Chapter 2
Jangan Pakai Hati
Author : Xnapoenya
Cast(s) : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Kim Minseok, Byun Baekhyun and others
Rate : T
A/N : Terima kasih untuk yang komen, fav, follow dichap sebelumnya. Apa yang tertulis disini semata-mata hanya imajinasi saya saja, terinspirasi dari kisah nyata disekitar saya. Kritik dan saran sangat diterima^^
Maaf ga bisa balas komen kalian yang jelas terima kasih sangat, aku selalu menunggunya,;D
.
.
.
"Luhan dan Minseok bertengkar sebelum kau datang. Aku pusing sekali mendengarnya." Jongin memberikan tatapan prihatin pada Baekhyun yang kini memijat pelipisnya. "Lalu apa hubungannya dengan Sehun mengajakku kencan?" Jongin tak mungkin bertanya pada Sehun karena dia tak mau menjawabnya. Dia masih belum percaya kalau tadi Sehun mengajaknya berpacaran didepan teman sekelasnya.
"Sehun datang saat Luhan sedang emosi-emosinya, dia menghajar Sehun lalu Minseok tak terima. Luhan kembali menuduh Minseok lagi karena lebih mengkhawatirkan Sehun." Baekhyun berhenti sebentar untuk meminum jus strawberrynya. "Lalu Sehun bilang dia sudah menyukai seseorang dan boom itu kau."
Jongin menundukkan kepalanya.
"Harusnya kau lihat ekspresi Sehun tadi, dia terlihat gagah sekali dan terlihat benar-benar menyukaimu." ucap Baekhyun dengan mata berbinar-binar, membayangkan ekspresi Sehun tadi. "Ahh beruntungnya kau Jong.. Jongin kau kenapa?" Baekhyun baru sadar kalau Jongin tidak memperhatikan apa yang dia bicarakan.
"Jadi sekarang Sehun pacarku kan Baek?" namja Byun itu hanya menatap Jongin bingung, "iya." entah kenapa Baekhyun merasa janggal dengan senyuman Jongin.
.
.
.
"Sehunnie, boleh ya?" Jongin tahu kalau dia tidak tahu malu, siapa yang peduli? Sehun yang mengajaknya berkencan jadi setidaknya harga diri Jongin masih sedikit lebih tinggi. Tapi melihat tingkah Sehun yang terang-terangan menolak Jongin membuat Jongin terlihat begitu mengemis pada Sehun.
"Tidak."
Sikap Sehun masih sama, cuek dan dingin tapi Jongin tidak akan menyerah.
"Kau serius tidak sih mengajakku berkencan? Masa aku main ke tempatmu saja tidak boleh." Jongin merengut, rasanya ingin menangis saja. Sudah dimanfaatkan oleh Sehun sekarang namja itu tidak menganggapnya. Dia beranjak pergi dari perpustakaan dengan hati yang begitu sakit.
"Ayo." ajakan dari Sehun dia abaikan. Namja tan itu tetap berjalan dengan menggigit bibir bawahnya untuk meredam isakannya. Dia bersyukur karena kondisi kampus sudah sepi jadi dia tidak perlu merasa malu.
"Maaf."
Jongin tak percaya kalau dia menangis hanya karena Sehun. Namja yang baru dia kenal seminggu yang lalu.
"Aku membencimu." Jongin tidak bisa menahannya lagi. Mulutnya berkata benci tapi kepalanya bersandar pada dada Sehun.
Kenapa aku harus mencintaimu?
.
.
.
"Kau tinggal sendiri?" Jongin mengedarkan pandangan pada apartemen Sehun yang terkesan sepi. Tak banyak ornamen didalamnya. Satu-satunya foto yang Jongin temukan adalah foto Sehun bersama seorang perempuan yang mirip denganya.
"Ini siapa?" tanya Jongin sambil menunjuk foto itu.
"Kakakku." ucap Sehun sambil menyodorkan segelas minuman.
"Kenapa kau tidak tinggal bersamanya? Lalu ayahmu mana?" kalau yang ini Jongin berbohong. Dia sebenarnya tahu dimana kakak Sehun dan dimana ayahnya. Dia juga tahu tentang kejadian Ibunya Sehun. Terima Kasih pada Kyungsoo yang menjadi tetangganya sejak kecil jadi dia tahu sejarah keluarga Sehun. Jongin hanya ingin tahu apa Sehun mau menjawab atau tidak.
"Kakakku di Prancis, ayahku dirumahnya."
Kalau dipikir-pikir Sehun itu cuma modal tampan saja, ekspresinya tak ada lalu ditambah dia minim kata lalu apa yang Jongin suka darinya? Ini masih menjadi suatu misteri.
"Aku lapar, kau ada makanan apa?" Jongin tak perlu menunggu jawaban Sehun karena pasti namja itu akan menjawab dengan "tidak" atau "iya". Dia berjalan menuju kulkas dan mendesah kecewa.
"Sehun, kenapa kosong kulkasnya? Kau makan apa saja selama ini?"
"Ramen." jawab Sehun singkat. Sebenarnya bukan hanya ramen, dia lebih sering delivery order untuk menyambung hidup. Dia tak bisa memasak, dapur hanya sebagai pelengkap saja.
"Ya sudah aku pesan ayam ya untuk makan malam kita." Jongin bergabung dengan Sehun yang sedang menonton TV lalu menelpon sebuah restoran ayam.
"Sehunnie aku senang sekali hari ini." Jongin tersenyum lebar dengan kedekatan mereka. Dia menyandarkan kepalanya dipundak Sehun walau terlihat kalau Sehun risih tapi dia tidak melarang Jongin melakukannya. Meskipun Sehun belum berubah tapi ini suatu kemajuan untuk hubungan mereka.
Mission 1 completed: mengunjungi apartemen Sehun
.
.
.
Xiumin terlihat ragu berhadapan dengan Jongin sekarang.
"Emm hyung, sebenarnya ada apa ini?" Minseok lebih tua 5 Bulan dari Jongin untuk itulah dia memanggilnya dengan embel-embel Hyung.
Minseok menarik nafas lalu mengeluarkan seperti menenangkan dirinya sendiri. "Kau benar-benar pacaran dengan Sehun?"
Jantung Jongin berpacu mendengar pertanyaan Minseok, "Hyung, kau masih mencintainya?"
Kali ini Minseok melebarkan matanya yang sipit, "tidak Jongin, aku hanya.. a...aku"
Minseok mengambil nafas lagi, "Sehun itu berbeda. Dia terlihat biasa-biasa saja tapi sebenarnya dia bermasalah."
"Aku tahu hyung, Kyungsoo sudah menceritakan padaku."
"Dia tak mungkin menyebut namamu tanpa sebab Jong, jadi kumohon jangan mengecewakannya."
Jongin tersenyum miris mendengarnya, "justru aku takut dia yang mengecewakanku."
Jongin tahu ini salah, seharusnya dia tak membiarkan perasaan ini semakin menguasai hatinya. Harusnya dia berhenti selagi dia bisa. Berhenti untuk mencintai Sehun.
"Jongin, aku mohon jangan menyerah. Aku tahu pasti akan sulit untuk mendekati Sehun tapi bertahanlah." Xiumin mendekat lalu menggenggam tangan Jongin. Matanya menatap Jongin penuh harap.
Jongin kembali berpikir kalau Sehun yang memilihnya. Sehun yang mengajaknya pacaran dan hal itu sangat langka jadi bukankah Jongin harus memanfaatkan keadaan ini?
Setidaknya Sehun sendirilah yang membuka jalan untuk dia masuk.
Tidak, aku tidak akan menyerah.
"Hyung, terima Kasih. Kau benar, aku harus bertahan untuk mendapatkan Sehun." Jongin tersenyum lebar. "Dia mungkin belum mencintaiku tapi aku akan membuatnya mencintaiku, benarkan? " ucap Jongin dengan semangat.
Xiumin mengangguk antusias. Senyumannya lebar hingga pipi tembamnya semakin tembam. Mereka berdua berpelukan untuk menyalurkan rasa bahagia yang ada.
.
.
.
Mission 2: memasak untuk Sehun.
Diluar sana hujan lebat sejak sore tadi walaupun tidak ada petir tetap saja angin membuat hujan semakin terlihat menyeramkan. Untung saja Sehun pulang sebelum hujan turun. Namja kelewat putih itu tidak pernah suka hujan karena udaranya pasti akan semakin dingin. Kulitnya terlalu sensitif untuk suhu dingin. Sekarang saja dia memakai 2 sweater sekaligus untuk menghangatkan tubuhnya.
Ting tong.
Sehun tak pernah menerima tamu. Dia tak punya teman dan keluarganya juga tak mungkin mengunjunginya. Dia sudah biasa sendiri. Jadi dia hanya memandang pintu sambil bertanya-tanya siapa yang berkunjung ditengah lebatnya hujan.
"Sehunnie." dia lupa kalau sekarang dia punya Jongin.
Sehun segera membuka pintu begitu mendengar suara Jongin. Dia terkejut tentu saja masih dengan wajah datarnya melihat Jongin basah kuyup didepan apartemennya.
"Aiisshh, kalau tahu hujan begini aku tak akan berlama-lama ditoko bubble tea itu." Jongin masuk tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh sang tuan rumah. "Sehunnie apa kau tak punya mangkok? Ya ampun bahkan sendokmu hanya ada 1." namja tan itu menyibukkan dirinya didapur Sehun. Tak jarang dia mengumpat karena tak menemukan peralatan makan seperti sumpit ataupun piring.
"Kau sedang apa?" sebenarnya tanpa bertanya pun harusnya Sehun tahu kalau Jongin sedang menyiapkan makanan di meja makannya. Sehun kira dia tidak akan melihat Jongin lagi setelah namja tan itu meninggalkan kampus dengan terburu-buru siang tadi.
"Sehunnie kesini, makanannya sudah siap."
"Tapi aku sudah makan."
Wajah Jongin yang tadinya cerah sekarang berubah menjadi mendung, "aku sudah memasakkan ini untukmu hatci kau tega hatci..." Jongin tak sanggup menyelesaikan kalimatnya dan lebih mengurusi hidungnya yang gatal lalu bersin. Bibirnya yang tebal semakin mengerucut melihat Sehun pergi meninggalkannya.
"Hatci hatci hatci." Jongin terus saja mengusap hidungnya yang semakin memerah. Harusnya dia menerima tawaran paman Jung -sopir keluarganya- yang berniat mengantarkannya bukannya naik bis lalu basah kuyup karena hujan.
"Ini, mandilah aku sudah siapkan air hangat."
Jongin menatap Sehun lalu baju dan handuk ditangan namja itu dan begitu seterusnya, "i.. ini un..untukku?" ok sepertinya hujan-hujanan tidak begitu buruk.
Tubuh Jongin menghangat, semua rasa dingin yang tadi dia rasakan lenyap seketika mendapat perhatian dari Sehun.
"Terima kasih Hunnie." Sehun itu lebih tinggi beberapa centi dari Jongin jadi Jongin harus berjinjit untuk mencium bibir Sehun. Hanya kecupan bukan ciuman.
"Uggh aku mandi dulu." dia langsung lari menuju kamar mandi yang terletak di kamar Sehun.
"Astaga Kim Jongin apa yang kau lakukan?" Jongin merutuki tindakannya yang mencium Sehun tadi. Dia hanya terlalu senang karena Sehun setidaknya memperhatikan keadaannya sampai tidak sadar apa yang dia lakukan. Tapi Jongin tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya, "ahh bibirku sudah tidak perawan lagi." namja itu terkikik dengan kalimatnya sendiri. "Hatci!" dia baru sadar kalau dia benar-benar butuh air panas.
Jongin memutuskan berendam lebih lama dari biasanya. Disamping air hangat sangat nyaman ditubuhnya dia juga terlalu malu untuk bertemu dengan Sehun. Masih teringat insiden ciuman eh kecupan tadi.
"Sehunnie kenapa belum dimakan?" tanya Jongin ketika dia melihat makanan yang dia bawa masih utuh tanpa kurang sedikitpun. "Aku tahu kau sudah kenyang tapi setidaknya cobalah sedikit, aku sengaja memasakkan itu untukmu."
Dibantu sama bibi Jung juga sih.
Sehun menatap ehem kekasihnya ehem yang kini sudah memakai baju dan celana miliknya. Terlihat kekecilan karena tubuhnya memang lebih kecil dari Jongin tapi dengan begitu Jongin terlihat semakin imut.
"Aku menunggumu." ucapnya tanpa mengalihkan pandanganya.
"Eh, kau menungguku?" Jongin memasang wajah bingungnya tapi kemudian tergantikan dengan wajah memerahnya.
Kenapa Sehun imut sekali sih malam ini?
Pertama memberikan dia baju ganti sekarang menunggunya makan lalu apa...
"Keringkan dulu rambutmu."
Sehun mengeringkan rambut Jongin dengan handuk yang disampirkan Jongin dipundaknya.
Jangan tanya bagaimana wajah Jongin sekarang.
Meskipun Sehun tak mengeluarkan ekspresi apapun tapi itu sudah cukup membuat kerja jantungnya berkali-kali lipat.
Apalagi kalau dia tersenyum sekarang, bisa mati muda Kim Jongin.
"Ayo makan."
Butuh beberapa detik untuk mengembalikan kesadaran Jongin. Dia masih terhipnotis oleh tindakan Sehun barusan yang sama sekali tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ternyata Sehun itu penuh kejutan.
.
.
.
"Sehunnie kau bercanda kan menyuruhku pulang? Ini sudah tengah malam Hun." Jongin merengek untuk diperbolehkan menginap di apartemen Sehun. Sebenarnya dia bisa saja meminta dijemput paman Jung tapi mana mau dia melewatkan kesempatan untuk satu kasur dengan Sehun
Sepertinya Sehun belum terkena bujuk rayu Jongin. Cara kedua adalah, Jongin mengingat adegan sedih dari drama yang biasa dia ditonton. Adegan dimana sang pria ditinggal mati oleh pacarnya.
Jongin menggigit bibir bawahnya, matanya berkaca-kaca lalu dia berkata, "a..aku takut. Sudah terlalu malam dan.." dia sengaja tidak melanjutkan kalimatnya biar Sehun yang melanjutkannya. Kedua tanganya meremas ujung baju Sehun yang begitu pas ditubuhnya.
Saat dia mendengar Sehun menghembuskan nafas Jongin tahu dia menang, "baiklah, kau tidur dikasur aku disofa." Jongin tak jadi bersorak begitu mendengar kata Sehun. "M..mwo? Kita bisa tidur bersama.." Jongin melebarkan matanya begitu sadar dengan apa yang dia ucapkan "mak..maksudku tidur hanya tidur." terdengar murahan? Biar saja. Sehun itu pasif jadi harus ada yang bertindak aktif dalam hubungan mereka begitu kata Baekhyun.
"Tidak."
Jongin mengurucutkan bibirnya karena jawaban Sehun.
Baiklah ini lebih baik daripada dia tetap menyuruhku pulang.
Mission 2: completed.
Mission 3 completed: menginap diapartemen Sehun.
TBC^^
Ok, ini mungkin pendek, maafkan saya doakan saja chap depan bisa cepat dan lebih panjang
Comments are love for me^^
