iv (a).

Di tengah para murid lain yang terkadang menyapa, atau menatapnya dengan sorot kagum, maupun sekedar melempar senyum, Jaehyun hanya menyenderkan punggungnya di dinding dekat loker.

Helaan napas berat ia jatuhkan, tidak perlu lelah mengulur senyum, hanya melipat tangan disana, kadang tak bisa menahan diri untuk sekedar menguap.

Cinta tidak terbalas, ya?

Bayangan Sicheng tersenyum manis dan pertama kali menginjakkan kaki di depan kelas, kemudian dengan raut kebingungan menjamu tatapan bertanya.

Afair di mulai detik itu, dan Jaehyun tahu saat itu ia jatuh hati.

Kepada sosok inosen yang dinamai Dong Sicheng.