Tittle : How Can Be Like This?
Cast : Kim Jongin
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Park Chanyeol as Byun Chanyeol
Wu Yifan
Xi Luhan
Other
Pairing : Kaibaek! Kaihun! Chanbaek! Other
Genre : Drama, Hurt/Comfort
Rate : T
Summary : Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkanku tanpa sebab? Kenapa dia begitu mirip dengamu? Apa aku jatuh cinta lagi? Bagaimana bisa semua ini terjadi?
Warning : This is GenderSwtch! Typo everywhere! Out of Summary! Alur Gaje.
How Can Be Like This?
.
.
.
.
.
"Baiklah, Aku akan mencobanya Jongin" Baekhyun tersenyum lagi. Aku mengecup tangannya yang ada di genggamanku.
"Terimakasih" Baekhyun mengangguk.
"Ngomong-ngomong mengapa kau pindah setelah Sehun pindah? Kenapa kau tidak pindah dari dulu saja?"
"Kuharap kau bisa kupercaya Jongin, maaf menyinggung" raut wajahya berubah menjadi datar.
"Tak apa, ceritakan saja padaku" Dia menghela nafasnya.
"Aku pindah karena aku membantu kakakku menyelidiki kasus pembunuhan Sehun, Jongin" jelasnya.
"Kakakmu seorang polisi?" Dia mengangguk.
"Dia seorang polisi dan well dia juga seorang CEO"
"Wow itu keren"
"Kumohon jangan beritahu siapapun Jongin"
"Tidak, aku janji tidak akan memberitahu siapapun"
"Terimakasih"
"Ada yang sudah kau curigai?" Dia mengangguk.
"Siapa? Mungkin aku bisa membantu"
"Maaf Jongin, aku tidak bisa memberitahumu"
"Tak apa, tidak usah sedih sayang" aku mengusap kepalanya. Dia tersenyum kecil.
"Ini pertama kalinya aku dipanggil sayang oleh namja lain selain kakakku dan Kris"
"Kukira kau sudah punya pacar sebelumnya"
"Tidak, kau yang pertama. Aku tak pernah menerima namja dengan mulut penuh gombalan haha. Itu menjijikkan" dia tertawa dan menampilkan eye smilenya.
"Kau sangat lucu"
"Jongin, kurasa kita harus segera pulang. Matahari sudah tenggelam"
"Baiklah. Ayo biar kuantar" aku segera menarik tangannya.
.
.
.
NORMAL POV
"Kau ingin makan apa hm?" tanya Jongin.
"Aku ingin makan jajangmyeon dan minum jus jeruk saja"
"Baiklah tunggu disini"
"Memangnya aku akan kemana haha" Jongin tersenyum dan segera pergi untuk memesan makanan.
"Ya!" Baekhyun menoleh dan menatap garang seseorang yang tiba-tiba menjambak rambutnya.
"KAU MENGAMBIL JONGINKU! KAU INGIN MATI HAH?" teriak gadis yang menjambak rambut Baekhyun.
"Apa maksudmu? Lepaskan aku Do Kyungsoo!" Baekhyun mencoba menghempaskan tangan Kyungsoo tapi dia terlalu kuat. Semua orang di kantin tidak ada yang mencoba membantu Baekhyun, mereka terlihat ketakutan.
"KAU INI BODOH YA? HAH?"
"APA YANG KAU LAKUKAN DO KYUNGSOO?" Jongin datang dan segera menyentakkan tangan Kyungsoo.
"Jongin berita itu tidak benar kan? Apa yang mereka bicarakan tidak benar kan?" Jongin mengerti maksud pertanyaan Kyungsoo.
"Itu benar Kyungsoo. Aku dan Baekhyun berpacaran mulai kemarin"
"Tidak Jongin kau hanya milikku!"
"Tidak Kyungsoo, maaf aku tidak mencintaimu"
"ARGH" Kyungsoo membanting semua yang ada di meja di hadapannya. Beberapa satpam datang dan menarik Kyungsoo pergi.
"Kurasa benar dia orangnya" cicit Baekhyun pelan.
"Kau bilang apa?" tanya Jongin.
"Ah tidak"
"Dia memang seperti itu. Kurasa kita harus pindah meja dan memesan makanan lagi"
"Tidak perlu Jongin. Kita kembali ke kelas saja"
.
.
.
Sudah seminggu Baekhyun dan Jongin berpacaran. Sejak kejadian di kantin, Baekhyun tak melihat Kyungsoo masuk sekolah. Tapi hari ini dia melihat Kyungsoo yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Dia sedang menggenggam sebuah pulpen dan beberapa buku. Baekhyun tersenyum kecil. Dia berlari dan sengaja menabrak Kyungsoo membuatnya terjatuh.
"KAU TIDAK PUNYA MATA YA?" tanya Kyungsoo garang.
"M-maafkan aku" Baekhyun berjongkok berniat membantu Kyungsoo.
"Kau tidak akan tenang Byun" bisik Kyungsoo. Dia segera bangkit dan pergi meninggalkan Baekhyun dengan seringai di bibirnya. Baekhyun mengambil sebuah plastik dan memasukkan pulpen Kyungsoo yang dia tutupi dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin tangannya ikut menyentuh pulpen itu.
"Gatcha!"
.
.
.
"Baek ayo ke kantin!" ajak Jongin saat bel istirahat berbunyi.
"Kau duluan saja Jongin, aku akan ke ruang guru dulu"
"Ada apa? Perlu kuantar?"
"Tidak! Oh tidak perlu" sanggah Baekhyun cepat. Jongin menautkan alisnya.
"Baikah, segera ke kantin jika sudah selesai, aku duluan"
"Ya, baiklah! Dah!" Baekhyun menghela nafasnya. Dia mengintip keluar dan tidak lagi melihat Jongin, dia buru-buru pergi ke arah yang berlawanan dengan kantin.
"XI-3"
"Nah! XI-4" Baekhyun menengok kearah kelas itu dan dia tidak mendapati seseorangpun disana. Dia tersenyum senang dan segera memasuki kelas itu.
"Kang Jueun"
"Cha Eunsang"
"Go Minam"
"Park Janghyun" Baekhyun berjalan dari meja satu ke meja yang lain sambil membaca nama yang tertempel di meja itu satu-persatu.
"Kim Hyonu"
"Do Kyungsoo!" Baekhyun membuka tas berwarna hitam milik Kyungsoo. Dia menggeledah sampai ke bagian paling dalam dan menemukan sesuatu yang aneh menurutnya, dia mengambil barang itu dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat sebuah pisau lipat kecil.
"Ya tuhan!" Baekhyun segera menaruhnya kembali dan mengambil ponselnya lalu memotretnya.
"Kurasa ini sudah cukup" Baekhyun merapihkan kembali tas Kyungsoo dan segera keluar dari kelas itu dengan sangat shock.
"Apa yang kau lakukan nona Byun?" Baekhyun tersentak saat Jongin tiba-tiba bertanya padanya di depan pintu.
"Jongin"
"Apa yang kau lakukan?" tanya Jongin.
"Kau mencurigai Kyungsoo?" Baekhyun terdiam.
"Iya? Hah? Kau mencurigainya? Kau tahu Baekhyun? Dia memang sedikit gila dan terlihat seperti seorang psycho tapi dia tidak sekeji itu sampai membunuh orang seperti yang kau kira Byun. Dia orang yang baik"
"Bagaimana kalau benar dia yang membunuh Sehun? Bagaimana kalau dugaanku benar? Kau masih akan tetap membela orang yang telah membunuh pacarmu?"
"Aku yakin bukan dia orangnya. Sudah kubilang dia tidak sekeji itu!" nada bicara Jongin berubah menjadi marah. Baekhyun tersenyum tipis.
"Kau tidak percaya padaku? Apa arti hubungan kita kalau kau nyatanya seperti ini padaku?" tanya Baekhyun sinis.
"Aku yakin pada diriku bahwa bukan dia Baekhyun. Kau harus percaya padaku"
"Kau akan lihat nanti Jongin, kau yang benar atau aku yang benar. Kau akan menyesalinya. Kakak perempuanku yang terkenal dermawan dan tidak mempunyai celah sedikitpun saja ternyata adalah seorang pembunuh, bagaimana dengan dia yang sudah terlihat seperti itu?" Baekhyun pergi meninggalkan Jongin yang terpaku dengan ucapan Baekhyun.
.
.
.
Jongin mencoba mengejar Baekhyun yang sudah pulang terlebih dahulu. Dia kira Baekhyun belum begitu jauh tapi Baekhyun sudah tidak ada di depan gerbang sekolah. Dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Baekhyun tapi berkali-kali dia menelfon gadis itu yang dia dengar hanya suara seorang wanita yang berkata bahwa nomor yang dituju sedang sibuk. Jongin benar-benar panik. Dia segera mencoba menghubungi Kris.
"Ne Jongin-ah ada apa?" Tanya suara Kris diseberang sana.
"Apa Baekhyun pulang bersamamu?"
"Tidak, dia bilang dia ingin berkunjung ke toko roti milik temannya. Tak usah khawatir Jongin. Dia tadi menelponku" Jongin menghela nafas lega mendengar ucapan Kris.
"Baiklah. Terimakasih Hyung"
.
.
.
Jongin datang telat hari ini. Dia sampai di sekolah pukul 7.40. Tapi dia heran. Jam segini gadis itu belum ada di bangkunya?
"Kenapa dia? Apa dia sakit?" Jongin duduk di kursinya.
"Ah mungkin saja dia telat"
Bel sudah berbunyi sejak 1 jam lalu, pelajaran sudah dimulai tapi gadis itu belum juga datang dan duduk di bangku yang ada disebelahnya. Jongin sudah bertanya pada Suho, sang ketua kelas tapi dia juga tidak mendapat informasi kenapa gadis itu tidak datang ke sekolah.
Bel istirahat berbunyi dan Jongin buru-buru keluar dari kelasnya lalu berlari menuju kantin. Tidak, dia tidak lapar. Dia butuh seseorang saat ini, karena dia benar-benar kalut.
"Kris Hyung!" Jongin segera menghampiri bule tinggi itu.
"Jangan tanya aku dimana Baekhyun karena bahkan akupun tidak tahu dimana dia"
"Apa maksudmu hyung?"
"Dia hilang Jongin. Baekhyun hilang. Dia tidak pulang kerumahnya. Dia juga tidak datang ke toko roti temannya"
"Jangan bercanda padaku Hyung!"
TBC
.
.
.
.
.
Makin gaje ya ceritanya? Haha. Bentar lagi end ko dan aku bakal post ff aku yang baru. Don't forget to review juseyo~
