The Love Between Gods and Humans : The Dark Of Olympus
Chapter 2
Author : Yuuna Emiko
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Naruto x Hinata (NaruHina), slight Sasuke x Hinata (SasuHina)
Rating : T
Genre : Adventure, Romance, Fantasy
Warning : OOC, gaje, abal-abal, miss typo, alur maksa, alur kecepatan, EYD berantakan, alur berantakan, Ide pasaran, dll.
DON'T LIKE.., DON'T READ..,
"…." Berbicara biasa
'….' Dalam Hati
"….." Makhluk Mitologi berbicara.
"….." Ramalan
Summary : "Hinata Hyuuga, seorang gadis kutu buku dan Shikamaru Nara seorang pemuda malas, ber IQ tinggi, mempunyai satu persamaan yaitu menyukai Mitologi Yunani. Tanpa disangka mereka bertemu Apollo, Ares, Afrodite dan dewa-dewi lainnya karena Hinata adalah seorang Suta dan Shikamaru adalah seorang Tsuki yang diramalkan oleh Oracle Delphi , akan membantu Olympus. Bagaimanakah petualangan mereka? Dan Siapakah sosok asli Apollo, Ares dan Afrodite serta Dewa-Dewi lainnya?"
A/N : Di chapter ini hampir semuanya merupakan flashback, cerita mengenai Bangsa Tsuki dan Suta.
Naruto, Sasuke, Sakura : 23 tahun, Hinata, Shikamaru : 21 tahun (Naruto, Sasuke dan Sakura di bilang senpai karena mereka ikut kelas percepatan)
Apollo : Naruto
Ares : Sasuke
Afrodite : Sakura
Athena : Tsunade
Zeus : Minato
Hera : Kushina
Hestia : Kurenai
Hermes : Kakashi
Poseidon : Jiraiya
Hades : Orochimaru
Dementer : Mei Terumi
Hephaestus : Kankurou
Dionisos : Killer Bee
Artemis : Naruko
Sebelumnya :
"A-aku ingin bertanya se-sesuatu." Ungkap Hinata pelan tapi masih cukup dapat didengar oleh orang di ruangan tersebut.
"Apa itu?" Tanya Tsunade penasaran.
"A-aku ingin mengetahui me-mengenai sejarah bangsaku. Ba-bagaimana mereka dapat bertemu kalian. Bagaimana mereka terlibat? Dan lainnya." Ucap Hinata dengan tetap menunduk.
"Aku juga. Aku ingin mengetahuinya." Ucap Shikamaru tiba-tiba.
"Aku serahkan kepadamu, Kurenai." Ucap Tsunade.
"Baiklah, akan aku ceritakan semuanya." Ucap Kurenai.
Chapter 2 : "Suta and Tsuki"
Semua pandangan mata beralih ke arah Kurenai. Mereka menunggu Kurenai membuka mulutnya. Menceritakan mengenai Bangsa Suta dan Tsuki. Rasa penasaran menguap ke permukaan hati Shikamaru dan Hinata. Mereka sangat ingin mengetahui sejarah bangsa mereka.
"Baiklah cerita akan saya mulai saat terjadinya penciptaan manusia perempuan pertama di dunia, Pandora, itulah namanya." Ucap Kurenai. Hinata dan Shikamaru tampak memperhatikan dengan serius cerita Kurenai. Sementara Naruto, Sasuke, Sakura dan Tsunade sudah kenal dengan Pandora, jadi mereka tidak terlalu antusias dengan cerita itu.
FlashBack
Minato sangat murka ketika mengetahui bahwa umat manusia telah mencuri api dari gunung Olympus, maka dari itu dia menyuruh Kankuro dewa pandai besi, untuk membuat seorang manusia. Maka terciptalah manusia perempuan pertama di dunia.
Setelah diciptakan, Tsunade mengajarinya menenun dan menjahit serta memberinya pakaian, Sakura memberinya kecantikan dan hastra, para Kharis memakaikan padanya perhiasan, para Hoirai memberinya mahkota, Naruto mengajarinya menyanyi dan bermain music, Jiraiya memberinya kalung mutiara, Kushina memberinya rasa penasaran yang besar, Kakashi memberinya kepandaian berbicara serta menamainya Pandora, yang bermakna "mendapat banyak hadiah".
Kemudian Minato memberikan Pandora pada Epimetheus untuk dinikahkan. Promethues, saudara Epimetheus, berusaha memperingatkannya untuk tidak menerima Pandora, tetapi karena pesona yang di keluarkan Pandora terlalu besar maka Epimetheustiak dapat menolaknya.
Sebagai hadiah pernikahan mereka, para Dewa memberinya sebuah kotak yang indah dan Pandoa dilarang membuka kotak tersebut. Tapi, rasa penasaran Pandora sangatlah tiinggi sehingga pada suatu hari, ia membuka kotak tersebut.
Setelah di buka, tiba-tiba aroma yang menakutkan terasa di udara. Dari dalam kotak tersebut terdengar suara kerumunan yang dengan cepat terbang keluar. Pandora sadar bahwa dia telah melepaskan sesuatu yang mengerikan, maka dari itu dia segera menutup kotak itu, tapi iu semua terlambat, Pandora telah melepaskan terror kepada dunia.
Masa tua, rasa sakit, wabah penyakit, kegilaan, dusta, keserakahan, pencurian, cemburu, kelaparan, dan berbagai malapetaka lain telah bebas. Semua malapetaka tersebut menyebar ke dunia dan menjangkiti umat manusia.
Pandora sangat terkejut dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Dia kemudian melihat ke dalam kotak, dan menyadari ada yang tertinggal di sana, yaitu sebuah harapan.
Flashback End
"Itulah cerita mengenai Pandora." Ucap Kureai ketika melihat kenangan masa lalunya.
"Hmm.. terus apa hubungannya dengan Bangsa Suta dan Tsuki?" Tanya Hinata masih tidak mengerti. Tetapi Shikamaru tampak menyeringai, dia menemukan jawabannya.
"Harapankan?" Tanya Shikamaru kepada Kurenai. Mendengar pertanyaan Shikamaru, Kurenai tersenyum, dia sangat kagum dengan cara berpikir Shikamaru.
"Ya, tepat. Kau sangat cerdas, Shikamaru." Ucap Kurenai. Tapi, Hinata masih tetap tidak mengerti dengan maksud Shikamaru dan Kurenai. Naruto memperhatikan Hinata yang kebingungan, lantas dia berinisiatif untuk menjelaskannya.
"Maksud Shikamaru itu, Bangsa Suta dan Tsuki addalah harapan itu. Mereka –Suta dan Tsuki- adalah umat manusia yang masih memiliki harapan." Jelas Naruto pada Hinata. Sementara Hinata hanya dapat menganggukan kepalanya tanda mengerti. Naruto pun tersenyum.
"Baiklah, mengenai bagaimana sejarah bangsa Suta dan Tsuki dan bagaimana mereka dapat bertemu kami, akan saya ceritakan." Pernyataan Kurenai kembali membuat seisi ruangan menjadi hening dan kembali memusatkan perhatian kepada Kurenai.
Flashback
Harapan itu adalah Klan Hyuuga dan Klan Nara. Mereka adalah umat manusia yang masih memiliki harapan dan meraka percaya akan adanya bangsa Olympia.
Karena harapan itulah mereka mencari keberadaan bangsa Olympia, mereka adalah sahabat jadi tidaklah sulit untuk menjalin sebuah kerjasama. Akhirnya mereka mendapatkannya, mendapatkan keberadaan bangsa Olympia. Mereka datang ke hadapan Zeus untuk meminta sesuatu.
"Minato-sama, ada dua manusia fana yang ingin bertemu dengan anda." Ucap Kakashi kepada Minato. Mendengar mengenai hal itu, Minato pun mempersilahkankan mereka untuk masuk.
"Ada apa kalian kemari?" Tanya Minato kepada mereka. Klan Hyuuga dan Nara merupakan klan yang diberi kemampuan untuk melihat dengan baik, mereka dapat melihat menembus kabut.
"Kami datang kemari, hanya ingin meminta satu permintaan, Zeus-sama." Ungkap Tetua Klan Hyuuga saat itu.
"Tapi selama aku dapat memenuhinya, maka akan aku penuhi. Lantas permintaan apa itu?" Ucap Minato. Dia menatap tajam kedua orang di depannya tersebut.
"Saya hanya meminta agar kalian, para dewa dan dewi untuk menolong kami, para manusia fana." Ucap salah seorang yang mempunyai mata berwarna lavender. Minato mengerutkan keningnya. Dia bingung, dengan ini semua. Kenapa para manusia fana memerlukan pertolongan? Dia pun tidak mengerti.
Mengetahui kebingungan ayahnya, Naruto yang saat itu berdiri di dekat Minato pun mulai membuka suaranya.
"Penciptaan mendatangkan masalah. Pemberian para dewa adalah salah. Rasa penasaran yang besar membawa malapetaka. Maut mengintai mereka. Harapan tertinggal di sana." Ucap Naruto sambil menutup matanya.
"Setidaknya itulah ramalan Oracle Delphi." Sambung Naruto.
"Penciptaan mendatangkan masalah, berarti Penciptaan Pandora adalah sebuah masalah. Pemberian para Dewa adalah salah, pemberian kita pada Pandora semua adalah kesalahan. Rasa penasaran yang besar membawa malapetaka, itu termasuk pemberian kita kan? Rasa penasaran.. Dan itu membawa malapetaka. Maut mengintai mereka, mereka itu adalah para manusia fana." Ucap Naruto dengan serius. Semua Dewa dan Dewi yang ada di sana menunjukkan wajah terkejut. Ternyata mereka ikut andil dalam masalah ini.
"Hmm.. Ini masalah besar. Walaupun manusia telah mencuri api di gunung Olympus, tapi tanpa mereka, hancurlah kita. Dan sekarang mere-" Ucapan Minato terhenti karena Naruto menggacungkan tangannya, tanda bahwa dia ingin berbicara.
"Oke, kau ingin bicara apa Naruto?" Tanya Minato kalem. Naruto yang mengerti bahwa keinginannya tercapai segera mengeluarkan suaranya.
"Satu lagi. Harapan tertinggal di sana, artinya masih ada harapan di sana dan harapan kita saat ini tengah berdiri di depan kita semua. Para manusia yang masih memiliki harapan." Ucap Naruto sambil mengarahkan kedua iris blue saffirnya ke arah kedua manusia yang tengah berdiri di hadapan mereka.
"Hmm.. baiklah. Akan kami tolong kalian. Tetapi kami membutuhkan sesuatu agar kalian para manusia tidak membohongi ataupun menghianati kami." Ucap Minato sambil mengelus dagunya dengan tangan.
"Apa itu?" Tanya seorag manusia berambut hitam dan bentuknya seperti nanas. Minato masih terlihat berpikir.
"Kalian akan terikat dengan kami, para dewa. Hanya klan kalian, karena hanya klan kalianlah yang mampu menembus kabut kami. Kalian akan bekerja sama dengan kami. Karena itu, kami akan memberikan sedikit kekuatan. Kekuatan kalian berasal dari bulan dan bintang." Ucap Minato sambil mengambil dua buah kalung. Dua manusia itu menatap bingung kedua kalung itu.
"Klan Hyuuga akan mendapatkan kalung Golden Light Carrier dan akan memiliki kekuatan cahaya emas bintang." Seru Minato sambil menunjukkan kalung berbentuk bulat yang di dalalamnya terdapat bintang.
"Sedangkan Klan Nara akan mendapatan kalung yang satunya lagi, yaitu Silver Light Carrier dan memiliki kekuatan cahaya perak bulan." Lanjut Minato seraya menunjukkan kalung yang satunya lagi.
Kedua manusia itu terdiam sambil menatap kedua kalung tersebut.
"Hmm.. sebenarnya Zeus-sama tidak perlu memberikan kami kekuatan, karena dengan mendengar kalian akan menolong, kami sudah sangat senang, kami hanya perlu sebuah harapan dan pertolongan. Kekuatan hanya akan mengubah seseorang menjadi lebih buruk." Ucap pria bermata lavender merendah. Mereka berdua sadar, bahwa bukan itu yang mereka cari, dan kekuatan memang akan memberikan dampak buruk bagi manusia.
Minato tersenyum melihat reaksi manusia di depannya. Dia puas dengan reaksi mereka.
"Kalian, memang manusia yang berhati suci. Kalian tidak haus akan kekuatan, jarang ada manusia seperti kalian. Tapi, kekuatan juga sangat diperlukan untuk mempertahankan diri." Ucap Minato sambil tersenyum.
"Tapi-"
"Jika kalian tidak bisa menerima kekuatan ini, pakai saja kalung ini dan turunkan kalung ini pada generasi kalian. Sampai saatnya tiba, pasti kalung ini akan berguna. Mungkin untuk menyelamatkan dunia." Kata Naruto memberi usul. Semua mata memandang Naruto dan lantas tersenyum.
"Benar kata Naruto." Ungkap Kushina setuju.
"Baiklah, akan kami terima." Ucap pria bermata lavender tadi, lantas dia pun mengambil kedua kalung tersebut dan memberikannya pada pria bermabut nanas. Mereka berdua memakai kalung tersebut di leher mereka. Para Dewa tersenyum melihat pemberian mereka diterima.
"Ada yang perlu kalian ingat, berhati-hatilah karena maut pasti akan mengintai kalian. Kami para Dewa hanya dapat membantu sebisa kami. Setelah itu terserah pada manusia sendiri." Ucap Minato.
"Ha'i, kami mengerti." Ucap kedua manusia itu bersamaan.
"Terus, fungsi kalung itu, selain mendatangkan kekuatan, juga dapat digunakan untuk memanggil kami, para Dewa. Juga dapat mendeteksi keberadaan kami. Jika kalian ingin memanggil kami sebutkan nama Dewa atau Dewi yang ingin dipanggil sambil mengusap kalung." Jelas Minato. Sementara kedua manusia tersebut hanya mengangguk, mengerti.
"Dan untuk dapat menolong manusia, kami para Dewa akan datang ke dunia manusia dan menyamar menjadi manusia. Itu adalah cara termudah untuk menolong." Lanjut Minato.
"Arigatou, Zeus-sama dan Dewa-dewi Olympia lainnya. Kami pamit terlebih dahulu. Sayonara." Ucap pria berambut nanas.
Setelah keduanya pergi Minato masih terlihat berbicara dengan para Dewa dan Dewi lainnya.
"Mulai sekarang, beberapa dari kalian turunlah ke dunia manusia dan sebagian lagi tetaplah di Olympus untuk menjaga Olympus. Bagi kalian yang turun, menetaplah di sana. Nanti, kalian yang menetap di Olympus akan turun bergiliran jika ada misi atau untuk menggantikan sementara mereka yang turun dan menetap di bumi." Jelas Minato sambil memperhatikan satu persatu dewa di ruangan itu.
"Kalian yang menetap akan mendapat panggilan sewaktu-waktu, jika mendapatkan panggilan, kalian harus segera datang ke Olympus." Lanjut Minato.
"Lantas siapa yang akan turun dan siapa yang akan tetap di Olympus?" Tanya Tsunade. Iya, pertanyaan Tsunade membuat para Dewa dan Dewi lain penasaran.
"Yang tetap Di Olympus adalah Aku, Kushina, Naruto, Jiraiya, Orochimaru, Sasuke, dan Sakura. Aku menetapkan Jiraiya dan Orochimaru untuk tetap di Olympus karena mereka harus mempertahankan wilayah mereka sendiri, sedangkan Naruto, Sasuke dan Sakura, aku yakin mereka tidak akan banyak membantu." Ucap Minato sambil tersenyum.
"Cih!" Seru Sasuke.
"Lihatkan, dia terlalu dingin dan arogan. Naruto teralu kekanak-kanakkan dan Sakura, dia nanti akan membuat manusia tergoda. Sedangkan aku dan Kushina tetap di sini karena kami akan mempertahankan Olympus."
"Sisanya yaitu, Kakashi, Tsunade, Mei, Kankuro, Kurenai, Naruko dan Killer Bee, kalian turunlah ke bumi. Berusalah agar kalian terlihat seperti manusia. Jangan membuat hal yang mencurigakan." Lanjut Minato kemudian.
"Ha'i, Kami mengerti." Ucap mereka bersamaan.
Flashback End
"Tapi, kami lupa suatu hal. Dan hal itu menyebabkan Klan Hyuuga atau yang disebut Bangsa Suta hampir punah." Ucap Kurenai setelahnya.
"Hal apa itu?" Tanya Hinata dengan pandangan sendu. Hinata sedih, dia kembali mengingat Klannya yang hanya menyisahkan dia seorang. Hanya dia, dan dia merasa kesepian.
"Akan saya ceritakan sejak keluarnya ramalan dari Naruto." Ucap Kurenai. Kurenai mengerti perasaan Hinata saat ini, Hinata merasa kesepian sebab hanya ia dan kakak sepupunya yang masih hidup.
Flashback
"Tousan, gawat!" Teriak Naruto sambil berlari menghampiri Minato. Semua Dewa dan Dewi yang ada disana menatap heran Naruto. Saat ini mereka sedang rapat. Semua Dewa dan Dewi telah berkumpul tapi Naruto yang terlambat tiba-tiba datang dengan teriakkanya yang menggelegar.
"Ada apa, Naruto?" Tanya Minato dengan khawatir. Dia merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
"Aku mendapatkan sebuah ramalan." Ucap Naruto yang membuat semua wajah di sana menjadi tegang kecuali Sasuke dan Kakashi yang memang minim ekspresi.
"Jangan bertele-tele, Dobe." Ucap Sasuke dengan nada datar.
"Aku tidak bertele-tele, Teme." Balas Naruto denga kesal. Mendengar bibit-bibit pertengkaran mulai tumbuh, Para Dewa hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala saja.
"Hey, sudah hentikan. Nanti akan panjang urusannya kalau kalian bertengkar." Ucap Naruko dengan malasnya. Mereka harus segera menghentikan pertengkaran Naruto dan Sasuke, kalau tidak pertengkaran tersebut akan berlangsung tiga hari tiga malam setelah itu dilangsungkan dengan pertarungan yang dapat menghancurkan satu negara. Agak berlebihan memang tapi itulah kenyataannya. Itulah bentuk persahabatan mereka, aneh memang.
"Baiklah, aku mendapatkan sebuah ramalan. Isinya Olympus telah melakukan kelalaian. Hal terpenting kalian lupakan. Bahaya mengintai mereka. Janji kan mereka pegang sampai datangnya maut. Kepunahan itulah masa depan mereka. Tapi hanya salah satu bangsalah yang mengalaminya." Begitulah isi ramalannya.
"Kita telah melakukan sebuah kelalaian (Olympus telah melakukan kelalaian). Kita lupakan sebuah hal terpenting (Hal terpenting kalian lupakan). Bahaya sedang mengintai mereka, dan mereka itu adalah Bangsa Suta dan Tsuki (Bahaya mengintai mereka). Janji mereka untuk tidak menggunakan kekuatan mereka, dipegang sampai datangnya maut (Janji kan mereka pegang sampai datangnya maut). Tapi mereka harus punah, karena itulah masa depan mereka (Kepunahan adalah masa depan mereka). Tapi kejadian ini hanya dialami oleh satu Bangsa saja (Tapi hanya salah satu bangsalah yang mengalaminya), dan saya tidak tahu Suta atau Tsuki kah." Jelas Naruto.
"Kau benar, kita lupa mengatakan bahwa kalung itu lemah saat siang hari, dan mereka juga sudah berjanji untuk tidak menggunakan kekuatan kalung itu." Ucap Minato lirih. Dia menyadari kelalaiannya. Dia sungguh amat menyesal. Sekarang mereka tidak tahu, Bangsa mana yang akan mengalami kejadian itu.
"Aku mempunyai firasat bahwa Bangsa Suta lah yang akan mengalaminya. Entah mengapa aku memiliki firasat buruk mengenai Bangsa Suta." Naruto yakin dan sangat yakin bahwa firasatnya memang benar. Tapi, ini harus dipastikan terlebih dahulu.
"Tapi, bagaimana kalau ternyata Bangsa Tsuki yang mengalaminya?" Tanya Tsunade. Dia tidak mau gegabah dalam mengambil sebuah keputusan. Haruslah memikirkan kemungkinan terburuk dari keputusan ini.
"Aku setuju dengan perkataan Tsunade tadi. Saat ini sulit untuk mengetahui Bangsa mana yang akan mengalaminya. Dan lagi pula kita tidak tahu siapa musuh kita, apa kekuatan yang dimiliki musuh kita. Jangan gegabah Naruto, firasat bisa saja salah." Ucap Jiraiya bijak.
"Hn, benar itu Dobe, Jangan gegabah."
"Cih! Kalau ternyata aku benar, apa yang kalian lakukan? Aku yakin firasatku sepenuhnya benar. Jangan meragukannya." Teriak Naruto kesal. Kesungguhan terlihat jelas di iris saffirnya. Naruto yang bertugas sebagai Dewa Ramalan, sangat yakin dengan firasatnya.
"Jangan ribut di depanku!" Bentak Minato. Dia sangat kesal dengan pertengkaran kerena masalah sepele ini. Waktu semakin sempit, bisa saja musuh menyerang sekarang.
"Lebih baik kita bagi tugas." Usul Minato yang mendapat persetujuan dari semua Dewa.
"Naruto, Sasuke, Kurenai, Jiraiya, dan Killer Bee, kalian pergilah menemui Bangsa Suta, lindungi mereka. Ini adalah misi kalian." Ucap Minato.
"Tsunade, Naruko, Orochimaru, Mei dan Kankuro pergilah menemui Bangsa Tsuki. Lindungi mereka. Ini juga merupakan tugas kalian. Terus, Aku, Kushina, Sakura dan Kakashi akan menjaga Olympus. Mengerti." Lanjut Minato.
"Haik, Minato. Kami mengerti." Ucap Dewa-Dewi yang ada di situ. Kemudian semua dewa dan dewi segera menjalankan tugasnya masing-masing.
Sementara di kediaman Hyuuga, kekacauan terjadi dimana-mana. Terlihat banyak sekali raksasa yang mengepung kediaman Hyuuga. Banyak orang yang berteriak minta tolong ataupun berlari untuk menyelamatkan diri.
Banyak sekali jenis monster-monster dari Mitologi Yunani yang menyerang kediaman Hyuuga. Di antarnya adalah makhluk berkepala banteng dan bertubuh manusia, yaitu Minotaur, Kaum raksasa pemakan manusia yaitu Laestrigonians dan Monster ganas yang tinggal di Nemea yaitu singa Nemea.
"Hahaha! Bunuh semuanya, jangan sampai ada yang tersisa. Ini perintah ketua." Teriak Minotaur tersebut kepada kawan-kawannya.
Keadaan masih sangat genting. Sementara itu di ruang rapat Kediaman Hyuuga yang letaknya lumayan jauh dari Kediaman Besar Keluarga Hyuuga sedang terjadi rapat yang serius.
"Bencana sudah tiba. Seperti yang kita perkirakan matang-matang sejak dahulu, mereka sudah mulai bertindak. Kita harus bisa melawannya sebisa mungkin." Ucap Pemimpin Klan Hyuuga saat itu yang merupakan anak dari pemimpin Hyuuga sebelumnya yang meminta pertolongan kepada Dewa.
"Apa tidak sebaiknya kita gunakan saja kalung itu?" Usul salah sorang di ruangan itu.
"Tidak. Tou-sama pernah bilangkan? Bahwa nenek moyang bangsa Suta sudah mengikat janji untuk tidak menggunakan kekuatan itu, kita juga tidak tahu sejauh mana kekuatan kalung ini. Lagi pula ini sudah terlambat." Ucap pemimpin Klan Hyuuga lirih.
"Hiashi, kalung ini Tousan serahkan kepadamu. Hiduplah dan turunkan pada generasi selanjutnya. Tanamkanlah kekuatan pada kalung ini agar suatu hari jika Dewa dan Dewi meminta kita melakukan sesuatu, kekuatan kalung ini dapat berguna." Pemimpin Klan Hyuuga menyerahkan kalung tersebut pada anaknya.
"Tou-sama, haruskah aku?" Tanya Hiashi lirih. Air mata mengalir dari iris lavendernya. Dia masih berumur duabelas tahun, apa bisa dia mengemban tugas seberat itu.
"Ya, kau harus melakukannya nak. Karena hanya kaulah yang tousan percaya. Tousan tahu, kau masih kecil. Tapi, mulailah untuk belajar hidup mandiri. Bawalah semua anak-anak kecil di Klan Hyuuga untuk melarikan diri, kami akan berusaha menahan monster-monster itu. Hanya satu pesan ayah, Tetaplah semangat untuk menjalini hidup ini dan jaga adikmu." Air mata jatuh beruraian dari iris lavender milik pemimpin Klan Hyuuga saat itu.
"Baiklah, Tou-sama. Aku akan tetap hidup dan aku pasti akan menjadi Hizashi." Ucap Hiashi dengan bersungguh-sungguh. Setelah itu dia langsung berlari keluar menghampiri teman-temannya yang tengah berdiri di luar ruang rapat. Mereka dan ibu mereka tadi sempat untuk melarikan diri ke ruang rapat. Tapi saat tengah dalam perjalanan, para laestrigonians menyerang, Alhasil ibu mereka menyuruh agar mereka segera pergi. Walau dengan berat hati akhirnya mereka pergi.
"Ayo kita pergi, Kita harus tetap hidup karena itu perintah Tou-sama. Kita lari ke hutan."Ucap Hiashi. Dia kemudian berjalan ke arah hutan diikuti dengan anak-anak itu. Semua anak tidak ada yang protes, karena mereka sadar saat ini yang menjadi pemimpin mereka adalah Hiashi.
Masih dalam ruang rapat. Keadaan menjadi hening. Mereka semua sudah siap untuk mati saat ini.
"Baiklah. Ayo kita berjuang. Janji yang parnah diikrarkan antara nenk moyang kita dengan para Dewa tidak akan kita langgar. Kita siap untuk mati." Ucap pemimpin Klan Hyuuga.
Akhirnya mereka keluar dan bertarung melawan para monster. Mereka berjuang sekuat tenaga untuk melindungi generasi dan janji Klan mereka. Tapi pada akhirnya mereka kalah. Mereka semua sudah tewas. Hanya menyisahkan monster-monster yang masih tersisa.
"Mereka akhirnya mati, misi kita selesai." Ucap Minotaur tersebut sambil menyeringai keji.
"Hn, ayo kita kembali. Kita harus melapor pada ketua." Ucap Laestrigonians. Mereka pun berniat pergi,tapi sebuah suara mengintrupsi mereka agar tidak pergi.
"Kalian! Tunggu!" Teriak seorang pemuda yang ternyata itu adalah Naruto. Mereka telah sampai di kediaman Hyuuga. Awalnya mereka terkejut menyaksikan keadaan Kediaman Hyuuga yang mengenaskan dan berantakan tapi segara dapat mengendalikan keterkejutan tersebut. Firasat Naruto juga ternyata benar.
"Hmm, dewa ya.. Menarik." Ucap Minotaur sambil tersenyum meremehkan.
"Kalian adalah Minotaur, Laestrigonians dan Singa Nemeas. Minotaur telah kembali dari Tartarus. Maka dari itu mereka menyerang setelah Minotaur kembali." Gumam Jiraiya.
"Ternyata firasat Dobe benar." Ucap Sasuke tanpa mengalihkan perhatiannya dari monster di depan mereka.
"Sebaiknya, kau urus Minotaur merepotkan itu, dobe. Aku akan urus singa Nemeas itu. Kurenai kau bantu Naruto sedangkan Jiraiya dan Killer Bee melawan Laestrigonians." Ucap Sasuke mengambil alih komando, sebenarnya yang lebih berhak Jiraiya namun semua percaya akan rencana Sasuke karena dia merupakan Dewa Perang.
Mulailah pertarungan mereka. Naruto dan Kurenai bertarung melawa Minaotaur. Naruto menembakkan panahnya dan Kurenai memberikan sentuhan api pada panah Naruto jadilah panah yang dilapisi oleh Api. Panah itu meleset dan mengenai kaki Minotaur.
Raungan kencang terdengar, itu merupakan raungan Minotaur. Setelah mendapatkan serangan dari Naruto, Minotaur segera bertindak. Dia mengambil benda terdekat yang dapat di ambilnya dan segera melemparkannya ke arah Naruto dan Kurenai, mereka berdua pun segera berteleportasi untuk menghindari serangan Minotaur.
'Hebat juga, tapi jangan remehkan Naruto.' Batin Naruto.
Naruto segera bersiul untuk memanggil Kereta Matahari miliknya. Setelah kereta itu datang naiklah dia bersama dengan Kurenai ke kereta tersebut. Pertarungan mereka semakin sengit.
Di sisi yang berlainan, Jiraiya dan Killer Bee tengah betarung melawan tiga Laestrigonians. Sebenarnya tadi terdapat lima Laestrigonians namun mereka sudah berhasil mengalahkan dua Laestrigonians.
Jiraiya kembali mengarahkan Trisulanya pada dua Laestrigonians dan datanglah tangan-tangan dari air yang menahan pergerakan kedua Laestrigonians. Sementara Killer Bee tengah mengarahkan sulur-sulur anggurnya untuk menahan pergerakkan Laestrigonians yang satunya lagi.
Jiraiya segera melemperkan trisulanya pada kedua Laestrigonians tersebut. Tepat, trisula tersebut tepat mengenai tubuh mereka. Dan Killer Bee melemparkan Thyrsus, tongkat yang berujung cemara dan tepat mengenai jantung Laestrigonians tersebut. Pertarungan mereka telah selesai.
Di tempat Sasuke, pertarungan terjadi dengan berisik, akibat dari gesekan cakar milik Singa Nemeas dengan pedang Kusanagi milik Sasuke. Mereka bertarung dengan cukup sengit. Sasuke terus melayangkan pedangnya ke arah Singa Nemeas. Tapi Sasuke segera berteleportasi ke kepala Singa Nemeas dan segera menusuk kepala tersebut dengan pedangnya. Kemudian Sasuke segera turun dari kepala Singa tersebut dan menikam lagi kaki dan tangannya serta perutnya. Pertarungan mereka selesai.
Pertarungan Naruto pun telah selesai dengan hilangnya Minotaur dan kembali ke Tartarus, menunggu untuk bangkit kembali. Begitu pula dengan Singa Nemeas dan laestrigonians yang telah buyar menjadi serpihan-serpihan kecil.
"Bagus! Kita telah selesai!" Ucap Naruto.
"Hmm, Naruto ternyata firasatmu memang benar. Tadi juga merupakan pertarungan yang hebat." Ucap seorang gadis yang ternyata adalah Naruko, sedari tadi Naruko dan Tsunade telah mengamati pertarungan mereka.
"Hmm, mengapa kalian di sini?" Tanya Jiraiya.
"Setelah mengetahui di Kediaman Nara tidak terjadi apa-apa, kami berpikir bahwa mungkin memang benar bahwa Kediaman Hyuuga lah yang sedang dalam bahaya, maka dari itu Kami segera ke sini. Hanya saja Orochimaru, Mei dan Kankuro tetap berjaga di Kediaman Nara."
"Ohh! Tapi kita terlambat. Semua tidak tersisa dan bahkan kalung Golden Light Carrier tidak ditemukan di sini." Ucap Kurenai setelah memeriksa keberadaan kalung tersebut.
"Kita tidak mampu melindungi mereka. Dan sekarang kalung tersebut hilang. Jika sampai pada orang yang memiliki hati jahat, tamatlah sudah." Ucap Tsunade dengan frustasi.
"Jadikan ini pelajaran, kita harus menjadikan ini sebagai kelalaian dan kesalahan terakhir kita. Jangan sampai terjadi lagi. Lagi pula firasatku mengatakan masih ada yang hidup." Ucap Naruto sambil menatap jejak kaki yang mengarah ke Hutan.
"Lihatlah, jejak kaki itu." Lanjut Naruto sambil mengarahkan telunjuknya menunjuk ke arah jejak kaki tersebut.
"Kita masih memiliki harapan." Naruto mengucapkannya dengan semangat dan terpancar sebuah harapan besar di jiwanya.
TBC
A/N : Untuk Flashback masih berlanjut di chapter selanjutnya, tinggal sedikit lagi kok. Author sengaja lanjuti di chapter tiga supaya chapter kali ini nggak terlalu panjang. Gomen ya kalau ada typo. Hmm.. semoga readers tidak bosan ya..
Arigatou juga kepada yang sudah review. Gomen, tidak bisa balas satu-satu.
Mind To Review?
