"Tuan. Tunggu sapu tangan anda terjatuh" Ayano berusaha menghentikannya. Tapi Kazuma terus berjalan pergi. Ayano terjatuh lututnya berdarah ia meringis kesakitan. Kazuma berhenti, wajahnya terlihat khawatir tapi Ia mengeraskan hatinya. Ayano memberi sapu tangan itu. Kazuma mengambilnya sambil tetap membelakangi Ayano lalu pergi tanpa berkata apapun. Ayano berjalan sambil menahan perih dilututnya Minoru mendekatinya. Ia cemas.
"Ayano-san kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa"
"Aku akan menggendong mu sampai dirumah" tanpa persetujuan Ayano Minoru menggendongnya. Ayano meminta agar segera diturunkan. Minoru tak menurutinya. Ayano berdecak kesal. Semuanya itu tak lepas dari pengamatan Kazuma yang mengamati mereka dari mobilnya.
Kazuma kembali ke rumahnya, ia tidak mempedulikan teguran para pelayannya dan Yutaka. Ia mengambil minumannya dan meminum semua itu sambil teringat pertemuannya dengan Ayano tadi.
Ke esokan harinya Para pelayan dikediaman Kannagi sibuk menghias dan menghidangkan makanan untuk upacara pernikahan.
Ayano memberi hormat pada Ayahnya dan juga Genma.
Juugo tersenyum.
"Akhirnya hari ini adalah pernikahan putri ku"
Genma membenarkan. Juugo berkata sejak Ayano dilahirkan, ia sudah memikirkan hari ini lebih dari ribuan kali. Sebagai Ayah perasaannya sangat bahagia ketika melihat putrinya menikah namun juga sedih karena putrinya itu akan tinggal bersama suaminya. Ia juga berkata jika Ibunya masih ada. Ibu Ayano pasti akan senang melihat hari bahagia ini.
"Hiduplah dengan bahagia saat kau pergi dari Ayah mu ke rumah baru bersama suami mu"
"Ya" jawabnya singkat. Meskipun Ayahnya berkata begitu Ayano sama sekali tak tersentuh dengan perkataan Ayahnya. Ia berjalan pergi dengan ekspresi datar. Genma tau sampai detik ini Ayano belum bisa melupakan putranya. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Ayano.
Yutaka bertemu Kazuma. Kazuma memintanya untuk menggantikan dirinya mengadakan meeting. Yutaka bertanya "Apa anda memiliki keperluan yang sangat mendesak tuan?"
"Ya" jawab Kazuma datar. Yutaka heran keperluan mendesak apa yang akan dilakukan tuannya. Tapi ia memilih tak bertanya dan menawarkan untuk mengantar Kazuma terlebih dahulu.
"Aku akan mengantar anda"
Kazuma menolaknya lalu pergi. Yutaka tampak cemas. "Sampai kapan anda akan terus hidup seperti ini?" gumamnya.
Pernikahan Ayano dijaga ketat. Kirika juga hadir disitu. Ia menjadi tamu sekaligus mengamankan jalannya acara pernikahan. Ia memberikan briefing pada anggotanya yang ada disitu.
"Saat pengantin wanita masuk, semua perhatian mengarah ke sana. Saat itulah kalian harus waspada. Tetap fokus untuk melindungi keluarga Kannagi terutama pengantin wanita. Kita harus berjaga-jaga untuk hal buruk sekalipun"
"Baik Nona" jawab mereka serempak.
Nanjou ditugaskan menjemput Minoru. Minoru merasa senang, Nanjou sendiri orang kepercayaan Ayano bersedia menjemputnya. Ia berangkat ke kediaman Kannagi dengan wajah bahagia.
Juugo juga minta Genma untuk menjaga jalannya upacara pernikahan bersama Kirika. Ia meminta Genma juga harus menjaga keselamatannya sendiri. Setelah itu Genma pergi dari situ. Ia kembali memantau anggotanya yang mulai memeriksa tamu yang sudah berdatangan. Kazuma berniat masuk namun ia melihat Ayahnya. Ia memutar balik arah ke pintu belakang lalu melepas jasnya dan menyamar menjadi pelayan. Penyamaran Kazuma sangat sempurna hingga orang-orang disitu tak mengenalnya. Haruto yang sedang berjaga melihat sekilas wajah Kazuma. Namun ia tertawa. Ia merasa sedang berhalusinasi karena masih merindukan Kazuma. Kazuma menyusup ke dalam rumah.
Ayano mendapatkan nasihat dari Misao. Misao menghela nafas dengan sikap Ayano.
"Nona apa nona masih memikirkan tuan Kazuma?"
"Ya" jawab Ayano singkat.
"Nona, meskipun Tuan Kazuma berada disini, apa yang bisa nona lakukan, tuan Kazuma sama sekali tak mencintai nona. Mulai sekarang lupakan Tuan Kazuma. Sekarang hanya Tuan Minoru yang harus ada dihati nona"
Ayano tak menggubris Misao. Ia berjalan dan berhenti diKamar Kazuma. Ia memandangi kamar itu tak ada yang berubah. Misao memintanya agar segera pergi ke kamarnya sendiri untuk dirias. Ayano menolak ia ingin berada dikamar Kazuma. Misao membiarkannya ia mengambil peralatan rias dan mulai merias Ayano yang duduk ditepian ranjang Kazuma. Misao mencoba merias Ayano, ia putus asa karena Ayano menangis.
"Nona berhentilah menangis. Upacara pernikahan anda sebentar lagi akan dimulai"
"Kau ingin aku menikah dengan orang yang tidak ku cintai. Bagaimana bisa aku menjalani kehidupan ku setelah menikah?"
Misao terdiam ia tak bisa menjawab juga tak bisa melakukan apapun untuk membantu Nonanya.
Minoru tiba dikediaman Kannagi bersama Nanjou dan Kedua orang tuanya. Juugo menyambut mereka dengan bahagia.
"Aku selalu menunggu hari dimana kita menyatu menjadi sebuah keluarga" ujar Mitzuke. Juugo memeluknya. "Ya aku juga"
"Aku tidak sabar melihat calon menantu ku" ujar istri Mitzuke. Minoru tersenyum senang melihat ketiganya. Ia berbalik ke arah Nanjou sambil merapikan penampilannya.
"Nanjou-san apa aku sudah terlihat tampan?" tanyanya.
"Ya tuan" jawab Nanjou Singkat. Minoru tersenyum lebar itu malah mengingatkan Nanjou pada Kazuma. "Di mana kau sekarang? Hari ini hari pernikahan nona! Apa kau akan senang melihatnya atau sebaliknya?" Batinnya.
Kazuma berjalan ke kamar Ayano. Tapi ia terhenti ketika melewati kamarnya. Ia melihat pintu kamarnya terbuka dan Ayano berada sendirian di kamarnya. Ayano teringat saat Kazuma menggendongnya dan mencium keningnya.
"Wah kau sangat cantik.. Itu cocok dengan mu" -Kazuma-
"Dulu kau pernah memuji ku cantik saat aku menggunakan dress pemberian mu. Sekarang aku juga ingin kau memuji ku saat aku menggunakan gaun pengantin ini. Aku selalu berharap bisa bersanding denganmu." Ayano menghela nafas berat lalu melanjutkan perkataanya.
"Itu mustahil. Di hati mu hanya ada Tsui Ling. Tapi meskipun begitu aku tidak keberatan asal kau jangan pergi meninggalkanku ke tempat dimana aku tidak bisa menemukan mu. Apa kau tau betapa menderitanya aku menjalani kehidupan dItempat dimana kau tidak berada Hah?"
Ayano kembali menangis sesugukan. Ia tenggelam dalam tangisannya, ia tidak menyadari kalau ada seseorang yang perlahan muncul dari depannya. Kazuma mengeluarkan Tali dan berjalan mendekatinya. Ayano tiba-tiba sadar saat ia berbalik Kazuma tak ada. Kazuma sudah berada disampingnya. Ia memalingkan kepalanya. Kazuma mengeluarkan tali menjerat Ayano. Ayano berusaha melawan. Ia mengambil salah satu gunting yang berada dikotak rias. Ia hendak menusuk Kazuma. Refleks kazuma menahan tangannya. Ayano berbalik. Ayano bisa melihat wajah Kazuma dengan jelas. Ia syok. Ayano terdiam sambil memandang Kazuma. Kazuma mengambil tali lalu mengikat tangan Ayano.
"Kazuma.. Kau? Apa kau benar-benar Kazuma? Kau masih hidup?"
Kazuma hanya diam tak menjawab. Ia tak melihat air mata Ayano yang masih saja mengalir. Dengan dinginnya Kazuma terus menyelesaikan ikatan ditangan Ayano.
"Aku.. Aku pikir kau sudah meninggal. Kenapa kau tidak mengatakan pada ku?" tanya Ayano. Mata Kazuma berkilat marah. Ayano masih mencoba meyakinkan dirinya bahwa yang dilihatnya itu memang benar Kazuma. "Kau masih hidup. Kenapa kau tidak mengatakannya pada ku?"
Kazuma menarik paksa Ayano. Ikatan ditangannya sangat kuat hingga membuatnya meringis kesakitan. "Diam dan ikuti aku. Kalau kau masih tetap bicara aku akan membunuh mu" ujar Kazuma mengancam.
"Hebat Putri dari seorang pembunuh akan menikah dengan seorang perwira. Minoru Ikezawa . Kalian memang pasangan yang sangat cocok" Kazuma menyindir Ayano. Ayano kaget Kazuma mengenal Minoru. Ia menunduk merasa bersalah. Perlahan ia menatap mata Kazuma.
"Bukankah kau meminta ku kembali hidup-hidup untuk membunuh mu?"
"Kazuma..."
Kazuma menyerang Ayano dengan kata-katanya. "Bukankah kau berkata kau akan menunggu hari dimana kau akan mati ditangan ku?" Kazuma menyeringai. "Apa itu hanya omong kosong? Hari yang kau tunggu akhirnya tiba. Tunggu saja aku akan membunuh mu!"
"Kazuma.." Ayano memanggil Kazuma. Kazuma murka ia mengeluarkan pistolnya dan menodongkan pistol dikepala Ayano. "Terus saja kau memanggil ku. Kalau kau ingin mati saat ini juga"
Ayano menatap Kazuma merasa kasihan padanya. Kazuma membekap mulut Ayano lalu membawa Ayano kabur dari situ. Sementara itu Juugo merasa bahwa ini sudah waktunya untuk memulai pernikahan. Para undangan juga mulai ribut karena pengantin wanitanya terlambat. Juugo meminta Misao dan Haruto pergi mengecek Ayano dan segera menyuruhnya turun. Keduanya mengerti. Saat mereka tiba dikamar Kazuma, mereka tak menemukan keberadaan Ayano. Keadaan Kamar sangat berantakan Haruto sadar bahwa nonanya itu diculik. Ia segera berlari ke arah jendela dan melihat orang yang tadi dilihatnya mirip dengan Kazuma (yang sebenarnya memang Kazuma) berhasil melumpuhkan beberapa pengawal baru yang mencoba mencegahnya menculik Ayano. Misao cemas. "Apa yang terjadi?"
"Cepat pergi dan beritahukan pada tuan bahwa nona diculik, aku akan mengejar mereka" ujar Haruto lalu melompat ke bawah. Misao berlarian ke bawah dan menemui Juugo.
"Apa kau bilang Ayano diculik?" tanya Juugo kaget. Minoru beserta kedua orang tuanya juga kaget. Minoru bertanya "kemana orang itu membawa Ayano?"
"Orang itu membawa nona melalui pintu belakang. Haruto sedang mengejar mereka"
Tiba-tiba beberapa pengawal yang ditugaskan Kirika dan Genma melapor bahwa benar Ayano diculik. Mereka berkata mereka kewalahan menghadapi penculik itu. Mereka juga memberi tau ciri-cirinya. Genma dan kirika baru datang. Genma langsung menebak itu adalah Kazuma. "Tidak mungkin.. dia.." gumam Genma.
"Apa kau berpikir itu Kazuma?" Kirika bertanya pada Genma, ia meyakinkan Genma. "Itu tidak mungkin. Kau juga tau sendiri bahwa 4 tahun lalu Nanjou menyaksikan kemtian Kazuma"
Nanjou juga mengenali ciri-ciri penculik itu. Ia yakin bahwa itu Kazuma. "Dia sudah kembali. Apa yang akan di lakukannya pada nona?" batin Nanjou. Raut wajahnya terlihat bersalah.
"Tuan Minoru. Maaf kami tidak bisa melawan orang itu. Tapi kami berhasil meletakan alat pelacak dibajunya." salah seorang anggota Minoru datang melapor. Minoru murka. Ia memerintahkan semua anak buahnya untuk pergi mengikuti Kazuma.
"Bagaimana ini? Apa yang diinginkan orang itu?" tanya ibu Minoru pada Mitzuke. Mitzuke menenangkan Istrinya itu. "Tenanglah. Ayano adalah seorang putri yang pemberani. Aku yakin dia bisa bertahan sampai bantuan datang"
Juugo tampak cemas. Ia juga merasa bersalah insiden itu sampai bisa terjadi dihari sepenting ini.
"Maaf. Hal seburuk ini bisa sampai terjadi" Ujar Juugo. Mitzuke menenangkannya. "Kau tidak perlu meminta Maaf. Sekarang kita harus pergi menemui para undangan untuk memberi tau kalau pernikahan ini ditunda"
Minoru pamit akan pergimencari Ayano. "Ayah Paman ibu, aku akan pergi mencari Ayano"
"Aku akan ikut dengan mu" ujar Kirika. Minoru berkata bahwa ia akan mengatasi masalah Ayano karena Ia adalah calon suaminya. Ia harus bertanggung jawab penuh untuk melindungi Ayano. Genma juga menawarkan diri Minoru menolak. Ia ingin Genma dan Kirika tetap tinggal dikediaman Kannagi untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. Keduanya mengerti.
Mitzuke , istrinya, dan Juugo menemui para undangan. Mereka menjelaskan insiden yang sedang terjadi. Ketiganya meminta maaf dan berkata akan mengundang mereka lagi. Para tamu mulai bubar dari situ. Beberapa dari mereka memperbincangkan masalah penculikan Ayano. Berita penculikan Ayano tersebar dengan cepat.
TBC
