Tittle : How Can Be Like This?

Cast : Kim Jongin

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Oh Sehun

Park Chanyeol as Byun Chanyeol

Wu Yifan

Xi Luhan

Other

Pairing : Kaibaek! Kaihun! Chanbaek! Other

Genre : Drama, Hurt/Comfort

Rate : T

Summary : Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkanku tanpa sebab? Kenapa dia begitu mirip dengamu? Apa aku jatuh cinta lagi? Bagaimana bisa semua ini terjadi?

Warning : This is GenderSwtch! Typo everywhere! Out of Summary! Alur Gaje.

How Can Be Like This?

.

.

.

.

.

Hey kkamjong pabbo~

Bagaimana kabarmu? Apa kau makan dan tidur dengan baik tanpa perlu ku omeli? Kuharap kau selalu baik-baik saja kkamjong. Kuharap kau tetap menjalani hidupmu dengan baik walau hell yeah mungkin aku sudah tidak bersamamu sekarang haha.

Jongin, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf jika aku telah membuatmu sedih. Kuharap kau jangan bersedih lagi atau aku akan menangis dengan kencang.

Jongin, aku mempunyai sahabat. Namanya Byun Baekhyun. Keluarganya adalah keluargaku juga. Mereka yang mengurusku sejak keluargaku meninggal. Mungkin kau tak percaya, tapi, Baekhyun memang benar-benar mirip denganku Jongin. Hanya saja dia lebih cantik dan pintar dariku.

Jongin,kumohon jangan pernah putus harapan. Teruslah kejar mimpimu! Raih mimpimu demi aku. Dan aku mohon ambil hati Baekhyun demi aku. Bahagialah bersamanya. Jangan ingat aku lagi sebagai yeojachingumu. Gantilah aku dengannya. Kumohon Jongin. Aku hanya ingin itu darimu. Lakukan semuanya dengan tulus. Aku mencintaimu~

Love, Kim Sehun kkk

Seoul, 7 Mei 2014

Jongin segera berlari keluar kelas dan mencari Baekhyun. Dia segera memeluk Baekhyun erat dari belakang membuat langkah Baekhyun terhenti.

"Semuanya memang begitu rumit" Jongin menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan

"Cintailah aku Byun Baekhyun"

"Lakukanlah hal sebaliknya padaku Kim Jongin"

.

.

.

Jongin dan Baekhyun memakan makanan mereka dengan tenang. Jongin sesekali mencuri pandang pada Baekhyun yang duduk dihadapannya.

"Jangan terus-terusan melihatku" ucap Baekhyun.

"Tidak" sanggah Jongin. Baekhyun tersenyum kecil.

"Jongin~ Kenapa kau meninggalkanku?~" Kyungsoo datang dan segera duduk disebelah Jongin.

"Hallo Kyungsoo" sapa Baekhyun ramah.

"Kau lagi" dengus Kyungsoo tak suka.

"Baek ayo kita kembali ke kelas" Jongin berdiri dari kursinya.

"Jongin jangan kemana-mana temani aku makan dulu~" rengek Kyungsoo sambil menarik-narik lengan Jongin.

"Sudahlah Jongin, kita disini saja dulu" ucap Baekhyun lembut.

"Tak usah sok baik Byun" Kyungsoo mendelik pada Baekhyun. Jongin segera menghentakkan tangan Kyungsoo yang memegang lengannya dan segera menarik lengan Baekhyun lalu membawanya pergi.

.

.

.

"Baekhyun bisa kau ambilkan sapu di gudang belakang?" tanya Suho, sang ketua kelas saat mereka sedang melakukan piket kelas.

"E-eum y-ya baiklah aku akan mengambilnya" Baekhyun melangkah pergi. Dia melangkah dengan ragu-ragu. Dia berhenti tepat di depan gudang.

"Eotteohke?" gumam Baekhyun sambil memainkan jemari tangannya. Dia menggigit bibirnya, seperti orang ketakutan.

"Ada apa baekhyun-ah?" tanya Jongin yang entah sejak kapan sudah berdiri tepat dibelakangnya. Baekhyun berbalik menghadap kearah Jongin.

"E-eum begini Jongin tadi Suho menyuruhku untuk mengambil sapu di gudang" jelas Baekhyun.

"Lalu? Kenapa kau diam gelisah disini? Kau hanya tinggal masuk ke gudang dan mengambilnya bukan?"

"Itulah masalahnya Jongin! Gudangnya gelap, dan aku tak bisa" Jongin menautkan alisnya bingung.

"Kau menderita auchluophobia?" Baekhyun mengangguk mengiyakan tebakan Jongin. Dia memang takut sekali terhadap gelap. Makannya dia tak berani masuk kedalam gudang itu.

"Ah baiklah. Aku akan mengambilkannya untukmu" Baekhyun tersenyum senang saat Jongin memberikan sapu itu padanya.

"Terimakasih!" seru Baekhyun senang.

"Ow akan ada kejutan manis untukmu Byun sayang"

.

.

.

TING!

Baekhyun mengambil handphonenya dari dalam tasnya saat dia mendengar bunyi pesan masuk. Dia mengernyit saat melihat nomor yang tidak dikenalnya.

"Hey bisakah kau temui aku di gudang belakang sekolah? Aku butuh bantuan –Jongin"

Baekhyun menghela nafas pelan. Semua akan baik-baik saja. Lagipula Jongin disana.

"Baiklah. Tunggu aku" Send!

Baekhyun memasukkan handphonenya kedalam tasnya dan melangkah pergi dari kelas.

Dia sampai di depan gudang belakang sekolah, namun tidak ada Jongin disana. Dia melihat lampu gudang menyala. Diapun membuka pintu gudang.

"Jongin?" panggil Baekhyun.

Hening. Tak ada jawaban. Dia melangkah pelan memasuki gudang.

"Jongin? Apa kau disana?" Baekhyun menggigit bibirnya gusar.

"Aaa!" Baekhyun berteriak panik sambil berjongkok seraya menutup kepalanya saat lampu diatasnya tiba-tiba saja padam.

Bum!

Baekhyun semakin panik saat mendengar bunyi pintu gudang yang tertutup.

"Tidak..." Baekhyun mulai menangis sambil berjongkok dan memeluk lututnya.

"Appa..."

"Eomma..."

"Hiks oppa tolong aku"

Baekhyun tidak tahu harus bagaimana lagi. Dia tidak berani membuka mata. Dia hanya bisa terus memeluk lututnya. Tubuhnya benar-benar lemas sekarang. Dia berharap agar seseorang segera datang dan menolongnya. Siapapun. Yang penting dia tak lagi berada dalam kegelapan lagi.

"Kumohon siapapun tolong aku" ucap Baekhyun lirih.

Tes.

Baekhyun merasakan sesuatu mengalir dari hidungnya. Ya tuhan. Dia benar-benar pusing ditambah lagi darah itu harus keluar.

Ceklek.

Baekhyun mendengar seseorang membuka pintu gudang dan menekan saklar lampu.

"Ya tuhan!" Baekhyun samar-samar mendengar suara Suho, ketua kelasnya yang memekik panik lalu semuanya berubah menjadi gelap.

.

.

.

"Apa yang terjadi Suho?" tanya Kris saat dia baru saja memasuki ruang kesehatan.

"Tadi aku baru saja masuk kedalam gudang lalu aku melihat Baekhyun yang sedang duduk menekuk lutut. Tak lama dia jatuh pingsan dengan darah yang keluar dari hidungnya hyung" jelas Suho.

"Apa saat kau masuk kedalam gudang, gudangnya gelap?" Suho mengangguk menjawab pertanyaan Kris.

"Apa ada sesuatu hyung?" tanya Suho.

"Baekhyun memiliki achluophobia. Dia akan mengalami pusing yang luar biasa dan dia akan mimisan jika dia berada dalam gelap sendirian" jelas Kris.

"Ya tuhan! Lalu kenapa dia disana?" tanya Suho bingung.

"Argh"

"Baekhyun kau baik-baik saja?" tanya Kris saat Baekhyun sudah membuka matanya.

"Aku ingin pulang"

"Baiklah aku akan mengambilkan tasmu" ucap Suho.

"Kenapa kemarin kau tiba-tiba pulang?" tanya Jongin saat Baekhyun baru saja datang. Baekhyun diam tak menjawab.

"Hey!" seru Jongin saat Baekhyun kembali berjalan setelah menaruh tasnya.

"Actingmu bagus sekali Kim Jongin" jawab Baekhyun sinis.

"Apa maksudmu?" tanya Jongin tak mengerti.

"Oh ya tuhan! Sepertinya aku harus memberikan penghargaan padamu"

"Aku benar-benar tak mengerti Baek"

"KAU KAN YANG MENJEBAKKU!? MENGIRIM PESAN PADAKU SAAT JAM ISTIRAHAT KEDUA, MENYURUHKU PERGI KE GUDANG BELAKANG SEKOLAH UNTUK MEMINTA BANTUAN TAPI NYATANYA MALAH MEMBUATKU HAMPIR MATI KARENA TERKUNCI DI DALAM GUDANG. KAU MASIH BERTANYA KENAPA KEMARIN AKU PULANG!?" Baekhyun memekik marah pada Jongin.

"Haha ini mengasyikkan!"

"Aku tak mengirim pesan padamu, sungguh!" ucap Jongin.

"Ini nomormu kan!?" Baekhyun memperlihatkan ponselnya kepada Jongin.

"Itu bukan nomorku!" sanggah Jongin.

"Lalu nomor siapa? Jelas-jelas disitu tertulis namamu!"

"Tulis nomormu!" Jongin memberikan polselnya pada Baekhyun. Baekhyun segera mengetik nomornya dan mengembalikannya pada Jongin. Baekhyun melihat ponselnya yang berdering.

"Itu nomorku" ucap Jongin.

"Berarti kemarin aku dijebak?" Jongin mengangguk.

"Siapa yang menjebakku?"

TBC

.

.

.

.

.

Kayanya peminat ff ini berkurang yaaa? Sedih ihL Aku punya ff kaibaek lain guyes. Perlu aku post gakss? Jangan lupa tinggalkan review yaaaa... Btw aku berniat mendiscontinuedkan ff ini masa(?)