BangHim: Sahabat?

B.A.P Couple Official


Pensil mekanik itu bergerak mengetuk lembaran kertas bergaris saat pemiliknya tengah berpikir dengan pandangan mata menatap kearah depan dalam diam. Buku bergaris bertuliskan nama Kim Himchan bertinta hitam itu kini masih lah kosong tanpa tersentuh, interaksi kedua pasangan didepan sana begitulah sempurna, walau salah satunya lebih banyak diam sedangkan yang satunya begitu ekspresip.

Sepasang kekasih yang sangat dikenalnya tepatnya pria berwajah menyeramkan itu. Sahabat masa kecilnya, saat bayi mereka telah bermain bersama, pria itu Bang Yongguk sering bermain kerumahnya bersama sang kembaran Bang Youngnam. Ia sendiri lebih akrab dengan Yongguk dan sering bertukar pendapat ketika beranjak sekolah menengah pertama hingga sekarang. Masa kecil mereka dipenuhi kenakalan ketika taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Himchan tersenyum tipis mengingat kenangan lama tangannya yang sejak diam mulai menulis sesuatu.

Rangkaian kata ku tuliskan tentang kenangan kita

Tawa, tangis, amarah

Bercampur menjadi satu dalam bumbu persahabatan kita

Himchan tertawa melihat Yongguk tanpa sengaja terjatuh ketika berdiri akibat kekasihnya. Seorang wanita yang begitu beruntung bisa singgah dihati sang sahabat karib. Sesekali Himchan mencemoh tingkah Yongguk di luar kebiasaan. Dua orang disana bukan sekedar kekasih saja melainkan sudah bertunangan, Yongguk harus meneruskan perusahaan ayahnya banyak dituntut menjalani hubungan lebih serius secepatnya pada gadis pujaanya. Berbeda dengan Himchan yang di bebaskan kapan saja boleh menikah dari kedua orang tuanya, karena kedua orang tuanya sendiri tahu bahwa Himchan bukan anak yang suka di tekan dalam hal apapun.

Kini kau akan menggapai kebahagiaan sempurna; mempunyai istri dan anak

Meninggalkan aku seorang diri tanpa sebuah hubungan serius.

Sial! Sahabat ku ini!

Himchan menggeleng ngeri membaca tulisan yang ia buat sendiri. Memainkan pensil mekanik miliknya Himchan membuang pandangan mata kearah mobil eskrim saat melihat sepasang kekasih itu mulai tahap untuk berciuman. Meninggalkan buku miliknya di bangku taman, Himchan berjalan menuju mobil eskrim untuk membeli satu cone kecil eskrim coklat.

"Eskrim rasa coklat satu."

Mobil yang baru datang ini belum diserang pembeli, Himchan leluasa bisa memesanya cepat tanpa buang waktu. Membayar eskrim tersebut lalu melangkah kembali kebangkunya kini Yongguk telah duduk disana sambil membaca tulisannya, kekasih Yongguk sudah pulang mungkin atau sedang jalan bersama teman perempuannya, meninggalkan Yongguk sendirian. Mendudukkan diri di samping Yongguk sambil menikmati eskrim cone di lapis coklat itu dalam diam tanpa menawari sahabatnya, Himchan begitu menikmati setiap jilatan serta lelahan eskrim di dalam rongga mulutnya.

"Tega sekali tidak membelikan ku."grutu Yongguk tidak ditanggapi oleh Himchan dengan benar.

"Kalau mau beli sendiri, aku lagi menghemat pengeluaran."

Yongguk mendengus tak suka. Himchan itu termasuk orang yang perhatian, sopan, memiliki tata krama yang tinggi, sedikit pelit masalah uang kadang, namun moodnya tidak bisa di tebak. Banyak sahabat orang tuanya ingin Himchan menjadi menantu mereka tapi Himchan menolak tegas karena tidak ingin menjalani hubungan karena perjodohan semata. Menjilat kembali eskrim miliknya, Himchan sesekali Menjilat kedua belah bibirnya takut ada eskrim menempel diujung bibir.

"Mau?"tawat Himchan sedangkan Yongguk terkekeh pelan entah kenapa. Merasa tidak terima niat baiknya di tertawakan Himchan secara beringas menghabiskan eskrim miliknya tanpa tersisa, sungguh berantakan kali ini.

"Dasar bocah."

Ejek Yongguk saat melihat tingkah Himchan yang kini selesai menjilat setiap jarinya lalu menjilat kedua belah bibirnya. Mendelik tak suka, Himchan terkesima saat wajah Yongguk begitu dekat dan seakan bertambah serangan tiba-tiba dari Yongguk mengagetkannya hingga membuat tubuhnya kaku.

Lidah sahabatnya menjilat ujung bibirnya secara sensual, wajah Himchan pucat pasih, matanya bergerak liar untuk memastikan keadaan sekitar.

"Berengsek kau, Bang!"

Himchan berdiri marah, namun terduduk kembali saat tangannya ditarik untuk duduk lebih dekat disebelah Yongguk, tangan itu memeluk pinggangnya. Tubuh Himchan mendadak kaku tanpa bisa bergerak.

"Eskrimnya manis sekali."

Bisik Yongguk ditelinganya, Himchan menggigit pipi dalam, tangan itu memberi remasan pelan pada pinggangnya yang membuat risih. Menepis tangan Yongguk lalu segera berdiri menjauh ada ketakutan jelas dari mata Himchan melihat kebiasaan Yongguk yang tidak pernah di mengerti oleh Himchan hingga saat ini.

Bahwasanya setelah Yongguk bertemu kekasihnya, Yongguk akan melakukan kontak fisik berlebihan pada Himchan. Lebih mengerikannya hingga tahap Himchan di ikat diri tempat tidur lalu membuat banyak tanda kemerahan di leher miliknya, andai saja tidak ada sepupunya saat itu Himchan tidak tahu apa yang terjadi. Bergegas menjauh dari Yongguk yang kini ikut berjalan di belakangnya dengan membawa tas milik Himchan.

"Maaf."

Kata itu selalu terlontar, membuat Himchan merasa bersalah. Tidak seharusnya Himchan seperti ini kepada sahabatnya. Menghela nafas akhirnya Himchan berjalan beriringan bersama Yongguk dan menerima tawaran Yongguk untuk pulang bersama memakai mobil mewah Yongguk. Ketika Himchan memasuki mobil, Himchan luput melihat senyum mengerikan terukir jelas di bibir Yongguk.


"Hingga akhir pun kau tetap lah sahabat terbaik ku, Bang." -Himchan Kim -

"Secantik apa pun wanita di sekitar ku, kau tetaplah candu ku, hime." -Bang Yongguk-


The End


A/N: Cerita ini pasti membingungkan, terutama awal cerita Yongguk memiliki kekasih tapi akhir sikapnya lebih ekspresip dengan Himchan. Himchan sendiri menganggap Yongguk hanya sahabat atau seperti saudara tidak lebih. Nahh dari sini kalian pasti ngerti maksud cerita ini, apa lagi kutipan kata terakhir di Blood sudah diperjelas