iii (f).

Sadar terlebih dahulu, si pemuda Kim membelalakan mata, "Tunggu,"

"Cinta tak terbalaskan, bertepuk sebelah tangan―" Doyoung menelan ludah, sementara Ten seperti dijentikkan jari di gendang telinga.

"Bukankah― Jaehyun menyukai Dong Sicheng anak pindahan itu?"

Alis Ten terangkat singular.

"... lalu?"

Doyoung mengerang, melemparkan buku catatan Namjoon ke meja depan, "Sialan, artinya kita membahas masalah yang bertema sama, bukan? Ini sama saja mengingatkannya pada luka kemarin sore,"

"Kemarin sore, apa?"

"Sekarang juga," Doyoung tidak tega melihat keringat dingin di pelipis Ten, "buka akun SNSmu,"

Ten membuka ponsel dengan cepat seperti orang kesetanan, memaki diri sendiri ketika melihat pesan singkat yang tersimpan di kotak masuknya. Dikirim kepadanya dan akun Kim Dongyoung. Apa hanya ia sendiri yang baru membaca hal ini?

Ini adalah segelintir pesan singkat terbaru yang tersimpan paling akhir sejak kemarin.


From : Woojae

Doyoung-hyung, Ten― sepertinya Sicheng menyukai seseorang.

Dan itu bukan aku.


From : Woojae

Kalian tahu ketua klub sepak bola sekolah?


From : Bunny Do

Chittaphon! Buka pesan dari Jaehyun sekarang!

Jangan bilang ponselmu disita Lalisa-ssi lagi?!


Ten tidak bisa merasa lebih bersalah lagi.