Ohshyn76:

Gomen ne, chapter yg lalu termasuk juga yang ini, pendek, cuma 2.6K word. Kehabisan ide soalnya :D. Satu lagi Hikari itu mirip Sasuke 100,1 persen, semuanya, termasuk jutsu-jusunya. Dan dia bukan itachi.

Dewazz :

Soal hubungan darah, emang gak ada… lalu kenapa bisa mirip… uhmmm… gimana ya, pantengin aja terus OK, karena mungkin entar ane minta bantuan tentang masalah ini :v .

risnusaki :

he..he..he.. di sesuaiin sama julukannya sih. Dan soal lemon sasusaku ada kok, tapi nggak tahu chap berapa, belum nemuin momen yang pas sih.

Dan Btw, julukanmu sama si kembar itu bagus yah, kedengaran lebih sangar dan lebih cocok.. Si Kembar Gila Sex… keren bangat.

.

.

.

The Puppet Master

...

...

...

Sakura masih menikmati kecupan dan berubah menjadi lumatan dari Sasuke. Ia mulai mendesah, nafasnya memburu, bukan lagi karena kelelahan, tapi sensasi ciuman yang ia dapatkan.

Sasuke tiba-tiba menarik pedangnya.

Wuss!

Sakura menyadari adanya serangan yang di tujukan padanya. Maka ia pun segera menjauh dari Sasuke.

"Sasuke, kau kenapa?" jerit Sakura. ia bingung kenapa Sasuke tiba-tiba ingin membunuhnya, "Kau bercanda kan?"

Nampak mulut Sasuke seperti terkunci, tapi dari tatapan matanya. Nampak kalau ia sedang menghawatirkan Sakura. Bahkan memberi peringatan kalau Sakura harus menjauh.

Lagi-lagi Sasuke menerjang sambil mengayunkan pedangnya.

"Hentikan Sasuke, ini tidak lucu" bentak Sakura sambil terus menghindari serangan Sasuke yang di lancarkan.

Berkali-kali teriakan Sakura terdengar untuk menyadarkan Sasuke. Tapi sama sekali tidak memberikan pengaruh pada Sasuke. Malahan Sasuke semakin gencar menyerang Sakura.

Sakura buru-buru menyadari kalau Serangan Sasuke bukanlah keinginannya. Jikalau Sasuke memang ingin membunuh Sakura. Tidak perlu bagi Sasuke untuk melakukan serangan biasa. Tapi cukup dengan menggunakan gerak kilat. Dan satu lagi, Sakura yakin kalau Sasuke masih mencintainya.

"Hmmm...hmmm..mmm" Sasuke cuma terdengar menggumam panjang dan kedengaran ingin berteriak.

Sambil bergumam seperti tadi, tubuh Sasuke terus bergerak melakukan serangan pada Sakura. Semua otot di tubuh Sasuke memang sudah di kendalikan oleh seseorang.

"Sasuke" setengah berbisik, tapi masih di dengar sasuke, "Kau di kendalikan?" tanyanya sambil terus berlompatan menghindari serangang Sasuke.

Wutt!

Tubuhnya gencar menyerang sambil Sasuke mengangkat alis, memberi isyarat kalau apa yang di katakan Sakura benar.

"Kau tahu di mana orangnya?" Sakura bertanya sambil membungkukan badan, sehingga tebasan Sasuke lewat satu jengkal di atas kepalanya.

Sungguh beresiko sekali apa yang di lakukan oleh mereka berdua. Mengobrol dengan tubuh yang bertarung. Terutama Sakura, dia yang paling beresiko, selain karena ia memang tidak berniat membalas serangan Sasuke. Beruntung karena Sakura cukup berpengalaman, ia masih bisa menjaga konsentrasi. Dan lagi pula, gaya bertarung Sasuke, tidaklah seperti biasanya, sedikit kaku.

Mendengar pertanyaan Sakura, Sasuke menggulirkan bola matanya. Sakura mengerti kalau Sasuke bisa merasakan hawa keberadaan orang yang mengendalikan tubuhnya sesuai keinginan pengendali.

Sambil terus menghindari serangan Sasuke, Sakura mencari-cari pengendali Sasuke.

Wuuts!

Sakura memiringkan badan mengelakan tebasan sasuke.

"Haaat!"

Sakura melompat menghindari tebasan Sasuke yang mengarah ke perut dan dada. Di saat itulah Sakura melempar beberapa kunai menghujan ke arah salah satu pepohonan yang berdaun rimbun.

Wusss! Wuss!

Kunai yang di lempar Sakura meluncur deras.

Prass! Crap! Crap!

"Akh!"

Terdengar jeritan kaget dari arah pepohonan, sasaran lemparan Sakura tadi.

Usai terdengar jerit tertahan tadi tampaklah sosok yang melompat menjauh dari pohon sasaran Sakura tersebut.

Karena di kagetkan oleh serangan Sakura padanya, string gaib yang mengikat Sasuke terlepas. Maka hal itu pun di manfaatkan Sasuke.

Dengan secepat kilat ia mengarahkan serangan pada sosok yang mengendalikan dirinya.

Trak!

Sebelum serangan Sasuke sampai pada pengendalinya. Satu sosok lagi berhasil menghalau Sasuke. Ternyata sosok yang menghalangi Sasuke barusan adalah boneka kayu yang mirip dengan orang yang akan di serang Sasuke.

Sasuke segera melompat mundur. Dan menyiapkan serangan berikutnya.

"Sakura, menjauh dari sini, segeralah bersembunyi!" perintah Sasuke tak lepas dari kesiagaannya.

"Tapi.."

"Jangan membantah!" Tegas Sasuke, "Sebelum dia mengikatmu, dan membuat kita bertarung. Dengar! Keadaan tidak akan sama"

Dengan berat hati Sakura segera berkelebat menjauh. Ia segara mencari posisi yang tepat. Dan tetap mengawasi Sasuke.

Sasuke mengamati pemilik boneka dan bonekanya. Boneka kayu itu memang di buat sangat mirip dengan penngunanya. Dan yang membedakan adalah boneka itu memegang sebilah pedang.

Sasori di tempat lain menggerakan tangan kirinya mengarah pada Sasuke.

Sasuke memutar tubuh sambil menyabet pedangnya seperti menahan sebuah serangan.

"Aku sudah tahu trik murahanmu, kau mengulurkan benang yang tidak terlihat. Tapi sayangnya aku bisa merasakan aliran benangmu jika kau ingin mengikat dan mengendalikanku" Sasuke menyunggingkan senyum sinis. "Itu tidak akan terjadi lagi, cobalah kalau kau bisa"

Merasa yakin kalau Sasuke bisa mengatasi string gaibnya, Sasori segera menggerakan salah satu jarinya sehingga boneka mirip Sasori berdiri di depan Sasuke, seolah-olah dia yang mewakili Sasori bertarung.

"Kenapa kalian mengincar Sakura" Sasuke menatap tajam Sasori yang juga sedang mentapnya dengan tatapan tak kalah menusuk.

"Kau benar-benar penghianat bajingan!" Geram Sasori pada Sasuke.

Mendapati Sasori menggeram padanya, Sasuke menautkan alis. Tapi ia tidak mau tahu penyebabnya apa.

"Tapi baguslah. Dengan demikian ini akan kujadikan bukti kalau kau pantas untuk di singkirkan dan dia milikku" tanpa menunggu lama, Sasori langsung menggerakan boneka yang mirip dirinya.

Sama halnya dengan Sasori, Sasuke juga sudah tidak sabar ingin merubuhkan Sasori yang juga ingin membunuh Sakura.

Sebelum serangan boneka Sasori mencapai Sasuke

Setchs!

Sasuke menggunakan Gerak Kilatnya, ia tiba-tiba saja muncul di atas kepala Sasori.

Wut!

Trang!

Boneka lain yang di kendalikan Sasori tiba-tiba pula muncul dan menahan serangan Sasuke. Boneka itu balas menyerang Sasuke. Dan yang membuat Sasuke kesusahan menghajar boneka itu karena boneka itu melayang. Sehingga pergerakannya lebih bebas.

Setiap kali Sasuke mengarahkan serangannya pada Sasori. Di saat yang bersamaan pula boneka itu menghadang dan melakukan serangan balik pada Sasuke.

Boneka kayu milik Sasori langsung meggebrak, dengan sangat cepat. Pedang yang di tangannya menebas ke kiri dan ke kanan.

Wiss! Wis!

Kecepatan boneka itu bukan main.

Trang! Trang!

Serangan bertubi-tubi dari boneka itu, di mata Sasuke yang terbiasa dengan kecepatan, hal itu masih bisa di ikuti dengan mata dan masih bisa di papaki.

Wus!

Sebuah sabetan menuju leher Sasuke.

Kali ini Sasuke juga bergerak lebih cepat, kakinya melayangkan tendangan cepat dan kuat pada bagian perut pada boneka.

Brak!

Leher Sasuke selamat, boneka yang di tendang Sasuke pun hancur berantakan.

Melihat penghalang serangan pada Sasori sudah hancur.

Maka buru-buru Sasuke melancarkan gerak kilatnya menuju Sasori.

Wutt!

Trang!

Lagi-lagi Sasori selamat karena sebuah boneka kembali menahan serangan Sasuke.

Sasuke heran, boneka yang tadi sudah hancur, kini kembali utuh. Sasuke tidak berpikir lama ia melayani serangan Boneka Sasori.

"Kagutsuchi"

Swoss!

Brakk!

Boneka milik Sasori hancur berantakan. Tapi itu hanya sebentar, Sasuke bisa melihat, bagaimana boneka yang sudah hancur itu kembali berbentuk seperti semula.

Mata Sasuke membulat, Sasori kembali memunculkan boneka lain, meski bentuknya sederhana.

"Aku bisa membuat boneka sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat" ujar Sasori sambil menatap Sasuke.

Setchs!

Brak!

Kembali boneka yang baru tadi di terjang oleh Sasuke hingga hancur berkeping. Dan sama halnya dengan boneka sebelumnya, boneka yang baru itu kembali berbentuk seperti semula.

Blass..blass!

Kembali Sasori memuncukan dua boneka lain, jadinya kini Sasuke harus menghadapi empat boneka yang jika di hancurkan akan utuh kembali.

"Apakah masih kurang?" Sasori menatap Sasuke dengan penuh kebencian.

Blass..blass...!

Muncul lagi boneka-boneka lain, kini sudah berjumlah delapan. Wajah boneka-boneka itu masih polos, belum di bentuk menyerupai wajah manusia, seperti boneka pertama.

Boneka-boneka itu baru menyerupai sosok tubuh manusia.

Sakura kembali dari tempat persembunyiannya dan kini berada di samping Sasuke.

"Sakura, apa yang kau lakukan, segeralah bersembunyi" seru Sasuke.

"Orang ini sepertinya mengincarku, seperti beberapa orang yang sebelumnya. Aku tidak ingin kau bertarung sendirian" bantah Sakura.

Sasuke mendesah nafas. Sakura, jika mau melakukan kehendaknya, sangat susah untuk di hentikan.

"Hn.. hati-hati" meski terdengar mengizinkan, namun dari nadanya menunjukan rasa khawatir. Salura menganngguk perlahan.

"Satu lagi, hati-hati pada serangan string dari pria itu. Tidak terlihat memang, tapi masih terasa. Adanya desiran halus ketika stringnya akan mengikatmu" Sasuke kembali meperingatkan.

Kedelapan boneka itu berputaran mengelilingi Sasuke dan Sakura, sambil melayang-layang. Sasuke heran, tapi ia tidak bisa berpikir lama, karena lingkaran yang di buat oleh delapan boneka itu makin mengecil.

Sratt!

Suara pergesekan kayu dan terdengar seperti kayu yang di pukulkan satu sama lain ketika boneka-boneka itu mulai bergerak menyerang.

"Sakura! awass!"

Seru Sasuke saat salah satu boneka itu melakukan serangan pada Sakura.

"Yeaah!"

Sakura juga tidak tinggal diam. Cepat pedangnya berkelabat menebas. Sayangnya, gerakan boneka itu lebih cepat. Tangan yang tadi hendak di gunakan untuk mencengkeram, tiba-tiba berputar dengan sangat cepat.

Wutt!

Dengan gerakan manis, Sakura memutar tubuh dengan kuda-kuda rendah. Saat itu kaki kanannya mencelat naik menuju bagian perut boneka. Tapi itu hanya tipuan. Begitu boneka itu hendak menebaskan tangan mengahalau kaki Sakura. Dengan cepat,Sakura menarik kakinya. Dan kini di ganti dengan sambaran pedang.

Brak!

Boneka itu hancur berkeping-keping. Tapi itu hanya sekejap, sedetik kemudian, boneka itu kembali utuh. Mata Sakura membulat besar.

Belum hilang rasa terkejut Sakura. si boneka yang sudah utuh lagi tiba-tiba menyerang.

Plak!

"Aah!"

Sakura terpekik mundur, bahkan pergelangan tangannya terasa nyeri ketika berbenturan dengan tangan boneka.

"Haiit!"

Sakura harus berjumpalitan ketika Si Boneka kembali menyerang dengan jari-jari lurus yang dirapatkan.

Sakura terus melenting dan berputaran beberapa kali, menghindari serangan Boneka yang seperti saja manusia hidup.

Sasuke bergerak hendak melindungi Sakura, tapi di halangi oleh boneka lain.

Wuss!

Brak! Brak!

Sasuke mengerahkan Kagutsuchi-nya, pada boneka yang menghadangnya. Dan sama seperti sebelumnya. Boneka itu hancur, tapi dalam sekejap saja kembali utuh.

Di tempat lain, Sasori si pengendali boneka, merasa harus menyingkirkan Sasuke terlebih dahulu. Maka ia pun mengendalikan kedelapan bonekanya menuju Sasuke, yang lebih tepatnya sasori sangka adalah Hikari.

"Aahh?!"

Seruan kaget dari Sakura. Hatinya kontan berdebar ketika bayangan maut menghampiri kekasihnya.

Sasuke mengusap pedangnya dari pangkal keujung. Sehingga pedangnya tampak di selubungi api hitam.

"Haitt!"

Blarr!

Salah satu boneka milik Sasori hancur ketika Sasuke mengayunkan pedangnya.

Sasori hanya tertawa melihat bonekanya hancur, ia tak perlu khawatir karena lagi-lagi boneka-boneka itu utuh dan kembali seperti semula.

Sakura yang tidak mau melihat Sasuke bertarung sendirian, maka ia pun meluncur ketengah-tengah arena pertarungan.

Brak! Brak!

Pukulan dan sabetan pedangnya menghancurkan dua boneka di antaranya. Boneka itu utuh kagi dan kembali menyerang Sakura.

Wuss!

Brak!

Sasuke berhasil melindungi Sakura dari boneka yang satu-satunya mirip manusia, yang hendak memenggal Sakura.

Melihat kemampuan boneka dan Sasori, Sasuke segera menarik Sakura dan menjauh dari arena pertarungan. Tapi mana mau Sasori si pengendali boneka membiarkan begitu saja. Jari jemarinya di gerak-gerakan, sehingga hasilnya, para boneka itu juga berkelebat cepat mengejar Sasuke dan Sakura.

Sasuke melompat kesana kemari menghindari terjangan boneka Sasori sambil memeluk pinggang Sakura.

Sets!

Blarkk!

Lagi-lagi Sasuke harus mengayunkan pedangnya kekiri dan kekanan menebas setiap boneka yang mendekat menyerang seperti tiada henti.

Setiap kali ada yang mendekat maka Sasuke menghancurkan dengan sekali tebas.

"Turunkan aku" bisik Sakura yang merasa hanya menjadi beban Sasuke saat bertarung.

Blarkk!

Sasuke mengayunkan pedangnya ke sisi kanan.

"Aku bisa bertarung!" Kali ini suara Sakura sedikit meinggi.

Mendengar nada kesungguhan dari Sakura, dengan berat hati Sasuke menurunkan Sakura.

Kembali Sasuke dan Sakura terpaksa bahu membahu menghadapi serangan boneka milik Sasori. Setiap kali Sakura lengah, Sasuke melindungi.

Sasuke merasa bertarung dengan boneka yang tidak bisa di hancurkan itu hanya membuang tenaga. Maka Sasaran Sasuke beralih pada Sasori.

Slatchs!

Sasuke muncul dihadapan Sasori dengan menggunakan Gerak Kilatnya.

Blar!

Luar biasa, Sasori yang tidak bisa bergerak cepat kilat seperti Sasuke, tapi masih bisa mengikuti gerakan Sasuke. Maka ketika Sasuke muncul di depannya. Sasori melindungi dirinya dengan boneka lain.

"Aakh!"

Jeritan kesakitan terdengar dari mulut Sakura yang sempat Sasuke tinggalkan ketika menyerang Sasori.

Sasuke membelalakan mata, ia melihat Sakura dengan nafas terengah-engah, sambil memegangi tulang rusuknya. Sepertinya salah satu boneka milik Sasori berhasil mendaratkan serangannya pada tubuh Sakura.

Swos!

Sasuke terpaksa menebas dengan menggunakan Jutsu Kagutsuchinya ketika salah satu boneka milik Sasori hendak menikam Sakura.

Kesempatan ini tidak di sia-siakan Sakura. ia pun segera melompat menjauh. Ketika sudah merasa aman, Sakura kembali pada posisi siap bertarung. Nafasnya kian memburu.

Sasuke terpaksa mengabaikan Sasori dan kembali pada membantu Sakura.

"Yeaat!"

Kedelapan sosok boneka itu melesat kearah Sasuke berturut-turut. Sambaran pukulan bercicitan menandakan hebatnya serangan itu.

Sasuke tidak gugup. Ia pun berkelebat laksana kilat menyambut di antara serangan itu. Sebentar Saja pertempuran maut terjadi. Dan pemandangan seperti dari awal terjadi lagi, setiap kali Sasuke pukulan, tendangan atau sabetan pedang Sasuke menghancurkan boneka. Maka dalam sedetik, boneka-boneka itu kembali utuh.

Pedang di tangan Sasuke yang terselubung api hitam kelihatan seperti tambah panjang.

Wuss!

Hanya sekali tebas, kedelapan boneka itu hancur secara bersamaan. Hal ini mengagetkan Sasori. Dalam pada saat yang bersamaan. Sasuke menggunakan jutsu Gerak Kilatnya sambil menusukan pedangnya menuju Sasori.

Salah satu boneka yang mirip Sasori mencoba menghalau serangan Sasuke.

Prak!

Pedang Sasuke tembus melewati tubuh Boneka tadi.

"Kagutsuchi"

Bentak Sasuke, dan hasilnya, sebuah api hitam keluar dari ujung pedang Sasuke. Pedang itu kelihatan makin panjang terus meluruk menuju Sasori.

"Aaakh!"

Sasori tidak sempat menghindar, ia sama sekali tidak menduga Sasuke bisa menyerangnya dengan cara seperti itu. Api hitam itu menembus bagian belikat Sasori. Panas dari api hitam tidak bisa ia tahan lagi. Merasa tidak sanggup lagi bertarung, Sasori berniat melarikan diri.

Karena boneka milik Sasori bisa melayang, maka Sasori terpaksa menggunakan bonekanya untuk melarikan diri.

Sasuke tidak berniat mengejar, selain karena ia sudah kelelahan, ia juga khawatir pada Sakura. Sasori pun bisa lolos.

Sasuke mengambil nafas panjang melihat Sasori sudah melarikan diri.

"Sakura" Sasuke segera memeluk Sakura, "Kau tidak apa-apa?"

Sakura hanya mengangguk sambil menatap wajah Sasuke yang penuh kekhawatiran. Meskipun Sakura kelihatan meringis, tapi senyumnya tetap ia sunggingkan.

Sasuke kembali memeluk Sakura, di ciuminya pucuk kepala itu berkali-kali.

...

-SSS-

...

Sasori tiba di depan rumah Tsunade sambil memegang bahu kanannya yang masih mengeluarkan darah. Tangan kanannya kelihatan menjuntai kebawah karena persendian bahunya tertembus api hitam milik Sasuke.

Ia mulai melangkah terseok-seok menuju halaman rumah Tsunade.

Brukk!

Sasori tiba-tiba rubuh di halaman rumah Tsunade, selain karena kelelahan. Ia juga terlalu banyak mengeluarkan darah, belum lagi rasa panas dan perih dari luka di bahunya.

"Ukh!"

Lenguhan Sasori yang telah bangun dari pingsannya.

"Kau sudah bangun kawan" sangat jelas di telinga Sasori kalau suara yang berkata barusan adalah suara milik Jiraiya.

Sasori membuka mata perlahan. Matanya di kedip-kedipkan. Matanya meneliti sekujur tubuhnya, tampak bahunya telah di balut dengan perban. Ia mencoba menggerakan tangan kanannya tapi ia dapatkan adalah rasa sakit, terutama pada sambungan belikatnya.

"Siapa yang melukaimu Sasori" suara seperti alunan melodi terdengar kembali oleh Sasori. Suara yang begitu ia cintai, Tsunade.

Sasori menoleh pada Tsunade, dan dia terbelalak dengan penuh amarah ketika ia melihat siapa yang telah berdiri di samping Tsunade.

"Kau!" Geram Sasori.

Tanpa basa-basi lagi Sasori menerjang dengan melayangkan tinju tangan kirinya yang masih berfungsi.

Hikari yang menjadi Sasaran hanya memiringkan tubuh sedikit sambil memutar tubuh ke samping, setelah nya, ia melayangkan lututnya tepat mengenai perut Sasori.

Duk!

Sasori terpental balik dan jatuh terlentang di atas tempat tidurnya tadi.

"Sasori keparat! Kau ingin mati!?" bentak Hikari.

"Kaulah yang keparat Hikari. Kaulah kekasih Sakura. Kau juga yang melukai dan membunuh Si Kembar itu" balas Sasori menatap tajam, "Benar kan, Jiraiya?"

"Apa maksudmu, Hikari tidak pernah kemana-mana" Tsunade membantah.

"Dengan menggunakan gerak kilatnya, kau bisa tahu apa? Nagato, dia ingin mempermainkan Tsunade" Sasori berusaha menyingkirkan Hikari dengan menghasut Nagato.

Nagato tidak langsung menanggapi, ia malah menatap Hikari. Ia percaya pada ucapan Sasori kalau bisa saja Hikari-lah yang melukai Sasori, tapi di sisi lain, ia ragu karena Hikari memang tidak pernah kemana-mana.

"Apa yang di katakan Sasori benar" imbuh Jiraiya, "menurut para penduduk, orang yang membunuh Si kembar yang bersama Sakura adalah ciri-cirinya sesuai Hikari"

"Sekarang kau menghindar kemana lagi keparat" Sasori mulai menggerakan jari-jarinya.

Hikari menyadari kalau Sasori akan mengendalikan tubuhnya lagi.

Duagh!

Hikari bergerak secepat kilat dan langsung melayangkan tendangannya pada Sasori.

Brakk!

Dinding rumah yang terbuat dari kayu pilihan itu jebol akibat tertimpa tubuh Sasori. Luncuran tubuh Sasori terhenti di luar rumah.

"Hoeekk!"

Darah segar keluar dari mulut Sasori. Rupanya tendangan keras Hikari mengguncang isi dadanya dan menyebabkan luka dalam. Ia bangun sambil memegangi dadanya.

"Jangan menuduhku sembarangan. Aku tidak ingin membunuhmu karena Tsunade masih membutuhkan tenagamu" ucap Hikari.

Sasori mendengus, "Penghianat dan pendusta sepertimu, akan ku bunuh" Sasori kembali menerjang Hikari tanpa mempedulikan tubuhnya yang telah terluka.

"Hentikan!" teriak Tsunade sambil berlari kearah mereka.

"Tsunade, kau akan menjadi milikku, dan penghianat yang ingin mempermainkanmu seperti dia, tidak pantas untuk mu" balas Sasori sambil menuding Hikari.

Usai berucap demikian, Sasori berteriak parau menerjang Hikari sambil kembali menggerakan jari-jarinya.

"Diam!"

"Akh!"

Sasori tidak bisa lagi melanjutkan aksinya. Kepalanya terlanjur menggelinding terpotong oleh api hitam milik Hikari.

Hikari menoleh pada Tsunade, "Kau tidak mempercayai dia kan?"

Tsunade menundukan kepala. Ia memegangi bagian dadanya. Ada rasa nyeri membayangkan jika apa yang dikatakan Sasori itu benar.

"Tsunade, apa yang dikatakan Hikari memang benar, bukankah di memang selalu bersamamu sejak dia datang kesini" Nagato ikut mempertegas ucapannya untuk meyakinkan Tsunade.

Tsunade masih tidak menanggapi, ia memilih meninggalkan yang lain.

"Hikari, sebaiknya kau mengikutinya" pinta Nagato sambil menatap Hikari yang masih mematung di tempatnya.

Hikari mengangguk dan melangkah menuju arah Tsunade pergi.

Nagato kembali menoleh pada Jiraiya yang dari tadi diam.

"Masa bodoh!" jiraiya mengangkat bahu, dan melenggang pergi meninggalkan Nagato sendirian.

Hikari menyusul Tsunade dan segera memeluk Tsunade dari belakang.

"Hikari aku takut, membayangkan kau meninggalkanku saja sangat menyakitkan" Tsunade mendesah lirih.

Hikari makin mengeratkan pelukannya, "Maaf, tapi kau sudah tahu kalau aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan pergi dari sisimu" bisik Hikari.

Hikari membalik tubuh Tsunade dan menatap matanya dalam-dalam, "Baiklah, mungkin giliranku akan mencari mereka. Mungkin mereka berada di sekitar sini" ujar Hikari sambil membelai kedua pipi Tsunade. "Aku akan membunuh mereka untukmu" imbuh Hikari perlahan tapi tegas.

"Aku ikut" sahut Tsunade sambil menundukan kepala.

Hikari mendengus tertawa, "Kau tambah cantik jika cemburu. Mungkin aku harus sering-sering membuatmu cemburu agar aku bisa melihat wajahmu yang tambah cantik"

Tsunade menggeram manja mendengar kelakar Hikari.

Hikari tertawa sesaat, kemudian menganngkat dagu Tsunade dan mengecup bibir manis itu. "Hn... Kau memang harus ikut. Atau kau mengizinkanku agar..."

"Hikariii..."

Hikari menyambut dengan tawanya.

...

...

...

TO BE CONTINUE