Anak buah Chen masih terus mengejar Ayano dan Tsui Ling. Mereka menembaki ban mobil keduanya. Ayano menembak balik mereka. Namun ia kalah jumlah. Lengannya tertembak. Tsui Ling cemas. Ia memaksa ayano menghentikan mobilnya. Ayano tak menggubrisnya. Pandangan Ayano mulai kabur. Darah terus keluar dari lengannya. Tsui Ling tau itu lalu mengambil alih posisi Ayano secara paksa. Ia menghentikan mobilnya dan menghadang anak buah Chen yang sedang melaju ke arahnya. Mereka menghentikan mobil lalu membawa Tsui Ling dan Ayano kembali. Tsui Ling panik. Ia meminta mereka agar melakukan sesuatu pada Ayano.

Juugo sudah tiba dikediaman Chen ia mulai menyerbu kediaman Chen bersama anak buahnya. Kedua anak buah mereka terlibat perkelahian. Chen mulai terdesak. Ia kalah

jumlah. Ia berusaha melarikan diri namun dihadang oleh Genma. Genma bersiap menembaknya namun di saat yang tepat anak buahnya kembali membawa Tsui Ling dan Ayano. Chen menarik Ayano. Ia mengeluarkan pisau lipat dan meletakannya dileher Ayano.

"Sekarang apa yang akan kau lakukan hah? Jika kau tidak ingin gadis ini mati cepat jatuhkan senjata mu"

Genma tak punya pilihan lain ia menjatuhkan senjatanya. Juugo melihat kejadian itu. Ia bersembunyi bersiap menembak Chen. Tsui Ling melihat Juugo lalu berlari ke arah ayahnya.

"Door..." Tsui Ling tertembak. Bersamaan dengan itu Kazuma beserta rekannya pergi ke tempat Ayano berada. Kazuma melihat Tsui Ling ambruk didepan matanya. Ayano syok. Terlebih lagi Chen. Chen mendekati putrinya. Genma memanfaatkan kesempatan itu lalu menembak Chen beserta anak buah Chen. Tsui Ling yang masih sadar menangis melihat ayahnya tertembak ia berusaha mendekat pada Ayahnya. Ayano menangsi ia membantu Tsui Ling mendekati Ayahnya. Beberapa saat kemudian keduanya meninggal.

"Tsui Ling, Bangun! Kau tidak boleh mati" Ayano menangis sejadi-jadinya. Kazuma mendekati Ayano. Ia jatuh terduduk melihat Tsui Ling sudah tak bernyawa hatinya benar-benar hancur. Ia mendorong Ayano menjauh dengan keras. Lalu menangis memeluk mayat Tsui Ling.

Ayano terpukul melihat itu. Ia sedih karena Kazuma tak mempedulikannya tapi disisi lain ia juga sedih karena Tsui Ling.

Kazuma mengambil pistol miliknya Ia menembak Juugo. Semua orang yang ada di situ kaget. Kazuma semakin tak terkendali. Genma mengambil tindakan untuk menembak Kazuma meskipun dengan berat hati. Para anak buahnya juga ikut menodongkan senjata pada Kazuma. Kazuma tersudut tapi ia tak perduli. Nanjou dan Haruto membawa Juugo ke rumah sakit. Ayano syok melihat ayahnya tertembak terlebih lagi melihat nyawa kazuma orang yang dicintainya, berada dalam bahaya. Genma melihat kebencian yang teramat besar dimata Kazuma. Ia tau putranya itu akan berbuat lebih buruk lagi jika mereka membiarkannya. Dengan penuh pertimbangan, kecewa dan rasa bersalah pada Kazuma. Genma menyuruh anggotanya untuk menembak Kazuma. Ayano berdiri dengan sisa tenaganya. Ia mengambil pisau lipat milik Chen. Ia melatakan dilehernya lalu berteriak. "Berhenti! Jangan ada yang berani menembaknya"

Semua yang ada disitu syok melihat aksi Ayano, Kazuma yang sedang sedih dan gelap mata tak memperdulikan aksi Ayano.

"Apa yang kau laukan? Kalian semua cepat ambil pisau itu darinya" perintah Genma.

"Aku bilang berhenti! Maju selangkah lagi maka aku akan memotong leher ku" ancam Ayano. Genma mengira Ayano hanya menggertaknya. Ia berjalan mendekati Ayano. Anak buahnya kembali bersiap ingin menembak Kazuma. Ayano berteriak lagi. "Jika kalian berani membunuhnya maka aku tidak akan ragu untuk pergi bersamanya (ikut mati)".

Ayano benar-benar serius. Ia menekan pisau itu hingga darah segar mengucur dari lehernya. Genma frustasi namun tak menunjukan ekspresinya. Ia menyerah dan menyuruh mereka semua menurunkan senjata mereka. "Segera bawa dia dan tahan dia"

"Baik tuan" setelahnya anak buah Genma membawa Kazuma pergi. Ayano lega. Ia mulai lemah lalu ambruk.

*Tokyo*

Malamnya Ayano sadar. Misao terlihat cemas melihat keadaan Ayano. Wajah Ayano sangat pucat tubuhnya lemas.

"Apa Kazuma baik-baik saja?" tanya Ayano.

Misao kesal pada Ayano. Ia tau Ayano mencintai Kazuma tapi ia malah tak memperdulikan dirinya sendiri. "Anda bertanya tentang orang lain. Tapi lihat diri anda. Anda ini sedang sakit nona!"

Ayano tak peduli. "Apa ayah ku baik-baik saja?"

Misao mengangguk mengiyakan. Ia berkata bahwa Juugo hanya mengalami luka ringan.

"Tuan memakai baju anti peluru. Hanya saja tuan sedikit syok. Ia perlu di rawat untuk menghilangkan rasa syoknya"

Ayano menghela nafas lega. Ia mencoba bangkit berdiri. Misao khawatir.

"Apa yang anda lakukan?"

"Aku sudah tau ayah ku baik-baik saja. Sekarang aku harus memastikan keadaan Kazuma. Aku mohon!"

Ayano memohon pada Misao. Misao menghela nafas. Ia tau nonanya itu sangat keras kepala. Misao membantu Ayano berjalan ke mobil lalu meminta supir mengantar mereka ke tempat Kazuma.

"Besok tuan Kazuma diasingkan"

"Ya tapi itu mungkin yang terbaik untuk tuan Kazuma. Dia sangat terpukul melihat kekasihnya terbunuh didepan matanya."

"Tuan Kazuma berubah. ia bahkan berteriak ingin membunuh tuan Juugo dan nona Ayano"

Begitulah perbincangan beberapa orang yang sedang berjaga dipenjara itu. Tanpa mereka sadari Ayano dan Misao memasuki ruangan. Mereka berbalik dan membungkuk memberi hormat. Ayano tersenyum ia meminta izin untuk menemui Kazuma.

"Nona anda ingin menemui tuan Kazuma? Tuan Kazuma sekarang sedang marah dan sedih, bertemu dengannya bukanlah ide yang bagus." kata salah satu penjaga itu. Tiba-tiba seorang penjaga yang lain berlarian ke arah mereka. Ia sangat cemas.

"Kakak... Tuan Kazuma mengamuk dia membentur-benturkan kepalanya ditembok" lapornya. Penjaga itu terkejut dan menyuruh mereka menenangkan Kazuma. Ayano sangat cemas pada Kazuma. Ia memohon agar ia bertemu dengan Kazuma. Ia ingin bicara 4 mata dengannya. Misao dan para penjaga itu tak setuju. Ayano kembali memohon. Pada akhirnya mereka semua mengizinkannya.

Ayano menemui Kazuma sendirian. Ia berdiri didepan sel. Kazuma menyadari kehadirannya dan bergegas mendekat. Wajahnya penuh kemarahan. Ayano memandangi Kazuma dengan mata sayunya. Ia menghela nafas menyiapkan diri untuk hal buruk yang akan menimpanya. Kazuma murka ia sedang gelap mata. Ia mengulurkan tangannya untuk mencekik Ayano. Ayano tidak mencoba melepaskan diri. Ia hanya berpegangan pada jeruji sel. Kazuma marah.

"Kenapa kau datang kesini hah?"

Teriaknya penuh amarah. Ia merasakan sesuatu mengalir ditangannya. Darah dileher ayano kembali mengalir. Kazuma melepas tangannya. Ia masih marah-marah dan kembali meneriaki Ayano. "Beraninya kau muncul di hadapan ku. Aku akan membunuh mu dan juga ayah mu dengan tangan ku sendiri. Aku pasti akan membuat kalian lebih menderita seperti yang dialami Tsui Ling" setelah Kazuma diam. Ayano mulai bicara padanya.

"Kau harus kembali hidup-hidup untuk membuatku mati di tangan mu. Aku akan menunggu hari disaat aku mati ditangan mu"

Ayano pergi menahan tangis. Kazuma tertegun. Ia memandangi darah ayano di tangannya. Kembali teringat perbuatan nekat ayano Ayano. Namun ingatannya tentang kematian Tsui Ling membuatnya kembali berteriak marah lalu menangis.

Ayano berjalan terus meninggalkan tempat itu dengan sakit hati. Ia menekan dadanya dan ingat kata-kata penuh kebencian Kazuma padanya serta ancaman Kazuma yang akan membunuh Ayahnya. Misao memegangi Ayano. Karena Ayano mulai melemah. Ia khawatir pada Ayano.

"Nona leher anda berdarah apa tuan Kazuma yang melakukannya?" tanya Misao cemas. Ayano hanya diam. Ia tak bisa menahan tangisannya. Misao menenangkannya dan meminta agar mereka segera pulang.