Preview
Chanyeol yang semenjak sore tadi menghubungi ponsel Baekhyun namun tidak juga tersambung mulai merasa khawatir. Setelah dirinya berunding dengan hati nuraninya akhirnya ia memutuskan untuk menemui Baekhyun di apartemennya. Namun pada saat ia akan masuk ke dalam untuk mencari Baekhyun. Tak sengaja ekor matanya menangkap sesosok gadis mirip Baekhyun turun dari sebuah mobil merah dan melambaikan tangan pada lelaki pengemudi mobil itu. Tak salah lagi dari perawakannya itu Baekhyun-nya.
.
.
.
Dengan segera Chanyeol menghampiri sosok yang ia anggap sebagai Baekhyun itu, hingga sosok itu mulai mendekat dan melihat kearah matanya. Ya mata mereka bertemu, namun yang dilihat oleh Chanyeol hanya tatapan dingin dari Baekhyun-nya. Seperti biasanya Chanyeol langsung menggapai tangan Baekhyun, namun ia malah dihadiahkan tatapan sinis oleh orang yang ia pegang tangannya.
"Maaf bisa tolong lepaskan tanganku?" tanya Baekhyun yang sebenarnya Kai pada saat itu.
"Ani, aku tidak akan melepaskan tanganmu," kata Chanyeol semakin mengeratkan pegangannya pada tangan Baekhyun.
"Ah aku tau siapa kau," kata Kai sembari menatap mata Chanyeol dan mendekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol.
Saat itu otomatis Chanyeol menjauhkan wajahnya, karena yang ia lihat adalah Baekhyun-nya namun ia tau yang ia hadapi saat ini adalah Kai. Kim Kai kepribadian yang lain dari Baekhyun.
"Hmm... kenapa kau menjauh sayang? Bukankah aku pacarmu?" kata Kai sambil menarik Chanyeol untuk mendekat padanya.
"Kau bukanlah kekasihku," ucap Chanyeol dengan nada rendah.
"Bukankah kemarin malam kau yang mengatakan padaku bahwa aku adalah kekasihmu Byun Baekhyun?" kata Kai sinis sambil tersenyum miring.
"Aku tau siapa dirimu," kata Chanyeol sambil menekankan setiap katanya.
"Wow kekasih Byun Baekhyun cukup hebat, apa dia sudah menceritakan semuanya padamu?" tanya Kai yang masih tersenyum miring.
"Dia sudah menceritakan semuanya, siapa dirimu dan kenapa kau bisa ada di tubuhnya," ucap Chanyeol yakin.
"Kau yakin dengan yang dia katakan? Kau percaya padanya?" tanya Kai lalu melepaskan genggaman tangan Chanyeol yang mulai melonggar mendengar kata-katanya.
"Apa maksudmu? Kau mau mempermainkanku? Aku percaya padanya," ucap Chanyeol dengan suara yang agak keras.
"Baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi Park Chanyeol," kata Kai lalu mengecup pelan pipi kiri Chanyeol. Nampaknya Chanyeol kaget setelah menerima sedikit kecupan dari Baekhyun ah tidak Kai maksudnya. Setelah itu tubuh Baekhyun ambruk seketika, refleks Chanyeol bekerja dengan baik dan menangkap tubuh Baekhyun yang nyaris terjatuh di tanah.
Dengan segera Chanyeol menggendong tubuh Baekhyun ala bridal dan mengantarnya ke apartemen Baekhyun. Chanyeol segera memencet bel apartemen itu dan melihat Xiumin membukakan pintu untuknya. Terlihat jelas bahwa Xiumin kaget melihat keaadaan Baekhyun yang tidak sadar dan digendong oleh Chanyeol.
"Chanyeol? Apa yang terjadi dengan Baekhyun?" tanya Xiumin khawatir sambil mempersilahkan Chanyeol masuk.
"Tidak apa noona, dia hanya kelelahan. Bisakah kau menunjukkan dimana kamarnya?" tanya Chanyeol.
"Ah baik, lewat sini," kata Xiumin kemudian sambil menuntun Chanyeol ke kamar Baekhyun. Setelahnya Chanyeol segera membaringkan Baekhyun di tempat tidurnya dan segera menyelimuti badan Baekhyun.
"Xiumin noona bisakah aku meminta ijin untuk menginap satu hari ini?" tanya Chanyeol hati-hati.
"Ehm.. tapi kau tidak mungkin tidur di kamar Baekhyun bukan? Masalahnya kami tidak memiliki kamar tamu," ucap Xiumin ragu.
"Tidak apa aku bisa tidur di sofa ruang tamu?" tanya Chanyeol kembali.
"Yah kalau kau tidak masalah dengan hal itu tidak apa sih? Sebenarnya Baekhyun kenapa sih?" tanya Xiumin dengan penasaran.
"Ah terima kasih noona, tidak masalah kok," kata Chanyeol sambil membungkuk tanda terima kasih "Baekhyun hanya sedikit kelelahan setelah pergi bersamaku," sambung Chanyeol sambil meminta maaf dalam hati karena telah membohongi Xiumin.
"Baiklah, aku kembali ke kamarku ya," kata Xiumin lalu berlalu pergi.
Saat itu juga setelah Chanyeol yakin bahwa Baekhyun dapat tidur dengan baik, ia segera keluar kamar Baekhyun dan tidak lupa menutup pintunya. Chanyeol mendekati sofa ruang tamu dan sedikit merapikannya agar ia bisa tidur dengan baik disana.
Keesokan paginya Xiumin terlihat bangun paling awal dan segera bersiap-siap untuk pergi entah kemana. Pada saat ia melewati Chanyeol di ruang tamu Xiumin mencoba membangunkannya sekalian berpamitan pada Chanyeol.
"Chanyeol, bangun. Aku akan pergi kerja," kata Xiumin sambil menepuk pelan lengan Chanyeol.
Karena tidak tidur dengan baik Chanyeol langsung terbangun dengan tepukan pelan seperti itu.
"Ah.. ne aku bangun sekarang, noona pergi saja tidak apa," kata Chanyeol yang langsung mendudukkan dirinya di sofa.
"Baiklah, tolong jaga Baekhyun ya. Mungkin hari ini dia sudah baikan tapi perlu seseorang juga merawatnya mengingat dia anak yang sedikit keras kepala," kata Xiumin sambil mengambil sepatu dari rak dekat pintu masuk apartemennya.
"Ne noona aku akan menjaganya dengan baik, hati-hati noona," kata Chanyeol sambil melambaikan tangannya melihat Xiumin yang keluar dari pintu apartemen.
Setelahnya Chanyeol memutuskan untuk melihat dapur apartemen itu untuk mencari sesuatu yang bisa dia dan Baekhyun makan pagi itu. Setelah membuka kulkas ia menemukan susu dan beberapa telur. Jadi ia memutuskan untuk memasak telur dan menuangkan segelas susu untuk Baekhyun. Setelah semua siap ia segera membawanya dengan nampan ke kamar Baekhyun.
Pada saat ia membuka pintu kamar Baekhyun, disana ia melihat pemandangan yang cukup mengejutkan dimana Baekhyun-nya tertunduk lesu di samping kasur dengan rambut acak-acakan serta kondisi kamar yang berantakan. Hal yang membuatnya kaget adalah Baekhyun duduk sambil terisak di bawah sana.
"Baekhyun? Ada apa?" tanya Chanyeol setelah menaruh nampan yang ia pegang di meja terdekat.
"Jangan Chanyeol," suaranya terdengar parau.
"Kau kenapa? Baik-baik saja?" tanya Chanyeol sambil menangkup wajah Baekhyun namun ditepis oleh Baekhyun.
"Jangan sentuh aku Park Chanyeol," kata Baekhyun setengah berteriak sambil kembali terisak.
"Ada apa denganmu sayang hmm?" Chanyeol hendak merangkul Baekhyun namun kembali ditepis dengan kasar olehnya lalu Baekhyun berteriak sedikit membuat Chanyeol kaget "Lepaskan aku, aku sudah tidak suci lagi Chanyeol jangan sentuh aku hiks," isakan Baekhyun menguat setelah ia mengatakan apa yang terjadi dengannya.
"Dengar Byun Baekhyun, apapun yang terjadi padamu aku tetap mencintaimu," kata Chanyeol sembari membelai surai coklat Baekhyun yang berantakan menutupi wajahnya.
"Aku tidak pantas untukmu Chanyeol, maaf selama ini membohongimu kalau tau seperti ini jadinya," kata Baekhyun yang mulai berani menatap mata Chanyeol dengan matanya yang telah berlinang air mata.
"Sayang, aku tau itu bukan kau. Kau tidak pernah selingkuh dariku. Itu Kim Kai bukan kau," kata Chanyeol kembali menarik Baekhyun ke pelukannya dan menepuk-nepuk pelan rambut Baekhyun sambil mengecupinya ringan.
"Tapi Chanyeol kau tidak tau apa yang dilakukan Kim Kai pada diriku," jawab Baekhyun yang mulai tenang.
"Hmm, apa yang dia lakukan?" tanya Chanyeol pelan agar tidak menyakiti kekasihnya itu.
"Dia sepertinya telah melakukan hubungan 'itu' dengan kekasihnya," kata Baekhyun takut-takut.
"Baekhyun, dengar sudah kukatakan bahwa aku mencintaimu apapun yang terjadi denganmu. Aku tetap menerima kekuranganmu sayang, dan aku sudah tau sepertinya dia melakukan itu dengan kekasihnya. Kemarin aku bertemu dengannya dan melihat ini," kata Chanyeol sambil menunjuk ke bekas kissmark yang ditinggalkan Sehun kemarin. Dengan malu Baekhyun menutup bekas itu dengan tangannya.
"Baekhyun sejujurnya aku tak suka tubuhmu disentuh orang lain," ucap Chanyeol dengan nada suara yang memberat.
"Maaf.." Baekhyun menunduk sambil menggigit bibirnya takut akan Chanyeol.
"Tapi aku tau itu bukan kau, itu Kim Kai. Jadi aku akan menghapusnya," Chanyeol lalu perlahan mendekatkan bibirnya ke leher Baekhyun lalu mulai menjilati kissmark itu.
"Ahn.. Chanyeol jangan," kata Baekhyun sambil menahan Chanyeol yang semakin dalam menggigit leher Baekhyun.
"Tenang sayang, aku tidak akan menyakitimu aku hanya menghilangkan bekasnya darimu. Karena kau milikku," kata Chanyeol sambil menyeringai. Dengan ragu Baekhyun mulai merangkul leher Chanyeol dan mendekatkan dirinya.
"Baekhyun-ah kau sangat cantik, pantas dia juga menyukaimu," kata Chanyeol sambil menatap iris Baekhyun dalam sambil tersenyum.
"Tapi itu bukan aku, aku hanya mencintaimu," kata Baekhyun dengan tersipu lalu mengalihkan pandangannya pada Chanyeol.
"Aku tau itu sayang, lalu sekarang coba kita lihat dimana saja dia menyentuhmu," kata Chanyeol sambil mengangkat Baekhyun ke atas tempat tidurnya.
"Chanyeol yak.." ucap Baekhyun kaget saat dirinya sudah berada di kasur dengan Chanyeol diatasnya.
"Aku akan menghilangkan bekasnya dari dirimu Baek.. bersiaplah," kata Chanyeol lalu segera mendekatkan wajahnya dan mencium Baekhyun lembut. Tanpa lumatan hanya sekedar mengecup ringan. Dimulai dari dahinya, mata lalu berhenti di bibir Baekhyun. Sungguh Chanyeol sangat ingin menciumnya dengan kasar jika melihat bibir gadisnya yang sangat seksi di hadapannya. Namun harus menahannya agar tidak membuat gadisnya kembali menangis. Dengan perlahan ia mulai mencium bibir gadisnya dan terlihat Baekhyun mulai menerimanya. Perlahan ia mulai membuka mini dress yang digunakan Baekhyun dan mencium kissmark yang ada di tulang selangka Baekhyun.
Chanyeol hanya mencium dan menggigit bekas kissmark yang ditinggalkan Sehun tanpa berniat melanjutkannya lebih jauh. Setelah selesai Chanyeol memasangkan kembali pakaian Baekhyun yang membuat Baekhyun bertanya-tanya kenapa Chanyeol melakukan itu.
"Chanyeol? Kenapa hh berhenti?" tanya Baekhyun dengan tatapan yang sedikit sayu dan nafas yang terengah-engah.
"Aku mendengar perutmu yang lapar Baek-ah.. kau belum makan hehe.." ucap Chanyeol sambil tertawa ringan lalu mengambil kembali nampan berisi makanan untuk Baekhyun.
"Ah.. hmm, iya aku belum makan," jawab Baekhyun malu-malu sambil menundukkan kepalanya dan merapikan rambutnya yang sempat berantakan oleh ulah Chanyeol.
"Atau? Kau mau meneruskan yang tadi Baek-ah?" tanya Chanyeol menyelidik diselingi senyum mesumnya.
"Park Chanyeol mesum," kata Baekhyun lalu segera mengambil nampan itu dari tangan Chanyeol meninggalkan Chanyeol yang tertawa terbahak-bahak melihat Baekhyun.
"Hahaha.. tidak-tidak aku tak sekejam itu aku tau gadisku ini perlu makan yang banyak untuk membuat pipi bakpaonya selalu isi," Chanyeol lalu duduk di sebelah Baekhyun sambil mencubit gemas pipi Baekhyun yang terlihat penuh karen makanan yang dimakannya.
"Yak berarti aku gemuk begitu?" tanya Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.
"Tidak sayang kau itu bulat dan seksi," ucap Chanyeol kembali bercanda untuk membuat perasaan Baekhyun kembali tenang.
"Humph aku benci kau," kata Baekhyun sambil memasukkan suapan terakhirnya.
"Aku cinta kau Baek-ah," kata Chanyeol sambil mengusap kepala Baekhyun yang dibalas senyum malu-malu oleh Baekhyun.
Setelah Baekhyun menghabiskan sarapannya Chanyeol mengangkat nampan itu dan membawanya kembali ke dapur apartemen. Saat itu Baekhyun mengikutinya ke dapur dan tiba-tiba memeluk Chanyeol dari belakang saat Chanyeol hendak mencuci piring makan Baekhyun.
"Chanyeol-ah.." gumam Baekhyun sambil menengokkan kepalanya melihat apa yang dilakukan Chanyeol dan Chanyeol menjawabnya dengan gumaman.
"Aku beruntung memiliki pacar sepertimu," kata Baekhyun kemudian.
"Tentu saja, aku tampan, tinggi, baik hati dan rajin menabung," ucap Chanyeol menyombongkan dirinya.
"Huh, dasar sombong," Baekhyun segera pergi dari sana namun ditangkap oleh lengan Chanyeol. Segera dibalikkannya tubuh Baekhyun oleh Chanyeol lalu membuat Baekhyun menatapnya.
"Aku juga beruntung memiliki kekasih sepertimu, aku suka semua yang ada di dirimu," kata Chanyeol lalu segera mengangkat Baekhyun dan mendudukkannya di pantry.
"Dasar gombal," kata Baekhyun lalu mengalihkan pandangannya.
"Itu benar sayang, mau bukti?" tanya Chanyeol sambil tersenyum miring.
"Hah? Bukti apa?" tanya Baekhyun sambil mengernyitkan dahinya.
"Bukti bahwa aku menyukai semua yang ada di dirimu sayang," kata Chanyeol yang mulai mencium leher Baekhyun tempat dimana ia menumpuk kissmark yang telah dibuat Sehun sebelumnya.
"Siap-siap memakai turtle neck sayang, aku tidak mau melihat lehermu yang seksi ini dilihat oleh laki-laki lain," kata Chanyeol posesif.
"Yak jangan menambahnya," kata Baekhyun sambil berusaha menjauhkan Chanyeol darinya.
"Aku hanya ingin membuat milikku sendiri tanpa miliknya Baek-ah," kata Chanyeol sambil tersenyum manis dan menatap Baekhyun.
Kini tangan Chanyeol kembali membuka pakaian Baekhyun dan segera mencium dan menjilat tulang selangka Baekhyun. Kondisi Baekhyun saat ini benar-benar memabukkan terlihat bahwa matanya yang sayu dengan bibir yang mengeluarkan desahan-desahan tertahan akibat tangan Chanyeol di tubuhnya.
"Hhh.. Chanyeol-ah itu geli-hh," kata Baekhyun saat Chanyeol mulai menjilati pusarnya.
Tangan kanan Chanyeol mulai membuka bra yang digunakan Baekhyun sementara tangan kirinya mengelus paha dalam Baekhyun perlahan. Hal itu membuat tubuh Baekhyun menegang mengingat pahanya adalah bagian sensitifnya.
"Chanyeol-ah lepaskan hh pakaianmu juga, kau hh curang," kata Baekhyun sambil menarik-narik kaos Chanyeol. Saat itu juga dengan segera Chanyeol membuka kaosnya dan kembali melanjutkan mencium Baekhyun dan mulai menggunakan lidahnya.
"Ahnn.. mmhh..." desah Baekhyun yang tertahan ciumannya.
Chanyeol melepaskan ciumannya mengakibatkan benang saliva terlihat di antara bibir mereka.
"Bolehkah aku melakukannya?" tanya Chanyeol ragu yang dijawab anggukan ringan oleh Baekhyun.
.
.
.
.
TBC
Annyeong author kembali lagi setelah lama tidak update ceritanya xixixi.. kalian pasti berharap CHANBAEK moment yang "itu" disini kan? Sabar ya gess karena membuat Chanbaek moment lebih susah daripada Sekai hahaha.. Chanbaek lebih manis kan daripada Sekai jadinya sedikit susah buatnya karena author sukanya yang menantang #coret lupakan.
Oke terimakasih atas review kalian yang sudah membaca ff ini, dan author sadar kalo author belum bisa menulis ff ini dengan baik jadinya mungkin sedikit mengecewakan. Berikut konfirmasi yang bisa author berikan atas review kalian haha..
Iyou : yak jadi disini Kai minjam tubuh Baek buat itu :v #dasarotakauthorlaknat
parkwillsy : hohoho karena author suka ff sekai yang menantang makanya seperti itu. Utk kai sering naena sama sehun atau nggak liat ch kedepan ya :v
rly : hmm liat chap kedepan ya kenapa Baekhyun seperti itu.
fujimaru121 : iya ini ff Chanbaek tapi juga Sekai haha.. ini dikasi momen Chanbaeknya yang manis-manis kok biar Chanbaek shipper bahagia hehe...
Okay itu review yang bisa author balas :v dan maafkan otak author yang laknat begini sehingga membuat ff seperti ini.. jangan bosen yaa baca ffnya hehe..
Jangan lupa review kalian membuat author semangat dalam menulis ff ini :v
Terimakasih juga yang sudah follow dan favorite hehe..
Love ya guys...
