Title : Our Hero Academia

Disclaimer : Naruto : Masashi Kishimoto. Boku No Hero Academia: Kohei Horikoshi

Warn : PowerfulNaru, OOC, Typo. Etc.

Summary : Ini hanyalah kisah Uzumaki Naruto melewati jalur yang panjang untuk menjadi pahlawan terkuat sepanjang masa.

P.s. : don't like, don't read.

Chapter 4 : First Day

P.S : hmhm... maksih yang udah menyempatkan waktu untuk mereview terutama untuk Devil-san dan Fahzi Luchifer-san Terimakasih untuk sarannya ya.

Happy Reading!

...

Naruto's POV

Hah... begitu membosankan, tinggal dirumah sangat membosankan. Di tambah dengan omelan ibu dan ayahku yang seakan tak permah puas memarahiku.

Ok... ini aneh. Aku tak pernah berfikir seperti itu sebelumnya.

Dengan posisi terlentang di atas kasur ini, aku sedang mengkorek alat pernafasanku ini dengan mata yang setengah terbuka.

"Hahh... membosankan"

Aku bangkit dengan perlahan dan bertolak ke kamar mandi ketika menerima 'panggilan alam'

Srek!

"Are? Tak bisa terbuka" aku mencoba untuk membuka resleting celanaku tapi tak mau terbuka.

"Hm..." aku membuka tempat shampo yang ada di kamar mandi dan melihay isinya.

"Ini bagus nih" aku mengambil pisau ok.. ini kotak perlatan.

Jrek!

Pluk!

Aku merobek celanaku dan sebuah surat meluncur dari celanaku dan masuk kedalam kloset.

Aku melihat tulisan yang ada di bungkus surat itu sebelum menghancurkannya dengan bilasan.

"Are?"

Surat kelulusan SMA Yuei

...

Aku berjalan di koridor SMA Yuei, kemarin aku mendapat surat kelulusan dengab cara yang aneh dan di perintahkan untuk langsung datang hari ini, bagaimana mereka mengirim surat langdung ke celanaku?

Aku di tempatkan di kelas pahlawan A+ yang berada di antara kelas pahlawan A dan B.

"Hm... pintunya gede bener, apa ada orang sebesar ini?" Aku bergumam sambil memperhatikan yang begitu besar itu.

Kriet!

Aku membuka pintu itu secara perlahan dan orang-orang di dalamnya langsung menatap tajam ke arahku. Aku tak begitu perduli dengan tatapn mereka dan langsung berjalan ke tempat duduk kosong di belakang seorang remaja berambut Emo.

"Ne... siapa namamu?" Tiba-tiba di sampingku berdiri seorang remaja yang memiliki alis tebal dan gaya rambut model bob.

"Hm? Ah... Ore... Uzumaki Naruto" ucapku pelan dan remaja itu langsung mengarahkan kedua jempolnya ke depan wajahku sambil tersenyum yang menunjukkan deretan giginya yang putih.

"Ore wa... Rock Lee desu" ucapnya dengan alis mata yang terbakar api. Ok.. itu bukanlah kiasan. Alis matanya tadi 'terbakar' secara tak sengaja oleh pemuda emo di depanku itu.

"Bakatku adalah..." dia menggantung kalimatnya dan berharap kalau aku akan penasaran, sebenarnya sih tidak dan aku malah membuka bungkus keripik ketangku dan memakannya dengan perlahan.

"Oi ap-" "aku tak punya bakat. Hehe" ok, aku kesal dan..., penasaran.

"Bagaimana kau bisa masuk walau tak ada bakat?" Aku bertanya dengan antusias tapi tertutupi dengan wajah datarku. Hm.. ingatkan aku untuk ke dokter saraf. Aku rasa ada yang salah dengan saraf wajahku.

"Aku melatih tubuhku. Hehe" dia bergaya bak seorang biaragawan. Tapi dia tak punya otot yang besar bahkan terlihat kurus kerempeng ketika di balut oleh jumpsuit hijau yang ia pakai. Hm... aku oenasaran bagaimana ia memakainnya aku tak melihat ada resleting untuk membuat baju itu melebar.

"Hm... kalau begitu aku kembali kebangkuku ya.. jaa" dia kemudian berbalik dan duduk di bangku di barisan ke 3 di paling belakang.

Srek!

Lagi-lagi pintu terbuka dan aku sweatdrop melihat tingkah mereka ketika ada yang masuk mereka semua langsung melototi untuk melihat siapa yang masuk.

Dong!

Dia adalah orang tua dengan pakaian ketat berwarna hijau debgan rompi yang juga berwarna hijau dengan senyum yang lebar di mulutnya menunjukkan gigi-gigi yang berderet rapi dan berwarna putih.

"Ohayo Minna-san!"

Krak!

Aku langsung JawDrop melihat orang yang masuk dengan gaya sok keren itu, ia seperti versi tua dari bocah bernama Rock Lee tadi. Aku juga dapat melihat yang lain menampilkan ekspresi tak jauh dari ku dan dari mulut remaja emo di depanku sudah mulai berasap. Hm.. kerjaan anak ini apa ya? Pembakar alis?

"Yosh. Kenalin nih.. namaku adalah Might Guy. Haha! Jangan kalian pikir aku adalah saudara dari All Might. Sebenarnya aku lebih kuat dari dia tahu" 'Bongak! buuu' aku mengejeknya dalam hati. Jangan mentang-mentang sama-sama punya nama Might kami akan berfikir kalian saudaraan. Wajah kalian terlalu jauh untuk di bandingkan!

"Hem... sekarang giliran kalian berkenalan denganku di mulai dari-" dia mengelus tangannya dan melihat kami satu persatu dengan satu mata sedangkan Rock Lee malah heboh mengangkat tangannya.

"Kau! Perkenalkan namamu dan detail lengkap tentang dirimu" ok... aku adalah orang yang ia tunjuk. Mimpi apa kemaren aku di ajak kenalan sama 2 orang asing yang gila ini.

Hahh... dengan malas aku bangkit dari tempat duduk dan berdiri di depan kelas dan melihat ke arah calon teman-temanku.

"Eto... aku Uzumaki Naruto. Yoroshiku" aku membungkuk sebentar dan langsung ingin duduk kalau saja pria itu tak menarik mundur diriku.

"Ckckck.. dame yo.. aku bilang detail lengkap" seluruh isi kelas kecuali Lee langsung permisi muntah ketika mendengar kaya 'dame yo' yang sok imut dari pria bau tanah ini.

"Hah... baiklah Namaku Uzumaki Naruto. Umurku 17 tahun *Eh!* hobiku ngupil *Heh!* makan kesukaanku banyak jadi sulit di ucapin satu-satu. Minuman favoritku adalah Bir *Nanda To!?* hmm... apalagi ya? Ah iya! Cita-citaku adalah menjadi pahlawan terkuat sepanjang masa dan mengalahkan All Might di arena *Woohh* sekian" aku pun berjalan ketempat dudukku dengan perlahan. Aku sedikit kesal. Mereka mengintrupsi perkenalanku dengan kata Eh Woh... emang aku sedang cerita Bo*ep apa!?

Dan begitulah perkenalan yang panjang terjadi untuk bertanya kepad 16 murid itu memakan waktu 1 les lebih. Karena si Guy ini terlalu sewot.

"Hm... kalau begitu kalian gantilah pakaian kalian dan temui aku di lapangan olah raga segera ya"

Sring!

Dia langsung berlari kencang meninggalkan kami yang masih terpaku di dalam kelas.

Beberapa menit berlalu selagi kami menganti baju dan dari tadi mataku tak dapat lepas dari seorang gadis yang menurutku cantik. Setelah berganti pakaian yang agak ketat dia terlihat cantik di mataku. Kyaaa... dia membuatku berteriak dengan pikiran mesum yang terus bertebaran di otakku bak virus komputer.

Setelah 30 menit kami sudah berkumpul di lapangan dan tampak Guy memasang wajah sewot sekali.

"Kenapa kalian lama sekali hah?" Dia menyenggak kami. Ok ini buruk baru kenal udah bikin dia marah.

"Gimana gak lama!?" Seorang gadis berambut pink tampak memasang yang lebih sewot.

"Kau main pergi saja tanpa memberi tahu di mana letak pakaian olah raga dan ruang ganti? Kau mau kubunuh hah! Kusso Sensei" yabe!... gadis itu menatap sensei kampret itu dengan mata bulat besar berwarna putih dan urat yang menonjol di dahinya.

"Ma... ma.. sebaiknya kau menyerah saja Sakura-san" seorang ehm... ok.. sepertinya dia laki. Dia mengenakan jeket berhoodie dan memakai kacamata hitam yang menutupi matanya. Kalau tak salah, namanya adalah Shino Aburame.

"So yo" Seorang gadis berambut pirang pucat panjang tampak mendukungnya.

"Hah... baiklah... kali ini.. kalian akan melewati test fisik!" Guy tampak menghembuskan nafas berat lalu melihat catatan di papan ujian yang ia bawa.

"Hmhm... pertama lari 100 meter di sana" dia menunjuk sebuah lapangan lari yang berjarak beberapa meter di sisi kanan kami tanpa mengalihkan pandangannya dari papan ujian itu.

Dia kemudian berjalan ke arah lapangan itu disusul oleh kami di belakangnnya.

"Baiklah yang pertama mulai adalah... Uchiha Sasuke! Dan akan ku ingatkan kalau kalian boleh menggunakan seluruh kemampuan kalian disini" ucapnya lalu menatap ke arah Sasuke dan Sasuke mengangguk cepat.

Sasuke atau bocah pembakar alis itu berjalan ke area start lapangan itu dan guy mengangkan tangan kanannya.

CTAK!

Guy menjentikkan jarinya dan Sasuke langsung berlari kencang dengan bantuan api yang keluar dari punggungnya yang berfungsi sebagai boost.

Tap!

Aku yang di perintahkan untuk menghitung waktu dengan stopwatch sedikit terkejut.

4detik!?

"4 detik!" Teriakku dan tampak Guy mencatat waktu dari Sasuke di kertas catatan miliknya.

"Selanjutnya! Ehm..."

Ok... ini berjalan lama. Lebih mudahnya.

Uchiha Sasuke : 4

Aburame Shino : 7

Haruno Sakura : 9

Yamanaka Ino : 8

Rock Lee : 3

? : 9

? : 5

(Dll : rata-rata 7)

"Baiklah... yang terakhir... Uzumaki Naruto!" Huh... aku merasakan jantungku degdegan dan aku mengambil posisi start jongkok selagi menunggu jentikan jari dari Guy.

Ctak!

Wush!

'Are!'

Aku berlari dengan kecepatan manusia NORMAL!?

"Hah... hah!" Ini baru 40 meter dan aku sidah ngos-ngosan? Apa yang terjadi padaku!?

Brush!

Aku sampai di finish dengan tersungkur.

"30 detik" ucapan dingin yang menusuk tulang itu membuatku terpuruk.

Setelah itu, banyak tes yang di uji dan aku selalu menjadi yang terakhir, ada ala denganku?

"Baiklah... ujian terakhir adalah melempear bola ini sekuat kalian dengan bakat masing masing" ucap Guy sambil menunjukkan sebuah bola kasti ke arah kami..

"Hm... yang pertama... Haruno Sakura-san" ok.. ini cuma aku atau memang dia baru saja menekat kata "san" pada nama Sakura. Hah... dia benar-benar marah.

Sakura langsung maju dan mengambil bola yang di sodorkan oleh Guy dan berdiri di spot yang sudah di tentukan.

"SHANAROOOOO!"

Dia berteriak kuat dan melempar bola itu dengan kekuatan penuh sampai membuat tanah tempatnya berpijak retak.

Wush!

Bola itu melambung tinggi dengan kecepatan yang juga sangat tinggi.

Ting!

Sebuah cahaya bersinar ketika bola itu terbang melewati jarak pandang kami.

"Hm... 140 KM" Guy berucap datar dengan pandamgan Horor menatap gadis kecil itu.

"Ekhem... selanjutnya!"

Uchiha Sasuke : 900 M

Rock Lee : 760 M

Aburame Shino : Unlimited

Yamanaka Ino : 400 M

Haruno Sakura : 140 KM

? : 600 M

?(Rata-rata 400 -700M)

"Yang terakhir.. Uzumaki Naruto" Woi apa-apaan itu! Kau mengucapnya dengan malaskan? Woi!?

Aku berjalan dengan lemas. Aku sudah di ragulan oleh guruku sendiri. Apa ia menganggapku masuk ke sekolah ini dengan uang?

Aku memegang bola itu, sedikit ku remas-remas. Ok fikiranku melayang ke benda kembar untuk menyusui anak bayi.

"Oi.. sadar woi" Guy ekhem Sensei menepuk pundakku dan membuatku tersadar dari lamunanku.

"Ah iya"

Aku kembali ke dunia nyata dan mengambil posisi untuk melempar.

"Ok!"

Wush!

Pek!

"Eh" *Heeeh!* Urusai na! Bolaku jatuh tak jauh dariku. Dan semua mata teman-temanku atau lebih tepatnya calon temanku menatapku dengan remeh.

"Baik.. sudah cukup" Guy langsung mendorongku untuk kembali ke barisan dengan kasar.

Diapun kembali berdiri di depan kami semua sambil mengutak atik sebuah alat yang berbentuk seperti telepon.

"Hm... gimana memakai alat ini ya?" Gumamnya dan tampak alisnya yang tebal mengkerut melihat benda itu.

"Kenapa sensei?" Sakura bertanya dengan pandangan yang penasaran.

Pip!

"Ah.. sudah"

Alat itu sudah hidup dan menunjukkan peringkat kami. Ok.. apa aku harus protes? Kami hanya 16 orang tapi... KENAPA AKU DI POSISI 160!?

"Ini adalah posisi kalian, kuharap kalian puas. Baiklah... kembali kekelas" dia lemas lalu berbalik kemudian pergi dan meninggalkan kami.

Calon teman-temanku juga beranjak kembali kekelas tak terkecuali aku.

'Kenapa ya? Warisan ini ada on-offnya ya? Seharusnya dia meninggalkan catatan yang lebih banyak kepadaku'

Puk!

"Matte.. Naruto-Kun"

Bahuku di tepuk dan terdenger suara gadis.

"Nand-"

DOKI!

D-dia adalah.. ehm... aku tak tahu namanya. Tapi dia adalah gadis cantik yang ku sebut tadi.

"Ini, ketinggalan" dia menyodorkan sebuah HeadProtector.

Aku kaget dan langsung memeriksa sakuku, ok... itu adalah headprotector yang di tinggalkan oleh Kakashi.

"A-arigatou" aku menerima headprotector itu.

"Sore Jaa~" dia kemudian berlalu melewati ku dengan ceria.

"M-matte!"

Dia langsung berhenti dan berbalik menatapku dengan pandangan binggung.

"Ada apa?"

"Siapa namamu?" Ok ini bodoh,tadi kami sudah berkenalan tali aku masih belum mengenalnya. Salahkan kantukku yang menyerang dan membuatku memilih tidur ketika perkenalan tadi.

"Are.. bukannya tadi sudah ku beritahu. Ehm... namaku adalah Ha-"

Teng Tong!

Bel berbunyi dan dia menghentikkan menyebutkan namanya.

"yabe.. gomen.. lain kali akan ku beri tahu.. gomenasai" dia membungkuk lalu berbalik dan berlari kembali kekelas karena kelas sudah di mulai.

"Hah... Yabe! Ini adalah les dari si Mik aneh itu!" Aku akhirnya ikut berlari ke kelas.

Ya.. setidaknya aku tau dua huruf awal dari namannya. Hm... aku belum tau perasaan apa yang ku miliki. Mungkin ini hanyalah rasa suka. Atau mungkin paling jauh adalah cinta monyet tapi tenang aku adalah seorang yang tak perduli tentang hal-hal semacam itu.

.

.

.

.

.

Tbc

Before That

Brak!

"Gomen terlambat sensei!" Naruto membuka pintu kelas dengan keras dan langsung membungkuk di ambang pintu.

Dia dapat mendengar suara bisik-bisik di dalam kelas.

"Ano.. Shonen. Kau sepertinya salah kelas" Naruto yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya dan melihat guru yang mengajar adalah pahlawan dengan rambut naik seperti tanduk berwarna pirang dan sebuah senyum yang tak lernah luntur dia adalah All might.

Kemudian Naruto mengarahkan pandangannya sedikit kekiri dan dapat melihat Izuku sedang tersenyum aneh menatapnya dan Bakugo di depannya malah menatapinya dengan satu alis terangkat.

"Wah! Salah kelas!" Naruto langsung berlari keluar kelas dan meninggalkan kelas itu dalam kebingungan.

"Siapa dia itu!"

Real TBC

Author's Note : wokeh... Bima is Back (ini terinspirasi dari Hanzama kalau ada yang tau) hahah... maaaf telat update. Saya mengalami sedikit gangguan. Karena ketika dalam proses pembuatan kepala saya sering sakit jadi terhenti.

Hoho.. sifat asli seorang bocah bernama Naruto mulai terlihat.. dia itu.. MESUM! Dan dia langsung punya seorang pujaan hati..

Ok.(ini gaya ngomong Naruto) saya minta saran untuk karakter yang mengisi kelas Naruto beserta kekuatan kalau bisa..

Sebenarnya saya berencana membuat cerita ini penuh akan humor tapi yah... begitulah jadi.

Baiklah.. segini aja untuk kali ini.

Bima Ootsutsuki~ LogOut