iv (d).
Sebuah memoar mengikat ingatan Jaehyun. Sederhana, namun― tidak tahu, datang kepadanya seperti pencuri.
"Hari ini kelas menariku berisik sekali,"
Hari itu Ten datang, membawa tiga kopi kalengan dingin, duduk dengan nestapa di depan Doyoung dan Jaehyun. Bisa diterka bahwa keramaian yang Ten maksud memang tidak baik untuk telinga, mungkin. Anak itu tak pernah sekesal ini.
"Kenapa?" Doyoung memulai interogasi kecil-kecilan, "ada yang mendadak lupa koreografi lalu ditampar?"
Jaehyun memutar mata, Ten mendengus, "Ekstrim sekali, ya tidak! Hari ini ketuaku mengganti warna rambut, halo?" Nada bicaranya terdengar kesal secara patologi.
"Biar kutebak, gadis-gadis berteriak?" Jaehyun menyeringai melihat anggukan Ten, "ha! Memang apa warnanya?"
"Ceri..." Doyoung tersedak, Jaehyun melupakan minumannya, "merah muda terang, duh?"
"... berani, nyentrik, atau bodoh?"
"Taeyong-hyung memang begitu..."
― oh, benar.
Ini yang memiliki nama Lee Taeyong itu. Untuk apa ketua klub yang terhormat ini memanggilnya sesaat, tadi?
(― semoga ia tidak salah, sih.)
