Senengnya ada yang tau salah satu hint yang aku kasih di chapter sebelumnya. Tentang 'apa yang akan diberikan Donghae ke Kyuhyun'. Hint lainnya di chapter sebelumnya adalah Kibum dan Kyuhyun itu kembar, tapi kok Kibum semester lima sedangkan Kyuhyun masih semester tiga?

Hint lainnya cari sendiri .

Ada yang baca di chapter sebelumnya kata 'bidikmisi'? Kata ini akhirnya aku putuskan aku ganti nama jadi Splus. Soalnya aku ngga mau pakai nama asli dalam ff ku. Ngga enak juga. Sekarang hukum IT kan lebih . Jangan dibuat serius ya, ini cuma ff.

Kalian akan menemukan kata SEC di dalam chapter ini dan chapter selanjutnya. SEC ini posisinya kayak BEM kalau di universitas dan kayak OSIS kalau di sekolah.

Happy Reading

.

TWINS

.

Knock Out

.

Senyum manis terus tersungging di bibir yang biasanya hanya membentuk garis lurus. Kibum, si pemilik senyum, sedikit merapikan letak selimut Kyuhyun. Setelah lelah menangis, kembarannya itu justru tertidur dengan sangat nyaman dalam pelukannya.

Dirasakannya suhu tubuh Kyuhyun yang masih menghangat. Bagaimana Kyuhyun tidak sakit, Kyuhyun ditemukannya sedang tidur (pingsan) di atap gedung apatemen salah satu teman satu angkatan dengannya. Meskipun tadi malam dia memberikan ijin untuk Kyuhyun tidak pulang, tapi tak dapat dipungkiri kekhawatiran terus menggelayutinya. Apalagi Kyuhyun tidak menyebutkan dimana dia akan menginap. Alhasil setiap nama yang berstatus 'teman Kyuhyun' di kontak handphone dihubunginya.

Dan pencariannya terhenti di nama Donghae. Dengan menahan kantuk, Donghae mengucapkan bahwa terakhir kali dia melihat Kyuhyun di atap gedung apartemennya. Tapi karena Donghae tidak melihat Kyuhyun masuk ke apartemennya, dia mengira Kyuhyun sudah pergi dari lingkungan apartemennya.

Lamunan Kibum buyar ketika sebuah ketukan terdengar dari arah pintu kamar Kyuhyun. Kibum kemudian beranjak dari duduknya dan dilihatnya Jung Ahjumma sedang berdiri sambil menenteng sebuah nampan.

"Tuan muda Kibum, saya sudah menyiapkan bubur untuk tuan muda Kyuhyun" Shim Ahjumma memang sudah seperti ibu kedua bagi duo keluarga Kim. Seorang yeoja seumuran dengan eommanya itu bahkan sudah bekerja di kediaman mewah Kim sejak sebelum Kibum dan Kyuhyun lahir. "makan pagi untuk anda juga sudah saya siapkan di bawah, apa anda ingin saya mengantarkannya ke atas?" ucapnya setelah menyerahkan nampan berisi mangkok bubur.

"tidak perlu dan terimakasih" penutup Kibum dalam percakapannya dengan yeoja berstatus kepala pembantu itu.

Shim ahjumma tersenyum dan membungkukkan badannya sebelum undur diri. Meski ekspresi dingin tak pernah lepas dari wajah Kibum, yeoja yang sebagian rambutnya sudah memutih itu sangat tau betapa hangatnya hati seorang Kibum.

"kyu, bangunlah" Kibum berucap pelan membangunkan dongsaengnya. Dilihatnya Kyuhyun mulai membuka matanya sambil menyerngitkan dahi. "apa masih pusing?"

Kyuhyun hanya bergumam menjawab pertanyaan Kibum. Kepalanya memang masih sangat pening dan yang diingkannya hanya kembali tidur.

"bangunlah sebentar, saeng. Paling tidak kau harus mengisi perutmu untuk meminum obat"

Dalam hati Kyuhyun tersenyum. Dia sangat menyukai momen seperti ini. Kibum yang terkenal dengan wajah datar itu akan menjelma menjadi seorang hyung yang sangat perhatian terhadap dongsaengnya. Ah, jangan lupakan nada memohon yang barusan dilontarkan Kibum. Dengan sedikit dibantu Kibum, Kyuhyun mencoba mendudukkan diri dan menyadarkan punggungnya di dashboard. "eomma?" tanya Kyuhyun yang penasaran kenapa yeoja yang melahirkan mereka itu belum menampakkan diri sama sekali.

"di Ilsan" Kibum mengambil sesendok bubur dan mulai menyuapi namja berumur sama dihadapannya.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Bingung juga tiba-tiba mendengar kabar bahwa eomma mereka sudah ada di Ilsan. Padahal baru kemarin dia meminta ijin yeoja yang melahirkannya itu untuk berangkat kuliah, meski itu hanya alibi.

Melihat ekspresi Kyuhyun, Kibum hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Dia bersiap untuk memberikan jejeran kata panjang yang akan keluar dari mulutnya. "eomma ikut appa. Appa menjadi pemateri seminar di salah satu rumah sakit di Ilsan. Sekalian berada disana, mereka berencana untuk menengok harabeoji dan halmeoni. Mungkin dua tiga hari lagi mereka baru akan kembali."

Kyuhyun hanya ber'oh' mendengar kabar itu. Sudah menjadi hal biasa orangtua mereka bepergian keluar kota karena pekerjaan sang appa sebagai dokter dan seringnya Tuan Kim menjadi pengisi materi dalam seminar kesehatan. Selalu seperti ini, meninggalkan dirinya dan Kibum tanpa pemberitahuan. Lebih tepatnya hanya Kyuhyun yang tidak diberitahu. Kyuhyun sadar, Kibum memang berbeda dengannya. Selalu menjadi kebanggaan dan dapat diandalkan. Sedangkan dirinya? hanya anak bungsu yang manja, suka membuat ulah dan sering merepotkan.

"eomma dan appa..sudah tau?" yang dimaksud Kyuhyun adalah apakah orangtua mereka itu sudah tau mengenai dirinya yang kembali berulah.

Kibum hanya menjawabnya dengan gelengan. Disuapinya lagi dongsaengnya itu dengan sesendok bubur.

Dekan dan wakil dekan memang sengaja menyembunyikan kebenaran bahwa Kyuhyun dan Donghae juga ikut terlibat dalam aksi gila itu. Sayangnya, untuk kasus Ryeowook dan Minho dekanat tidak mungkin menutupinya. Mereka berdalih bahwa tidak mungkin menutupi tersangka yang bertugas di garis depan (penyebar file soal).

"apa kau tak kasihan dengan Ryewook dan Minho, Bummie? Dilihat dari kacamata mahasiswa, kau juga punya kedudukan yang sama dengan mereka, bukan?"

Kibum kembali memilih diam daripada menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dalam catatan kampus, Kibum memang seorang mahasiswa penerima beasiswa. Bukan beasiswa Splus seperti yang diterima Ryeowook dan Minho, tapi beasiswa prestasi.

Kali ini Kyuhyun menolak suapan dari hyungnya. Matanya menajam menatap Kibum yang tak memberi respon atas pertanyaannya. "kenapa kau diam?"

Kembali Kibum menghembuskan nafas panjang melihat tatapan Kyuhyun yang sudah berubah serius. Daripada menjawab, dia lebih memilih meletakkan bubur yang hanya berkurang sedikit ke meja nakas dan membuka sebuah laci di meja tersebut. Didalamnya ada sebuah kotak berisi beberapa botol obat. Mulai dari obat penurun panas, antibiotic, asam lambung dan jenis obat lainnya.

Kyuhyun kembali menolak obat yang disodorkan Kibum. Matanya masih menuntut jawaban dari mulut Kibum.

"kau tidak akan paham-"

"bagaimana aku bisa paham jika ketika aku bertanya, kau hanya menjawab 'kau tidak akan paham', selalu irit bicara, hanya bergumam hem ketika setuju, hanya diam ketika tidak setuju-". Kyuhyun langsung menghentikan deretan kalimatnya dan memilih menggigit bibir bawahnya ketika dirasanya sebuah isakan akan keluar. Hatinya merutuki dirinya yang begitu cengeng. Dia dengan mudahnya menangis jika sudah mulai meluapkan emosi. Sangat kekanakan. "aku butuh alasan, hyung" dan satu isak akhirnya berhasil lolos.

Kibum menatap diam Kyuhyun yang masih terus berusaha menahan isaknya. Tidak jauh berbeda dengan kembarannya itu, Kibum sebenarnya juga sedang merutuki dirinya sendiri. Membenci dirinya yang tak bisa mengungkapkan semuanya dengan untaian kalimat. Tidak tau dari mana harus memulai. Sulit memilih mana yang harus dan tidak seharusnya diucapkan, membuatnya lebih memilih untuk diam.

"kali ini saja, hyung, hiks, aku mohon bantu aku untuk menyelidiki aliran dana beasiswa, hiks, Ryeowook dan Minho, anni, bukan hanya mereka berdua, tapi mereka semua, para penerima Splus tidak akan mampu bertahan jika beasiswa itu terus ditangguhkan" diusapnya kasar pipinya yang sudah mengkilat karena aliran air dari matanya.

Apa yang bisa dilakukan Kibum. Dongsaengnya itu terus mendesaknya untuk mencari tau tentang aliran dana. Kyuhyun berharap agar jabatannya di tingkat fakultas dapat membantunya dalam menyelesaikan permasalahan dana yang dicurigai adanya ketidakberesan. Tidak taukah Kyuhyun bahwa berhadapan dengan mereka yang duduk di kursi langit itu tidak semudah menjinakkan anjing yang menyalang.

Kibum sekali lagi menghembuskan nafas berat. Diletakkannya obat yang tak jadi diminum oleh Kyuhyun di atas nampan. Tak ingin melanjutkan perdebatan sepihak itu, Kibum lebih memilih untuk beranjak keluar dari kamar kembarannya.

"hyung"

Kibum menghentikan pergerakannya memutar engsel pintu ketika dongsaengnya itu kembali memanggilnya dengan sebutan 'hyung'. Dirinya hanya mematung di depan pintu ketika Kyuhyun kembali menyuara.

"kejahatan yang terus meningkat bukan disebabkan karena sudah tidak adanya orang baik. Tapi karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam menyaksikannya"

.

'Ruang pengurus inti' dari SEC (Student Eksecutif Council) fakultas kedokteran siang ini masih saja bising seperti biasa. Suara dentuman musik dengan beat keraslah yang menjadi pelakunya. Di dalam ruangan dengan empat meja yang ditempatkan saling berhadapan itu, seorang namja bergumam tak jelas mengikuti lirik dalam lagu yang sedang diputar. Dia adalah Lee Hyukjae. Namja yang juga berada di semester lima –sama seperti Kibum- dan menjabat sebagai wakil ketua.

Suara pintu yang dibuka hanya membuatnya berpaling beberapa detik untuk melihat siapa yang masuk. Untuk selanjutnya dia kembali sibuk dengan tugas kuliah yang belum selesai dia kerjakan.

Matanya mengarah pada seorang namja yang baru saja masuk ke dalam ruangan dan langsung menghempaskan tubuh ke kursi kerjanya sebagai ketua. Kibum datang dengan wajah yang sangat kusut. Hyukjae, atau yang lebih sering dipanggil Eunhyuk itu akhirnya memilih menutup buku dan menatap tajam sahabat datarnya. "apa mereka tidak menyetujui open discus yang kita selanggarakan?"

Eunhyuk jelas tau darimana atasannya itu pergi dan untuk tujuan apa. Ketua SEC itu barusaja menghadap dekan untuk mengajukan permohonan diselenggarakannya diskusi antara pihak dekanat dan mahasiswa terkait dana beasiswa yang belum cair.

Bukan hal yang aneh, Kibum menanggapi sebuah pertanyaan dengan hanya diam. Begitu juga dengan pertanyaan yang barusaja dilontarkan Eunhyuk. Mulutnya terus tekatup, tapi tangannya menaruh sebuah map merah ke atas meja.

Paham maksud Kibum, Eunhyuk memilih untuk mengambil dan membuka map merah yang sudah diketahui isinya adalah selembar surat permohonan ijin. Matanya terbelalak melihat sebuah tanda tangan sudah terbumbuh di atas kertas itu, menandakan dekan sudah menyetujui akan adanya diskusi. "daebak, Kibum ah, jurus apa yang kau gunakan sehingga dekan memberikan ijinnya?" Eunhyuk jelas tak percaya. Dia dan Kibum adalah tipe orang yang realistis. Mereka jelas tau pihak dekanat tidak mungkin dengan mudah menandatangi diskusi yang kemungkinan besar akan merugikan mereka.

Diakui oleh Kibum bahwa meyakinkan ketua Dekan untuk menyetujui idenya membuka sebuah wadah diskusi bukanlah hal yang mudah. Tapi dia beruntung memiliki keahlian dalam berargumen. Meskipun jarang bicara, tapi setiap kali Kibum memberikan pendapatnya maka orang lain tidak akan memiliki options lain selain mengangguk setuju.

"tidak perlu dipikirkan, Kibum. SEC disini berdiri sebagai pihak netral. Kita hanya sebagai eksekutor dalam acara ini nantinya" Eunhyuk mencoba sedikit menenangkan pikiran Kibum.

Tapi yang sebenarnya dipikirkan Kibum bukanlah hal itu. Kibum jelas tau SEC adalah sebuah badan mahasiswa yang mempunyai kedudukan resmi di mata universitas, sehingga pihak fakultas tidak mungkin dapat dengan sembarangan menyentuhnya.

Kibum sebenarnya sedang memikirkan Kyuhyun. Dengan sepak terjang Kyuhyun yang cenderung sembrono dan tergesa-gesa dalam bertindak itu, apa yang akan terjadi pada open discuss nanti. Meskipun hanya sebatas fakultas, tapi pihak dekanat bukanlah seperti sebuah kayu yang mudah dipatahkan, bukan juga seperti sebuah kawat yang mudah dibengkokkan. Ditambah juga catatan-catatan miring dekanat yang sebenarnya sudah Kibum curigai.

"setelah ini jalan yang dipilihnya akan lebih sulit" gumam Kibum masih dengan mata tertutup dan bersandar pada punggung kursi.

"eh?" respon Eunhyuk mengenai ketidakpahamannya tentang ucapan Kibum. Matanya memandang Kibum yang masih terlihat berusaha melepas lelah dan penat. "ah, Kibum. Aku hampir lupa memberikanmu ini" Eunhyuk kemudian beralih ke laci meja kerjanya untuk mengambil sebuah bendel kertas dan memberikannya pada Kibum. "aku menemukan bandel aslinya di meja kerja professor Kim saat mengumpulkan tugas Uropoetika. Karena penasaran akhirnya aku mengkopinya diam-diam".

'appa?' tanya Kibum dalam hatinya. Mendengar nama marga keluarganya disebut, Kibum langsung menegakkan kembali tubuhnya. Selain menjabat sebagai salah satu dokter di rumah sakit yang dikelola pihak universitas, appa dari Kibum dan Kyuhyun memang seorang dosen di SM university –tempat si kembar Kim menimba ilmu-.

.

Di tempat lain, Kyuhyun hanya sedang tiduran di sebuah sofa dengan PSP yang terus dimainkannya. Dirinya sekarang sedang ada di sebuah apartemen milik salah satu sahabatnya, Donghae. Sedangkan si tuan apartemen masih sibuk di area dapur untuk membuatkan susu sesuai dengan permintaan tamunya yang sedikit lancang itu.

"kau tidak masuk kuliah lagi Kyu?" tanya Donghae kembali ke ruang tamu apartemennya dengan segelas susu hangat di tangannya.

Kyuhyun yang melihat Donghae sudah datang dengan segelas susu langsung mengembangkan senyumnya dan memilih mempause gamenya untuk menikmati minuman favoritnya itu. "malas". Jawab Kyuhyun sebelum menyeruput susu yang sudah ada di genggaman kedua tangannya.

"ck, bagaimana bisa kelak kau jadi dokter, jika untuk menempuh pendidikannya saja kau malas. Aku jadi meragukan alasanmu masuk dunia kedokteran" Donghae duduk bersandar di samping Kyuhyun dan mulai menyalakan televisi yang ada di hadapannya.

Kyuhyun hanya cengengesan menanggapi sindiran Donghae. "aku lebih tertarik dengan kabar baik yang kau sebutkan dalam pesanmu, hyung". Kyuhyun memang langsung turun dari bus dengan jalur menuju kampusnya ketika dia menerima pesan dari Donghae. Kembali dia menyeruput susu hangat buatan salah satu sunbaenya itu dan mengalihkan mata ke arah televisi yang sedang menyiarkan berita.

Yang luput dari penglihatan Kyuhyun adalah tatapan Donghae yang berubah sendu ketika mendengar ucapan terakhirnya. "benar. Ini kabar baik. Ya, sangat baik" Donghae tersenyum datar dengan pandangan kosong. Dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini adalah kabar baik.

"jadi, apa kabarnya?" Kyuhyun mengalihkan kembali pandangannya dari televisi ke arah Donghae.

Dilihatnya Donghae yang beranjak berdiri dan berjalan masuk menuju kamarnya. Tak lama kemudian, Donghae kembali dengan menenteng sebuah bendel kertas yang sudah dijilid soft cover menjadi seperti buku.

"apa itu berhubungan dengan penyelidikan kita mengenai dana Splus?" tanya Kyuhyun yang melihat Donghae masih berjalan ke arahnya.

"ya, dan aku mendapatkannya dengan cara kita" Donghae tersenyum bangga pada dirinya sendiri yang telah mendapatkan arsip tertutup itu. Baik Kyuhyun maupun Donghae tau apa yang dimaksud dengan 'cara kita'. Tentu saja itu adalah cara yang sama dengan cara yang biasa mereka lakukakan dalam beraksi -mencuri-.

"wah, aku benar-benar salut padamu, hyung" Kyuhyun menerima arsip berbentuk buku yang ada di tangan Donghae dengan sangat antusias. Matanya semakin berbinar ketika membaca setiap kata dalam cover "perombakan Anggaran Rumah Tangga (ART) fakultas Kedokteran Universitas SM Semester Kedua-" tanpa menyelesaikan kalimat judul, Kyuhyun langsung membuka halaman berikut. Tangannya terus membalikkan halaman hingga dia menemukan satu halaman mengenai berita acara tentang serah terima dana. Pupil matanya membesar ketika melihat nama yang sudah sangat familiar tercantum disana sebagai pihak kedua. Kim Youngwoon.

.

Kibum memasuki rumahnya ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat. Fisik dan mentalnya sangat lelah. Yang diinginkannya sekarang adalah segera masuk ke dalam kamarnya dan menenggelamkan diri dalam tugas-tugas kuliah yang belum disentuhnya karena kesibukannya sebagai ketua SEC.

"dimana Kyuhyun?" suara dengan nada tegas itu menghentikan langkah Kibum untuk menaiki tangga. Dilihanya appanya sedang duduk di ruang keluarga ditemani dengan buku tebal dan kacamata yang menggantung di pangkal hidungnya.

'Jadi appa sudah pulang dari Ilsan'. Kepulangan kepala rumah tangga keluarga Kim itu kembali mengingatkan Kibum tentang nama yang dilihatnya tertera sebagai orang penerima dana beasiswa. Emosinya langsung membuncah meski wajahnya masih menunjukkan kedataran. "tidak tau" jawab Kibum. Ini adalah jawaban Kibum karena tidak ingin terlalu lama berurusan dengan appa-nya. Karena sebenarnya Kibum tau dimana Kyuhyun sekarang berada. Saat kuliah tadi dia mendapatkan kabar dari teman seangkatannya –Donghae- bahwa Kyuhyun sedang ada di apartemennya.

"baiklah. Segera masuk ke kamar dan kerjakan tugas kuliahmu"

Setelah mendapatkan ijin dari appa nya, Kibum kembali berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Tak ingin menghabiskan waktu, Kibum langsung membersihkan diri dan merealisasikan rencananya –menenggelamkan diri dalam tugas kuliah-.

Meskipun semua terencana begitu terstruktur dalam otak Kibum, namun nyatanya otak milik remaja minim ekspresi itu sedang dipenuhi dengan isi dari berkas yang diterimanya tadi siang. Kibum tau berkas yang berisi tanda tangan appanya itu tidaklah legal, atau lebih tepatnya belum legal. Karena dalam lembar pengesahannya, masih belum terumbuh stempel fakultas dan universitas. Dia harus menyelidikinya diam-diam. Tidak boleh ada yang tau, meskipun itu dongsaengnya. Kibum tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Kyuhyun mengetahuinya.

Sebuah ketukan pintu membuyarankan konsentrasinya dari tugas kuliah. Seorang yeoja masuk dengan menyunggingkan senyum yang begitu hangat. Tangannya membawa sebuah nampan lengkap dengan piring berisi menu makan malam yang disiapkannya untuk anak sulungnya. "kau pasti belum makan kan?"

Nyonya Kim meletakkan nampan itu ke atas meja setelah Kibum membersihkannya dari buku-buku yang berserakan. "Kibum ah, kau pasti tau dimana Kyuhyun kan?" matanya masih teduh memandang anaknya yang dalam diam menikmati makan malamnya.

Kibum hanya mengangguk sambil terus mengunyah makan malamnya yang tertunda. Hati seorang ibu memang yang paling mengerti anaknya. Hati seorang ibu juga yang selalu ingin dilindungi oleh seorang anak. Kibum jelas tidak ingin melihat eomma nya itu menangis untuk kesekian kalinya karena kelakuan anaknya. "eomma sangat menyayangi kami?"

Nyonya Kim tersenyum renyah mendengar pertanyaan aneh dari salah satu anak kembarnya itu. Siapa ibu di dunia ini yang tak menyayangi anaknya.

"eomma juga sangat mencintai appa?" tanya lanjut Kibum tanpa sadar menggunakan nada kekanakan.

"ada apa denganmu Kibum ah? Tingkahmu ini benar-benar mirip Kyuhyun." Nyonya Kim masih terus tersenyum melihat Kibum nya menanyakan hal-hal aneh yang biasanya ditanyakan oleh Kyuhyun. "sangat manja" Yeoja yang terkenal dengan kehangatannya itu kemudian menyentil ujung hidung Kibum, seperti yang biasanya dilakukannya pada Kyuhyun.

Jika Kyuhyun yang biasanya dia perlakukan seperti itu akan marah-marah karena diperlakukan seperti anak kecil, Kibum justru hanya diam memasang wajah tanpa ekspresinya.

"kau tau Kibum ah? Setelah dua orang menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga, percaya atau tidak, rasa cinta pasti dirasakan mereka berkurang. Terlebih setelah mereka mempunyai buah hati, rasa sayang dan kepedulian tentu sudah bukan lagi menjadi hak mayoritas pasangan." Kim Hanna memandang anaknya yang masih menatapnya dalam dan mengelus surai hitam Kibum. "Tapi seiring berjalannya kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri, rasa saling membutuhkan menjadi yang dominan. Mereka terbiasa untuk selalu bersama, hingga keyakinan untuk setia dan kepercayaan pada masing-masing pasangan menjadi pupuk untuk ikrar yang pernah mereka ucapkan". Nyonya Kim tersenyum melihat tanggapan Kibum yang hanya diam. Meski Kibum cenderung tak merespon ceritanya, tapi entah kenapa bercerita pada anak sulungnya itu membuat hatinya menjadi tenang. Terlebih ketika pikirannya sedang dipenuhi dengan masalah seperti saat ini. Masalah mengenai apa yang beberapa waktu lalu diperolehnya dari sang suami, mengenai kenakalan anak bungsunya. "jja, segera selesaikan makanmu dan lanjutkan mengerjakan tugas. Jangan terlalu memaksakan diri jika sudah terlalu lelah"

Mendapatkan ijin dari eomma-nya, Kibum kemudian melanjutkan sesi makannnya yang sempat terhenti karena sesi curhat.

"Kibum ah, bisakah kau meminta Kyuhyun untuk pulang malam ini? Eomma ingin menghubunginya tapi appamu melarang." Nyonya Kim akhirnya menyampaikan tujuan lainnya dia masuk ke dalam kamar putra sulungnya. "appamu..sudah tau semuanya".

Kibum tidak menyahut ucapan terakhir eommanya sebelum keluar kamar. Appanya sudah tau semuanya hingga melarang eomma menghubungi Kyuhyun. Hal itu berarti Tuan Kim sedang terbakar amarah yang sangat besar.

.

Sebuah bus yang sudah sepi penumpang berhenti di salah satu halte. Setelah menurunkan penumpang terakhirnya, bus kembali berjalan menuju pemberhentian terakhirnya.

Setelah keluar dari bus, Kyuhyun memilih duduk di halte daripada melangkahkan kakinya pulang ke rumah. Jika bukan karena pesan yang dikirimkan hyungnya beberapa waktu yang lalu, pastinya dia sekarang masih berada di apartemen Donghae untuk menenangkan diri.

Kyuhyun menghembuskan nafas, menghasilkan uap yang keluar dari mulutnya. Memandang langit malam dengan dingin yang semakin merangsek masuk ke dalam jaketnya.

'Cepat pulang. Appa dan eomma sudah dirumah.'

Itu adalah isi pesan singkat yang dikirim Kibum. Jika boleh jujur, Kyuhyun sebenarnya takut untuk pulang ke rumah, terlebih jika harus berhadapan dengan appanya. Kyuhyun yakin orangtuanya pasti sudah tau mengenai kenakalannya. Kembali Kyuhyun menghembuskan nafas. Membayangkan raut kekecewaan eommanya dan raut marah appanya benar-benar membuat Kyuhyun enggan beranjak dari bangku halte.

Tapi disisi lain ketakutannya, Kyuhyun sudah membulatkan tekad untuk mengklarifikasi mengenai apa yang sudah menjadi pokok pikirannya seharian ini. Kyuhyun ingin menanyakan keterlibatan tanda tangan professor Kim yang tak lain adalah appanya dalam penerimaan dana beasiswa. Untuk itulah dia harus bertemu dengan empunya tanda tangan.

Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam kompleks perumahan mewah tempat dirinya tinggal. Pikirannya menggelayang membayangkan tentang semua kemungkinan apa yang sebenarnya terjadi. 'Apa mungkin appa melakukan hal itu? Appa adalah seorang pengambil uang beasiswa? Tidak mungkin. Kita bukanlah keluarga dengan latar belakang kekurangan. Tapi, bukankah banyak koruptor di negeri ini yang juga berasal dari kalangan berlebih? Apa mungkin appa dijebak? Siapa yang menjebak?'

Dalam langkah lelahnya, Kyuhyun menengadah ke atas. Mencari bintang yang paling terang dan seolah menanyakan tentang kecemasan hatinya. Meskipun Kyuhyun sangat paham bahwa dirinya adalah orang bodoh yang ceroboh, tapi dia yakin appanya tidaklah seperti itu. 'Appa adalah orang yang begitu teliti dalam bertindak, memikirkan seribu satu sisi sebelum mengambil keputusan. Tapi, keterhubungan appa dengan dana beasiswa jelas tak terelakkan. Tanda tangan sebagai pihak kedua jelas menunjukkan keterlibatan. Untuk apa appa mengambil dana yang cukup besar itu? Appa adalah koruptor?'

"kau masih ingat jalan pulang ternyata" suara tegas dengan penuh kewibaan menginstruksi dari suatu sisi.

Berjalan dengan pikiran dipenuhi dengan monolog diri membuat Kyuhyun tanpa sadar sudah masuk ke dalam rumahnya. Dilihatnya appanya itu sudah berdiri di depan kursi ruang tamu dengan kedua tangan yang dikepalkan dibelakang punggungnya. Melihat wajah serius itu membuat nyali namja berumur 21 tahun itu menciut seketika. Tapi sekali lagi, Kyuhyun meyakinkan dirinya bahwa dia bukan anak kecil lagi, dia harus membusungkan dada untuk mengungkapkan kebenaran.

"bolos kuliah dan mencuri soal ujian, apa kali ini kau sudah puas berbuat onar?" Tuan Kim bertanya dengan nada datar namun wajahnya sarat dengan emosi. "ambilkan rotan!" perintahnya pada satu-satunya yeoja yang sedari tadi hanya diam berdiri.

Dua pasang telinga yang ada di ruangan itu hanya bisa membelalakkan matanya terkejut. Ini bukanlah pertama kalinya terjadi, tapi setiap dua kata itu keluar dari mulut kepala rumah tangga keluarga Kim, maka hal yang selanjutnya terjadi bukanlah didikan yang baik dari seorang ayah.

Masih teringat dalam ingatan nyonya Kim, setiap setelah Kyuhyun menerima hukuman cambuk tubuh lemah itu pasti langsung ambruk. Minimal pingsan hingga yang paling parah, Kyuhyun pernah tak bisa duduk apalagi berdiri keesokan harinya, demam, kesulitan bernafas dan hal itu diperparah dengan Kyuhyun yang selalu menolak untuk dibawa ke rumah sakit . "yeobo, aku mohon-"

"AMBILKAN ROTAN!"

"BAGAIMANA MUNGKIN KAU MEMINTA SEORANG IBU MENGAMBILKAN ROTAN YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MEMUKUL ANAKNYA?!" Nyonya Kim akhirnya mengeluarkan segala emosinya. Cukup dia selama ini diam melihat kesakitan Kyuhyun karena hukuman tak manusiawi yang diberikan suaminya itu. "masuklah kedalam kamar, chagi" nada bicara Nyonya Kim melunak di hadapan anaknya. Dielusnya tangan kurus pucat milik Kyuhyun yang hanya bisa diam menunduk. Ada rasa menyesal dalam hatinya. Mungkin Kyuhyun-nya kini sudah tidur dengan nyenyak di salah satu rumah temannya jika saja dia tidak memaksanya untuk pulang ke rumah.

Kyuhyun mengangguk dalam kepalanya yang terus menunduk. Dia sebenarnya masih berani menatap appanya seperti janjinya untuk membusungkan dada. Tapi ketakutan tiba-tiba mengusainya ketika didengarnya eommanya yang terkenal begitu lembut tiba-tiba mengeluarkan nada menggertak, terlebih itu ditujukan pada suaminya, dan itu semua disebabkan karena dirinya.

"KAU SUDAH BERANI MELAWAN, HAH!"

PLAK

Baru beberapa langkah Kyuhyun menaiki tangga, kakinya terhenti seketika karena suara yang menggema di rumah mewah mereka yang sepi. Tatapannya mengarah pada dua sosok yang sedang bertengkar di ruang tamu. Eommanya sedang menangis tersedu sambil memegangi pipi putihnya yang sudah diberi cap merah dari tangan appanya.

"APA KAU INGIN MENERIMA HUKUMAN YANG SEHARUSNYA DITERMA OLEH ANAK ITU?!" emosi benar-benar sudah mengisi otak dan hati kepala rumah tangga Kim.

Rasa tak percaya juga sedang memenuhi seorang Kim Hanna. Baru beberapa waktu yang lalu dia mencurahkan tentang banggannya dia mempunyai suami seperti Tuan Kim dihadapan putra sulungnya. Tapi nyatanya dia sekarang sudah sangat dibuat kecewa dengan perilaku namja yang telah dinikahinya itu.

Selanjutnya, Tuan Kim berjalan cepat masuk ke dalam kamarnya dan sudah kembali dengan tali rotan di tangannya.

Kyuhyun masih diam ditempatnya. Nafasnya seolah ikut terhenti bersamaan dengan waktu yang terasa berjalan sangat lambat ketika sang appa akhirnya melayangnya tali rotan itu pada punggung eommanya. "hentikan" lirih Kyuhyun dengan pipi yang sudah berlinang air mata. Langkahnya perlahan kembali menuruni tangga. Ingin dia segera berlari menghentikan aksi brutal appanya, tapi entah kenapa tiba-tiba kakinya terasa begitu lemas.

Dilihatnya Kibum yang berlari melewatinya. Saudara kembarnya itu ternyata juga mempunyai keinginan sama kuat seperti dirinya untuk menghentikan pertengkaran orangtua mereka.

Kyuhyun merasa de javu. Dia pernah melihat sosok Kibum yang seperti ini. Ingatannya menguar ke masa kecilnya, ketika Kyuhyun hanya bisa menangis meraung-raung karena pembulian yang diarahkan padanya. Saat itu dan saat ini adalah sama, Kibum muncul sebagai seorang hero.

Kyuhyun tersenyum karena rasa bangganya memiliki Kibum sebagai saudaranya. "bummie" ucapnya lirih sebelum buram menghalau pandangannya pada sosok pahlawannya, hingga akhirnya dia menyerah untuk menumpukan berat tubuh pada tangannya.

.

Kibum hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi. Di lantai bawah, eomma, appa dan Kyuhyun sedang terlibat pertengkaran. Dan dia hanya bisa mematung melihatnya. Entah kenapa, jika menyangkut orang yang lebih tua, Kibum lebih memilih untuk menjaga tata kramanya. Tidak ikut urusan orang yang lebih tua, sebagai tanda hormat dari orang yang lebih muda. Itu adalah ajaran yang pernah diterimanya sewaktu kecil dari appanya. Benarkah demikian? Atau ini hanya sebuah alasan yang dirinya bangun untuk menutupi betapa pengecutnya dia.

'terlalu banyak orang yang memilih diam' ucapan Kyuhyun beberapa waktu yang lalu tiba-tiba menyeruak dari dalam telinganya. Hati Kibum terasa tertantang mengingat kalimat itu. Benarkah yang dia lakukan selama ini. Dia hanya tidak ingin salah mengambil langkah.

PLAK

Kibum tersadar dari kegalauannya dalam memilih keputusan ketika suara tamparan dari appa nya terdengar begitu nyaring.

"APA KAU INGIN MENERIMA HUKUMAN YANG SEHARUSNYA DITERIMA OLEH ANAK ITU?!"

Kibum membulatkan matanya ketika satu cambukan diterima eommanya. Dirinya langsung berlari menuruni tangga dan menghalau appanya yang akan mencabuk lagi. "hentikan!" desis Kibum menatap mata appanya.

Kedua pasang mata yang sama-sama memiliki tatapan tajam sewarna kelamnya malam itu saling menghunus. Tak mau mengalah dalam perang mata mereka.

BRUK..DUG..DUG..DUG..

Atensi mata mereka berubah pada arah tangga. Disana, Kyuhyun tersungkur di bawah tangga.

"KYUHYUN!/KYUNNIE!" setiap anggota keluarga Kim itu langsung berlari menuju Kyuhyun. Diikuti beberapa maid yang sejak awal pertengkaran hanya berani mengintip dari balik tembok.

Dengan keadaanya yang lemah, Kyuhyun mencoba untuk duduk. Dia hanya ingin menunjukkan dirinya baik-baik saja, meskipun kepalanya sangat pening dan kakinya terasa sangat ngilu.

Dia gagal menegakkan tubuhnya ketika dia sudah berhasil duduk. ,Membuatnya terhuyung dan hampir terhempas kembali ke lantai jika Kibum tidak dengan sigap menangkapnya. Anak sulung keluarga Kim itu akhirnya memilih untuk menyadarkan kepala dan tubuh dongsaengnya di bidang dadanya.

Raut kemarahan di wajah Kim Youngwoon sudah berubah sepenuhnya dengan raut kekhawatiran. Dengan cekatan diperiksanya dahi Kyuhyun yang mengeluarkan darah. "Hannie, cepat ambilkan kotak obat dan peralatanku di kamar" perintahnya pada yeoja disampingnya yang masih setia mengalirkan air matanya.

Kim Hanna langsung berlari ke dalam kamar diikuti salah satu maid.

"Kyuhyun, kau baik-baik saja?"

Kyuhyun mengangguk. Dia masih sangat sadar, meski nyeri di dahi dan kakinya semakin terasa.

"Kibum, bantu appa membawa Kyuhyun ke sofa. Kau bisa berdiri, Kyuhyun?"

Kali ini Kyuhyun menjawabnya dengan gelengan. Jujur, kakinya sudah mati rasa.

Kibum akhirnya memilih menggendong Kyuhyun ke arah sofa. Tidak mungkin tubuh appa mereka yang sudah hampir mencapai 50 tahun mampu mengangkat badan gempal Kyuhyun.

"ambilkan air minum" perintah nya pada Shim Ahjumma ketika Kyuhyun baru saja dibaringkan di sofa dan Nyonya Kim sudah kembali dengan sebuah kotak serta tas berisi peralatan sang suami. "Kibum, siapkan mobil. Kita akan membawa Kyuhyun ke Rumah Sakit"

Dan ini adalah momok bagi Kyuhyun. Dia langsung memegang lemah ujung baju Kibum ketika laki-laki itu akan beranjak mempersiapkan mobil.

"jangan menolak Kyuhyun! Kau butuh pemeriksaan lanjutan" Tuan Kim masih memeriksa Kyuhyun dengan peralatan dokternya dan meminta Kibum untuk membersihkan luka di dahi Kyuhyun dan menempelkan plester.

Setelah Shim Ahjumma tiba dengan segelas air putih, Kibum membantu Kyuhyun untuk minum dan Tuan Kim mulai menurunkan celana Kyuhyun dengan hati-hati. Pernyataan Kyuhyun bahwa dirinya tidak bisa berdiri membuat namja bergelar dokter itu takut. Meskipun kemungkinan Kyuhyun hanya terkilir atau memar kaki -mengingat dia hanya terjatuh dari beberapa anak tangga-, tapi masa lalu tentang apa yang pernah terjadi pada anak bungsunya itu membuat dirinya harus semakin waspada dan bersiap dengan segala kemungkinan.

Sedangkan Kyuhyun hanya bisa memandang Kibum dengan tatapan sayunya. Dari onix caramel itu dia menyalurkan keinginannya pada hyungnya agar membujuk appa mereka untuk tidak membawanya ke rumah sakit.

Kibum, anak penurut itu kembali bingung antara menuruti permintaan saengnya atau menurut dengan semua perintah appanya. Bukankah itu semua untuk kebaikan Kyuhyun juga. Tapi tatapan memohon saudara kembarnya itu selalu tidak bisa dia tolak.

"Bummie..kamar.." matanya sudah sangat berat dan ingin segera menutup. Kyuhyun sudah tidak merasakan nyeri di dahi dan kakinya karena appanya sudah memberikan pain killer dosis rendah.

"Kyuhyun mengantuk? Ingin tidur hm?" sang eomma akhirnya membuka suara diantara isakan dan air matanya yang masih belum juga berhenti. Sedari tadi dia hanya mengelus sayang kepala anak bungsunya itu. Dia jelas khawatir, tapi dia tidak mempunyai kemampuan lebih seperti anak sulung dan suaminya miliki. Untuk itu dia lebih memilih untuk menenangkan anak bungsunya itu.

"hm" Kyuhyun mengangguk dengan mata terpejam. Efek pain killer sudah benar-benar terasa, tapi dia masih harus tetap tersadar, paling tidak sampai dia yakin kalau dia tidak akan dibawa ke rumah sakit.

"yeobo, apakah tidak bisa membawanya ke rumah sakit besok saja? biarkan malam ini dia beristirahat dulu"

"mungkin keadaannya akan lebih buruk jika dibawa ke rumah sakit" Kibum berujar masih dengan tatapan mata mengarah pada dongsaengnya yang sudah sepenuhnya menutupkan mata. Satu hal yang Kibum tau tetapi kedua orang tuanya tak tau, Kyuhyun selalu mengalami masa sulit ketika diharuskan untuk praktek atau mendapatkan materi kuliah di area rumah sakit.

Tuan Kim menghembuskan nafas berat. "baiklah. Tapi besok pagi aku akan tetap membawanya ke rumah sakit".

Setelah menyetujui keputusan kepala rumah tangga, Kibum memutuskan untuk menggendong Kyuhyun ke kamarnya. Sebelum Kibum mulai berjalan, dia meminta appanya untuk juga merawat luka eommanya, mengingat wanita yang paling dicintainya itu tadi juga terkena cambuk.

"Bummie" ucap lirih Kyuhyun dalam gendongan Kibum yang sedang menaiki tangga rumah mereka.

"hm" gumam Kibum. Dia sudah menduga kembarannya itu belum sepenuhnya terlelap.

"temani aku tidur malam ini, ne?" Kyuhyun semakin mengeratkan pelukan tangannya di leher Kibum. mencari kehangatan dan kenyamanan di punggung namja yang selalu menjadi sosok hero bagi dirinya.

"hem" jawaban Kibum sambil mengangguk. Tak menunggu lima detik berlalu, Kibum sudah mendengar dengkuran halus dari arah punggungnya. Dia tau betapa dongsaengnya itu sudah bertahan menahan kantuk dan ketakutannya akan rumah sakit.

.

Matahari sudah menunjukkan senjanya. Dari tanah yang memantulkan warna jingga langit, terdapat siluet seseorang yang sedang berjalan dan menggendong orang lain dibelakang punggungnya. Dari sinar yang terpantul dalam wajahnya, jelas nampak terlihat sebuah luka lebam di salah satu pipinya.

"Bummie..gomawo" ucap lirih namja mungil yang ada di balik gendongannya. Kyuhyun mengecangkan kedua tangannya yang melingkar erat di leher Kibum.

"hem" samar Kibum mengangguk. Dia sebenarnya merasa tercekik dengan tingkah tangan dongsaengnya. Tapi hatinya benar-benar menghangat dan itu menjalar pada seluruh tubuhnya.

Dua anak berumur delapan tahun itu kembali diam dalam perjalanan mereka dari taman ke rumah mereka.

"Bummie, pengadilan itu apa?" Kyuhyun bergumam dengan matanya yang sudah tertutup. Dia memang mengantuk. Tapi kalimat yang tadi diucapkan hyungnya saat membelanya di depan anak-anak yang membulinya terus terngiang di otaknya. 'aku akan melaporkan tindakan nakal kalian ke pengadilan. Kalian akan diadili oleh hakim dan diberi hukuman.'

"kau tidak akan mengerti" Khas jawaban dari Kibum. Dia tidak ingin bertele-tele menjelaskan pada kembarannya itu, jika pada akhirnya Kyuhyun tetap tidak akan mengerti. Selain itu, dia malas membuka mulut, karena lebam di pipinya akan semakin terasa ngilu.

Kyuhyun membuka mata dan mengerucutkan mulutnya. "kalau hakim itu apa?"

Kibum menghembuskan nafas. Seharusnya dia sadar, Kyuhyun tidak akan berhenti bertanya sebelum puas dengan jawaban yang diberikan. "orang yang memutuskan hukuman apa yang akan diterima"

"hm.." Kyuhyun mengangguk angguk dan kembali mencari posisi nyaman dalam gendongan sang hyung.

Kibum hanya diam. Jujur, dia tidak yakin anak yang seumuran dengannya itu paham dengan ucapannya.

"appa juga hakim?"

Benar dugaan Kibum. Kyuhyun tidak begitu paham mengenai siapa dan apa yang dimaksud dengan hakim."anni"sebuah ringisan keluar dari mulutnya karena ngilu yang dirasakannya.

"lalu kenapa appa suka memberi hukuman?"

"appa suka memberi hukuman karena kita nakal. Bukan berarti appa seorang hakim, karena hukum tidak harus diputuskan oleh hakim, Kyunnie.."sampai disini Kibum merasa geram. Kembarannya itu tidak berhenti bertanya sedangkan ngilu di pipinya semakin terasa.

Kyuhyun di balik gendongannya hanya terkikik mendengar hyung yang datar nada saat bicara itu terdengar kesal. "setelah ini kita juga akan terkena hukuman dari appa karena meninggalkan kursi rodaku di taman".

.

Tbc

.

Selamat buat Leeteuk, Heechul dan Kyuhyun for being ranked The Top 3 Idol Hosts Of 2016. Selamat juga buat Shindong yang sudah selesai wamil hari ini. Jujur, aku bukan K-Pop lovers. Aku lebih mengarah ke J-pop, anime, cosplay dan sejenisnya. Tapi jangan diragukan, I was , I am E.L.F and I will be E.L.F. di Korea yang aku ikuti juga ngga jauh-jauh dari kata "Super Junior".khikhikhi. Jadi maaf kalo kadang bahasa Korea ku amburadul.

Desember nya KiHyun sudah hampir selesai. Ff ini akan aku update awal Februari. Sampai ketemu di ff '..isn't you..is you' ku di bulan Januari.

Balesan Review:

Cuttiekyu94: yang dua mungkin nanti kalo yang satu udah end. Meski itu mungkin masih . aamiin. Aku sedikit lupa judulnya, sweet police kalo ngga salah ya? Aku nunggu ff itu .

Meimeimayra: iya sih, bener nanggung. Tapi sekali ff ini ngga dibuat oneshot, ngga akan bisa dihentikan dengan lebih paksa. Ini sudah dilanjut, dengan kata lain, ff ini tidak akan berakhir sampai benar-benar end.

Michhazz: ini lanjut dengan chapter lebih panjang dari .

Okaocha: ini dilanjut. Ah~jadi kebayang puppy eyesnya Donghae. Terakhir lihat pas di mvnya growing pains.

Desviana407: Kyuhyun Cuma pengen membantu temennya. Jiwa sosialnya tinggi. hehe. Soalnya ngga sengaja aku sering keinget inisial orang-orang yang ngereview ff ku. Akhirnya meskipun di tempat berbeda (aff dan ffn) aku jadi menyangkut pautkan orang satu dengan yang lainnya yang punya inisial hampir sama. Salam kenal ya~. Ff yang ada di aff kemungkinan besar aku lanjut bulan januari. Jujur, buat cerita hurt, angst atau sejenisnya tidak mudah ternyata. Ditambah aku cuma penulis amatiran. Apalagi aku sering ngga tega nulis babykyu yang .

Jihyunelf: ini sudah di next

Sparkyubum: lho, kamu ngga sekolah di Indo? Iya, memang belum terlalu ketebak di chapter pertama kemarin. Mulai ketebak di chapter ini. Hm~gimana ya mengungkapkan perasaannya Kyuhyun. Perasaan menjadi si bungsu yang paling kurang dan yang paling nakal ini aku inspirasi dari seseorang. Dia merasa menjadi paling jauh dari orangtua dan dia hanya bergantung pada satu orang yang paling dipercaya. Kalau disini aku buat Kyuhyun bergantung pada Kibum. Tapi seiring berjalannya waktu, Kibum sendiri juga berubah. Membuat Kyuhyun juga ikut berubah. Selain itu ini kejadian ini juga terinspirasi dari salah satu pasangan kembar yang aku amati. Si bungsu bahkan sudah tidak dekat dengan eommanya sejak kecil karena dia sering sakit-sakitan dan tidak mau minum ASI.

Sofyanayunita1: sudah lanjut sippppp…

Yuniimnida18: genre apa yang dimaksud paling disukai? Family nya atau crime nya?

Nurani506: memang terlihatnya Kibum melindungi Kyuhyun. Tapi yang sebenarnya, mereka berdua saling melindungi.

Yong Do Jin316: aku justru suka loh dikasih kritik. Soalnya aku memang ngga bisa dalam hal menulis. Makanya, makasih berat buat kritikannya. Dichapter pertama kemarin memang sengaja aku buat ngga meluas jalan ceritanya. Soalnya takut-takut aku ngga bisa ngelanjutin ff ini. Momen KiHyun nya memang aku buat sedikit. Memang sengaja. Niat awal setiap chapter akan aku tambah kadar Kihyun's moments nya. Biar semakin eratnya persaudaraan mereka semakin terasa. Aku tunggu kritik buat chapter 2 ya..

Atik1125: ini lanjut..kamu KiHyun shipper kah?

Diahretno: hehe. Hampir satu bulan baru bisa dilanjut.

Kim/Annishi692: menistakan? Haha. Kenapa beberapa waktu ini aku sering denger kata itu ya? Di sosmed, di tv dan di km. haha. Jangan hukum aku karena sedikit menistakan suamimu..

Erka: aku juga suka KiHyun twins..pokoknya aku itu KiHyun dan WonKyu shipper..

Shofie Kim: wah, selamat dan terimakasih sudah bisa menebak hint ku . senengnya~ tentang kenapa Kyuhyun tiba-tiba ada di kamar dan apa yang akan diberikan Donghae sudah ada di chapter ini. Aku tunggu juga hint di chapter ini yang berhasil kamu tebak~

Angel sparkyu: sudah lanjut..

Rain: iya..memang sengaja aku ambangin kaya .

Retnoelf: makasih pujiannya ini sudah dilanjut

Lupanama: iya..ini sudah dilanjut. Memang sudah jarang banget, makanya aku sering bolak balik baca ff yang sama demi melampiaskan kekangenan terhapan KiHyun brothership.

Dewi leitte: makasih pujiaanya memang jiwa sosialnya Kyuhyun besar. Sebagai anak yang lebih tua memang harus bisa ngemong adeknya.

Iffanur: fighting! Makasih buat segala dukungannya. Aku bener-bener ngga pede dalam hal nulis soalnya. Karena yang sebenarnya, aku lebih pede dalam hal .ini dilanjut..sekali lagi terimakasih banyak buat dukungannya :*

Abelkyu: ini lanjutt..aku juga suka brothershipnya KiHyun..

Rheyna: sudah dilanjut

Ailedachangkyu: aku juga suka..ini sudah dilanjut.. juga suka changkyu kah? Sabar ya..bentar lagi ada momen nya Changmin dan Kyuhyun..mungkin beberapa chapter lagi

Kikhyu: ini sudah lanjutt

Fatmawatiyustika: mereka sebenarnya saling sadar kalau ngga bisa hidup tanpa ada satu yang lainnya berada di sampingnya. Tapi semakin dewasa, meskipun kembar, mereka pasti punya kehidupan masing-masing. Itu yang membuat mereka semakin jauh. Ditambah beberapa kejadian terkadang membuat mereka semakin menjauh.

Hwang635: sudah lanjut nihhh…

Yuyu: aaahhhhhh..senengnya kalau ada yang antusssiiiaasss..:D maaf, baru bisa update cerita nya memang manis, soalnya aku kasih gula. Hehe.

Ladyelf11: kerasa banget ya gantungnya? Ini sudah dilanjut..

Emon el: ragu mau ngelanjutin mon..bener deh, sumpah. Takut ngga bisa sampe ending. Buat Kyuhyun sama Minho nya juga belum bisa dilanjut. Mungkin cm selingan. Soalnya ini juga ff nya . bikin kamu kecewa banget ya? Sebenernya aku pengen lanjut banget loh sama ff fantasi. Tapi menggambarkan dunia fantasi itu . Kamu punya saran ngga, biar lebih mudah mendeskripsikan genre absurd seperti itu? Aku juga pernah buat cerita tentang matematika, tapi menyerah karena kesulitan mendeskripsikan. Huhu. Padahal greget banget.

Sparkyunee13: haha. Aku cob abaca ulang pake versi 'bensin' kamu. Dan hasilnya begini 'Dalam waktu yang sama, di tempat yang berbeda, orang yang mereka bicarakan sedang sibuk dengan bensinnya. Mungkin efek dari dia ngantuk?'. Hahahaha. Kamu memang beneran ngantuk banget kayaknya.

Nikmah444: iya, bener banget. Ini sering kejadian pada salah satu pasangan kembar yang aku amati. Mereka hidup terpisah. Tapi kalo satunya sakit, hampir dapat dipastikan satunya pasti ikut sakit. Ko bisa gitu ya?

Chae121: makasih pujiannya..ini sudah dilanjut