(Flashback Chapter Sebelumnya...)

Aryo dan Agung kini duduk terdiam didalam Ruangan Kepala Stasiun, mereka sekarang cukup bingung mengapa mereka disuruh kesini. Beberapa menit telah mereka habiskan di Ruangan Kepala Stasiun, Aryo terlihat mulai misuh-misuh dalam bahasa jawa karena begitu bosan menunggu. Berbeda dengan Agung yang masih tetap memandangi Smartphone tercinta itu.

Namun perhatian mereka teralih ketika mendengar suara pintu terbuka

KRIIET!

"Maaf telah menunggu"

Aryo dan Agung hanya melebarkan mata nya ketika melihat orang yang membuka pintu itu.

"Anda kan..."Ucap Agung sambil menunjuk orang itu.

.

.

.

.

"BAPAK DIREKTUR!"

(Flashback End*...)


Aryo dan Agung begitu terkejut karena orang yang kini berada didepan mereka adalah Direktur, Direktur Besar Perusahaan tempat mereka bekerja. Sang Direktur hanya tersenyum tipis ketika melihat tingkah Aryo dan Agung.

"K-kenapa a-anda berada disini?Kata Agung dengan gagapnya

Sang Direktur pun berjalan pelan lalu duduk dikursi yang berada tepat di depan Aryo.

"Sebenarnya saya kesini karena kalian berdua akan kuberi sebuah tugas penting"Ucap Sang Direktur.

"Tugas opo Pak?"Tanya Aryo yang begitu penasaran.

"Kalian berdua akan kukirimkan untuk dinas ke..."

"Ke Divre 1?"Kata Agung dengan penasaran

"Opo to Daop 1?"Kata Aryo (Apa ke Daop 1?)

"Tidak"Kata Sang Direktur dengan singkat

"Eh! Tapi kami akan dikirimkan kemana?"Ucap Agung

"Ke Jepang"

"Tunggu sebentar..."

.

.

.

"EEEHHHH!"


Title: Sang Masinis

Summary: Aryo Purwadi (Naruto) Seorang Masinis Yang Selalu Menggunakan Bahasa Jawa Nya Dimana Saja, Agung Wijaya (Sasuke) Seorang Assisten Masinis Yang Memiliki Kegemaran Terhadap Hal-Hal Yang Berbau Jepang.
Bagaimanakah Jika Mereka Berdua Disuruh Pergi Ke Jepang Sebagai Wakil Masinis Disana, Apakah Mereka Bisa Melaksanakan Tugasnya Itu Dengan Baik?

Rated: T

Disclaimer: Naruto 100% Milik Masashi Kishimoto

WARNING!: GAJE, OOC, TYPO, Bahasa Jawa daerah Author, Dll

Don't Like Don't Read

Chapter 2: Dinas Ke Jepang!


Mereka berdua pun begitu terkejut atas perkataan Direktur tadi, sangking terkejutnya bahkan HP yang digenggam Agung nyaris terjatuh kelantai (jika Aryo tidak reflek menangkap HP tersebut). Itu HP mahal cuy, bayangkan saja HP Sams*PIIP* keluaran terbaru jatuh dan hancur dilantai begitu saja. Untunglah Aryo tadi dengan cepat menangkap HP tersebut karena tak ingin HP yang keliatan mahal itu hancur.

"Jan*PIIP* untung ae ora jeblok"Batin Aryo (Jan*PIIP* Untung Saja Tidak Jatuh).

"Ke... Jepang?"Ucap Agung dengan tak yakin.

"Iya.. Kalian akan kudinaskan Ke Jepang"Kata Sang Direktur sambil tersenyum.

Tanpa diduga-duga saudara-saudara Agung tiba-tiba jingrak-jingrak kesetanan, ekspresi gembira kini menempel diwajah (Sok) Tamvannya itu :v. Sementara dua orang yang melihat tingkah Agung hanya mengalami sweatdrop berat.

"Agung wes edan"Batin Aryo gaje. (Agung Sudah Gila)

"Apa perkataanku tadi salah ya?"

"Akhirnya... Impian ke Jepang bisa terwujud... Akihabara, Anime, Manga, Doujin. Aku data-.."

DUAKH!

Dengan kesalnya Aryo menjitak kepala Agung dengan keras, Agung kini tergeletak dilantai dengan kepala dengan benjolan besar. Kini Aryo menatap Agung dengan tatapan serius, yang cukup membuat Agung dan Sang Direktur yang melihatnya cukup ketakutan.

"Aku karo kowe ape mergawe tok kono Gung, ora dolanan karo wisata tok kono"Ucap Aryo dengan tegas. (Aku sama kamu akan bekerja disana Gung, bukan bermain sama wisata disana)

"Iya-iya sepurane Yo"Ucap Agung sambil mengelus benjolan yang ada dikepala nya. (Iya-iya Maaf Yo)

"Apa ada yang ingin ditanyakan?"Ucap Sang Direktur .

"Aku pe takon pak?"(Aku mau tanya pak?)

"Iya, Tanya apa?"

"Wilayah Jepang kuwi kan nggone perusahaan JR pak, kenopo Kula karo Agung oleh dinas tok kono?"Tanya Aryo (Wilayah Jepang itu kan tempatnya perusahaan JR pak, kenapa aku dan Agung boleh dinas disana?)

"Oh.. Itu karena mereka begitu tertarik dengan perkeretaapian kita"Ucapnya dengan singkat.

"Lah memang opo ne sing menarik Pak?"Kata Aryo (Lah memang apa nya yang menarik Pak?)

"Aku tak tau Yo... "Kata Sang Direktur sambil tersenyum misterius,

Setelah itu Aryo dan Agung terus berbicang dengan Direktur itu untuk membahas Kepindahan dinas mereka ke Jepang, Direktur itu menjelaskan beberapa penjelasan yang cukup berguna untuk Aryo dan Agung. Dimulai dari lintasan trek disana, medan-medan yang harus mereka hadapi dan sebagainya. Aryo begitu mendengar penjelasan Direktur itu dengan seksama, karena Ia adalah seorang Masinis yang memiliki tanggung jawab besar dalam tugas yang diembannya.

"Informasi tambahan saja.. Kalian berdua akan berdinas KA Penataran Dhoho di Jepang nanti"

Aryo dan Agung hanya menggangukan kepala mereka.

"Dan juga rute kalian dimulai dari Stasiun Tokyo sampai Stasiun Hiroshima"

"Jauh amat Pak"Ucap Agung

"Memang jarak'e piro to Gung?"Tanya Aryo (Memang jaraknya berapa ya Gung?)

"806,5 Kilometer Yo..."

Krik...Krik...Krik

1

2

3

"JA*PIIP* RUTE'NE NGALAH'NO PERJALANAN'NE ARGO BROMO ANGGREK!"Teriak Aryo Gaje (JA*PIIP* RUTENYA MENGALAHKAN PERJALANAN NYA ARGO BROMO ANGGREK!)

"Itu mah masih mending daripada perjalanan KA Krakatau anjay!, 925 Kilometer coeg"Ucap Agung tak kalah Gaje

Sang Direktur hanya facepalm melihat tingkah ganjen kedua pegawai nya ini. Yah, walaupun Ia mengakui bahwa Aryo dan Agung adalah Masinis dan Asisten Masinis terbaik yang dimiliki perusahaannya. Karena KA yang selalu dibawa mereka berdua nyaris tak pernah terlambat, kalau pu terlambat palingan cuma 1-2 menit doang.

"Tenang saja, kalian akan berdinas disana cuma pada hari Senin dan Kamis saja. Dihari-hari selain itu kalian bisa libur."

"Alhamdullilah, Tak reken seminggu full dinas"Ucap Aryo menghela nafas. (Alhamdullilah, Kukira seminggu full dinas)

"Pak Direktur, saya ingin menanyakan sesuatu"Ucap Agung

"Ya Gung?"

"Kami akan berhenti di Stasiun mana saja? dan juga apa kita akan bersilang dengan KA Shinkansen?"

"Kalian akan berhenti di Stasiun Nagoya, Kyoto, Osaka"

"Dan kalian harus berhenti dibeberapa Stasiun kecil untuk bersilang dengan KA Shinkansen"

Agung hanya mencatat informasi didalam kepala nya.

"Karena aku sudah cukup memberi kalian informasi, maka kalian boleh kembali pulang kerumah kalian masing-masing"

.

Aryo dan Agung kini duduk disalah satu kursi tunggu yang berada di peron Stasiun, mereka berdua hanya terdiam memikirkan sesuatu.

"Gung"

"Apa Yo?"

"Omah kita kan to Surabaya Gung, lah Aku karo kowe numpak opo engko"Ucap Aryo (Rumah kita kan di Surabaya Gung, lah aku sama kamu naik apa nanti)

"Memangnya kenapa Gung?"

"Lah piye duit ku entek, kene mosok ape mlaku soko Blitar ampek Surabaya" (Lah bagaimana duit ku habis, kita masak akan berjalan dari Blitar sampai Surabaya)

"Emangnya Uang mu habis buat beli apa Yo?"Tanya Agung

"Tuku jajan Gung..."Agung hanya sweatdrop mendengar perkataan Agung barusan. (Beli jajan Gung...)

"Nah duit mu saiki karek piro Gung, cukup kan gawe numpak Bus jurusan Surabaya"Ucap Aryo penasaran. (Nah Duit mu sekarang tinggal berapa Gung, cukup kan buat naik Bus jurusan Surabaya)

Agung pun mengambil dompet hitam kesayangan nya dari dalam saku seragamnya itu, Ia buka dompet hitam itu.

Namun...

.

.

"Piye Gung... Cukup kan?" (Bagaimana Gung... Cukup kan?)

"Duit ku..."

"Piro Gung?"

"Tinggal 1500 Yo"

"Asem, duit sak mono mosok cukup gawe tuku tiket bus karo tuku tiket sepur"Kata Aryo sambil menatap Agung jengkel. (Asem, duit segitu masak cukup buat beli tiket bus sama beli tiket kereta)

"Maaf Yo, uang ku tinggal segini hehe"

"Saiki piye kene balik Gung" (Sekarang bagaimana kita balik Gung)

"Aku punya ide Yo"

"Ide opo?"

"Bagaimana kalau..."Agung pun membisikan sesuatu di telinga Aryo

"Ide mu apik tenang Gung"Kata Aryo sambil tersenyum misterius. (Ide mu bagus sekali Gung)

"Kalau begitu, ayo kita segera bergegas"

Setelah itu Aryo dan Agung pun segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung berlari entah kesuatu tempat.

.

.


[Dari Jalur Satu KA Rapih Dhoho Akan Diberangkatkan Dari Jalur 1 Stasiun Blitar. Para Penumpang Diharap Segera Mempersiapkan Diri]

TENG TONG TENG TONG (A/N: Bunyi bel Stasiun :v)

Beberapa penumpang segera menaiki gerbong kereta KA Rapih Dhoho, terlihat seorang Kondektur turun dari kereta itu. disampingnya sudah ada seorang petugas PPKA yang sedang memberikan Semboyan 40. Kemudian Sang Kondektur meniup peluitnya dengan begitu panjang (Semboyan 41).

Tak lama kemudian Semboyan 41 Kondektur itu disahut oleh Masinis KA Rapih Dhoho dengan membunyikan Semboyan 35, dengan perlahan CC201 mulai bergerak dengan pelan. Kemudian KA Rapih Dhoho mulai meninggalkan Stasiun Blitar untuk melanjutkan perjalanannya ke Stasiun Kediri.

Ngomong-ngomong soal Aryo dan Agung, mungkin kalian begitu penasaran apa yang mereka rencana kan tadi. Sebenarnya...

Flashback On*

Mereka berdua pun berlari dengan sangat cepat, beberapa calon penumpang menatap heran Aryo dan Agung yang berlari dengan cepat di peron Stasiun. Setelah lama berlari mereka pun langsung berhenti di Gerbong paling depan yang bergandengan dengan Lokomotif.

Agung dengan cepat membuka pintu Gerbong itu, setelah menegok kiri dan kanan untuk melihat sekitarnya Ia pun langsung masuk kedalam Gerbong itu. Tak lama kemudian Aryo pun juga ikut masuk dan menutup pintu Gerbong itu dengan rapat.

Perlu kalian ketahui, sebenarnya gerbong yang mereka naiki itu bukanlah gerbong yang digunakan penumpang. Namun Gerbong itu adalah Gerbong khusus untuk Kereta Aling-Aling.

Kereta Aling-aling diterapkan di KAI pada masa perubahan dalam penataan perusahaan. Jauh sebelum ada pembatasan penumpang 100 %, kontan saja pemberlakuan kebijakan ini pro kontra dan penuh tantangan di lapangan. Para petugas KAI di stasiun maupun di atas KA hampir setiap hari kontra dengan penumpang, para Kru KA kondektur, teknisi KA dan masinis harus berjibaku mempertahankan kebijakan Kereta Aling-Aling dari serbuan penumpaang yang ingin masuk dan biasanya grup ini mafia penumpang tanpa tiket dari oknum-oknum TNI, PNS, dan pegawai swasta lainnya.

Dan penerapan kereta aling-aling dimulai pasca kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan, korban kecelakaan ini merenggut nyawa lebih dari 30 orang. Penempatan Kereta Aling-aling dalam setiap perjalanan KA, khususnya KA penumpang jarak jauh, Kereta Aling-Aling berfungsi sebagai pelindung bila terjadi benturan keras. Bisa tabrakan dari depan dan atau dari belakang.

Flashback Of*

TBC


Silahkan Review, Fav, Follow Jika Reader Ingin Saya Melanjutkan Fic Ini

Balasan Review Chapter 1:

.

Untuk TemeDobe: Saya Orang Tuban mas ^_^

Untuk Ame Pan: Ini Sudah Dilanjut Ame-san ^_^

.

Nah Segitu Saja Yang Bisa Saya Sampaikan

Namikaze Wahyu Log Out~