Kini Jungkook telah berumur 8 tahun dan ia telah memasuki sebuah sekolah dasar yang sama dengan Joohee. Tentu saja sekolah dasar ini salah satu donaturnya adalah keluarga Kim. Setiap pagi ia akan berangkat bersama Joohee dan Yoona menggunakan mobil pribadi mereka. Jungkook yang duduk disebelah supir dan sang eomma bersama Joohee dibelakang. Selalu seperti ini karena Yoona tentu saja menolak duduk bersama dengan Jungkook.
Sebenarnya Yoona sempat menolak kalau Jungkook dimasukkan di sekolah yang sama dengan Joohee namun tentu saja sang suami tetap keuhkeuh. Lalu ditambah Jungkook yang harus satu mobil dengannya, bahkan Yoona sempat bertanya apa suaminya itu masih menaruh hati kepada sahabatnya?
Mobil hitam itu berhenti tepat beberapa meter dari gerbang sekolah. Seperti biasa, Jungkook turun dan menutup pintu mobil pribadi keluarga Kim, sedangkan Joohee dan sang eomma terus masuk hingga ke dalam sekolah. Jungkook sudah terbiasa akan berjalan menuju sekolah dari sini, dari awal inilah peraturan yang Yoona berikan. Ia akan duduk disamping pengemudi, ia turun beberapa meter dari gerbang dan ia tidak boleh terlalu dekat dengan Joohee di sekolahnya.
Jungkook berjalan dengan memegang kedua tali tas yang berada di masing-masing kanan dan kirinya. Ia berjalan lurus menuju gerbang sekolah, walaupun jarak ini juga termasuk jauh untuk kaki kecilnya, namun, ia sudah terbiasa jadi tidak ada masalah sama sekali.
"Bunshook!" suara namja kecil berambut gelap melambaikan tangannya kepada Jungkook, ia berdiri disebelah gerbang sekolah dengan senyum lebar yang terpapang di wajah manisnya.
Jungkook tersenyum kecil dan berlari kecil kearah teman satu tingkat diatasnya. Bagaimana bisa Jungkook mengenal bocah yang satu tingkat di atasnya. It's simple, because Jungkook is cutest thing and that kid love a cute things.
"hyungie, hyung masih menungguku? Padahal Bun sudah telah ehmmm sepuluh menit dari biasanya" Jungkook tersenyum lebar dan berjalan beriringan menuju sekolahnya bersama hyungnya.
"kkeureom, karena jika hyung meninggalkanmu sendiri mereka akan mengganggumu. Sekarang kita ke kelas, jja"
"Hoonmeong hyung memang yang terbaik" ucap Jungkook sembari menyebut hyungnya dengan nama julukan yang ia berikan, Bunshook untuk Jungkook dan Hoonmeong untuk...
FUTURE
"hah hah hah hah... kemana dia pergi?" seorang laki-laki berpakaian perawat menumpukan kedua tangannya depada lututnya, sedangkan temannya yang lain memandang mencari sosok yang mereka kejar.
"sial, padahal dia pincang tetapi bagaimana bisa dia lolos dari kita, ck" kesal perawat dengan name tag Jang Junghyun.
Siapa yang mereka kejar? Tentu aja Jungkook, pasien 'teristimewa' Rumah Sakit Jiwa ini. Ia berhasil kabur dari ruangan laknat itu namun ketika ia sudah akan berjalan cepat di jalan raya seorang perawat melihatnya dan mengejarnya diikuti perawat-perawat lainnya.
Bagaimana mereka bisa cepat mengidentifikasikan siapa Jungkook? Tentu saja karena mereka adalah perawat-perawat bawahan Dr. Jung yang pastinya bertugas membawanya menjadi kelinci percobaan lagi. Lalu bagaimana dengan Jungkook sekarang?
Jungkook bersembunyi disebuah truk kecil yang mengangkut banyak buah-buahan. Ia bersembunyi di belakang sebuah keranjang berisi semangka. Di depan truk kecil itu berdiri dua perawat yang berpencar dari lainnya.
Jantung Jungkook berdetak dengan cepat. Ia menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya, menghentikan suara nafas yang keluar dari mulutnya. Tubuhnya bergetar karena kedinginan. Ini sudah tengah malam dan kini korea berada di cuaca yang dingin.
Jungkook terus menahan nafasnya agar tidak keluar banyak dan menimbulkan sebuah hembusan nafas yang panjang. Lalu tiba-tiba salah seorang perawat mendekati belakang truk, membuka sebuah penutup yang menutupi sebagian isi yang berada dibelakang truk kecil tersebut, dan jantung Jungkook berdetak lebih keras dan ketakutan.
Tuhan, aku mohon. Tolong aku, sekali ini saja. Aku tidak pernah meminta apapun padamu namun sekali ini saja. Selamatkan aku, aku mohon. – Jungkook.
"HEY! Apa yang kau lakukan?" suara laki-laki yang terdengar lantang menghentikan kegiatan yang akan dilakukan perawat tadi.
"a-aku, kami ingin melihat isi di belakang trukmu, tuan" ucap perawat tadi.
"untuk apa?" tanya pria tadi mengerutkan dahinya.
"kami mencari seorang pasien, dan kami ingin mengecek truk anda" jawab perawat tadi.
"pasien? Ck, aku tidak ada waktu untuk hal itu. Lagipulan trukku berisi penuh buah-buahan tidak akan muat dimasuki sesorang. Cari ke tempat lain, aku sedang terburu. Jika aku bertemu dengannya akan aku laporkan. Hush hush"
Dan dengan itu pemilik truknya melaju dengan cepat entah kemana. Membawa seseorang yang bersembunyi di dalam truknya.
~Hopeless~
Pagi itu Taehyung terbangun karena suara ricuh yang berasal dari ruang tamu rumahnya. Ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan mengacak surai dark brownnya, merasa terganggu dari tidur nyenyaknya. Dengan malas-malasan ia turun dari tempat tidur king sizenya menuju ke bawah ke ruang tamu.
Taehyung sesekali menguap ketika ia berjalan, mengusap kedua matanya malas. Ini hari Minggu dan ia berniat beristirahat seharian ini dan mengunjungi adiknya siang nanti. Namun dengan sialnya orang-orang membuat tidur tampannya terganggu.
Taehyung menuruni tangga dan sekilas samar mendengar percakapan di ruang tamu, "bagaimana bisa? Apa penjaga di sana hanya tidur, hingga anakku bisa kabur?" itu suara ayahnya yang ia dengar. Tapi, kabur? Siapa?
"aku sudah menyuruh Dr. Jung mencari penyebabnya. Dr. Jung juga baru mengetahuinya tadi pagi" sekarang suara kakeknya terdengar memenuhi ruangan.
"appa, kakek, ada apa?" tanya Taehyung mendekati sang appa yang berdiri disamping appanya.
"Tae, Jungkookie kabur" ucapan sang appa sukses membawa Taehyung ke alam sadarnya. Matanya membola dan memandang sang kakek yang duduk di single sofa.
"bagaimana bisa?" tanya Taehyung memandang sang kakek.
"hhh, menurut Dr. Jung, salah satu bawahannya lupa mengunci ruangan Jungkook. Kakek sudah menyuruh Dr. Jung untuk mengetahui lebih lanjutnya." Sang kakek mengusap wajahnya yang terlihat lelah.
Taehyung mematung di tempatnya. Ia dilema, apa yang harus ia lakukan. Ia ingin mencari Jungkook namun ia tak tahu dimana karena setahunya, Jungkook itu adalah anak yang pulang tepat pada waktunya. Ia tak pernah keluar bermain bersama temannya karena memang ia tak mempunyai teman kecuali, dia.
"abeoji? Ada apa kemari?" suara Yoona membuyarkan apa yang dipikirkan oleh tiga laki-laki yang ada di depannya.
Yoona menghampiri mereka dan menatap satu-satu abeoji, suami dan anknya. Ia melihat tatapan khawatir dari mereka bertiga membuatnya bingung tentang apa yang terjadi sepagi ini.
"Jungkook kabur" ucapan sang abeoji sukses membuat Yoona terkejut dan berteriak kaget.
"bagaimana bisa?" tanya Yoona membuat Taehyung menatap eommanya bingung. Sejak kapan eomma peduli dengan Jungkookie? Seperti itulah kira-kira apa yang dipikirkan Taehyung.
"ck, bawahan ebeoji bodoh sekali, bagaimana jika bocah itu kabur dan mencelakai Joohee lagi? Lebih parahnya membuat ulah dan menjelekkan nama baik keluarga ini?" dan jleb, ucapan eommanya berhasil membuat Taehyung naik pitam. Sejelek itukah Jungkook di mata sang eomma.
"eomma" desis Taehyung memperingati eommanya namun sekan tuli, Yoona tetap melanjutkan perkataannya.
"mwo? Apa kau mau jika bocah itu berkeliaran dan menyakiti orang lain. Dia gila asal kau lupa, Tae" dan kali ini Taehyung tak dapat menahan amarahnya dan mendorong meja berlapis kaca yang berada disampinya hinga terjatuh dan pecah lalu pergi ke kamarnya.
"astaga, apa yang kau lakukan Tae? Kau mau kemana?" teriakan Yoona tak mendapat respon sama sekali dari Taehyung.
"Kim Taehyung"
~Hopeless~
Truk yang menbawa Jungkook terus melaju entah kemana, yang jelas kini ia telah meninggalkan Seoul. Jungkook lapar namun ia takut untuk mengambil buah-buahan yang ada disekitarnya seperti apel atau pisang mungkin.
Apa nanti ahjussi ini akan rugi jika aku mengambil satu biji buahnya? - Jungkook
Tak lama truk kecil itu berhenti disebuah pasar. Jungkook mengintip dari celah penutup untuk melihat keadaan luar. Ia melihat pemilik truk berjalan memasuki kawasan pasar dan ini menajdi kesempatan Jungkook untuk keluar dari sana.
Jungkook menatap sekitarnya, ia dapat melihat lautan yang berada disana. Tunggu dulu, ia mengingat tempat ini, bukankah tempat ini adalah tempat yang sama ketika Hoonmeong mengajaknya berlibur.
Bukankah ini Busan? Astaga, sekarang ia harus bagaimana?
"aku lapar" ucap Jungkook memegang perutnya. Jungkook masih mengenakan baju rumah sakit yang tipis ditubuhnya.
Jungkook bingung harus kemana, maka dengan sedikit tertatih ia berjalan memasuki kawasan pasar. Di dalam, Jungkook dapat melihat banyaknya ikan-ikan laut yang dijual, wangi makanan dari restoran juga dapat ia cium membuat perutnya semakin berbunyi. Wajar saja Jungkook lapar karena sejak kemarin ia belum makan sesuap nasi, ia hanya makan roti dan susu yang diberikan perawat.
Karena lelah Jungkook duduk didepan sebuah kios warung. Ia berjongkook memeluk perutnya yang klaparan. Jungkook lalu mengedarkan pandangannya disekitar. Ia mengingat dulu ketika ia Hoonmeong mengajaknya kemari, mereka memakan banyak makanan lezat yang bertemakan menu ikan.
Saat itu keluarga Kim berliburan ke Norway dan Jungkook tidak ikut karena Yoona melarangnya, ya walaupun secara diam-diam. Jadi dengan dalih tidak enak badan dan takut naik pesawat ia tidak ikut liburan dengan keluarga Kim. Saat itulah Hoonmeong hyungnya menawarkannya untuk berlibur ke Busan bersama keduan orangtuanya.
"apa yang kau lakukan disini? Aish, pergi, kau menghalangi jalan pelangganku nanti" seorang ahjumma yang keluar dari kiosnya mengernyit tidak suka menatap Jungkook, dan Jungkook dengan segera berdiri berjalan menjauh.
Jungkook berjalan keluar dari daerah pasar. Ia berjalan disepanjang jalan yang nampak sepi lalu ia melihat seorang wanita yang meninggalkan makannanya disebuah halte bus di depannya. Dengan segera ia berlari kecil mendekati makanan -roti- yang ditinggalkan wanita tadi. Setidaknya aku mengisi perutku - Jungkook
"hyung, maukah kau berbagi?" dan sebuah suara anak kecil terdengar ketika ia akan memasukkan roti yang ia temukan.
Ia menolehkan wajahnya dan melihat seorang bocah laki-laki menatapnya penuh harap. Bajunya lusuh dan ia sangat kurus. Melihatnya Jungkook menatap roti lalu ke bocah laki-laki itu. "aku lapar, hyung" lanjut bocah laki-laki tadi sembari menundukkan kepalanya.
"ne, tentu saja" jawab Jungkook membagi dua roti tersebut dan memberikannya kepada bocah laki-laki tersebut.
"gumawoyo hyung manis. Kau sangat baik, ngomong-ngomong namaku Hyunseob. Hyung?" tanya bocah tersebut duduk disebelah Jungkook dan memakan roti yang diberikan Jungkook.
"aku Jeon Jungkook. Salam kenal ne" jawab Jungkook tersenyum tulus.
"ne hyung, salam kenal. Hyung bukan orang Busan ne? Hyung darimana?"
"Seoul,"
"ha? Lalu kenapa bisa sampai kesini? Apa hyung juga ditinggal eomma dan appa hyung?" tanya Hyunseob memandang Jungkook.
Jungkook yang mendengarkan ungkapan Hyunseob memandangnya sedih, "iya dan tidak?" jawab Jungkook tak yakin.
"maksud hyung?" Hyunseob menatap bingung hyung yang ada dihadapannya ini.
"hyung sampai disini bukan karena ditinggal kedua orangtua hyung, tapi hyung kabur. Namun, dari kecil hyung memang tak memiliki kedua orangtua kandung" jelas Jungkook.
"jadi hyung disini sendiri? Mau tinggal bersamaku dan Yoon ahjumma?"
Haruskah Jungkook ikut atau tidak?
~Hopeless~
Taehyung mengendarai mobilnya berkeliling Seoul, ia mencari sosok adiknya yang menghilang. Ia kalut, dan ia takut akan terjadi sesuatu terhadap adiknya. Jungkook lemah dan ia sedang dalam keadaan yang tidak baik. Taehyung sungguh takut jika terjadi sesuatu terhadap adiknya.
ia mengelilingi Seoul, mencari di jalan yang sekiranya akan Jungkook datangi. Namun kemana ia akan pergi, Jungkook tak memiliki banyak teman untuk ia kunjungi, lagipula Jungkook itu sangat menyendiri, bisa dibilang anti sosial. Satu-satunya teman yang Taehyung tahu sangat dekat dengannya adalah kakak kelas Jungkook saat sekolah dasar. Namun si sunbae itu menghilang beberapa tahun lalu.
Taehyung harus kemana?
TBCkgk ada sad partnya hehehe