The hidden shadow of my heart puts me in the uncomfortable darkness
(lyrics of Twins(Knock out) )
.
Chapter 5
Twins (Knock Out)
.
Open discuss akan segera dimulai dalam sebuah ruangan. Namun, masih dapatkah dikatakan kegiatan ini terbuka untuk umum dengan segala kejanggalannya? Ruangan yang digunakan merupakan ruang rapat kecil dan sama sekali tidak cocok digunakan untuk ruang diskusi terbuka. Selain itu, terhitung hanya ada beberapa orang yang menghadiri. Jika didaftar, orang-orang yang ada dalam ruangan tersebut hanyalah Kibum dan Eunhyuk (selaku penyelenggara dan perwakilan dari SEC), Lee Jihoon (dekan) dan Seo Janghoon (wakil dekan) serta Kyuhyun dan Donghae.
"bagaimana bisa tidak ada satupun mahasiswa yang datang?" Donghae menuntut jawaban itu pada Kyuhyun. Acara belum dimulai dan mereka berdua barusaja masuk ke dalam ruangan. Bukankah hoobaenya itu kemarin mengatakan sudah berhasil mengumpulkan masa?
Apa yang harus diucapkan Kyuhyun untuk menjawab pertanyaan Donghae. Sedang dia sendiri juga dibuat tercengang dengan kenyataan bahwa orang-orang yang 'katanya' mendukungnya justru sekarang tidak ada di barisannya. Bahkan warta yang meliput di aksi orasinya, tidak memunculkan berita sama sekali. Jelas telah terjadi sesuatu. Sesuatu yang luput dari rancangan kemungkinan yang ada diotaknya.
Atensi Kyuhyun beralih pada wakil dekan yang sedang duduk santai di kursi pemateri. Orang dengan jabatan tinggi tersebut sedang memandang remeh padanya. Dari mata itu, Kyuhyun sekarang paham. Mereka sudah mengatur semuanya bahkan sebelum pertemuan sore ini diadakan. "kita lanjutkan." Kyuhyun menatap tajam wakil dekan yang masih setia dengan senyum merendahkannya. "aku bersumpah akan mengungkap siapa saja mafia beasiswa itu" Tangannya terkepal mengumpulkan emosi yang meluap. Tanpa menjawab pertanyaan Donghae sebelumnya, tanpa menunggu reaksi Donghae selanjutnya, Kyuhyun langsung berjalan ke tempat duduk yang sudah disiapkan. Dia siap maju ke medan perang, meski tanpa baju baja, tentara atau bahkan senjata.
"semua persiapan sudah selesai" Eunhyuk berbisik pada Kibum yang duduk di sampingnya. Dia akan bertugas sebagai notulen dan Kibum yang bertugas sebagai moderator serta pemimpin diskusi. "rilekskan dirimu. Ingat, kita hanya sebagai pelaksana" Eunhyuk menepuk satu bahu sahabatnya itu memberi semangat.
Kibum menghembuskan nafas sebelum memulai mendekatkan mulutnya ke dekat mic untuk mengucap salam sebagai tanda dibukanya acara. Ini bukan seperti kegiatan yang biasa SEC selanggarakan. Beberapa orang yang menghadiri jelas tau susunan acara dirancang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
"selamat sore" akhirnya mulut itu terbuka dibarengi dengan matanya yang beredar pada peserta diskusi hingga akhirnya berhenti pada manik cokelat yang mirip dengan milik eommanya. Hatinya berdesir menatap wajah pucat tersebut. Lebih pucat dari biasanya karena seharusnya dia sekarang masih berbaring si rumah sakit. Matanya memanas. Untuk pertama kalinya Kibum merasa dirinya akan meneteskan airmata setelah sekian lama dia tidak menangis. Tanpa diminta ingatan Kibum menguar ketika dia melihat tak berdayanya Kyuhyun kemarin.
-kibum hanya ingin berteriak untuk menghentikan semua ini dan membawa kembali Kyuhyun ke rumah sakit-
Kibum mulai membuka matanya ketika merasakan punggungnya yang terasa kaku. Ruangan persegi dan gelap langsung menjadi dominasi penglihatannya. Dirinya sedang berada di rumah sakit. Lebih tepatnya di kamar rawat Kyuhyun. Langit gelap dan jarum jam yang menunjukkan angka satu menandakan bahwa waktu barusaja melewati pergantian hari.
Dia mematap ranjang rumah sakit yang menjadi sandaran tidurnya –kosong-. Mata Kibum melebar karena terkejut meski wajahnya masih tanpa ekspresi. Di sofa hanya ada eommanya yang terlelap tidur. Kibum juga yakin saudara kembarnya itu tak sedang ada di kamar mandi mengingat tidak adanya pantulan cahaya dari balik celah pintu. Kyuhyun kabur. Lagi –seperti yang sering dia lakukan dulu-. Kibum hanya bisa menghembuskan nafas berat. Dongsaengnya itu tak akan pernah dapat bertahan di ruangan serba putih berbau obat-obatan.
Masih berusaha tenang meski diliputi kegelisahan, Kibum memilih keluar dari ruangan tersebut tanpa membangunkan sang eomma. Dengan handphone di tangannya jelas sudah dapat ditebak apa yang akan dilakukannya, menelpon Kyuhyun untuk mencari tau keberadaannya. Sayangnya beberapa kali mencoba, Kibum hanya mendapati suara operator yang menjawab kegelisahannya.
"kibum, kemana Kyuhyun?" nyonya Kim keluar dari kamar ketika dia juga tiba-tiba terbangun dan menemukan kamar inap anaknya kosong. Dengan raut gelisah, wanita paruh baya itu berjalan mendekati Kibum yang hanya diam berdiri di koridor.
"aku tidak tau, eomma" Kibum mengalihkan atensinya kembali pada handphone dan mencoba menghubungi kembali kembarannya tersebut.
"bagaimana bisa dia tidak ada dikamarnya? Ya Tuhan, Kibum. Kita bahkan belum melihat keadaannya setelah sadar dan dia sekarang sudah menghilang." Yeoja kepala empat tersebut mendesah, antara khawatir dan kesal dengan polah anak bungsunya yang tidak berubah meski bertahun-tahun telah berlalu. "Aku akan menghubungi appamu" nyonya Kim hendak kembali ke kamar inap untuk mengambil handphonenya sebelum niatnya dicegah oleh anak sulungnya.
"aku pasti akan menemukan Kyuhyun. Segera" Kibum memberikan penekanan pada kata terakhirnya. Dia sungguh-sungguh tidak ingin tuan Kim tau mengenai hal ini. Kibum tau, pasangan appa dan anak tersebut tidak pernah bisa berbicara dengan dingin jika dihadapkan berdua.
"baiklah." Kim Hanna mulai mencoba tenang. "eomma mempercayaimu" senyum hangat khas seorang eomma muncul di raut wajah yang sudah mulai memunculkan tanda penuaan tersebut.
"Kyuhyun ada disana?" Kibum langsung beralih pada handphone di telinganya ketika suara seseorang (bukan operator) akhirnya mengangkat telponnya.
"hm" Donghae menjawab singkat dengan salah satu tangan dimasukkannya ke dalam baskom yang berisi air hangat.
Kibum menghembuskan nafas lega. "bagaimana keadaannya?"
Donghae akan mengatakan bahwa namja yang tengah terlelap dikamarnya tersebut jauh dari kata baik. Namun itu bukanlah ide yang baik. Kibum akan segera panik dan menyeret Kyuhyun untuk kembali ke rumah sakit meski Kyuhyun menolaknya dengan keras. "dia sedikit demam. Aku akan mengompresnya setelah ini"
Kibum kembali menghembuskan nafas, cukup lega mendengar bahwa dongsaengnya itu sudah terlelap di tempat yang aman dan nyaman meski bukan di ranjang rumah sakit. "aku menitipkan Kyuhyun malam ini dan akan kujemput besok pagi". Tanpa sadar Kibum sudah mengeluarkan kalimat yang cukup panjang.
Sebuah kalimat yang membuat eommanya tersenyum bersyukur. Ibu yang mempunyai anak kembar itu sadar tentang begitu perhatiannya Kibum pada Kyuhyun meski terlahir dengan plasenta berbeda. Di sisi lain, nyonya Kim tersenyum getir, hubungan sepasang saudara kembar itu nampak dekat dan jauh secara bersamaan. Dan kerenggangan itu diakibatkan oleh dirinya dan sang suami. 'Mianhae'. Tak ingin Kibum melihatnya yang mulai meneteskan air mata, nyonya Kim kembali berjalan masuk ke dalam ruang inap.
Di sisi seberang line, Donghae menghentikan sejenak acaranya mengecek suhu air dalam baskom. "Kibum, apa yang terjadi pada Kyuhyun hingga dia harus masuk rumah sakit?"
Pertanyaan Donghae mengingatkan Kibum lagi tentang apa yang telah terjadi pada dongsaengnya tersebut. "dia kelelahan. Tekanan darah menurun dengan kadar asam lambung yang meningkat. Jadi aku mohon Donghae. Hentikan semua ini. Kyuhyun memiliki fisik lemah, jangan memintanya untuk melakukan hal-hal-" Kibum kehabisan nafas. Tidak hanya karena dirinya yang tak terbiasa mengucapkan rentetan kalimat-kalimat panjang, namun juga karena dirinya yang mulai tersulut emosi. Kyuhyun yang kembali masuk rumah sakit benar-benar membuatnya keluar batas kesabaran. "biarkan dia memiliki kehidupan normalnya kembali".
Kibum langsung menutup telponnya , membiarkan Donghae yang hanya diam. Kibum tau teman satu jurusan dengannya itu pasti merasa tak enak hati padanya. Namun Kibum sendiri juga sudah menekan segala emosinya. Masih teringat dengan jelas bagaimana keadaan Kyuhyun ketika Kibum membawa tubuh itu ke rumah sakit. Wajah yang tidak hanya sekedar pucat dan mata yang tertutup rapat, bahkan hidungnya mulai mengeluarkan darah.
Kibum menghempaskan tubuhnya di jejeran kursi yang terdapat pada koridor. 'saya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada Kyuhyun ssi. Mengingat riwayat kesehatannya yang pernah menjadi pengindap tumor'. Terlepas dari semua masalah yang tengah terjadi, kalimat yang disampaikan uisa tadi sore terus terngiang dalam otak Kibum.
Ingatan Kibum kembali ke masa sekarang ketika mulutnya barusaja selesai mengakhiri pembukaan. Nampaknya sedari dari dia sudah berbicara panjang lebar tanpa ia tau apa yang sudah diucapkannya. Lidahnya sudah terlalu lincah sekedar untuk mengawali sebuah diskusi.
Kibum melihat dengan getir bagaimana Kyuhyun saat ini seperti tengah menahan sesuatu. Bahkan keringat mulai membanjiri wajah pucat itu. Tanpa sadar tangan Kibum sudah mengepal di bawah meja, dia sungguh-sungguh ingin menyeret tubuh itu ke rumah sakit sekarang.
"ehem" suara wakil dekan mengumpulkan fokus setiap orang yang ada diruangan tersebut. "pertama, saya ingin mengungkapkan apa yang sekarang menjadi tanda tanya di otak saya. Ada lebih dari lima ratus mahasiswa di fakultas ini. Tapi bagaimana bisa yang datang kesini hanya-" namja bermarga Seo tersebut memberi jeda, menatap bergantian Eunhyuk, Kibum, Donghae dan Kyuhyun "-empat mahasiswa?" wakil dekan tersenyum kecil. Suatu senyum yang sangat sarat sindiran. "Kibum, apa kau sungguh sudah mempublikasikan kegiatan ini?" Meski wakil dekan memanggil nama Kibum, namun setiap sosok disana jelas paham kalimat-kalimat tersebut ditujukan pada dua mahasiswa yang mendedikasikan diri sebagai suara mahasiswa. Seo Janghoon mulai mengeluarkan tawa mengejek. Bagaimana bisa dikatakan sebagai perwakilan, jika sekutu saja tidak punya. "kali ini suara siapa yang kalian wakilkan?"
"mereka (mahasiswa) diam bukan berarti tidak bersuara. Hanya orang-orang dungu yang tidak mendengar jeritan mereka" Kyuhyun menatap nyalang wakil dekan. Dia sudah sangat geram dengan polah tingkah salah satu dosennya tersebut. Jenis pendidik yang selalu memandang rendah siswanya.
Tawa penuh karisma muncul dari mulut dekan. Dia akui mahasiswa didepannya ini memang sangat berani. Bahkan dia tak gentar menghadapai orang-orang yang mempunyai tingkatan jauh lebih tinggi. Sama seperti saudaranya, Kibum.
-akan sangat menyenangkan bisa bermain dengan mereka-
Sebuah ketukan pintu mengalihkan atensi dekan dari buku tebal yang dibacanya. Setelah mempersilahkan masuk, muncul dihadapannya salah satu mahasiswanya yang terkenal dengan wajah jokernya –Kibum-.
Kibum membungkuk hormat. "selamat pagi, prof. Saya ingin mengantarkan laporan pertanggungjawaban olimpiade bulan lalu" Kibum menyerahkan sebuah bandel kertas dari sebuah map.
Alih-alih tertarik dengan laporan tersebut, dekan justru melirikkan matanya pada benda lain yang ada ditangan Kibum. "apa itu proposal yang aku minta?" dengan sedikit menggerakkan kepalanya pada salah satu bandel yang masih ada dalam map.
Kibum mengeluarkan bandel tersebut, yang nyatanya adalah proposal kegiatan open discuss yang akan diadakan sore nanti. Kepala fakultasnya tersebut menghubunginya untuk segera menyerahkan LPJ olimpiade sekaligus membawa proposal open discuss.
Tangan Kibum terjulur untuk menyerahkan proposal open discuss ketika tangan tua dihadapannya justru menyulurkan sebuah pematik api padanya. Mata Kibum menatap dekan penuh tanya.
"kau atau aku yang melakukannya?" dekan bernama Lee Jihoon tersebut masih senantiasa menunjukkan senyum karismanya meski kalimatnya terkesan ambigu. Tak mendapatkan tanggapan, dia berinisiatif untuk mengambil bandel proposal dari tangan Kibum. Dengan santai berjalan menuju tong sampah berbahan stainless yang ada dipojok ruangan.
Kibum melihatnya. Bagaimana dengan tenang pemimpin fakultasnya tersebut membakar proposal open discuss, memasukkannya ke dalam tong sampah dan dengan gayanya yang tenang kembali duduk di kursi kebesarannya. "apa yang anda lakukan?" hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Kibum
"membatalkan open discuss nanti sore. secara legal"
Kibum masih diam. Namun demikian matanya sudah membulat sepenuhnya. Dia tidak bodoh untuk mengartikan kalimat ambigu namja berstatus dekan dihadapannya. Hal ini berarti open discuss masih akan dilakukan tanpa adanya bukti bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan. Mahasiswa sering menyebutnya dengan kegiatan illegal kampus. "apa ini berhubungan dengan organisasi itu?"
"Kibum, orangtuamu yang seorang koruptor, itu fakta. Kita harus menutupinya, itu kewajiban. Jika semua terungkap, kau, appamu, eommamu, aku, bahkan Kyuhyun akan menerima konsekuensinya" kali ini Lee Jihoon menatap serius satu-satunya lawan bicaranya. "kita tidak bisa membatalkan open discuss nanti sore. Itu akan semakin membuat dongsaengmu penasaran. Aku sudah menyiapkan semuanya. Kau hanya perlu berpura-pura seolah kegiatan itu berjalan seperti biasa. Tenang saja, kita hanya akan membuat dongsaengmu menyerah dengan semuanya."
Lee Jihoon tersadar dari lamumannya setelah suara Kibum kembali terdengar di telingannya. Bahawannya –wakil dekan- ternyata sudah menyelesaikan materinya tentang apa itu beasiswa dan kenapa dana itu sering macet.
"kita akan melanjutkan ke sesi berikutnya, yakni tanya jawab. Dipersilahkan kepada para peserta jika ingin bertanya". Seperti dugaan Kibum, Kyuhyun langsung mengangkat tangannya. Kibum hanya bisa menghembuskan nafas. Semua ini sudah diatur, kan? Dia yang tidak bisa menasehati Kyuhyun untuk berhenti, berharap dekan bisa melakukannya.
"nama saya Kim Kyuhyun, mahasiswa angkatan 2015. Terkait dengan dana yang tidak pernah mengalir tepat waktu. Anda menyebutkan bahwa dana memang belum keluar dari rektorat. Jika memang demikian, bagaimana mungkin hanya fakultas kedokteran yang belum menerima?"
"selanjutnya, waktu dan tempat diberikan pada pemateri untuk menjawab" Kibum masih melaksanakan tugasnya. Meski semuanya hanya kepura-puraan. Jika diamati lebih dalam, nada Kibum yang kaku dan tak seluwes biasanya sudah menunjukkan ketidakberesan. Sayangnya, tidak ada seorangpun yang menyadari. Semuanya terlalu fokus dengan peran masing-masing.
"terimakasih atas pertanyaannya." Dekan yang menjawab pertanyaan Kyuhyun "Kami juga sudah menanyakannya pada pihak rektorat, kenapa hanya fakultas kita yang mengalami keterlambatan. Hal ini dikarenakan jumlah penerima. Sudah diketahui bahwa fakultas kedokteran mempunyai penerima beasiswa jauh lebih sedikit dari fakultas lainnya. Dengan alasan tersebut, pihak rektorat memilih fakultas kita untuk-"
"tunggu-tunggu. Anda berbicara begitu panjang tapi itu semua tidak menjawab pertanyaan saya?" Kyuhyun menyela.
"penanya. Harap tidak memotong-"
"tadi apa yang kau tanyakan? 'kenapa fakultas kita tidak mendapat jatah' kan? Kami menjawab sesuai pertanyaanmu" kini berganti wakil dekan yang menjawab. Dengan emosi yang tak kalah meluap seperti Kyuhyun.
Donghae mulai ikut berbicara dengan nada tenang dan begitu dewasa. "Maksud kami, bukankah beasiswa sudah dimasukkan ke dalam anggaran tahunan. Bagaimana mungkin ada fakultas yang tidak mendapatkan dana?"
"kami ingin pihak fakultas terbuka atas semua laporan keuangan" Kyuhyun yakin, mereka tidak akan berani membukanya.
"tidak bisa. Sudah menjadi peraturan universitas jika tidak semua pihak dapat meliat laporan keuangan. Bahkan jika kalian meminta rektorat untuk membuka laporan tersebut, sudah dipastikan mereka tidak akan memberikannya."
"benarkah begitu? Bukankah itu karena ada yang ditutup-ditutupi? Apakah mungkin ada yang dengan sengaja mengambil dana tersebut?" Kyuhyun berhasil menjebak apa yang diucapkan wakil dekan. Jika mereka tak merasa bersalah, tentu mereka tidak akan takut membeberkan laporan tersebut.
"atas dasar apa kalian mengatakan hal tersebut? Mana buktinya? Jangan hanya asal bicara?" wakil dekan kembali menyahut. Dia bahkan sudah berdiri dari duduknya karena tak bisa menahan marahnya.
"dalam laporan anggaran semester. Kami menemukan-"
"laporan apa maksudmu? Tak ada perubahan anggaran-"
BRAK
Seseorang memukul meja. Pelakunya adalah dekan yang sedari tadi nampak tenang. Tidak menampakkan emosi yang sempat memuncak saat dirinya menggebrak meja, Lee Jihoon kembali tersenyum berwibawa. Seperti air tenang yang mengandung riak di dalamnya. "maaf, nak. Jika kita melakukan sebuah riset, tidak bisa hanya dengan ucapan lisan. Semuanya harus didasarkan penelitian sebelumnya, referensi serta data yang mendukung. Begitu juga jika kalian mengatakan ada pihak yang mengambil uang mahasiswa tersebut, kalian seharusnya menunjukkan bukti."
Kibum memijit pelan pelipisnya. Dia benci menjadi penengah pada diskusi tak sehat seperti ini. Semua saling bersahutan seolah tak pernah diajari bagaimana cara diskusi yang benar dan baik saat sekolah dasar. Satu kesimpulan yang Kibum ambil dari diskusi kali ini Jika kedua kubu dalam diskusi saling memaksakan pendapatnya, maka yang sebenarnya terjadi adalah 'paling tidak' salah satu dari mereka sedang menyembunyikan fakta.
Kibum ternyum miris dalam hatinya. Semuanya mirip dengan diskusi yang sering ditontonnya di televisi. Semuanya begitu sempurna, seolah setiap alur telah direncanakan. Direncanakan?
"saya bersumpah akan menunjukkan bukti itu"
Ucapan terakhir Kyuhyun langsung membawa perubahan di raut wajah Kibum yang biasanya tenang. Hingga Kyuhyun dengan emosi yang meluap meninggalakan ruangan tanpa menutup diskusi –diikuti Donghae yang mengekor dibelakangnya-.
Kibum hanya bisa diam terpaku. Dia menyadari sesuatu. "Lee Hyukjae. Keluarlah". Tanpa memandang Eunhyuk yang terus memasang wajah bingung, Kibum meminta satu-satunya orang yang selalu mendukungnya tersebut keluar ruangan.
Eunhyuk hanya mengangguk. Seperti awal dia masuk ke ruangan ini tanpa tau apapun, dia juga keluar dari ruangan tersebut tanpa tau apapun. Bukannya dia tidak ingin tau, dia hanya percaya sepenuhnya pada ketuanya –Kibum-.
Setelah Eunhyuk keluar, Kibum berjalan memutari meja, menghadapkan dirinya pada dua orang yang duduk tenang di kursi masing-masing. "apa ini tujuan anda?" Kibum menatap penuh emosi. Sudah tidak ada lagi Kibum dengan wajah minim ekspresinya. Kini semuanya benar-benar tergambar jelas di rautnya. "kalian sengaja menjebak appa kami?"
"ck, apa kau berpura-pura bodoh, Kibum? Bukankah semuanya sudah jelas?" dengan santainya wakil dekan berucap.
BUG
Tanpa aba-aba, Kibum langsung memberikan pukulan di pipi kiri Seo Janghoon –wakil dekan-. Seketika namja berumur empat puluhan tersebut langsung tersungkur di lantai. "aku akan melaporkannya. Aku saksi kuat semua ini"
"lakukan, Kibum" kini giliran dekan yang berucap dengan nada menantang.
Kibum gentar. Meski hanya dua kata yang dilontarkan Lee Jihoon, tapi dia sudah sangat paham itu bukan hanya sekedar gertakan.
"kau sudah tau pilihan apa yang kau punya, kan?" Lee Jihoon menatap dalam mata Kibum. "dan kuharap kau tidak salah mengambil keputusan dalam memilih"
Tanpa perlu berproses lama, Kibum sangat paham dengan pilihan yang dimaksud. Pilihan antara mengorbannya appanya yang berarti terus diam atau mengungkapkan semuanya yang berarti mengorbankan seluruh keluarganya.
"ah, bukankah kau bisa untuk tidak mengambil keputusan asalkan bisa menghentikan Kyuhyun mencari barang bukti?" Seo Janghoon berakting seolah dia mendapatkan ide untuk menyelesaikan semua masalah.
Deg. Bagaimana Kibum tidak menyadarinya. Saudara kembarnyalah yang memegang segalanya. Jika Kyuhyun tidak berhasil menemukan bukti-bukti tersebut, maka semuanya masih bisa disembunyikan. Kibum menghembuskan nafasnya diam-diam, sepertinya dia sudah terlalu terbakar emosi hingga tak bisa berpikir jernih.
Terbakar emosi hingga tak bisa berpikir jernih. Mata Kibum kembali membola. "tujuan kalian melakukan tipuan diskusi ini adalah agar Kyuhyun tersulut emosi?"
"tepat sekali. Kau jelas tau seperti apa namja yang suka bermain api itu jika sudah tersulut emosi, bukan?" Lee Jihoon masih terus memasang senyum berwibawa di wajah iblisnya.
"ah, semuanya akan lebih mulus jika kau tidak mencuri barang bukti yang dimiliki Kyuhyun dan Donghae." Seo Janghoon meringis ketika ketika meraba pipinya yang lebam. "ngomong-ngomong, dimana kau menyembunyikan itu (buku laporan), Kibum?"
Rumah. Mata Kibum kembali membulat. Dia harus segera pulang.
"Apa kau begitu terkejutnya hingga tidak bisa berkata apapun?"
Kibum mengepalkan tangannya. Seperti Kyuhyun yang ingin membuka semuanya, Kibum juga bertekad untuk mengungkap semuanya. Meski itu tak mungkin dia lakukan sekarang. Tapi dia berjanji, waktu itu akan datang. "meski untuk saat ini aku diam. Aku bersumpah, aku dan Kyuhyun akan mengungkapkan semuanya. Kalian nikmati saja waktu kalian untuk menjadi dewa saat ini. Dan aku berjanji, ketika waktu itu tiba, bahkan iblis di neraka tidak akan sudi menerima kalian."
.
Tbc
.
.
-satu chapter menuju ending-
Bagaimana jika aku mengatakan chapter yang akan datang adalah chapter terakhir? Hehe. Maaf, chapter berikutnya memang jadi final. Awalnya tak ingin membuatnya sependek ini. Bahkan dari yang sudah aku tulis. Chapter ini sebenarnya adalah chapter 6. Chapter 5 yang sebenarnya aku hapus (tidak sepenuhnya dihapus, tapi beberapa penggal aku masukkan ke chapter ini). Selain itu, sebelum mencapai chapter 5, sebenarnya ada dua chapter xtra.
Tapi aku memutuskan untuk tak menguploadnya. Ini dilakukan agar terhindar dari 'emosi yang berbeda' seperti yang terjadi pada chapter 3. Apa kalian merasakan perbedaan chapter 3 dengan chapter lainnya? Chapter-chapter yang hapus itu memiliki nuansa yang mirip.
Jadi sekali lagi aku mohon maaf (bow)
-aku belum akan hiatus, karena aku merasa tak sendiri-
Aku merasa menemukan orang-orang yang senasib denganku (senasib karena terlanjur menyukai super junior dan (mungkin) tidak bisa berpindah ke yang lainnya).
"terimakasih sampai sekarang masih mendukung sekumpulan ahjussi ini. Meskipun banyak grup yang lebih muda tapi kalian tetap bersama kami. Tetaplah bersama kami sebagai seorang peri dan tolong jaga kami seperti seorang peri. Karena kalian ELF, peri bagi Super Junior" Leeteuk*
Jujur kah kalian jika kalian mengatakan masih sangat mengidolakan mereka? Super Junior telah menjadi senior, ELF pun sudah beranjak dewasa. Apa yang kalian pikirkan tentang super junior beberapa tahun silam tentu berbeda dengan yang sekarang, bukan?
"kalian sudah berjanji pada Teuki hyung sebelum dia pergi, bahwa kalian tidak akan meninggalkan kami. Kalian milikku! Tidak boleh ada yang merebutnya" Kyuhyun. Lanjut magnae tersebut dikesempatan lain pada seorang bodyguard yang terus mengikutinya di bandara "jangan mengikutiku! Super junior sudah tak popular lagi"*
mungkin sebagian dari kalian hanya sekedar tau suju di dunia per ff an. Bolehkah aku memberikan rekomendasi untuk membaca karya nya iyagi7154 (akun ffn) yang berjudul falling star, setelah selesai dilanjut rising star? Jujur, aku sendiri belum selesai baca (ngga kuat kalau harus dibuat baper terus-terusan gara-gara ceritanya). Hehe.
*) aku ambil akun wattpad seorang ELF bernama FhauziahChairunnisa dengan judul SUPERJUNIOR WITH ELF. Ini bukan fiction. Berisi kumpulan berita SuJu terbaru cukup lengkap. Kalian baca sendiri saja kalau ingin tau lebih detail.
Balasan comments:
Kiyuh: biar cocok dibuat tbc. Hehehe.
Yulianasuka: jawaban penyakitnya sudah terjawab disini. Habis sedih-sedihan ditinggal si gembul nanti, kita mulai berharap lagi di bulan juli. Karena para member mulai kembali
Melani : yaps, lantai 11,12. Trus pindah ke lantai 6 yang lebih kecil. Bl Kihyun ya? Aku ada ff nya oneshoot dan twoshoot sih. Yang oneshoot terinspirasi dari lagi gift nya DnE. Kalo yang twoshoot, bahannya masih mentah. Harus cari ilmunya dulu. Hehe. Kapan-kapan aku up. Hehe.
Hilo17: ini memang school life dengan mengambil latar belakang kampus. Lebih lengkapnya cerita tunggu chapter finalnya saja. Kalau boleh aku sarankan baca ff nya iyagi yang falling star. Dari banyak ff suju, itu salah satu yang bikin aku terpukau. Bagaimana dia mengerjakan ff nya, hingga akhirnya dibukukan. Bagaimana dia memasukkan emosi dan perasaan di setiap tulisannya.
Sheehae89: aku paham banget mayoritas ELF berumur 20tahun ke atas (termasuk aku). Kebanyakan tentu lebih memikirkan bagaimana bertahan hidup (masih tetap termasuk aku). Wah, kamu yang pertama menyebut sub unit SJM. Apa lagu yang kamu suka? Aku juga kangen SJM kumpul. Sayangnya sekarang sedang ada block antara korea dan china.
Michazz: waktu aku mau comment di suatu ff, aku tanpa sadar sering lihat comment kamu disana. Kamu selalu comment panjang diakhiri kalimat penyemangat ya? Makasih ya, untuk selalu memberi atensi pada para penulis. Kamu nonton live ig nya Kyuhyun bareng hyungdeulnya ngga? Yesung minta para member untuk mempromosikan lagu utamanya, tapi Kyuhyun malah terus menyanyikan lagu duetnya dengan Yesung. Coba kamu nonton. Itung-itung buat pengobat kangen bagaimana polah Kyuhyun jika bersama hyungdeul super junior. Hehe. Bahkan karena lagunya Yesung yang paper umbrella sudah menginspirasiku membuat ff. Tapi sekedar menginspirasi, belum sempet nulis. Hehe.
Cuttiekyu94: Sama~ aku juga ngga bisa baca ff selain yang maincastnya Kyuhyun. Itupun harus brothership atau bl. Hehehe. Iya, Kyu kelelahan. Mahasiswa super duper aktif pasti pernah merasakan seperti dia.
Sparkyubum: melihat nick dan depe kamu, aku kira kamu sejenis orang yang Cuma menyukai suju di per-ff-an. Secara Kibum sudah keluar dari super junior. Hehe. Tak menyangkanya, bahkan kamu tau lagunya Kyusung juga.
Sparkyucho0:Sudah bisa ditebak dari nick kamu kalo kamu sparKyu. Xixixi. Kyu mau wamil, mohon tetap melindungi SuJu hingga nanti dia keluar wamil.
Redlight: iya. Ada di yang di rumah orangtua, ada yang di apartemen pribadi. Lagu duetnya Kyusung itu at the time. Kalo paper umbrella itu main song di albumnya Yesung. Haha. Aku juga jiwa jadul ko. Ngga apa-apa lagi jiwa jadul, lagipula yang kita gemari juga jenis ahjussideul gagal . Sama. Belum ada minat buat jadi multifandom apalagi pindah fandom.
TriPutriSabrina: di chapter ini sedikit sudah ada penjelasan tentang penyakit Kyu. Hehe.
Yolyol: rahasia yang disembunyikan dari Kyu? Mulai terkuak di chapter ini. Iya, mereka sebenarnya saling mencemaskan.
Ladyelf11: Kyu hanya kelelahan untuk saat ini. Yang mengambil bukunya memang Kibum agar Kyuhyun tidak bertindak lebih lanjut.
Atik1125: dengan Kyu wamil, maka sudah tak ada lagi member yang tinggal di dorm. Yang lain memang sudah pindah ke rumah dan apartemen masing-masing. Cerita kamu mirip banget sama aku. Pertama kenal ff dari main cast nya Kyu, dan akhirnya tak bisa berpaling ke ff dengan maincast lainnya. Lagu kolabnya Kyusung itu judulnya 'at the time'. Coba deh dengerin, itung-itung pemanasan sebelum single 'goodbye for now' nya kyuhyun keluar. Hehe. Semoga aku masih bisa bertahan untuk tak hiatus. Mohon dukungannya terus~
Kuroi Ilha: haha. Bener banger. Aku kira kamu seorang ELFishy dari gambar yang kamu pajang. Aku juga suka Leeteuk. Meski aku suka semua member (tak membiaskan pada satu member), tapi beberapa orang yang suka jalan sama aku, pasti mikir aku bias nya Leeteuk. Secara aku sering cerita tentang kekagumanku tentang kedewasaannya dia. Dari yang selalu datang di setiap keberangkatan wamil para member, hingga menanggung hutang alm. Appanya. salut banget sama ahjussi ini. Hehe. Mohon dukungannya, agar aku masih terus mampu untuk menulis diantara genjatan-genjatan hidup. Jujur, aku seneng berkali lipat menemukan ELF yang bukan biasnya Kyu. Hehe. Serasa menemukan orang yang akan mendukung comebacknya mereka tahun ini. Salam peluk dari aku~
Nikmah444: bahkan kenangan-kenangan di dua lantai ini tak sebanding dengan waktu yang telah mereka lewatkan bersama. Judul lagunya Kyusung 'at the time'. Kenapa selalu dibikin sakit ya si Kyu ya? Dari awal cerita memang kepikirannya begitu. Ngga semua ff kyu ku, aku buat sakit kok..
Dewiangel: meski bukan ELF, aku tetep seneng kamu melewatkan waktu untuk membaca dan mereview ceritaku ini (dan tak menjadi siders). Makasih banget ya :*
Diahretno: sebenarnya masih banyak banget penulis yang kemampuan tulisannya jauh di atasku. Kamu penikmat ff Kyu, pasti tau beberapa diantara mereka kan? Tapi sayangnya, kebanyakan dari mereka sedang hibernasi (hiatus). Jadi, ketika para senior (mereka yang lebih berkualitas dalam nulis cerita ff) menghilang dari peredaran per-fanfic-an, aku merasa hilang arah dalam menulis. Huhu. Tentang dorm, bener banget. Lantai nya sekarang dipindah. Tapi mengingat Kyu akan wamil, ntah apa yang kemudian akan terjadi dengan dorm. Dijual mungkin?. Iya, sama. Aku suka banget sama 'at the time'. Tapi yang masih sering aku dengerin itu paper umbrella. Kisahnya mirip soalnya. Haha. Lupakan ini. Chapter ini lebih panjang (sedikit). Hehe. Meski nampak nya tak panjang karena mayoritas plot hanya pada satu tempat kejadian.
Kiyuh: Sekarang sudah pindah ke rumah dan apartemen sendiri. Huhu. Lagu yang akhir-akhir ini kamu dengerin banyak banget, semua yang kamu sebutin aku suka. Judul lagunya 'at the time', coba di dengerin. Wah, kurasa mempunyai seorang suami -yang mendukung jiwa sejati seorang ELF- adalah impian setiap fans SuJu. Dan beruntungnya kamu mendapatkan salah satu dari jenis lelaki langka tersebut. Nanti kalo Super Show ada lagi di Indonesia, jangan lupa suaminya dibawa. Biar tau betapa tampannya para oppadeul kita. Semoga dia ngga ngiri. Wkwkwk.
Cuptea: makasih dukungannya lagunya 'at the time' atau 'love in the time' ya?
Kyuonata: rela ngga rela, para readers memang harus siap cerita ngegantung di tengah jalan kan? Sudah banyak author yang aku temuin, ngegantungin cerita dan menghilang begitu saja. iya di lantai 6 karena lebih kecil. Haha. Iya, itu sebenarnya sudah aku benerin dan aku save. Tapi entah apa yang salah, hasil editannya ngga kesimpen. Dan itu jadi typo yang sangat memalukan.
Guest: dapat lotre? Anda terlalu memuji. Ini ff hancur. Bener. Daripada sebuah cerita, aku merasa isinya lebih ke kritikanku. Andai aku membiarkan emosiku masuk dalam ff ini, jelas akan banyak umpatan-umpatan dalam deskripsi ceritanya.
Kyudo99: haha. Iya. Aku sama sekali tak bisa membaca ff diluar main cast Kyu. Entah kenapa, ketika mulai membaca fanfic dilaur Kyu, aku sama sekali tak bisa memebayangkan. Wah, kamu mengikuti SuJu banget ya? Btw, 99 dalam nick kamu artinya apa? Apa kamu 99line?
Michan: aku usahakan ngga .
Guest: aku sebenarnya juga lebih suka baca marathon. Tulisanku dibawah rata-rata. Itu sangat jelas. bahkan editor di tempat ku magang dan kerja dulu sampe geleng-geleng.
Nurani: semua terjawab di chapter ini kan ya? Pelaku pengambil dana beasiswa? Jawaban kamu benar-benar memuaskanku. Ternyata kamu masih mengikuti SJ. Ini lebih cepat 3 hari up
SiCa: haha. Iya. Aku yang salah. Itu garasi, bukan bagasi. Ngapain Kibum di bagasi, coba? Haha.
Close: jangan memohon. Ini tak sekeren yang kamu bayangkan. Ini sama seperti ff umumnya. Kualitas di bawahnya malah. Cerita ini rumit sebenarnya. Seperti benang kusut. Hanya kusutnya belum kelihatan. Hehe.
Abelkyu: aku akan berusaha untuk terus menulis. Meski hanya agar orang tau ada sebuah boyband korea bernama Super Junior berikut nama-nama membernya yang ada 13+2 orang (ff ku akan selalu aku usahakan menggunakan nama member).
Kiki: kalau untuk kakak perempuan .
Ezza: aku juga seorang readers. Ketemu tbc memang super duper nyebelin. Huft.
Ailedachangkyu: daebak..dari kelas 6 sampai kelas 12 masih setia jadi ELF? Aku pernah punya temen dia ELF waktu jaman SD, SMP nya. Sekarang dia SMA berubah suka ke blank pink. Aku acungi dua jempol untuk kesetiaanmu mengagumi ahjussi-ahjussi gila itu. Tak hanya ELF, kamu ELF yang giat mengikuti berita mereka. bahkan dorm pindah lantai aja kamu tau. Aku beri sedikit bocoran, aka nada Hankyung di ff ini. Ssttt..ini rahasia. Xixixi. Iya, brothership SuJu sudah amat jarang sekarang. kalo ada waktu, kamu boleh nyoba nulis? Anak kelas 3 sudah selesai sekolah kan?
Iffahnur: dunia masih akan berputar meski kita lupa akan sekitar. Mungkin itu adalah anggapan orang-orang yang lebih sibuk dengan urusan masing-masing. Tepat seperti yang kamu ucapkan.
Songkyurina: Halo juga~penyakitnya sudah sedikit disinggung disini. Aku ngga tau kamu elf atau buka, tapi yang jelas aku salut banget sama kamu. Meski tidak mendeklarasikan diri sebagai elf, kamu suka ngepoin mereka, suka dengerin lagu mereka, bahkan kolabnya Kyusung aja kamu tau. Lebih tepatnya, judulnya at the time. Note: lupa adalah salah tanda kamu adalah manusia. Hehehe. Iya, aku juga takut fandom ini semakin menyempit areanya. Semakin lama, SuJu hanya dikenal sebagai salah satu pahlawan yang mengenalkan Hallyu wave.
Guest: haha. Ini typo yang memalukan. Kalau dipikir, ngapain Kibum di bagasi? Lagi ngumpet dalam rangka habis ngambil mangga tetangga, kali ya?
Erka: coba cari akun wattpad yang aku tunjukkan di atas. Sedikit ada berita suju di sana. Ryeowook ngeluarin minialbum itu awal tahun lalu. Disusul minialbumnya Yesung yang 'here I am' bulan ke empat. Terus albumnya Kyu yang 'blah-blah' terus sekarang Yesung mengeluarkan album lagi 'paper umbrella'.
WinterKim: iya. Lagunya Suju ballad itu keren-keren. Sedikit banyak lagunya bikin nangis malah. iya kah bikin penasaran? Chapter ini mulai jauh dari kata penasaran. Karena di chapter ini sudah banyak yang terkuak.
Nini: aku selalu usahakan fast up
Annisah563: itu pingsan. Hehe. Karena terlalu kelelahan.
KyuHaeTeuk: wah, kamu ELF banget kaya nya ya? Bisa jawab semua pertanyaan dan dari nick yang kamu gunakan. Aku tebak kamu penyuka HaeKyu brothership atau leeteuk donghae brothership. Bener ngga?
Dewilatte: ini ff hancur sebenarnya. Kehancurannya dimulai dari chapter ini.
Ilmah: iya..kondisinya menurun. Emang dasar si embul ngga tau keadaan badan sendiri.
Guest: meski hanya mengenal suju dari ff, aku salut kamu ngikutin ig nya yesung. Aku tebak, kamu seorang k-popers ya?
Litteevil19: sudah terjawab kan prof. Kim bersalah atau tidak?
SparkyuNee13: bahasaku memang sulit dimengerti. Maaf ya atas kata 'ketertakpercayaan'. Itu jelas typo. Haha. Kamu pasti liat live ig nya para member kan? Iya, kalau inget pajeon, kalau inget gilanya mereka di ig itu, bawaan nya pengen muter itu video terus. Aku ngga sabar menanti tanggal 24 (buat bapernya single goodbye for now), tapi aku ngga pengen ada tanggal 25. Huhu. Mau terbang ke Vietnam? Ah, akan semakin baper waktu NJTTW4 sudah airing. Changkyu moment disini memang agak rumit. Kerumitan itu masih jauh terjawabnya. Haha. Aku juga ketawa ngelihat typo yang itu. sumpah, ngapain coba Kibum di bagasi? Habis maling mangga tetangga kali?
Niza13: selamat datang di ff abal-abalku. Ini sudah dilanjut. Mohon terus dukungaanya
Awaelkyu13: kibum minta dukung Kyuhyun biar dimarahin appanya bareng-bareng. Mungkin kalau anak kecil yang ngelakuin salah, bakalnya akan seperti itu.
Meimeimayra: haha. Iya. Kyuhyun hanya muncul beberapa waktu. Pertama denger, aku nunggu-nungguin, ini mana suara Kyu, ternyata dia muncul dipertengahan sedikit ke akhir. Haha. Entah kenapa dibuat seperti itu.
