Recomended song : Ailee – I Will Go To You Like First Snow
.
.
.
.
.
==== Missing You ===
.
.
.
.
.
Sudah satu minggu sejak Baekhyun keluar dari rumah sakit, setelah dirawat dua hari disana, dia memaksa untuk pulang . Bukan berarti dia sembuh sepenuhnya, hanya saja Baekhyun tidak ingin menghabiskan waktunya dirumah sakit. Dan selama dua hari itu, Baekhyun terpaksa membiarkan kyungsoo merawat jesper jackson dan jiwon,sementara ketiga anaknya itu belum mengetahui sakit yang diderita oleh ibunya.
Kondisi keluarga Park kembali seperti semula, Chanyeol maupun Baekhyun tidak lagi mengungkit soal perceraian. Mereka sepakat untuk mempertahankan rumah tangganya demi anak-anak. Yah, setidaknya itu yang Baekhyun pikirkan. Karena dia pernah mendapati Chanyeol masih berhubungan dengan Kyungsoo.
Baekhyun pernah berpura-pura tidur, dan sering kali mendapati Chanyeol menghubungi seseorang sebelum dia tidur, jika menyangkut bisnis tidak mungkin Chanyeol mengucapkan 'selamat tidur, mimpi indah' dengan tersipu pada rekan bisnisnya, Karena itu Baekhyun berpikir jika Chanyeol belum melepaskan Kyungsoo sepenuhnya. dia tidak seharusnya merasa kecewa, karena dari awal dialah yang merebut Chanyeol dari Kyungsoo. tetapi tetap saja dia merasa dikhianati oleh suaminya sendiri, apalagi setelah mempercayai dan mengingat janji yang diucapkan chanyeol sembilan tahun lalu.
Chanyeol tersenyum lebar ketika menggendong jesper untuk pertamakalinya, anak pertamanya itu begitu mungil dan mengemaskan, Baekhyun bersumpah ini adalah pertamakali baginya melihat Chanyeol tersenyum bahagia karenanya. Kedua mata Chanyeol berkaca-kaca dan pandangan tajam yang selalu ditujukan padanya berubah menjadi tatapan yang hangat dan penuh dengan kasih sayang.
"Baek lihat, Jesper tersenyum. Aigoo, anak appa kenapa lucu sekali."
Chanyeol mengusap pipi gembil Jesper,dan mengecupnya. Baekhyun tersenyum hangat, dia sangat bahagia dan bersyukur Chanyeol dapat menerima anaknya, karena sebelumnya Chanyeol justru mengerahhkan segala cara untuk menggugurkan kandungan Baekhyun, karena dia merasa telah dijebak oleh Baekhyun. Tapi untung saja mama Park menolong Baekhyun merawat calon bayinya dan mengusir Chanyeol untuk sementara waktu. Hingga akhirnya setelah satu bulan Jesper dan Jackson lahir, Chanyeol kembali.
"Jesper senang bertemu appa? Maafkan appa sudah meninggalkan kalian. Appa sangat menyesal." Raut wajah Chanyeol berubah sedih. Baekhyun yang tengah menggendong Jackson mengahampiri Chanyeol dan mengusap pelan punggung suaminya.
"tidak. Kau kembali sudah membuat kami bahagia. Kau ayah yang hebat Chanyeol-ah."
Chanyeol kembali tersenyum, tapi dalam hatinya dia masih merasa sedih, bagaimana bisa Baekhyun menyebut dirinya ayah hebat, sementara dia hampir membunuh kedua malaikatnya dulu. Tapi sungguh Chanyeol sangat menyesal sekarang. Menyesal karena tidak bisa menjadi yang pertama melihat anak kembarnya. Dan menyesal karena dengan bodohnya dia meninggalkan Baekhyun yang berjuang sendirian.
Chanyeol membaringkan Jesper yang tertidur pulas pada box bayi dan mengecup keningnya. Kemudian Chanyeol menghampiri Baekhyun dan mengambil alih menggendong Jackson. Dia kembali tersenyum.
"maafkan appa sayang." Chanyeol menatap teduh anak keduanya dan mencium pipi gembul Jackson yang lembut, kemudian dia membaringkan tubuh mungil Jackson pada box bayi di samping box bayi milik jesper. lalu ia beralih menatap Baekhyun, dan merengkuh ibu dari kedua anaknya itu kedalam pelukannya. Baekhyun tersenyum di dada bidang suaminya. Inikah rasanya di peluk seorang Park Chanyeol? Rasanya hangat dan sangat nyaman. karena itu baekhyun berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah melepaskan Chanyeol lagi.
"maafkan aku Baek, terimakasih sudah melahirkan anak-anakku, terimakasih sudah menjaga mereka. terimakasih karena kau adalah istriku yang hebat." Chanyeol melepaskan pelukannya, mereka saling bertatap dan tersenyum, Baekhyun pun mengangguk. Kemudian Chanyeol merangkul pinggang Baekhyun dan beralih menatap dua box bayi yang ada dihadapannya.
"aku... Park Chanyeol berjanji tidak akan meninggalkan keluargaku, aku akan mencintai dan menyayangi mereka seumur hidupku." Ujarnya tegas, kemudian Chanyeol membawa Baekhyun kedalam pelukannya sekali lagi, mendekap erat orang yang telah bertahan menjadi istrinya itu.
"aku mencintaimu Baekhyun, aku sangat mencintaimu! Jangan pernah tinggalkan suami bodohmu ini" tubuh Baekhyun menegang, ucapan lembut Chanyeol membuat detak jatungnya tidak normal, dia juga merasakan detak jantung pria yang memeluknya ini begitu cepat.
"aku akan membuatmu dan anak-anak kita bahagia, aku berjanji."
Chanyeol melepaskan pelukannya dan menatap Baekhyun dalam, Baekhyun yang sudah berlinang air mata tidak dapat menyembunyikan air mata bahagianya.
Chanyeol mencintainya! Akhirnya chanyeol mengakui Baekhyun sebagai istrinya!.
Chanyeol mengusap lembut air mata di wajah manis istrinya. Dan tersnyum.
"percaya padaku,hanya akan ada air mata bahagia di keluarga kecil kita. maaf sudah membuatmu sedih dan kecewa, terimakasih sudah menjadi istri dan ibu dari anak-anakku, aku mencintaimu Park Baekhyun."
"aku lebih mencintaimu, Park Chanyeol."
setelahnya hanya ada kebahagian dan kehangatan di keluarga kecil Park Chanyeol, Chanyeol menjadi orang yang penuh kasih sayang dan bertanggung jawab pada keluarganya. Dan Baekhyun percaya Chanyeol akan memenuhi janjinya. Keluarganya akan membuat siapa saja merasa iri pada kebahagian dan kesempurnaan mereka.
Kau yang meninggalkanku Park! Tanpa sadar air mata Baekhyun jatuh. Kebahagian itu harus hancur karena Chanyeol menemukan kembali cinta lamanya. Tapi saat ini Baekhyun sudah sangat bersyukur Chanyeol masih berada disampingnya. Berpura-pura adalah pilihan terbaik.
.
.
.
=== Missing You ===
.
.
Chanyeol mungkin hanya merasa kasihan, sehingga ia bersikap baik pada Baekhyun sekarang. Seperti saat ini, Chanyeol tengah membantu memijit tengkuk Baekhyun dengan sabar saat istrinya itu memuntahkan seluruh isi perutnya diwastafel.
"kau sudah baikan?" tanya Chanyeol yang hanya dibalas anggukan lemah oleh Baekhyun.
Baekhyun menutup matanya rapat, setelah rasa mualnya hilang, rasa sakit langsung mendera kepalanya.
"sudah kubilang, aku akan menyewa maid untuk membantumu. Kau tidak harus memasak seperti ini. Kenapa kau sangat keras kepala. Kita tidak akan jatuh miskin meskipun mempekerjakan 100 maid dirumah ini." Ujar Chanyeol sedikit kesal karena sejak pertama, Baekhyun bersikeras tidak ingin dibantu oleh siapapun dalam mengurus keluarga kecilnya.
"aku baik-baik saja Chan." Jawab Baekhyun yang kembali membuka matanya. ia kemudian berjalan menuju kompor dan melanjutkan acara masak paginya yang sempat tertunda.
"baik-baik saja bagaimana? Kau seperti mayat berjalan Baek, kau pucat, kau akan sering mual dan kesakitan. Kau masih bilang itu baik-baik saja? Kau tidak ingin anak-anak mengetahuinya, tapi melihat keaadaan mu sekarang aku tidak yakin anak-anak akan diam saja. Mengertilah Baekhyun."
Apa Chanyeol sedang menghawatirkanku sekarang? Tidak. Dia mungkin hanya kasihan melihat keadaanku yang seperti mayat hidup ini.
Baekhyun tersenyum miris, ia tidak menanggapi ucapan Chanyeol dan lebih meilih mematikan kompor dan menuangkan sup yang telah dimasaknya ke dalam mangkuk besar. Kemudian ia membawa mangkuk itu kemeja makan yang sudah penuh dengan hidangan lainnya. Setelah meletakan masakan terakhir di meja makan Baekhyun kembali mengahampiri Chanyeol dengan senyum manisnya.
"baiklah lakukan sesukamu, sekarang bisakah kau membangunkan anak-anak?"
"ne. Makanlah obatmu, aku yakin kau masih merasa sakit." Chanyeol menyerahkan piring kecil yang berisi obat-obat milik baekhyun yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
"terimakasih"
Setelah Chanyeol pergi, Baekhyun menuangkan air dan bersiap memakan obatnya. Namun suara Jackson menghentikannya. Jackson tiba-tiba saja muncul dari bawah meja makan.
"itu obat apa umma? "
Baekhyun tersentak, dia benar-benar terkejut dan kembali meletakan obat berbentuk tablet itu seperti semula
"Jackson, sejak kapan..-"
"aku melihat semuanya umma, aku juga mendengar semuanya. Apa yang tidak boleh aku tahu? Apa yang disembunyikan umma dan appa dari kami? Dan sebenarnya... umma sakit apa, tidak mungkin hanya demam kan umma?" ucap Jackson dengan tatapan menyelidik tanpa beranjak dari tempatnya yang dipisahkan sebuah meja dari Baekhyun.
Baekhyun tidak menjawab, dia lebih memilih diam, dan berharap Chanyeol segera kembali. Tapi Jackson terus menatap tajam kearahnya mebuat Baekhyun gelisah.
"kenapa umma diam? Jawab pertanyaanku umma" ucap jackson lagi.
Baekhyun tidak punya pilihan lain sekarang, sebelum Jackson benar-benar marah, ia harus jujur sekarang. Dia tidak bisa selamanya menyembunyikan hal penting ini pada anak-anaknya.
"umma... di rawat oleh dokter khusus. Onkologi, dok-"
"tunggu, bukankah itu dokter spesialis kanker? Umma..." sudah Baekhyun duga, Jackson dapat dikatakan jenius diusianya yang sebentar lagi menginjak sepuluh tahun. Istilah itu mungkin tak asing lagi untuk anak keduanya.
"apa? kanker? Umma terkena kanker?" itu suara tinggi Jesper yang baru saja tiba diikuti Chanyeol yang menggendong jiwon dipunggungnya. Baekhyun refleks menoleh kearah Jesper, dan dilihatnya Jesper yang masih dengan piyama juga menatap tajam kearahnya.
"Jesper." Baekhyun bangkit dari duduknya. Dia cemas, Jesper berbeda dengan jackson, emosinya mudah terpancing dibandingkan dengan kembarannya yang selalu bisa meredam emosinya.
"kenapa harus kanker? Umma jisoo baru saja meninggal karena kanker. Apa umma juga akan seperti itu? apa umma akan pergi meninggalkan kami?" tatapan Jesper berubah sendu, seakan meminta Baekhyun untuk memberitahu jika semua yang dikatannya salah.
"Jesper percaya pada appa, tidak akan ada yang terjadi pada umma" ucap Chanyeol lirih, jujur saja dia terkejut dengan keadaan saat ini. sebisa mungkin dia harus menenangkan Jesper sekarang. Jesper pun beralih memandang Chanyeol.
"kenapa aku harus percaya pada appa? appa juga akan meninggalkan aku, Jackson dan Jiwon juga kan? Appa akan pergi bersama kakek sihir itu! appa pikir aku tidak tahu maksud appa mengenalkan kakek sihir itu pada kami. Aku sudah sering melihatnya didrama. Umma dan appa sama saja. Pergi saja semuanya. Aku benci kalian." Teriak Jesper di akhir kalimatnya. Dia pun berlari kencang menuju kamarnya disusul oleh Jackson.
Baekhyun menghela nafas dan menutup matanya kembali. Belum hilang rasa sakit dikepalanya dia sudah di pusingkan kembali dengan kondisi saat ini.
"umma" Jiwon yang sedari tadi berada dipunggung Chanyeol merengek ingin dipangku oleh ibunya. Baekhyun pun langsung mengambil alih Jiwon dan mendekapnya erat.
"umma, apa maksud Jesper hyung? Umma mau pergi kemana? Jiwon ingin ikut." Jiwon menengadahkan kepalanya menatap Baekhyun.
"tidak sayang, umma tidak akan kemana-mana. Jiwon sarapan bersama appa ya? Umma akan menyusul Jesper dan Jackson hyung untuk sarapan juga. Oke?"
Sementara itu Jesper tengah menangis terduduk di ranjangnya, dan didepannya ada Jackson yang mengusap pundak kembarannya, bermaksud untuk menenangkan Jesper.
"jangan menangis Jes, umma pasti sedih dengan ucapanmu tadi. Harusnya kita membantu umma." Ucap Jackson
sebenarnya Jackson juga sangat terkejut dengan penyakit yang umma nya derita. Jackson mewarisi kepintaran ibunya, dan dia selalu mendapat peringkat satu dikelasnya, Jackson tentu saja sangat mengerti tentang kondisi umma nya saat ini, ia juga sangat sedih, mengingat penyakit itu bisa merebut ibunya kapan saja.
"aku tahu kau sangat pintar Jack, tapi aku tidak butuh nasihatmu! , kau tidak usah berpura-pura kuat di depanku." ketus Jesper menyingkirkan tangan Jackson dari pundaknya dengan kasar.
Tiba- tiba suara ketukan pintu mengintrupsi keduanya. Baekhyun pun muncul dibalik pintu.
"boleh umma masuk?" tanya Baekhyun. Namun tidak ada jawaban dari kedua anaknya, dan dia tetap melanjutkan memasuki kamar.
"hei, kenapa anak umma menangis?" tanya Baekhyun yang kini sudah berlutut menyamakan posisi dengan Jesper, kemudian ia mengusap air mata pada wajah Jesper.
"Jackson baik baik saja?" tanyanya lagi beralih menatap putra duplikat Chanyeol itu dengan mengelus lembut pipi Jackson yang dibalas gelengan pelan olehnya.
" Aku tidak butuh umma dalam hal apapun! Umma tidak akan disini lebih lama lagi kan? Pergi saja sekarang!."
Baekhyun membelakkan matanya. tubuhnya menegang, dadanya perih mendengar teriakan Jesper dihadapannya. dan tanpa sadar amrahnya terpancing.
"kalian pikir ini mudah bagi umma?! Umma berjuang setiap hari agar umma bisa hidup lebih lama lagi hanya untuk kalian! Umma tidak ingin pergi! " ujar Baekhyun dengan nada tinggi.
Jesper dan Jackson terperangah melihat ibunya, mereka tidak pernah melihat ibunya menangis dan marah seperti ini,membuat mereka sadar, umma mereka telah berjuang selama ini, Jackson yang tidak menangis sebelumnya kini air mata telah membanjiri wajahnya, sementara tangisan Jesper semakin menjadi, setelah mendengar perkataan ummanya, dia merasa bersalah dengan semua yang telah dia ucapkan pada ummanya.
Jesper turun dari ranjang lalu memeluk ibunya erat.
"jangan pergi umma. Jangan pergi" gumam Jesper ditengah isakannya.
Baekhyun membalas pelukan Jesper, kemudian pandangannya beralih pada Jackson yang menundukan menyembunyikan tangisannya, Baekhyun tersenyum hangat, kemudian merentangkan tangan mengajak Jackson kedalam dekapannya. Jackson langsung berlari dan memeluk Baekhyun dengan erat.
"jangan pergi umma. Kami membutuhkan umma." gumam Jackson yang masih terus menangis.
Baekhyun semakin mendekap erat kedua anaknya.
Tuhan... Ijinkan aku hidup lebih lama.
.
.
.
=== Missing You ===
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Chanyeol menghela nafas panjang setelah menyelesaikan berkas terakhirnya. Saatnya istirahat dari pekerjaan CEO yang sangat melelahkan ini. Ia kemudian mengambil ponsel disaku kemejanya, dan menuliskan pesan singkat untuk seseorang.
'aku akan menjemputmu.'
Tidak lama kemudian ponselnya berbunyi menerima balasan.
'oke, aku menunggumu'
Chanyeol tersenyum dan segera meraih kunci mobilnya lalu berjalan tergesa meninggalkan ruang kerjanya.
Setelah dua puluh menit perjalanan, Chanyeol akhirnya sampai didepan sebuah gedung tinggi yang merupakan perusahaan sahabatnya sekaligus kolega bisnisnya. Kris. Disana telah ada seseorang yang menunggu, seseorang itu melambaikan tangannya dan segera masuk ke mobil.
"kau sudah menunggu lama?" tanya Chanyeol ketika Kyungsoo baru saja menutup pintu mobil.
"tidak, aku baru saja keluar, tadi ada pekerjaan tambahan, aku mengirim e-mail hasil proyek kita di Jeju pada bosku. Jadi kau datang tepat waktu." Jawab Kyungsoo dengan senyuman khasnya.
"katakan pada Kris, jika sudah waktunya pulang, dia tidak boleh memberi pekerjaan tambahan pada sekrertarisnya." Chanyeol mengusak kepala Kyungsoo.
"aku tidak bisa seperti itu, bagaimanapun dia berhak melakukannya. Dia bosku. "
"baiklah baiklah. Bagaimana jika sekarang kita makan malam?"
"oke, berangkat."
.
.
.
=== Missing You ===
.
.
"Jiwonie. umma sudah membaca 5 buku dongeng, Kenapa Jiwon tidak tidur? Ini sudah pukul 10 malam, sayang "
Baekhyun tidur menyamping menghadap Jiwon di ranjang single milik anak bungsunya, meskipun baru berumur empat tahun, Jiwon sudah ingin tidur terpisah dari orang tuanya. Dan memiliki kamar sendiri.
"Jiwon ingin appa yang membacakan cerita. Kenapa appa belum pulang umma?" pertanyaan Jiwon membuat Baekhyun kebingungan untuk menjelaskannya.
Dulu Chanyeol tidak seperti ini, jika menyangkut pekerjaan dia selalu membawa sisanya untuk dikerjakan dirumah sehingga banyak waktu yang dihabiskan untuk ketiga anak mereka. dan Baekhyun kembali berpikir jika Chanyeol benar-benar sudah melupakan keluarganya. Pantaskah jika Baekhyun marah?
" Jiwon kan tahu, appa sangat sibuk sekarang, jadi Jiwon tidur saja ya. Umma akan bernyanyi untuk Jiwon." Jiwon mengangguk dan memejamkan matanya saat Baekhyun mulai bernyanyi. Jiwon sangat suka suara ibunya itu, sangat lembut dan membuat hatinya merasa hangat.
.
.
.
"Kyungsoo." Kyungsoo menoleh saat Chanyeol memanggilnya. Mereka masih berada di dalam mobil tepatnya diparkiran apartemen Kyungsoo.
"ne?"
Chanyeol tiba-tiba mencium bibir tebal Kyungsoo dan sedikit melumatnya. Kyungsoo hanya diam saja tidak membalas. Chanyeol kemudian menggigit bibir bawah Kyungsoo,membuat pria mungil itu membuka mulutnya, tidak membuang kesempatan, lidah Chanyeol langsung bergerak untuk memperdalam ciumannya dan meraih tengkuk Kyungsoo agar ciuman panasnya semakin dalam dan nikmat. Kyungsoo akhirnya menutup mata dan mengalungkan lengannya pada leher Chanyeol, dia menikmati dan membalas tautan Chanyeol. Sampai mereka berdua kehabisan oksigen dan dengan terpaksa melepaskan tautan panas mereka.
"aku mencintaimu." Ucap Chanyeol sambil menggengam erat tangan Kyungsoo dan mengecupnya.
"aku tahu. Tapi..."
Chanyeol menatap bingung karena ucapan Kyungsoo yang terhenti.
"apa yang ada dibalik celanamu? Kau terangsang? Hah, lucu sekali." Kyungsoo terkekeh.
Chanyeol mengarahkan pandangannya pada tubuh bagian bawahnya yang sudah mengembung. Dan seketika merasa malu pada dirinya sendiri.
"tapi maaf, aku sangat lelah hari ini, aku tidak bisa membantumu. Lagipula Baekhyun pasti sedang menunggumu. Sampai jumpa Chanyeol. Terimakasih untuk makan malamnya" Ucap Kyungsoo sebelum meninggalkan chanyeol yang terlihat kesal.
" sial! " Chanyeol mendengus memukul kemudi dan segera melajukan mobilnya.
.
.
.
=== Missing You ===
.
.
Chanyeol menekan password apartemennya. Setelah pintu terbuka ia berjalan masuk dan mendapati suasana apartemennya sangat gelap, dia pikir Baekhyun dan anak-anak sudah tidur, tapi sesaat kemudian suara Baekhyun terdengar dari arah dapur.
"Chanyeol kau sudah pulang? Kau mau makan? Aku akan menghangatkannya. Atau kau ingin mandi dulu? Aku sudah menyiapkan air panas untukmu."
Baekhyun berjalan tertatih menghampiri Chanyeol, dia terlihat pucat, sepertinya Baekhyun merasa sakit lagi, tapi dia masih memaksakan bersikap seperti istri yang baik, dia mengambil tas kerja di tangan kanan Chanyeol. Dan melepaskan dasi suaminya.
Namun Chanyeol tidak peduli dengan keadaan Baekhyun sekarang, dia butuh istrinya untuk memenuhi kebutuhan hasratnya, Chanyeol menyeringai, dia mencengkram tangan Baekhyun dan mengarahkan kepalanya ke telinga kanan Baekhyun.
"aku... ingin memakanmu." Bisik Chanyeol sedikit sensual, membuat seluruh tubuh Baekhyun tiba-tiba saja merinding, tentu saja dia tahu maksud ucapan Chanyeol tadi.
"a-apa? kau bilang apa?"tanya Baekhyun gugup. Memastikan bahwa pendengaranya tidak salah.
Chanyeol tersenyum penuh arti dan segera menangkup wajah Baekhyun, dia mengelus pipi Baekhyun lembut dengan ibujarinya dan berkata-
" kau gugup, kau pasti mendengarnya. bolehkah?"
Baekhyun tersipu, sebenarnya ia sangat lelah dan rasa sakit kembali menderanya. Tapi sudah lama mereka tidak bercinta, bahkan Baekhyun sendiri tidak bisa mengingat kapan terakhir kali mereka melakukannya. Jadi wajar saja Baekhyun merasa gugup dan jantungnya bekerja dua kali lebih cepat sekarang. Dia tidak boleh melewatkan kesempatan ini, siapa tahu keesekonnya Chanyeol akan kembali mencintainya. Tidak ada yang tahu dengan hari esok.
Chanyeol yang tidak kunjung menerima jawaban dari Baekhyun, akhirnya dia bersuara.
"jika kau lelah, tidak apa-apa." Chanyeol berjalan melewati Baekhyun.
Baekhyun menahan lengan Chanyeol dan menggeleng pelan sambil menundukan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malu dan senyum tersipunya, Chanyeol menyeringai puas, dia menarik tangan baekhyun dan memeluknya.
"aku merindukanmu." Bisik Chanyeol tepat ditelinga Baekhyun, dan segera menggendong istrinya bridal menuju kamar mereka.
.
.
.
.
.
Biarkanlah mereka merasakan kebahagian sebelum kebahagian itu tidak berpihak lagi pada mereka.
/nc skip-_-/
.
.
.
.
Mereka baru saja akan tertidur setelah tiga jam lamanya bercinta, Baekhyun tidak bisa melupakan kejadian malam ini, walaupun tadi Chanyeol sedikit kasar, tapi dia bahagia. Bukankah itu artinya Chanyeol masih mencintainya? Selama percintaannya tadi chanyeol terus mendesahkan namanya, membuat Baekhyun tersenyum malu ketika memikirkannya.
"Chan kau ingat? minggu depan Jiwon ulang tahun, kita akan merayakannya dimana? "
"hm. Akan kupikirkan. Sekarang tidurlah Baek, kau pasti lelah." Jawab Chanyeol singkat. Dia lelah dan ingin pergi tidur sekarang.
Senyuman Baekhyun seketika luntur, dia kembali mengingat. dulu, ketika mereka selesai bercinta Chanyeol akan mengungkapkan rasa cintanya pada Baekhyun, begitupun sebaliknya. Mereka akan saling memeluk hingga pagi datang, dan sekarang Baekhyun baru menyadari tidak ada kata cinta dan pelukan hangat saat ini.
Baekhyun kembali tersenyum miris, pikiran tentang Chanyeol yang masih mencintainya hilang entah kemana, ucapan Chanyeol yang merindukannya, ternyata hanya merindukan tubuhnya saja. Dan Baekhyun kecewa dengan hal itu. selimut yang menutupi tubuh polosnya digengam erat, Baekhyun menggeleng pelan mencoba menampik pemikiran bodohnya, jika Chanyeol tidak lagi mencintainya, maka ia akan berusah mendapatkan Chanyeol kembali.
Baekhyun berbalik dan melingkarkan satu tangannya untuk memeluk punggung Chanyeol. Jangan pergi!
"Kau sudah tidur?" tanya Baekhyun yang tidak mendapatkan jawaban dari Chanyeol.
"Benar, kau pasti sangat lelah bekerja seharian." Ucap Baekhyun menjawab sendiri pertanyaannya.
Baekhyun tahu semua, diam-diam ia menyewa seseorang untuk mengikuti Chanyeol hari ini, kalian ingat? Dia adalah cucu dari pemilik perusahaan sukses di Korea Selatan yang kini dipimpin oleh Chanyeol, menyewa seseorang tanpa diketahui suaminya adalah hal mudah baginya. Baekhyun sudah lama ingin melakukan hal itu, tapi dia tidak siap dengan kenyataan yang akan didapatnya. Dan ketika hatinya sudah siap, dia dikejutkan dengan foto yang dikirim ke ponselnya.
saat itu,Baekhyun baru saja meraih knop pintu untuk keluar dari kamar Jiwon, namun tiba-tiba orang suruhannya, mengirim sebuah foto yang membuat Baekhyun seketika jatuh terduduk, dan tidak hanya rasa pusing yang kembali mendera kepalanya, hatinya terasa ditusuk oleh ratusan pedang saat itu. Foto yang menampilkan Chanyeol yang tengah bertautan panas dengan Kyungsoo di dalam mobil, membuat air matanya tak dapat dibendung lagi, jiwanya kosong, hatinya benar-benar sakit. jika Baekhyun tidak ingat dia masih berada dikamar Jiwon, ingin sekali dia berteriak mengeluarkan rasa sesak dan sakit yang menghujam hatinya dan membanting apapun yang ada didepannya kala itu.
Namun apa yang dilakukannya sekarang? Tubuh polos tertutup selimut itu menjelaskan jika ia lebih memilih untuk berpura-pura tidak mengetahui apapun. Ia harus menguatkan hatinya sendiri. Tapi faktanya lebih menyakitkan, dan dengan bodohnya ia masih mencintai Chanyeol yang jelas-jelas telah berpaling pada kekasih lamanya.
"salahkah aku jika aku sangat mencintaimu channie? jangan pergi." Ucap Baekhyun lirih kemudian mengeratkan pelukannya pada Chanyeol.
Chanyeol membuka matanya. dia belum tidur. Dia mendengar semua ucapan Baekhyun. dia merasa bersalah,dan dia bingung dengan perasaannya sendiri. Tapi...
Maafkan aku Baekhyun.
.
.
.
=== Missing You ===
.
.
"Jack, sup ini rasanya sangat asin, kenapa umma menambahkan garam lagi dimangkuknya?" bisik Jesper pada Jackson yang berada disampingnya. Jackson menggelengkan kepalanya dan hanya bisa melihat Baekhyun yang terus menambahkan garam dan mencoba supnya berulangkali.
"Baek, hentikan!" ujar Chanyeol menahan tangan Baekhyun yang hendak menambahkan garam lagi pada supnya. Ia teringat dengan ucapan Dokter Oh.
Jaga Baekhyun dengan baik, jika tumor menekan sarafnya, dia bisa kehilangan pengelihatan dan indra perasa. aku yakin kau bisa merawat Baekhyun dengan baik, Chanyeol-ssi.
Apa penyakit Baekhyun semakin parah? Pikir Chanyeol. Entah kenapa tiba-tiba saja dia dilanda rasa takut tak beralasan.
"apa rasa supnya hambar? Kenapa tidak dimakan?Kenapa kalian diam saja?" tanya Baekhyun menyadari tidak ada satupun yang menyentuh sarapan pagi yang dibuatnya.
Jiwon yang baru selesai meminum susunya kemudian mengambil sendok untuk mencicipi sup buatan ibunya.
" wellllk. sup jagung ini sangat asin umma!" Jiwon mengerenyit dan menjululurkan lidahnya. Chanyeol segera memberi segelas air pada jiwon.
"benarkah?" tanya Baekhyun dengan pandangan kosong, apakah ini yang dikatakan Dokter Oh? Aku tidak bisa merasakan apapun, aku yakin sup ini rasanya hambar. Dan tak lama kemudian Baekhyun bangkit dari kursinya.
"umma akan buatkan yang baru, masih tersisa 10 menit lagi sebelum kalian berangkat."
"tidak Baek, hari ini kita makan yang ada saja. Dan nanti akan ada seseorang yang membantumu, jadi kau tidak perlu memasak lagi. Oke? Kau hanya perlu istirahat" Chanyeol menggengam tangan Baekhyun dan menuntun Baekhyun untuk kembali duduk dikursinya.
Tiba-tiba bel apartemen berbunyi.
"oh, apa orang itu sudah datang?" Chanyeol baru akan menuju pintu, namun Jiwon berlari mendahuluinya.
"Jiwon saja yang membukanya appa!" jiwon berlari kearah pintu dan membukanya.
"selamat pagi Jiwonie!"
"kyungsoo hyung!" pekik Jiwon senang melihat seseorang yang dikenalnya tengah berdiri membawa rantang makanan di tangannya.
"hyung membawa nasi goreng kimchi kesukaan Jiwon." Kyungsoo tersenyum menunjukan rantang yang berisi nasi goreng kimchi pada Jiwon.
"wah daebak!" Jiwon berjingkrak kegirangan, dia sangat sangat menyukai masakan Kyungsoo.
"Jiwon, siapa yang-" perkataan Baekhyun terhenti setelah melihat Kyungsoo yang tersenyum melihat tingkah lucu Jiwon.
"umma! Kyungsoo hyung membawa nasi goreng kimchi! Kita makan enak sekarang!" ucap Jiwon yang menggengam erat tangan Kyungsoo, mengajak hyungnya itu masuk.
"hallo, Baekhyun-ssi, sebelumnya aku telah berjanji pada Jiwon untuk memasak makanan, jadi aku kesini-"
Belum sempat Kyungsoo menjelaskannya,Ucapannya terpotong oleh Baekhyun.
"ne. Masuklah, kami juga sedang sarapan, kau bisa bergabung."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tobecontinue...
Hai readers! Kyura balik lagi bawa chap 3 setelah sebulan kehilangan ide untuk melanjutkan. Terimakasih untuk lagu Ailee – i will go to you like first now yang sudah membantu mencairkan ide. Ceritanya makin amburadul ya? aneh? Kehilangan feel juga? Maafkan saya mengecewakan kalian T.T .chapter 3 udah tercipta juga kyura udah bersyukur banget. dan dengan menyesal, kyura tidak buat nc-_-.
Maaf jika banyak typo, kesalahan keterangan dokter, nama tempat, waktu dan jarak, itu murni kesalahanku. Hal itu hanya aku buat untuk kepentingan cerita. Namanya juga cerita khayalan yang ada di otak rada pinter saya, jika tidak sesuai dengan kenyataan mohon dimaklum.
Karena saya vkook shipper juga, nanti vkook bakalan dijadiin peran pendukung. Adakah yang setuju? Mohon di jawab dikolom review ya teman teman.
Big thanks to :
Wonkyuchoi614, VianaPark, Valsxid, ketekchanII, CindyTamaraSL1, wandapcy614, cici fu, Nunkookie819, .9047, byunbaek15, LyWoo, SFA30, Baeka, Ricon65, Galaxy Aquarius, Love654, Shiomichi, yeolloaddedbaek, auliaMRQ, parkbaexh614, syalalala, Deramy, socloverqua, n3208007, zhangyiw3, Guest.
Dan yang sudah favorit dan follow ff gaje ini.
Review lagi yaa, biar ide cepat datang di otak saya. Hehe. Love you.
