Jungkook kecil tidur dipangkuan Kim Youngha – appa angkatnya – yang kini menatap istrinya yang bernama Kim Yoona yang bersedekap dada dihadapan sang suami. Ia membuang muka menghadap kearah lain selain kearah sang suami yang sedang memangku bocah kecil dipangkuannya.

Yoona menghelakan nafasnya lalu berkata, "siapa dia?" menatap Youngha penuh selidik.

"dia Jungkook, aku mengadopsinya dari panti asuhan, Yoona-ya" jawab Youngha yang dijawab senyuman angkuh dari Yoona.

"kenapa tiba-tiba mengadopsi anak? Kenapa tidak mendiskusikan dulu denganku?" kini nada yang digunakan oleh Yoona benar-benar menggambarkan betapa kecewanya dia. Bukan, bukan karen tentang sang suami yang tiba-tiba mengadopsi seorang anak, tetapi ia tahu siapa anak itu.

"maafkan aku, hanya saja aku melihatnya di jalan dan aku tertarik dengannya. Aku jamin dia anak yang baik dan penurut, Yoona-ya. Maafkan aku jika aku tidak mendiskusikan tentang hal ini kepadamu dulu. Aku mohon terima dia dalam keluarga ini," jelas Youngha menatap memohon kearah sang istri.

Hening, tidak ada jawaban dari Yoona. Yoona terus menatap Jungkook yang terlelap dengan tenang. Ia sakit tentu, karena ia tahu siapa eomma Jungkook. Karena eomma Jungkook adalah sahabatnya sendiri, Jeon Seomi. Sahabat yang juga merebut hati suaminya dulu. Ia hampir kehilangan Youngha karena Seomi.

"kau kira aku tidak mengetahuinya? Dia anak dari Seomi kan? Jeon Seomi" dan ucapan tiba-tiba yang keluar dari Yoona membuat Youngha diam, ia terkejut bagaimana sang istri mengetahui tentang Jungkook. Apa dia juga mengetahui bahwa... tidak mungkin.

"kenapa terkejut? Kau kira aku tidak tahu bahwa kau masih sering mengunjunginya? Aku tidak sebuta itu tidak merasakan perubahan dari suamiku sendiri," airmata mulai mengalir dari kedua mata Yoona, "dan aku bertanya-tanya, apa dia, dia adalah anak Seomi denganmu?"

Dan dengan itu Youngha hanya dapat membulatkan matanya dan menatap Yoona terkejut. Yoona yang melihatnya tentu saja mengira bahwa apa yang dia prediksikan ternyata benar. Entah benar atau tidak namun tidak menutup kemungkinan bahwa Yoona tetap merasa kecewa dan marah.

"terserah, kau mau mengangkatnya sebagai bagian dari keluarga ini atau tidak. Aku tidak peduli dan aku tidak akan pernah menganggapnya bagian dari keluarga ini" ucap final Yoona membuat Youngha menatapnya sedih yang meninggalkan Youngha dengan Jungkook di ruang tamu.

Youngha menatap wajah Jungkook yang tertidur lama dan sendu. Ia mengusap wajah Jungkook, tiba-tiba air mata keluar dari sudut mata Jungkook dan Minho yang melihatnya langsung menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.

"maafkan aku, Jungkook-ah"

~Hopeless~

[FUTURE]

Suara goresan bulpoin terdengar di dalam ruang kantor tersebut. Tinta hitam mengukir sebuah tanda tangan diatas kertas sebuah dokumen. Dibawah tanda tangan terdapat nama sang pemilik perusahaan "Kim Youngha". Sang pengusaha besar tersukses di Korea maupun luar negeri, seseorang yang termasuk kaum feodal jika kita dapat mengatakannya pada masa feodalisme.

Sang pemilik perusahaan besar dengan kepribadian yang berwibawa. Sekali kalian melihatnya kalian akan merasakan aura karisma dan wibawa yang keluar darinya. Walaupun kini ia telah berkepala empat namun tak mengurangi kesan tampan yang berada diwajahnya.

Dalam ruangan kantornya ia dengan serius menandatangani brkas-berkas yang diberikan sang asisten. Sesekali ia menatap jam tangannya, memastikan bahwa jam belum menunjukkan waktu yang terlalu sore untuknya mengunjungi sang anak.

Tok tok tok

Bunyi pintu yang diketuk secara sopan dari luar tidak membuatnya mengalihkan bahkan memberhentikan kegiatannya menandatangani berkas yang menggunung di mejanya. Dengan suara beratnya ia menyuruh siapapun yang ada diluar untuk masuk.

"kau terlihat sibuk," sebuah suara laki-laki paruh baya membuatnya mengalihkan pandangannya melihat sang abeoji yang berjalan pelan dengan tongkatnya, membuat sang abeoji terlihat lebih berwibawa.

"abeoji, duduklah. Ada apa abeoji kemari?" tanya Youngha mempersilahkan sang abeoji duduk tepat dihadapannya.

"tidak ada, abeoji hanya ingin mengunjungimu dan perusahaan ini. Apa kau akan pergi kesuatu tempat? Kau terdengar terburu-buru" tanya sang abeoji menatap anakna yang kini berada di kursi yang dulu ditempatinya.

"tidak terlalu, hanya saja aku akan mengunjungi Jungkooki hari ini" jawab Youngha melihat jam tangannya.

"pulanglah, tadi kakek sudah mengunjunginya dan ia baik-baik saja. Besok saja kau mengunjunginya, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri" nasihat sang abeoji membuatnya tersentuh.

Memang jika ia tidak bisa mengunjungi Jungkook, sang abeoji atau Taehyung yang mengunjunginya dan memberitahu mengenai keadaannya. Bisa saja ia bertanya pada sang dokter pribadi namun ia lebih lega jika mengetahuinya langsung dari keluarganya.

"aboeji benar. Mungkin aku akan mengunjunginya besok saja berkas-berkas ini benar-benar tiada hentinya untuk mengembangkan diri, ck" kesal Youngha membuat sang aboeji terkekeh pelan.

"bagaimana dengan anak-anakmu yang lain dengan istrimu? Mereka baik-baik saja?" tanya sang abeoji kepada Youngha, akhir-akhir ini ia jarang bertemu dengan cucu-cucu dan menantunya.

"mereka baik-baik saja. Tzuyu tetap mengikuti kegiata modelingnya sedang Yoona ia tetap melanjutkan usahanya"

"bagaimana dengan Taehyung? Bagaimana nilainya di tempat kuliahnya?" tanya sang abeoji antusias. Dia sangat membanggakan cucunya Kim Taehyung.

"ya, dia selalu yang terbaik dan dia tetap membantuku dia mengurus berkas-berkas yang aku bawa pulang." Memang benar jika Taehyung akan membantunya mengerjakan berkasnya jika ia memiliki waktu luang.

"bagus, aku sangat bangga terhadapnya" ucap sang abeoji tersenyum puas dan bangga.

Sebenarnya jika Youngha boleh mengomentari, sang abeoji benar-benar terlalu menganggungkan keluarga yang sempurna. Ia selalu memantau cucu-cucunya dalam hal akademik dan perilakunya, tak terkecuali juga Jungkook. Ia merasa sang abeoji terlalu menganggungkan kesempurnaan

~Hopeless~

Ruangan itu begitu sempit, ditengahnya terdapat ranjang tunggal dengan beberapa alat aneh dikitarnya. Ranjang yang terlihat seperti ranjang operasi itu ditempatai seorag pemuda yang menatap langit-langit dengan kosong. Bola matanya tidak fokus dan badannya menggigil efek dari suntikan yang diberikan kepadanya sejam yang lalu.

Baju putih yang ia kenakan basah oleh keringat dinginnya. Tangannya terjatuh lemas disebelah badannya. Bibirnya pucat dan sedikit kebiruan membuatnya terlihat seperti sesosok mayat namun naik turun dadanya menandakan bahwa ia masih bernafas dan hidup. Pernafasannyapun terdengar berburu.

Suara pintu terbuka dan tiga orang masuk mendekati satu-satunya ranjang yang berada disana. Salah satu yang memakai jubah dokter dengan sarung tangan rumah sakit memegang pergelangan tangan pemudatadi dan merasakan denyut nadinya. Sedang dua orang lain yang memakai baju perawat berwarna biru membersihkan wajah pemuda tadi yang penuh keringat.

"aku rasa obatnya tidak bekerja dengan baik. Seharusnya ia sudah bisa berjalan melihat kondisinya yang sebelumnya. Aku rasa percobaan kali ini masih gagal, ck sial" kesal sang Dr. Jung.

"apa kami harus mengambalikannya kembali, Dr. Jung?" tanya perawat laki-laki bernama Woohyun.

"ya kembalikan ia ketempatnya, dan berikan dia obat kemarin agar tubuhnya lebih baik. Jika tubuhnya terlalu lemah, ia bisa mati" ucap Dr. Jung santai, "yaa walaupun 'ia' tidak akan menuntutku jika terjadi sesuatu dengan... Jungkook"

~Hopeless~

"eomma" teriak seorang remaja yang memakai seragam SMA yang berlari menghampir seorang wanita yang menegcek sebuah toko butik yang terlihat mewah.

"Tzuyu sayang, ada apa kau kemari hmm? Kau bersama oppamu?" tanya sang eomma, Kim Yoona yang memeluk putrinya dengan lembut, dan melihat Taehyung yang berjalan dibelakangnya.

"aku ingin mengunjungi eomma saja karena aku melewati butik eomma jadi sekalian mampir, dan yups aku bersama Taehyung oppa" jawab Tzuyu bersemangat.

"hai eomma" sapa Taehyung memeluk eommanya sekilas.

"ayo kita ke cafe saja. Eomma juga sudah lapar" ajak sang eomma untuk beritirahat di cafe dekat butik.

Setelah mereka duduk disana keluarga yang terdiri dari eomma dan anaknya itu memesan hidangan yang ada disana. Lalu berbicara hangat, membicarakan mengenai hari-hari sang anak.

"haaahhh, benar juga. Aku sudah lama tidak mengunjungi Jungkook oppa" ucap Tzuyu tiba-tiba membuat Yoona menatapnya tak suka.

"untuk apa? Bisa-bisa ia akan melukaimu lagi" ucap Yoona meminum kopinya.

"eomma..." Taehyung memperingatkan sang eomma.

"mwo? Kau masih membelanya. Kau masih membela si gila itu? Ck, sadarlah Tae, dia hampir membunuh adikmu. Lagipula masih untung dia dimasukkan di Rumah Sakit jiwa, bukan dipenjara" kesal Yoona.

"sudahlah eomma" lerai Tzuyu melihat keadaan yang memanas.

"ck, kalau bisa seharusnya dia memang tidak ada didalam keluarga kita dari dulu. Dia benar-benar pembawa sial dikeluarga kita" desis Yoona.

"eomma" bentak Taehyung membuat Yoona, Tzuyu dan pengunjung disana terkejut menatap Taehyung.

"aku pulang saja. Tzuyu kau pulanglah dengan eomma" dan Taehyung-pun pergi keluar dari cafe.

"anak itu benar-benar, ck"

TBC

End of file 02. Begin?