Tittle : Prince Charming

Autho : Pipodwonkyu

Main Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun (GS)

: Choi Siwon

Other Cast : Super Junior members

Chapter 2

Kyuhyun tak berhenti berlari bahkan ketika ia mendengar gema teriakan marah dari lelaki itu. Ia berlari menyelamatkan dirinya melalui jalan kecil, menerobos melewati akar-akar dan ranting-ranting yang tajam yang tergeletak ditanah, dengan jantung berdebar ketakutan.

Jalan pintas pikir Kyuhyun, dan berlari lebih jauh, jalan kecil dan gelap membuatnya sedikit sulit bergerak, namun Kyuhyun tidak memperlambat larinya.

Akhirnya, Kyuhyun sampai di rumah kecil miliknya yang terletak dipinggir hutan. Dengan jantung berdebar dan panik ketakutan, Kyuhyun membuka pintu samping rumahnya. Dengan cepat, dia melepas topeng hitamnya dan bergegas menemui sepupunya.

"Apa yang terjadi, Kyuhyun-ah ?"tanya Eunhyuk, kakak sepupu Kyuhyun.

"Siapkan tempat persembunyian, eonni...aku yakin Yesung oppa dan lainnya akan segera datang !" perintah Kyuhyun. Ruang persembunyian adalah ruang bawah tanah yang terletak di bawah rumah kecilnya. " Oh dan siapkan makanan," lanjutnya kemudian. " Kita akan segera kedatangan tamu." Tanpa banyak tanya Eunhyuk langsung melakukan apa yang Kyuhyun pinta.

Pengalaman telah mengajarkan Kyuhyun bahwa para pengawal kerajaan itu akan mempercayai apapun yang dikatakanya jika ia memainkan peran sebagai gadis yang manis dan memberikan mereka makanan. Hal itu telah menyelamatkannya beberapa kali, walaupun akhirnya persediaan makannya jadi menipis.

Saat Kyuhyun berbalik menuju kamarnya untuk merubah penampilannya, Eunhyuk terkesiap dibelakangnya.

"Kyuhyun-ah! kau terluka !"

"Jangan hiraukan aku! kita tak punya waktu!"

"Tapi, Kyu..itu akan infeksi kalau tak segera di obati," Eunhyuk menatap ngeri luka di siku lengan Kyuhyun yang masih mengeluarkan darah.

"Aku tahu, eonni...tapi kita tak punya waktu lagi,"ujar Kyuhyun.

Eunhyuk hanya bisa menghela nafas dengan kekeras kepalaan Kyuhyun, gadis manis berambut hitam itu pun akhirnya kedapur, menyiapkan makanan seperti kata Kyuhyun tadi.

Kyuhyun bergegas melewti koridor sempit menuju kamarnya. Dengan segera, mengambil pakaian ganti dan melepas gelungan rambutnya. Seuntai rambut bewarna coklat bergelombang terurai jatuh melewai bahunya. Dengan tangan yang gemetar Kyuhyun melepas baju kebesarannya dan membasuh luka di sikunya dengan air. Melihat luka itu menakutkan bagi Kyuhyun, tapi tak lebih mengerikan dari menyadari siapa yang baru saja dirampoknya, apalagi tahu apa yang akan menimpa Yesung dan saudaranya apabila pengawal dan teman-teman prince Siwon menemukan mereka.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran buruk yang berkecamuk di benaknya. Setelah membasuh lukanya, diapun mengganti pakaianya dengan kaos putih dan rok selutut bewarna peach, lalu menyisir rambutnya asal dan mengulaskan lipgloss tipis dibibirnya. Ia bergegas kaluar untuk membantu Eunhyuk.

"Apa mereka sudah sampai ?"tanya Kyuhyun saat berpapasan dengan Eunhyuk dikoridor.

Eunhyuk menggeleng, gadis itu juga merasa gelisah. "Jangan-jangan mereka tertangkap, Kyu,"

Tidak mungkin mereka tertangkap batin Kyuhyun." Mereka akan segera tiba. Aku yakin sekali. Apa eonni sudah menyiapkan makanan?"

Eunhyuk mengangguk" aku hanya bisa menyediakan buah dan teh Kyu, tidak banyak persediaan makanan dikulkas kita,"

Kyuhyun mengangguk mengerti "Tidak apa-apa eon. Eonni berganti bajulah, aku akan menengok kakek sebentar."

Berusaha menenangkan diri, Kyuhyun berjalan menuju kamar kakeknya, walupun jantungnya masih berdebar ketakutan memikirkan teman-temannya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan membuka pintu kamar kakeknya. Pria tua itu sedang tidur dan Eunhyuk membiarka lampu tetap menyala karena jika kakek terbangun dalam keadaan gelap, kakek akan berteriak ketakutan. Kakeknya, Cho Seung Hyun dulunya adalah seorang guru di sekolah ternama diseoul, seorang guru yang pintar dan ramah, membuat semua orang menyukainya, termasuk Raja Choi Young Won, yang dulu juga sekolah di sekolah tempat kakek bekerja, namun sekarang kakeknya tak lebih seperti anak kecil pikun yang butuh perhatian lebih apalagi setelah ibu Kyuhyun juga meninggal. Kyuhyun menutup pintu perlahan, masuk dan berlutut di samping ranjang kakeknya, menggenggam tangan keriput itu lalu meletakan kepalanya ditangan kakek, tapi sikunya terasa nyeri dan ia memiliki firasat buruk akan terjadi malam ini.

Prince Siwon, pikirnya.

Begitu tampan dan menawan. Raja dan Ratu telah melahirkan putra layaknya seorang dewa. Tapi, kesempurnaan fisiknya tak sesuai dengan tingkah lakunya. Siwon seorang pemabuk dan penjudi. Ia menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tak berguna, seperti lukisan-lukisan dan benda-benda seni yang dikoleksinya, juga mansion mewah tempatnya bersenang-senang dengan para wanita. Itu yang diketahui Kyuhyun dari Eunhyuk yang suka bergosip tapi meskipun Siwon memiliki banyak sifat yang tercela, tak ada satupun wanita di Seoul yang tak pernah membayangkan menjadi kekasih Siwon. Bahkan Kyuhyun pernah membayangkan betapa tampannya Siwon berdasarkan cerita Eunhyuk.

Teriakan dari luar tiba-tiba membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Akhirnya ! Syukurlah mereka tidak apa-apa. Kyuhyun beringsut dari ranjang kakeknya dan bergegas melihat keluar jendela, tapi kmudian darahnya seakan membeku.

Kyuhyun mencengkeram bingkai jendela. Yesung, Shindong, dan sikecil Taemin memang berhasil tiba dirumahnya, tapi sepasukan pengawal tepat di belakangnya, mengepung dan mengikat tangan mereka. Bahkan seorang pengawal menempelkan pistolnya di pelipis Taemin.

Kyuhyun berlari menuju pintu, melewati Eunhyuk yang tampak bngung "Tolong jaga kakek sebentar, eonni" ujarnya, lalu menerjang pintu hingga terbuka , tapi ketika melihat keadaan mereka , dari lubuk hati terdalam ia tahu semuanya sudah terlambat.

Yesung dan saudara-saudaranya telah di tahan oleh teman-teman dan pengawal Siwon. Kyuhyun mengepalkan tangannya dan berseru,"Lepaskan mereka."

.

.

Bagus sekali!-hanya karena sedikit lengah, pemuda itu bisa lolos, pikir Siwon. Rasanya Siwon ingin sekai menggantung leher seseorang. " Brengsek, berandalan kecil," Siwon berceloteh marah sambil terhuyung-huyung merasakan nyeri di selangkangannya.

Tak ada seorangpun yang mempermainkan Choi Siwon dan bisa melarikan diri begitu saja. Ia menghempas-hempaskan daun dan ranting kecil yang menempel dibajunya, melihat dengan jijik noda di celana putihnya.

"Yang Mulia, anda baik-baik saja ?" tanya dua pengawal yang tinggal untuk membantunya.

'Aku luar biasa baik," jawab Siwon jengkel, dengan mengumpat Siwon meraih Hpnya yang berdering di saku coatnya, panggilan dari Donghae.

"..."

"Aku ingin mereka ditangkap ! Kau mengerti ?" katanya murka.

"..."

"Aku tidak peduli ! Aku ingin mereka sudah dipenjara besok pagi," teriaknya lalu memutuskan panggilan.

"Kalian!"menunjuk pengawalnya "ikut aku ! Donghae dan yang lainnya berhasil menangkap anggota berandal bertopeng itu. kearah sana." Siwon menunjukan jalan.

"B-baik, Yang Mulia."

.

.

"Lepaskan mereka, kataku!" Teriak Kyuhyun

"Pergi dari sini," Ia nyaris terjatuh saat mencoba merangsek katengah-tengah pengawal.

Salah seorang pria – Tan HanKyung- menangkap pinggang Kyuhyun sebelum ia mendekati teman-temannya. "Tak secepat itu ,nona"

"Apa artinya ini?" Kyuhyun menuntut, mendorong Hankyung.

"Mundur, nona! Mereka orang-orang yang berbahaya!"

"Jangan ngawur ! dia pandai besi di desa ini dan mereka adalah saudara-saudaranya, kalian pasti membuat kesalahan !"

"Tak ada kesalahan, nona. Mereka adalah perampok jalanan, dan kami telah menangkap basah mereka !"

"Itu mustahil !" Kyuhyun mendengus

Seorang lelaki tampan berwajah ramah mendekati Kyuhyun, mengerutkan dahi. Melihat pakaian yang dikenakan berbeda dengan para pengawal, Kyuhyun yakin pria itu mempunyai status yang lebih tinggi ketimbang sekedar pengawal biasa.

Tuhan tolong kami, bathin Kyuhyun berdoa.

"Apakah anda tahu alasan mereka menuju kerumah anda ini, Nona ?"tanya pria itu.

"Kami mempunyai jalan pintas yang melewati rumah ini !" jawab Yesung lantang.

Pria itu melirik kearah Yesung tak percaya, kemudian kembali memandang Kyuhyun. "Dan boleh saya tahu siapa anda, Nona ?"

Kyuhyun mengangkat dagunya "Aku Cho Kyuhyun, pemilik rumah ini, putri dari Cho Young Hwan, dan cucu dari Cho Seung Hyun.

Beberapa pengawal saling berpandangan takjub mendengar nama itu, siapapun tahu siapa itu Cho Young Hwan, kepala pengawal kerajaan yang dulu memimpin perang melawan Korea Utara.

"Pergilah kedalam dan jangan ikut campur, Kyu." Yesung memperingatkan dengan nada tertahan.

"Dia benar Nona . Anda sebaiknya masuk," dengan hati-hati pria berwajah ramah itu berkata." Mereka ini kriminal yang berbahaya dan saya di perintahkan langsung oleh pangeran Siwon untuk menangkap mereka !"

"Tapi pasti tidak termasuk anak kecil ini1" Kyuhyun berseru dengan sedih, mnunjuk Taemin. Kyuhyun menatap Taemin, dan melihat dagu anak itu bergetar melihat mereka berdebat. Ia bergeser lebih dekat kearah Yesung.

Pria itu –Lee Donghae- melihat kearah Taemin, menimbang-nimbang keputusannya, saat Eunhyuk datang dari arah pintu membawa lentera. Sepupu Kyuhyun yang kurus namun manis itu mengangkat lenteranya dan memandang lelaki-lelaki di hadapnnya dengan pandangan menantang. Hal itu membuat Donghae tertegun, perhatiannya teralih dari Taemin ke Eunhyuk. Eunhyuk menghampiri Kyuhyun setelah meletakan lenteranya dan meraih tangan gadis itu, menggenggamnya untuk menenangkannya.

Donghae membungkuk kearah Eunhyuk.

"Apa yang terjadi disini?" Eunhyuk bertanya saat melihat Yesung, Shindong, dan Taemin dibelenggu. " Kami tidak ingin ada masalah dengan kalian."

"Kami tidak bermaksud membuat masalah, Nona... tapi..."penjelasan Donghae terputus saat tiba-tiba terdengar suara mobil dari arah jalan. Kyuhyun menoleh ddan melihat mobil itu berhenti lalu pengemudi mobil itu keluar dan bejalan kearah mereka. Jantung Kyuhyun sekan jatuh melesak keperutnya saat melihat siapa pria tinggi itu.

Kyuhyun terpaku di tempatnya karena ia benar-benar tak mampu menggerakan badannya.

"Ya Tuhan, " meluncur dari bibir Eunhyuk. "Apakah dia orang yang selama ini aku ceritakan, Kyu ?"

Kyuhyun tidak menjawab, namun dia mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Eunhyuk. Donghae yang sedang memperhatikan Eunhyuk, menyadari perubahan sikap kedua gadis itu. Pria itu menundukkan kepala menahan senyum, Enhyuk yang melihat itu mencebikan bibirnya kesal. Dia tahu Dongahe mentertawakan dirinya dan Kyuhyun yang tampak ketakutan berbeda dengan saat sebelum Siwon datang.

Pangeran Choi Siwon menghentikan langkahnya di antara sekelompok pria dan dua orang wanita itu. Ia mengabaikan Kyuhyun dan Eunhyuk. Pandangan matanya yang tajam menyapu ke sekelompok pria itu, mungkin menghitung, lalu ia menyapukan pandangannya ke arah rumah kecil Kyuhyun. Dengan angkuh dia berdiri di hadapan Yesung dan saudara-saudaranya.

"Dimana dia ?" tanya Siwon dengan nada sedingin es.

Kyuhyun memejamkan matanya, tahu dari dasar hatinya pria seperti Siwon tak akan berhenti sampai dia mendapatkan keinginanya.

"Aku menunggu jawaban kalian." Kata Siwon dengan nada lmbut tp berbahaya.

Yesung bersaudara tetap tak menjawab. Mata Kyuhyun terbelalak, tangannya gemetar. Dialah yang di cari Siwon. Kyuhyun tahu, Yesung dan sudaranya ak akan membuka identitasnya, tak peduli apapun yang harus mereka korbankan. Hati murni dan kesetiaan kepada teman-temannya mendorong Kyuhyun maju untuk menyelamatkan mereka dengan mengakui bahwa semua adalah kesalhannya. Tapi, saat matanya bertatapan dengan Yesung, pria itu menggelengkan kepalanya, menyuruh Kyuhyun mundur, memberitahu lewat tatapan matanya bahwa jika Ia di penjara bersama mereka, mereka akan kehilangan satu-satunya harapan untuk menyelamatkan mereka.

Kyuhyun akhirnya mengangguk mengerti, dan itulah yang aakan di lakukan olehnya, menyelamatkan mereka pikir Kyuhyun. Ia yang telah melibatkan mereka dengan kekacauan ini, dan sudah seharusnya ia juga yang menyelamatkan mereka.

" Di mana dia ?" Suara Siwon menggelegar tiba-tiba, membuat Kyuhyun terkejut dan semakin gelisah.

"Menghilang."Jawab Yesung kukuh.

"Kemana ?"

"Mana aku tahu?"kesal Yesung

Siwon mengepalkan tangannya, memandang Yesug dengan tajam, memperingatkan atas nada bicara Yesung yang kurang ajar. Tapi Ia tak memukul Yesung, hanya kemudian ia menarik nafasnya menahan amarah dan mengendurkan kepalan tangannya. Akhirnya Siwon mengalihkan pandangannya kearah Pengawal dan teman-temannya, sorotan matanya tajam, pandangannya dingin " Hangkyung-ah, pergilah dengan bebrapa pengawal, bawa mahkluk-mahkluk ini kedalam mobil, dan penjarakan mereka di tahana Seoul." Hankyung mengangguk dan mulai memerintah beberapa pengawal.

"Yang ini juga ?" Donghae yang sedari tadi diam, akhirnya bertanya. Pria itu akan mencengkeram lengan Taemin namun ditepis oleh Eunhyuk.

"Mereka semua !"Kata Siwon tajam. " Masih ada satu lagi anggota mereka yang belum tertangkap. Pria kecil bertubuh pendek, memiliki tato dibahunya. Dia melarikan diri. Dia pasti masih bersembunyi di dalam hutan. Oleh karena itu, sebagian lagi dari kalian cari bocah kecil itu sampai dapat. Kalian mengerti !"

Anak buahnya saling berpandangan dengan ragu-ragu.

"Pergi sekarang, sialan. Sebelum dia kabur !" Teriak Siwon Marah dengan tidak sabar.

Kyuhyun dan Eunhyuk terkesiap oleh gelegar amarah sang pangeran. Kyuhyun gemetar, sedangkan Eunhyuk semakin kuat mencengkeram lengan Taemin yang muali menangis. Eunhyuk mengerling kearah Donghae yang mencoba melepaskan cengkraman tangannya di lengan Taemin.

Dengan lembut Donghae berkata " Lepaskan tangan anda, Nona. Saya tak ingin menyakiti anda."

"Tapi dia hanya seorang anak kecil." Kata Eunhyuk, mata bulatnya memandang Donghae penuh permohonan.

Donghae tersenyum, meletakan tangannya diatas tangan Eunhyuk lalu mengusapnya perlahan membuat Eunhyuk sedikit terkejut " Nona tenang saja, saya berjanji kalau anak ini akan baik- baik saja ."

Eunhyuk menatap mata Donghae mencari kepastian, Donghae mengangguk meyakinkan. Akhirnya Eunhyuk melepaskan tangan Taemin, dan membiarkan Donghae membawa anak itu.

"Kyuhyun-ah, tolong beritahu nae eomma apa yang telah terjadi," Yesung berseru dengan tegang saat Ia dan saudara-saudaranya di giring kemobil yang sama yang mereka rampok.

"Jangan khawatir" jawab Kuhyun, suaranya sedikit bergetar saat matanya melihat Yesung didorong degan kasar masuk kemobil. "Semua ini hanya salah paham yang aku yakin besok akan selesai dengan baik."

"Siapa kau ?" Siwon tiba-tiba bertanya, menyadari keberadaan Kyuhyun untuk pertama kalinya. Dengan sikap arogannya dia memandang Kyuhyun.

Eunhyuk kembali menggenggam tangan Kyuhyun, memberi peringatan agar Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Siwon dengan ketus. Kyuhyun menyadari itu, maka dengan sedikit mengangkat dagnya ia menjawab " Aku pemilik rumah ini, dan siapa kau ?"

"Kau tak tahu siapa aku ?"tanya Siwon, tampak terkejut.

"Apa kita pernah bertemu ?"

Mata Siwon menyipit. Ia mengamati Kyuhyun lekat-lekat seakan-akan Kyuhyun seekor serangga. Tatapannya yang angkuh naik dari sandal Kyuhyun yang usang, keroknya yang bewarna peach pudar, lalu naik keatas wajahnya yang menantang.

Sebenarnya Kyuhyun ingin mentertawai keangkuhan Siwon. Alih-alih Kyuhyun melipat tangannya didada dan menaikan alisnya, memandang Siwon terkejut dan berpura-pura tidak mengenalnya, tapi didalam hatinya Kyuhyun merasa cemas dan takut, jantungnya berdebar.

Siwon mengerutkan dahinya kearah Kuhyun, terlihat kesal, kemudian pandangannya beralih kerumah Kyuhyun yang kecil dan terlihat tak terurus. Diatas pintunya terdapat ukiran kayu bertuliskan nama "Cho's Familly".

"Dengan siapa aku berbicara ?"tanya Siwon dengan hati-hati sambil memandang Kyuhyun

Untk sesaat, Kyuhyun ragu menyebutkan namanya.

Siwon memberengut tak sabar," Apa ada anggota keluarga lain yang tinggal disini ?"tanyanya sambil beralih menatap Eunhyuk yang berdiri disamping Kyuhyun.

"Sa-sa-saya..." dengan terbata-bata Kyuhyun berbicara, namun tiba-tiba pintu rumah Kyuhyun terbuka.

Siwon menatap kearah rumah lagi. Kyuhyun menoleh. Eunhyuk terkesiap dan hati Kyuhyun melesak melihat kakek berjalan terseret-seret dalam pakaian tidur yang berantakan. sambil membawa sebatang lilin yang menyala.

"Aku akan menghampirinya,"Eunhyuk menggumam, meninggalkan Kyuhyun sendiri berhadapan dengan Siwon, memantang pria arogan itu dengan tatapan matanya jika saja pria itu berani mengatakann satu kata mengejek tentang kakeknya.

Namun, Siwon hanya mwncermati kakek dengan tatapan penasaran.

Kemudian Kyuhyun terpaku, saat suara kakek yang serak menggema.

"Choi Young Woon? Kangin, rajaku, apakah itu kau ?" Seru kakek.

Kyuhyun melihat ekspresi yang tak dapat dijelaskan sekilas berpendar pada sosok Siwon yang tampan itu. Kyuhyun memandang Siwon dengan gelisah kemudian menoleh dan tercekat melihat kkakek berlari terhuyung-hyung kearah mereka. Lilin yang dibawanya terjatuh kerumput kering dan mulai terbakar. Eunhyuk berteriak dan dengan cepat memadamkan api, sedangkan Kyuhyun berusaha mencegat kakek. Siwon berlari dengan cepat dan tangkas, tepat waktunya menangkap lelaku tua itu, melewati Kyuhyun.

"Tenang, Haraboeji," kata Siwon dengan pelan.

Kyuhyun memandang mereka berdua, ingin agar bumi menelanya saat kakek mencengkeram bahu Siwon dengan linangan air mata " Choi Young Woon ! Kau , lihatlah kau yang masih tetap muda, murid kesayanganku ! Kau tak pernah berubah, Oh tentu saja karena kau seorang Raja," Kata kakek dengan gembira, jemari kurusnya menelusuri lengan berotot Siwon.

"Masuklah dan minum sesuatu, kita akan membicarakan saat kau masih di sekolah dulu, murid kesayanganku !"

"Kakek keliru,"Kyuhyun mengoreksi, tangannya di letakan di lengan kakek yang kurus. " Ini Pangeran Choi Siwon, Putra dari Raja Choi Young Won. Ayo masuk, Kek. Kakek akan kedinginan..."

"Tidak apa-apa," Siwon berkata lirih, pandangannya tenang menatap kakek Cho." Choi Young Won adalah ayahku, Haraboeji, tapi apakah anda Cho Seung Hyun , guru kesayangannya sekaligus ayah dari kepala pengawal kerajaan Cho Young Hwan ?"

Secepat bahu lelaki tua itu melesak karena kecewa menyadari kekeliruannya, secepat itu pula mata tuanya berpendar saat Siwon bertanya padanya, seolah-olah kakek berpikir, Ya, aku tidak dilupakan.

Kakek mengangguk, rambut berubannya bergoyang-goyang. " Aku mengajar di sekolah Saphire Blue tempat pria agung itu bersekolah, dan OH, Dia sangat pintar dan bijaksana,'kata kakek dengan suara tercekat.

Dengan gerakan lembut, Siwon meletakan lengannya di sekitar bahu kakek yang ringkih dan dengan gerakan lemah lembut mengarahkannya berjalan kearah rumah. " Mungkin Haraboeji berkenan menceritakan kepadaku tentang ayahku sambil berjalan masuk kerumah, Appa tak pernah menceritakan masa mudanya kepadaku..."

Kyuhyun hanya memandang mereka, terasa ada sesuatu yang menggumpal naik ketenggorokannya saat kakek dengan patuh berjalan bersama Siwon. Begitu juga dengan Eunhyuk, gadis kurus itu termangu melihat apa yang sedang terjadi. Eunhyuk masih berdiri kaku, bahkan saat Kyuhyun mulai berjalan masuk kerumah mengikuti Siwon dan Kakek. Gadis itu tersadar dari kekakuannya saat seseorang menepuk bahunya, Lee Donghae, rupanya pria itu belum pergi.

"Apa yang sedang kau lakukan ? Dimana Pangeran Siwon ?"tanya Donghae.

"A-a-ni..aku baru saja memadamkan api."jawab Eunhyuk sambil kakinya menginjak-nginjak rumput kering yang menghitam " Pangeran Siwon ada didalam,"lanjutnya kemudian.

Donghae mengangguk mengerti, lalu melangkahkan kakinya berniat menyusul Siwon, namun tangan kurus Eunhyuk menahannya. Donghae menoleh kearah Eunhyuk, memandangnya dengan tatapan bertanya.

"Sebaiknya ,Tuan jangan masuk,"Ujar Eunhyuk lirih.

"Kenapa ?"tanya Donghae, matanya beralih menatap tangan Eunhyuk yang masih memegang lengannya.

"Karena sepertinya, Pangeran Siwon sedang berbicara sesuatu yang penting dengan kakek,"jelas Eunhyuk ragu. Donghae kembali menatap Eunhyuk, menyelidik, saat matanya melihat mata Eunhyuk bergerak gelisah, Donghae tersenyum menahan tawa.

"Baiklah, aku akan menunggu disini, lagipula cukup menyenangkan berpegangan tangan dicuaca dingin seperti ini,"kata Donghae jahil. Eunhyuk yang menyadari maksud ucapan Donghae refleks melepaskan genggaman tangannya. Gadis itu menunduk malu, rona merah tampak dipipi putihnya.

"Jesonghamnida.."ujarnya sambil membungkuk berkali-kali.

Dan Donghae tak bisa lagi menahan tawanya.

.

.

Kyuhyun tak pernah membayangkan, bahwa pangeran Choi Siwon akan bertamu dirumah kecilnya dan duduk di kursi usang di ruang tamunya yang sempit. Dengan gerakan kaku, Kyuhyun duduk di sebelah kakek, berseberangan dengan Siwon.

Siwon terlihat menyimak dengan penuh perhatian ocehan kakek yang bersemangat, namun ia sering menoleh kearah Kyuhyun, dengan senyuman tipis yang arogan dan jahil, seakan-akan berkata " bukankah kau bilang tadi tak kenal siapa aku?

Kyuhyun menyipitkan matanya kesal dan mencebikan bibirnya, lalu memilih memandang kearah kakek ketimbang membalas tatapan Siwon.

Siwon yang menyadari itu, menunduk dan menahan tawa dengan kepalan tangannya "gadis yang menarik" pikirnya.

TBC

Gomawo yang sudah review dan memfavoritkan ff abal-abal ini, mian kalau di chap awal masih banyak kesalahan, soalnya bnyak cast yang saya ganti. Mudah-mudahan di chap ke2 ini udah berkurang kesalahannya. Keep review chingudeull... :*