iii (b).

"Bajingan kau, Chittaphon,"

Ten terkekeh kecil sambil mengambil kursi lain agar dapat berdekatan dengan kedua orang yang kini menatapnya berbeda― yang satu gemas ingin mencekik, yang satu lagi dengan sorot malasnya.

Doyoung menggeleng pelan dan kembali menulis pekerjaannya, "Kukira ada orang lain yang mendadak menguping," sindirnya, "tak jadi kaget bila itu kau,"

"Sialan, kau bicara seakan itu kebiasaanku," cetus Ten, "berterimakasihlah, bagaimanapun aku bertemu dengannya setiap hari,"

Pemuda yang paling tua disana bergumam rendah, "Benar juga, kau anggota klub menari, bukan?"

Melihat Ten mengangguk dengan seringai jenakanya, Jaehyun mengambil kesempatannya untuk masuk ke dalam ranah konversasi tersebut.

"Ten," Mendadak katup epiglotis Jaehyun terasa mengering, tak lama yang dipanggil menoleh padanya dengan berbalas tatap.

"Apa ketuamu― Lee Taeyong itu, mungkin, merupakan kekasih Nakamoto Yuta?"

Ten mengerjap, sorot matanya berbelok rendah.