UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
Our Lovely Maid
Chapter 2: Tans
RATED: T
PAIR: WonSung/KiSung/KyuSung~?*Evil smirk*
Genre: romance, drama, family, humor
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), Uke!Yesung
DLDR!
:::
Yemma pake kostum maid…*drool*/dihajar
Kyuhyun baru saja turun dari mobilnya. Dia kemudian melangkah dengan angkuh masuk ke dalam gedung milik sang appa.
"Ah tuan muda, selamat pagi!" beberapa pegawai yang melihatnya langsung membungkuk.
Kyuhyun terus melangkah tanpa memperdulikan mereka. Dia menghampiri meja resepsionis.
"Luna."
Luna yang tadinya sedang bernapas lega langsung tersentak mendengar suara Kyuhyun. Ia buru-buru membungkuk ke arah Kyuhyun. "T-tuan muda! Selamat datang!"
Kyuhyun mendengus melihat reaksi Luna. "Appa ada?"
"Ne," jawab Luna masih membungkuk. "A-anu… bukankah anda ada sekolah hari ini…?"
Kyuhyun menatapnya tak suka. "Yak." Tubuh Luna tersentak. Ia langsung gemetaran. "Apa urusanmu, hah?!" Kyuhyun lalu menoleh ke sekeliling. "Ah, Parksshi." Panggilnya sambil mengangkat tangannya.
Seorang pria paruh baya lalu menghampiri mereka dengan wajah tegang. Dia melirik Luna yang masih menunduk. Pandangannya kemudian teralih ke wajah kesal Kyuhyun. "Y-ya Tuan muda?"
"Pecat dia."
Pria tua itu terkejut –terlebih Luna. "A-ah, jeosonghamnida, tuan muda. Saya tidak berhak melakukan itu… Tan Sajangnimlah yang punya kekuasaan untuk itu."
Kyuhyun memutar matanya jengah. "Baiklah. Biar aku yang memberitahunya. Sekalian surat pemecatan untukmu." Kyuhyun melangkah ringan menuju lift. Alisnya terangkat. Kenapa ada namja pendek di depan lift? Menghalangi saja.
Tepat saat itu pintu lift terbuka.
Kyuhyun menyeringai. Ia mempercepat langkahnya lalu tanpa basa-basi menubruk namja di depannya sampai terjatuh.
Kyuhyun tertawa puas dalam hati.
"HEI KAU!"
Kyuhyun meliriknya. Masih menyeringai meremehkan. "Oh, ternyata ada orang toh."
Wow. Sekarang saat Kyuhyun lihat baik-baik, namja ini terlihat menyeramkan.
Apa-apaan mata merah itu?!
"Apa masalahmu, eoh!" bentaknya marah –membuat Kyuhyun sedikit terperanjat. Tapi Kyuhyun kembali memasang wajah meremehkannya.
Kyuhyun mendengus. "Hmph, dasar cebol."
Bisa Kyuhyun lihat kedua mata namja itu melotot.
"C-CEBOL?!"
Tanpa Kyuhyun duga, namja pendek itu berdiri dan langsung mencengkram kerah bajunya kasar. "BICARA APA KAU TADI?!"
Kyuhyun sedikit terkejut. Tapi dia berusaha mengontrol dirinya. "Cebol." Ulangnya dengan nada datar. Tak mau terlihat takut.
Kyuhyun memandangi wajah namja pendek itu. Dia tampak shock entah karena apa.
Kyuhyun melirik sampingnya, banyak pegawai yang memperhatikan mereka. Kyuhyun menghembuskan napasnya kasar. Sialan, lihat mata-mata menghujat mereka. Pasti mereka sedang menjelek-jelekkannya.
"Sudahkah? Leherku bisa sakit kalau harus terus menunduk ke bawah begini."
Kedua ruby itu semakin membesar.
"MWO?!"
Uh oh.
BUAGH
Dalam sekali pukulan, Kyuhyun terbanting ke tanah.
SIALAN, NAMJA INI KUAT SEKALI.
"YAK KAU ORANG KURANG AJAR!" pekik namja aneh itu sambil tetap menghujam wajah Kyuhyun dengan pukulan keras.
Kyuhyun shock, tapi dia segera berusaha melawan.
Tapi sia-sia. Kyuhyun itu definisi otak, bukan otot.
Sialan, sialan, SIALAN!
Kyuhyun bisa mendengar bisik-bisik di sekitarnya. Mana security?! Kenapa mereka tidak membantu Kyuhyun?!
"Ini untuk mengataiku cebol!"
BUAGH
"Ini untuk kurang ajar padaku!"
BUAGH
"Dan ini karena sudah mengganggu hariku!"
BUAGH
Tepat setelah pukulan itu, kepala Kyuhyun langsung pening. Dia bisa merasakan cengkraman di kerah bajunya lepas. Lalu terdengar bunyi pintu lift yang terbuka kemudian menutup.
Sialan. Kyuhyun tidak punya tenaga untuk bangun.
"T-tuan muda! Gwenchanayo?!"
Sudah selesai baru mereka datang.
Kyuhyun menggeram. "Petugas security macam apa kalian, hah?! Aku sudah dihajar sampai babak belur baru kalian muncul!"
"Jeosonghamnida, laki-laki itu terlihat menyeramkan, jadi kami-"
JINJJA?! Bahkan securitypun takut padanya!?
"IDIOT! MEMANGNYA DIA SIAPA, HAH?!" bentak Kyuhyun murka. "LIHAT SAJA! AKAN KUSURUH APPA MEMECAT KALIAN! DASAR TAK BERGUNA!"
Kyuhyun lalu menghabiskan waktu sepuluh menit untuk memaki dan memarahi semua orang.
"MINGGIR! AKU AKAN MENEMUI APPA SEKARANG!" bentaknya sambil mendorong Mr. Park yang berusaha menenangkannya. "AWAS SAJA KALAU ORANG ITU PEGAWAI DI SINI! AKAN KUSINGKIRKAN DIA! BRENGSEK! F*CK!"
Dengan amarah yang meluap-luap, Kyuhyun berusaha bangun dibantu oleh Mr. Park. Dia lalu masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai tempat kantor appanya.
Selama di dalam lift tersebut Kyuhyun tak berhenti memaki dan membentak siapa saja yang kebetulan akan masuk ke dalam lift. Hal tersebut membuat para pegawai mengurungkan niatnya masuk ke dalam lift.
Ting
Kyuhyun segera keluar tepat setelah pintu lift terbuka. Dengan langkah yang dihentak-hentakkan, dia berjalan menuju kantor appanya.
BRAK
"APPA! KAU TAHU, ADA NAMJA BAR-BAR TADI DI LOBBY! DIA BERNIAT MEMBUNUHKU! KAU HARUSNYA LIHAT TADI! DIA KASAR SEKALI! PADAHAL DIA NAMJA PENDEK BERMUKA SERAM YANG- … sedang duduk di depanmu…"
Alis Kyuhyun bertaut melihat pemandangan di depannya. Namja kurang ajar tadi sedang dalam posisi berjabat tangan dengan sang appa.
Wajah appanya tampak terkejut, sementara wajah si cebol itu memucat.
Sepertinya dia mulai menyadari situasinya.
Sebuah seringai menghiasi wajah tampannya –yang sudah bonyok. Lalu dengan entengnya dia berkata,
"Pecat dia."
:
:
BRAK
"KAU GILA?!" bentak Kyuhyun setelah menggebrak meja kasar. "PELAYAN MACAM APA YANG MEMUKULI MAJIKANNYA?!"
Yesung sudah berwajah masam di samping Kyuhyun.
Hangeng menatap anaknya itu bosan. "Pasti kau sudah kurang ajar, makanya Yesung memukulmu."
Kyuhyun membelalak. "KAU MEMBELA DIA?!" pekiknya sambil menunjuk hidung Yesung.
'KURANG AJAR!' ingin rasanya Yesung menggigit jari itu, jika saja dia tidak ingat kalau nasib pekerjaannya sedang di ujung tanduk. Yang sekarang harus ia lakukan adalah duduk manis dan memasang wajah malaikat serta berdoa Hangeng tidak memecatnya.
Hangeng menatap Kyuhyun tajam. "Kenapa kau kemari? Harusnya kau di sekolah sekarang."
Kyuhyun memutar matanya jengah. "Aku malas!" dia mencibir. "Sekolah juga tidak berguna."
Hangeng menghembuskan napasnya kasar. "Appa tahu kau jenius, Kyuhyun ah… tapi tetap saja… kau harus sekolah!"
Yesung melirik Kyuhyun. Jenius? Bocah ini?
Kyuhyun menggeram. "Yaya, aku akan ke sekolah besok." Dia menatap Hangeng tajam. "Intinya aku tidak setuju namja bar-bar ini mengurus kami!" desisnya penuh penekanan sambil menepuk kepala Yesung kasar.
THAT'S IT
Yesung tanpa peringatan langsung menggigit tangan Kyuhyun dengan sangat kuat.
"GYAAAAAAAAAAAHHH!"
Kyuhyun mendorong kepala Yesung, berusaha melepaskan gigitannya, tapi sia-sia saja.
Persetan dengan pekerjaan, harga diri Yesung tetap nomor satu!
Lagipula setelah ini juga kayaknya dia bakal dipecat.
Jadi tak ada ruginya Yesung memberi kenangan 'manis' pada Kyuhyun.
Yesung tak akan melepaskan gigitannya!
"YAK LEPASKAN! AARGH! APPO! APPO! YAK APPAAA! LAKUKAN SESUATU! AARGH!"
Hangeng hanya menonton kejadian di depannya dengan antusias. Dia bertopang dagu. Tampak sangat senang melihat penderitaan anaknya.
"YAK APPA!"
Hangeng memutar matanya jengah. "Yesungsshi, jeosonghamnida, tapi bisa kau lepaskan gigitanmu sebentar?"
Yesung menurut, melepas gigitannya.
Hangeng menatap Kyuhyun. "… Belajarlah sopan santun." Setelah berkata begitu, Hangeng melirik Yesung.
Yesung yang paham langsung kembali menggigit tangan Kyuhyun.
Pekikan namja tampan itu tak dia pedulikan sama sekali.
:
:
"Baiklah Yesungsshi, mulai besok kau akan tinggal di rumahku."
Yesung melotot, sementara Kyuhyun disampingnya yang sibuk meniup tangannya ikut membelalak.
"Hah?!" balas Yesung dan Kyuhyun kompak.
Hangeng memasang wajah tak berdosa. "Kenapa?"
"S-saya tidak dipecat?" Tanya Yesung, seratus persen bingung.
Hangeng tersenyum. "Kenapa aku harus memecatmu?"
"KENAPA?!" pekik Kyuhyun tak terima. Dia mengibas-ngibaskan tangannya yang bekas digigit ke depan wajah sang appa. "Oh, I dunno, maybe BECAUSE HE BIT ME?! AND NOT TO MENTION, PUNCHED ME?!"
Yesung mengkeret.
"Justru itu." Hangeng memberi senyum malaikatnya ke arah Kyuhyun. "Baru kali ini appa lihat ada yang berani melawanmu, bahkan setelah tahu statusmu."
Kyuhyun masih menatap appanya tak percaya.
"Jadi Yesungsshi, semoga kau bisa tahan menghadapi anak-anakku ya." Hangeng memberi senyum manisnya pada Yesung. "Jika ada apa-apa, kau bisa menghubungiku."
Wajah Yesung langsung cerah. Dia sontak berdiri. "N-ne! Kamsahamnida, sajangnim!" pekiknya sambil membungkuk.
Hangeng tertawa. "Baiklah, kau bisa pergi sekarang. Terima kasih atas waktumu, Yesungsshi."
Yesung meluruskan posturnya, tetap tersenyum cerah. "Ne! kamshamanida!" lalu tanpa melihat wajah Kyuhyun, dia melenggang keluar dari ruangan Hangeng.
Menyisakan appa dan anak itu berduaan.
"… Kenapa…?" Tanya Kyuhyun, masih shock.
"Karena kau, dan dua saudaramu itu, perlu belajar sopan santun." Hangeng menghela napas berat. "Yesung akan mengawasi kalian."
Kyuhyun memicingkan matanya. "Kau tak bisa melakukan ini."
Hangeng tersenyum. "Oh, sangat bisa."
Kyuhyun mengacak surainya, emosi. "Katakan kau bercanda!"
"Tidak sama sekali."
Kyuhyun menggeram. Ia berdiri kemudian berlari keluar ruangan Hangeng.
BRAK
Hangeng memijit lehernya yang pegal. "Dasar anak merepotkan…" ia tersenyum simpul.
-Meanwhile…
"YAK! BERHENTI KAU!"
Senyum di wajah Yesung langsung luntur. Bocah ini lagi. Apa sih maunya?
Yesung berbalik dengan malas, melihat Kyuhyun yang mendekatinya.
"Jangan senang dulu kau! Akan kupastikan kau minggat dari rumahku!"
Yesung memberi senyum meremehkannya. "Rumahmu? Lebih tepatnya rumah APPAmu!"
Kyuhyun membelalak. "WHAT?! REPEAT THAT IF YOU DARE!"
Yesung mendesis. "Tidak bisakah kau bicara bahasa korea saja?"
"SHUT UP! YOU LITTLE-"
BUAGH
Kyuhyun melotot sambil memegangi pipinya. Yesung menonjoknya lagi! Oke, memang tidak terlalu kuat, tapi tetap saja!
"Aku lebih tua darimu!" Yesung mengingatkan. "Kau benar-benar bocah yang tidak tahu sopan santun!"
Kyuhyun masih shock.
"Mulai besok aku akan mengajarimu sopan santun. Siap-siap saja!" Yesung tersenyum puas sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun pelan. "Sampai jumpa~!"
Kyuhyun hanya memandangi sosok pendek yang semakin menjauh itu, hingga hilang ditelan pintu lift yang tertutup.
"Namja sialan itu…"
:
:
"Siwon oppa~!"
Siwon membuka matanya, melirik yeoja cantik di sampingnya. "Heuungg? Kenapa, Suranie~?"
"Kau sudah mabuk ya~?"
Siwon terkekeh. Ia meletakkan gelas berisi winenya ke atas meja. "Aniya~! Aku baik-baik saja~!"
Surani menyeringai kecil. "Eung~ geure~?"
Siwon mengangguk-angguk, matanya kembali terpejam –berusaha menahan rasa pusing di kepalanya.
"Oppa~~~! Ada tas yang kuinginkan~!"
Siwon menguap. "Ah~ arraseo~… oppa paham~…" dia meraih dompet di dalam saku celananya, lalu memberikannya pada Suran. "Belilah apapun yang kau mauu~…"
Yeoja itu menerima dompet Siwon dengan senang hati. "Gomawo oppa~! Suran makin sayang deh~!" ujarnya dengan nada imut. "Kalo gitu Suran pergi dulu yaa~~!" dia mengecup bibir Siwon sekilas, lalu bergegas beranjak meninggalkan namja tampan itu.
Siwon terkekeh. Dia meraih sebatang rokok di atas meja lalu menyalakannya.
"Hhh…" dia menatap asap yang mengepul di depan matanya.
Dia mengantuk.
Drrt
Tapi getaran ponselnya menggagalkan rencananya untuk tidur.
"Hnggg?" alisnya terangkat. "Kyuhyun…?"
:
:
Kibum memperbaiki letak topinya. Napasnya tersengal, sementara wajahnya dipenuhi peluh. Dia baru saja melarikan diri dari bodyguard yang ditugaskan appanya untuk menjaganya.
Di sinilah dia, bersembunyi di belakang sebuah gedung, di atas pagar beton yang tersembunyi dengan baik. Rasanya tempat persembunyiannya hari ini sangat bagus.
Para bodyguard itu tak akan menemukannya di sini.
Dia benci diikuti sepanjang hari.
Dia menginginkan kebebasan.
Dan sekolah adalah nama lain dari penjara.
"Tuan muda?!"
Kibum berdecih. Dia merapatkan dirinya di dinding. Maniknya melirik ke bawah dan melihat para bodyguardnya yang berteriak memanggilnya. Mereka berlarian mengitari area jalan itu, tampak kebingungan.
"Keras kepala." Gumam Kibum. "Kali ini aku tidak akan tertangkap."
Setelah yakin mereka sudah pergi, Kibum duduk dan menyandarkan dirinya di dinding gedung. Dia kemudian mendongak menatap langit.
Sangat cerah.
"… Hari inipun aku membenci dunia."
Drrt
Tas Kibum bergetar. Kibum menghela napas kasar. Ia membuka tasnya lalu mencari ponselnya.
Chat dari Kyuhyun.
TAN BROTHERS
Kyuhyun: Woi!
Siwon: Yaaaaaa adkeuuu syaaaanggg~
Kyuhyun: Kau mabuk?
Siwon: Aniyaaaa
Kibum: *read*
Kyuhyun: YAK TAN KIBUM!
Kibum: what? -_-
Kyuhyun: Aku punya berita buruk untuk kalian semua!
Siwon: Appa menonggaaaal~?
Kibum: Aku bisa mencium bau alkoholmu dari sini, kuda.
Kyuhyun: Bukan itu! Appa sudah menemukan pelayan baru kita!
Kibum: Masalahnya apa? Bukannya sudah biasa?-_-
Siwon: Kyuhyun sprtnta nmlai khlngan jenisunyaaaa~
Kyuhyun: Tidak guna bicara denganmu, kuda.
Siwon: Mwooo?
Kibum: *read*
Kyuhyun: *emoticon kesal* Masalahnya ada pada pelayannya ini!
Kibum&Siwon: *read*
Kyuhyun: DIA NAMJA BAR-BAR YANG BERANI MEMUKULKU! AKU SAMPAI BONYOK BEGINI!
Kyuhyun mengirim gambar
Kibum: *read*
Siwon: Lmao
Kyuhyun: YAK! AKU SERIUS! KITA HARUS MENYINGKIRKANNYA!
Siwon&Kibum: *read*
Kyuhyun: f*ck
Kyuhyun keluar dari grup
Siwon mengundang Kyuhyun ke grup
Kyuhyun memblok undangan grup
Siwon: Dia bnar-banr tk bisa diajak bcnda
TBC
Yehet~?*wink*/dipanah
Mian telatdan HAPPY BIRTHDAY MY MOMMY~~~! SEMOGA PANJANG UMUR, MURAH REZEKI, SEHAT SELALU, DAN MAKIN MANIS! JUGA KEPADA APPLE OPPAKU! HAPPY BIRTHDAY! MIAN TELAT DUA HARI~!
Oke, jadi beginilah chapt 2. Semoga diterima yah~!:v Btw Hae oppanya gak jadi, diganti jadi Kibum, entah kenapa Ucchan lebih ngerasa feelnya kalo pake KibumXD mianne~
Ucchan mau cerita!(krik) Ucchan keterima di UNIKOM, jurusan DKV~! Pas Ucchan nanya di grup chat, gak ada yang ELF…T.T cedih, tapi ya sudahlah.
Hmm… ngomong apalagi ya…
Oh ya, KCON LA 2017 eunhae… ELFnya dikit banget…TmT wajah Eunhae udah sedih… untung banyak fans lain yang bantu nyorakin…
Eh tapi Ucchan takjub loh, mereka live bok:v walau kadang suara Donghae oppa ilang, tapi itu membuktikan dia bisa nyanyi~! Eunhyuk juga~! Pas Eunhyuk nyanyi, Ucchan jerit-jerit gaje "DIA RAPPER LOH! RAPPER!"
Ya jadi intinya semua member SJ bisa nyanyi:v *proudELF*
Terima kasih atas semua reviewnya~! Ucchan sangat berterima kasih masih ada yang mau ngebaca karya author ngaret kayak UcchanXD Ucchan akan lebih berjuang lagi!:0
Sekali lagi, terima kasih banyak~!
Singkat kata,
Review please~~?
