Chapter 2

Malam hari Rumah Hanzo

Terlihat tiga orang sedang duduk diruang tamu.

"ketua Danzo berpesan agar gerakan yang akan kita lancarkan merupakan gerakan militer, sasaran utama gerakan adalah Jendral-Jendral yang tergabung dengan Dewan Jendral atau Tokoh-tokoh yang anti Organisasi kita, gerakan ini harus menguasai instalasi vital seperti kantor Radio Konoha, Stasiun kereta, gedung telekomunikasi dan lain-lain" ucap Hanzo kepada dua orang yang ada didepannya yakni Kabuto dan Mizuki "kita sepakat mengajukan tiga orang calon yang terdiri dari perwira-perwira berpikiran maju yaitu Letnan Kolonel Uchiha Obito Komandan Batalyon Anbu pengawal Presiden, Kolonel Infanteri Hidan Komandan Brigif 1, dan Mayor Udara Deidara Komandan Pasukan pengawalan lapangan udara, ada pertanyaan?"Tanya Hanzo

Dua orang tersebut diam saja dan mereka paham apa yang sedang didiskusikan. Lalu masuklah seseorang ke ruang tersebut.

"jadi, bagaimana Hanzo?"Tanya orang tersebut

"tempatnya sudah pasti?"Tanya Hanzo

"sudah"jawab orang tersebut

"dari ketua Danzo tidak ada pesan?"Tanya Hanzo

"tidak ada" orang tersebut keluar ruangan

"khukhu tapi tetap bergantung terhadap kesehatan Presiden Hashirama"tegas Hanzo

"sesuai dengan ketua Danzo semua akan berusaha agar apapun dan bagaimanapun keadaannya tetap menguntungkan kita dan kita akan melalap setiap kesempatan kepada kita"balas Kabuto

"tapi yang penting kita harus berusaha agar pada tanggal 17 nanti Presiden Hashirama tetap berpidato biar bagaimanapun kesehatannya"tegas Hanzo

17 Agustus

Terdengar suara radio "selanjutnya Presiden Hashirama akan memberikan amanat"

"HIDUP PRESIDEN HASHIRAMA!!!!!!!!!!"teriak seorang pula didikuti suara yang lainnya

Terlihat seorang pria mematikan radio tersebut 'pria yang ada di chapter 1 dan wanitanya juga"

"habis sama sekali"ucap pria tersebut marah

"kan saya sudah bilang kemarin beras dari kakakku sudah habis"balas seorang wanita yang merupakan istrinya

"saya tidak bicara soal beras, saya bicara soal negri ini Presiden Hashirama sedang dihabisi, negri ini sedang dihabisi, Akatsuki bergerak seperti setan yang tidak kelihatan"ucap marah pria tersebut.

Ruang sidang Organisasi Akatsuki

"sebelum saya menanggapi satu persatu apa yang dikemukakan oleh Ketua, saya ingin mendapat penjelasan dari ketua bukan berarti saya meragukan mengenai Dewan Jendral, darimana ketua mendapat info mengenai hal itu, terus terang saya mengemukakan kekhawatiran saya mengenai perjuangan dan masa depan organisasi bukan tidak mungkin isu itu sengaja diciptakan lawan kita sendiri dengan tujuan memancing kita sehingga memaksa kita untuk konfrontasi secara terbuka, sebelum membahas hal lain saya meminta ketua menguraikan isu Dewan Jendral secara terperinci terima kasih" ucap seorang pria yang tidak lain adalah Mangetsu

"ada lagi yang lainnya?" Tanya Danzo

"untuk sementara saya sama dengan Mangetsu"balas Homura

"saya kira tidak perlu mengatakan kesetiaan macam bagaimana seharusnya diberikan kepada setiap anggota dalam rangka meyakini serta menjunjung Organisasi, keselamatan Organisasi dan masa depannya yang adalah diatas segala-galanya. Saya yakin semua yang hadir disini pasti memahami bahwa ada saat berfikir, berbicara dan bertindak. Hari ini saya harus mengatakan bahwa hari-hari besok adalah tindakan"tegas Danzo

"sudah tentu Dewan Jendral tidak hanya satu tapi saya kira Badan Pusat Intelijen harus dapat dipercaya sebab kalau tidak kita tidak bisa mempunyai badan yang tidak bisa dipercayai mengenai hal ini, saya terima langsung dari kepala staffnya yaitu Brigjen Polisi Izuna, tapi yang paling penting kalian harus bisa menahan diri supaya jangan serba ingin tahu, ini semua agar dalam keadaan darurat kelak terjadi sesuatu diluar rencana kita, karena tidak semua orang mampu menahan tutup mulut membocorkan nama demi keselamatan Organisasi"tegas Danzo

"karena itu saya tidak berani menyebutkan nama Perwira berpikiran maju atau penjelasan detail lainnya sehubungan dengan pertanyaan yang terakhir, secara umum saya berani menyatakan bahwa pengaruh Organisasi dikalangan Angkatan Bersenjata umumnya dicerminkan oleh kekuatan Organisasi didaerah itu, ada factor yang menguntungkan kita karena tidak ada kekompakan dikalangan Dewan Jendral yaitu antara Hiruzen dengan Minato tentang waktu pelaksanaan perebutan kekuasaan sementara Angkatan Laut dan Angkatan Polisi dapat kita netralisir karena kedua Angkatan ini sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri sementa Angkatan Udara akan membantu memberikan fasilitas"ucap danzo

"sebelum kita menutup sidang ini, saya akan menyimpulkannya, sidang sepakat bahwa kita akan mendahului Dewan Jendral dalam operasi militer dan membentuk Dewan Revolusi guna menggantikan kabinet yang ada, lalu menyangkut tentang operasi militer menetapkan pembagian tugas yaitu pelaksanaannya dan harinya kepada ketua pelaksana, lalu politik terutama posisi Dewan Revolusi kepada Dewan harian Grup, lalu pengelompokan anggota untuk dikirim kedaerah"tegas Danzo lalu mengetuk palu

Kediaman Jendral Hiruzen Sarutobi

Terlihat sebuah foto yang menampilkan Hiruzen lengkap dengan pakaian dinas lencana dan atributnya dengan pangkat Jendral dan juga terlihat seorang anak perempuan berumur 6 tahun berpakaian tentara kecil menatap foto tersebut dan berpose layaknya seorang tentara lalu anak tersebut berjalan dan berdiri tepat disamping foto tersebut.

"sudah sama seperti ayah?"Tanya anak tersebut

"sudah sama" jawab pembantunya

"ini sama" ucap anak tersebut menyentuh dada kirinya "ini juga sama"lalu menyentuh dasinya.

"ya semua sama"jawab pembantunya

"tapi aku tidak punya bintang-bintang seperti ayah, tunggu"sambil berlari kecil menuju kamar ayah dan ibunya

"aduhhh anak ibu "ucap Biwako kagum melihat anaknya memakai baju seperti tentara dan berkaca biwako juga sedang membawa pakaian dinas Hiruzen.

"sudah cantik" kata pembantunya

"tuh ga ada"ucap murung Shion

"apa yang tidak ada bi?"Tanya Biwako

"Shion ingin bintang didada"jawab Shion

"oohhh mesti berjuang dulu, baru boleh dapat bintang"balas Biwako senyum

"nanti bibi buatkan bintang kalau Shion sudah bisa berhitung"ucap pembantu

Datanglah mobil jeep dari luar rumah, terlihat penjaga gerbang mengangkat senapan sebagai tanda hormat.

"ayah pulang tuh"ucap kakak perempuan Shion. Sambil tetawa kecil Shion lari menuju luar rumah untuk bertemu ayahnya.

Keluarlah Jendral Hiruzen dari mobil jeepnya disusul Ajudannya Letnan Satu Asuma lalu memberi hormat kepada Jendral Hiruzen.

"ayah pulang ayah pulang, enak ya kalau ayah setiap hari pulang siang"ucap ceria Shion menuju teras depan rumah

"hahaha mana bisa ayah kan sibuk"balas Hiruzen dengan senyum dan menuju kedalam rumah bersama kedua anak perempuannya Shizune dan Shion.

"ayah Shion mau bintang banyak, baju Shion ingin seperti ayah"ucap Shion Hiruzen membalasnya dengan senyum

"ayah Shizune ikut belajar menari boleh kan? Latihannya sore kok" ucap Shizune

"Shion juga mau menari, tapi Shion mau bintang dulu"balas Shion

"hahaha"jawab Hiruzen dengan senyum.

"bibi juga mau bikinin bintang buat Shion"balas Shion

Sedangkan dikamar lain yang sedang ditempati oleh Letnan Satu Asuma, terlihat Asuma sedang duduk membaca sebuah surat dari kekasihnya Kurenai, Asuma berdiri dan melepas topi pet dan menaruhnya di meja tersebut lalu membaca surat sambil berjalan menuju Kasur dan duduk dikasur tersebut dengan wajah sumringah dan senyum. Tiba-tiba lampu menyala dan mata Asuma berkedip tanda menyilaukan matanya.

"hihihihi"tawa Shizune dan Shion dari depan pintu kamar Asuma

"kok paman Asuma bisa membaca surat dalam keadaan gelap"goda Shizune

"iya"tambah Shion dan menghampiri Asuma. "paman Asuma berdoa ya?"Tanya Shion

"tidak, paman sedang baca surat"jawab Asuma

"pasti dari Bibi Kurenai"sela Shizune dan menghampiri Asuma

"kok baca surat kayak berdoa"balas Shion

"ah tunggu"ucap Asuma berdiri "sekarang tutup mulut dulu ya sampai paman selesai baca surat"tambah Asuma

"tapi yang buat tutup mulut tidak ada"ucap Shizune murung

"iya tuh ga ada terbuka"tunjuk Shion kedalam mulutnya

"nih"ucap Asuma memberikan dua permen kaepada Shizune dan Shion.

"terima kasih"ucap Shizune dan Shion bersamaan, lalu mereka berlari meninggalkan Asuma sendirian dan melanjutkan membaca surat.

Bersambung….

jangan lupa like and reviews dan disini hiruzennya yang masih muda