Dream
Jung Jaehyun X Lee Taeyong
and other cast
Rated : T
Warnings : OOC | absurd | yaoi | boyslove
DLDR!
btw ini ngetiknya waktu lagi mabok soal matematika
jadinya absurd dah, sumpah.
Taeyong menetralkan nafas nya, keringat bercucuran deras dari pelipis nya hingga dagu.
"Astaga mimpi apa aku barusan?", Taeyong membuang selimut yang membungkus tubuh nya ke sembarang arah
"KYA KENAPA INI" taeyong langsung merangkak kebawah mencari selimut nya yang sempat ia buang tadi kemudian membungkus dirinya lagi, lampu kamarnya tiba-tiba saja mati.
Jantung taeyong dugun-dugun tak karuan, kalau dugun-dugun nya yang seperti ini taeyong juga tidak mau, tak akan pernah mau. Taeyong kira dugun-dugun karena bermimpi hantu itu lebih sehat daripada dugun-dugun melihat wajah tampan nya jaehyun, tapi tidak. Ternyata lebih tidak sehat dugun-dugun seperti ini, sialan.
Dalam hati taeyong menghujat jaehyun dengan koleksi kata-kata kasarnya, kalau pria itu tidak mengajak nya streaming tadi sore mungkin malam ini taeyong bisa tidur dengan damai. Bukan nya malah bermimpi dikejar-kejar hantu yang menggenggam palu besar.
Sebisa mungkin taeyong mengabaikan mimpi seram nya itu dan kembali tidur, namun tetap saja cara itu tidak ampuh, hantu itu terus mengiang-ngiang di otaknya hingga pukul lima pagi, betapa mengenaskan.
Yuta mengernyit heran ketika mendapati taeyong memasuki kelas dengan wajah nya yang sungguh lebih buruk dari mimi peri, yuta tidak bohong. Kemudia yuta menghampiri taeyong dengan terburu-buru.
"Wow, ada apa dengan wajahmu itu?"
Taeyong tidak menggubris pertanyaan yuta, taeyong hanya melewati yuta dengan seenak jidatnya yang membuat yuta menggeram pelan.
"Taeyong, aku ber—"
Taeyong melempar sepatu nya ke arah yuta dan tepat sekali mengenai kening si Jepang itu.
"—tanya", yuta memungut sepatu taeyong yang tergeletak di lantai dan menghampiri meja taeyong yang berada di belakang meja nya dengan johnny.
Yuta mengembalikan sepatu taeyong, "bahkan kau belum memakai sepatumu?"
"Aku tidak sempat yuta" ujar taeyong seadanya, karena memang betul begitu, saat dirumah tadi taeyong hanya memiliki waktu sekitar lima belas menit untuk sampai tepat waktu disekolahnya, lima menit untuk menunggu bus, dan sepuluh menitnya untuk perjalanan kemari. Dan sialnya, guru pada jam pelajaran pertama mereka ternyata absen mengajar hari ini, author turut berduka cita untuk taeyong.
"Sejak kapan kau jadi pemalas begitu?"
"Aku tidak malas, sialan. Aku hanya telat bangun"
"Telat? Yah aku rasa kosakata itu tak jauh-jauh dari malas"
Taeyong yang temperamental itu langsung menjitak kepala yuta, "aku tak butuh ocehanmu" kata taeyong
"Hey, yongie!" pekik doyoung langsung berlari ke meja teman kesayagan nya itu
"Halo, kelinci" jawab taeyong dengan malas
Sedangkan johnny berada dibelakang doyoung, melambaikan tangan nya pada taeyong yang hanya ditanggapi dengan senyum tak tulus taeyong. Mood taeyong hari ini sedang buruk, jadi lebih baik tidak mencari-cari masalah dengan nya.
"Tae, mata pandamu kembali.."
Taeyong hanya bisa menghela nafas kemudian menceritakan apa yang terjadi padanya semalam.
"Jaehyun, cepat!"
Ten menarik dasi jaehyun tak karuan, ten tidak sabar.
"Hei aku tercekik, ten"
Kemudian ten melepaskan tarikan nya pada dasi jaehyun dan mengucapkan maaf diselingi kekehan manisnya, jangan salah kalian, cabe cabe begitu ten memang manis walau kadang dibuat-buat sih.
"Cepat jaehyun! Dua puluh menit lagi istirahat kita selesai"
"Iya ten, aku tahu"
Jaehyun dengan bangga melangkahkan kaki nya di koridor, para siswi berteriak tak karuan melihat jaehyun yang sedang tebar pesona itu, dan tak lupa pengikut nya yang setia mengikuti jaehyun dari belakang. Siapa lagi kalau bukan ten.
Oh hari ini jangan lupa sertakan Winwin dan Kun, teman satu komplotan jaehyun.
ICIKIWIR.
Itu lah nama komplotan jaehyun, komplotan yang begitu dikagum kagumi oleh mahkluk seantero sekolah, komplotan dengan anggota-anggota yang menawan, dan satu-satunya komplotan yang memengaruhi popularitas komplotan nya taeyong, komplotan BONEK.
Bocah Nekat, kalau tidak salah itu singkatan nya.
Sebenarnya nama komplotan taeyong itu tidak sesuai dengan anggota-anggota yang ada didalamnya.
Taeyong? Nekat darimananya? Dihukum guru saja hampir ingin menangis.
Yuta? Ini lagi. Tidak ada nekat nya sama sekali, nonton video bokep jepang disekolah saja tidak berani.
Doyoung? Kelinci ini nekat? Sepertinya yang berkata seperti itu mengalami gangguan jiwa, jelas-jelas doyoung sangat taat peraturan sekolah.
Johnny? Ehm, author rasa tidak. Johnny termasuk salah satu siswa terkalem, tapi kadang-kadang sengklek juga sih gara-gara anggota komplotan nya. Paling-paling tugas johnny hanya menjaga ketiga orang diatas, tak lebih. Mutlak security nya taeyong,yuta,dan doyoung.
Sekarang kembali pada tujuan komplotan icikiwir yang sedang tebar pesona di koridor.
"Itu sudah?"
"Hey, itu sudah?"
"Apa kalian tuli? Aku bertanya!"
"Oke, kalian tuli, aku mengerti"
Jaehyun menghela nafasnya kasar, berkali-kali ditanya tentang 'itu' ketiga anggota komplotan nya tak ada yang menjawab justru mereka hanya menanggapi pertanyaan jaehyun dengan mengernyitkan dahi.
"Kau sebenarnya ngomong apa sih, jae" celetuk winwin
"Daritadi hanya itu itu saja" sambung kun
"Mana kami mengerti" lanjut ten
Jaehyun tertawa pelan, benar juga. Mana mungkin mereka mengerti.
"Banner nya" jelas jaehyun kemudian winwin menunjukkan banner yang terlipat rapi ditangan nya kemudian jaeyun memberikan jempolnya.
"Poster?" sekarang giliran kun yang menunjukkan poster itu
"Bunga?" ten menggoyang-goyangkan plastik kresek pada genggaman nya, tanda ia membawanya.
"Oke, pasukan beraksi"
Para murid berbisik-bisik begitu melihat komplotan icikiwir berjalan didepan mereka dengan membawa barang-barang asing.
'hey apa itu? Mereka mau tawuran sama komplotan bonek ya?'
'Banner? Jangan-jangan isi banner nya ada tulisan icikiwir ga pernah mati! Bonek kelaut ae! Begitu?'
'poster? Jangan-jangan itu poster kemenangan kalau mereka menang tawuran'
'bunga? Jangan-jangan bunga itu untuk menaburi makam para anggota bonek yang kalah tawuran?'
'tidak mungkin! Setahuku komplotan jaehyun dan taeyong tidak memiliki hubungan seburuk itu!'
'iya juga ya? Mereka bukan nya hanya saingan dalam masalah ganteng gantengan?'
'ah semuanya juga ganteng!'
Taeyong mendapat sinyal dari doyoung dan yuta bahwa komplotan jaehyun sedang dalam perjalanan kemari, ke kantin.
Ketika komplotan jaehyun sampai, johnny langsung berancang-ancang melebarkan kedua tangan nya kemudian mengawasi gerak-gerik komplotan jaehyun, guna melindungi ketiga kawan nya itu.
Yuta memutar matanya, "tidak ada guna nya kau melakukan itu dibelakang kami, johnny. Komplotan jaehuyun jelas-jelas didepan mata kami, bukan dibelakang" setelah itu johnny langsung berpindah kedepan, kembali berancang-ancang.
"Hei santai kawan, bukan kah kita satu kelompok?" ujar jaehyun dengan santai
Yuta membuang nafasnya kasar, "itu urusan pelajaran, bukan urusan ganteng-gantengan"
"Tenang saja, kalau masalah ganteng-gantengan kita akan tetap bersaing, tapi kali ini biarkan kami berbicara dulu" kata kun menenangkan para komplotan bonek yang benar-benar temperamental itu, terlebih tayeong yuta dan doyoung.
"Ini, jae" winwin menyerahkan poster kepada jaehyun
Doyoung memasang wajah sinis nya.
"Sebenarnya kalian mau apa?" tanya doyoung
"ssshh, jangan berisik" celetuk ten sambil meletakkan jari telunjuk nya didepan bibir
Jaehyun membalik poster itu, taeyong menganga lebar.
Taeyong yang daritadi hanya memasang wajah datarnya kini dibuat tercengang oleh isi poster yang jaehyun pegang.
Johnny masih setia berancang-ancang.
Taeyong mendapatkan banyak foto nya, dari close up hingga seluruh tubuh menempel sempurna di poster milik jaehyun. Mulai dari taeyong yang sedang tebar pesona disekolah, sedang makan dikantin, tertidur dikelas, serta saat wajahnya memerah akibat cemburu dirumah jaehyun kemarin.
Darimana jaehyun mendapatkan nya? Dan bagaimana?
Seakan tahu apa pikiran taeyong, jaehyun menjawab "Aku mendapatkan nya dengan susah payah loh, ya walau terkadang juga dibantu teman komplotanku sih, dan tentu saja kami mengambilnya diam-diam"
Taeyong tidak mengerti, apa tujuan jaehyun melakukan hal tidak penting itu?
Oh ya, Johnny masih berancang-ancang.
"taeyongie, aku menyukaimu"
Peryataan jaehyun itu mebuat doyoung dan yuta membulatkan mata mereka kemudian membuat lingkaran disekitar taeyong, berusaha melindungi tayeong dari ancaman.
"Hentikan perkataan konyolmu itu, taeyong kami tidak akan pernah—"
"Tunggu dulu, aku belum selesai bicara" potong jaehyun , "Sebenarnya aku sudah menyukai taeyong sejak lama, tapi aku agak ragu untuk menyatakan perasaanku padamu, tae. Karena aku lihat sepertinya kau tidak memiliki perasaan khusus terhadapku, jadi oleh karena it—"
"DASAR GILA, KALAU MAU TEN YA AMBIL TEN SAJA JANGAN TAEYONG KAU AMBIL JUGA" teriak yuta masih dengan setia melindungi taeyong
"Sabar dulu! Jaehyun belum selesai bicara" kata winwin
"Iya, aku lanjutkan dulu ya. Jadi sebenarnya aku dengan ten tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya pura-pura pacaran, aku ingin melihat bagaimana reaksimu, dan ternyata cukup memuas—"
"DASAR SETAN GILA, TAEYONG MATI MATIAN MENAHAN CEMBURUNYA" kali ini doyoung yang bersuara, tak tahan.
"Jadi, aku sebenarnya sangat mencintaimu, yongie" lanjut jaehyun
Taeyong ingin berteriak senang namun ingin menonjok jaehyun juga, ternyata selama ini cinta nya tak bertepuk sebelah tangan, jaehyun juga menyukainya!
"Tapi aku rasa bagaimana caramu mencari tahu tentang perasaanku itu terlalu berlebihan, jae" lirih taeyong
"Iya aku tahu, maaf"
Taeyong mengusap air matanya, "Iya aku maafkan"
Kemudian senyum jaehyun merekah, "Jadi, taeyongie mau jadi kekasihku?"
Taeyong agak ragu, namun pada akhirnya ia mengangguk mantap.
Doyoung dan yuta pasrah, kalau taeyong bahagia maka mereka akan bahagia.
Para murid di kantin bersorak-sorai sambil menghela nafas lega, setidaknya ini bukan adegan tawuran seperti apa yang mereka pikirkan tadi.
"Oh ya, banner nya kun?"
Kun membuka banner itu lebar-lebar dan meggoyang-goyangkan banner itu dengan bangga.
"SIALAN KAU JUNG JAEHYUN SINGKIRKAN HANTU DENGAN PALU BESAR ITU DARI PANDANGANKU"
Pekik taeyong ketika mengetahui gambar pada banner itu adalah gambar hantu yang kemarin ada di film yang ia tonton dengan jaehyun.
Ten melempar-lempar bunga melati yang ada didalam kresek yang ia tenteng, sesekali mencuri kesempatan memandang yuta.
Winwin dan kun masih semangat menggoyangkan banner tak berfaedah itu.
Dan johnny masih setia berancang-ancang.
"KYAAAA"
Taeyong mengatur nafasnya lagi, kemudian ia tersenyum kecut.
Ternyata cuma mimpi.
