baju, ia membuka pintu pelan-pelan dan melihat Rin dan Kaa-sannya sedang berdiskusi soal kejadian barusan.

"Nnggg...anuu.." ucap Len seraya memotong pembicaraan mereka berdua.

"Ah maaf Len. Ini putri saya satu-satunya. Saya minta maaf atas ketidaksopanannya.

"A-A-AKU MINTA MAAF TUAN!" teriak Rin sambil membungkukan badannya dengan wajah memerah karena menahan rasa malu dan juga takut. Takut kalau Len mungkin melapor pada Tou-sannya karena ketidaksopanannya.

Len, yang melihat Rin bertingkah seperti ini menjadi merasa tidak enak. Bahkan melihat wajah manis Rin yang sedang ketakutan itu makin memberatkan dirinya. Saking bersalahnya, peran tokoh protagonis ini pun bisa turun pangkat menjadi tokoh antagonis (ga mungkin lah! XD).

"Udah, berdiri ah. Aku jadi kayak penjahat kalau kau membungkuk gini." kata Len.

"Ah, maaf." jawab Rin yang kemudian kembali berdiri.

"Oiya aku belum kenalan. Namaku Kagamine Len. Kamu siapa?"

"Ah, nama saya Akane Rin. Senang bertemu dengan Anda."

"Santai aja ngomongnya, aku ga bakal ngegigit kok." ujar Len sambil tersenyum.

Haku hanya bisa tersenyum melihat perkenalan mereka. "Rin, Kaa-san mau lanjutin bersih-bersihnya ya." jawab Haku sambil meninggalkan mereka berdua.

"Ah tunggu Kaa-san!" ucap Rin yang dengan segera menyusulnya. Tetapi kemudian Len menghentikannya.

"Eh, tunggu sebentar!"

"Ya, Tuan?"

"Err, tadi Tou-sanku sudah bilang kan kalau nanti kita satu sekolah? Besok kita berangkatnya bareng ya. Kan kamu belum tahu di mana sekolahnya."

"Baik Tuan." jawab Rin yang kemudian kembali menyusul Okaa-sannya.

.

.

.

Esok harinya, mereka pun pergi ke sekolah bersama dengan Rin yang hanya berjalan di belakang Len. Di tengah perjalanan, mereka hanya bisa diam karena canggung tak tahu harus bicara apa.

"Akane-san, sekolahmu dulu kayak gimana?" tanya Len yang tiba-tiba berhasil menemukan topik.

"Eh? Hmmm, dulu sekolahku sih kecil. Maklumlah namanya juga sekolah miskin."

"Ooo gitu. Tapi jujur aku kaget lho waktu denger Tou-san mau nyekolahin Akane-san di tempat yang sama denganku."

"Iya, aku juga kaget. Aku sungguh berterima kasih sama Kaa-san Tuan karena mau membiayai sekolahku"

Yah begitulah obrolan mereka hingga akhirnya mereka tiba di sekolah hingga jam bel masuk pun berbunyi. Rin pun akhirnya masuk di kelas yang sama dengan Len.

Luka-sensei, wali kelas Len kemudian memperkenalkan murid baru itu di dalam kelasnya. "Anak-anak mulai hari ini di kelas kita ada murid baru, namanya Akane Rin."

"Sa-salam kenal semuanya, senang bertemu dengan kalian!"

"Nah, Rin. Kalau begitu tempat dudukmu di sana ya." kata Luka-sensei sambil menunjuk ke arah kursi kosong bagian tengah ke kanan atas dikit (detil amat XD).

"Baiklah ayo kita mulai pelajarannya."

.

.

Jam istirahat pun tiba. Len pun membereskan meja belajarnya untuk pelajaran berikutnya dan kemudian Rin mendatanginya.

"Maaf, aku mau ke kantin. Tuan ada yang mau dipesan?"

"Haahh? Tuan?" tanya Piko dan Miku yang tiba-tiba mendatangi Len dan secara tidak sengaja mendengar panggilan Rin pada Len.

"Len, kamu ada hubungan apa sama murid baru ini?" tanya Piko keheranan.

"Aduh, ini, sebenarnya...". Len pun mulai kelabakan. Selesai ber ba-bi-bu ria, akhirnya Len menghela nafas sedikit.

"Akane-san, kita harus bicara." jawab Len yang kemudian memegang pergelangan tangan Rin dan membawanya ke halaman belakang sekolah yang biasanya sepi.

.

"Akane-san, aku lupa bilang padamu. Kamu jangan panggil aku Tuan. Kan ga enak dengernya."

"Aduh maaf, habisnya aku bingung harus manggil Tuan apa, tapi ga sopan rasanya jika aku memanggil nama Tuan."

"Ya udah gapapa. Tapi meski kamu kerja sebagai pembantu di rumahku, kamu ga perlu perlakukan aku kayak tuan muda gitu. Panggil aja nama depanku."

"...Len...?" jawab Rin yang masih malu-malu.

"Yap begitu. Tapi sebagai gantinya aku boleh ya manggil nama depanmu juga?"

"Eh? Hmmm, boleh saja..."

"Oke, makasih banyak Rin!"

"Oiya, yang di belakang tembok sana bisa kan jaga rahasia ini?" tanya Len dengan volume agak tinggi yang memang sasarannya adalah orang yang bersembunyi di balik tembok.

"Ahahaha, ketauan ya.." kata Piko sambil nyengir.

"Tuh kan, aku bilang juga apa! Kamu suaranya keras banget sih!" kata Miku sambil melempar marah pada Piko.

"Tapi Len enak banget sih, punya pembantu cantik kayak gini di rumahmu" kata Piko yang sontak membuat Rin malu.

"Piko-kun deh, giliran lihat cewek cantik di depan aja langsung ngerayu. Oiya kita belum kenalan. Namaku Hatsune Miku, dan ini Utatane Piko. Salam kenal ya." kata Miku yang kemudian mengangkat sedikit lengannya untuk berjabat tangan.

"Ah iya salam kenal juga." jawab Rin yang membalas jabatannya.

"Oh iya Rin-chan, buat jaga-jaga kamu mendingan nanti jangan berurusan sama anak-anak kelas 3A ya. Soal nya mereka itu orangnya sombong-sombong karena kebanyakan di kelas itu anak-anak orang kaya."

"Ah baik Miku-san. Akan aku ingat."

"Udah deh, yuk ah makan dulu. Laper nih." ucap Len sambil mengajak yang lain ke kantin.

Bersambung ke Chapter 4

Reviewnya ya please, XDD

PS: Makasih ya udah mau ngedukung meski masih abal-abal, tapi saya tetap akan berusaha biar lebih baik lagi XD