Title : Our Hero Academia

Disclaimer : Naruto : Masashi Kishimoto. Boku No Hero Academia: Kohei Horikoshi

Warn : PowerfulNaru, OOC, Typo. Etc.

Summary : Ini hanyalah kisah Uzumaki Naruto melewati jalur yang panjang untuk menjadi pahlawan terkuat sepanjang masa.

P.s. : don't like, don't read.

Chapter 6 : Battle Training

Happy Reading

.

.

.

.

Naruto POV

Aku masih terdiam karena baru saja menantang anak keluarga phenex untuk bertanding.

"Dan taruhannya-" mulutku berucap sambil menyunggingkan sebuah senyuman kecil.

"Kalau aku kalah. Kalian bisa mendapatkan adikku dan jika kalian kalah-" mulutku kembali menggantung kalimatnya membuat semua orang penasaran terutama karena dia(bibirku) tersenyum lebar.

"Kalian harus menyerahkan... Dia!" Ok ini di luar ekspektasi. Mulutku berucap dan tanganku menunjuk Reiko dan membuat semua kaget terutama Reiko yang di tunjuk. Dia menunjukkan ekspresi marah dan sedih dan jengkel dan dan dan lainnya lah.

"Bagaimana? Deal?"aku menyodorkan tangan kananku kepada mereka yang tampak memandang satu sama lain.

"Was wes wos" mereka tampak berbisik secara pelan agar aku tak dapat mendengarnya.

Kemudian Reichi menatapku dan maju satu langkah dengan senyuman di wajah sombongnya.

Tap!

Dia meraih tanganku.

"Deal!"

Kami saling tersenyum menunjukkan gigi.

"Ehem... kalau begitu pertemuan ini ku bubarkan" Lord Phenex berucap dan langsung berbalik dan pergi meninggalkan ruangan di susul oleh Reiko dan juga keluargaku juga berjalan keluar ruangan meninggalkan kami yang masih berjabat tangan.

Ku lepaskan jabat tanganku lalu menatap Reichi dengan tajam.

"Kau.. tak akan bisa memiliki adikku"

"Kau juga tak akan mendapatkan kakakku"

Kami saling menatap dengan tajam dan akhirnya Reichi mengakhirinya dengan berbalik dan berjalan santai meninggalkan ruangan tapi sebelum ia pergi.

"Ka- a- ku- le-an" dia mengucapkan kalimat yang tak dapat kudengerkan dengan terlalu jelas.

"Cih" aku hanya mendecih tak suka. Dan akhirnya aku keluar dari rumah keluarga Phenex dan tampak ibu dan adikku sudah menungguku.

.

.

Aku lupa menceritakan hal penting. Keluarga Uzumaki kami adalah keluarga bangsawan kelas kedua atau keluarga cabang dari keluarga senju yang sangat terkenal. Keluarga Uzumaki memiliki keunikan tersendiri yaitu secara turun temurun keluarga kami pasti memiliki satu orang yang memiliki bakat mengeluarkan rantai berwarna emas yang sangat kuat. Dan di generasi penerus saat ini kandidat yang sangat kuat adalah Menma Uzumaki, adikku karena dia memiliki rantai yang sangat kuat. Dan Naruko akan menjadi 'umpan' untuk mempertahankan nama Uzumaki tetap ada dengan menikahkannya dengan keturunan keluarga bangsawan yang lebih terkenal salah satunya ya Phenex.

Saat aku masih kecil dulu mereka -keluarga Uzumaki- sangat berharap kepadaku namun setelah 6 tahun aku tak juga memiliki bakat sehingga mereka mulai mengucilkanku dan beralih keadikku Menma yang dianggap Prodigy karena di umurnya yang baru menginjak 3 tahun dia berhasil mengeluarkan 2 buah rantai dan hebatnnya lagi kedua rantai itu sangat kuat bahkan dapat meremukkan sebuah tank dengan mudah. Naruko juga dianggap prodigy karena dia dapat mengeluarkan rantai yang tak terbatas namun setiap hal itu memiliki kelemahan salah satunya menimpa Naruko. Walau rantainnya tak terbatas rantainya itu sedikit lebih lemah dari milik Menma walau menma hanya mampu mengeluarkan 10 rantai.

Dan di umur mereka yang mulai remaja kakekku Uzumaki Arashi menawarkan mereka untuk memasuki Yuei namun mereka berdua menolak dan lebih memilih untuk belajar ke luar negeri dan Menma langsung terbang ke Amerika untuk smp sedangkan Naruko terlambat mendaftar sehingga dia akan bersekolah di luar negeri di saat sma.

Meski aku tak terlalu dianggap oleh Menma sebagai kakakknya dan lebih menganggapku seorang pengganggu dan pengkotor nama keluarga, aku tetap menyayanginya sama seperti sayangku terhadap Naruko.

.

.

Aku menatap bosan ke arah Guy-sensei yang sedang mengajar bahasa inggris. Aku terkejut melihatnya yang sangat ahli dalam bahasa inggris kukira ia hanya ahli dalam kekuatan fisik.

"Dan ini untuk..." dia memotong ungkapannya untuk menjawab soal yang ia tulis di papan tulis.

"Kau!" Aku memang sudah di incar dari awal. Dia melihat ke bangku paling ujung yang di tunjuk malah aku... cih.

"Okay... what's the meaning of this idiom : Once in a blue moon"

"Sangat jarang, sensei" jawabku pelan.

"That's scary! Please... use English"

'Dafuq!?'

"Ehm... Very Rarely"

"Good! Let's jump to the next question"

Hell! Aku tak terlalu pandai dalam berbicara aku hanya ahli dalam teori.

Dia kembali bertanya ke yang lainnya namun terpaksa terhenti karena bel pergantian pelajaran berbunyi.

Dia tampak mengembangkan senyumnya.

"Yosh! Anak-anak sekalian, pakailah pakian olahraga kalian masing-masing" ucapnya dengan semangat yang membuat kami penasaran.

"Kenapa sensei?" Seorang remaja yang lebih muda setahun dariku dengan rambut biru ke abu-abuan se bahu dengan tangan kiri yang di perban bertanya.

"Pertanyaan yang bagus nak Sora, hari ini kita akan melakukan latih tanding" ucapnya lagi.

"Baiklah... silahkan bertukar pakian, kalian akan ku tunggu lapangan ya. Sore jaa!" Dia langsung berlari keluar kelas meninggalkan kami yang tampak senang karena dapat mengeluarkan bakat. Dan ini juga akan menjadi debutku menggunakan bakat di hadapan mereka.

.

.

"Naruto-kun!"

Suara yang kukenal menyapaku dari belakang dan aku langsung berbalik untuk melihatnya.

Benar saja., itu adalah Ha-chan yang kemarin tak sempat melanjutkan memberitahukan namanya.

"Ah.. Ha-chan, ada apa?" Tanyaku sedikit tersenyum ke arahnya.

"Ganbatte ne~" ucapnya sambil tersenyum manis ke arahku...

Doki!

Dia begitu cantik dengan senyum manisnya itu.. namun seperti biasa wajahku tak pernah mengikuti kata hatiku.

"Arigatou" jawabku dan dia berbalik karena di suruh berbaris oleh Guy.

"Ekhem!" Guy sensei yang berada di depan kami tampak 'menyetel' suaranya dengan berdehem.

"Baiklah kita akan melaksanakan latih tanding sebagai pelajaran di les kepahlawanan. Peraturannya : gunakan kekuatan yang kalian miliki semuanya namun sampai membunuh dan waktu kalian hanya ada 1 jam dan jika sudah terlihat berbahaya akan ku hentikan. Baiklah.., 2 orang yang ku panggil namanya silahkan masuk ke dalam" ucapnya sambil menunjuk sebuah pintu yang ada di samping kirinya atau samping kanan dari kami.

"Hem... baiklah... yang pertama adalah... Uchiha Sasuke dan..." dia menggantung kalimatnya dan tampak dia melihat ke arahku dan menyunggingkan senyum ke arahku. Ok.. dia memang sialan.

"Sora!" Fiuh... ternyata yang di panggil adalah Sora.

Setelah mereka berdua memasuki ruangan itu kamipun di ajak memasuki pintu yang ada di sebelah pintu tempat Sasuke masuk tadi dan kami sampai di ruang monitor yang banyak kamera yang mengawasi.

Terlihat Sasuke dan Sora saling menatap di lapangan yang luas di ruangan itu.

"Baiklah! Sasuke Uchiha Vs Sora... Hajime!" Suara Guy-Sensei menggema di ruangan tempat Sora dan Sasuke dan mereka berdua langsung melesat ke arah masing-masing.

Ditempat Sasuke

Sasuke mengeluarkan Boost di punggungnya melesat kencang ke arah Sora yang juga melesat dengan kecepatan normal.

Sasuke mengangkat tangannya dan mengarahkan ke wajah Sora dengan cepat, Sora yang melihat pukulan itu lansung menunduk menghindari pukulan itu dan langsung memeluk Sasuke dari belakang.

"Hyaaaahhh!" Sora berteriak seraya mengangkat tubuh Sasuke.

Duak!

Asap tebal mengepul ketika tubuh Sasuke di hantamkan dengan keras dengan 'Suplex' yang di luncurkan oleh Sora.

Wush!

Dari genteng keluar penghisap debu dan mengangkat debu yang mengepul dan memperilahtkan Sora yang tengah duduk di atas tubuh Sasuke yang pingsan.

'Hebat!'

"Pemenangnya adalah Sora! Robot perawat! Tolong angkat tubuh pingsan Sasuke"

Ucap Guy-sensei dan seketika 2 buah robot yang membawa tandu bergerak mendekati Sora yang masih duduk di atas tubuh Sasuke.

Duar!

Tiba-tiba tubuh Sasuke yang di duduki Sora meledak dan membuatnya terbang(di baca : terlempar)beberapa meter karena dia menduduki tubuhnya.

"Ohhh... sepertinya pertandingan masih berlanjut!" Guy tampak menjadi heboh ketika melihat pertarungan masih berlanjut.

Sora menyeret kakinya dan mencakar tanah untuk menghentikan tubuhnya. Dia menatap ke arah asap kepulan bekas ledakan Sasuke dengan pandangan yang tajam.

Wush!

Dari dalam kepulan asap, melesat Sasuke dengan Boost di seluruh tubuh bagian belakangnya.

"Ooaaaaa!"Sasuke berteriak keras.

Ketika jarak sudah cukup dekat dengan Sora yang menyilangkan tangan di depan wajahnya. Sasuke langsung menghentikan larinya dengan 'rem' di bagian kakinya dan langsung mengarahkan telapak tangan ke depan tangan Sora uang tersilang.

"Hey, Sora" ucap pelan Sasuke. Sora yang berasa di panggil langsung membuka pertahannya dan menatap telapak tangan Sasuke.

Duar!

Sasuke menembakkan api dari telapak tangannya langsung ke wajah Sora yang membuat Sora terpaksa menjauhkan wajahnya karena merasakan panas yang begitu menyakitkan di bagian wajahnya.

"Arrrkk!" Sora menjerit sambil menutup wajahnya yang sebagiannya tampak terkena luka bakar.

"Cih... lemah" ucap dingin Sasuke sambil melihat Sora yang meringkuk sambil memegang wajahnya dan berteriak.

Cap!

Sasuke mencekik bagian belakang leher Sora dan mangangkatnya untuk dapat berhadapn dengan wajah Sora yang masih menutupi wajahnya.

Fuah!

Tanpa rasa kasihan, Sasuke langsung menembakkan api dari mulutnya ke wajah Sora dan membuat Sora terlempar jauh.

Sasuke tampak tersenyum tipis melihat Sora yang tampak tergeletak pingsang.

Sasuke berinisiatif untuk berbalik untik keluar dari ruangan itu.

"Mau kemana kau hah!?" Langkah Sasuke terhenti dan dengan terpatah-patah dia menatap Sora yang mencoba berdiri.

Sora berdiri dengan lunglai dan menatap Sasuke tajam dengan wajahnya yang tampak gosong sebagian.

Srak!

Srak!

Dengan perlahan dia merobek perban yang ada di lengan hingga tangan kirinya secara perlahan.

"Grrr" Sasuke tampak marah karena Sora yang masih berdiri.

"Matillaaah!"

Wush!

Sasuke kembali melesat cepat ke arah Sora dengan tangan yang berlapis api di tangannya yang dia arahkan ke wajah Sora.

Tap!

Secara mengejutkan, Sora dengan mudah menangkap tangan Sasuke dengan tangan kiri yang membuat perban yang dj tangan kirinya terbakar dan menunjukkan wujud tangan kiri Sora.

Tangannya memiliki cakar tajam dan berwarna coklat. Lebih tepatnya lebih mirip dengan monster.

"FYI. Bakatku adalah-" dia memotong kalimatnya dan sebuah energi berwarna merah mengelilingi tubuhnya dengan satu ekor yang tumbuh.

"-menjadi monster!"

Duak!

Dum!

Sora memukul wajah Sasuke dan membuatnya terlempar namun dia dapat bersalto dan langsung menyeimbangkan tubuhnya dengan sedikit terseret.

"Hebat juga" ucap Sora yang suaranya sudah mulai memberat bersamaan dengan tumbuhnya ekor keduanya dan dia mulai merangkak selayaknya seekor rubah.

"Cih!" Sasuke mendecih lalu meletakkan tangan kanannya di depan mulutnya membentuk sebuah lobang.

"Api Naga!" Sasuke berteriak dalam batin lalu menghembuskan api yang sangat besar dan melesat dengan cepat ke arah Sora.

Sora hanya menggeram lalu dengan santai mengibaskan tangannya pelan.

Frush!

Angin berhembus dengan keras dan melemparkan api Sasuke dan menabrak dinding. Sasuke mendecih melihat apinya yang menabrak dinding.

"Kemana perhatianmu hah!?" Sasuke langsung menatap kedepan dan melihat Sora yang sudah berada di depannya dengan energi berbentuk cakar yang besar.

Crakk!

Cakaran Sora meleset dan langsung menghantam tanah dan membuat sebuah kawan besar. Sasuke yang melesat kesamping menghindar serangan Sora hanya memandang horor serangan itu.

"Grrr" Sora menggeram marah dengan ekornya yang melambai-lambai.

"Ggrraaahhh!" Sora mengaum dan dari ekornya yang membidik Sasuke muncul sebuah bola berwarna hitam.

Duar!

Suara ledakan terdengar di kedua ekor Sora yang menembakkan bola hitam itu ke arah Sasuke.

Sasuke lalu meyilanglan kedua tangannya di depan wajahnya dan dari tangannya yang menyilang muncul api yang membentuk sebuah perisai.

Dum!

Ledakan besar kembali terjadi ketika bola hitam yang di tembakkan oleh Sora menghantam prisai yang di buat Sasuke.

Tampak Sasuke yang sudah membuat perisai masih terlempar beberapa meter dan tersandar di dinding.

"Matilah!" Sasuke langsung menghilangkan perisainya mencoba mundur ketika melihat Sora yang sudah dekat namun tak bisa.

"Mati!" Sora melompat tepat ke hadapan Sasuke dengan energi merah yang berbentuk cakar yang besar.

Dengan gerakan lambat Sora sudah dekat dan menyerangkan sedangkan Sasuke hanya mengarahkan telapak tangannya ke perut Sora.

"Dimimpi mu!"

Duar!

Sora terlempar seketika ketika ledakan dari tangan Sasuke.

"Ugh!" Sora hanya dapat keaakitan sambil memegang perutnya.

"Bakatku tak hanya satu" Sasuke berjalan santai mendekati Sora sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"Aku memiliki 2 bakat. Yaitu api yang dapat mendorong dan yang kedua adalah ledakan yang dapat menyerang" ucap Sasuke dan lalu mengarahkan telapak tangannya ke wajah Sora.

"Mat-"

TEEETTTHHH!

Suara bel yang berbunyi dengan kencang memotong ucapan Sasuke pertanda latih tanding Sasuke sudah berakhir.

"Maaf, tadi tak ku hentikan karena tadi saya mengalami sakit perut jadi pergi ke toilet dan setelah selesai yang saya lihat Sora sudah menjadi monster. Hem... kalau di lihat-lihat pemenangnya adalah Sasuke Uchiha!" Jelas si guru aneh itu.

Sora yang mendengar itu hanya tersenyum sambil memejamkan matanya lalu menghilangkan energi merah miliknya.

"Tadi itu menyenanglan ya" ucap Sasuke lalu menyodorkan tangannya ke arah Sora.

Tap!

Sora menyambut tangannya dan Sasuke membantunya berdiri.

Mereka tampak saling tersenyum lalu berjalan keluar sambil mengobrol.. hm.. aneh.

Kembali ke Naruto

"Baiklah... selanjutnya.." Guy berbalik ke arah kami yang belum bertanding...

"Rock Lee dan..., Naruto Uzumaki" Dia menyebut nama Naruto dengan tampang horornya.

Naruto yang mendengar namanya di sebut.. dia langsung pergi ke ruang pertandingan dengan diam.

Tak berapa lama... Naruto sudah terlihat di layar monitor berhadap debgan Lee yang entah begimana sampai di sana.

"Baiklah!" Guy berucap di depan mikrofon.

"Uzumaki Naruto Vs Rock Lee...-" Naruto dan Lee saling menatap dengan tajam dan memasang kuda-kuda masing-masing.

"Hajime!"

.

.

.

.

.

TBC

Before it.

Disebuah kamar yang gelap terlihat seorang remaja duduk di depan komputer dengan senyum evilnya.

"Semoga kau mati, dasar Sampah"

Real TBC

Author's Note : ok... ane sadar ini chap terburuk untuk saat ini... saya gak bisa terlalu fokus.. dengan nih fic karena harus terbagi 3. 1. Ujian, lalu game baru nih fic jadi agak aneh gini hasilnya.. ini saja udah re-write ke 3xnya.

Hm.. untuk kekuatan Sora saya bingun mau ngasih apa.. (maklum... gak da yang ngasih ide. Hehe) jadi saya kasih aja kekuatan si kurama.. tenang aja... gak bakal kadi kyuubi kok.

Dan juga. Kalau ada yang penasaran sama kekuatan Naruto.. kalian hanya harus berharap dia mau ngeluarin hehe.

Naruto: cepet keluarin... entar nih fic di tinggalin loh. Nama elo kan udah mulai meredup karena fic-fic aneh loe.

Author : iye-iye.. bawel bener.

Dan.. kalau soal Pair.. sayang beneran bingung.. mau Reiko atau Ha-chan... atau lebih baik harem ya?

Reiko: woi author sableng.. ane kagak demen ama dia.

Naruto: ane juga kagak mau ama ente

Author: sabar saja. Ini.. UNBK(sambil nepuk pundak Naruto ama Reiko)

ReiNaru: KAMI MASIH DI TAHU PERTAMA SMA, PE'AK!

Author: makanya lahir lebih cepat *di gebukin sama Naruto dan Reiko*

Hm... saya ada ide sih mau buat fic baru lagi dengan tema mainstream yang sudah mau keluar.. gimana menurut read sekalian? Saya publish kah atau di lanjutin aja ini?

Sedikit info tentang Naruto dari AU terlempar kedunia AU yang lain. Tapi tetep di universe Naruto.

Haha.. ok deh segitu dulu aja ya untuk hari ini dan...

Special thanks.

Devil, Fahzi Luchifer, Darum-san.

See You Next Chapter!

Bima Ootsutsuki~ LogOut~