"Namanya... siapa? Apa kau punya rekomendasi yang lebih bagus, Kyuhyun? Namanya haruslah lucu sepertinya." Kyuhyun meletakkan sumpitnya di atas mangkuk. Ia menelan dulu makanan yang berada di dalam mulutnya sehingga butuh waktu. Kibum dengan sabar menunggu.
"Kubilang namai saja Kyuhyun, dia lucu sepertiku." Kyuhyun menyenderkan badannya ke senderan bangku seraya mengelus perutnya yang penuh, ia tak sanggup lagi untuk menghabiskan semua makanan di atas meja. Kibum benar-benar keterlaluan baik membuat banyak makanan hanya untuk dua orang.
Kibum memandangi kucingnya dan Kyuhyun bergantian. Menimang sebentar kemudian memutuskan untuk menamai kucing barunya dengan nama 'Kyuhyun' juga.
"Baiklah. Aku setuju. Kurasa aku menyukai idemu. Namanya mulai sekarang adalah Kyuhyun." Kibum memberikan satu kedipan mata, menggoda Kyuhyun rupanya menyenangkan sekali.
"Eh? Kau serius? Aku hanya bercanda tadi, Kibum. Atau kau benar-benar sangat merindukanku makanya kau namai kucing itu dengan namaku. Aku tahu, aku adalah orang yang gampang dirindukan." Kyuhyun tersenyum lucu. Kibum hanya mengangkat bahu. Perkataan Kyuhyun mungkin memang benar. Siapa yang akan mudah melupakan orang yang selalu menjadi mood booster orang-orang di sekitarnya jika bukan Kyuhyun. Kibum tak akan pernah lupa walau ia sibuk dengan hidupnya sendiri.
"Well.. yeah. Aku akan menemukan Kyuhyun di sekitarku kalau Kyuhyun yang lain bepergian jauh keliling dunia hanya untuk tulisannya. Kemudian Kyuhyun yang lain itu ingat teman lamanya dan mengunjunginya sehari setelah natal. Jadi tidak ada alasan untuk merubah namanya." Kibum masih mengelus bulu halus kucingnya. Makanan di depannya sendiri belum ia habiskan. Kenyang. Kibum tidak seperti Kyuhyun yang doyan makan apapun kecuali sayuran. Kyuhyun anti makanan hijau.
"Oh... perkataanmu membuatku terharu Kibum. Terimakasih. Ya... karena aku seorang jurnalis dan kebetulan pekerjaanku menuntutku untuk traveling. Aku sangat mencintai pekerjaanku. Lalu aku mendapatkan hari libur natalku selama satu minggu dan bingung untuk menghabiskan waktu. Aku tak menyesal mengunjungi teman lamaku yang kesepian ini. Dia rupanya sedang butuh sandaran." Kyuhyun tertawa keras. Sindirannya rupanya membuat ia mendapatkan kemarahan Kibum.
"Jadi seminggu ini menginaplah disini." Kibum meminta. Ya, dia merendahkan harga dirinya. Tidak masalah. Toh, Kyuhyun adalah temannya. Mereka juga berbagi kebahagiaan dan keburukan masing-masing.
"Kau mengaku lagi kalau kau pria kesepian, Kibum. -Kyuhyun tak berhenti untuk tertawa. Menggoda Kibum sangat mengasyikan baginya. Ia jadi merindukan masa-masa sekolahnya bersama Kibum yang melakukan hal-hal konyol dan seru bersama- , Dengan senang hati aku akan mempertaruhkan jiwa dan ragaku untuk menemani pria kesepian di depanku yang adalah teman lamaku dan baru kutemui setelah tujuh tahun tak berjumpa. Asal kau memasakkan makanan yang enak-enak aku pasti betah tinggal disini."
"Kau juga pria kesepian yang tak punya kekasih untuk diajak menghabiskan satu minggumu. Lalu kau tiba-tiba meneleponku." Kibum membalas Kyuhyun dengan telak karena sedari tadi kupingnya terasa panas mendengar Kyuhyun mengatainya pria kesepian yang memang benar adanya. Kyuhyun hanya bisa mengeluarkan senyum lima jarinya. Kibum mengenai titik kelemahannya.
"Apa kau masih kedinginan, Kyuhyun? Terimakasih sudah datang dan membawakanku kado natal."
"Tidak masalah. Pemanasmu sudah mencairkan tubuhku yang membeku. Kibum, rasanya aku tidak sanggup berjalan. Ini karena kau yang membuatku tak tega untuk membuang makanan. Kau harus tanggung jawab. Aku tidak sanggup membersihkan meja dan mencuci piring." Kibum memandang malas acting Kyuhyun yang dibuat-buat itu. Ia sudah sangat hafal dengan Kyuhyun kalau sifat pemalasnya datang. Ia akan melemparnya pada orang lain dan berpura-pura tak berdaya.
"Bilang saja kau ingin enaknya saja. Ya sudah, aku akan mencuci piring lalu kau menjaga 'Kyuhyun'. Oh, aku belum mengeluarkan beer atau wine. Kau pilih mana?" Kibum menumpuk peralatan makan kotor dan membawanya ke dapurnya. Kyuhyun menaruh 'Kyuhyun' di perutnya yang penuh. 'Kyuhyun' baru entah kenapa malah menyamankan dirinya di perut Kyuhyun. Mungkin perut Kyuhyun dianggapnya bantal yang empuk.
"Wine tentu saja. Minuman yang selalu kuburu dan kudamba kurasa kau tidak akan pernah lupa. Lihat, dia menganggapku seperti kasur. Aku tidak menyangka membelinya untukmu tapi dia lebih menyukaiku." Kyuhyun berteriak girang, ia mengalahkan posisi Kibum mengenai 'Kyuhyun'.
"Itu karena perutmu yang buncit. Tidak sepertiku. Lihat. -Kibum mengangkat sweaternya, memperlihatkan abs miliknya yang menggoda dengan bangga, lalu menurunkannya lagi- , Tunggu aku menyelesaikan ini di depan televisi. Aku akan membawakan wine."
Muka Kyuhyun mengeruh. Senyumnya melengkung kebawah. Ia mengelus perutnya sendiri yang tidak di jamah oleh 'Kyuhyun' diatasnya.
"Aku juga bisa membuat yang seperti itu nanti. Kau lihat saja, Kibum. Punyaku nanti akan lebih bagus darimu." Gerutu Kyuhyun seraya berjalan membawa 'Kyuhyun' di gendongannya, menyalakan televisi yang menayangkan girlband sexy dan sedang menari-nari di atas panggung. Kyuhyun menyukai acaranya. Ia sampai meniru lagu dan tariannya sambil duduk di atas sofa yang nyaman.
Terlalu asyik dengan euphorianya mengenai televisi, Ia sampai tak sadar kalau Kibum sedari tadi mencuri-curi pandang dengan apa yang sedang Kyuhyun lakukan. Kegiatan mencuci piringnya terasa begitu menyenangkan kali ini begitu melihat hiburan live di rumahnya. Kyuhyun begitu menggemaskan dimatanya. Ia berbeda dari Kyuhyun yang dulu tampak selalu keren dan banyak digandrungi para gadis. Kyuhyun kini terlihat seperti boneka dengan pesona menggodanya yang sexy. Entah ia sadar atau tidak tentang perubahannya yang begitu drastis, tetapi hanya tampilan luarnya saja. Selebihnya ia yakin bahwa Kyuhyun masihlah pribadi yang sama seperti dulu.
Kibum telah menyelesaikan pekerjaannya, ia sampai tak sadar jika pekerjaannya cepat selesai akibat memandangi Kyuhyun terlalu lama. Entah apa yang terjadi di dalam dirinya, tiba-tiba detak jantungnya berdebar kencang begitu saja seperti baru pertama kalinya ia mengalami bagaimana rasanya jatuh cinta. Tidak-tidak. Hal itu tidak dibenarkan untuknya. Kyuhyun adalah temannya, teman yang baik. Hanya karena Kyuhyun lebih imut sekarang bukan berarti ia menyukainya dengan sisi yang berbeda. Mungkin Kibum hanya masih frustasi setelah dicampakkan. Bisa jadi seperti itu. Ya, anggaplah demikian walau ia sendiri pun tak begitu yakin.
Kibum membawa sebotol wine berumur sepuluh tahun dan juga dua gelas kaca menyusul Kyuhyun duduk di sebelahnya.
"Wow! Dimana kau menyimpan ini, Kibum? Lihat. Ini wine berumur sepuluh tahun yang hanya ada lima koleksi di lemariku! Harta karun seperti ini kenapa tak kau ceritakan untukku? Kau benar-benar teman yang jahat, Kibum." Kibum mengangkat bahu tak acuh. Ia membuka tutupnya dengan hati-hati atau Kyuhyun akan berkomentar lebih jahat menggunakan mulutnya.
"Jika kuceritakan sejak lama, kau mungkin akan pindah dan tinggal bersamaku lalu merecoki hidupku. -Kibum tertawa. Ia menuangkan wine di dua gelas yang berbeda- , Kau tahu caranya menikmati harta karun, bukan?"
"Tentu saja. -Kyuhyun menerima gelasnya dengan senang hati- , Karena kau tahu aku adalah maniaknya." Kyuhyun sedikit menggoyangkan gelasnya, memejamkan matanya menyesap baunya. Wine adalah favoritnya. Semakin tua umur wine yang disimpan, maka rasa dan baunya semakin memabukkan dan membuat Kyuhyun semakin jatuh cinta.
Ia sesap sedikit wine dalam gelas miliknya. Memujinya berulang kali seperti penggila wine pada umumnya. Lalu berkomentar pedas saat Kibum meneguknya dengan kasar dan terburu. Kibum hanya bisa patuh karena ia bukan si maniak Kyuhyun pada wine.
"Bagaimana pekerjaanmu, Kibum? Aku tidak berharap kau untuk menjawab bahwa pekerjaanmu dikelilingi oleh wanita-wanita sexy." Keduanya tertawa. Mereka sesekali bersulang dan saling menuang wine.
"Aku mengurus berbagai perkara. Dari yang mudah ditangani sampai yang sulit sekalipun. Tapi aku menikmati pekerjaanku. Aku mencintainya sepertimu. Dan aku punya asisten yang sangat sexy." Kyuhyun berdecak. Ia kalah. Kyuhyun tak punya asisten atau teman kerja yang sexy. Mereka semua membosankan.
"Hell. Aku tak punya asisten sexy tapi aku melihat banyak wanita sexy dari banyak negara. Aku lebih berpengalaman darimu soal melihat." Kyuhyun kalah, tapi tak begitu saja menyerah. Ia adalah si jurnalis yang berkeliling. Tidak seperti Kibum yang bekerja dalam ruangan.
"Baiklah. Aku kalah. Sekarang giliranmu."
"Pekerjaanku atau pribadiku? Kau harus pilih." Kibum menampilkan seringainya. Kyuhyun benar-benar pribadi yang menarik dan membuat siapa saja penasaran.
"Kisah percintaanmu. Kupikir karena kau selalu berkelana aku tak yakin kau hanya punya satu." Kyuhyun tersenyum lucu. Kibum pintar memilih dan ia memilih pilihan yang tepat.
"Aku berkencan dengan wanita atau pria. -Kibum hampir tersedak wine. Matanya melebar kaget, Kyuhyun juga berkencan dengan pria? Itu hal baru bagi Kibum untuk di dengar- , Aku suka wanita yang sexy dan liar. Aku menghindari wanita berkelas yang menjaga image. Soal pria aku berkencan dengan yang panas. Aku tidak mendekati pria yang di bawah. Maksudku aku menjadi bottom dan itu luar biasa. Aku tidak pernah memiliki satu hubungan dalam jangka waktu lama. Karena aku penikmat one night stand tetapi jarang kulakukan. Hanya jika aku sedang ingin. Dan dua bulan ini aku free. Teman kencanku terakhir kali adalah seorang wanita dua bulan yang lalu."
"Jadi kau ini bisa dibilang seorang biseksual?" Kibum menginterupsi.
"Tidak juga. Aku bukan maniak yang seperti itu. Pekerjaanku membuatku sangat bahagia dan itu lebih dari cukup dibanding menjalin sebuah komitmen. Aku hanya melakukan one night stand jika sedang ingin. Saat aku mendengar kau akan bertunangan kupikir kau adalah salah satu pria yang beruntung di dunia ini yang entah kapan bisa kulakukan karena aku yang sekarang bukanlah Cho Kyuhyun yang menetap di satu tempat. Lalu saat kudengar hubunganmu hancur aku turut bersedih. Kau belum bisa menjadi pria yang beruntung itu. Tapi jika kau melihat dari banyak sisi mungkin kau tidak akan jatuh untuk yang kedua kali. Maksudku kau masih muda dan memiliki banyak waktu untuk tidak percaya pada satu orang. Kau bisa mencoba-coba dulu. Nanti jika sudah saatnya kau menikah, kau pasti akan mendapatkan yang terbaik. Hell, aku memberikanmu saran tapi aku sendiri sangat bebas. Kau tidak perlu meniru jalanku. Kita memiliki jalan masing-masing. Karena ini jalan yang kupilih maka aku akan menjalaninya sampai nanti aku menemukan yang terbaik." Kibum tersenyum. Ternyata Kyuhyun sudah menjadi orang yang jauh berbeda.
"Kau benar. Aku belum menjadi salah satu pria yang beruntung itu. Kau bilang... kau berkencan dengan pria. Menurutmu bagaimana penampilanku di matamu?" Kibum menyimpan seringainya di dalam hati. Ia memasang wajah seolah ia penasaran dan khawatir soal penampilannya sendiri.
"Kau sedang menggodaku atau kau mengujiku, Kibum? Apa aku harus?"
"Aku tidak bermaksud apapun. Aku sedang penasaran dan khawatir. Aku tidak terlalu percaya diri tanpa setelan formal." Kyuhyun mengangguk. Kibum rupanya berhasil mengelabui si jurnalis. Padahal tidak ada hal apapun yang membuatnya tidak percaya diri.
"Kau baik. Yeah. Bukan itu yang kumaksud. Semua orang punya sisi baik. Menurutku kau cukup panas. Tidak ada masalah mengenai gaya berpakaianmu kurasa. Gaya rambutmu juga kau tahu, aku sedari tadi ingin sekali menyentuhnya." Kibum menyesap winenya tanpa melepas tatapannya pada Kyuhyun. Ia baru tahu kalau Kyuhyun menatapnya berbeda setelah ia mengatakannya.
"Benarkah? Apa kau tertarik padaku?" Kibum memainkan winenya. Menggoncangnya pelan. Menghirup aromanya seraya membawa tubuhnya bersandar pada sofa. Sebelah tangannya meraih bahu Kyuhyun. Membawanya untuk mendekat. Bukan bermaksud untuk menciptakan intimasi. Tapi berbeda untuk apa yang kini Kyuhyun tengah pikirkan.
"Kalau kukatakan jujur, Ya. Sejak awal. Sejak aku kembali berjumpa dengan seorang teman lama dan masuk ke dalam rumahnya." Kyuhyun tersenyum. Ia sudah tak ingin menyembunyikan kalau ia sedang tak peduli dengan namja tampan dan atletis berdua di dalam satu ruangan.
"Sebegitu tertarik atau hanya sebuah kerinduan bertemu teman lama?" Kibum penasaran. Jadi ia harus menarik Kyuhyun keluar. Agar ia tahu seberapa besar antara rindu dan gairah yang lain yang ada pada Kyuhyun.
"Aku gila. Kau tahu, aku tak menyangka Kibum yang dulu keren dengan wajah anak-anaknya kini semakin tampan dengan wajah dewasanya. Tapi aku jujur soal aku sedih kau tidak jadi bertunangan. Apa kau pernah mencobanya bersama pria, Kibum?"
"Tidak. Aku tak pernah sebelumnya bersama pria." Kibum belum cukup puas mengerjai Kyuhyun. Ia butuh sensasi seperti menarik-ulur benang. Dan ia baru saja mengatakannya.
"Kalau begitu kau hanya akan menjadi fantasiku saja. Kau straight dan aku gila akan dirimu. Lalu aku mengakuinya dan kau mengaku tidak pernah bersama pria. Yeah. Aku sedikit kecewa."
"Tapi aku tertarik untuk mencobanya." Kibum tersenyum tipis. Ia mendapatkan Kyuhyun dengan caranya. Ia membutuhkan jebakan-jebakan kecil untuk temannya. Berbeda jika ia tertarik pada orang lain.
"Kau ingin mencoba? Kalau begitu kau yang memulai. Tentu kau bukan bocah yang butuh bimbingan. Kau pria dewasa dan mengerti apa yang kumaksud."
Kibum pikir setelah Kyuhyun mengaku, ia adalah tipe agresif yang tidak bisa menahan hasratnya. Ternyata ia masih pria terhormat yang bisa mengontrol nafsunya dan membatasi perilakunya.
"Aku menginginkan bibirmu di dalam mulutku sejak tadi. Ya. Aku jujur mengatakannya." Kyuhyun tertawa. Membuahkan rasa malu luar biasa pada Kibum yang berpikir bahwa ia mengaku terlalu cepat.
"Aku tahu." Singkat Kyuhyun.
"Sejak kapan?" Kibum menjauhkan badannya dari Kyuhyun. Ia baru saja merasa malu dan Kyuhyun ternyata sudah mempermalukannya sejak awal.
"Sejak kau mengira aku wanita saat pertama kali aku masuk." Kyuhyun benar soal ini. Kibum bukan hanya mencuri pandang saat Kyuhyun sedang makan, melainkan sejak pertama kali melihat Kyuhyun membeku kedinginan di depan pintu rumahnya. Ia sudah fokus terhadap bibir dengan gigi yang bergemeletuk.
"Persetan dengan aku yang tertangkap basah. Boleh aku menciummu sekarang?" Kyuhyun bukan seorang gadis. Ia benci diperlakukan seperti itu oleh Kibum. Ia marah. Kibum tidak harus meminta izinnya dulu setelah ia mendengar dengan sangat jelas bahwa Kyuhyun mengakuinya.
Namun, ketika Kyuhyun akan mencium bibir Kibum akibat rasa marahnya, bel pintu apartemen Kibum berbunyi nyaring menginterupsi keduanya di ambang gairah menginginkan bibir satu sama lain. Hanya tinggal beberapa senti lagi bertemu. Bahkan kedua napas mereka sudah saling melebur.
Keduanya menjauhkan diri masing-masing. Dalam hati, keduanya mengumpat keras. The bell's rang is fucking like a big shit.
oOo
Kibum membuka pintu apartemennya. Kyuhyun mengekori di belakangnya. Ia penasaran siapa gerangan yang menghancurkan moment terbaik mereka tadi.
Begitu pintu dibuka, Kyuhyun bisa melihat wanita dengan baju sexy berada di depan pintu rumah Kibum membawa sesuatu di tangannya. Mungkin wanita itu sengaja memakai pakaian minim di tengah cuaca beku seperti ini untuk menggoda Kibum. Membawakan Kibum makanan pula.
"Aku mengantarkan sesuatu untukmu, Kibum-ssi." Wanita itu tersenyum dengan sangat lebar. Kibum maupun Kyuhyun membalasnya. Mereka masih di ambang pintu.
"Terimakasih. Kau seharusnya tidak perlu repot-repot." Kibum menerima bingkisan yang wanita itu bawa.
"Ah, tidak masalah. Kau sedang memiliki tamu ya rupanya." Wanita itu melirik Kyuhyun.
"Ya. Dia teman lamaku. Dia baru saja datang hari ini." Kibum bermaksud agar wanita itu cepat pergi karena ia sedang menghabiskan waktu berdua saja bersama Kyuhyun. Dan sedang tidak ingin diganggu tentu saja.
"Kalau begitu aku akan segera pergi. Maaf sudah mengganggumu Kibum-ssi." Lagi-lagi Kibum membalasnya dengan senyum ramah.
"Tidak masalah."
"Ah, tunggu. Kita belum berkenalan. Namaku Cho Kyuhyun." Kyuhyun mengulurkan tangannya. Bermaksud untuk berkenalan sekaligus ingin merasakan suhu tubuh wanita berpakaian minim ini.
"Jung Jessica. Senang berkenalan denganmu, Cho Kyuhyun-ssi." Wanita itu menyambut jabatan tangan Kyuhyun. Tangannya dingin sekali. Kyuhyun menyeringai dalam hati. Ia ingin membuat wanita ini tinggal sedikit lebih lama dengan baju seperti itu di depan pintu rumah Kibum.
"Ya. Senang berkenalan denganmu. Apa kau tinggal di sekitar sini?" Kyuhyun bertanya basa-basi sekedar untuk membuat wanita itu berlama-lama.
"Ya. Kamar nomor 503 di dekat lift."
"Oh, cukup jauh. Kibum, bisa kau membawa makanannya ke dalam dulu? Aku ingin sedikit berbincang dengan tetanggamu." Kibum di dorong dengan paksa untuk masuk ke dalam oleh Kyuhyun. Kyuhyun mengawasi hingga Kibum masuk lebih dalam.
"Well, Kibum memiliki kucing peliharaan baru. Ia harus merawatnya dengan ekstra hati-hati. Aku lupa membelikan makanannya. Yeah, kau tahu aku baru saja sampai dan diluar salju sangat lebat. Apa kau memiliki makanan peliharaan untuk kucing?"
"Kibum menyukai kucing juga? Aku baru tahu. Aku tidak punya peliharaan tapi adikku sering menitipkan kucingnya di apartemenku. Mungkin makanannya masih ada. Jika kau tak keberatan, aku bisa mengambilkannya untuknya."
"Benarkah? Kau baik sekali. Kau benar-benar seorang penolong. Tapi aku tak bisa mengantarmu. Aku harus segera ke toilet. Apa kau tak keberatan mengambilkannya dan kembali mengantarnya kemari?"
"Tentu. Aku sungguh senang sekali menolong Kibum. Aku akan segera kembali."
"Terimakasih. Akan kutunggu." Kyuhyun menutup pintu apartemen Kibum setelah wanita itu menjauh. Ia tertawa setan menjauhi pintu.
"Kau bicara apa saja dengannya?" Kibum bertanya penasaran. Pasalnya Kyuhyun tertawa dengan sangat puas.
"Aku mengerjainya. Salah siapa memakai pakaian minim di tengah cuaca begini. Aku menahannya untuk membuatnya berlama-lama diluar." Kibum hanya bisa geleng-geleng kepala. Kyuhyun orang yang jahil, ia sampai mendapatkan julukan evil dulu, namun ia tak menyangka Kyuhyun masih melakukannya hingga sekarang. Yeah, itulah salah satu keunikan Kyuhyun yang mendapat banyak perhatian dari orang-orang.
"Kau memiliki tetangga yang sexy seperti itu, kau sungguh beruntung, Kibum. Manfaatkan saja untuk kebutuhanmu sendiri." Saran Kyuhyun, tapi Kibum tak menyukainya.
"Dia wanita yang menikah. Aku bukan orang yang suka mencari masalah." Kyuhyun sedikit kurang setuju dengan prinsip Kibum, tapi karena profesinya sebagai pengacara, hal itu bisa dimaklumi. Kibum perlu menjaga nama baiknya jika ingin mempertahankan kesuksesannya.
"Tapi kau menerima pemberiannya. Itu berarti kau menerima hatinya." Kyuhyun masih persisten. Ia ingin Kibum mengatakan bahwa ia tidak tertarik dengan wanita itu.
"Aku tidak bisa menolak." Kyuhyun memutar matanya malas.
"Itu berarti kau siap untuk membela dirimu sendiri di pengadilan jika kau dicurigai menjadi selingkuhan wanita itu. Oh, atau kau membutuhkan pengacara yang lain, teman pengacaramu, mungkin?" Sarkasme, tapi Kyuhyun bermaksud baik. Ia ingin meluruskan tindakan salah Kibum di sini.
"Kyuhyun, hentikan pembicaraan ini. Aku tidak suka. Dan aku tidak tertarik dengannya." Kyuhyun mengangkat bahu.
"Well. Aku hanya menyarankan." Kyuhyun mendengar bel apartemen Kibum berbunyi lagi. Itu pasti wanita itu. Kyuhyun menunggu sekitar dua menit, ia sampai melarang Kibum untuk membukakan pintunya. Seperti katanya sedang mengerjai seseorang, Kyuhyun cukup puas. Kyuhyun kini menawarkan diri untuk membuka pintunya.
"Ah, terimakasih. Kau sangat menolong. Kau adalah tetangga yang baik dan perhatian. Terimakasih atas bantuanmu. Aku ingin mengundangmu masuk ke dalam tapi Kibum sedang dalam kondisi mood yang kurang baik. Aku ragu kau akan merasa nyaman. Sekali lagi Terimakasih, Jessica-ssi." Setelah berbasa-basi sebentar, Kyuhyun masuk ke dalam membawa makanan kucing di tangannya. Ia melihat tanggal kadaluarsanya takut-takut itu adalah makanan berbahaya. Ia lega saat tanggal kadaluarsanya masih lama.
"Lihat apa yang kubawa. - Kyuhyun memamerkan makanan kucing di tangannya - Sudah kubilang kau harus memanfaatkan tetanggamu dengan baik, Kibum." Sayangnya Kyuhyun tak merasakan aura berbeda yang menguar dari Kibum. Ia terlalu senang baru saja mengerjai tetangga Kibum yang genit. Wanita itu pasti langsung mencelupkan diri di dalam air panas baru mendidih di bak mandinya yang kering.
Kibum menarik tiba-tiba tangan Kyuhyun dan membalikkan tubuhnya menghadapnya. Makanan untuk kucing barunya terjatuh bertemu lantai akibat terlepas dari genggaman Kyuhyun. Meraih wajah Kyuhyun dengan gentle, menyatukan kening masing-masing bersamaan dengan deru napas memburu yang panas.
"Kau tahu aku sudah menunggu terlalu lama untuk ini. -Kibum menghapus dingin di bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya yang sexy. Ia berbicara di depan bibir Kyuhyun, menderanya dengan napas yang panas. Tangannya yang lain memegang pinggang Kyuhyun, menciptakan kontak intimasi dengan gairah membara- Bibirmu membuatku gila." Kibum berbisik tak tahan. Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumnya. Ia mendapatkan Kibum dengan gairah yang panas. Tangan Kyuhyun yang nakal sudah menggenggam rambut menggoda Kibum yang sejak tadi terlalu ia inginkan. Mereka berdua benar-benar telah berada di ujung tebing yang menyiksa dengan gairah yang mendesak. Bibir keduanya hampir berpadu sebelum-
Bel apartemen kembali berbunyi. Sekali lagi, berhasil mengobrak-abrik perasaan kedua teman lama yang tengah berada di ujung gairah menginginkan satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
oOo
Fi harus presentasi sendiri di depan kelas. Dan ini pertama kalinya. Jadi Fi harus nyiapin bahan2nya dg sangat baik. So, semangatin Fi juga ya? Gamsahamnida^^
Satu lagi, Fi sengaja nebar typo soal EYD yg tak dipakai dengan benar. Maafkan Fi. Fi sangat tahu EYD dg baik krn pernah bimbel, tapi bukan bermaksud untuk membodohi readers, Fi hanya males edit2 xD Jongmal Mianhada *bow
Warning : jangan coba2 meniru semua typo yg Fi tulis di setiap karya Fi ya?^^
So, mind to review this one? Karna fi perlu tau sudah sejauh mana fi merubah tulisannya.
