F*CK BUDDY (INDONESIA)
o)(o
Translated by
baexepuy
Original Story
F*CK BUDDY by lordbaekhyun
www wattpad com/user/lordbaekhyun
(spasi diganti dengan titik)
Copyright © 2016 lordbaekhyun
All Rights Reserved
.
.
Chanbaek Sky
Presents
Pairing:
Chanbaek and Other casts
Summary:
Byun Baekhyun pria berusia 19 tahun, yang mana kecanduan sex. Dia pergi mengelilingi Seoul, mencari seseorang untuk menyetubuhinya, dan setelah mereka memberikan apa yang ia inginkan, ia meninggalkan mereka untuk mencari orang lain. Pada dasarnya, ia tidak pernah bicara kepada mereka lagi.
Sampai bertemu dengan Park Chanyeol, pria terseksi yang pernah ada.
Rate : NC -17
WARNING:
Strong Language, Sadness and SO MUCH SMUT
.
.
-Enjoy-
"Agh... kau jalang kecil! Aku akan mendapatkanmu kembali untuk ini!" Chanyeol menggeram, meraih tisu dan membersihkan cairan dari jeans nya.
"Kau tidak bisa mendapatkannya kembali sekarang, karena dia telah pergi jauh."
"Aku benar-benar merasa buruk baginya.. dia mungkin memiliki alasan untuk menjadi seorang yang Chanyeol katakan seorang 'Jalang'.."
"Yeah. Alasannya bisa jadi ia adalah seorang jalan horny dan tidak bisa pergi tanpa bersetubuh dari beberapa pria random yang ia temukan di club."
Kyungsoo menahan keinginan untuk menerkam Chanyeol dan mencabik-cabiknya setelah mengatakan itu.
"Kita harus menemukannya." Kai bermuka masam, Merasa bersalah kepada pria yang lebih tua. "Ketika ia memesan minuman, aku mendengar bahwa waitress mengatakan dia melihatnya setiap hari. Mungkin kita bisa kembali kesini lagi besok."
"Itu ide yang bagus. Aku rasa Chanyeol tidak perlu datang."
"Eh, aku juga tidak ingin pergi." Chanyeol memutar matanya.
.
.
.
Di malam lainnya... semua sendiri... di dalam dingin...
Baekhyun berjalan menyusuri jalanan sepi dan berhenti di rumahnya, yang di belakang tempat sampah, pada dinding yang keras. Malam ini akan menjadi malam tanpa tidur.
Baekhyun dibungkus jaket kecil sekitarnya, tubuh yang rapuh dan mendesah. Napas dingin nya berubah menjadi kepulan awan yang kecil saat menghembuskannya. "Selamat malam." Katanya tidak ada orang tertentu.
Sebelum menutup matanya, dia membiarkan air mata asinnya jatuh ke pipi beku nya. "Selamat... malam.." Ia mengulang, yang mana berbicara pada dirinya sendiri.
.
.
.
Baekhyun berjalan ke dalam cafe dan tersenyum ketika udara hangat menjalar di tubuhnya. Setelah itu , dia pergi ke counter, dimana ia disambut oleh Seohyun.
"Hey, apa kau tidak keberatan jika aku menggunakan kamar mandi staf sekali lagi..?" Baekhyun bertanya, yang dibalas anggukan oleh temannya dan membiarkan nya masuk.
Setelah mandi dan mengenakan pakaian yang telah dicuci oleh Seohyun untuknya, dia pergi ke salah satu meja secara random. "Kau tidak memesan apapun?"
"Tidak ada uang.."
"Lagi? Aww, Baekhyun. Aku akan memberikan sesuatu dengan gratis. Bubble tea terdengar bagus?"
"Ya, terima kasih." Baekhyun membungkuk dan duduk kembali, meskipun ia telah mandi dengan segar, ia masih merasa seperti sampah.
Tanpa beberapa uang, ia tidak dapat pergi ke club.Ia tidak bisa membeli makanan. Ia tidak bisa membeli pakaian.
Ia tidak bisa begitu saja meminta pinjaman uang dari Seohyun... Dia telah memberinya banyak uang dari penghasilan yang ia dapatkan. Ia bekerja untuk itu semua, tapi sebagian besar ia berikan kepada Baekhyun, karena ia khawatir akan si mungil itu. Ia ingin Baekhyun dapat mengeluarkan diri dari masalah yang ia sebabkan sendiri dan mencoba bangkit kembali, tapi memberikannya uang harian tidak merubah apapun.
"Baekie," Seohyun meletakkan minuman di depan si brunette dan duduk di sebelahnya. "Bolehkah aku bertanya, apa yang terjadi dengan uang yang telah ku berikan padamu?"
Baekhyun menatap Buble tea-nya dengan ekspresi berdosa diwajah nya. "Aku..Aku menghabiskannya untuk alkohol."
"Lihat... Kau tidak bisa melakukan itu terus! Aku memberikan mu uang untuk menata dirimu sendiri, bukan untuk minum setiap malam! Kau harus menyadari jika kau terus seperti ini, aku harus mengusir mu untuk keluar dari Cafe ini." Dia memberengut.
"..Oh...well, Aku rasa ini adalah waktu terakhirku disini, lalu.."
"Jangan seperti itu, Baek! Jika kau hanya membeli sesuatu yang penting—"
"Tidak.. Aku tidak memerlukan bantuanmu lagi, Seohyun. Kau sudah cukup mencoba membantu ku dan semua yang kulakukan cukup menyia-nyiakan."
"Baiklah... Kau tidak pernah seperti ini.. kau tidak menyerah. Kau yakin dengan cara ini untuk menghabiskan sisa hidup mu? Pergi ke clubs dan berhubungan dengan beberapa pedofil secara random—"
"Hentikan... tolong hentikan.." Seohyun menghela napas dan meninggalkan meja, kembali untuk bekerja.
"Baekhyun.." Si brunette berbalik untuk melihat Kai dan Kyungsoo dengan senyum lebar di wajah mereka. "Oh.. halo.."
"Kita ingin meminta maaf.."
"Untuk apa? Itu bukan kalian berdua yang memanggilku seorang jalang."
"Hm.. well, Chanyeol mengatakan kepada kami dia ingin meminta maaf."
"Dan dia bahkan tidak mempunyai nyali untuk datang kemari dan mengatakannya kepadaku sendiri? Apakah ia khawatir bahwa 'slut gay' akan mencoba merayu nya atau hal lain?" Dia mengejek.
"Dia harus menemui saudara nya."
"Pfft.. aku sudah sering menggunakan alasan itu sebelumnya.. aku benar-benar mengatakan itu kemarin untuk pergi dari seorang pria bernama 'Oh Sehun'. Pria yang malang mendapatkan nomer palsu. Aku senang aku tidak ingin melihat dia lagi. Sesuatu yang paling buruk yang pernah ada." Baekhyun melirik kedua remaja tersebut, sebelum meyeruput bubble tea-nya.
"Yeol ingin kita untuk kau benar-benar memberikan nomer ponsel mu." Mereka berbohong.
"Oh sungguh? Eh.. disini." Baekhyun memberikan mereka ponselnya dan membiarkan mereka meletakkan nomer ponsel di kontaknya. "Aku akan menghubunginya malam ini, untuk memastikan apakah ia menginginkan nomer ku atau tidak."
"Cool...Uuh, kami harus pergi.. sampai jumpa kembali."
"Kau tidak akan menemukanku disini lagi. Mereka telah mengusirku keluar."
"Apa? Kenapa?"
"Alasan pribadi. Tidak ada hubungannya dengan cafe. Itu hanyalah aku yang menjadi seorang idiot dan tidak berterimakasih atas apa yang aku miliki."
"Apa maksudmu?"
"katakan saja, segala sesuatu yang aku gunakan untuk dimiliki," Ia mulai, berdiri dan meletakkan jaketnya. "hilang."
.
.
.
Kemudian malamnya, Kai dan Kyungsoo pergi kerumah Chanyeol.
Setelah mereka sampai di dalam kamarnya, Kai mulai berbicara.
"Jadi... Apakah kau sudah mendapatkan pesan dari seseorang..?"
"Uhm.." Chanyeol mengambil ponsel nya untuk melihat bahwa ia mendapatkan notifikasi. "Oh.. Aku mendapatkan pesan dari nomer yang tidak dikenal."
"Baca lah."
"Uh.. Okay.. dia mengatakan 'hi, tebak siapa ini' uhmm... well."
Chanyeol: uhm berikan aku clue
Unknown number: hm.. well, aku seorang jalang gay.
Chanyeol melebarkan matanya ketika membaca pesan tersebut.
Chanyeol: Oh, apa yang kau inginkan?
Si raksasa mengubah namanya menjadi 'Jalang' dan meletakan emoji terong disamping nama tersebut.
Jalang: Teman mu mengatakan padaku bahwa kau ingin meminta maaf, jadi mereka memberikan nomer ponsel mu. Pftt... Terlihat kau akan meminta maaf kepada jalang sepertiku.
Alis Chanyeol berkedut kesal. Dia menggeram ke arah dua "teman-temannya", yang mana hanya tertawa dengan gugup.
Chanyeol: Itu benar. Aku tidak bisa memberikan nomerku kepada seorang jalang. Aku tidak menyedihkan.
((Playboy telah datang oh fuck)
Jalang: wow. Kenapa kau tidak memasukan saja tongkat ke pantatmu dan pergi menyingkir.
Chanyeol: aku tidak memasukan apapun ke pantatku, tidak sepertimu.
Jalang: Yeah yeah, aku menyimpulkan bahwa. Bagaimanapun kau tidak terlihat seperti seorang bottom. Jika kau bukan seorang brengsek, mungkin aku akan menyukaimu. Aku tidak berbohong, kau seksi dan terlihat cukup dominan. Aku membiarkan mu untuk menyetubuhi ku setiap hari.
Chanyeol menatap ke layar, telapak tangannya berkeringat dan pipinya merona merah. "Ap-apa yang ia katakan?" Kai Bertanya, sedikit geli. Dia meraih ponselnya dari tangan Chanyeol dan membacanya bersama Kyungsoo.
"Woah~! Dia mengatakan dia membiarkanmu untuk menyetubuhinya setiap hari! Chanyeol... kau harus membalas dengan baik. Jangan memanggilnya jalang. Baekhyun cukup hot, jika aku sendiri bisa berkata demikian, dan dia menginginkan mu."
"Tapi Kai! Dia seorang jalang! Aku tidak menyetubuhi jalang!"
"Oh, Yeol! Setiap orang yang melakukan sex dengan orang pada dasarnya adalah jalang, dan juga kau. Sekarang, balas dengan bagus.
"Tidak." Kyungsoo menghentikan pacarnya sebelum ia bisa memberikan ponselnya kembali kepada si pemilik. "Kita akan mengirimnya pesan sebagai gantinya." Dia berguman dengan seringai evil di wajahnya. "Kai, tahan Chanyeol, jadi dia tidak bisa melakukan apapun."
Chanyeol mungkin seorang giant, tapi Kai cukup kuat untuk menahannya.
"Hm.. Apa yang harus ku katakan... Apa yang harus ku katakan.."
Kyungsoo memabaca pesan yang ia kirim dan menerima pesan dengan keras.
Chanyeol: kenapa kau tidak mengatakan itu sebelumnya..? ;)
Jalang: Woah, woah. Aku tidak bepikir kau akan mengatakan itu... hey, apakah kau berpikir aku seorang jalang? Jujurlah.
Chanyeol: oh, kau pastinya seorang jalang.. tapi hanya untukku.
Jalang: mungkin kau benar... siapa yang tidak mau menjadi seorang jalang untuk seseorang sepertimu?
Chanyeol: Aku tau itu.
Jalang: itu memalukan kau masih illegal... aku rasa pantat horny ku akan menunggu sampai ulang tahunmu berikutnya.
Chanyeol: Persetan dengan hukum. Jika aku ingin menyetubuhimu pada usiaku, aku bisa.
"Ber-berhenti!" Chanyeol memohon, tetapi mereka masih melanjutkan pesannya.
Tanpa Yeol ketahui, Kyungsoo mengubah namanya menjadi 'fuckbuddy'...
Fuckbuddy: oh... pemberontak.. pria nakal seperti kau tidak akan mendapatkan sebuah penghargaan.. mereka dihukum..
Chanyeol: Oh sungguh?
Fuckbuddy: Yep.. oh dan kau harus tahu bahwa birthday sex adalah sex terbaik yang bisa pernah kau miliki.
Chanyeol: Apakah itu? hmm aku rasa aku tidak ingin tahu sampai itu terjadi...
"Hey, Jongin. Bolehkan aku menyuruhnya untuk telanjang? Mungkin kita bisa mengambil gambar penis Chanyeol selanjutnya."
"Tidak, jangan lakukan itu! Aku tidak ingin melihat penis ataupun pantat dari jalang itu.! Chanyeol merengek. "Aku rasa itu ide yang bagus.. mari kita menyuruhnya untuk telanjang, Soo. Mungkin Yeol akan merubah pikirannya tentang Baekhyun." Kai mengangguk, mengabaikan seorang remaja yang berjuang di bawah cengkraman ketatnya.
Chanyeol: Hey baby... bisakah kau menunjukan tubuh indah mu?
Fuckbuddy: Oh.. terlihat seseorang sedang horny.
Chanyeol: That's right;) so.. is that a yes?
Fuckbuddy: Tentu, anything for you, babe.
"Tunggu! Berhenti! Tolong."
"Apa yang salah, Yeol? Khawatir kau akan mendapatkan kesalahan yang bodoh dari ini?"
"Brengsek, tidak! Hanya hentikan!"
"Nah.. aku akan terus melanjutkan."
Chanyeol mengerang dan memutar matanya.
"Oh, dia mengirimnya! ... holy shit.."
Rahang Kyungsoo turun ketika melihat pemandangan tersebut.
Di dalam photo, Baekhyun tengah merangkak, mendorong dildo besar kedalam pantatnya, dengan wajah yang menunjukan kesenangan.
"S-soo! Perlihatkan aku gambarnya!" Kai memohon ketika ia melihat ekpresi wajah pacarnya. Tanpa mengalihkan matanya dari photo, Kyungsoo menyerahkan ponselnya kepada Jongin, memastikan Chanyeol tidak bisa melihat. "Oh my god... That's hot.."
"Ap-apa yang hot? apa yang ia kirim? Biarkan aku melihatnya!"
"Tunggu sebentar! Kau mengatakan kepada kami kau tidak ingin melihat penis atau pantatnya!"
"Aku tidak peduli! Itu ponsel ku! Biarkan aku melihatnya."
"Baiklah.. tenangkan penis mu!" Kyungsoo tertawa. "Pikir dengan serius. Ketika kau melihat ini, aku tidak ingin melihat punyamu menonjol, jadi benar-benar tenangkan penismu.. tolong.."
Kyungsoo meletakkan photo tersebut di depan wajah Chanyeol, mengantisipasi reaksi nya.
Chanyeol tetap tenang sepeti ia mempelajari photo seksi, meraskan butir-butir keringat di keningnya. Matanya tiba-tiba terfokus ke arah lain.
"Tunggu.. kenapa ruangannya pink—"
"Bukankah pink sebuah warna untuk perempuan."
"Kenapa disana terdapat banyak photo pria di dinding—"
"Dia pria gay, yang mana menyukai sex. Apa yang kau harapkan?"
"Siapa yang mengambil photonya?"
Ruangan terasa sunyi.
Siapa yang mengambil photonya?
.
.
.
"Terimakasih Seohyun! Aku tidak bisa terlihat seksi dan mengambil photo di waktu yang sama!" Baekhyun terkekeh, sementara temannya hanya tersenyum. "Well, itulah gunanya teman!"
"Maaf jika merasa canggung.."
"Hah! Tidak apa-apa! Kita sama-sama gay, kan? Itu tidak seperti kita akan melalukan sesuatu. Aku tidak peduli jika aku berjalan dengan pantat telanjang di depanmu, karena aku tidak tertarik pria dan kau tidak tertarik wanita."
"Yeah, kau benar... terimakasih sekali lagi. Jika kau membutuhkan bantuan untuk mengirim photo telanjang, hanya datang padaku, aku akan membantu."
"Tidak apa-apa. Menginap?"
"Pasti.. bisakah aku tidur di ruangan yang berbeda? Jika aku beruntung, Chanyeol mungkin akan mengirimku photo penis nya dan aku tidak ingin mengganggu mu, jika kau tau apa yang ku maksud..." Baekhyun mengedipkan matanya.
"Tentu kau boleh! Semoga ia mengirimkannya kembali."
To be continued...
[T/n] :
Aku benar-benar ingin meninju wajah Chanyeol yang sok jual mahal wkwkwkwk
Well, aku sedikit terlambat update karena ada hal lain yang harus ku kerjakan, maafkan aku.
Aku tidak sabar ingin mengupload Chapter selanjutnya wkwkwk
Aku menunggu review supaya semangat update next chapter. Jangan Cuma review "Next thor" gitu dong, hikssss, review lah lebih panjang dan ya bikin aku semangat, like "NEXTTTTTTTTTTTT THORRRRRRRRR" nah itu panjang (?) abaikan. Intinya jangan lupa review xoxo.
-baexepuy-
