Chapter 2 : The Longest Movie

Backsound : Jay Chou – The Longest Movie

"Umma!" itu adalah teriakan Jackson yang baru saja terbangun dari tidurnya.

Kamar bercat light blue dengan satu ranjang queen size bernuansa baymax ditempati oleh dua orang anak yang berbaring diatasnya.

"Diam Jack!" Jesper yang berada disampingnya masih setengah sadar langsung menutup mulut adik yang hanya berbeda sepuluh menit dengannya menggunakan kedua tangan.

"Hai anak-anak, kalian sudah bangun?" tanya seorang namja yang tiba-tiba saja sudah berada di ambang pintu kamar si kembar. Jackson yang sudah sadar sepenuhnya bangkit dari posisi tidurnya langsung menatap tajam pada seseorang yang baru saja memasuki kamarnya.

"Kenapa bukan Umma yang datang? Kenapa kau disini?" tanya Jackson ketus.

"Orang tua kalian tidak ada di rumah. Jadi sesuai dengan perintah appa kalian aku yang akan mengantar kalian sekolah. Tidak ada protes!"

"Ya! Kenapa hyung itu ada disini? " tanya Jesper tengah mengucek-ngucek matanya, memastikan jika yang dia lihat nyata.

"Jangan panggil dia hyung, Jes! Panggil dia kakek sihir!"

"Apa wajahku setua itu untuk dipanggil kakek? Lagi pula tidak ada yang namanya kakek sihir! nenek sihir tidak punya pasangan. Kalian tidak pernah membaca cerita?" Kyungsoo melipat kedua tangannya didada, hari masih sangat pagi tapi Monster kecil itu telah membuatnya kesal.

" Terserah jack dong. dan jack ga percaya kakek sihir kesini karena perintah appa." ucap anaki itu kemudian mengibaskan selimut baymaxnya dan segera turun dari ranjang.

"Ya anak ini! mau aku telfon appa kalian?" Kyungsoo yang kesal dan merasa diacuhkan segera meraih ponsel yang ada di saku celananya. Ia langsung mencari kontak Chanyeol. Beberapa detik kemudian, panggilan terhubung. Kyungsoo mengubah mode panggilan ke mode speaker agar bisa didengar Jesper dan Jackson.

"Ada apa soo? Anak-anak sudah bangun?" suara Chanyeol terdengar di ponsel

"Lihat, aku tidak berbohong kan?"

Jackson menatap tak suka pada Kyungsoo, sementara Jesper langsung terduduk di ranjang. ia terkejut.

"Appa! Appa dan umma dimana? Kenapa kakek sihir itu ada disini?" Jackson berteriak karena ponsel dipegang oleh Kyungsoo.

"Kakek sihir?" tanya Chanyeol bingung. Lima detik kemudian ia baru menyadari siapa yang dimaksud anaknya.

"Ah, Kyungsoo hyung? Maaf sayang, appa dan umma sedang dirumah sakit."

"Umma sakit? Kenapa tidak membangnkanku?" ucap Jackson terlihat kesal. Sementara Jesper tetap mendengarkan dalam diam.

"Dengarkan appa,kalian harus tetap sekolah oke? Karena halmeoni sedang ada di Busan jadi appa meminta Kyungsoo hyung untuk megantar kalian ke sekolah. Kalian harus menurut padanya. Kalian mengerti?"

Jesper turun dari ranjangnya kemudian mengampiri Kyungsoo dan merebut ponsel dari tangan Kyungsoo

"Appa bagaimana keadaan umma? Jesper juga mau nemenin umma"

"umma baik-baik saja sayang. Kalian boleh kesini setelah pulang sekolah oke? Cepat bersiap-siap kesekolah! " Jesper kesal karena Appa nya itu terus saja menyuruh mereka untuk pergi sekolah, sebenarnya ia sedang malas ke sekolah karena ada ujian hari ini. Jesper langsung mengembalikan ponsel pada Kyungsoo dan kembali keranjang baymaxnya.

Kyungsoo merubah kembali mode panggilan ke normal.

"Chanyeol semoga Baekhyun baik-baik saja."

"Terimakasih Kyungsoo, dia baik baik saja sekarang, tapi aku tidak bisa meninggalkan rumah sakit. maaf merepotkan mu soo, tolong jaga anak-anakku."

"Tidak apa-apa Chanyeol, kebetulan aku berangkat kerja siang. Sampai jumpa" Kyungsoo mematikan hubungan telpon.

"Kalian sudah dengarkan? Segera mandi dan bersiap- siap ke sekolah. Apa perlu aku bantu?" Kyungsoo mendekat kearah ranjang.

"Tidak aku bisa sendiri." Ucap Jackson yang menghentakan kakinya pergi menuju kamar mandi meninggalkan saudara kembarnya yang masih terduduk di ranjang. Biasanya baekhyun yang selalu memandikan dan membantu mereka bersiap-siap ke sekolah. namun kali ini, Jackson terlalu malas untuk melihat Kyungsoo, ia sudah berusia sembilan tahun dan memang seharusnya sudah mandiri.

"Baiklah kalau begitu, aku akan membangunkan Jiwon kemudian memasak sarapan untuk kalian."

===Missing You===

Sudah tigapuluh menit yang lalu Baekhyun sadar, sejak Chanyeol memberitahu Baekhyun bahwa Kyungsoo yang sedang menjaga anak-anaknya, seketika Baekhyun terdiam dan tidak ada pembicaraan lain lagi.

Mereka masih betah dengan kesunyian yang terjadi di kamar rawat VVIP Seoul National University Hospital. Hanya suara televisi yang sengaja Baekhyun nyalakan untuk sedikit membunuh kesunyian disana. Chanyeol duduk di sofa sambil terus memandang baekhyun dari sana dengan tatapan yang suit diartikan. Baekhyun tahu ini akan terjadi, suaminya pasti sudah mengetahui apa yang terjadi pada tubuhnya. Baekhyun memang sedang menatap kearah televisi namun pikirannya tidak berada disana karena sibuk memikirkan keadaan anak - anaknnya yang sedang bersama Kyungsoo. Apakah Kyungsoo juga akan merebut anak-anak yang telah dilahirkannya dengan susah payah? Cukup Chanyeol yang ingin pergi darinya, jangan ketiga malaikat kecilnya. Baekhyun tidak bisa berpikir positif saat ini.

"Aku tidak tahan terus berdiam seperti ini" ucap Chanyeol segera mengambil remote untuk mematikan televisi, kemudian ia berjalan kearah ranjang baekhyun dan duduk di kursi tepat disamping ranjang.

"Aku ingin mendengar semuanya darimu." Katanya lagi, sebelah tangannya ia bawa untuk menggengam tangan Baekhyun yang terbebas dari infusan. Chanyeol menatap tajam Baekhyun, jelas dimata Chanyeol tersirat rasa kekecewaan, karena satu jam setelah Baekhyun ditangani dokter malam itu. Ia hampir menghajar sang dokter karena mengatakan hidup istrinya tidak akan lama lagi, kalau saja Chanyeol tidak sadar tengah berada di rumah sakit dan seorang pria yang berbicara tadi bukanlah dokter yang selama ini membantu Baekhyun, mungkin pagi ini pria itu sudah berada diruang UGD.

"Bukankah Dokter Oh sudah menjelaskan semuanya padamu?" ucap Baekhyun membalas tatapan Chanyeol. Chanyeol dengan jelas melihat di kedua mata Baekhyun menjelaskan bahwa Baekhyun juga sangat kecewa padanya. Jangan lupakan Chanyeol lah yang membuat Baekhyun berada di rumah sakit sekarang.

"Aku ingin mendengarnya darimu, kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?"

"Aku ingin. Tapi aku tidak bisa."

"Kenapa? Sudah 9 tahun kita menikah. Kau masih tidak percaya padaku?"

"Bukankah selama 9 tahun pernikahan kita kau menjalaninya dengan terpaksa? Aku masih sangat jelas mengingat bagaimana kau sangat menentang perjodohan 9 tahun lalu. Tapi aku bisa apa ketika itu semua adalah permintaan terakhir nenekku. Keluargaku satu-satunya." Baekhyun mencengkram erat selimut yang menutupi sebagian tubuhnya itu, dia kembali mengingat apa yang tidak ingin dia ingat.

Byun Baekhyun bukan dari kalangan tidak mampu, namun sebaliknya. Nenek Byun adalah CEO dari perusahaan properti yang sukses di Korea. Seumur hidupnya Baekhyun tidak pernah bertemu langsung dengan ibunya, karena beliau meninggal ketika Baekhyun baru saja mengeluarkan tangisan pertamanya.

Meski Baekhyun kecil sering sakit-sakitan tapi Baekhyun sangat bahagia hidup bersama ayah dan neneknya walaupun terkadang ia kesepian karena homeschooling yang dijalaninya membuat dia tidak mempunyai teman satupun.

Tepat diulang tahunnya yang ke 15, ia harus rela kehilangan ayah yang sangat ia cintai karena ayahnya menjadi korban kecelakaan pesawat saat beliau hendak pergi ke Inggris untuk urusan bisnis.

Baekhyun semakin terpukul ketika dokter menemukan alasan Baekhyun sering sakit-sakitan selama 17 tahun hidupnya. Dokter mengtakan ada sesuatu yang tidak biasa pada tubuh Baekhyun, dan ternyata entah itu anugrah atau kecacatan, Baekhyun memiliki rahim seperti wanita, dan diusianya yang sudah menginjak 17 tahun rahim tersebut sudah terbentuk sempurna dan siap untuk dibuahi, Sehingga Baekhyun tidak akan merasa kesakitan lagi.

Baekhyun tidak tahu dia harus bahagia atau sedih. Bahagia karena dia pria istimewa yang diberi kesempatan untuk mengandung anaknya sendiri. Atau sedih karena memikirkan apakah suaminya kelak akan menerima keadaannya? Entahlah, yang terpenting dia tidak akan merasa sakit lagi dibagian perutnya.

Selama ini tidak ada seorangpun yang mengetahui keistimewaan Baekhyun selain neneknya dan dokter, tentu saja. Sampai pada akhirnya,nenek Byun di vonis dokter bahwa hidupnya tak akan lama lagi karena kanker yang dideritanya.

Nenek Baekhyun tidak ingin meninggalkan cucu tersayangnya sendiri, jadi ia berinisiatif untuk menjodohkan Baekhyun dengan putra dari Tuan Park, wakil direktur di perusahaan Byun. Park Chanyeol. Cinta pertama Baekhyun.

Mungkin Chanyeol pertmakali melihat Baekhyun di hari perjodohan mereka. namun, Baekhyun ternyata sudah sangat lama mengagumi dan menyukai sosok Park Chanyeol. Ia pertama kali bertemu Chanyeol saat dirinya melihat pria tinggi itu sedang tersenyum memamerkan gigi putih dan rapihnya menyalami tamu yang datang pada pelantikan tuan Park. ayah Chanyeol. Sebagai wakil direktur perusahaan menggantikan ayah Baekhyun. Dan Chanyeol tidak pernah menyadari bahwa ia juga pernah bertemu dengan Baekhyun sebelumnya. Chanyeol tahu jika nenek pemilik perusahaan ayahnya bekerja itu memiliki satu cucu laki-laki, tapi ia memilih tidak perduli.

Saat itu, Baekhyun yang masih berusia 15 tahun sangat terobsesi dengan Chanyeol, ia memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengorek segala informasi tentang Park Chanyeol. Baekhyun sangat bahagia ketika mengetahui Park Chanyeol adalah seorang gay sama sepertinya. Itu sangat memungkinkan Chanyol juga menyukai Baekhyun kan?. Namun harapan itu runtuh ketika orang kepercayaannya membawa sebuah foto Chanyeol di sebuah jalan sepi pada malam hari ,tengah memeluk dan mengecup kepala seorang pria yang lebih pendek. Pada awalnya ia mengira bahwa Chanyeol hanya menenangkan pria yang lebih pendek itu dari masalah, tetapi sesaat kemudian orang kepercayaannya menyebutkan bahwa pria mungil itu adalah kekasih Chanyeol. Seketika Baekhyun terdiam. saat itu juga ia menyuruh orang kepercayaannya untuk berhenti mengikuti Chanyeol. Baekhyun hanya ingin melupakan orang yang sudah memiliki kekasih itu, ia tidak ingin menjadi pihak yang menghancurkan hubungan orang lain. Ia ingin pergi sejauh mungkin dari kehidupan Park Chanyeol. Apakah ia bisa?

Jawabannya tidak! Delapan tahun kemudian, setelah nenek Byun tahu hidupnya tak akan lama lagi, Baekhyun dikejutkan dengan perjodohan tiba-tiba dengan anak tuan Park. sekaligus cinta pertamanya. Park Chanyeol.

Tentu saja Baekhyun sangat bahagia. Namun tidak dengan Chanyeol.

Satu hari sebelum hari pernikahan. Keluarga Park mengundang keluarga Byun untuk makan malam bersama, nenek byun tidak dapat hadir karena beliau masih dirawat di rumah sakit. Jadilah Baekhyun sendiri yang hadir di acara makan malam itu.

"Umma bantu aku! Aku memang seorang gay. Tapi aku sudah punya kekasih! Umma juga kenal baik dengan kekasihku kan?" suara Chanyeol menggema di rumah megah milik keluarga Park, Chanyeol pantang menyerah memohon pada ibunya yang berjalan mendahuluinya menuju meja makan. Baekhyun sudah duduk manis di kursi ruang makan bersama tuan park di samping kanannya . Baekhyun mendengar dengan jelas ucapan Chanyeol dan Ia hanya bisa menundukan kepalanya. Tidak nyaman dengan suasana canggung seperti ini

"Ayolah umma!"

Nyonya Park yang sudah geram dengan permohonan putranya, segera membalikan badan mengahadap Chanyeol.

"umma tahu, untuk kali ini saja umma mohon padamu. Kau harus menikahi Baekhyun, Baekhyun juga sama cantiknya dengan-" ucapan nyonya Park terhenti karena Chanyeol.

"aku tidak mau menikah dengan namja tak normal itu." Chanyeol menatap sengit kearah Baekhyun yang saat ini tengah mencengkram celana hitamnya dengan kuat berusaha menahan tangisannya. Chanyeol baru saja menghina Baekhyun didepan calon mertuanya?. Yang benar saja!

"YAK! PARK CHANYEOL JAGA UCAPANMU DI DEPAN BAEKHYUN! " dan teriakan tuan Park mampu membuat Chanyeol bungkam seketika.

===Missing You ===

Chanyeol tersenyum miris mengingat betapa sangat jahatnya ia pada Baekhyun sejak pertamakali mereka bertemu. dan sampai saat ini Chanyeol dengan bodohnya membuat Baekhyun kembali terluka karena surat perceraian yang ia layangkan malam tadi, dan Chanyeol terlihat lebih bodoh lagi karena baru mengetahui jika pria yang telah mendampinginya selama sembilan tahun dan memberinya tiga anak laki-laki yang tampan harus kembali menderita karena dokter tidak bisa menyembuhkan penyakit Baekhyun. Istrinya. Ibu dari ketiga anaknya.

"Tapi pada akhirnya aku sangat bahagia karena kelebihanmu itu." ucap Chanyeol

"Ya. Kau berubah 180 derajat ketika Jesper dan Jackson lahir. Kau mengatakan tak akan pernah meninggalkan kami. Kau ayah yang hebat Chanyeol." Baekhyun tersenyum. Kali ini bukan senyum miris seperti Chanyeol. Ia tersenyum bahagia mengingat hari saat anak kembarnya lahir.

"Jangan memujiku baek. Kau jelas mengingat ketika kau mengandung si kembar. Aku tak pernah sekalipun mengurusmu."

"Tapi umma Park selalu membantuku. Aku memang sangat kecewa padamu. Saat aku ketakutan menghadapi kehamilan pertamaku. Kau pergi begitu saja setelah membuatku hamil. Aku marah padamu Park!" Baekhyun mempoutkan bibirnya, menatap jengkel kearah Chanyeol.

"maaf" ucap Chanyeol. Satu tangannya yang bebas, bergerak membelai pipi Baekhyun lembut.

Biarkanlah mereka melupakan sejenak masalah serius yang tengah mereka hadapi.

Baekhyun tersenyum manis, namun senyumnya seketika luntur ketika ia mengingat sesuatu.

"chan, aku baru ingat. Kyungsoo adalah mantan kekasihmu kan? Ah, selama ini kalian tidak pernah putus? Masih menjadi kekasih?"

"Baek, kenapa kau membahas itu?!" tanya Chanyeol kesal. Ia baru saja mengenang kenangan bahagianya bersama Baekhyun. Dan tiba-tiba saja Baekhyun menyinggung lagi tentang Kyungsoo.

"Seharusnya aku sadar. Disini aku lah yang menggangu hubunganmu dengan Kyungsoo. Aku menjadi perusak hubunganmu dengannya. Maafkan aku Chanyeol. Maaf karena aku tidak menolak perjodohan itu." Gumam Baekhyun yang menundukan kepalanya. Chanyeol melihat dengan jelas ada butiran butiran air yang turun membasahi selimut yang dipakai Baekhyun. Chanyeol pun menggenggam semakin erat tangan Baekhyun yang sedari tadi berada di genggamannya.

"Baek! Jangan membahas itu!" Chanyeol sedikit meninggikan suaranya.

"Kau ingin kembali padanya kan? Aku tidak melarangmu. Tapi, apakah aku egois jika aku tidak ingin bercerai denganmu? Apakah selama sembilan tahun pernikahan kita, dan kehadiran ketiga malaikat diantara kita. Kau tidak pernah sekalipun mencintaiku?"

Wajah Baekhyun kini sudah basah dengan airmata yang keluar berserta luapan emosinya.

"aku mencintaimu Baekhyun. Selama ini aku mencintaimu." Ucap Chanyeol sembari mencengkram kuat pundak Baekhyun.

"Chanyeol-ah, satu tahun ini. Terkadang bagian kepalaku terasa sangat sakit. Tapi aku mengabaikannya. Kupikir itu hanya sakit kepala biasa. Tapi sakit itu menjadi lebih sering terjadi sebulan terakhir ini. Selain itu aku juga sering melupakan hal-hal kecil."

Chanyeol mengeraskan rahangnya. Ia melepas cengkrman pada pundak Baekhyun. Tangannya terkulai lemas. kenapa Chanyeol tidak menyadari semua itu? Selama ini Istrinya selalu menahah kesakitan sendiri.

"Saat aku bertanya pada dokter. Dia mengatakan aku terkena kanker otak. Penyakit yang sama dengan penyakit yang telah membawa nenekku pergi."

Chanyeol tidak kuat lagi mendengarnya. Hatinya sesak sekarang.

Seseorang tolong bawa Chanyeol pergi!

"Dokter Oh bilang aku bisa sembuh jika aku melakukan terapi dan meminum obat yang dia berikan. Aku merasa bersyukur akan hal itu." Baekyun tersenyum lemah diasaat wajahnya terlihat begitu pucat.

"Aku menuruti semua yang diperintahkan olehnya, aku pergi kerumah sakit setelah mengantar Jesper dan Jackson sekolah, dan menitipkan Jiwon pada umma"

Baekhyun menghela nafasnya dalam. "Hah. Aku sangat sering merepotkan umma Park."

Chanyeol menggelengkan kepalanya, ibunya tak akan pernah merasa terepotkan oleh menentu kesayangannya. Chanyeol segera menggengam kedua tangan Baekhyun.

"Kau tahu? Terapi itu sungguh menyakitkan. Ketika tubuhku dipaksa menerima segala macam obat, rasanya aku ingin mati saja, dari pada melakukan terapi itu. tapi wajah-wajah manja ketiga anakku membayangi pikiranku, sehingga aku bertekad untuk sembuh. aku tidak ingin mati."

Tanpa sadar Chanyeol mengeratkat gengamannya pada tangan Baekhyun.

"Dan kemarin, aku ingin sekali memenggal kepala dokter Oh, ketika dia bilang aku tidak bisa sembuh, aku akan mati secara perlahan Chan. Kau tahu bagaimana rasanya ketika mengingat terapi yang aku lakukan sia-sia? Ingin sekali aku menjatuhkan diriku dari atap rumah sakit ini dan mati seketika. Tapi lag-lagi aku ingat wajah manja Jesper, wajah tampan Jackson dan wajah manis Jiwon. " Chanyeol tidak kuat lagi menahan air matanya. ia membiarkan air mata itu jatuh membasahi wajahnya.

" Ji-jika aku mati, aku tidak bisa melihat wajah mereka lagi, aku tidak bisa melihat anakku tumbuh dewasa. Aku takut, Aku tidak ingin mati chan." Suara Baekhyun bergetar, ia benar-benar takut.

"CUKUP!" Chanyeol memeluk Baekhyun sangat erat. Ia tidak tahan mendengar lebih jauh betapa menderitanya Baekhyun. Baekhyun sudah menangis tersedu-sedu dipelukan Chanyeol. Kumohon tetaplah seperti ini Chanyeol-ah, walau hanya dua menit.

"Tenanglah Baekhyun. Aku kembali padamu." Gumam Chanyeol tepat berada di telinga kanan Baekhyun.

"Bagaimana dengan Kyungsoo?" tanya Baekhyun yang mencoba berhenti menangis.

"Itu tidak penting sekarang."

suara pintu terbuka menyebabkan pelukan haru Chanyeol dan Baekhyun terlepas.

"Umma!" Jiwon berlari dengan riang menuju ranjang baekyun.

"Oh, maaf mengganggu kalian. Aku hanya ingin mengantar Jiwon kesini." Ucap Kyungsoo yang masih berada didepan pintu.

"Jiwon sudah makan?" tanya Baekhyun pada Jiwon yang sekarang berada di atas ranjangnya. Baekhyun menyeka sisa air mata di ujung matanya.

"Sudah Umma. Maskan Kyungsoo hyung sangat enak!" Senyum Baekhyun luntur seketika. Tapi ia segera tersenyum kembali setelah Jiwon mengecup pipinya.

"Umma kenapa menangis? Apakah sangat sakit? Dimana yang sakit? Jiwon akan menyembuhkannya dengan kekuatan sinar laser ini!" Jiwon mengacungkan mainan nya kearah Baekhyun. Ucapan polos anaknya membuat hati Baekhyun sedikit menghangat.

"Disini" Baekhhyun menujuk dadanya.

"Tenang umma. Jiwon akan menyembuhkannya." Jiwon mengarahkan mainannya yang mengeluarkan cahanya kearah dada Baekhyun.

"Wah, umma sudah sembuh sekarang. Terimakasih sayang." Baekhyun langsung memeluk erat Jiwon.

Chanyeol ikut tersenyum melihat nya. Pandangan Chanyeol bertemu dengan Kyungsoo yang juga tengah memandangnya.

"Kyungsoo, aku ingin berbicara padamu diluar." Ajak Chanyeol yang sudah bersiap meninggalkan ruangan, namun langkahnya terhenti. Ketika Jiwon berkata.

"Kyungsoo hyung nanti main lagi kerumah Jiwon ya? Jiwon ingin makan lagi masakan hyung." Tubuh Baekhyun menegang. Kenapa hatinya sesak melihat anaknya sudah sedekat itu dengan Kyungsoo?

"Oke baby. Hyung akan memasak lebih banyak makanan untuk Jiwon. Sekarang hyung pulang dulu ya." Kyungsoo melambaikan tangannya pada Jiwon, dan dibalas senyuman dan lambaian tangan oleh Jiwon.

"Bye hyung!"

===Missing You===

Chanyeol dan Kyungsoo tengah duduk di kursi panjang yang berada di taman rumah sakit.

"Kau akan kembali padanya? Sadarkah kau sudah menghianatiku dua kali park!" Kyungsoo meninggikan nada bicaranya setelah mendengar keputusan Chanyeol untuk kembali pada Baekhyun.

"Maaf Soo. Baekhyun lebih membutuhkanku saat ini." Ucap Chanyeol menyesal.

Chanyeol kau telah menyakiti dua pria sekaligus!

"Sakit apa dia? hingga kau meninggalkanku untuk kedua kalinya demi dia?" tanya Kyungsoo berusaha menahan emosinya.

"Aku tidak bisa mengatakannya padamu."

"Apakah penyakitnya sangat parah? Apa dia akan segera mati? Baguslah sebentar lagi kau akan jadi milikku seutuhnya."

"JAGA BICARAMU KYUNGSOO! DIA ISTRIKU! DIA IBU DARI ANAK-ANAKKU!" teriak Chanyeol yang geram pada Kyungsoo.

"Kau berteriak padaku? Aku tahu! Dia bisa memberimu anak, sedangkan aku tidak. Pergilah! Jangan mencariku!" Kyungsoo bangkit dari duduknya hendak pergi namun tangannya dicekal oleh Chanyeol sehingga kyungsoo kembali terduduk.

"Kau jangan melakukan hal bodoh lagi Kyungsoo!" kali ini Chanyeol merendahkan nada bicaranya.

"Apa pedulimu!"

"Aku masih kekasihmu!"

"Benarkah? Kalau begitu ceraikan dia! aku bisa menerima anak-anakmu." Chanyeol mencengkram erat tangan Kyungsoo. Kyungsoo meringis karena cengkraman Chanyeol terlalu kuat.

"Aku tidak bisa menceraikan Baekhyun. Tunggulah."

"Setelah sembilan tahun tidak bertemu denganmu. kau masih tetap sama park! Kau egois!"

"Ya, aku memang egois." Chanyeol melepaskan genggamannya pada Kyungsoo.

"Baiklah, aku akan menunggu seberapa lama yang kau inginkan."

T.B.C

Gayakin sama chapter ini. asal-usul hubungan Baekhyun-Chanyeol-Kyungsoo. Cerita ini emang pasaran, tapi aku harap readers tidak kecewa ya.

Rekomendasi banget lagu "the logest movie" buat yang suka lagu ballad. Channel youtube Luhan studio pernah upload vidio luhan lagi nyanyi ending lagu mandarin ini tapi versi covernya. /baper/ .Jika ingin tahu liat aja di youtube :)

Seperti biasa ingin curhat. Aku suka cerita chanbaek yang Chanyeolnya jahat dan Baekhyunnya tersiksa/senyumevil/. Jadi semua ff yang aku buat pasti gitu. Dan alasan kenapa milih Kyungsoo sebagai orang ketiga, karena feelnya dapet, dan suka aja. Haha. Pasti sudah ketebak dokter Baekhyun siapa kan? Bayangin aja Oh Sehun.

Maaf jika banyak typo, kesalahan keterangan dokter, nama tempat, waktu dan jarak, itu murni kesalahanku. Hal itu hanya aku buat untuk kepentingan cerita. Namanya juga cerita khayalan yang ada di otak rada pinter saya, jika tidak sesuai dengan kenyataan maafkan saya.

Dan mau ngucapin terimakasih banyak buat yang review,favorite,follow di chapter 1.

Big thanks for :

ketekchanII, parkbaexh614, park in yeol, yeolloaddedbaek, baekchan614, shiomichi, akaindhe, Phanaa, MiOS, sarahriyad04, byunbaek15, LyWoo, wandapcy614, .77, Hyera832, Nunkookie819, baekhyunee7, Galaxy Aquarius, yousee, chan61baek04, Nur Safitri Shinrs Exo-l, chepurple, Love654, juneeya100, Guest, eca4455.

maaf bila ada yang tidak kesebut.

Review kembali ya!