Tittle : How Can Be Like This?

Cast : Kim Jongin

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Oh Sehun

Park Chanyeol as Byun Chanyeol

Wu Yifan

Xi Luhan

Other

Pairing : Kaibaek! Kaihun! Chanbaek! Other

Genre : Drama, Hurt/Comfort

Rate : T

Summary : Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkanku tanpa sebab? Kenapa dia begitu mirip dengamu? Apa aku jatuh cinta lagi? Bagaimana bisa semua ini terjadi?

Warning : This is GenderSwitch! Typo everywhere! Out of Summary! Alur Gaje.

How Can Be Like This?

.

.

.

.

.

"Baekhyun mengambil pulpen miliknya beberapa hari lalu. Kami sedang menyocokkan sidik jari miliknya dengan sidik jari yang ada di pisau itu Jongin. Hasilnya akan keluar besok atau lusa. Baekhyun bilang dia juga kemarin menggeledah tas Kyungsoo dan dia mendapatkan sebuah pisau lipat didalamnya"

"Jongin, kuharap kau bisa membantu kami. Maaf. Tapi kami saat ini juga mecurigai Kyungsoo sebagai tersangka. Jika kami mengirim tim kami untuk mengekorinya itu akan sangat mencurigakan. Bisakah kau memata-matai Kyungsoo untuk Baekhyun?"

"Aku tahu ini berat, mengingat Kyungsoo adalah sahabatmu"

Ucapan Chanyeol kemarin masih terus mengiang-ngiang dengan indahnya di telinga Jongin. Jongin ingin mempercayainya tapi lagi-lagi ia berpikir 'Apakah iya Kyungsoo sekejam itu?'. Tapi dia sudah berjanji pada Chanyeol untuk Baekhyun.

"Ya tuhan bagaimana keadaan Baekhyun saat ini?" Jongin menghela nafasnya, dia mengacak rambutnya frustasi.

"Aku merindukanmu Byun Baekhyun" bisik Jongin sedih.

"Bukankah itu Kyungsoo?" Jongin menyipitkan matanya untuk melihat gadis yang sedang berjalan sambal membawa tasnya.

"Kenapa dia pergi dari sekolah jam segini? Ini kan belum waktunya pulang sekolah" Jongin segera berlari ke dalam kelasnya lalu berlari kembali keluar sambil membawa ranselnya mengikuti arah gadis tadi.

"YA! KIM JONGIN! KAU MAU KEMANAAA!?" Jongin tidak mempedulikan suara teriakan nyaring Suho. Dia benar-benar harus pergi sekarang. Dia akan menerima konsekuensinya besok. Yang terpenting sekarang dia harus mengikuti Kyungsoo, sekarang juga. Ya, dia harus mengikuti gadis itu untuk membuktikan segalanya. Jongin memasang topi hoodienya dan berjalan dengan langkah yang sangat hati-hati 30 meter dibelakang gadis itu.

.

.

.

KYUNGSOO POV

Aku berjalan dengan santai sambil membawa ranselku keluar dari sekolah. Ini sudah biasa untukku. Semua orang tak akan berani menghentikanku. Aku tidak peduli dengan amukan para guru-guru gila itu. Aku bosan. Aku benar-benar butuh hiburan dan kurasa aku bisa bermain dengan Byun Baekhyun sang yeoja jalang tak tahu diri itu. Sepertinya wangi darah segar cukup untuk memperbaiki moodku. Aku melihat mini cooper hitam milik ibuku yang terparkir di dekat persimpangan. Aku segera menaiki mobil milik ibuku itu.

"Mana Ibu?" tanyaku pada supir ibuku yang berada di kemudi.

"Dia ada dirumah nona. Apa anda ingin bertemu dengannya?"

"Antarkan aku ke tempat biasa" Dia tidak berbicara lagi. Dia segera menyalakan mesin mobil dan segera melajukan mobil. Ponselku berbunyi tanda ada pesan masuk.

'Kuharap ini kali terakhir kau berbolos nona Do. Atau kau tidak akan bisa masuk sekolah lagi bulan depan'

Aku memutar bola mataku malas. Pesan tidak bermutu dari Seokjin si tua bangka tukang memerintah. Dia pikir aku takut dengan ancamannya? Beribu kali dia mengancamku, itu tidak berguna untukku. Dikeluarkan sekolah? Bah! Memangnya dia pikir aku butuh sekolah? Kalau tidak untuk bertemu Jongin aku juga tidak akan bahkan aku tidak punya niat sama sekali untuk pergi ke sekolah.

"Depan belok kanan" ucapku pada supir ibuku itu.

"Tapi nona, ke kanan itu arah ke apartment nona"

"Kau ingin kucabik? Kita diikuti bodoh" Dia segera mengikuti perintahku untuk berbelok kearah kanan setelah traffic light berubah menjadi warna hijau.

Hell. Untung saja aku segera menyadari bahwa aku sedang diikuti. Kalau tidak habislah aku. Terimakasih tuhan, aku tahu kau sangat menyayangi malaikat kecilmu ini.

.

.

.

JONGIN POV

Sebenarnya kau mau kemana Do Kyungsoo? Kumohon jangan bermain-main. Ya tuhan. Semoga dugaan Chanyeol hyung salah. Kumohon Tuhan.

"Jalan saja terus Pak" ucapku pada sang supir taxi saat melihat Kyungsoo yang turun dari mobilnya tepat didepan apartmentnya. Aku turun dari taxi yang kutumpangi tepat didepan sebuah minimarket tak jauh dari apartment Kyungsoo. Aku memasuki minimarket itu untuk membeli makanan. Aku benar-benar lapar.

"Dia pulang kerumahnya?" bisikku pelan. Dia pulang ke rumahnya? Sebenarnya apa maunya? Kenapa tadi dia tiba-tiba berbelok kearah kanan? Bukankah tadi dia akan belok kearah kiri? Apa jangan-jangan dia memanipulasi semuanya? Dia menipuku? Aku segera berlari keluar dan menyebrangi jalan tanpa melihat kearah kiri dan kanan dan tiba-tiba saja tubuhku terpental, aku melihat semuanya, aku lihat mini cooper hitam yang tadi ditumpangi Kyungsoolah yang menabrakku. Lalu kurasakan kepalaku terbentur tiang dengan sangat keras. Aku lihat semua orang berlari kearahku dan aku tak sanggup lagi.

.

.

.

NORMAL POV

Baekhyun mendengar bunyi langkah kaki seseorang mendekatinya. Dia tahu betul siapa orang itu. Dia dapat menebak dengan tepat sasaran dengan sekali tebakan. Ya, siapa lagi jika bukan Do Kyungsoo.

"Oh betapa aku merindukanmu manis" Kyungsoo mencengkeram wajah Baekhyun yang bisa dibilang sangat berantakan dengan sangat keras. Goresan pisau dan luka memar bekas pukulan Kyungsoo menghiasi seluruh permukaan wajahnya. Baekhyun merasakan sakit yang luar biasa tapi dia hanya diam.

"Bangun kau!" Kyungsoo menampar keras pipi kanan Baekhyun membuat luka di wajahnya yang baru saja kering kembali basah dengan darah. Dia menjilat jarinya yang terkena darah Baekhyun.

"Oh nikmat sekali!" seru Kyungsoo senang. Baekhyun mengangkat kepalanya yang semula menunduk lalu tersenyum mengejek pada Kyungsoo tanpa membuka matanya.

"APA KAU HAH! SEPERTI ORANG GILA SAJA!" bentak Kyungsoo setengah berteriak.

"Bukannya kau yang gila nona Do?" Baekhyun membuka suaranya. Suaranya terdengar begitu lemah. Bayangkan saja, selama hampir 3 hari dia dikurung disini tanpa makan dan terus dianiaya oleh gadis yang dianggapnya iblis. Sebenarnya Kyungsoo memberinya makanan, tapi Baekhyun tidak ingin memakan makanan dari tangan kotor Kyungsoo. Tidak akan pernah.

"Kau yang gila! Jangan berani-beraninya mengatai bahwa aku gila!" Kyungsoo menarik rantai yang melilit mengikat tangan Baekhyun dan membuat Baekhyun meringis.

"Jangan berani-berani melawanku atau kau akan merasakan akibatnya sayang" Sebelah tangan Kyungsoo yang tidak menarik rantai mencubit pipi kanan Baekhyun menyebabkan darah dipipinya semakin mengalir dengan deras.

"Memangnya kau siapa hah? Aku tidak takut denganmu!"

"Aku? Aku Do Kyungsoo! Nyawamu berada ditanganku. Jika kau melawanku aku akan mencabut nyawamu"

"Kau bukan malaikat pencabut nyawa suruhan Tuhan nona Do Kyungsoo" Kyungsoo berbalik saat mendengar suara orang lain selain Baekhyun lalu dia melihat seorang namja tinggi berdiri 5 meter di belakangnya.

"Siapa kau?" desis Kyungsoo. Lelaki itu maju selangkah dan Kyungsoo segera mengeluarkan pisau lipat miliknya.

"Jangan berani-beraninya mendekatiku!" Mata Kyungsoo menyalang marah. Siapa namja ini? Apakah dia malaikat penyelamat Baekhyun? Namja itu terus maju begitupun dengan Kyungsoo dan saat mereka semakin dekat Kyungsoo mengangkat tangannya dan melayangkan pisau itu kearah namja itu.

"TIDAKKKK! OPPAA!" Baekhyun yang lemah berteriak sekuat tenaga. Dia menutup matanya. Ya tuhan.

"ARGHH!" Baekhyun kembali membuka matanya saat mendengar teriakan marah Kyungsoo. Dia melihat Kyungsoo yang meronta-ronta dengan borgol ditangannya. Namja tadi mendekati Baekhyun dan memeluknya.

"Tak apa sayang. Tenanglah. Oppa disini" ucap namja itu.

"Aku benar-benar tak sanggup lagi Chanyeol oppa"

.

.

.

Chanyeol membawa Baekhyun dengan mobilnya menuju rumah sakit. Dia melajukan mobilnya layaknya orang yang kerasukan setan. Dia tidak peduli jika dia yang notabenenya adalah seorang polisi melanggar lalu lintas, ini benar-benar darurat. Nyawa adik kesayangannya berada ditangannya. Dia harus segera ditangani oleh dokter. Kyungsoo sudah dibawa oleh teman-temannya ke kantor polisi. Jika tidak ingat bahwa Kyungsoo adalah gadis yang merupakan sahabat Sehun dan Jongin dia mungkin sudah menembaknya karena dia sudah hampir membunuh adiknya.

"Bertahanah Baek, kumohon, hanya kau yang aku punya" Chanyeol mengusap kepala Baekhyun dengan tangan kirinya. Dia mengambil ponselnya dan mencoba menelfon Jongin namun telfonnya tidak aktif.

"Ya tuhan dimana kau Jongin?"

Sesampainya dirumah sakit Chanyeol memarkir asal mobilnya dan segera menggendong Baekhyun dengan berlari. Baju kerjanya sudah terkena darah Baekhyun. Dia tidak peduli, yang penting Baekhyunnya harus selamat.

"SUSTER! CEPAT TOLONG ADIKKU!" Chanyeol belum pernah berteriak seperti ini. Ini adalah pertama kalinya dia berteriak seperti ini. Para perawat disana segera membawa brankar. Chanyeol segera menaruh Baekhyun diatas brankar itu dan para perawat segera membawa Baekhyun menuju ruang operasi. Chanyeol baru saja akan melangkahkan kakinya tapi dia melihat seorang namja yang dia kenali baru saja datang dengan keadaan tidak baik-baik saja diatas brankar. Dia segera menghampiri namja itu.

"Jongin!"

TBC

.

.

.

.

.

neli amelia , Bee Coco Kita harus banyak berdoa biar Baekhyun baik-baik aja:')

baekkai , puppyb Kyungsoo udah dibawa ke kantor polisi ko, jangan lupa liat kelanjutannya ya^^

1004baekie Kekeke, Kyungsoo bakal dapet yang setimpal ko

Baeks06 , Tania3424 , kkamjong Makasih sarannya Btw aku juga suka banget kaibaek loh keke

wika Ini udah diupdate, semoga suka^^

babyjunma Makasih!^^ Kita doain aja semoga Baek bisa diselamatkan

HUWAA Makasih banyak bgt buat kalian-kalian para readers dan reviewers! Sekali lagi makasih banyak. Selamat tahun baru! Semangat sekolah buat yang udah masuk!^^ Ditunggu review selanjutnya~~