Kirara967
Soal Nagato ya.. uhmm… ada kok di dialog Nagato dan Hikari di chap 4 (pas setelah adegan lemon Tsunade dan Hikari)
Di situ di jelaskan, kalo Nagato datang ke konoha untuk memburu Sakumo dkk atau orang yg membantai keluarganya. Tapi masalahnya, Sakumo dkk, membawahi pemusik, makanya Nagato begitu membenci bahkan sampai membantai para pemusik. Nah ketika bertemu dengan Tsunade, ia justeru melihat sosok adiknya yaitu Mito, ada pada diri Tsunade. Makanya ia begitu patuh bahkan menganggap Tsunade sebagai saudarinya (Sisterzone), bahkan sampai terkena syndrom sister complex atas Tsunade.
Soal isteri Naru… kalo yg ini.. ane kira udah ane paparkan di chap 10 season 1.. setelah cek ulang, ternyata nggak ada ya… gomen ne.. ada text yg hilang di chap itu *buagh* :D. intinya isteri Naruto yaitu Hinata udah almarhum, udah tua sih (mungkin Naruto pelit kali ya, dia nggak ngajarin jutsu Souzou saisei, biar sama-sama awet muda :D).
Thx ya, sepertinya chap 10 pada season 1 emang harus di up load ulang. Beneran ada text yg harus di tambahkan.
Oh ya, satu lagi. Andai mereka tinggal satu rumah, bisa-bisa terjadi Kekasih Yang Tertukar.. ha..ha,ha.. just kid.
.
.
.
.
Kasih yang Abadi
…
…
…
Pertarungan keroyokan yang di lakukan oleh anak buah Tsunade melawan empat orang masih terus berlangsung. Kelihatan kalau pertarungan ini tidak berimbang, kalau mengikuti pemikiran, tentu saja empat orang itu akan habis dalam sekali gebrak. Namun kenyataannya. Justeru empat orang itulah yang mengungguli pertarungan yang tidak seimbang itu.
Sekali bergerak, pedang di tangan Sakura melukai seorang lawan-lawannya sehingga tidak bisa bangun. Gerakan dari gadis cantik itu sangat lincah dengan tubuh yang lentur, membuat Sakura terlihat meliuk-liuk di tengah keroyokan lawan-lawannya, hal inilah yang membuat anak buah Tsunade kesusahan mendaratkan serangan pada Sakura
Lain lagi dengan Sasuke, pemuda itu tampan itu membagi-bagi pukulan dan tendangannya ke arah beberapa orang lawan yang berada di dekatnya. Hebat dan benar-benar mengagumkan sepak terjangnya. Karena kecepatan geraknya, dalam waktu singkat, pengeroyoknya dapat dirobohkan hanya dengan tangan kosong.
Tidak beda jauh dengan Naruto dan Shion, kemampuan taijutsu Shion ternyata juga tidak bisa di remehkan. Setiap gerakannya mampu menumbangkan lawan-lawannya dengan mudah. Dan belum ada satu pun serangan dari bawahan Tsunade yang mengenai tubuhnnya.
Begitupun dengan Naruto. Pukulannya yang di sertai dengan penggunaan jutsunya yang menghasilkan hembusan angin kuat, sehingga setiap kali memukul, ia berhasil menghempaskan beberapa lawan-lawannya.
Awalnya keempat orang itu tidak berniat membunuh, tapi karena keberingasan anak buah Tsunade. Memaksa mereka menggunakan kekerasan.
Terutama Sasuke, ia melihat hampir saja salah seorang anak buah Tsunade melukai Sakura, membuat Sasuke makin kesal dan mengamuk.
Mendengar suara keributan, sang pemilik rumah langsung keluar melihat apa yang terjadi. Pemilik rumah, yakni Tsunade sedikit kaget setelah tahu siapa yang membuat keributan. Pengawalnya sudah bergelimpangan. Yang selamat, dan hanya terluka, memilih untuk melarikan diri, itupun tinggal beberapa.
"Sakura!" seru Tsunade.
"Kau lagi..." seru pemuda yang di samping Tsunade, ia menatap tajam pada Sasuke.
"Aku ingin bertanya sekali lagi, apa yang membuat kalian ingin membunuh Sakura" Sasuke menatap tajam pada orang-orang yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Karena dialah penyebab duka bagi Tsunade" sahut pria rambut merah yang juga muncul, Nagato.
Sasuke dan Nagato saling tatap.
"Kau…" Sasuke dan Nagato hampir bersamaan. Keduanya bisa menebak kalau mereka pernah saling berbicara dengan mengenali suara masing-masing.
"Hm! Jadi pelacur yang kau maksud adalah Sakura. Apakah pelacur itu sudah menerimamu kembali?" nada sinis dari Nagato, bahkan terdengar menyindir.
Sakura memerah dengan ucapan Nagato. Beruntung Sasuke sebelumnya memang sempat menceritakan yang bersangkutan dengan ucapan Nagato barusan.
Sasuke menoleh pada Tsunade, "Bukankah dulu dia bawahanmu" Sasuke tanpa mempedulikan sindiran Nagato,
"Bagus sekali! Akhirnya kau sendiri yang membawanya kesini, aku berterima kasih" sebelumTsunade menanggapi, Jiraiya datang dan langsung menyerang tanpa banyak basa-basi.
Wutt!
Plak!
"He… he.. he… permainan kita belum selesai. Bagaimana kalau kita melanjutkan permainan kita" Naruto memperdengarkan cengengesannya ketika berhasil menahan serangan Jiraiya.
Jiraiya segera melompat mundur sambil menyiapkan senjatanya yang berupa tali panjang seperti cemeti.
Ting!
Terdengar dentingan dawai kecapi milik Nagato.
"Sakura…"
Tring!
Brett!
Sasuke tiba-tiba saja berdiri di depan Sakura sambil berdiri menghalau sebuah serangan yang tak terlihat dari Nagato.
Meski sukses menahan serangan Nagato, tapi tak ayal bahu Sasuke sobek seperti habis digores pedang yang tajam.
Nagato membelalak, bagaimana mungkin serangan yang selama ini langsung memakan korban bisa di halau oleh Sasuke.
Sasuke melihat bahunya yang telah robek. Ia menautkan alis.
"Sakura, mundurlah! Dia terlalu kuat. Ia memiliki serangan yang tak terlihat"
Sakura ingin membantah.
Sasuke menilik luka goresan yang ada di bahunya. Dan luka itu sama persis dengan luka yang terdapat pada mayat para musisi yang pernah ia dan Sakura temui.
"Jadi selama ini, kaulah yang sering membantai para pemusik panggilan?" seru Sasuke pada Nagato.
"Kurang ajar!" geram Sakura, ia selama ini sangat kesal dengan tindakan pembunuh pemusik yang tidak pandang bulu itu. Dan akhirnya si pembunuh itu sudah berdiri di depannya.
"Tahan Sakura!" Sasuke segera mencegah Sakura, "Apa tadi kau merasakan hawa serangannya ketika di arahkan padamu?"
"Sedikit" jawab Sakura sedikit ragu.
"Mudurlah! Kau juga Shion"
"Tapi, Sasuke.."
"Jangan membantahku Sakura" bentak Sasuke sambil menoleh pada Sakura.
Sakura bertemu pandang dengan Sasuke, meski kedengaran seperti marah, tapi Sakura justeru menangkap raut kekhawatiran di mata Sasuke. Dengan alasan itulah, Sakura terpaksa mundur, agar kekasihnya itu tidak makin khawatir.
Untuk sementara Sasuke dan hikari termasuk Nagato terdiam saling tatap.
"Jadi kau kesini ingin mengacau di tempatku? Atau kau memiliki tujuan lain" Hikari kemudian angkat bicara.
"Benar, aku kesini ingin meminta kalian menghentikan perburuan yang selalu membuat Sakura selalu di bawah bayang-bayang maut. Selain itu, setelah aku tahu, aku ingin menghentikan dia yang telah banyak membunuh para musisi panggilan. Aku ingin dia mempertanggungjawabkan perbuatannya" nada datar dari Sasuke menatap tajam pada orang yang sangat mirip dengannya itu.
Hikari cuma tersenyum sinis menatap Sasuke, "Tadinya aku berniat ingin berhenti memburu kekasihmu. Tapi sekarang, kau malah datang mengacau, menghabisi banyak bawahanku. Bahkan kau juga ingin membunuh temanku. Itu artinya, aku akan menghentikanmu"
"Jadi tidak bisa jika tanpa harus bertarung" gumam Sasuke
…
-SSS-
…
Jiraiya memutar-mutar senjatanya kedepan hingga tali cemeti itu membentuk bulatan seperti spiral. Naruto cuma bisa menatap dengan tenang pada Jiraiya.
Wutts!
Ujung cemeti yang di beri pemberat berupa pedang pendek itu meluncur menuju Naruto.
Tentu saja Naruto dengan sigap menghindar dengan cara melompat kesamping.
Brakk!
Dinding kayu di belakang naruto hancur berkeping. Dengan demikian Naruto selamat.
Wuss!
Kembali ujung cemeti berputar mengarah pada Naruto. Dengan sigap ia memiringkan tubuh sehingga sabetan pedang di ujung cemeti itu lewat beberapa centi di depan lehernya.
"Sepertinya sudah mulai. Tsunade, kau juga mundurlah!" perintah Hikari.
Kedua pria itu mulai berdiri saling berhadapan satu sama lain. Untuk kali ini, keduanya sudah bisa di bedakan dengan melihat pakaian mereka. Kalau Sasuke memakai kemeja putih yang biasa ia kenakan, sementara itu Hikari memakai kemeja warna hitam.
Setelah naruto berhasil meloloskan diri, Jiraiya justeru melakukan serangan susulan. Ia meraih satu kunai dan dilemparkan ke Naruto.
Meski mendapat serangan beruntun, Naruto tidak lantas panik. Ia sedikit memiringkan tubuh kesamping.
Crass!
"Ukh!"
Meskipun sudah sempat menghindari serangan susulan Jiraiya, dada Naruto masih sempat di robek kunai Jiraiya. Meski luka nya tidak dalam dan sama sekali tidak membahayakan, tapi luka yang di torehkan sedikit memberi rasa perih pada Naruto.
Sasuke dan Hikari sudah mengokohkan sikap kuda-kuda.
Keduanya melangkah kesamping menjauh agar orang di sekitar mereka tidak terkena imbasnya.
Tap! Tapp!
Keduanya mulai saling menyerang, pedang di tangan di ayunkan menuju titik mematikan dari lawan.
Wuss!
Tring!
Berkali-kali keduanya saling menyerang sehingga suara benturan pedang terdengar berulang kali.
Hikari menghindari serangan Sasuke yang menuju dadanya. Kemudian dengan sugap ia menekuk lutut dan memutar tubuh lalu menyerang balik menuju kaki Sasuke.
Trang!
Kembali benturan pedang terjadi. Tidak cukup sampai di situ, Hikari kembali mengayunkan pedang hendak membelah dua tubuh Sasuke.
Kembali Sasuke menghalau lalu melompat sedikit menjauh dari Hikari.
Hikari merangsek seakan tidak ingin memberi ruang untuk Sasuke. Ia memutar pedang dan dia arhkan menuju kepala Sasuke.
Tring!
Sasuke menggunakan pedangnya sehingga serangan pedang Hikari melesat ke arah atas kepalanya.
Hikari tiba-tiba saja menangkap lengan Sasuke, ia memutar tubuh hingga punggungnya menempel pada Sasuke. Dengan cepat ia melayangkan sikutnya menuju perut Sasuke.
Buk! Buk!
Setelahnya Sasuke berhasil menahan serangan sikut Hikari. Ia kemudian melompat dan menyabetkan pedangnya pada Hikari. Tentunya Hikari melompat mejauh dari Sasuke.
Sekarang kesempatan bagi Sasuke untu menyerang balik, Ia bergerak cepat sambil membabat kaki Hikari. Hikari melompat, kesempatan bagi Sasuke, ia memutar tubuh dan mengganti serangan kakinya yang lebih cepat dari serangan pertama.
Buagh!
Tendangan keras Sasuke berhasil mendarat di dada Hikari yang masih melayang di udara.
Masih beruntung Hikari masih bisa menjaga keseimbangan sehingga ia bisa mengendalikan diri dan mendarat dengan kedua kaki.
Sasuke kembali menyerang. Hikari menyambut sambil membungkukan banda sehingga pedang Sasuke lewat di atas tubuhnya. Hikari terus melaju kedepannya. Sasuke tidak membiarkan, ia segera mengejar Hikari.
Heaah!
Hikari menahan serangan Sasuke setelahnya ia membalas menyerang Sasuke.
Kini keduanya kembali bertarung dalam tempo yang cepat. Keduanya kini seperti bayang-bayang yang saling menabrak satu sama lain. Percikan bunga api disela-sela benturan pedang sering terlihat.
Sakura maupun Tsunade merasa nafas terhenti. Jantung keduanya berdetak lebih kencang. Meski keduanya sudah tidak bisa mengikuti gerakan Sasuke dan Hikari.
Namun Sakura dan Tsunade bisa menilai siapa yang terdesak. Jika bayang putih yang mendesak bayangan hitam maka di pastikan Sasuke lah yang mendesak. Dan ini akan membuat Sakura sedikit bernafas lega. Ataupun sebaliknya.
Sementara pertarungan Naruto dan Jiraiya juga semakin seru.
Ctar!
Brakk!
Sambaran cemeti dari Jiraiya berulang kali terdengar, dan kelihatan mendesak Naruto.
"Akh!" Naruto kaget. Tiba-tiba saja cemeti milik Jiraiya sudah melilit tangan kirinya.
Set!
Jiraiya membetot Naruto, hingga Naruto sendiri tertarik ke arah Jiraiya.
Sedikit beruntung bagi Naruto, tarikan Jiraiya sedikit lemah, sehingga Naruto bisa menjejakan kaki tepat di depan Jiraiya.
Jleg!
Duk! Duk!
Begitu Naruto mendarat, dengan cepat ia mengarahkan tendangan nya sebanyak dua kali tepat di sambungan lutut jiraiya. Tidak hanya itu tendangan Naruto dengan cepat pula tepat melayang ke dada Jiraiya.
Belum cukup dengan serangan susulan dari Naruto.
Naruto melompat dan mengarahkan sikutnya tepat mengenai wajah Jiraiya
Dess!
Jiraiya terjajar mundur. Sekilas diwajahnya terlihat ringisan setelah berkali-kali mendapat serangan dari Naruto.
Wuss!
Guna menghentikan serangan berikut dari Naruto, Jiraiya melempar kunai. Naruto terpaksa menghentikan serangannya, ia memiringkan tubuhnya sehingga lemparan Jiraiya lewat sejengkal di depan dadanya.
…
-SSS-
…
Sasuke meluruk menusukan pedang pada Hikari, dengan sigap Hikari berkelit sehingga Sasuke melewati tubuhnya. Tapi begitu serangan dan tubuh Sasuk melewati Hikari, ia dengan cepat memutar tubuh dan kembali menyabetkan pedangnya.
Wuss! Wuss!
Hikari terpaksa melompat menjauh. Sassuke sepertinya tidak ingin membiarkan lawannya, ia pun memburu dengan kecepatannya.
Hikari terpaksa melompat berkali-kali setiap kali Sasuke menyerang.
Trang! Tring!
Merasa tidak ada lagi ruang untuk menghindar, Hikari memapaki serangan Sasuke dengan pedangnya pula.
Wuss!
Sangat cepat memang. Begitu ada kesempatan, Hikari balas menyerang, ia memutar tubuh sambil menyabetkan pedangnya ke arah belakang. Kaki Sasuke yang di jadikan sasaran pedang tersebut.
Wuss!
Sasuke yang sudah menduga kalau kakinya yang di jadikan sasaran serangan, sehingga ia pun mengehentakan kakinya ke tanah dan tubuhnya meluncur naik sedikit dengan gerakan bersalto balik.
Wuuut!
Begitu kakinya hendak memapaki tanah, kaki kanannya menendang.
Wuss!
Hikari memiringkan tubuh kebelakang, sehingga tendangan Sasuke lewat di depan hidungnya.
Saat kaki Hikari mendarat, ia medorong tubuhnya kedepan. Hikari tidak ingin kecolongan maka ia pun menahan serangan Sasuke.
Trang!
Kembali benturan keras dari dua kekuatan yang sama besar itu.
Sementara itu pertarungan Naruto melawan Jiraiya mendekati akhir.
Tangan naruto yang masih terikat oleh cemeti milik Jiraiya, mendapat serangan beruntun. Beruntung Naruto masih bisa berkelit menghindar.
Wess!
Naruto mengayunkan pukulannya yang menimbulkan angin tornado. Dengan cepat Jiraiya melompat menghindar dan melewati kepala Naruto.
Disaat tubuh Jiraiya masih di udara, maka Naruto membetot cemeti yang mengikat tangannya. Dengan demikian tubuh Jiraiya meluncur kearah Naruto. Dan…
Trasss!
"Hunggk!"
Jiraiya tidak sempat lagi menjerit ketika pedang di ujung cemeti miliknya sendiri telah menancap dan menembus batang lehernya.
"Kagutsuchi!"
Blarr!
Lagi-lagi ledakan benturan energi dari dua petarung yang mirip, kembali terdengar. Naruto segera menoleh ke kedua petarung lain.
Sasuke maupun Hikari kelihatan saling menjauh. Yang jelas kedua petarung sudah mengalami luka di beberapa tempat. Tapi mereka mengabaikan. Dan kembali siap bertarung.
Hikari melompat lebih tinggi dari kepala Sasuke, ia sambil mengayunkan pedangnya.
"Heaaah!"
Hikari menjerit, ia mengayunkan pedangnya hendak membela tubuh Sasuke.
Trang!
Sasuke merasakan tekanan saat ia menahan serangan Hikari. Sasuke mendepak Hikari, ia membengkokan lutut sambil memutar tubuh. Hikari melompat, dengan cepat, Sasuke menyabetkan pedangnya keatas.
Bretss!
Pakaian hingga kulit di bagian dada Hikari sobek. Dan dengan kecepatan yang sama pula ia mengarahkan tendangannya pada Sasuke.
Duak!
Sasuke terlempar kebelakang, Hikari menyusul dengan gerakan pedang yang menggulung.
Heaah!
Sasuke segera memperbaiki keadaan dan menyambut serangan Hikari. Tapi ternyata serangan Hikari adalah tipuan, ia melompat berputar di udara sambil megayunkan pedangnya menuju Sasuke. Sasuke menahan sekaligus melakukan dorongan sehingga Hikari mendarat di belakang Sasuke.
Sasuke kembali meluncur kedepan. Serangan dengan cara yang sama di lakukan oleh Hikari.
Cring!
Yang terjadi adalah dua pedang yang saling bergesekan.
Hikari membalikan badan dengan cepat ketika tubuh masing-masing sudah saling melewati. Ia ingin kembali melakukan serangan susulan. Tapi ia kaget, ternyata Sasuke justeru terus meluncur menuju Sakura.
Tring!
Kembali terlihat Sasuke seperti menghalau sebuah serangan. Ternyata Nagato melakukan serangan pada Sakura secara diam-diam, dan beruntung Sasuke masih sempat mengetahui dan cepat menolong Sakura.
"Dasar licik!" geram Sasuke. Maka ia pun menggunakan gerak kilatnya menuju Nagato.
Trang!
Serangan Sasuke terhenti, karena ternyata Hikari juga melindungi Nagato. Maka Sasuke kembali bergerak secepat kilat. Ia tiba-tiba muncul di belakang Tsunade.
"Sudah cukup!" bentak Sasuke.
Terlambat bagi Hikari dan Nagato untuk bertindak, ia tidak menyangka kalau Sasuke akan berbuat demikian.
"Sakura tidak tahu apa-apa, kenapa kalian menginginkan kematiannya. Sebaikanya kau hentikan saja keinginanmu" geram Sasuke di belakang Tsunade.
"Kau, dasar Licik!" bentak Hikari.
"Hentikan, Hikari" ujar Tsunade sambil melihat ke arah Jiraiya yang sudah tewas, "Karena Jiraiya sudah mati. Maka sekarang aku tidak ingin lagi kau membunuh Sakura" imbuh Tsunade.
Sasuke menurunkan pedangnya yang tadi ia todongkan pada Tsunade, "Kenapa?"
"Karena…"
"Tidak…!" tiba-tiba saja Nagato yang menggertak seklaigus memotong penjelasan Tsunade. Semua menoleh pada Nagato.
"Dia lah penyebab Dan Kato meninggal sehingga Tsunade mengalami kedukaan. Dia tidak akan ku maafkan"
"Cukup Nagato!" balas Tsunade, "Sakura tidaklah bersalah, duka ku sudah hilang…"
Ting!
Nagato memetik beberapa kali dawai gitarnya.
"Sakura…" Jerit Sasuke, ia tahu kalau Nagato melakukan serangan pada Sakura. matanya membelalak. Ia tidak sempat lagi menolong kekasihnya.
Trass! Crass!
"Hikari.." giliran Tsunade yang menjerit.
Ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Hikari menggunakan tubuhnya sebagai tameng sehingga yang terkena serangan adalah Hikari. Dan Sakura tentu selamat
Krass!
Kepala Nagato menggelinding, Sasuke muncul dibelakanngya dan memenggal kepala Nagato yang tidak sempat lagi membaca gerak kilat milik Sasuke.
Sakura juga menatap tidak percaya.
"Maaf!" bisik Hikari pada Sakura.
Sakura melihat ada tiga buah titik darah yang mengalir deras keluar di dada Hikari seperti habis di tikam pedang.
"Hikari.." teriak Tsunade sambil berlari dan menangkap tubuh Hikari yang mulai sempoyongan. Hikari terjatuh tepat dalam pelukan Tsunade.
Usai membunuh Nagato, Sasuke melesat dan berdiri di samping Sakura. begitu juga Naruto dan Shion. Keempatnya kini berdiri mengelilingi Tsunade.
"Kenapa kau lakukan ini!" jerit Tsunade yang duduk sambil memeluk tubuh Hikari.
Hikari tersenyum, "Karena aku kecewa pada diriku sendiri…"
"Kenapa?" air mata tsunade tidak bisa ia bendung. Ia menangis menatap Hikari, yang sepertinya sudah tidak bisa di selamatkan karena luka-luka di tubuhnya.
Hikari masih tersenyum hangat pada Tsunade, "Aku kecewa, karena ternyata kehadiranku tidak bisa menghapus Dan Kato dari ingatanmu", Hikari menarik nafas berat.
"Kau memberiku nama 'Hikari' tapi ternyata tidak bisa menerangi kegelapan dendammu. Aku benar-benar merasa pria yang tak berguna" imbuh Hikari perlahan dan sedikit terbata.
"Kau salah, Hikari.. hiks.. kau salah, karena mu, aku bisa melupakan kesalahan yang selama ini ku limpahkan pada Sakura"
Perlahan tangan Hikari terangkat dan membasuh air mata Tsunade, Ia tersenyum, "Syukurlah, tapi kenapa kau masih ingin memburu Sakura?"
Tsunade menggenggam erat tangan pemuda yang sangat mirip dengan Sasuke itu, "Karena aku sudah berjanji pada mereka. Mereka menginginkan ku melayani mereka, aku takut, jika mereka berhasil membunuh Sakura dan menuntut janjiku. Karena itulah aku ingin kau yang membunuh Sakura. Aku takut Hikari, aku takut jika kau meninggalkanku karena akan melayani mereka" Tsunade makin menangis sendu.
Hikari sedikit tertawa meski nampak meringis, "Dasar kau ini. Kenapa kau tidak katakan dari awal. Mereka memang bukan orang baik. Kau bisa memintaku untuk menghabisi mereka" ucap Hikari lembut. Jemarinya kembali di gerakan untuk membelai kepala Tsunade
"Aku takut… hiks… kumohon Hikari, jangan tinggalkan aku.. hiks..hiks.."
"Maaf Tsunade" Hikari menoleh pada Sasuke yang kini sudah berdiri di samping Sakura, "Sasuke, kalau kau merasa tidak memiliki saudara kembar. Berarti ada kemungkinan aku hanyalah tiruanmu. Aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa menjadi tiruanmu. Aku tidak ingat masa laluku atau aku memang tidak memilikinya. Hikari adalah nama pemberian Tsunade… Uhuk.."
Hikari tiba-tiba terbatuk, nafasnya terasa makin berat dan terdengar memburu.
"Tidak! Sakura ku mohon, kau ninja medis tolong selamatkan Hikari" panik Tsunade melihat Hikari nampak sekarat.
"Tidak perlu. Sakura hanya akan membuang tenaga, aku tidak akan tertolong lagi" Hikari tetap tersenyum meski sudah terlihat di paksakan, "Jangan salahkan Sakura".
Hikari kembali menoleh pada Sasuke, "Aku ingin… min…ta to..long Sasuke. Maukah kau menjaga Tsunade, kumohon"
Sasuke memilih diam dan hanya sedikit mengangguk.
Melihat anggukan Sasuke, Hikari terlihat lega.
"Jangan Hikari… aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku" Tsunade makin menangis meraung sambil memeluk tubuh Hikari.
"Maaf Tsunade, aku hanyalah tiruan, yang pa..tut…" ucapan Hikari terhenti seiring dengan berhentinya nafas pula. Ia terkulai lemas dalam pelukan Tsunade.
"Hikariii… kyaaaa" Tsunade mejerit, tangisan pilunya makin di perdengarkan. Ia meraung sambil memeluk kekasihnya yang sudah tidak bernyawa.
Sakura segera memeluk Sasuke. Ia mengerti seperti apa perasaan Tsunade saat ini.
Sasuke berjongkok di depan Tsunade yang masih memeluk mayat Hikari.
"Kau tidak perlu memenuhi keinginan Hikari… hiks.. hiks…" Tsunade mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya yang sudah basah oleh air matanya.
Sasuke menundukan kepala, karena tidak sanggup bertatap mata dengan Tsunade.
Sementara Tsunade kembali melanjutkan tangisannya.
"Sakura" panggil Tsunade setelah tangisannya berhenti dan menyisakan senggukan. Suaranya terdengar serak dan nyaris tidak terdengar jelas.
"Ini sangat menyakitkan, aku masih bisa menerima ketika kehilangan Dan, tapi ini, jauh menyakitkan, aku tidak sanggup Sakura.. hiks.." kembali Tsunade menunjukan curahan hatinya, seolah ingin memberi tahu perasaan hatinya dan agar Sakura juga mengerti. Meski Tsunade kembali berusaha menahan tangisannya, namun air matanya tetap mengalir.
"Sasuke. Kau tidak perlu memenuhi keinginan Hikari. Biarkan aku menyusul kekasihku"
Jleb!
Belum sempat Sasuke memberi tanggapan. Tsunade sudah menusukan sebuah pisau tepat di jantungnya.
"Hi…ka..ri.." Tsunade akhirnya jatuh dalam keadaan memeluk Hikari.
Sasuke diam mematung. Tidak ada suara yang keluar dari mulut keempat orang itu.
Sasuke menarik nafas berat, entah mengapa, ia juga merasa sesak melihat adegan yang baru saja ia saksikan.
Sasuke segera memeluk Sakura yang dari tadi sudah menitikan airmata harunya.
"Sebaiknya kita mengubur mereka" pinta Sasuke ketika semua sudah kembali tenang.
"Satu lubang?" Naruto menatap Sasuke.
"Dua. Satu lubang besar untuk mengubur semua bawahan Tsunade. Dan satunya lagi untuk mereka berdua" Ujar Sasuke menatap mayat sepasang kekasih yang masih dalam keadaan berpelukan.
Penguburan mayat Tsunade dan seluruh bawahanya sudah selesai di lakukan.
Keempat orang itu, masih berdiri di samping satu nisan yang bertuliskan Hino Hikari dan Hino Tsunade.
"Sasuke" Sakura yang dari tadi menitikan air mata memanggil, "Ini Salahku" ucapnya sambil menyapu air matanya.
"Aku tidak mengerti Sakura, kenapa kau merasa bersalah?" Sasuke menarik Sakura kedalam pelukannya.
"Dulu, Tuan Dan Kato memintaku untuk menghentikan penyelidikanku terhadap Ninja Kegelapan, tapi, aku menolak" Suara Sakura lirih, dan makin mengeratkan pelukannya.
"Seandainya dulu aku menurut, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi" Imbuh Sakura.
"Sakura, kau hanya melakukan apa yang harus kau lakukan. Dan itu memang seharusnya" balas Sasuke.
"Tapi…" bantahan Sakura tertahan
"Ini adalah takdir mereka. Kalaupun dulu kau mengikuti perintah Dan Kato, maka akan ada kejadian lain yang akan menyebabkan mereka kembali seperti ini. Seperti itulah takdir, kita tidak bisa lari darinya"
"Ayo!" Sasuke segera menggandeng tangan Sakura menjauh dari arena pertempuran mereka tadi.
Naruto dan Shion mengikuti langkah sepasang kekasih itu.
"Naruto, apa tidak sebaiknya, pihak pemerintah mengambil alih harta milik Tsunade. Dari pada justeru akan menjadi rebutan. Dan kurasa kau bisa menduga, akan ada lagi banyak korban, dan ujung-ujungnya, kalian dari pihak pemerintah yang repot" ujar Sasuke tanpa menghentikan langkah.
"Mungkin, tapi sudahlah, kita kan tidak tahu di mana ia menyimpan hartanya. Biarkan saja seperti itu. Mudah-mudahan kelak akan ada yang beruntung dan menemukannya" balas Naruto.
"Hn" Sasuke menggumam.
"Bukankah masih ada maid-nya, biarkan saja para maid itu yang menjadi pewaris harta milik Tsunade" Shion ikut menyela.
Sasuke maupun Naruto menatap pada Shion, "Kau benar juga" ujar Naruto.
"Sasuke, mungkin kita akan berpisah di sini. Kami akan kembali ke Ibu Kota Konoha" imbuh Naruto kemudian, ia dan Shion menghentikan langkahnya, SasuSaku juga demikian, keduanya menghadap pada Naruto.
"Nah! Sakura kami mohon pamit" ujar Shion lalu memeluk hangat Sakura.
Sakura mengangguk, "Hati-hati, semoga kita bertemu kembali"
"Naruto, Shion. Terima kasih, karena pernah menjaga Sakura-ku" ucap Sasuke tulus.
"Kuharap kejadian itu tidak terulang lagi. Kau sudah tahu kan apa yang akan terjadi, jika kejadian itu terulangi lagi" senyum Naruto.
"Baiklah, kalau kita ketemu lagi, ku harap kalian sudah…" Naruto menghentikan ucapannya, "Sudahlah, sampai jumpa, daah!" Naruto segera melesak pergi di susul Shion.
"Ne Sasuke. Kalau kita mempunyai anak, aku ingin memberi salah satu nama dari mereka untuk anak pertama kita" ucap Sakura sambil menggenggam tangan Sasuke dengan kedua tangannya.
"Siapa?" tatapan penuh kehangatan di tujukan pada Sakura.
"Hikari dan Tsunade" senyum Sakura, ia menjadi membayangkan kalau ia menjadi seorang ibu.
Sasuke menatap Sakura, seakan meminta alasan atas keinginannya itu.
Sakura tersenyum hangat, mengerti maksud Sasuke, "Sebenarnya, Tsunade itu orang baik. dia juga sangat patuh pada pasangannya. Dan aku kagum pada rasa cintanya pada Hikari yang begitu besar, bahkan sampai rela mengakhiri hidupnya sendiri, demi Hikari"
Sasuke mengangguk. Ia tahu, Sakura masih menaruh hormat pada mantan atasannya Sasuke sama sekali tidak mempermasalahkan keinginan Sakura barusan
Sasuke dan Sakura tersenyum kembali, sambil bergandengan tangan bergegas meninggalkan tempat itu. Hingga keduanya menghilang dari pandangan. Jalan hidup masih panjang membentang.
…
…
…
THE END
.
.
Wokey… atu lagi fict ancur selesai.
Pokoknya, sankyu sebesar-besarnya buat yg udah baca, fav and fol.
Special Thank's To :
Kirara967Ohshyn76, lightflower22, Thasya Rafika Winata, Nurulita as Lita-san, Khoerun904, risnusaki, reika44, QRen, Dewazz, ranindri
Once again, Thank You so much, guys…
See ya …
