Chapter 1

Jangan Pakai Hati

Author : Xnapoenya

Cast(s) : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Kim Minseok, Byun Baekhyun and others

Rate : T

A/N : Terima kasih untuk yang komen, fav, follow prolognya. Apa yang tertulis disini semata-mata hanya imajinasi saya saja, terinspirasi dari kisah nyata disekitar saya. Kritik dan saran sangat diterima^^

.

.

.

5 years later

"Hei, kudengar ada anak baru semester ini." ujar Baekhyun, seorang namja berambut coklat dengan bibir tipis. Dia bisa dibilang mood booster kelas dengan segala kekonyolannya dan jangan lupakan radar gosipnya yang mempunyai kecepatan 4G. Tak ada berita yang tak dia ketahui dikampus ini.

Tao yang diajak bicara Baekhyun tak memberi respon, dia sibuk menghapal materi untuk presentai nanti. Namja berkantung mata itu yang merupakan keturunan China tidak mau mendapat nilai D untuk mata kuliah Siwon seperti semester sebelumnya.

"Tsk, dasar panda jelek." sungut Baekhyun yang tak mendapat respon dari Tao. Kekesalan Baekhyun tergantikan oleh kebahagiaan ketika matanya menangkap sileut Luhan, namja keturunan China juga yang masuk kekelas dengan Minseok kekasihnya.

"Lu, kau tahu tidak kalau ada murid baru semester ini?"

"Jjinja?"

Kalau Baekhyun sang ratu gosip (wajahnya kelewat cantik untuk dikatakan raja) nah kalau Luhan sang raja gosip. Dia langsung melupakan Minseok begitu mendengar ada gosip hangat dikampusnya. Mulutnya terus saja berbicara menimpali perkataan Baekhyun, tak menyadari kalau Minseok sudah tak disampingnya lagi.

"Pagi Sehun."

"Hmm."

Minseok tersenyum lebar pada Sehun, teman sekelasnya yang jarang sekali bicara. Dikelasnya hanya Minseok saja yang berbicara dengan Sehun. Yang lain mungkin tak menganggap Sehun ada karena namja itu jarang sekali berbicara.

Sehun bukan nerd dengan kacamata tebal dan buku setebal novel harry potter seri terakhir. Sehun namja biasa dengan rambut hitam tertata rapi kebelakang. Kulitnya seputih susu tanpa noda, wajahnya jauh lebih tampan dari Edward Cullen dan jangan lupakan dagu runcingnya yang menambah ketampanannya.

Kadang Minseok bertanya-tanya kenapa Sehun bisa sediam itu? Kalau dia mau dia bisa mengalahkan Kris, sang pangeran kampus. Sehun bahkan punya sejuta penggemar dikampus hampir menyamai Kris. Tapi dengan sifat pendiamnya Sehun terlupakan. Tampilan fisik tidak akan berguna kalau kau tidak mempunyai attitude bagus, mungkin itu kalimat yang tepat untuk Sehun.

"Yaa! Minseokkie kenapa kau duduk disitu?" Minseok memejamkan mata sambil menghembuskan nafasnya mendengar teriakan dari Luhan. Sepertinya sesi bergosip dengan Baekhyun sudah selesai. "Aku tak mau kau dekat-dekat dengannya." Minseok mendelik mendengar perkataan Luhan. Posesifnya muncul lagi. Luhan punya semacam kekhawatiran kalau Sehun akan merebut Minseok terlebih Minseok pernah menyukai Sehun walau Sehun menolaknya.

"Kau duduk disebelahku saja ne." Luhan menampilkan mata berkaca-kacanya pada sang kekasih yang membuat Minseok menurutinya. Minseok memang pernah menyukai Sehun tapi itu dulu ketika mereka berada disemester 1 sekarang dia punya Luhan.

Kim Minseok hanya merasa kasihan dengan Sehun karena namja itu tak punya teman.

Suasana kelas menjadi sepi karena mata kuliah pertama akan segera dimulai. Ketika pintu kelas dibuka semua mata tertuju pada benda itu kecuali Sehun. Dia lebih memperhatikan mejanya.

Siwon, seorang dosen basaha inggris (mata kuliah wajib untuk semua jurusan) masuk dengan seorang namja berkulit tan dibelakangnya. Baekhyun menoleh pada Luhan memberi isyarat dengan alisnya. Kedua sejoli dalam urusan gosip itu saling berbagi senyum membuat Minseok mendengus tidak suka.

"Pagi semua," sapa Siwon yang langsung dijawab semua orang kecuali Sehun. Murid baru itu memperhatikan dan saat matanya menangkap sosok dipojokan dia mengernyitkan dahinya.

"Hei, perkenalkan dirimu jangan melamun saja." Siwon tersenyum simpul menampilkan lesung pipinya yang sukses membuat Xena berteriak histeris.

Xena itu penggemar berat Siwon, dia bahkan ikut les bahasa inggris demi membuat dosen muda itu meliriknya karena kemampuan bahasa inggrisnya.

"Namaku Kim Jongin, aku pindahan dari SM university." semua orang terkesiap mendengar penuturan Jongin, well kecuali Sehun dan Xena. Xena sibuk menatapi Siwon sementara Sehun dia lebih memilih pemandangan diluar sana melalui jendela disampingnya.

"Kenapa kau pindah? Bukankah disana lebih bagus dari kampus ini." Baekhyun bertanya dengan rasa penasaran. Banyak dari temannya mengiyakan perkataan Baekhyun karena memang itu kenyataannya. SM university adalah salah satu kampus elit di pusat Seoul jauh berbeda dengan Exo University, kampus mereka.

"Ayahku dipindahtugaskan kesini, jadi ikut dengannya." jawab Jongin dengan senyuman.

"Sudah cukup sesi perkenalannya, kalian bisa tanya-tanya lagi saat istirahat. Sekarang kau bisa duduk disamping Sehun." jelas Siwon sambil menunjuk bangku disebelah namja yang sempat membuat Jongin mengerutkan keningnya.

Berbeda dengan orang-orang lain yang memperhatikan Jongin, namja bernama Sehun justru membuang pandanganya keluar.

"Hei, aku Jongin kuharap kita bisa berteman." Jongin menyapanya tapi reaksi Sehun sekali lagi membuat Jongin mengerutkan keningnya.

"Sehun." hanya itu yang keluar dari mulut Sehun. Namja itu bahkan tidak memandang dirinya.

"Okay, we'll start our presentation for this topic and the first group is..." Siwon membuka sebuah kertas yang berisi nama ketua kelompok untuk tugas kali ini. Setiap kelompok memiliki 3 anggota dan berhubung Jongin masih baru dia hanya melihat dari bangkunya. "Tao."

Jongin mengedarkan pandangan untuk melihat seperti apa orang yang bernama Tao, dia tersenyum melihat tingkah seorang namja berambut pirang.

"Shit, kenapa aku harus yang pertama sih." gerutu Tao.

Baekhyun sebagai teman baiknya memberi dia semangat, "Tao ya jangan hanya bisa mengucapkan "shit" saja, kau harus memperbanyak kosakatamu." katanya yang diakhiri dengan tawa keras oleh yang lain.

Jongin mengalihakan pandangannya kearah bangku Sehun begitu mendengar suara bangku bergeser.

Ternyata Sehun masuk kekelompok Tao.

Satu lagi anggota kelompok itu adalah Kyungsoo, namja bermata lebar dengan pipi tembam.

Jongin memperhatikan Sehun dengan lekat, dia penasaran bagaimana sikap Sehun saat persentasi seperti ini mengingat dari perkenalannya tadi Sehun bukan namja yang suka bicara.

Presentasi dimulai dengan Tao selaku ketua memperkanalkan anggotanya dan topik yang dibahas. Topik kali ini membahas tentang bedah buku, dimana masing-masing kelompok diberikan sebuah buku pembahasan bisnis oleh Siwon lalu setiap kelompok harus menerangkan secara garis besar isinya. Bukannya memperhatikan topiknya, anak-anak malah menertawakan Tao yang keseringan mengucapkan "shit" dalam kalimatnya. Seperti "shit apa lagi ya?" atau "shit ini artinya apa ya?" dan masih banyak "shit" lainnya.

Jongin cukup terhibur dihari pertamanya. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya dia pindah sekolah. Pekerjaan Ayahnya yang bekerja sebagai manager pemasaran sebuah perusahaan besar dengan banyak cabang mengharuskan Ayahnya dipindahtugaskan kemana-mana. Dia tidak mungkin berpisah dengan Ayahnya karena dia tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Ibunya sudah lama meninggal sejak Jongin berumur 6 tahun dan dia anak tunggal.

Bisa dibilang Jongin terpana melihat Sehun tampil sekarang. Namja itu sedang menjelaskan bagiannya dengan sangat fasih. Bahasa Inggrisnya lancar dan sama sekali tak ada kesan kalau dia itu namja irit bicara. Jongin jadi semakin penasaran dengan Sehun.

Mungkin saja hari ini dia sedang tidak mood bicara.

.

.

.

"Umm Sehun kapan kita mulai tugasnya?" Jongin menghampiri Sehun setelah Siwon keluar dari kelas. Mereka mendapat tugas lagi dan kali ini Jongin dipasangkan dengan Sehun.

"Kau kerjakan saja bagianmu, nanti berikan padaku kalau sudah selesai." Jongin baru akan bertanya lagi tapi Sehun sudah keburu pergi. Namja itu hanya bisa menatap punggung Sehun dengan kecewa.

"Hei Jongin, aku Baekhyun." Jongin menatap Baekhyun dengan senyum lebar. Dari sesi presentasi tadi bisa disimpulkan kalau Baekhyun adalah bintang kelas. "Hai Baek." balasnya.
"Oh ya ini Luhan, dan ini kekasihnya Minseok." Jongin menyapa Luhan dan juga Minseok masih dengan senyumnya. Inilah untungnya hidup berpindah-pindah, dia jadi bisa mempunyai banyak teman dan tidak canggung lagi bertemu dengan orang baru.

Hari ini hanya ada 1 mata kuliah, mengingat mereka sudah semester 5 jadi semakin sedikit mata kuliahnya.

Jongin memilih mengikuti saran Baekhyun yang mengajaknya kekantin sekalian mengajaknya berkeliling. Saat menuju kekantin dia melihat sosok Sehun, refleks Jongin memanggilnya.

"Dia tidak akan dengar Jongin, kalaupun dengar dia juga tidak akan menghiraukanmu." itu suara Luhan yang berada dibelakangnya.

"Kenapa begitu?" tanya Jongin.

"Karena dia tidak suka bergaul." jawaban Baekhyun semakin membuat Jongin penasaran.

"Dia bahkan bisa tidak bicara dalam 1 hari." Minseok menambahkan.

Memangnya ada orang seperti itu?

"Sudahlah kalau membicarakan Sehun pasti hawanya jadi sedih, lebih baik kita makan. Aku sudah lapar." ajak Baekhyun dengan senyum lebarnya.

.

.

.

Alasannya bukan semata-mata karena tugas dari Siwon, tugas hanya semacam kedok saja untuk Jongin bisa berdekatan dengan Sehun. Dari pembicaran kemarin, Sehun itu irit bicara dan tidak suka bergaul. Tapi kenapa?

Itu yang menganggu otak dan hati Jongin. Dia belum pernah bertemu dengan orang macam Sehun. Kebanyakan orang akan lebih banyak mengeluarkan suaranya daripada tindakan. Tapi Sehun berbeda.

"Sehun, bisakah pulang kuliah nanti aku ketempatmu?" Jongin bisa melihat tanda penolakan dari Sehun, "untuk mengerjakan tugasnya." tambahnya karena tak mau membuat Sehun salah paham.

"Maaf, tapi tidak bisa. Kita bisa mengerjakan sendiri-sendiri saja lalu digabungkan." kata Sehun terdengar tidak suka dengan sikap Jongin.

Jongin menggigit bibir tebalnya takut, dia merasa terintimidasi oleh tatapan tajam yang Sehun berikan. "Em.. Em masalahnya aku kurang pintar dalam bahasa inggris. Aku butuh penterjemah."

Sehun menghembuskan nafas, "kau bisa memakai kamus." lalu dia pergi.

Rasa kecewa itu hadir lagi dalam hati Jongin ketika Sehun pergi begitu saja. Dia bahkan harus berbohong, merendahkan dirinya yang sebenarnya tidak ada masalah dengan bahasa inggris tapi Sehun tak juga mau menerimanya.

"Kau tak akan berhasil dalam sehari Jong, bahkan aku yang sudah mengenalnya hampir 3 tahun belum bisa mendapatkan balasan untuk salamku setiap pagi." Minseok tersenyum miris pada Jongin.

Hari berikutnya Jongin mencoba lagi dan hasilnya gagal, Sehun bahkan tak menjawabnya sama sekali lalu memilih pergi.

"Jong, sudahlah. Sehun memang seperti itu. Kudengar dari Kyungsoo dia memang sejak dulu seperti itu." Jongin melonjak menemukan Baekhyun sudah berada disampingnya.

"Ya ampun Baek sejak kapan kau disini?" Baekhyun mendengus melihat reaksi Jongin, "aku sudah disampingmu daritadi kau saja yang terlalu sibuk dengan Sehun." Jongin hanya bisa menggaruk tengkuknya sambil mengucapkan maaf.

"Oh ya kau bilang tadi Kyungsoo, memang Kyungsoo siapanya Sehun? "

Baekhyun menyipitkan matanya yang sudah sipit, "aku curiga jangan-jangan kau suka Sehun ya?"

"A.. Apa sih Baek."

Baekhyun tertawa terbahak-bahak melihat wajah Jongin memerah, "wajahmu memerah Jong."

Jongin hanya bisa menutupi wajahnya yang terasa panas, untung saja Luhan dan Minseok tidak bergabung jadi berkuranglah penderitaan Jongin.

"Uhh Baek berhenti tertawa." bukannya berhenti Baekhyun malah semakin kencang tertawa.

"Shit, shut up Baek." suara Tao menggelegar.

"Wah Tao akhirnya bertambah juga kosakatamu." Jongin bisa bernafas lega karena sekarang perhatian Baekhyun teralihkan pada Tao.

.

.

.

"Kau suka Sehun?" itu pertanyaan dari Luhan ketika Baekhyun menceritakan kejadian kemarin.

Saat ini mereka sedang makan dikantin sambil menunggu mata kuliah selanjutnya.

Sepertinya Jongin tidak bisa mengelak lagi. Awalnya memang penasaran tapi lama kelamaan jadi bertambah menjadi perasaan yang lain. Sehun sudah menarik hatinya secara tidak sadar.

Baekhyun memekik dengan suara tingginya begitu Jongin menganggukkan kepalanya.

"Kenapa harus Sehun?" Jongin mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Minseok. "Kau bisa menyukai yang lain tapi jangan Sehun."

"Sepertinya ada yang cemburu."

Jongin benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang. Dia belum membalas ucapan Minseok tapi Luhan sudah menyerobot.

Cemburu, siapa yang cemburu?

"Kau tahu benar bukan itu maksudku Lu."

Posisi Minseok dan Luhan yang saling berhadapan memperparah keadaan. Mereka saling menatap tajam satu sama lain.

"Oh ya lalu kenapa kau bilang seperti itu pada Jongin? Kau tak mau kan Sehunmu direbut."

"Luhan! " teriakan Minseok lebih keras dari Baekhyun membuat hampir semua pasang mata menatap mereka kini. "Tak bisakah kau melupakanya? Itu sudah 3 tahun yang lalu Lu."

Luhan menundukkan kepalanya, "bagaimana aku bisa lupa kalau kau selalu menatapnya dengan tatapan yang sama seperti 3 tahun yang lalu." Luhan hanya berbisik jadi hanya 3 orang itu saja yang bisa mendengar.

"Lu, a.. aku.. " Minseok merutuki tempat duduknya yang berada didepan Luhan, dia jadi tidak bisa memeluknya kekasihnya. Tangisnya semakin pecah ketika Luhan meninggalkan meja mereka. Baekhyun mengejar Luhan dan kini tinggal Jongin dan Minseok saja. Meskipun dia tidak tahu persoalannya seperti apa tapi sebagai teman yang baik dia memeluk Minseok, menenangkannya.

.

.

.

Minseok pernah mencintai Sehun saat semester awal. Dia tentu saja ditolak lalu datanglah Luhan dan mereka pacaran setelah itu.

Luhan selalu beranggapan kalau dia hanya dijadikan pelampiasan Minseok yang cintanya ditolak Sehun karena dia melihat cinta itu masih ada dalam setiap tatapan Minseok pada Sehun.

Jongin memijit pelipisnya berusaha untuk meredakan rasa sakit dikepalanya. Semalaman dia tidak tidur memikirkan apa yang dikatakan Baekhyun tentang hubungan Luhan dan Minseok. Dia tidak menyangka kalau Minseok mencintai Sehun.

Ternyata menyukai Sehun lebih sulit dari yang dia pikirkan. Disamping harus menaklukkan hati Sehun kemungkinan dia juga harus bersaing dengan Minseok kalau semisal namja itu memang masih menyukai Sehun.

Mata kuliah pertama adalah Siwon dan Jongin sama sekali belum membuat tugas yang kemarin diberikan padanya. Ini memang rencananya, Sehun tidak bisa ditaklukkan dengan cara baik jadi dia akan menggunakan cara licik. Mengadu pada Siwon kalau Sehun tak mau bekerja sama dengannya.

Dia masuk kekelas tapi semuanya diluar dugaan. Tak ada suara Baekhyun yang menyapanya, tak ada suara Tao yang berisik dengan teks berbahasa inggris ditangannya.

Sepi.

Itulah kesan dari kelas ini.

Jongin mengedarkan pandangan dan sepertinya dia tahu apa penyebab kelasnya menjadi seperti ini.

Luhan dan Minseok.

Sepasang kekasih itu masih menjaga jarak bahkan sekarang tempat duduk mereka berjauhan. Jongin bingung harus melakukan apa karena dia belum mengenal mereka lama. Salah bicara masalah makin tambah runyam.

"Sehun." akhirnya dia memilih untuk menghampiri Sehun. Sepertinya hanya Sehun yang tak terganggu oleh keadaan kelas.

"Ayo pacaran."

"Hah! "

"Kita pacaran sekarang."

Jongin hanya bisa melebarkan mata dan membuka mulutnya mendengar pernyataan Sehun.

TBC^^

Maaf kalau dari kalian ada yang beranggapan ini kecepatan karena sesungguhnya saya berniat membuat oneshoot tapi apalah daya setelah diketik dan diketik ternyata terlalu banyak kata untuk dijadiakan oneshoot.

Comments are love for me^^