"Kau tahu aku sudah menunggu terlalu lama untuk ini. -Kibum menghapus dingin di bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya yang sexy. Ia berbicara di depan bibir Kyuhyun, menderanya dengan napas yang panas. Tangannya yang lain memegang pinggang Kyuhyun, menciptakan kontak intimasi dengan gairah membara- Bibirmu membuatku gila." Kibum berbisik tak tahan. Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumnya. Ia mendapatkan Kibum dengan gairah yang panas. Tangan Kyuhyun yang nakal sudah menggenggam rambut menggoda Kibum yang sejak tadi terlalu ia inginkan. Mereka berdua benar-benar telah berada di ujung tebing yang menyiksa dengan gairah yang mendesak. Bibir keduanya hampir berpadu sebelum-

Bel apartemen kembali berbunyi. Sekali lagi, berhasil mengobrak-abrik perasaan kedua teman lama yang tengah berada di ujung gairah menginginkan satu sama lain.

oOo

"Holy Shit!" Umpat Kyuhyun dan menjauhkan dirinya begitu bel apartemen berbunyi bagai lonceng neraka yang menggiring penghuninya kembali dalam apinya. Entah ada atau tidak lonceng itu sendiri yang jelas saat ini keduanya benar-benar kesal setengah mati. Panas yang membara tadi telah padam dalam sekejap. Bagai segenggam bara tersiram air.

Kibum meninju sandaran sofa di dekatnya, melampiaskan kekesalannya pada benda mati dan mengumpat keras dalam hati. Kyuhyun pergi dan ia yakin tak ada mood lagi untuk melanjutkan yang tadi. Sungguh harinya benar-benar sial. Hanya tinggal sedikit lagi bibir mereka bersentuhan, urusan sentuh sana-sini bahkan belum terpikirkan. Tetapi bunyi bel tak bisa menunggu barang satu detik. Sungguh momen yang menjengkelkan.

Kibum membuka sweaternya, menyisakan kaus tipis putih berlengannya yang membalut ketat tubuh atletisnya. Apartemennya panas, tubuhnya baik dalam dan luar juga memanas, pikirannya juga panas. Ia masih sangat kesal, hatinya dongkol. Sebelum beranjak ke arah pintu dengan bel yang sekali lagi berbunyi, Kibum menyempatkan untuk meminta maaf pada Kyuhyun entah untuk maksud apa yang jelas ia harus meminta maaf agar semuanya tetap dalam keadaan yang baik.

Kyuhyun tidak bicara apa-apa tadi saat Kibum meminta maaf. Ia hanya menunjukkan bahwa ia sedikit tertarik lalu pergi membawa kucing dan makanannya ke dapur. Kucing Kibum perlu makan dan Kyuhyun perlu waktu. Ia masih kesal, tentu.

Kibum membuka pintunya. Menemui siapa gerangan orang yang sudah mengganggu quality timenya kali ini. Dan ia lega itu bukan Jessica. Andai saja jika itu Jessica mungkin Kibum akan memperkosanya dan membuatnya trauma selama-lamanya. Itu ide yang sempat terlintas di otak panasnya. Ia butuh mendinginkan kepalanya atau mabuk. Dua opsi pilihan bisa sebagai solusi untuk menenangkan diri.

Kibum merapikan bajunya sebelum membukakan pintu. Dan betapa bertambah dongkol hatinya saat di dapatinya tetangganya yang lain menampakkan diri di depan hidungnya bersama anaknya dan anjing kecil, menggunakan senyum lima jari palsu yang di lebih-lebihkan.

"Oh tidak. Aku tiba-tiba merasakan firasat yang buruk." gumam Kibum dalam hati.

"Hai, Kibum. Yesungi, ayo sapa Kibum ahjussi."

"Hello uncle. Kau bertemu lagi dengan Yesung yang tampan."

"Sapaan yang bagus. Kau memang benar-benar anakku. Kibum, aku titip Yesung padamu. Aku harus pergi dan ini mendesak. Aku minta maaf padamu telah merepotkan. Karena Yesung menyukaimu jadi dia memaksa agar aku menitipkannya padamu. Jadi tolong ya? Kuserahkan Yesung padamu. Jaga dia baik-baik. Bye. Aku pergi dulu. Ah, iya satu lagi, aku hampir lupa. Kau sexy." Kibum hanya bisa membuka lalu menutup mulutnya tanpa sempat berkata apa-apa. Firasat buruknya benar. Ia menilik bajunya yang baik-baik saja lalu sampai pada celana panjangnya dan ia baru sadar kalau zipper celananya terbuka. Kibum dengan cepat menutupnya kembali barulah Kibum memfokuskan pada anak kecil di hadapannya. Ia menjumpai Yesung yang memeluk anjing kecil dan melambaikan tangan padanya dengan senyum lima jari yang teramat lebar, giginya ompong satu di bagian depan sebelah atas. Bocah berumur lima tahun yang imut dan lucu itu mengenakan jaket tebal sehingga terlihat sangat gemuk dan menggemaskan. Pipi chubby dan ujung hidungnya juga kedua telinganya memerah akibat cuaca. Kibum membalas lambaian tangan bocah menggemaskan itu dan menggiringnya masuk. Orang tua Yesung adalah tetangganya, namanya Kim Heechul. Dia pria single yang memiliki anak. Anak dari pacarnya yang dihamilinya dan sekarang ia menjadi orang tua tunggal. Ibu dari bocah lucu itu entah kemana tak ada kabar.

Namun, begitu mereka masuk ke dalam rumah, begitu anjing kecilnya Yesung dan kucing baru Kibum bertemu, apartemen yang tadinya sepi itu kini menjadi ramai. Yesung dengan sengaja melepaskan Kkoming, nama anjing Yesung agar bisa mengejar 'Kyuhyun', kucing baru Kibum.

"Siapa dia?" Nada bicara Kyuhyun ketus seperti nyonya rumah yang mendapati selingkuhan suaminya di dalam rumahnya, padahal Kibum tadi sudah meminta maaf.

"Anak tetanggaku. Yesung-ah, ayo perkenalkan dirimu. Dia Cho Kyuhyun." Kibum menggandeng Yesung agar bisa berhadapan dengan Kyuhyun.

"Anyeonghaseyo, Kim Yesung imnida. Cho Kyuhyun nuna, kau sangat cantik. Apa dia pacarmu, uncle?" Kyuhyun memandang Kibum dengan tajam. Sedangkan Kibum menyembunyikan senyumnya di balik punggung telapak tangannya, ia ingin tertawa. Pertanyaan polos Yesung membuat kekesalannya sedikit terlupakan. Ternyata bukan hanya dirinya yang menganggap Kyuhyun itu cantik, bahkan anak kecil pun tahu.

Kibum menyamakan tingginya dengan Yesung. Ia memegang pundak Yesung dan mengusap dahi hingga rambutnya ke belakang. Ia suka melakukannya dan ia harap Kyuhyun juga suka apabila ia perlakukan seperti itu. Itu tanda sayang darinya dan Kibum menyayangi Kyuhyun juga.

"Apa kau sudah makan?" Kibum mencoba mengalihkan. Ia tak mau Kyuhyun memelototi dirinya lama-lama. Seperti suami yang tidak bisa mengabulkan permintaan ngidam sang istri. Itu tidak baik.

"Kau belum menjawabku, uncle. Apa dia pacarmu?" Kibum belum pernah memiliki anak, tapi ia sudah sering bermain bersama Yesung. Dan ia tahu bahwa Yesung adalah anak yang memiliki rasa keingin-tahuan yang besar. Ia selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan Yesung dan entah kenapa pertanyaan kali ini membuatnya gugup luar biasa. Di satu sisi ia ingin menjawab bahwa Kyuhyun adalah temannya, namun sisi yang lain ia tidak rela jika ia hanya menganggap Kyuhyun hanya sebatas itu. Mereka sudah lama tak berjumpa dan setelah mereka berdua di pertemukan, mereka memiliki rasa ketertarikan yang besar pada satu sama lain.

Sebersit ide terlintas di pikirannya. Kibum membisikkan sesuatu di telinga Yesung karena tak mau Kyuhyun mendengarnya.

"Dia bukan pacarku. Tapi akan kudapatkan secepatnya. Kau setuju?" Bisik Kibum. Yesung tersenyum lebar mempertontonkan gigi ompongnya. Ia mencium pipi Kibum tanda setuju.

"Apa ini rahasia kita berdua, uncle?" Kibum mengangguk, tertular oleh keceriaan Yesung.

"Ini rahasia kita." Kibum mencoba memainkan peran untuk menyenangkan hati anak kecil lucu di hadapannya.

"Kyuhyun tidak boleh tahu?" Yesung bertanya lagi untuk memastikan, sebab anak kecil biasanya takut jika melakukan kesalahan lalu di marahi, Yesung tidak mau menerima kemarahan. Atau nanti ia akan menangis. Ia benci menangis. Maka dari itu ia harus bertanya lagi.

"Dia jangan sampai tahu." Yesung mengangguk dengan wajah serius yang lucu. Seolah-olah ia mengerti atas misi berbahaya yang di percayakan padanya dari sang kapten.

"Ay ay kapten!" Anak berumur lima tahun itu menegakkan tubuhnya dan memberi hormat pada Kibum. Seperti prajurit-prajurit dalam film yang ia tonton. Ia senang Kibum percaya padanya. Ia seperti menerima misi besar yang sulit.

"Aku merasa terabaikan disini. Kalian sibuk berdua. Hey, bocah. Aku ini namja. Jadi jangan panggil nuna, itu terdengar menggelikan." Kyuhyun seperti menunjukkan bahwa ia tidak menyukai kehadiran Yesung yang mengganggu waktunya berdua bersama Kibum. Hal ini cukup sulit untuk Kibum, tetapi diam-diam Kibum tersenyum. Ia tahu kalau Kyuhyun seperti cemburu pada Yesung yang hanya seorang anak kecil. Yesung baru saja sampai dan anak kecil itu sudah mencium Kibum. Sedangkan Kyuhyun sendiri yang sudah berada di dalam apartemen Kibum hingga sore hari belum sampai tahap cium-cium. Kyuhyun yang bertambah kesal itu pergi dari hadapan kedua namja berbeda usia tanpa berkata apa-apa lagi. Kyuhyun butuh tidur dan ia harus sampai pada ranjang yang nyaman atau mandi.

"Kibum, aku pinjam kamar mandi dan juga bajumu." Nadanya datar. Kyuhyun seperti sedang berlatih berdialog untuk drama musikal pertama kali bersama tembok.

"Ya. Tentu. Kau butuh berendam air hangat juga, Kyuhyun. Kau akan menemukan kamar mandinya di dalam kamarku di sebelah sana." Namun, Kibum tak terpengaruh oleh apapun yang membuat Kyuhyun yang tadinya friendly kini menjadi alot. Ia harus menggawangi dirinya sendiri agar keadaan tidak semakin buruk. Ia masih menginginkan Kyuhyun dengan sangat sangat buruk.

"Uncle, dia berbicara seperti Appa. Tidak sepertimu. Aku sudah makan tapi aku belum makan malam." Heechul tidak pernah bicara lembut, namun ia adalah si pembicara yang jujur. Ia ketus dan suka berteriak. Mungkin anaknya akan mewarisi sifat buruknya itu. Namun, ada saatnya dimana ia harus berbicara lembut. Hanya saat Yesung menirunya dengan baik dan Heechul akan memujinya. Dia adalah orangtua narsis. Dan sifat itu menurun juga pada anaknya.

"Benarkah? Mungkin dia baru bertemu denganmu, makanya dia bicara ketus. Tidak apa-apa. Kita nanti akan bermain bersama. Baiklah, sekarang kita akrabkan dulu kucing dan anjingnya setelah itu kita akan makan malam. Kau belum berkenalan dengan Kyuhyun." Kibum menggandeng Yesung masuk lebih dalam ke dalam rumahnya.

"Aku sudah, uncle. Kyuhyun yang seperti Appa. Uncle, bantu aku membukakan ini." Kibum membantu melepaskan jaket tebal Yesung yang memiliki banyak kancing yang sulit ia lepaskan sendiri. Sepertinya Heechul salah membelikan Yesung sebuah jaket.

"Bukan. Kali ini Kyuhyun yang lain. Dia teman baruku. Kajja!" Yesung hanya menurut dengan ekspresi bingung sekaligus bodoh yang menggemaskan.

'Kyuhyun', kucing Kibum sudah berhasil tidur di kamar Kibum dengan damai. Ia mungkin lelah di kejar-kejar Kkoming dan marah-marah. Sedangkan anjing Yesung masih sibuk kesana-kemari mengikuti tuan kecilnya yang aktif. Yesung hanya bisa diam saat Kibum menyetel film yang belum pernah Yesung tonton. Bocah kecil itu menghambur-hamburkan tatanan koleksi film Kibum di rak demi mencari film yang belum di tontonnya. Yesung menemukan kaset drama yang bagus menurutnya. Meskipun Yesung belum masuk di sekolah formal, ia sudah bisa membaca dengan sangat baik dalam enam bulan kursus. Ia adalah anak yang cerdas.

Kibum selesai membuat makan malam, tetapi ia belum melihat Kyuhyun keluar dari kamarnya. Jadi Kibum berinisiatif untuk mengeceknya. Kibum membuka pintu kamarnya. Ia menemukan kucingnya tidur dengan posisi menggemaskan. Ia sampai berhasrat untuk mengelus bulunya dan mengganggu tidurnya yang nyenyak itu. Tetapi bukan itu tujuannya, jadi ia berusaha agar tak melakukan keinginannya. Ia sangat gemas dengan kucing lucu barunya yang ia namai dengan nama yang sama seperti temannya.

Kibum mengetuk halus kamar mandinya. Ia yakin Kyuhyun pasti masih di dalam. Ia harus memanggil Kuuhyun untuk makan malam. Ketukan ketiga tak mendapat respon, ia dengan berani membuka kamar mandinya. Masuk lebih dalam dan mendapati Kyuhyun tidur menggunakan air hangat yang sudah mendingin.

Kibum menghela napas. Ia tadi menyuruh Kyuhyun untuk mandi berendam di dalam air panas, bukan tidur berendam di dalam air panas. Kyuhyun pasti akan sakit kalau berendam terlalu lama. Ini bahkan sudah tiga jam sejak Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya. Entah sudah berapa lama Kyuhyun berada di dalam air.

Kibum dengan perlahan mengangkat tubuh telanjang Kyuhyun, ia tak berpikir untuk membangunkan Kyuhyun lebih dahulu. Namun, saat ia mengangkat tubuh polos tanpa sehelai benang pun itu, matanya berkhianat dari otaknya yang menyuruhnya agar tidak melihat tubuh Kyuhyun.

Kibum menelan air ludahnya sendiri dengan susah payah. Ia melihat dengan mata telanjang tubuh polos Kyuhyun yang begitu putih dan mulus bahkan ia menggendongnya di dalam genggamannya. Rasanya ia ingin melarikan tangan-tangannya menyentuh dan menjelajahi kulit menggoda itu di setiap jengkalnya. Merasakan kelembutannya dan menikmati sensasi kupu-kupu terbang di dalam perutnya yang menyenangkan.

"Senang dengan apa yang kau lihat sekarang, tuan rumah Kim?"

Deg.

Lagi-lagi Kibum ketahuan. Tolong seseorang, tenggelamkan Kibum di dalam dasar manapun agar ia bisa menyembunyikan wajahnya dengan baik.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc.

.

.

Kenapa Fi bawa Yesung kecil disini? Krna Fi gemez sama Yesung kecil yg lucuuuuu. Inget video masa kecil dia di Ig yg pentas di atas panggung? Lucunyaa...

Fi syibbuk hahaha lagi bikin program pake visual basic software jaduel dari jaman batu xD dan syusyah lol tapi klo fi lagi fokus sama pemrograman itu sampe ga inget waktu + makan wkwk seru! Fi suka bikin koding2an yg susahnya bikin jungkir balik dan hanya bisa diluluskan beberapa org yg bener2 jago daripada ngapal rentetan ujian2 wkwk fi pen buat game daripada maennya tapi jurusan fi engga kesana. pupus sudah harapan-_- game oh game.. aku ingin menggapaimu *abaikan fi udh belajar c++, xampp, command prompt, , db designer, sekrg visual basic. Ada yg ngerti? Makasih. Engga tau? Gpp fi hanya curhat. Makasih udh baca dengan penuh seksama^^

So mind to review?