Tittle : How Can Be Like This?
Cast : Kim Jongin
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Park Chanyeol as Byun Chanyeol
Wu Yifan
Xi Luhan
Other
Pairing : Kaibaek! Kaihun! Chanbaek! Other
Genre : Drama, Hurt/Comfort
Rate : T
Summary : Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkanku tanpa sebab? Kenapa dia begitu mirip dengamu? Apa aku jatuh cinta lagi? Bagaimana bisa semua ini terjadi?
Warning : This is GenderSwtch! Typo everywhere! Out of Summary! Alur Gaje.
How Can Be Like This?
.
.
.
.
.
JONGIN POV
Kulihat Baekhyun sedang berdiri sendirian di gerbang depan sekolah. Apa dia sedang menunggu Kris hyung? Atau dia sedang mencari taxi? Aku menghampirinya dengan motorku. Aku buka kaca helmku untuk menyapanya.
"Hey" sapaku. Dia menoleh dan tersenyum. Ya tuhan. Rasa itu lagi.
"Jongin" ucapnya.
"Sedang menunggu Kris hyung?" dia menggeleng.
"Mencari taxi?" dia menggeleng lagi.
"Aku sedang menunggu Chanyeol oppa" jelasnya. Chanyeol oppa? Siapa dia? Apa dia namjachingu Baekhyun? Tidak. Tidak mungkin Baekhyun mempunyai namjachingu. Dia kan akan mencoba untuk mencintaiku. Tapi...
TIITTT...
Suara klakson mobil yang berhenti tepat di depan kami memotong semua pemikiranku.
"Jongin, eum aku pulang duluan, sampai jumpa" ucap Baekhyun padaku. Dia baru saja hendak membuka pintu mobil itu.
"Baek" panggilku.
"Ya?"
"Apa nanti sore kau ada acara?" dia menggeleng.
"Eum... Bisakah kita bertemu di taman kota?"
"Tentu saja" ucapnya.
"Aku akan menjemputmu"
"Tidak usah Jongin, aku akan berangkat sendiri saja. Taman kota. Jam 4" diapun memasuki mobil itu dan mobil itu segera melesat meninggalkanku.
"Yeah! Taman kota. Jam 4" aku menutup kembali kaca helmku dan akan segera melajukan motorku saat sebuah suara memanggilku.
"Jonginie" aku menoleh dan kulihat Kyungsoo berdiri dengan wajah pucat pasi sambil memegangi perutnya. Aku segera turun dari motorku dan menghampirinya. Bagaimanapun sifat Kyungsoo, dia tetap sahabatku walau sekarang semuanya sudah berubah. Aku tak ingin terjadi sesuatu padanya.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanyaku.
"Jongin, perutku sakit sekali"
"Aku akan membawamu ke rumah sakit" aku menuntunnya untuk menaiki motorku.
"Tidak, aku tidak mau, antarkan aku ke apartementku saja"
"Baiklah" aku menaiki motorku dan segera melajukannya menuju apartement Kyungsoo.
"1214" ucap Kyungsoo. Aku menekan angka tersebut dan terbukalah pintu apartement Kyungsoo. Terakhir kali aku datang kesini saat aku, Kyungsoo, dan Sehun menonton film bersama, jauh sebelum Kyungsoo yang tiba-tiba membenci Sehun. Apartement ini tidak lagi seperti dulu, ruangannya sangat berantakan. Ada beberapa pecahan kaca entah apa di beberapa tempat. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku membaringkan Kyungsoo diatas ranjangnya lalu menyelimutinya. Aku beranjak untuk pergi ke dapur tapi tangan Kyungsoo mencegatku.
"Jangan pergi Jongin" ucapnya.
"Tidak Kyungsoo, aku akan ke dapur sebentar" diapun melepaskan tanganku. Aku berjalan ke dapur untuk membuatkannya bubur instant dan mengambilkan obat.
"Makanlah bubur ini dan minumlah obatnya, aku akan pamit pulang" ucapku seraya menaruh nampan berisi semangkuk bubur, segelas air dan obat untuknya.
"Kumohon Jongin temani aku~" dia merengek. Ya tuhan ini sudah pukul 3. Akupun menghilangkan egoku dan tetap menemaninya sampai dia menghabiskan makanannya dan meminum obatnya hingga dia terlelap. Aku menghela nafas. Aku keluar apartementnya dengan diam-diam. Aku tak ingin dia terbangun dan memintaku untuk tetap diam disini. Aku mengambil ponselku dan mencoba menghubungi ibunya.
"Yeoboseyo ahjumma" ucapku pada orang diseberang sana.
"Ne?" jawabnya dingin. Ibu Kyungsoo bukanlah orang yang hangat dan riang namun sebenarnya dia sangat penyayang, aku tahu itu. Tapi tetap saja, aku selalu berusaha menghindarinya, karena kalian tahu? Jiwanya agak terganggu.
"Kyungsoo sedang sakit" jelasku.
PIP.
Sambungan telepon kami diputus olehnya. Aku tidak pernah tahu dimana ibu Kyungsoo tinggal dan mengapa mereka tinggal terpisah. Aku melihat jam yang melingkar ditanganku. Ya tuhan! Sudah pukul setengah 4! Aku segera berlari dengan kencang.
Ngomong-ngomong, hari ini adalah tanggal 14 Febuari. Yap. Kalian tahu bukan bahwa hari ini adalah hari yang sangat spesial? Benar. Hari ini hari valentine. Tapi apa kalian tahu? Hari ini tidak begitu spesial bagiku. Hari ini genap satu bulan sudah Sehun pergi meninggalkanku entah karena apa aku masih belum tahu, semuanya masih dalam proses penyelidikan. Sebulan yang lalu, tanggal 14 Januari, tepatnya ulangtahunku, kami berencana untuk merayakan ulangtahunku dengan berkencan. Kami membuat janji akan bertemu di lapangan basket dekat rumahku tepat jam 4 sore. Aku sudah menunggunya sampai 1 setengah jam berlalu. Aku bingung mengapa ia tidak juga datang. Akhirnya kuputuskan untuk melihatnya saja ke apartementnya. Aku sampai di depan apartementnya dan aku benar-benar kaget. Apa kalian tahu? Kulihat darah berada dimana-mana, pintu apartementnya terbuka. Aku segera berlari kedalam dan segera mencarinya di seluruh ruangan tapi dia tidak ada. Akupun berlari keluar dan mengikuti jejak darah tadi dan sampailah aku di tangga darurat. Kulihat darah yang tergenang namun Sehun tak ada disana. Lalu tak lama kemudian aku mendapat telepon dari Kris hyung dan mengatakan kalau Sehun meninggal di perjalanan saat sedang ke rumah sakit. Dia meninggal karena dibunuh.
Aku menghela nafasku. Aku segera berlari menuju Baekhyun yang sedang duduk di kursi taman di dekat air mancur. Dia mengenakan sweater biru laut, celana berwarna putih dan sepatu ket berwarna putih juga, rambutnya digerai. Dia benar-benar cantik dan terlihat mirip seperti Sehun. Ya tuhan.
"Maaf aku terlambat" sesalku.
"Sebenarnya aku tidak suka pada orang yang tidak tepat janji, tapi untuk kali ini kau kumaafkan" dia memberikan sebotol air mineral padaku. Aku segera mengambilnya dan meneguknya.
"Terimakasih" dia mengangguk.
"Aku benar-benar minta maaf. Tapi tadi aku habis mengantarkan Kyungsoo dan dia tak mau kutinggal. Saat dia tidur barulah aku pergi secara diam-diam" dia tersenyum mendengar penjelasanku. Senyumnya berbeda.
"Apa Kyungsoo adalah mantan pacarmu?" aku menggeleng cepat mendengar pertanyaan Baekhyun. Kyungsoo? Mantanku?
"Lalu mengapa ia selalu menyebut bahwa kau adalah miliknya? Dan mengapa ia seperti sangat membenci Sehun seakan-akan Sehun telah merebutnya darimu?" tanyanya.
"Baekhyun, dia tidak pernah mengisi ruang dihatiku. Aku hanya menyukai Sehun dan sekarang aku menyukaimu"
"Karena aku mirip dengan Sehun?" aku diam. Tidak bukan karena itu, dia memang mirip dengan Sehun tapi jujur jantungku selalu berdebar keras jika aku melihatnya tersenyum. Tapi bagaimana aku harus menjelaskannya.
"Jadi, sekarang apa? Aku sudah mulai lapar Jongin" dia sepertinya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah, ayo" aku segera menarik tangannya.
Aku membawanya ke cafe milik teman noonaku, Tiffanny. Aku sangat suka berada di cafenya. Suasananya benar-benar membuatku nyaman.
"Hello Jongin" sapa Tiffanny saat aku memasuki cafenya.
"Wow! Baekhyun!" dia menyapa Baekhyun?
"Ah hallo Tiffanny eon!" Tiffanny membawa kami duduk di salah satu meja.
"Kalian saling mengenal?" tanya Tiffanny pada kami.
"Harusnya aku yang bertanya noona, kau mengenal Baekhyun?" tanyaku.
"Baekhyun adalah adik temanku Jongin" jelasnya.
"Dan Baekhyun adalah teman sekelasku noona"
Setelah beberapa introgasi dari Tiffanny noona akhirnya diapun pergi meninggalkan kami berdua. Baekhyun sibuk memperhatikan isi cafe.
"Kau adalah sahabat dekat Sehun kan? Mengapa kau tidak masuk ke sekolah yang sama dengan Sehun saja?" tanyaku memecah keheningan diantara kami.
"Well, selama hidupku, ini kali pertama aku masuk sekolah umum, sebelumnya aku home schooling. Awalnya Sehun juga mengambil home schooling sama sepertiku namun pada akhirnya dia meminta untuk sekolah umum" jawabnya.
"Mengapa kau tidak datang ke pemakaman?"
"Karena aku tak ingin. Aku tak bisa melihatnya Jongin" lirihnya.
"Jangan menangis"
"Tidak" dia tersenyum lagi. Dan jantungku berdebar semakin keras.
"Baekhyun" aku menggenggam sebelah tangannya.
"Ya?"
"Maukah kau benar-benar menggantikan posisi Sehun dihatiku? Ini bukan karena kau mirip dengannya dan ini adalah egoku. Bukan Baekhyun. Sungguh aku menyukaimu. Menyukai senyummu. Ayo kita laksanakan permintaan Sehun dengan sungguh-sungguh. Jika kau belum menyukaiku, cobalah seiring berjalannya waktu Baek. Kita akan melalui semuanya bersama-sama"
TBC
.
.
.
.
.
Hai! Aku masih ngelanjutin ff ini ko haha. Aku mau ngepost ff lagi juga wkwk. Jangan lupa tinggalkan review readers sayang~ Aku bener-bener semangat nulis kalo kalian review. Makasih muahhhh.
Congrats deh ah buat oppadeul yang menang 4 penghargaan di MAMA. Saranghaeyo oppadeul.
Semoga rambut D.O cepet diubah deh ah, pendek gitu, gasuka huhu
