Tittle : How Can Be Like This?

Cast : Kim Jongin

Byun Baekhyun (GS)

Do Kyungsoo (GS)

Oh Sehun (GS)

Xi Luhan (GS)

Park Chanyeol as Byun Chanyeol

Wu Yifan

Other (Bertambah seiring berjalnnya cerita)

Pairing : Kaibaek! Kaihun! Kaisoo! Chanbaek! Other!

Genre : Drama, Hurt/Comfort

Rate : T

Summary : Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ka meninggalkanku tanpa sebab? Kenapa dia begitu mirip denganmu? Apa aku jatuh cinta lagi? Bagaimana bisa semua ini terjadi?

Warning : Typo everywhere! This is GenderSwitch! Out of Summary!

How Can Be Like This?

.

.

.

.

.

Baekhyun sedang bernyanyi dipinggir danau dengan ditemani seorang yeoja yang sedang bermain gitar disampingnya. Lagu itu berakhir, keduanya terus terdiam sambil melihat kearah danau yang sangat tenang.

"Baek" ucap yeoja cantik yang berambut hitam legam sebahu itu.

"Ya?" Sahut Baekhyun.

"Bagaimana jika aku pergi jauh?" Tanya yeoja itu.

"YA! Apa maksudmu Oh Sehun?" Baekhyun yang mengerti kemana arah pembicaraan mereka segera mendelik sebal kepada sahabat kesayangannya itu.

"Aku kan hanya bertanya"

"Aku tak suka jika kau bertanya hal-hal seperti itu Sehun!" Yeoja itu, Sehun, menghela nafasnya. Mereka kembali terdiam.

"Baek, apa aku salah jika aku mencintai seseorang?" Sehun kembali memecah keheningan.

"Tentu tidak Sehun, itu wajar. Yang salah itu jika kau tidak mencintai siapapun" jawab Baekhyun.

"Tapi temanku juga mencintai orang yang sama denganku Baek"

"Lalu apa salahnya? Cinta tak dapat dipilih sesuai maumu bukan? Dia datang dengan sendirinya"

"Tapi Baek-"

"Biarkan semua berjalan sesuai kehendak tuhan Sehun, kau tak akan bisa mengelak dari kenyataan" belum sempat Sehun berkomentar lagi, Baekhyun sudah memotong ucapannya. Mereka kembali terdiam.

"B-baek" Baekhyun menoleh saat mendengar Sehun memanggilnya lagi. Tapi Sehun tak ada disana. Sehun tak lagi duduk disampingnya.

"SEHUN!"

Baekhyun berteriak panik. Kemana sahabatnya? 5menit lalu dia yakin Sehun masih disana. Baekhyun bangkit dari duduknya dan berlari mencari Sehun hingga dia sampai di sebuah lapangan basket, dia melihat Sehun sedang bermain basket disana. Baekhyun menghela nafas lega. Tiba-tiba seorang yeoja datang entah darimana dan berjalan mendekati Sehun dari arah belakang. Setelahnya yeoja itu berlari menjauh meninggalkan Sehun yang ambruk dengan darah yang mengalir dari perutnya. Baekhyun segera berlari kearah Sehun.

"Sehun! Bertahanlah!" Baekhyun melepas cardigan yang ia pakai dan mengikatkannya diperut Sehun yang terus mengucurkan darah.

"TOLONG" Baekhyun berteriak meminta tolong entah pada siapa.

"B-Baek" lirih Sehun.

"Hiks y-ya?"

"Kau sahabatku kan?"

"Tentu saja bodoh!" Baekhyun menjawab sambil terus terisak.

"Kau menyayangikukan?"

"Tentu saja aku menyayangimu bodoh! Sangat. Jadi bertahanlah"

"Aku t-tak bisa Baek"

"Hiks kumohon Sehun~"

"B-Baek, boleh a-aku meminta sesuatu padamu?" Baekhyun mengangguk.

"Jagalah namjaku, kumohon, carilah dan jagalah ia"

"Tapi Sehun, aku bahkan-"

"K-kumohon Baek"

BUSYH...

Sehun terbuyarkan. Dia tak lagi disana. Sehun tak lagi ada disana.

"Sehun!"

"Hiks Sehun! Dimana kau?" Baekhyun berteriak memanggil Sehun sambil terus terisak. Tiba-tiba seseorang datang dan memeluk Baekhyun dari belakang. Dia menyentuh tangan seseorang yang dia yakini adalag seorang namja yang sedang melingkar diperutnya lalu berniat untuk menatap orang itu. Baru saja dia akan berbalik, dia merasakan sebuah benda tumpul mengahantam kepalanya keras dari arah belakang. Lalu yang Baekhyun ingat adalah, dia yang ambruk kepelukan namja itu dengan tawa menyeramkan seorang yeoja dan semuanya berubah menjadi gelap.

"Baekhyun" Baekhyun segera duduk di ranjang ruang kesehatan sekolah lalu memeluk namja yang duduk disampingnya dengan nafas tersengal-sengal.

"Hiks" isakan itu lolos dari bibir Baekhyun.

"Uljima"

"A-aku takut"

"Tenanglah, semua akan baik-baik saja" setelah Baekhyun lebih tenang, dia melepas pelukannya pada namja itu.

"M-mian Jongin" Namja itu, Jongin, hanya menganguk mengiyakan. Baekhyun turun dari ranjang dan melangkah pergi diikuti Jongin dibelakangnya.

.

.

.

Bel terakhir di hari itu berbunyi. Semua siswa bergegas membereskan semua peralatannya untuk segera pulang. Jongin berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya. Dia melihat Baekhyun yang sedang berdiri didepan gerbang. Kris sudah pulang bersama Luhan. Jongin berniat untuk mendekati Baekhyun, lalu tak lama datanglah seorang namja berperawakan tinggi dengan menggunakan sebuah motor sport berwarna biru. Namja itu turun dari motornya tanpa melepas helmnya. Baekhyun segera memeluk namja itu. Namja itu membalas pelukannya. Lalu tak lama mereka melepas pelukannya dan menaiki motor yang tadi dikendarai namja itu dan pergi.

"Hah! Apa kau memperhatikan murid baru itu?" Jongin menghela nafasnya mendengar suara seorang yeoja yang tak asing lagi baginya.

"Apa kau menyukai yeoja itu?" Jongin tak menjawab pertanyaan yeoja itu, dia segera melajukan motornya cepat. Yeoja itu memandang Jongin tak percaya.

"Dia gila! Jonginku benar-benar gila!"

.

.

.

"Chanyeol oppa" Baekhyun memanggil namja bertelinga lebar yang sedang duduk dihadapannya sambil menyantap sushi.

"Hm" gumam namja bernama Chanyeol itu.

"Aku sudah menemukan seseorang yang aku anggap sebagai tersangka"

"Benarkah?"

"Ya oppa. Tadi ada seorang yeoja datang ke kelasku, dia bilang aku mirip dengan Sehun, dari nada bicaranya dia seperti tak suka dengan Sehun. Jadi aku mencurigainya" jelas Baekhyun.

"Teruslah awasi ia Baekkie. Kumpulkan informasi lengkap tentangnya. Simpan sidik jarinya. Lusa, hasil sidik jari di pisau itu akan keluar. Mungkin kita bisa menyocokkannya" Baekhyun mengangguk sambil tersenyum senang.

"Aku menemukan ini di kolong ranjang Sehun" Chanyeol menyerahkan sebuah kotak besar berwarna hitam kepada Baekhyun.

"Sekarang kau tidurlah adik kecil, ini sudah malam. Oppa menyayangimu" Chanyeol mengacak rambut Baekhyun sayang, mencium pucuk kepalanya dan beranjak pergi menuju ruang kerjanya.

"Aku juga menyayangi oppa. Selamat malam!" Baekhyun berlari ke kamarnya sambil membawa kotak hitam itu.

.

.

.

Baekhyun berjalan santai menuju kelasnya yang berada di lantai 3. Ini masih pukul 7 kurang 10 menit, suasana sekolah masih sepi, hanya ada beberapa siswa yang berlalu lalang. Dia membuka pintu kelasnya dan perkiraannya tepat sasaran. Belum ada satupun teman sekelasnya yang datang. Dia segera menuju bangkunya. Dia mulai mengeluarkan sketchbooknya dan mulai melakukan hobinya, menggambar.

"Biga neryo nunmuri ssodajyoneryo

niga ttonan dwiro ne maeum wiro neryo

ajikdo biman neryo nunmuri apeul garyoso

modu heuryojigo nol jabeul sudo obso" Baekhyun terus bernyanyi sambil menggambar tanpa menyadari ada seorang namja yang tengah terpaku melihatnya, hingga dia mendongakkan kepalanya.

"Hai Jongin! Selamat pagi!" Sapa Baekhyun pada namja itu, Jongin, sambil tersenyum manis. Jongin terdiam dan tak berhenti menatap Baekhyun.

"Eum apa ada yang salah denganku Jongin?" Baekhyun yang merasa tidak enak dipandangi terus-menerus bertanya dengan gugup. Setelahnya Jongin berlari meninggalkan kelas tanpa menghiraukan pertanyaan Baekhyun meninggalkan Baekhyun dengan kebingungannya.

"Kenapa kau begitu mirip dengannya? Kenapa kau membuat jantungku berdebar? Apa maksud dari semua ini?" Jongin melemparkan bola basket yang ada lapangan itu dengan penuh emosi.

.

.

.

Jam istirahat berbunyi. Baekhyun segera beranjak meninggalkan kelasnya untuk menuju ke kantin. Setelah membeli makanan yang ia suka dia melihat kearah sepenjuru kantin dan tidak menemukan sepupu tiangnya itu dimanapun. Lalu dia melihat seorang yeoja sedang duduk sendiri sambil menyantap makanannya. Dia segera berjalan menuju yeoja itu dan duduk dihadapannya. Hal itu membuat seluruh siswa memperhatikan mereka was-was.

"Untuk apa kau duduk disini?" Tanya yeoja itu dingin.

"Aku tak melihat sepupuku dan tak ada yang kukenali selain kau-" Baekhyun diam sejenak membaca nama yang tertera di bagian kanan kemeja yeoja itu "Do Kyungsoo. Jadi aku memutuskan untuk duduk disini. Kenalkan aku Byun Baekhyun" yeoja bernama Kyungsoo itu memutar bola matanya malas dan kembali menyantap makanannya.

"Kau kelas berapa Kyungsoo?" Baekhyun bertanya pada Kyungsoo.

"XI-4 Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya.

"Kemarin kau berkata padaku bahwa aku mirip dengan seseorang bernama Sehun-"

"Nona Oh sialan itu sudah mati Byun"

"Kau seperti membencinya" terka Baekhyun.

"Memang. Sangat"

"Jika aku boleh tahu, apa yang menyebabkannya meninggal?"

"Dia dibunuh. Itu pantas untuknya" Kyungsoo mengangkat bahunya acuh.

"Kau tahu siapa yang membunuhnya? Dan mengapa dia membunuhnya?"

"DIAMLAH BRENGSEK! KENAPA KAU HARUS MENANYAKANNYA SEDETAIL ITU PADAKU! AKU TAK TAHU! LAGIPULA APA-APAAN KAU MENANYAKAN HAL ITU" Kyungsoo berteriak kesal sambil menodongkan garpu yang tadi ia pegang kearah Baekhyun.

"Singkirkan tanganmu nona Do" Kyungsoo segera menurunkan tangannya saat mendengar suara Jongin. Dia mendecih. Kris datang dan segera menarik tangan Baekhyun untuk pergi menjauh.

"Kau gila" Setelah berucap demikian Jongin berjalan santai meninggalkan Kyungsoo.

"KAU YANG GILA KIM JONGIN! KALIAN SEMUA YANG GILA! BUKAN AKU!"

"APA!? JANGAN MELIHATKU!" semuanya buru-buru mengalihkan pandangannya dan melanjutkan acara makannya.

.

.

.

.

.

TBC

Haihai semuanya! Maafin bgt ya kalo ini masih kurang panjang, aku bingung harus nulis apa lagi. Semoga kalian suka!^^ Maafkan gabisa bales pertanyaan yang kalian tulis di review. Karna semuanya akan tertuang di chapter-chapter selanjutnya. Jangan bosyan tinggalkan review. So much love for you guys:*:*