Naruto©Masashi Kisimoto

Berawal Dari Kaleng© Green Maple

.

.

Warning : Humor garing ! Mohon tekan back jika Anda terpaksa tertawa karena fic ini. Sesungguhnya saya tahu terpaksa tertawa itu tidak enak.

.

.

.

Chapter 1
Selamat membaca

.

.

Hari ini adalah hari yang sial baginya. Haruno Sakura tidak menyangka bahwa ini akan terjadi pada hidupnya.

Pagi tadi ia terbangun dengan alarm seperti biasa. Meminum susu dan roti panggang seperti biasa. Menaiki bus untuk pergi ke kantor seperti biasa.

Hanya saja saat ia hendak kembali ke bilik kerjanya dengan membawa secangkir kopi karena kantuk yang mulai menyerang tanpa sengaja ia tersandung kakinya sendiri dan membuatnya jatuh dengan cairan kopi yang melayang dengan slow motion.

Sialnya kopi itu mendarat kearah kolega bisnis bosnya dan membasahi kertas-kertas yang entah kenapa tidak dimasukan kedalam map seperti pada umumnya. Seperti baru saja melihat Patrick yang bisa mengikat tali sepatu, mereka yang ada di tempat kejadian perkara hanya bisa melongo.

Sakura yang terjerembab seketika bangkit dan mengaduh. Saat ia mendongak saat itulah ingin rasanya ia menghilang terhisap lantai keramik yang dipijaknya.

Sial.

Matanya melirik kearah si bos-siluman ular-Orochimaru. Keringat dingin bermunculan, ingin sekali ia menyedot kembali keringat dingin itu, wajahnya pucat pasi. Dan saat ia susah payah meneguk ludah untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak kering, Pak Orochimaru dengan murah hati menghujaninya dengan banyak air yang keluar dari mulutnya seperti oase. Najong. Sehabis ini ia harus segera pergi ke Rumah sakit agar ia tidak mati keracunan.

Sakura harus menerima kenyataan pahit gara-gara tragedi kopi pahit Pak Orochimaru memecatnya saat itu juga. Kertas-kertas yang luntur karena tumpahan kopinya itu adalah perjanjian kerjasama dengan perusahaan besar Uchiha yang selama ini di impi-impikan bosnya. Pak Orochimaru murka dan ia tidak ingin perjanjian ini batal gara-gara kopi tubruk.

Sial kuadrat.

Dan sekarang ia hanya bisa berjalan terseok-seok di tepi jalan seperti gelandangan. Meratapi nasib. Mengingat kejadian tadi membuatnya jengkel. Ia ingin mengutuk mesin pembuat kopi yang berada dimeja dapur perusahaan.

Dasar mesin pembuat kopi sialan !

Netranya yang menangkap keberadaan kaleng kosong di dekatnya secara otomatis melampiaskan kekesalannya. Ia menendang kaleng malang itu dengan kekuatan penuh seperti hendak menjebol gawang lawang dengan tendangan pisang seperti dalam anime Tsubata favoritnya sewaktu kecil.

Normalnya yang terdengar adalah bunyi kemlontang saat benda besi itu jatuh membentur jalan aspal. Koreksi, hal itu memang terjadi. Yang membuatnya heran adalah suara mengaduh setelahnya.

Mungkinkah yang ia tendang tadi adalah botol jin?

Bukan, yang ini tidak terbuat dari botol tetapi kaleng soda bekas. Ia terkesiap.

Kaleng soda bekas jin !

Menjijikan.

Jin kaleng soda bekas !

Aneh.

Soda bekas jin kaleng !

Damn it, tidak hanya banci kaleng yang eksis.

Mendengar suara aneh itu ia mendongak kearah sumber suara. Terlihat didepannya jin laki-laki yang tampan yang mengusap-usap kepala rambut pantat ayamnya. Sakura terpesona.

Demi kerang ajaib milik Spongebob, mimpi apa ia semalam hingga Kami-sama mengirimkan jin tampan untuknya?

Jin oh jin, kemarilah kabulkanlah satu permintaanku.

Mungkin ini bukanlah hari sial untuknya. Setelah ini ia akan mengunjungi Sasori nii-sannya untuk pengakuan dosa karena dia lah yang sebenarnya menyebarkan foto anikinya saat mengupil dan membakar koleksi boneka Barbie-nya untuk bermain Voodoo-Voodoo-an.

Bah! Vodoh amat.

Tiba-tiba saja hawa dingin menyelimutinya. Ugh, ia kenal hawa ini adalah hawa keberadaan setan.Sakura merinding, mulutnya komat kamit tidak menyadari jika hawa dingin itu berasal dari arah si pria tampan. Saat melihat pria itu melangkah mendekatinya, alarm berbahaya berbunyi memperingatkan. Tatapan mata pria itu dingin, tajam menusuk. Rightin the kokoro.

Layaknya Superman yang bisa mengeluarkan sinar laser dari matanya. Menembus kepala Sakura dan meledakkan otak nistanya hingga berceceran di aspal sehingga membuat orang yang berjalan di atasnya terpeleset karena otaknya yang miring.

Mengerikan !

Mungkin lain kali sebelum ini ia akan memindahkan otaknya dulu sebelum berceceran.

Memindahkan otak dengkulmu. Sinting.

Nyalinya ciut hanya dengan tatapan mata sehitam jelaga itu. Sekali lagi ia meneguk ludah susah payah. Kami-sama kumohon jangan hujani Sakura lagi, Sakura janji tidak akan mengerjai anikinya lagi.

Aura mencekam dari pria di depannya benar-benar membuatnya ingin lari terbirit-birit. Suara ketukan sepatu sport yang beriringan seperti melodi kematian untuknya.

Ia berusaha melawan dengan memberanikan diri melotot balik lawan mainnya walau dalam hati ia ketar-ketir.

Emerald yang mulai berkaca-kaca Vs Onyx tajam yang membara.

"Ma-mau apa kau?" Sial kenapa ia tergagap seperti ini. Untuk menutupi kegugupannya ia mendongakkan dagu, memasang kuda-kuda jika saja pria ini menyerangnya. Melakukan perlawanan walau dengan cara pas-pasan. Setidaknya cara ini berhasil saat ia menghadapi banjir diskon barang branded terkenal melawan para maniak.

Entah datang sejak kapan tiba-tiba badannya terasa melayang dan tercium bau maskulin yang membuatnya ingin selalu berada di dekapan pemilik bau ini.

Tangan kekar pria itu mencengkeram erat kedua bahunya dan membawanya mendekat yang secara tidak sengaja membuatnya sedikit melayang karena kakinya tidak menyentuh tanah.

Sakura mengkeret semakin berkeringat dingin, tangannya terkepal erat. Ia menyesal tidak mengambil kelas karate saat sekolah. Pria di depannya benar-benar menyeramkan. Tampan tapi menyeramkan.

"Hei, a-aku minta maaf soal tadi. A-aku benar-benar tidak sengaja. Bisa tolong lepaskan aku?" Sakura nyengir, meminta belas kasihan pria yang masih mencengkeramnya. Lumayan sakit.

Pria itu hanya memicing tajam. Sakura menutup mata ngeri, bersiap-siap dengan semburan lelaki di depannya. Saat ia sudah menyiapkan mental yang terjadi adalah ia mengaduh sedetik setelah ia kembali ke bumi. Sakura meringis, menggerutu sambil mengusap-usap jidatnya yang memerah karena pria di depannya dengan tidak berprikejidatan menyentilnya. Sial sakit sekali.

Lelaki pantat ayam itu hanya menyeringai, lalu tiba-tiba saja berlalu pergi. Sakura masih bisa mendengar lelaki itu mengatainya saat ia menoyor kepalanya dengan jari telunjuk. Dan itu membuatnya menganga tidak percaya.

.

.

.

.

.

"Rasakan itu, dasar jidat lebar."