Huang Family Part 2

.

.

.

" Hoekk " renjun menatap jeno yang kini berlari ke arah wastafel, dirinya ikut menyusul jeno

dan memijat leher istrinya

jeno pun membersihkan bekas muntahannya, dan menatap renjun sendu.

" kau baik - baik saja sayang ? " tanya nya cemas, karena wajah jeno pucat sekali

jeno menatap renjun lekat sebelum kedua tangannya bertengger di bahu renjun

dan

Brukk

Jeno pingsan di pelukan Renjun,

" astaga aku tak pernah menyangka akan seburuk ini " sesal renjun,

Ya renjun memang merasa senang karena jeno kini hamil anaknya, tapi

Jeno tetaplah manusia, dan ia setengah vampir. Bagaimana pun ini semua takkan terjadi jika bukan karena malam itu,

#Flashback

" ARGHHHH " Jeno, pemuda dengan rambut coklat itu merasa merinding saat mendengar ringisan kesakitan seseorang. ia pun mengedarkan pandangannya, mencoba mencari asal suara itu.

saat ia menatap ke arah suara itu

Astaga

ia melihat seorang pemuda berambut dark sedang menghisap darah seorang perempuan dengan pakaian terbuka,

Jeno menutup mulutnya kaget, ia merasa kakinya lemas dan

Brukk!

pemuda yang meminum darah perempuan tadi segera melempar perempuan yang sudah meninggal itu ke sembarang arah,

jeno melihat namja itu sudah menghilang entah kemana,

namun jantungnya berdetak kencang tatkala seseorang berbisik di telinganya.

" Kau mau tutup mulut atau ingin nasibmu sama seperti perempuan tadi "

Mata jeno membola kaget, sedangkan namja itu menyeringai.

" Hm, darahmu sangat manis sayang. boleh aku mencicipinya hm ? " tawar renjun yang kini mendekatkan wajahnya pada wajah jeno, jeno menggeleng

tidak! dia tidak siap mati! dia belum mau mati, menikah saja dia belum. memikirkan itu semua membuat mata jeno memerah, dan butiran air mata berlomba - lomba turun dari iris coklatnya

" Lepaskan aku hiks kumohon " isak jeno, renjun menggeleng. masih dengan seringai menyeramkannya ia mendekatkan bibirnya ke arah leher jeno

" tidak sayang, namja manis sepertimu harus 'kucicipi' terlebih dahulu " lalu renjun pun menggigit leher jeno.

" ARGHHH! T-TIDAKKK " setelahnya jeno merasa lehernya terbakar dan darahnya mengalir dengan deras yang ia selanjutnya adalah, renjun menghisap kuat lehernya.

" Eo-mma " lirihnya sebelum semuanya gelap

TBC