Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Rating: M


Lanjutan Kakashi No Hatsukoi (Kakashi-sensei First Love)

.

.

Kakashi bangun dengan tubuh segar dan rileks, ia merenggangkan otot lengannya dan menemukan istrinya sedang menatapnya penuh damba. Tanpa sadar Kakashi bersemu ditatap seperti itu oleh seorang wanita, walau itu istrinya sendiri.

"Rupanya pria tampan ini sudah bangun, kau tahu? Rasanya aku ingin menelanmu bulat-bulat jika melihatmu baru bangun tidur seperti ini. Kau..." Hanare menelusuri dada hingga perut Kakashi dengan jari telunjuknya. "Sangat seksi..." lanjutnya sambil tersenyum manis.

Kakashi meneguk salivanya dengan kasar, bersiap mendapat serangan fajar dari istri cantiknya itu. Tubuh wanita itu masih polos dan hanya tertutupi selimut yang sama dengan yang dikenakannya, tapi wajahnya terlihat sangat segar seperti telah bangun sejak beberapa jam yang lalu.

"Jangan menatapku seperti itu, aku bukan wanita kejam yang akan memperkosamu suamiku." Hanare terkikik melihat ekspresi suaminya.

Wanita Hatake itu berbalik untuk mengambil sebuah nampan di meja nakas sebelah tempat tidurnya dan menyerahkannya pada Kakashi yang masih menatapnya bingung. Hanare menaikan kedua alisnya tanda bertanya.

"Kau sudah memasak?" Kakashi ikut menaikan kedua alisnya.

"Tak perlu kujawab kan?" kata Hanare mengambil sepotong sandwich tuna dan menyuapkannya pada mulut suaminya yang langsung menggigit potongan roti daging itu dalam satu gigitan besar.

Sambil mengunyah sandwich dalam mulutnya, Kakashi bersuara "Kau sudah mandi dan memasak tapi masih mengenakan selimut?"

"Tadi aku mandi sebentar, kemudian memasak dengan mengenakan kemejamu. Lalu saat aku kembali kesini untuk membangunkanmu, aku memutuskan untuk bergelung lagi bersamamu, mumpung masih pagi dan Kazu belum bangun." Pekik Hanare ceria.

"Kau benar-benar menggilaiku ya." gumam Kakashi tanpa dosa, yang langsung mendapatkan pukulan kencang di bahunya.

"Kau sudah kenyang dan menikmati pelayananku, sekarang tinggal kau yang melayaniku suamiku." Hanare mengerling genit pada suami tampannya.

"Well, karena aku masih punya banyak urusan penting di kantor hokage, aku akan melakukannya dengan cepat." gumam Kakashi dengan mulut penuh dengan suapan sandwich terakhir. Dipandangnya wajah istrinya yang merengut karena ucapannya, lantas ia menaikan sebelah alisnya dan bertanya "Apa kau keberatan?"

"Tolong berikan aku waktumu lebih lama lagi dan manjakan aku pagi ini saja Kakashi-kun. Tidakkah kau merasakan betapa aku merindukanmu?" Hanare memasang tampang memelas sambil membuat pola-pola abstrak di dada suaminya dengan jari telunjuknya.

Kakashi menatap lama netra hazel di hadapannya dan kemudian meraih wajah wanitanya untuk mendaratkan kecupan sayang diseluruh wajahnya dan berakhir di bibirnya. Hanare sudah benar-benar merasa melayang atas sentuhan-sentuhan intim yang diberikan suaminya, dan pada akhirnya ia tersenyum sangat lebar karena Kakashi mengabulkan permintaannya untuk 'bermain'lebih lama dan tanpa buru-buru sepagian ini hingga Kazu bangun dan berteriak-teriak dengan bahasa bayi yang tak dimengerti orang dewasa dari kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar mereka . Kazu bangun di saat yang tepat, 5 menit setelah kedua orang tuanya klimaks.

Hanare membelai surai perak suaminya yang wajahnya telah tenggelam di tengah-tengah-tengah dadanya. Kakashi belum mengangkat wajahnya ataupun membalikan tubuhnya semenjak lima menit yang lalu saat tubuhnya ambruk bersamaan dengan menggemanya erangan maskulin miliknya di dalam kamar bernuansa putih itu.

Wanita cantik bermata hazel itu terkekeh hingga dadanya berguncang dan menekan wajah Kakashi. Sang Hokage mesum itu kemudian menyeringai dan menjilat dengan sensual dan basah dada besar di hadapannya hingga sang istri terkikik dengan desahan tertahan yang ikut lolos dari bibir merahnya yang sedikit membengkak karena serangan suami hentai-nya.

"Aaaeemmhh... Kashi-kuunnh... kyaa... sudah! Umhh... Kazu memanggilku, dan kau harus segera mandi dan pergi ke kantor Hokage, sebelum semua anak buahmu dan penduduk desa menggedor pintu rumah ini untuk menyeretmu bekerja." Hanare mencubit pipi suaminya yang masih betah menenggelamkan wajahnya di gundukan dadanya seperti bayi.

"Uh, padahal itu tadi enak sekali hime." rajuk Kakashi.

"Hihihi, aku senang kau menyukainya. Jadi jika kau menginginkannya, kau tahu dimana harus mencariku. Intinya, kau harus pulang!" Hanare mewanti-wanti Kakashi sambil turun dari ranjang dan memakai pakaiannya dengan gerakan lambat dan sensual untuk menggoda suaminya yang keren itu.

"Mandilah Kakashi-kun, aku akan menemui Kazu sebentar dan akan kembali untuk menyiapkan pakaianmu." Hanare tersenyum manis dan menghampiri Kakashi untuk mengecup pipinya, tapi Kakashi menahan tangannya ketika sang istri hendak pergi dan membisikan sesuatu yang membuat Hanare blushing berat.

"Kau yang membuatku turn on lagi sayang, jadi kau harus bertanggung jawab memandikanku di bawah shower sekarang juga setelah kau menemui Kazu." Kakashi menyeringai dan melanjutkan "Kutunggu di kamar mandi." dikedipkannya sebelah matanya, kemudian berjalan tegap dengan tubuh polos menuju kamar mandi mereka berdua.

Tanpa disadari, hanare merasakan hidungnya basah dan kemudian menyeka cairan yang ternyata berwarna merah itu dari hidungnya. Nosebleed. "Sialan!" umpatnya.

.
.

Kakashi sedang membaca dokumen-dokumen berisi misi yang masuk dari berbagai desa ketika sebuah choujuu giga berbentuk elang hitam yang ia kenali sebagai jurus milik Sai masuk ke dalam ruangannya dan menyerbu gulungan kosong yang terbuka lebar di mejanya. Kemudian gulungan yang awalnya kosong itu menampakan kalimat-kalimat pesan yang ditulis oleh Sai.

Kakashi membaca gulungan itu dalam diam sambil mengerutkan keningnya dan kemudian mendongakan kepalanya ke arah pintu saat Shikamaru masuk kedalam ruangannya tanpa merasa perlu mengetuk pintu terlebih dulu.

"Oh, Shikamaru." Kakashi berbicara, berdiri dibalik meja yang berisi tumpukan buku dan dokumen dan kembali membaca gulungan di tangannya.

"Apakah elang dari Sai baru saja tiba?"

"Ya, itu benar." Kakashi membalikkan gulungan ke arah Shikamaru agar ia dapat membacanya. Shikamaru memandang kertas putih berisi tulisan dan kata-kata yang berantakan itu. Pesan itu tampak seperti ditulis dengan terburu-buru.

"Situasinya lebih buruk dari yang kita kira".
Tatapan Kakashi bertemu dengan tatapan Shikamaru saat ia mulai bicara. Tatapan matanya jauh lebih serius dari yang Shikamaru takutkan. Bahkan suara samar-samar yang biasanya digunakan Hokage sekarang berubah menjadi lebih muram. Sikap Kakashi memberikannya firasat yang sangat buruk.

Mata Shikamaru mengikuti tulisan yang terdapat dalam gulungan. Ketika sebagian besar pesan Sai ditulis dengan tulisan yang sangat kecil dan halus menggunakan kuas tipis, kalimat terakhir ditulis dengan besar, tebal dan kasar:
"AKUTIDAK LAGIMENGENALSIAPADIRIKU."

.
.

To Be Continue


Thanks to : Yuuki Igarashi, Uzunami Hole, Uzumaki Haris, Terror Bird, Nafi29897, Wanitanya Pria Hujan, dan Silent Reader lainnya. :*

Druella Wood