Title : Our Hero Academia
Disclaimer : Naruto : Masashi Kishimoto. Boku No Hero Academia: Kohei Horikoshi
Warn : PowerfulNaru, OOC, Typo. Etc.
Summary : Ini hanyalah kisah Uzumaki Naruto melewati jalur yang panjang untuk menjadi pahlawan terkuat sepanjang masa.
P.s. : don't like, don't read.
Chapter 9 : The Outsider
Happy Reading
.
.
.
.
Somewhere In This World
Trang!
Trak!
Percikan api tercipta dari gesekan pedang yang di hantamkan oleh dua orang yang terlidungi oleh putaran angin berwarna biru.
"Menyerahlah! Shiro! Serahkan 'wahyu' itu!" Teriak seseorang dengan pupil mata berwarna merah menyala.
"Jangan mimpi! Ini masih pagi!" Jawab seorang yang ada di hadapannya dengan pupil mata putih bagai salju.
Kedua orang itu kembali melesat dan melagakan pedang mereka.
Kekuatan 2 orang itu sangat kuat sehingga membuat daerah di sekitar mereka hancur berantakan.
"Hyaah!" Mereka berdua berteriak kuat dan kekuatan angin yang melindungi tubuh mereka menjadi lebih besar dan pedang yang ada di tangan mereka memancarkan cahay berwarna hijau.
"Akai Shiro! Dengan kekuasaanku sebagai Anbu. Aku akan menghentikanmu! Hyaaahh!" Teriak siluet hitam bermata merah itu dan melesat cepat ke arah pria bermata salju itu yang tersenyum lebar.
Selagi siluet bermata merah itu mendekat dia memasang ratusan handseal dengan kecepatan gila.
"Nōryoku no sunpō: Mūbā wa jigen o idō"
Sring!
.
.
Naruto World
Seperti biasa. Sekarang Naruto dll sedang di siksa oleh pelajaran gak jelas milik Guy.
"Kalian tahu ini angka berapa?" Tanyannya sambil menunjuk angka 0 yang telah dia buat di papan tulis.
"Nol, Zero, Rai dll Sensei!" Seru murid-murid yang ada di kelas, minus Naruto yang sedang tidur seperti biasa (author : gimana elu gak idiot. Nar~ Nar)
"Benar.. itu adalah Nol" kata Guy. Sambil berjalan ke arah Naruto yang tertidur pulas.
"JADI! UZUMAKI-SAN. APA ARTINYA!?"
BRAK!
Guy menjerit di telinga Naruto di susul dia memukul meja Naruto dengan kuat. Membuat Naruto langsung tersentak bangun dan jatuh ke belakang.
"I-itte" keluh Naruto sambil mengelus belakang kepalanya.
Dia bangkit secara perlahan, membenarkan posisi bangkunya dan duduk dengan 'sopan'
"Jadi..., Naruto-kun. Apa makna dari angka 0?" Tanya Guy dengan nada yang..., lembut.
"0 berarti kosong. Namun di dalam kekosongan itu menyimpan sebuah kemungkinan yang tak terbatas" jawab Naruto sambil menutup matanya dan membusungkan dadanya bangga.
Guy hanya bisa sweatdrop di tempat saja melihatnya.
"B-biar kutebak. Itu ucapan Igor dari Persona 3, bukan?" Tanya Guy ragu.
"Benar sensei!" Jawab Naruto masih dengan nada bangganya.
Jduak!
"DASAR PLAGIAT!"
...
"Itte" Naruto mengelus sebuah benjulan berukuran sedang yang menonjol manis di kepalannya dengan tangan kirinya.
Naruto tengah duduk di meja kantin. Tak lupa dengan nasi kari favoritnya. Tak seperti biasa. Hari ini De- maksudnya Izuku dan kawan-kawan tak mendatanginya. Karena seperti yang sudah di sampaikan oleh Guy bahwa festival olahraga Yuei dalam 2 bulan akan di gelar.
"Hahh... hari ini begitu sepi" gumam Naruto di sela makannya.
Naruto berharap sesuatu yang besar akan terjadi. Jadi dia tak akan bosan.
Di sisi lain kota
Di sebuah gang kecil. Sebuah portal berwarna hitam muncul dan memuntahkan seorang pemuda dengan rambut putih yang memakai armor berwarna coklat gelap.
"Cih" dia mendecih kesal lalu bangkit dari tengkurap indahnya.
"Eh? Dimana ini?" Tanyanya entah pada siapa sambil mengelus dinding kasar yang ada di sampingnya.
Dia berjalan pelan kedepan hingga keluar dari gang itu.
"W-wow" gumamnya melihat kota besar yang ada di depannya.
"Ini.. luar biasa" gumamnya lagi. Dia menatap orang-orang di sekitarnya. Mereka terlihat berbeda dengannya, bukan beda dalam arti beda jenis atau apa. Tapi orang kota terlihat lebih 'bersih'
"Aku merasakan tekanan chakra besar di sekitar sini" gumamnya serius lalu dalam sekejap dia sudah menghilang dari tempatnya.
Di sisi lainnya
2 buah siluet yang berada di sebuah ruang gelap tengah menatap sebuah bola transparan yang terisi percikan listrik.
"Kau sungguh hebat, aku tak menyangka benda ini benar-benar ada" ucap siluet pertama dengan sebuah senyum iblis di bibirnya.
"Aku juga tak menyangka. Kalau 'wahyu' itu benar adanya" balas siluet kedua.
"Dengan kedua benda ini. Kita akan menguasai kedua dunia. Hahaha!"
Tawa jahat mereka menggema di ruang gelap itu. Menambah aura kejahatan mereka kedua.
Back to Naruto
Naruto tengah berada di ruang perpustakaan Yuei. Dia tengah membaca sebuah buku yang memiliki sampul seekor macan.
"Huft! Sains sungguh tak menarik. Selain bagian reproduksi" gumamnga dengan sebuah smirk yang terpatri di bibirnya.
Sudah beberapa kali dia datang ke perpustakaan hanya untuk mencoba mengerti pelajaran IPA. Tapi tetap saja. Tingkat intelektual rendah yang dia buat sendiri menghambatnya untuk mengerti.
"Hah.. kepalaku pusing" gumamnya sambil mengurut pelipisnya.
Naruto terus membaca buku sains yang memang dari tadi telah dia pegang.
Menyerah dengan buku itu akhirnya dia menutupnya dan meninggalkannya begitu saja.
Naruto berjalan keluar dari perpustakaan dengan lesu. Jam sudah menunjukkan jam 4 sore. Sudah satu jam sejak dia pulang dan memilih untuk keperpustakaan. Tapi ternyata pilihannya salah.
"Sial! Membaca itu membosankan ttebayou~" ucapnya misuh-misuh sendiri.
DEG!
langkahnya terhenti ketika merasakan tekanan Chakra yang sangat kuat dari seberang kota.
Bibirnya tersenyum tipis.
"Bagus"
Poft!
...
Naruto tengah berada di tanah kosong yang luas dan berhadapan dengan seorang pemuda yang memiliki rambut putih, iris merah dan sebuah armor ceklat gelap dengan kanji bertuliskan 'ANBU' di bagian dada sebelah kirinya.
"Siapa kau? Dan apa maumu?" Tanya Naruto dengan pandangan serius.
"Aku adalah anggota dari kesatuan Anbu. Aku kesini untuk mencari seorang penjahat yang kabur" ucap datar pemuda itu.
"Aku tak mengetahui apa-apa tentang penjahat yang kau bicarakan" balas Naruto sengit.
"Begitukah? Kalau kau memang tak 'tahu'. Aku akan membuatmu tahu. Hah!"
Brush!
Pemuda itu memasang Handsela Tiger. Dan chakra berbentuk bundar yang terbentuk dari angin merambat keluar.
"heh. Coba saja"
Wush!
Tanpa aba-aba. Anbu itu melesat ke arah Naruto dan menyabetkan tanto yang entah dari mana datangnya.
Dam!
Tanto itu menghantam tanah dan menciptakan sebuah kawah kecil. Naruto tengah melayang di udara karena dia melompat tinggi menghindari serangan itu.
Anbu itu berbalik cepat dan melemparkan beberapa buah Shuriken.
Naruto tersenyum lebar.
Naruto mengambil headprotektor yang di berikan oleh Kakashi dari sakunya.
Trank!
Trank!
Naruto menangkis shuriken-shuriken itu dengan mudah dengan headpro itu.
Hap!
Naruto mendarat dengan mulus di tanah.
"Hehe, kau kira bisa mengalahkanku dengan mudah. Jangin mimpi!" Naruto berbalik melesat.
Anbu itu mengambil kud-kuda standar anbu.
Naruto melemparkan headprotektor itu kearah sang Anbu.
'Heh. Aku menyukai trick ini'
Headpro milik Naruto di lempar ke arah bagian mata sang anbu. Sehingga menutupi pandangannya.
Trank!
Ketika chakra pelindung itu melemparkan headpro itu. Sebuah kepalan tangan langsung menyambutnya. Menembus chakra pelinding dan langsung menghantam dagunya.
Duak!
Anbu itu terlempar dan terseret beberapa meter.
"Bagaimana? Kau sudah menyerah?" Tanya sombong Naruto.
Anbu itu berusaha berdiri.
"Kau lumayan juga" ucap anbu itu. Dan mengeluarkan sebuah topeng rubah.
"Tapi aku alan mulai serius" ucapnya. Dan mengenakan topeng itu.
Frush!
sebuah aura hitam menguar dari tubuhnya. Matanya yang berwarna merah menjadi menyala terang dari lubang topeng itu.
"Limit Breaker : Break 10%" gumamnya pelan. Dan aura hitam yang menguar itu langsung membesar.
'Ini menarik' batin Naruto.
"Saa.. maju!" Perintah Naruto sambil melakukan gesture tangan 'kemari'
Sring!
Anbu itu menghilang.
'Na-'
Duak!
Naruto di bokongi oleh Anbu itu. Naruto terlempar lumayan jauh.
Srrt!
Naruto bersalto dan menghentikan tubuhnya.
'Tak hanya menjadi cepat. Chakranya juga menjadi lebih halus dan tak terdeteksi' batin Naruto.
'Kalau begini' berdiri tegak dan memasang handseal tiger.
Bzt!
Duar!
Ledakan energi terjadi. Asap mengepul.
Anbu itu menjadi siaga dan bersiap untuk serangan yang akan Naruto lancarkan.
Wush!
Naruto melesat cepat dari dalam kepulan asap. Di tubuhnya sudah menguar percikan percikan listrik.
Anbu itu sedikit melebarkan matanya dan juga melesat ke arah Naruto.
"Katon : Karyuu endan"
Teriak Anbu itu dan di tangannya muncul sebuah apo berbentuk naga yang terbuat dari api yang sangay panas.
"Chidori!"
"Karyuu!"
Duar!
Ledakan maha dahsyat terjadi. Pohon pohom yang ada di dekat tanah kosong itu terlempar. Kawah besar tercipta.
Ketika ledakan itu sudah berhenti. Terlihat Naruto dan sang anbu tergeletak di dalam kawah itu dengan luka yang begitu banyak.
"Hah.. kau hebat juga ya. Ninja konoha" ucap anbu itu yang topengnya sudah hancur separuhnya.
"Hehe.. aku bukan lah seorang ninja. Gurukulah yang seirang ninja. Dia adalah Kakashi Hatake dari konoha. Kau mungkin tahu" jawab Naruto dengan kekehan khasnya.
Anbu itu melebarkan matanya.
"Pantas saja. Ngomong-ngomong... namaku adalah Shiro Akai" ucapnya dan mereka dua malah berakhir dengan tertawa bersama.
TBC
Before that
Izuku tengah berjalan di bawah sinaran lampu. Dia tampak sedang galau.
"Hahh.. festival olah raga" gumamnya dengan lemas.
Seseorang dari dalan kegelapan mendekatinya dengan sebuah senyum evil di bibirnya.
"Apa kau... manusia?"
Jrash!
TBC
Huhu.. maaf lama ngupdate. Sekali update malah gak jelas gini. Dan ini merupakan Arc penjelasan tentang sesuati yang besar lah.
Dan untuk menambahkan element api. Saya sudah memikirkan sesuatu tentang itu.
Dan bagi yang ingin menyumbangkan sedikit masukan untuk fic ini. Boleh pm saya oke?
Hehe... Terus baca fic ini ya.
RnR kalau mau.
See you next chap.
Bima Ootsutsuki~ Logout.
