Chapter 3

Jangan Pakai Hati

Author : Xnapoenya

Cast(s) : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan, Kim Minseok, Byun Baekhyun and others

Rate : T

A/N : Terima kasih untuk yang komen, fav, follow prolognya. Apa yang tertulis disini semata-mata hanya imajinasi saya saja, terinspirasi dari kisah nyata disekitar saya. Kritik dan saran sangat diterima^^

Terima kasih banyak untuk kalian semua yang udah fav, follow dan terutama review gaeeeessss#tebareyelinerBaekhyun

Aku selalu menunggunya^^

Fast update kan? jarang-jarang loh, muehehhe

.

.

.

Mata Jongin iritasi. Bukan karena kemasukan debu atau sedang sakit mata tapi matanya iritasi melihat Luhan dan Minseok didepannya.

"Baek, apa mereka selalu seperti ini?" tanya Jongin dengan wajah mual melihat pasangan didepannya. "Percayalah aku bahkan sudah pernah memergoki mereka melakukan this and that." mau tak mau Jongin melebarkan matanya mendengar kalimat Baekhyun. Tapi kalau dilihat-lihat Baekhyun tidak berbohong. Sekarang saja Luhan dan Minseok tak malu mengumbar ciuman didepan mereka. Dan entah apa yang dibisikkan Luhan sampai membuat Minseok memerah seperti tomat kematangan.

Padahal baru kemarin mereka bertengkar karena Sehun.

"Kau pasti iri ya melihat mereka? Kalau aku sih bisa melakukannya dengan pacarku." Jongin tersedak jus strawberrynya, "kau punya pacar?" bagaimana Jongin tidak kaget, selama ini Baekhyun terlihat sendiri kemana-mana. Tak pernah terlihat menggandeng seseorang.

"Kau tidak tahu Jong?" sepertinya Xiumin sudah selesai acara bermesraannya dengan Luhan dan sekarang memperhatikan obrolan Jongin dan Baekhyun.

Baekhyun salah tingkah karena sekarang dia menjadi pusat perhatian, "sebenarnya kami backstreet karena Ayahnya salah satu dosen disini jadi ya..."

"Baek, hentikan aku tak mau tahu tentang itu yang aku mau tau siapa dia?" potong Jongin.

Namja berambut hitam itu tidak menjawab melainkan memperlihatkan handphonenya pada Jongin.

"Kau bercanda kan?" komentar Jongin begitu dia melihat pacar Baekhyun. "Hahaha, Jong ekspresimu benar-benar... " Luhan tertawa yang dibalas Jongin dengan tatapan tajamnya.

"Baek, aku serius? Bagaimana bisa kau dan dia..." Jongin tak jadi melanjutkan kalimatnya begitu melihat senyum lebar Baekhyun.

"Mereka bahkan sudah berjalan 3 tahun." Jongin kaget dengan penuturan Minseok. Biar saja dia kini menjadi bahan tertawaan teman-temannya dengan tampang bodohnya.

Pantas saja Baekhyun seperti tak kehabisan cara membantunya dalam mendapatkan Sehun, ternyata pacarnya satu tipe dengan Sehun.

"Aku tak percaya kalau orang seperti Kyungsoo mau denganmu Baekhyun."

"Hei! Aku lebih tak percaya Sehun mau denganmu."

Ketiga temannya tertawa lepas dan Jongin hanya bisa mengumpat.

.

.

.

Jongin memutuskan untuk sendirian sepulang kuliah. Dia menolak ajakan ketiga orang temannya untuk menonton film. Baekhyun bilang dia ingin mengenalkan Kyungsoo sebagai pacarnya secara formal.

Seperti Jongin percaya saja, pasti Baekhyun hanya ingin pamer. Lalu mereka akan double date dan meninggalkan Jongin sendirian tanpa pacarnya yang entah dimana. Tidak! terima kasih, lebih baik Jongin tidak ikut.

Dan sekarang disinilah dia. Jalan menuju sebuah kafe milik Chanyeol, sepupunya. Dia sudah berjanji dengannya untuk berkunjung kekafenya begitu dia selesai dengan urusan kuliah. Urusan kuliah sudah selesai tapi urusan dengan Sehun belum jadinya dia baru sempat berkunjung.

Jongin mengerang mengingat Sehun.

Kalau kalian menyangka hubungan mereka semakin dekat setelah Jongin menginap di apartemennya tempo hari, kalian salah besar. Hubungan mereka masih tetap sama. Flat, datar sedatar wajah Sehun.

Tapi mau bagaimana lagi Jongin sudah terlanjur cinta.

Jongin berhenti didepan disebuah bangunan dengan bentuk yang begitu enak dilihat dengan warna kuning dan hijau yang begitu terkesan segar. Ada rasa bangga dalam dadanya begitu sadar kalau kafe ini adalah hasil jerih payah Chanyeol yang dirintis sejak dia duduk dibangku kuliah. Dia lebih memilih berbisnis sendiri daripada meneruskan perusahaan keluarga.

Kafenya tak begitu ramai mengingat ini masih siang tapi ada untungnya juga jadi Jongin tidak perlu susah-susah mencari tempat duduk.

Aku sudah sampai.

Isi pesan Jongin untuk Chanyeol yang memberinya kabar kalau dia sudah sampai. Namja tan itu memilih duduk ditengah ruangan. Dari sini dia bisa melihat orang yang masuk dan keluar dari kafe.

Jongin mendengus sebal melihat sepasang kekasih masuk kedalam kafe. Mesra sekali, membuat dia iri saja.

"Mau pesan apa Tuan?"

Pacaran dengan Sehun itu terbatas. Terbatas kata-kata terbatas juga skinship mereka. Jangankan ciuman bergandengan tangan saja jarang. Bagaimana mau bergandengan tangan kalau pergi berdua saja tidak pernah.

Jongin bisa gila.

"Tuan."

Bahkan Jongin sekarang seperti mendengar suara Sehun.

Tunggu...

"Sehun!" Jongin berdiri sambil berteriak, biar saja dia menjadi pusat perhatian. Dia tidak peduli, sekarang pusat perhatiannya adalah Sehun yang berdiri didepannya dengan seragam, "kau bekerja disini?"

"Iya."

"Kenapa tak pernah bilang?"

"Kau tak pernah tanya."

Rasanya sejak pacaran dengan Sehun tingkat kesabaran Jongin melebar. Dia juga sering melakukan latihan pernapasan, kata Baekhyun itu bagus untuk menenangkan pikiran ketika pacar kita membuat kita kesal. Benar kan Kyungsoo dan Sehun itu 11/12, tentunya Sehun 12 nya.

"Jadi kau mau pesan apa?" tanya Sehun sambil menyodorkan menu.

"Kau." Jongin kini duduk kembali. Dia menarik kursinya yang ternyata berpindah jauh akibat gerakannya tadi.

"Tak ada menu kau Tuan."

Jongin mendengus, Sehun tentu tahu maksud Jongin.

Dasar tidak peka.

"Jadi ini alasan kenapa kau tidak mau aku ajak kencan?" Jongin pura-pura membalik-balikkan menu untuk mengulur-ulur waktu Sehun. Sebenarnya tadi Jongin mengajak Sehun untuk ikut Baekhyun tapi dia menjawab tidak bisa dan langsung pergi.

"Iya."

"Aku pesan salad buah saja dan milkshake strawberry." Jongin memberikan menu pada Sehun tanpa menatapnya. Dia terlalu kesal dengan namja itu hingga ingin mengulutinya. Niatnya datang ke kafe Chanyeol untuk menenangkan pikiran tapi malah menambah pikirannya karena bertemu Sehun.

"Hoi Kkamjong."

Jongin mendengus mendengar panggilan itu. Hanya Chanyeol yang memanggilnya seperti itu.

"Berhenti memanggilku begitu telinga lebar."

Chanyeol hanya tertawa lalu memeluk sekilas sepupunya, "maaf, tadi ada sedikit pekerjaan. Kau sudah pesan?"

"Sudah."

Melihat wajah dan sikap Jongin sepertinya ada yang salah dengan sepupunya, "kau kenapa Jong?"

"Hanya kesal saja dengan salah satu waitermu." Chanyeol tersenyum dengan jawaban Jongin. "Pasti Sehun." mendengar nama pacarnya disebut Jongin langsung menatap Chanyeol antusias. "Bagaimana kau tahu? Aku bahkan belum menyebut namanya." Jongin heran dengan dirinya sendiri. Tadi dia kesal dengan Sehun sampai ingin mengulitinya tapi begitu Chanyeol menyebut nama Sehun, Jongin excited sendiri.

"Dia memang kurang ramah tapi dia tampan kan?"

Sayangnya iya.

"Asal kau tahu saja, kafeku ramai sejak dia bekerja disini."

Jongin melotot pada Chanyeol seakan meminta penjelasan. "Dia banyak penggemar, baik dari anak sma, anak kuliah bahkan kemarin aku lihat dia digoda oleh orang kantoran."

Sekarang cobaan apalagi?

Misi mendapatkan cinta Sehun saja belum selesai sekarang dia harus menjalankan misi menyingkirkan saingan-saingannya yang kata Chanyeol sangat banyak. Jongin terkulai lemas dikursinya.

"Pesanan Anda, Tuan."

"Ohh Hun, kenalkan dia Jongin sepupuku." Kata Chanyeol.

Jongin tersenyum miris menatap saladnya, "Tak usah dikenalkan Yeol, dia kan pacarku."

Chanyeol kaget tentu saja mendengar penuturan Jongin. Terlebih melihat ekspresi sepupunya yang tak menampakkan kebahagiaan menyebut Sehun pacarnya.

Bagaimana bisa bahagia kalau tanpa sengaja Park Chanyeol menambah beban seorang Kim Jongin?

Jongin sibuk memakan saladnya, terlalu enggan untuk menatap Chanyeol ataupun Sehun sedangkan Chanyeol sibuk menerka-nerka apa yang Jongin pikirkan sekarang. Kedua orang itu sibuk dengan pikirannya masing-masing hingga tidak menyadari masih ada 1 orang lagi disana yang menatap Jongin dengan senyum tertahan.

.

.

.

"Kau percaya atau tidak Jong, kau lebih beruntung dariku. Setidaknya Sehun tidak akan memukulmu seperti Kyungsoo memukulku dulu." Jongin terkesiap mendengar satu fakta ini. Mana mungkin seorang Do Kyungsoo melakukan kekerasan? ini Kyungsoo yang pendek itu kan? yang mempunyai pipi tembam macam Minseok? kok tidak cocok dengan adegan pukul memukul ya.

"Yaa!jangan lihat dari luarnya saja. Aku tak bohong tunggu saja sampai kau merasakannya sendiri." Jongin hanya mengiyakan perkataan Baekhyun. Dia tak mau membantah bisa-bisa dia tidak mendapatkan saran darinya.

Sekarang mereka berada diapartemen Baekhyun yang secara kebetulan sama dengan apartemen Sehun hanya berbeda lantai saja dan lebih mengagetkan lagi Baekhyun sama sekali tak tahu itu. Untung saja acara menonton atau double date mereka tidak lama karena keluarga Luhan dari China datang nanti malam jadi setelah menonton mereka pulang sehingga Jongin bisa bertemu Baekhyun begitu dia pergi dari kafe Chanyeol.

Jongin sebenarnya hanya ingin bercerita pada Baekhyun tentang masalah Sehun yang bekerja dikafe Chanyeol tapi berhubung Baekhyun sudah diapartemen jadi sekalian saja dia main. Dan tentu saja Baekhyun tidak sendiri. Kyungsoo yang membukakan pintu untuknya dengan rambut acak-acakan dan bibir memerah. Jongin iri sekali dengan Kyungsoo, dia juga ingin berpenampilan seperti itu ketika main diapartemen Sehun.

Maafkan Jongin yang haus belaian.

Untung saja Kyungsoo tidak lama tinggal karena dia bilang Ayahnya sudah menelpon bisa gawat kalau ketahuan. Dengar-dengar sih Baekhyun itu musuh bebuyutan Ayahnya Kyungsoo karena dulu pernah menjelek-jelekkannya dibelakang sang dosen tanpa tahu kalau dosen itu punya anak seimut Kyungsoo.

Karma is a bitch, dude.

Kembali ke topik Sehun, "jadi aku harus bagaimana Baek? Chanyeol bilang banyak yang menggoda Sehun, aduuh kepalaku pusing memikirkan namja itu."

Baekhyun hanya bisa menatap Jongin prihatin. Baekhyun perhatikan dari hari ke hari sama sekali tak ada perkembangan dalam hubungan mereka. Sehun masih cuek dengan Jongin tapi bedanya sekarang Jongin yang makin gencar mengejar Sehun.

"Lelah ya Jong?" pertanyaan tiba-tiba dari Baekhyun membuat Jongin menatap namja itu. Jongin tahu apa maksud dari Baekhyun jadi dia hanya menganggukan kepalanya.

"Kalau sudah tidak kuat lepaskan saja." bukannya Baekhyun tidak setuju hubungan mereka hanya saja dia kasihan melihat Jongin muram seperti ini terus sedangkan Sehun seperti tidak memiliki beban apa-apa. Kalau Kyungsoo masih memberi respon walau sekedar pukulan tapi kalau Sehun? mungkin perhatian Sehun kepada Jongin diapartemennya dulu juga karena kasihan bukan cinta.

"Tapi kenapa dia mengajakku pacaran waktu itu?"

Sebenarnya Baekhyun ingin menjawab tapi dia takut Jongin akan semakin terluka dengan jawabannya jadi dia hanya memilih diam saja.

Kurasa agar Luhan tak meragukan Minseok lagi.

.

.

.

"Selamat siang Sehun." Sehun hanya mengerutkan keningnya melihat Jongin didepannya memakai pakaian seragam sama dengannya.

"Mulai hari ini aku bekerja disini Hun, jadi mohon bantuannya." ucap Jongin dengan senyum lebarnya. Ini bukan ide Baekhyun ini murni idenya sendiri. Dia sudah memutar otak untuk mencari solusi supaya Sehun tidak direbut orang lain dan dia sampai pada satu kesimpulan dia harus berada didekatnya selama mungkin. Dan salah satu caranya adalah menjadi pelayan dikafe Chanyeol.

Tipikal Sehun sekali, dia tidak merespon keberadaan Jongin. Dia memilih melenggang pergi untuk mengganti bajunya dengan seragam.

"Jong, kau yakin melakukannya?" Chanyeol yang merasa khawatir dengan Jongin menemui sepupunya diruang ganti. Sebenanrnya dia sudah melarang Jongin, bisa dibunuh dia oleh Ayahnya Jongin kalau tahu putra semata wayangnya bekerja dengannya.

Jongin menenangkan Chanyeol, "tenang saja hyung, hanya mencatat pesanan dan mengantarnya kan? Itu mudah." Chanyeol membalas senyum lebar Jongin dengan senyum terpaksa. Jongin kalau sudah memanggilnya dengan embel-embel hyung pasti ada maunya.

Semoga saja, doa Chanyeol dalam hati.

Ternyata Jongin salah.

15 menit bekerja menjadi pelayan masih terasa menyenangkan. Dia bisa melihat Sehun berjalan kesana-kemari dengan membawa pesanan, berbeda dengan dikampus. Jongin hanya bisa melihat Sehun yang duduk dan menatap jendela padahal disebelahnya ada Jongin. Mungkin hanya Jongin yang cemburu dengan jendela.

30 menit kemudian dia mulai mengeluh pada Chanyeol yang kebetulan datang mengecek keadaannya.

"Capek sekali Yeol, bayangkan saja aku harus mondar-mandir kesana-kesini hanya untuk melayani orang-orang itu." adunya sambil menunjuk orang-orang yang dia maksud.

Chanyeol baru akan menjawab tapi Jongin sudah menyelanya, "ahh hyung jangan khawatir aku baik-baik saja ko. Aku pergi dulu hyung, ada pelanggan yang memanggil."

Chanyeol sempat tidak paham dengan maksudnya, tapi begitu dia menengok kebelakang dia menemukan Sehun.

Cinta memang ajaib ya bisa menghilangkan lelah dalam seketika.

2 jam kemudian Jongin memilih duduk setengah tertidur sambil meluruskan kakinya.

"Aku tak kuat, aku tak kuat." rapalnya sambil mengibaskan tangannya didepan wajah. Ini lebih melelahkan dari menari. Terutama ketika dia menangkap ada pelanggan wanita yang terang-terangan menggoda Sehun. Rasanya ingin berteriak didepan muka gadis centil itu dan berteriak kalau Sehun miliknya. Tapi dia tidak berani jadi dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan isakan, terlebih melihat sikap Sehun yang cuek dan terkesan tidak peduli dengan semua godaan itu. Tidak menerima dan juga tidak menolak membuat yang menggodanya semakin gemas saja.

Chanyeol yang melihat keadaan sepupunya hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia sudah menunggu Jongin dari tadi untuk masuk keruanganya demi mengatakan kalau dia menyerah.

"2 jam, lumayan juga Jong." ujar Chanyeol setelah melihat jam dipergelangan tangannya. "ngomong-ngomong pertunjukan utamanya belum mulai Jong." Jongin dengan terpaksa mengangkat tubuhnya menatap Chanyeol, bertanya dengan tatapannya. "Kau ingat dengan wanita kantoran yang menggoda Sehun? Biasanya dia datang jam 5 sore." Secara otomatis mata Jongin mengarah pada jam dinding diruangan Chanyeol. Tepat pukul 5. Dia langsung bergegas lalu turun karena kantor Chanyeol terletak dilantai 2.

Kepalanya langsung berputar mencari Sehun tapi dia tidak menemukannya.

"Kau lihat Sehun?" tanyanya pada Seulgi, temannya sesama pelayan.

Seulgi menunjuk sebuah sudut ruangan yang terdapat satu meja, biasanya digunakan untuk tamu yang memesan khusus.

Jongin langsung berlari kesana, dia tersenyum lega melihat Sehun sedang mencatat pesanan wanita itu. Jongin tak bisa melihat wajah wanita itu karena posisi duduknya membelakangi Jongin.

"Itu saja nona?" Sehun beranjak pergi ketika wanita itu menganggukkan kepalanya.

"Kau masih belum menerima tawaranku? Kau akan hidup tenang kalau ikut denganku Sehunnie."

Kedua telinga Jongin seakan mengeluarkan asap begitu mendengar perkataan wanita itu. Marah itu yang dirasakan Jongin sekarang mendengar Sehunnya dihina seperti itu.

Apanya yang menggoda, ini lebih dari menggoda bahkan wanita itu mengajak Sehun hidup bersama.

Rasanya Jongin ingin menampar wanita itu.

Jongin mengikuti Sehun menuju Jongdae sang barista untuk membuatkan pesanan.

"Hun, dia siapa? Kurang ajar sekali mengajak kau hidup bersama. Memangnya dia siapamu hah!" ucap Jongin dengan emosi. "Menjijikkan sekali mendengar dia memanggilmu Sehunnie. Dia seperti tante-tante mesum."

"Jongin!"

Jongin terlonjak, Jongdae yang sedang membuat cappucino juga ikutan terkejut mendengar teriakan Sehun. Selama ini Sehun yang dia kenal jarang berbicara tapi sekarang dia berteriak dengan tatapan marah. Itu membuat Jongin takut.

"K..kau kenapa?" tanyanya takut.

"Jangan pernah menjelek-jelekkan dia."

Jongin sakit hati, bukan karena Sehun membentaknya tapi karena Sehun membela wanita itu.

.

.

.

Xiumin dan Luhan melemparkan tatapan bertanya pada Baekhyun yang dijawab namja itu dengan mengangkat bahunya. Mereka semua memusatkan perhatian pada sang magnae yang mengaduk-aduk makanannya tanpa memakannya sedikitpun.

"Jong, kau marahan ya dengan Sehun?" Xiumin membuka suaranya. Jongin hanya menggeleng menjawab Xiumin.

Ketiganya kembali bertatapan, "lalu kenapa kau tak bicara dengannya? Biasanya kan kau berisik sekali." Baekhyun menambahkan.

"Hanya tak ingin bicara saja."

Sepertinya virus Sehun menular pada Jongin. Lihat saja dari tadi pagi Jongin irit bicara. Dia akan bicara ketika diajak bicara dan selebihnya hanya diam. Dia bahkan tidak menempel pada Sehun seperti biasanya.

"Aku pergi dulu ya."

Ketiganya hanya menatap prihatin punggung Jongin yang terlihat lesu. "Kurasa aku harus bicara pada Sehun." Luhan dan Baekhyun membenarkan perkataan Minseok dengan menganggukan kepalanya.

.

.

.

Jongin berjalan tanpa memperhatikan jalan hingga dia menabrak seseorang, "Jeosonghamnida." ucapnya tanpa melihat siapa yang dia tabrak. Dia melanjutkan menuju Jongdae untuk mengantarkan pesanan. Sehun, sang korban tabrakan hanya bisa menatap Jongin bertanya.

Sebenarnya Sehun ingin bertanya pada Jongin ada apa dengannya, kenapa seharian ini dia tidak mengganggunya seperti biasanya tapi dia tidak berani. Tahu sendirilah bagaimana Sehun, jadi dia hanya diam saja memperhatikan.

"Jong, ini pesanan meja no 5." kata Jongdae sambil menyerahkan segelas milkshake dan satu cup cappucinno. Setelah berterima kasih pada Jongdae dia langsung menuju meja pelanggan untuk mengantarkannya.

"Sehun, pacarmu itu kenapa? kuhitung dia sudah menghela nafas 10x tadi." sudah menjadi rahasia umum kalau Jongin itu pacar Sehun ya walau si namja Oh belum mengiyakan perkataan Jongin.

"Ya! Apa kau buta hah? bajuku kan jadi basah begini."

Jongdae yang melihat adegan itu melebarkan matanya sementara Sehun tetap setia dengan poker facenya. Dia hanya melihat bagaimana Jongin menunduk takut dimarahi oleh seorang pelanggan perempuan karena tadi Jongin menumpahkan minumannya. Ini bukan kesalahan pertama yang Jongin lakukan hari ini. Tadi dia salah mengantarkan pesanan, belum lagi salah mencatat pesanan dan sekarang menumpahkan pesanan. Untung saja Chanyeol itu sepupunya jadi dia bisa selamat.

Sehun sebenarnya ingi menyeret Jongin dan menanyakan keadaan namja itu tapi panggilan dari Seulgi membuat dia mengurungkan niatnya, "Sehun, pelanggan VIPmu sudah datang."

Semua orang juga sudah tahu siapa pelanggan VIP Sehun dan tepat sekali sekarang sudah menunjukkan pukul 5 sore.

Sebelum Sehun pergi dia sempat bertatapan dengan Jongin yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Jong, kau tak apa-apa?" Jongin mengabaikan pertanyaan Chanyeol dan lebih memilih mengejar Sehun. Dan betapa terkejutnya Jongin ketika menemukan Sehun dan wanita itu berpelukan. Sehun bahkan membalas pelukannya.

Habis sudah kesabaran Jongin.

Beberapa hari yang lalu ditembak, hampir setiap hari diacuhkan, kemarin dibentak dan sekarang diselingkuhi.

"Sialan." Jongin maju menerjang pasangan itu, pelukan itu terlepas tergantikan dengan tatapan kaget dari keduanya.

"Dasar wanita jalang, Sehun itu pacarku dan kau tidak berhak memeluknya." murka Jongin. Dia sudah tidak peduli dengan semua mata yang menatap adegan itu. "Apa kau tidak malu mengajak Sehun tinggal bersamamu seolah-olah Sehun itu pelacur."

"KIM JONGIN!"

"APA! Kau mau bentakku lagi?" hancur sudah pertahanan Jongin. Dari pagi ketika dia melihat Sehun dikampus dia sebenarnya ingin menangis dan bertanya kenapa dia membentaknya kemarin tapi dia tidak mau membuat khawatir Baekhyun dan yang lainnya jadi dia tahan tapi sekarang seakan semuanya sudah jebol dia tidak bisa menahan airmatanya.

"Aku membelamu Hun tapi apa balasanmu kau malah membela wanita jalang..."

Plak.

Seperti video yang ditekan tombol pause semuanya seakan berhenti bahkan waktu sekalipun. Semua mata tidak percaya akan apa yang baru saja Sehun lakukan terhadap Jongin.

"Ka...kau me...menamparku?" Sehun itu dingin dia terlampaui tidak peduli dengan sekitarnya sejak dulu tapi melihat tatapan Jongin dan airmata yang membasahi pipinya membuat sesuatu tergerak dihati Sehun. Dia ingin sekali merengkuh tubuh Jongin yang terlihat sangat rapuh.

"Jong..a..aku.." ini pertama kalinya Sehun merasakan gugup setelah percaraian orang tuanya. Rasa tidak perdulinya membuat dia tidak bisa merasakan apa-apa sejak itu. Dia bahkan tak merasa sedih ketika harus ditinggal Sena ke Perancis.

Jongin mundur ketika Sehun mendekat. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan pada namja itu. Rasanya yang berdiri didepannya bukan Sehunnya yang memikat hatinya. Sehunnya tak mungkin menamparnya hanya untuk membela perempuan jalang. Dia memang dingin dan acuh tapi dia orang yang lembut, tak pernah sekalipun dia membentak ataupun memukul Jongin dengan tingkah Jongin yang kelewat menyebalkan.

Sehun semakin mendekat namun Jongin juga semakin mundur, "Jong.."

Rasanya sakit sekali ketika pacarmu memukulmu karena wanita lain. Harusnya sejak awal Jongin tidak memakai hati untuk hubungannya dengan Sehun karena sejak awal juga Sehun tidak memakai hati.

TBC^^

Gimana-gimana? Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan aku sempet ga dapat penggantinya kayak "jebol" itu,hehe

Comments are for me^^