Note :
Italic text tell about flashback.
Italic and Bold text tell about history.
Thanks a lot to all people have read this fanfiction!
ENJOY!
Ketika langit gelap dan petir bergemuruh. Hujan tiba bagai badai tak henti. Ia datang dengan sayap hitamnya. Ketika sayap hitamnya mengepak semuanya mati. Hangus dan layu seketika. Dia memberikan bibit chaos kekuatan di seluruh dunia. Dan mereka—bibit chaos—membunuh semua orang. Mereka memanggil pria bersayap hitam itu The Dark of Zeus.
Zeus membunuh semuanya—tanaman, hewan, dan manusia. Bahkan oksigen saat itu rasanya hilang. Semuanya mati. Bahkan bumi berada dalam ujungnya. Hingga mereka—pemegang 5 cincin elemen datang. Mereka adalah Angin, Air, Api, Tumbuhan, dan Listrik. Dimana mereka menghancurkan Zeus dan mengurung cincin Zeus dalam goa bawah laut yang dijaga Tifon—naga berkepala seratus.
Karin mengerjap kecil. Jemarinya memegang tangan sang okaa-san erat, saat okaa-san kesayangannya selesai membacakannya dongeng tentang The Dark of Zeus. Karin tersenyum dan memeluk okaa-san yang ada di depannya erat. Ia menatapnya dengan mata yang berkaca. Wanita paruh baya berambut brunette dengan mata emerald yang persis dengan Karin itu tersenyum kecil dan mengusap lembut rambut Karin.
"Jangan takut sayang," ia berbisik lembut. Karin mendongak dan menatap mata ibunya. Mencoba mencari kejujuran ucapan sang okaa-san. Sejenak Karin menarik ujung bibirnya dan mengangguk lucu.
"Kaa-san apa Zeus bisa bangkit lagi?" tanya Karin. Lisa—okaa-san Karin—tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Jemarinya kembali mengusap lembut rambut Karin.
DUAR—dalam beberapa menit ketenangan malam lenyap. Pekikkan semua orang yang sarafnya tecabut terdengar. Karin menjerit kecil. Lisa menoleh ke jendela. Seluruh kota diselubungi oleh awan gelap, petir, dan hujan tiba-tiba. Beberapa sulur tanaman melilit sekitar rumah. Lisa menarik Karin dan membawanya keluar.
Beberapa sulur bibit chaos membelit tubuh beberapa orang. Mereka yang terlilit sulur bibit chaos itu seger layu dan mati—kering, bagai tanaman layu. Lisa sesekali melemparkan beberapa bola angin ke bibit chaos yang berusaha menjerat tubuhnya dan Karin. Lisa menjerit saat panah sulur hitam membelit tubuhnya. Ia menggunakan pisau yang berasal dari angin untuk mematahkannya.
Lisa menarik Karin yang ada di belakangnya dan mendorong ke arah lorong gelap di sudut kota. Lisa berjongkok dan mengusap rambut brunette panjang Karin. Karin terisak kecil, mata emerald-nya berkaca menatap apa yang terjadi. Lisa tersenyum—berusaha membuat Karin tenang.
"Karin," suara Lisa terdengar lembut. Karin mendongak dengan mata yang berkaca-kaca. Lisa tersenyum—walau batinnya tak bisa tersenyum dalam keadaan genting seperti ini. Diarahkan jemari Lisa untuk menyentuh pipi Karin yang basah.
"Jangan takut," ia berbisik pelan ke telinga Karin. Karin menatap Lisa dan mengangguk pelan. Air matanya sudah tak jatuh, tapi ia masih sesenggukan. Lisa tersenyum dan menarik tangan Karin dan membuka tangan kanan Karin lebar.
Lisa mengambil cincin perak dengan ukiran khas di sekelilingnya dan menyerahkannya pada Karin. Digunakan jemari kecil Karin untuk menutup cincin itu. Lisa menepuk tangan kanan Karin yang memegang cincin elemen angin erat. Ia lalu mengusap rambut Karin pelan dan mengecup pucuk kepala Karin.
"Apa pun yang terjadi. Jaga cincin ini," ia berbisik pelan dan memeluk Karin. Karin diam dan menatap cincin yang ada di kepalan tangan kanannya. Ia menoleh ke arah okaa-san yang mulai berdiri dan berjalan—menjauh darinya.
"Jaga dirimu," ucap Lisa pelan. Karin yang masih kecil berjalan mendekati sang okaa-san—Lisa yang sudah jauh darinya. Ia menatap sosok yang ia sayangi berjalan menjauh darinya.
DUAR—Karin menatap kejadian yang ada di depannya dengan mata membulat utuh. Ia menatap sang okaa-san—Lisa—tengah terbujur kaku saat sebuah timah panas memasuki rongga dadanya. Karin ingin menjerit dan berlari ke arah Lisa. Berusaha menolong okaa-san tersayangnya. Karin menatap pilu sosok yang sudah kaku dengan darah di tanah dan dadanya yang penuh noda merah.
Mencoba mengatakan bahwa ini adalah bunga tidur yang buruk. Tapi pikiran itu segera lenyap. Baru satu kaki kanannya bergerak. Sebuah bayangan hitam menjeratnya dan menariknya dalam sudut lorong gelap. Hanya teriakkan Karin yang dapat terdengar dari lorong gelap itu.
Kamichama Karin (Chu) © Koge-Donbo
Black Heart © Hana Kazusa Laytis
Warning : AU, OOC, OC, Bloody Scene, Typos, De Es Be.
2 : Black in Heart
Angin berderu dengan lembut membelai wajah tiap orang yang tengah berada dalam alam terbuka. Karin mendongak—iris emerald itu menatap awan-awan putih yang bergerak perlahan bagai domba di langit. Sejenak iris itu kembali berubah menjadi kosong. Karin mengerang kecil, merasakan bagian dalam rongga dadanya diremas sesuatu dari dalam.
Karin yang awalnya mengerang pelan kian menjadi. Jubah merah yang ia pakai segera ia lepas dan ia mulai limbung. Beberapa pedar aura hitam mulai menyelimuti tubuhnya. Karin meremas pinggangnya dimana pedanganya terletak. Ia segera menarik pedangnya dan berusaha untuk menggoreskannya ke tangannya. Agar bisa mengurangi tekanan kutukan yang sudah ia alami selama 8 tahun ini. Ini adalah cara satu-satunya agar ia sadar dan bisa mengkontrol kutukan yang menjeratnya bertahun-tahun.
Karin semakin mengerang merasakan beberapa bagian tubuhnya ikut tertusuk dari dalam. Iris emerlad Karin membulat dan menjadi kosong utuh. Segera ia melempar pedang yang ia genggam dan menembus beberapa batang pohon dan ambruk. Karin membuka tangannya yang sudah berisi bola udara dan mengumamkan beberapa mantera. Sejenak bola itu berubah warna menjadi hitam disertai ungu gelap segera dilempar Karin.
Bola udara itu menghantam tanah dan membuat lubang dalam. Karin mulai limbung dengan mata yang mulai berubah sedetik hidup dan mati. Pekikkan rasa sakit terdengar dari mulutnya. Karin jatuh dengan mata terpejam seiring dengan beberapa aura hitam yang keluar dan melayang dari dalam tubuhnya. Dengkuran halus terdengar dari mulutnya. Pertanda ia tertidur pelan. Efek dari Black Heart masih belum terlihat. Ini masih permulaan, suatu saat kutukan itu akan memakan raga pemilik kutukan itu.
Baru satu kaki kanannya bergerak. Sebuah bayangan hitam menjeratnya dan menariknya dalam sudut lorong gelap. Hanya teriakkan Karin yang dapat terdengar dari lorong gelap itu. Bau-bau aneh tercium kental olehnya. Iris emerald itu menatap entah apa yang menjeratnya ke sudut lorong. Ia bisa merasakan aura buruk dari sosok itu.
Karin memekik saat jemari sosok itu—bayangan hitam—menancapkan beberapa kuku di lengannya. Ia bisa merasakan daging lengannya terkoyak dengan kulit yang robek. Darah mengucur dengan deras dari lengannya.
"Argh!" ia memekik saat tubuhnya merasakan beberapa bagiannya diserap oleh sosok aneh itu. Beberapa bagian tubuhnya terasa mulai menghilang karena ulah sosok itu.
Karin memekik saat merasakan ada yang memasuki lengannya semakin dalam, rasanya seperti sebuah taring tertancap di situ pula, Karin seperti aliran air di lengannya yang merembet ke seluruh bagian tubuhnya. Ia menoleh, berusaha menatap sosok bayang hitam itu.
Iris emerald Karin membulat menatap sosok itu. Sosok bayangan hitam dengan mata merah menyala. Perlahan matanya tak bisa menangkap sosok gelap yang mulai menipis dan menghilang. Karin tumbang dengan mata yang terpejam utuh. Dalam waktu beberapa detik Karin kembali tersadar. Iris emerald yang hidup itu digantikan oleh iris emerald yang kosong.
Karin mengepalkan tangannya entah dalam posisi sadar atau tidak. Mulutnya menggumamkan beberapa mantera. Sejenak beberapa angin dan aura pure blue berkumpul di sekitarnya membentuk lingkaran besar yang menelan tubuhnya. Dalam hitungan detik cahaya itu meledak, menghancurkan segalanya yang ada di sekitarnya. Cahaya itu nyaris menghancurkan separuh kota.
Saat itu juga Karin limbung dengan mata yang terpejam. Beberapa jemarinya mengeluarkan aura hitam yang mengepul di udara. Aura hitam itu terbang di udara dan membentuk beberapa motif abstrak, pertanda Karin terkena kutukan Black Heart.
Kazune diam di atas dahan pohon rindang dan menatap kejadian yang ada di depannya—Karin yang melepas beberapa kutukan Black Heart tadi. Kazune membuka buku peninggalan ayahnya dan membacanya. Iris sapphire itu meperhatikan dengan jelas huruf-huruf kecil yang menyatu membentuk kalimat seraya melompat turun dari dahan pohon yang jaraknya beberapa meter dari tanah dan berjalan pelan menghampiri Karin.
Black Heart
Black Heart adalah kutukan dari The Dark of Zeus. Dimana ia melepas beberapa roh kegelapan untuk memakan hati manusia. Roh-roh kegelapan itu bernama Darken. Darken adalah roh hitam dengan mata merah menyala yang akan menyeret seseorang dalam tempat gelap dan memasukan aliran tubuhnya pada orang yang diseret untuk dikenai kutukan. Kutukan itu akan membuat orang itu kehilangan kendali dan membunuh banyak orang serta membuat orang itu …
Kazune mendesah pelan. Baiklah, ia tak mendapatkan informasi akhir dan cara penyembuhannya. Kazune mengusap rambut Karin pelan. Jemarinya digunakan untuk membenahi beberapa helai poni rambut Karin dan tersenyum kecil. Kazune menatap wajah Karin, putih pucat namun dapat membuat Kazune menarik ujung bibirnya. Kazune menarik jemarinya yang diujung jari-jarinya berisi bulatan air kecil dan menjalankannya di atas wajah Karin.
Kazune terkesiap melihat tiap bulatan air itu langsung penuh dengan aura hitam Black Heart. Kazune melempar bola air berisi aura Black Heart dan langsung menguap. Kazune mengusap pipi Karin pelan dan segera membentuk kepalan bola air di tangan kanannya. Kazune menjalankan bola air itu di wajah Karin, mencoba mengurangi beberapa aura Black Heart. Tapi baru beberapa detik ia menjalankan bola air itu ada beberapa anak panah yang mengarah ke mereka. Kazune membalik posisi tubuhnya dan melompat seraya menggendong Karin dengan gaya bridal style.
Ia menoleh menatap Kirio Karasuma—pemimpin Knight of Dark—menatap Kazune seraya melesatkan beberapa anak panah. Kazune melompat dan segera menghindar dengan cepat. Karin yang merasakan pergerakan dengan cepat membuka matanya. Ia nyaris jatuh karena menatap wajah Kazune tepat di atas wajahnya. Sejenak Karin menoleh dan menatap Kirio yang tengah menyerang mereka—dia dan Kazune—dengan anak panah. Karin segera melepaskan dirinya dari gendongan Kazune.
Karin melompat dan melayang di udara. Segera ia mengarahkan beberapa bola udara untuk membentuk pusaran angin besar dan mengarahkannya ke Kirio yang tengah menembakkan beberapa anak panah ke Kazune. Kirio melompat dan segera melepaskan beberapa cambuk aura hitam pekat yang menyatu dengan ungu tua dan mengayunkannya ke arah pusaran angin Karin. Kazune melompat dan membuat sebolah bola air untuk menelan tubuh Kirio. Namun Kirio menghindar dan berlari cepat ke arah Kazune.
Kazune menarik pedangnya di pinggang. Ia segera mengarahkan pedangnya untuk menyerang Kirio. Kirio menarik cambuknya dan mencambuk pergelangan tangan Kazune. Kazune menjerit saat cambuk hitam itu menarik tangannya dan memeluntirnya. Karin yang melihat itu segera melemparkan Kirio sebuah rantai yang terbuat dari angin yang melilit kakinya. Segera Kirio terjatuh dengan wajah yang menghantam tanah pertama kalinya. Kazune melepaskan cambuk hitam di pergelangan tangannya. Beberapa tetes darah membasahi pergelangan tangannya.
Kazune melompat ke arah Kirio dan berusaha menikamkan pedangnya di antara tulang-tulang rusuk Kirio. Namun sesuatu menahan tangan Kazune. Kazune menoleh mendapati beberapa bibit chaos yang berubah menjadi bayangan hitam membelit tangannya dan berteriak memekik. Kazune menjerit saat kuku hitam para bayangan itu menusuk kulitnya dan menariknya dengan cepat. Beberapa darah segera membasahi kemeja Kazune. Karin yang melihat itu segera melompat dan mencari pedangnya. Karin menarik pedangnya dengan tangan kanannya saat tiba-tiba Kirio sudah berdiri di belakang.
Napas Karin tercekat saat pedang Kirio yang terlihat tipis itu nyaris menyentuh kulit lehernya. Karin menarik napas pelan, mencari rencana yang tepat untuk mengetahui apa yang akan dilakukan. Kirio mendekatkan wajahnya ke telinga Karin. Karin merasa kaget saat merasakan napas Kirio terasa di pipinya.
"Aku memberimu 2 pilihan. Bersamaku di Knight of Dark atau mati bersamanya disini?" Kirio melirik Kazune yang tengah di tahan para bayangan chaos dengan tubuh yang penuh darah dan menyeringai. Karin menelan ludahnya pelan. Masih bimbang diantara jawaban yang sama sekali tak ia inginkan.
STRACH—sebuah pedang melayang ke kerumunan para bayangan chaos yang tengah menusuk tubuh Kazune dengan kuku mereka. Kazune segera tumbang dengan pedang yang menancap di tanah. Seorang perempuan bertudung biru tua berdiri di depan Kazune dengan sebuah pedang yang memiliki dua mata pedang yang ada di ujung-ujungnya. Gadis itu segera melempar pedangnya dan berputar dengan cepat di udara bagai bumerang. Gadis itu segera melompat menghajar beberapa bayangan chaos yang langsung layu dan lenyap seketika.
Gadis itu menatap Kirio yang masih menahan Karin. Diarahkan tangannya di udara dan segera menumbuhkan beberap tumbuhan rambat yang membeli tubuh Kirio dan mengangkatnya ke angkasa. Salah satu sulur tumbuhan itu membelit leher Kirio dan mencekiknya. Karin segera terjatuh—melayang—dari tumbuhan yang kian meninggi dan mendarat di tanah perlahan. Setelah Karin turun tumbuhan itu segera membanting tubuh Kirio jauh dari mereka. Karin menoleh ke arah gadis itu dan segera membentuk bola udara, bersiap melemparkannya karena ia belum tahu siapa dia.
"Aku bukan musuhmu Karin-nee," ucapnya dengan cepat dan segera menurunkan tudung biru tua. Karin mengerjap menatap sosok itu. Seorang gadis berambut blonde panjang menyentuh punggung dan mata sapphire yang mirip dengan Kazune. Ya sangat mirip dengan Kazune.
Karin melepaskan bola udara itu menjadi uap beraura putih dan mengepul di udara. Karin melirik ke arah kanan, menatap Kazune yang tengah berdiri dengan bantuan pedangnya. Seketika iris mata Karin membulat dan kosong. Karin mengumpat. Mengutuki kutukan Black Heart yang kembali mencoba mengambil alih seluruh fungsi tubuhnya. Karin jatuh dengan mata nyaris terpejam. Kazune dan gadis itu segera mendekati Karin.
Kazune mengusap pipi Karin beberapa kali. Jemari panjangnya yang mulai basah karena darah pertarungan tadi membasahi pipi Karin. Karin memejamkan matanya perlahan, tapi ia tak nyaris kehilangan kesadaran. Beberapa tikaman di jantungnya terasa. Ia rasa jantung yang terlindung tulang rusuk itu akan patah bersama dengan tulang rusuknya. Kazune mengepalkan tangannya dan membentuk bola air lalu mengarahkannya ke wajah Karin. Kembali ia mengambil beberapa aura hitam Black Heart. Karin membuka matanya pelan saat Kazune mengambil beberapa kutukan hitam itu.
Kazune menoleh ke arah Karin dan tersenyum kecil. Segera ia melempar bola air itu ke udara dan menguap disertai aura hitam yang melayang di udara. Kazune berdiri dan membantu Karin berdiri perlahan. Kazune menatap gadis berambut blonde panjang itu dan tersenyum kecil. Di arahkan tangan Kazune untuk mengusap rambut blonde panjang itu. Karin yang melihat itu merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan di hatinya. Rasanya panas, seperti ada api di hatinya. 'Apa ini efek lain Black Heart?' duganya yang masih menatap dua orang berambut blonde di depannya.
To Be Continued
Annyeong minna-san!
I'm back! Hana mengarap fanfic ini dulu. Well, feel nulis Hana terbuka saat Hana melirik file ini di laptop Hana. Yeah, setelah ini Hana akan ngarap Cooking? Cooking! dan akan Hana usahakan dikerjakan segera mungkin. Well yang nunggu Love Song dan Paparazzi Hana masih bingung nentuin backsound-nya, terutama untuk Paparazzi. So, Hana adakan voting disini :
You must pick 1 of this song. I need it to chapter 6 in Paparazzi. So you must pick :
Twinkle by Girls' Generation TTS
or
In The Night Sky by After School
If you want to read Paprazzi chapter 6, you must pick 1 of 2 songs above.
I'm waiting your voting.
OK I'll answer your review now. Thanks a lot to all people have reviewed this fanfiction. Here are the answers :
Lyncchi : Paparazzi masih dalam proses. So wait ok? Ah… Fanfic special itu bukan ini kok. Btw thank to review.
Kireichan : Paparazzi masih dalam proses. Harap bersabar ne? Arigatou to your review and support!
lulu-chan : It have updated! Maaf telat updatenya m(_ _)m Thank to review!
Ika : Well fanficku masih on going dan semua masih berlanjut kok. Blogku arlaytis dot blogspot dot com, kalau gak ketika Laytis Rêveur nanti langsung ketemu di google. Thank to review!
fuyuko katsukawa : Udah update nih! Maaf telat m(_ _)m Arigatou sudah review!
alena : Maaf banget *bow* Updatenya telat 9 minggu sama harapan kamu. Tapi sekarang udah di update kok. Thank to review!
febniani : It have updated! Thank to review!
kirei-chan : Udah update nih! Maaf telat banget *bow* Thank to review!
.
.
So what do you think?
Leave me your opinion in review please!
