Tangan kanan Chanyeol mulai membuka bra yang digunakan Baekhyun sementara tangan kirinya mengelus paha dalam Baekhyun perlahan. Hal itu membuat tubuh Baekhyun menegang mengingat pahanya adalah bagian sensitifnya.
"Chanyeol-ah lepaskan hh pakaianmu juga, kau hh curang," kata Baekhyun sambil menarik-narik kaos Chanyeol. Saat itu juga dengan segera Chanyeol membuka kaosnya dan kembali melanjutkan mencium Baekhyun dan mulai menggunakan lidahnya.
"Ahnn.. mmhh..." desah Baekhyun yang tertahan ciumannya.
Chanyeol melepaskan ciumannya mengakibatkan benang saliva terlihat di antara bibir mereka.
"Bolehkah aku melakukannya?" tanya Chanyeol ragu yang dijawab anggukan ringan oleh Baekhyun.
Tangan Chanyeol mulai mempermainkan bagian atas Baekhyun sementara Baekhyun hanya bisa membalasnya dengan desahan dan erangan tanpa perlawanan yang berarti. Memang Baekhyun gadis yang pemalu, tapi setidaknya dia sedikit belajar dari internet bagaimana cara membuat anak?
"Bolehkah aku?" tanya Baekhyun sambil jemarinya mendekati bagian bawah Chanyeol, jujur saja Chanyeol saat ini sedikit kaget akan kelakuan Baekhyun. Sedikit ragu melakukannya Chanyeol menatap mata Baekhyun memastikan bahwa yang dihadapannya saat ini memang Baekhyun-nya dan bukan Kai. Iris mata kecoklatan yang dilihat Chanyeol menjawab semuanya, itu Baekhyun-nya.
"Kenapa Chan?" tanya Baekhyun menyelidik, karena merasa ditatap sangat lama oleh Chanyeol.
"Ani.. aku hanya memastikan sesuatu," kata Chanyeol sambil membelai pipi Baekhyun lembut dan penuh cinta.
"Memastikan kalau yang ada di hadapanmu ini bukanlah Kai?" selidik Baekhyun sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Aku tau yang dihadapanku itu adalah Baekhyun yeojachingu-ku yang paling cantik dan manis di dunia ini," kata Chanyeol dengan senyum manisnya.
"Kau membuatku malu bodoh," ujar Baekhyun sembari menepuk dada Chanyeol lalu mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Chanyeol yang menatapnya tajam dan penuh kekaguman.
"Tidak perlu malu sayang, aku ingin melihatmu mengerang dibawahku," kata Chanyeol sambil menyeringai, yang membuat ketampanannya berkali-kali lipat bertambah.
"Yak.. pabbo mesum," jawab Baekhyun malu-malu.
"Tapi kau menyukainya," seraya tangan Chanyeol mulai menyelinap di dalam underwear Baekhyun sambil menyingkap apa yang ada di baliknya.
"Anhh.. Chan hh.." Baekhyun berusaha meredam suaranya dengan mengigit bibirnya, namun tampaknya Chanyeol tidak suka akan hal itu.
"Baek-ah, aku lebih suka kau mendesahkan namaku daripada kau harus menahannya. Aku tau kau menyukainya," jawab Chanyeol seraya menjilat bagian luar payudara Baekhyun tanpa niatan menjilat bagian tengahnya. Ohh Chanyeol mau mempermainkan Baekhyun kali ini.
"Chanyeol-ah.. mmhh.. sentuhh juga disini nnhh.." kata Baekhyun sambil mengarahkan tangan Chanyeol ke vagina-nya.
"Sabar sayang, kita perlu pemanasan sebelum ke inti," kata Chanyeol yang mulai menurunkan jilatannya ke paha dalam Baekhyun tanpa ada niatan untuk menyentuh vagina Baekhyun yang mulai terasa gatal akibat rangsangan yang diberikan oleh Chanyeol.
"Mhh.. Channh.."
"Desahkan namaku sayang, aku suka mendengar suaramu," kata Chanyeol lalu menjilat daun telinga Baekhyun, sementara tangan kanannya mempermainkan puting Baekhyun dan tangan kirinya masih mengelus-elus vagina Baekhyun dari luar underwearnya.
"Chanh.. aku sudahh nnhh.. tidak tahan," kata Baekhyun terengah-engah.
"Baiklah.. aku mulai Baek," kata Chanyeol lalu mulai melepaskan sabuk celananya dan menurunkan celananya. "Aku tidak membawa itu Baek-ah," kata Chanyeol memperingati Baekhyun.
"Tidak apa, aku ingin merasakanmu di dalam sini," kata Baekhyun sambil menyilangkan kakinya di punggung Chanyeol mendorong kejantanan Chanyeol lebih mendekat ke arahnya.
"Baiklah, aku mulai.. mhhh," Chanyeol mulai memasukkan miliknya dengan perlahan ke dalam Baekhyun, takut membuat gadisnya terluka.
"Shhh.. mmhh," Baekhyun sedikit meringis merasakan miliki Chanyeol yang lumayan besar dan panjang.
"Sedikit lagi sayanghh.. hh," kata Chanyeol sambil mengusap peluh di wajah cantik Baekhyun yang saat ini menahan sakit.
"Aghh..." teriak keduanya bersamaan saat milik Chanyeol sudah masuk seutuhnya ke tubuh Baekhyun.
Cukup lama Chanyeol tidak menggerakkan tubuhnya dan mengalihkan rasa sakit Baekhyun dengan mencium dan menjilat daun telinga Baekhyun.
"Chan.. hh bergerakhh –lahh mhh," tanya Baekhyun yang mulai bisa menerima milik Chanyeol dalam dirinya. Saat itu juga Chanyeol mulai menggerakkan miliknya dengan tempo yang terbilang pelan. Sungguh walaupun mereka berdua pernah melakukannya tetap saja Chanyeol tidak mampu menyakiti gadis manisnya itu.
"Ahh mmhh Chann.."
"Mendesahlah sayang, aku suka hh ah mendengarnya.. mhh," ucap Chanyeol yang mulai mempercepat temponya.
"Ahh.. iyahh, Chanhh ahh mmhh," saat itu Chanyeol mulai mendekatkan wajahnya dan mencium serta memainkan lidahnya di mulut Baekhyun.
"Anh.. mhh.." Baekhyun mulai terhanyut dalam permainan Chanyeol yang luar biasa akhirnya membalas pergerakan Chanyeol dengan menggerakkan badannya berlawanan arah.
"Ahh.. mmhh yahh Chann disituhh ahhh.." kata Baekhyun saat Chanyeol menemukan titik sensitifnya.
Genjotan Chanyeol dipercepat saat ia tahu bahwa Baekhyun akan keluar sebentar lagi.
"Ahh.. teruss.. nhh Chann,"
"Yahh lebihh.. dalam mhh.."
"Baekhyun-ah.. mhh,"
"Ahh aku.. akanhh.. mmhh," kata Baekhyun seraya mempererat pelukannya pada Chanyeol.
"Ahh.. sedikit lagi sayanghh.. mhh," kata Chanyeol seraya menusuk dengan lebih cepat dan keras ke titik sensitif Baekhyun.
"Mhhhh.. AAHHH..." teriak mereka bersamaan saat sudah mencapai klimaks mereka.
"Baek-ah," panggil Chanyeol sambil berusaha menormalkan nafasnya dari kegiatan melelahkannya dengan Baekhyun.
"Mmhh?" jawab Baekhyun sekadarnya, karena jujur dia sangat lelah.
"Terimakasih," kata Chanyeol sambil memeluk Baekhyun.
"Untuk apa Chan?" tanya Baekhyun bingung sambil menatap mata Chanyeol.
"Untuk semua yang telah kau berikan padaku, aku bersyukur memilikimu," ucap Chanyeol sambil mencium kening Baekhyun dengan lembut.
"Aku juga berterima kasih dan bersyukur karena memilikimu disisiku Chanyeol-ah,"
Cukup lama mereka terdiam sambil memandang satu sama lain, dengan posisi Baekhyun tidak memakai baju tidur terlentang diatas pantry.
"Chan, aku mengantuk," kata Baekhyun sambil tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Chanyeol.
"Baiklah ayo kita tidur," ajak Chanyeol dengan segera mengangkat Baekhyun tanpa melepaskan miliknya di dalam Baekhyun.
"Anhh... Chanyeol lepaskan milikmu, aku lelah," kata Baekhyun sambil merengut.
"Tidak sayang, di dalammu terasa hangat," lalu Chanyeol melanjutkan menggendong Baekhyun dengan posisi koala. Hal tersebut tentu saja membuat milik Chanyeol menusuk Baekhyun lebih dalam saat berjalan.
"Mhh ahh.. Chann," desahan Baekhyun tidak berhenti sedikitpun semenjak Chanyeol menggendongnya dari dapur hingga kamarnya.
"Yak Chanyeol," teriak Baekhyun kaget menyadari apa yang akan terjadi padanya setelah ini.
"Desahanmu membuatku bangun lagi Baek-ah, satu ronde lagi ne?" tawar Chanyeol sambil menatap Baekhyun dengan cengiran meghiasi wajahnya.
"Walaupun aku bilang tidak kau juga akan melakukannya bodoh," kata Baekhyun sambil memalingkan wajahnya.
"Tentu saja, kau mengerti diriku sayang.." kata Chanyeol lalu melanjutkan permainan panas mereka entah sampai berapa kali. Biarkanlah mereka menikmati momen panas mereka yang dipenuhi desahan dan erangan seksi Baekhyun.
SKIP (Sorry ga dilanjut haha)
Saat hari menjelang sore Baekhyun terbangun dengan senyum di wajahnya karena melihat sosok yang telah mengerjainya tadi siang hingga tak sadar sudah berapa kali mereka melakukannya hari ini. Baekhyun mengelus wajah Chanyeol dan menatapnya dalam-dalam.
Tiba-tiba saja tangannya dipegang oleh Chanyeol, menyadari ternyata Chanyeol juga sudah bangun membuat Baekhyun sedikit kaget.
"Aku tau aku tampan sayang, kau bisa melihatku setiap saat jangan terkagum-kagum begitu," kata Chanyeol sambil perlahan membuka matanya sambil memperlihatkan senyum termanisnya untuk Baekhyun.
"Yak kenapa kau tidak bilang sudah bangun?" kata Baekhyun sambil mencubit lengan Chanyeol gemas.
"Kalau aku bangun, aku tidak dapat kesempatan di tatap dengan penuh kagum olehmu," jawab Chanyeol sambil tersenyum renyah.
"Yak pabbo mesum," kata Baekhyun sambil bangun dari tempat tidur, tapi Baekhyun seperti lupa akan sesuatu.
"Kau mau keluar sambil seperti itu sayang? Memperlihatkan hasil karyaku?" tanya Chanyeol menggoda sang kekasih. Sontak saja Baekhyun melihat tubuhnya lalu berteriak.
"AAHHHH... Park Chanyeol mesum keluar kau dari sini!" kata Baekhyun sambil menarik selimut di atas kasur dan melempar Chanyeol dengan bantal.
"Baiklah.. baiklah," kata Chanyeol seraya menggunakan pakaiannya dengan benar dan keluar dari kamar Baekhyun menuju dapur.
Baekhyun POV
"AAHHHH... Park Chanyeol mesum keluar kau dari sini!" ucapku lalu segera menarik selimut diatas kasur dan melemparkan Chanyeol dengan bantal segera mungkin.
"Baiklah.. baiklah," kata Chanyeol yang saat itu segera memungut pakaiannya dan menggunakannya dengan cepat.
Setelah selesai menggunakan baju Chanyeol segera keluar dari kamarku. Aku pun segera mencuci wajahku dan menggunakan baju yang pantas, setidaknya untuk menutupi apa yang telah dibuat Chanyeol di badanku. Sungguh tidak berperikemanusiaan sekali, masa dia menyuruhku menggunakan turtle neck sampai kissmark yang ia buat hilang. Uuhh Chanyeol menyebalkan.
Selesai berdebat dengan pikiranku, aku segera keluar dan melihat Minseok eonni di ruang tengah sedang mengobrol dengan Chanyeol sambil memakan snack.
"Eonni.. ehmm maaf telah merepotkanmu selama ini," kataku lalu duduk di sebelahnya.
"Aniya.. merepotkan apanya Baekhyun-ah?" tanya Minseok eonni sambil meletakkan snacknya dan menatapku.
"Aku hanya merasa selama ini telah membuatmu repot akan tindakan yang aku perbuat," kataku sambil menunduk menyesal.
"Aigoo.. kau sudah kuanggap dongsaengku sendiri Baekhyun-ah," kata Minseok eonni sambil memelukku hangat.
"Ne... gamsahamnida eonni," kataku membalas pelukannya.
"Tapi aku pikir kamu akan kesulitan ke kampus jika seperti ini," kata Minseok eonni sambil menatap ke arah leherku dengan senyum yang ditahan.
"Ahh ini.." kataku ragu sambil berusaha menutupi kissmark yang dibuat Chanyeol.
"Chanyeol lain kali kalau kau ingin membuat tanda seperti ini pikirkan tempat yang membuat Baekhyun tidak harus memakai turtle neck okay?" kata Minseok eonni ke hadapan Chanyeol yang sedari tadi menatap aku dan minseok eonni.
"Ah.. ne Xiumin noona, tadi itu kelewatan," kata Chanyeol sambil menggaruk belakang lehernya yang kuyakin tidak gatal.
"Haha.. kalian ini sudah sana Baekhyun ajak Chanyeol makan dulu. Kebetulan tadi eonni membeli Lasagna. Kau suka kan?" tawar Minseok eonni sambil menepuk pelan pundakku
"Nde eonni, kajja makan Chanyeol-ah," ajakku kepada Chanyeol.
Sungguh kupikir Minseok eonni tadi marah melihatku seperti itu, karena biasanya aku tidak pernah sampai seperti ini dengan Chanyeol. Tapi hal-hal yang terjadi belakangan ini membuatku tertekan dan Chanyeol mampu menenangkanku dengan sentuhannya yang tanpa sadar membuatku terlena.
.
.
.
.
TBC
Halo halo author disini berterimakasih kepada viewer yang meninggalkan review disini yeay
Jujur aja sebenarnya author ingin review dari kalian lebih banyak karena ngeliat dari banyak yang baca ff ini.
Buat yang udah ngereview selama ini makasi lo huhu terharu author ini :')
Btw sebenernya ini kan ff author yang pertama ada NC nya, sumpah waktu baca lagi keatas ffnya kok bisa bikin ff macam ini ya? Dasar otak author kelewat mesum anjayy..
Sorry ya walaupun author itu suka kopel Chanbaek tapi momen naenanya kurang hot. Soalnya author harus buat yang fluffy dan ada manis"nya gitu. Padahal authornya sendiri suka yang sedikit kasar? Khukhukhu..
Untuk keterlambatan update maafkan author ya, yang dilanda banyak tugas kuliah dan juga kerjaan rumah yang gabisa dilewatin :') author akan berusaha buat ff ini update secepatnya, karena jujur aja kalo ff ini masih setengah jalan author dihantui kelanjutannya hahaha..
Ff author yang snow in autumn itu mungkin belakangan di update ya, karena author kena writers block utk cerita yang itu. Hehe mian..
Okay last thank you utk yg udah baca ff gajelas ini.
Read and review? *hug
