Mobil yang Chanyeol kendarai segera melesat membelah jalanan kota Seoul di pagi itu, hingga tanpa terasa kami telah sampai di sebuah kafe dekat dengan kampus kami. Memang kafe itu tidak terlalu ramai, tapi aku suka tempat yang cukup tenang untuk sekedar membaca buku atau mengobrol.

Chanyeol membukakan pintu mobilnya untukku dan mengajakku untuk memasuki kafe tersebut. Sesampainya disana aku sudah melihat Suho oppa dan juga pacarnya Lay eonni yang memilih duduk di bagian belakang luar kafe. Untung saja cuaca kali ini tidak begitu panas sehingga aku masih mau untuk duduk di luar.

"Suho hyung," panggil Chanyeol sambil melambai kearah Suho oppa.

"Chanyeol, Baekhyun ayo sini," jawab Suho oppa sambil melemparkan senyumnya padaku dan Chanyeol yang masih berjalan perlahan.

Kami segera mengambil tempat di hadapan Suho oppa dan aku berhadapan dengan Lay eonni. Walaupun kami beda jurusan kuliah aku dan Lay eonni berteman baik karena Lay eonni dan aku mengikuti ekstrakurikuler yang sama yaitu modern dance.

"Annyeong Baekhyun-ah," sapa Lay eonni padaku dengan senyumnya yang ramah. Sungguh orang ini bak pasangan malaikat yang turun ke bumi. Mereka berdua memiliki senyum yang menawan serta kepribadiannya yang benar-benar seperti malaikat.

"Annyeong eonni, lama tidak jumpa hehe.." jawabku sambil menunduk dan tersenyum malu. Jujur saja aku malu bertemu dengan Lay eonni karena ini pertama kalinya kami bertemu kembali setelah 2 bulan tidak bertemu akibat kesibukan kami masing-masing.

"Aku sudah lama tidak melihatmu Baekhyun-ah, senang bertemu denganmu lagi," jawabnya sambil tersenyum padaku. "Ah ne eonni aku juga senang bertemu denganmu," jawabku di hadapannya setelah memutuskan untuk duduk.

"Baiklah cukup jumpa kangennya, ada baiknya kita segera memesan makanan dan segera membicarakan hal yang harusnya kita bahas hari ini," tawar Suho oppa sembari menyodorkan aku dan Lay eonni menu makanan kafe ini. "Sudahlah hyung, biarkan mereka sedikit momen kebersamaan mereka setelah lama tidak bertemu, ya kan?" kata Chanyeol kepada Suho oppa sambil sedikit memasang wajah memelas. "Hmm terserah kalian lah," jawab Suho oppa sekenanya.

Setelah kami memutuskan pesanan masing-masing Suho oppa mulai nampak serius dan mencondongkan wajahnya ke tengah-tengah meja seakan meminta kami untuk lebih dekat dengannya. Oleh karenanya aku mendekatkan diri dengan Chanyeol yang memang duduk di hadapan Suho oppa.

"Baiklah Lay-ah kau sudah tau kan apa yang terjadi pada Baekhyun?" tanya Suho oppa meyakinkan Lay eonni sekali lagi mengenai hal yang mungkin akan ia bahas? Tunggu dia akan membahas diriku?

Baekhyun POV end

Baekhyun sedikit heran karena apa yang mungkin Suho akan bicarakan kali ini adalah tentang dirinya. Apa maksudnya mereka berbicara tentang dirinya hingga seserius ini?

"Baiklah Byun Baekhyun, apa kau ingat semalam kau berada di mana?" tanya Suho yang memulai interogasinya pada Baekhyun.

"Ah? Aku tidak begitu ingat, yang jelas aku terbangun di mobil Chanyeol dan memakai baju yang entah milik siapa," jawab Baekhyun sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi padanya kemarin malam.

"Hmm begitu, baiklah Chanyeol apa kau siap menceritakan apa yang terjadi pada Baekhyun dan dirimu malam itu?" tanya Suho sambil menatap mata Chanyeol dengan penuh pertanyaan.

"Apa? Apa yang kulakukan kemarin malam dengan Chanyeol?" tanya Baekhyun sedikit berteriak sehingga membuat pengunjung kafe yang lain melirik ke arah mereka berempat.

"Dengar Baekhyunnie ini tidak seperti yang kau bayangkan," ucap Chanyeol seraya menenangkan Baekhyun di bangkunya.

"Baiklah jelaskan padanya Chanyeol," Suho segera menyuruh Chanyeol mengatakan apa yang terjadi walaupun Chanyeol nampak sedikit ragu ketika akan mengatakannya pada Baekhyun.

Lalu Chanyeol menceritakan apa yang Baekhyun lakukan semalam di sebuah bar yang notabene merupakan sebuah tempat terlarang baik seorang Byun Baekhyun. Chanyeol juga menjelaskan bahwa Baekhyun di pangku oleh seorang lelaki dan melakukan ciuman mesra disana. Lebih parahnya pada saat Chanyeol menjelaskan bahwa ingin mengajak Baekhyun pulang, disana Baekhyun malah menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya bukanlah Byun Baekhyun.

"Apa? Bukan Byun Baekhyun? Lalu menurutmu aku siapa Chanyeol-ah?" tanya Baekhyun dengan nada suara sedikit jengkel karena cerita Chanyeol yang tidak masuk akal.

"Aku serius Baekhyun, disana kau mengaku dirimu adalah orang lain dan pacarmu Oh Sehun bukan aku," jawab Chanyeol lemah karena menceritakan hal yang membuatnya merasa sakit hati.

"Ani, aku Byun Baekhyun yeojachingu-mu Chanyeol. Lalu siapa itu Oh Sehun? Aku tidak mengenalnya sama sekali," bela Baekhyun pada Chanyeol menunjukkan rasa tidak terima apa yang dikatakan oleh Chanyeol.

"Baiklah dari cerita yang kudengar dari kalian berdua, ada sedikit keanehan disini," jawab Suho untuk menengahi pertengkaran sepasang kekasih itu.

"Iya aku juga merasa ada yang janggal di cerita kalian?" kata Lay yang menyatakan bahwa ia setuju dengan perkataan Suho saat itu.

"Aneh apanya?" tanya Baekhyun yang terlihat kebingungan.

"Begini, Chanyeol mengatakan saat di bar kau mengaku kau bukanlah Byun Baekhyun yang merupakan pacarnya Oh Sehun. Namun, kau mengatakan bahwa kau tidak mengenal Oh Sehun," jelas Suho pada ketiga orang yang kini serius memerhatikannya.

"Jadi mungkin begini, aku mau memastikan beberapa hal," tiba-tiba saja Lay angkat bicara dengan pandangan matanya yang mulai serius.

"Apakah kau tau kafe xxx di jalan xyx Bakhyun-ah?" tanya Lay sambil memastikan jawaban yang diberi Baekhyun itu tidak lah bohong.

"Ah ne aku benar-benar tidak tahu, bahkan aku baru mendengar namanya kali ini," jawab Baekhyun yang masih didera kebingungan.

"Suho hyung kemarin saat aku membawa Baekhyun ke mobil dia jelas-jelas mengatakan bahwa dirinya bukanlah Byun Baekhyun. Tidakkah ini aneh?" ucap Chanyeol sambil memicingkan matanya ke arah Suho.

"Yah itu memang aneh," jawab Suho sekenanya.

"Baekhyun apakah kau berbohong padaku dan pura-pura tidak mengenalku di bar semalam?" tanya Chanyeol hati-hati agar perkataannya tidak menyakiti Baekhyun yang masih terlihat kebingungan.

"Aniya... aku sama sekali tidak berbohong Chanyeol-ah, tidakkah kau percaya padaku?" tanya Baekhyun dengan tatapan memelas pada Chanyeol sambil menggenggam tangannya.

"Aku percaya Baek, hanya saja ini terlalu aneh. Saat aku melihatmu disana pertama kali otakku kalut memikirkan bahwa kau ternyata mengkhianatiku," kata Chanyeol sambil menangkup pipi Baekhyun dengan kedua tangannya.

"Aku mencintaimu Park Chanyeol," jawabnya sambil tersenyum kearah Chanyeol.

"Yak sudah hentikan itu, kita sedang berdiskusi berempat. Bukannya menemani pasangan yang sedang kencan," kata Suho sambil menurunkan gadget miliknya yang sedari tadi di tatap begitu serius.

"Okay Suho hyung apakah kau mendapatkan jawabannya?" tanya Chanyeol sembari meminum kopinya.

"Hmm.. menurut apa yang kucari dan kubaca di internet. Hal yang terjadi pada Baekhyun semalam adalah gejala DID atau Dissociative Identity Disorders," kata Suho sambil menerangkan kepada ketiga orang di meja itu.

"Dissociative apa?" tanya Chanyeol bingung.

"Lebih simpelnya itu kepribadian ganda," terang Lay dengan memasang wajah yang serius.

"Apa? Kepribadian ganda? Mana mungkin ada yang seperti itu hahaha.. aku tidak percaya," kata Chanyeol yang tertawa terbahak mendengar apa yang telah Lay katakan padanya.

"Penyakit itu memang ada Chanyeol-ah, tapi untuk lebih jelasnya ada baiknya kita memeriksakan Baekhyun ke psikolog," ajak Lay kepada Baekhyun.

"Ah itu hmm.."

Baekhyun nampak ragu untuk mengungkapkan sesuatu yang mungkin akan mengungkap apa yang terjadi padanya semalam.

"Begini Chanyeol-ah, Suho hyung, Lay eonni. Terima kasih kalian telah mengkhawatirkan keaadanku semalam. Tapi sebelumnya, begini aku pada saat umurku 7 tahun pernah diperiksakan ke psikolog oleh bibiku karena pada saat itu kepribadianku terlihat aneh dan berbeda. Yah sama seperti gambaran penderita DID," kata Baekhyun panjang lebar.

Mereka semua nampak fokus pada apa yang dibicarakan oleh Baekhyun kali ini, Chanyeol terlihat menggenggam tangan Baekhyun untuk menguatkannya.

"Lalu apa yang terjadi Baek-ah?" tanya Lay yang ingin mendengarkan lanjutan cerita Baekhyun yang terhenti.

"Psikolog itu mengatakan bahwa aku positif menderita DID, namun setelah mengetahui itu bibiku segera memutuskan untuk memberikan terapi untuk menghilangkan penyakit DID ku hingga aku benar-benar sembuh," jawab Baekhyun sambil tertunduk.

"Tapi mengapa kepribadianmu yang lain itu muncul kembali?" tanya Suho penasaran.

"Aku juga tidak kenapa, aku hanya mengingat bahwa kepribadianku dulu ada yang selalu menolongku disaat aku tidak bisa melakukan apapun," jawab Baekhyun sambil menahan air matanya yang hendak menetes.

"Ssshh.. jangan menangis Baek-ah ini bukan salahmu. Jadi apa kau mengenal kepribadianmu yang bernama Kim Kai?" tanya Chanyeol sambil mengusap air mata Baekhyun yang hampir membasahi pipinya.

"Kim Kai? Aku mengenalnya, dia yang menolongku disaat aku tidak bisa menolong diriku sendiri. Dia kepribadian yang kuat, tegas dan sedikit dingin?" jawab Baekhyun sambil mengingat masa lalunya.

"Tapi itu dulu Baek-ah, dia yang sekarang telah berubah dan mungkin saja bisa menyakitimu," jawab Lay sambil menyodorkan selembar tisu pada Baekhyun.

"Aku tidak tau dia yang sekarang, aku tidak bisa berkomunikasi dengannya kalau dia menolak,"

"Intinya kita harus mencari psikolog untuk menanyakan bagaimana cara mengobati penyakitmu dan pencegahan kepribadianmu yang lain keluar," kata Suho memutuskan.

"Baiklah kau boleh beristirahat Baek-ah dan jangan terlalu lelah oke?" kata Lay sambil tersenyum manis kearah Baekhyun.

"Ne eonni terima kasih. Aku berterima kasih memiliki teman yang baik dan perhatian seperti kalian," ucap Baekhyun sambil berdiri dan melambaikan tangan kepada Suho dan Lay yang semakin menjauh.

"Baiklah sayang aku akan mengantarmu ke apartemenmu, beristirahatlah disana ya," kata Chanyeol sambil menggandeng tangan Baekhyun menuju mobilnya.

"Terimakasih Chanyeol-ah, maafkan aku kemarin," kata Baekhyun sambil menunduk.

"Itu bukan salahmu, itu Kim Kai sayang bukan kau," ucap Chanyeol sambil menenangkan gadisnya.

Mereka telah masuk ke dalam mobil dan Chanyeol segera melajukan mobilnya menuju apartemen Baekhyun dan Xiumin.

Sesampainya mereka di apartemen Baekhyun, tidak ada ciri-ciri bahwa Xiumin ada disana. Chanyeol hanya mengantar Baekhyun sampai ke pintu masuk apartemennya karena ada yang harus ia kerjakan di kampus.

"Aku mengantarmu sampai sini tidak apa?" tanya Chanyeol ragu.

"Tidak apa Chanyeol-ah, terima kasih telah mengantarku," kata Baekhyun sambil memegang tangan Chanyeol.

"Tidak apa, sekarang istirahatlah aku pergi dulu ya," kata Chanyeol lalu berbalik menuju lift untuk turun mengambil mobilnya yang terparkir di basement.

"Nde, hati-hati Chanyeol-ah," ucap Baekhyun sambil melambaikan tangannya ke arah Chanyeol.

Setelah sosok Chanyeol tidak nampak lagi Baekhyun menutup pintu apartemennya dan segera menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Tidak lama kemudian terdengar kode pintu masuk apartemennya. Pintu itu terbuka dan menampakkan sosok seorang gadis dengan kulit putih susu dan matanya yang bulat. Itu Xiumin.

"Baek ah? Kau sudah kembali?" tanya Xiumin sambil mencari-cari Baekhyun yang ternyata ada di kamarnya.

"Nde eonni, aku lelah sekali," jawab Baekhyun sambil memposisikan dirinya duduk di atas kasur.

"Baiklah, tapi sebelumnya aku mau memperlihatkan sesuatu," kata Xiumin sambil mengeluarkan botol parfum berwarna bening dengan cairan ungu di dalamnya.

"Ttada parfum Gu**i untukmu, sebagai hadiah atas nilaimu yang bagus di ujian sebelumnya," sambung Xiumin.

"Wah eonni, terima kasih. Walaupun agak telat tapi aku suka hadiahnya hehe.." kata Baekhyun sambil memeluk Xiumin.

"Ne.. ne sudah taruh ini disini, kau sekarang istirahatlah. Kau terlihat sangat lelah," perintah Xiumin sambil menaruh parfum itu di meja nakas samping tempat tidur Baekhyun.

"Okay eonni, bisa sekalian tutup pintunya?" tanya Baekhyun pada Xiumin yang hendak keluar dari kamarnya.

Xiumin mengangguk lalu segera menutup pintu kamar Baekhyun dan membiarkan Baekhyun istirahat.

"Oh iya aku belum mencoba wangi parfumnya, hmm ada baiknya aku coba ini dulu," gumam Baekhyun pada dirinya sambil menyemprotkan parfum itu ke tubuhnya.

Namun setelah ia menyemprotkan parfum itu tiba-tiba saja dirinya merasa pusing dan kepalanya sakit sekali lalu tak lama kemudian tubuhnya ambruk diatas kasur.

Sekejap kemudian ia terbangun namun bibirnya menampakkan seringaian yang jelas seperti bukan dirinya. Dapat diyakini itu bukan Baekhyun.

Kai POV

Yaampun anak ini bodoh atau pikun sih? Bukannya dulu dia sudah diperingatkan untuk tidak mencium bau-bau an lavender agar tidak membangunkan aku kepribadiannya yang lain? Yah tapi setidaknya aku bersyukur aku bisa keluar dan sekarang aku akan pergi jalan-jalan dengan my honey.

"Hmm.. nomor teleponnya yang mana ya?" gumamku sambil mencari-cari kontak Oh Sehun (pacar Kim Kai). Setelah lama melihat kontak akhirnya aku menemukan kontak dengan nama "Devil Boy". Dengan segera aku menelpon kontak itu.

"Hai Baby, aku rindu denganmu. Bisakah kita bertemu sekarang? Ah? Tempat biasa? Baiklah," kataku lalu menutup telepon tadi dan segera memilih baju serta merias wajahku. Sungguh aku heran Baekhyun ini tidak memiliki gaya fashion yang swag dan seksi sepertiku. Pakaiannya penuh dengan warna-warna kalem dan renda-renda seperti anak-anak. Nanti aku sekalian akan membeli pakaian untuk mempercantik diriku.

"Okay setidaknya dia memiliki satu mini dress merah ini, yah lumayanlah," gumamku lalu segera menggunakan dress itu. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Sehun-ah, yaampun membayangkan dirinya saja membuatku semakin kangen dengannya.

Setelah selesai menyiapkan diri aku segera keluar kamar dan mengambil sepatuku. Namun langkahku dihentikan oleh Xiumin. Ck orang ini selalu saja menggangguku.

"Loh? Katanya kau ingin istirahat? Kenapa menggunakan pakaian jalan-jalan seperti itu?" tanya Xiumin padaku.

"Iya pacarku datang menjemput katanya mau mengajakku makan siang," ucapku sambil tersenyum ala kadarnya, sungguh orang ini begitu menyebalkan ketika mulai bertanya.

"Ah Chanyeol menjemputmu? Baiklah hati-hati ya.." kata Xiumin lalu mempersilahkanku pergi.

"Wah jadi pacar anak itu? Chanyeol?" gumamku setelah keluar dari apartemen. Oh tidak aku terlambat menemuinya. Dasar Xiumin gara-gara kau aku jadi telat menemui Sehunku.

Aku segera turun dan menuju ke depan apartemen. Disana kulihat Sehun sudah menungguku di depan mobil Ferrari merahnya. Aku segera menghampirinya sambil membenarkan rambutku yang tertiup angin.

"Gwenchana, aku mau menunggumu sangat lama jika melihatmu yang cantik seperti saat ini baby," kata Sehun sambil menyerahkan sepucuk mawar yang sejak tadi disembunyikan di belakang punggungnya.

"Terima kasih Hunnie," ucapku sambil masuk ke dalam mobil setelah dipersilahkan masuk oleh Sehun.

"Aku akan mengajakmu makan siang terlebih dahulu kau mau?" tanya Sehun di sebelahku saat di dalam mobil.

"Aku mau kemanapun jika bersamamu Hunnie," kataku sambil tersenyum kearahnya.

Dia membalas senyumanku lalu segera melesatkan mobilnya menuju restoran yang dia katakan memiliki menu makanan yang sangat lezat. Disana kami menghabiskan waktu untuk makan siang sambil mengobrol layaknya pasangan biasanya. Sungguh saat paling menyenangkan memang saat bersamanya apapun yang dilakukan.

"Setelah ini kau ingin kemana hum?" tanya Sehun sambil menggenggam tanganku.

"Sepertinya aku akan membeli baju karena aku sudah bosan dengan pakaian lamaku," kataku sambil menatapnya.

"Baiklah satu hari ini aku akan menemanimu kemanapun yang kau mau baby," kata Sehun lalu segera membayar makanan kami berdua dan mengajakku ke mobilnya untuk segera pergi ke mall bersamaku.

Saat aku disana tiba-tiba saja Sehun mengajakku menuju sebuah butik dimana menjual pakaian renang dan bikini. Aku sedikit kaget karena Sehun yang menarikku bukannya aku mengajaknya kesana.

"Aku ingin pergi liburan ke pantai bersamamu," kata Sehun sambil memelukku dari belakang.

"Hmm.. jadi maksudmu?" aku bertanya menggodanya.

"Pilihlah pakaian renang yang kau suka untuk liburan kita berdua," kata Sehun sambil menyampingkan wajahnya sehingga wajahku dan wajahnya bertemu.

"Baiklah kalau begitu, aku boleh memilih yang mana saja?" tanyaku sekali lagi memastikan.

"Sure baby.. but I prefer bikini," katanya sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

"Dasar mesum," ucapku sambil menahan senyum lalu segera memilih bikini seperti yang di rekomendasikan olehnya. Pilihanku jatuh di sebuah bikini hitam polos dengan ikatan pita di depannya. Bikini ini akan terlihat seksi jika kupakai. Lalu aku memutuskan mencobanya dahulu di dalam ruang ganti. Namun saat itu aku kesulitan membuka kancing dress belakangku. Sedikit menyebalkan memang. Akhirnya aku memutuskan memanggil Sehun untuk menolongku membuka kancing bajuku.

"Sehun-ah bisa kemari sebentar?" tanyaku pada Sehun dengan sedikit berteriak.

"Ada apa baby?" tanyanya lalu melongokkan kepalanya ke dalam ruang ganti.

"Bisa kau bantu membukakan kancing bajuku?" tanyaku padanya. Namun tiba-tiba dia juga ikut masuk ke ruang ganti lalu menutup pintu ruang ganti itu.

"Tidak hanya kancing bajumu sayang, aku bisa membantumu membuka semuanya," bisik Sehun di telingaku yang membuatku menegang mendengarnya.

"Sehun-ah kita sekarang di tempat umum," kataku sambil menahan tangan Sehun yang sudah mulai nakal menaikkah mini dressku.

"Tidak apa sayang kau hanya cukup menahan suaramu, jika tidak ingin ketahuan tentunya," jawab Sehun yang saat itu sudah mulai menjilat dan mengecupi leherku.

"Ahh.. Sehun hh.." tanpa terasa eranganku keluar karena sentuhannya yang luar biasa.

"Tahan baby, kau tidak ingin semua orang tau aktifitas kita kan?" tanyanya yang saat ini mulai mengecupi mata dan bibirku dengan perlahan.

Tak lama kemudian ciuman Sehun semakin dalam dan liar seakan menuntutku untuk bermain dengan cepat. Tanpa sadar aku membuka mulutku untuk melenguh karena ia dengan sengaja menggigit bibir bawahku. "Nhh.." dengan segera sehun memasukkan lidahnya dan memainkannya di dalam rongga mulutku. Sungguh aku sangat suka dengan ciuman Sehun, bibirnya begitu lihai memainkan bibirku sehingga membuat diriku terbuai.

Setelah ia puas bermain dengan bibirku ia segera turun dan begitu saja menurunkan celana dalamku. Kulihat ia mulai melonggarkan dasinya dan kurasa juga suhu ruang ganti yang sempit ini meningkat walaupun tersedia ac di dalamnya.

"Baby, boleh langsung kumulai?" tanyanya padaku. Aku yang memang sudah ingin merasakan kejantanannya di dalamku langsung mengangguk pertanda setuju.

"Pelan nhh baby," kataku saat ia dengan tidak sabaran memasukkannya padaku.

"Aku berusaha baby, kau begitu menggoda nhh," katanya sambil berusaha memasukkan kejantanannya.

"Ahh.. mmm hhh sakitt.." ucapku sambil menahan sakit di bagian bawahku, walaupun ini bukan pertama kalinya kami melakukan ini tetap saja terasa sakit. Kurasa cukup lama dia terdiam menunggu rasa sakitku hilang, namun aku menangkup pipinya dan mengangguk menandakan jika ia boleh menggerakannya sekarang.

"Maaf aku menyakitimu baby," kata Sehun sambil mengelus dahiku.

"Ani.. nnhh ini nikmat Sehun, gerak ahh -an lebih cepat hnn," ucapku tak karuan karena genjotan Sehun membuatku tak bisa berbicara dengan benar.

Seketika Sehun menaikkan temponya menggenjotku dan sungguh rasanya nikmat dan juga seru melakukannya on public seperti ini. Tak lama kemudian kurasakan kepalaku berputar dan rasa nikmat itu semakin menderaku.

"Baby.. aku akan hh umm," kata Sehun sambil tetap menggerakkan kejantanannya dengan lebih cepat di dalamku.

"Aku ahh juga Hunnie," kataku sambil menatapnya sayu.

"Hhh.. mmhh aku sudah.." kata Sehun sambil menekankan kejantanannya lebih dalam.

Kemudian aku merasakan cairan hangat mulai membasahi bagian bawahku. Sungguh melakukan ini di publik sangatlah menantang.

"Kau tetap nikmat baby," kata Sehun sambil membenarkan bajuku dan setelahnya ia memakai celananya kembali.

"Kau juga Hunnie, tapi lihat yang kau perbuat. Aku tidak jadi mencoba bikini ini," kataku sambil menunjuk kearah bikini yang tergantung di pintu kamar ganti.

"Tidak apa beli saja itu kalau tidak muat kita beli tokonya sekalian agar ini semua milikmu," kata Sehun sambil mencium pipiku sekilas.

"Aihh baiklah, ayo kita bayar," ajakku pada Sehun.

Setelah membayar barang yang kubeli, Sehun segera mengantarku pulang karena hari sudah mulai larut. Sejujurnya aku masih ingin bersamanya namun ia mengatakan bahwa ada sedikit keperluan sehingga aku harus mengalah untuk bersamanya malam ini.

Sesampainya di depan apartemenku Sehun segera membukakan pintu untukku dan aku segera turun dari mobilnya. Sehun langsung pamit untuk pergi dan meminta maaf karena tidak mengantarku sampai di dalam.

Kai POV end

Chanyeol yang semenjak sore tadi menghubungi ponsel Baekhyun namun tidak juga tersambung mulai merasa khawatir. Setelah dirinya berunding dengan hati nuraninya akhirnya ia memutuskan untuk menemui Baekhyun di apartemennya. Namun pada saat ia akan masuk ke dalam untuk mencari Baekhyun. Tak sengaja ekor matanya menangkap sesosok gadis mirip Baekhyun turun dari sebuah mobil merah dan melambaikan tangan pada lelaki pengemudi mobil itu. Tak salah lagi dari perawakannya itu Baekhyunnya.

TBC

Annyeong author disini berterima kasih kepada kalian yang sudah membaca cerita ini, seneng liat yang baca banyak tapi masih banyak silent reader hehe..

Reviewnya dari kalian membantu banget untuk author menemukan ide membuat cerita

Sekali lagi terima kasih ya ^.^

Untuk yang menunggu momen Chanbaek "itu" yang sabar ya, author mencoba untuk membuatnya haha.. jujur author baru pertama kali buat ff NC haha... tapi kalau baca sudah lumayan *abaikan

Jujur author terinspirasi dari film kill me heal me dalam membuat ff ini tapi selain itu author juga terinspirasi buat ff ini karena tugas kuliah tentang penyakit ini hehe..

Favorite ff nya ya kalau menurut kalian ini bagus hehe terima kasih