UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

MY LOVE FOR U

Chapt 3: Fly Away


Cast: Super Junior, Other


Main Cast: Yesung, Kyuhyun, Kibum, Siwon


Other Cast: Super Junior Member, Other


Main Pair: WonYeKyuBum


Other Pair: HanChul, HaeHyuk, MinWook


Genre: Angst, Romance, Family


Rated: T


Diclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!


Warn!: BL(Boys!Love), Yemma disiksa/plak/, plotnya secepat cheetah(?), dan romancenya semelempem kerupuk dikala musim hujan(?), GAJE


I LOVE U

:::

FOREVER


Terinjak.

Terpukul.

Tertampar.

Tersobek.

Semuanya…

Kalian lakukan padaku.

… Bukankah cintaku ini sangatlah kuat…?

:::

Yesung perlahan membuka kedua sarang obsidiannya. Ia menatap sayu kearah jam dinding. Sudah pagi. Dia harus segera bangun dan menyiapkan sarapan untuk kedua suaminya –berhubung Kibum belum pulang.

Yesung memaksakan tubuhnya yang letih untuk bangun. Semalam Yesung sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak. Air matanya tidak mau berhenti menetes, walau kedua matanya sudah terasa sangat berat. Akibatnya sepasang kantong mata mengerikan telah menghiasi wajah manisnya.

Yesung menyeret dirinya untuk turun kelantai bawah. Berniat membuat sarapan. Bibimbap menjadi pilihannya. Tak lupa dia mengeluarkan cake yang sengaja disimpannya untuk para suaminya itu.

Selesai memasakkan sarapan untuk kedua suaminya, Yesung bergegas kelantai atas untuk membangunkan Siwon dan Kyuhyun.

Krieet

"Siwonnie…?" panggil Yesung pelan sambil membuka pintu kamar Siwon. Yang dilihatnya, adalah sang suami yang tengah memakai kemeja putihnya.

"Ada apa?"

"Aku sudah membuatkan sarapan…" ujar Yesung sambil tersenyum manis. "Aku juga sudah menyimpan cake untuk-"

"Aku akan makan dikantor saja. aku terburu-buru hari ini." Ucap Siwon sambil merapikan dasinya.

DEG

Yesung membelalakkan matanya. ""T-tapi…"

"Kau bangunkan saja Kyuhyun."

Yesung menunduk. "Baik…" ia lalu berbalik keluar dari kamar Siwon. Kini dia harus membangunkan Kyuhyun.

Krieet

"Kyuu…?"

Kyuhyun yang sedang sibuk memeriksa isi tasnya hanya bergumam pelan.

Yesung memilin ujung baju piyamanya gugup. "Itu… makanan sudah siap… aku juga menyimpan cake cokelat untukmu…"

Hening melanda. Kyuhyun tetap sibuk memeriksa isi tasnya, sementara Yesung hanya menunduk, takut bersuara.

"… Aku tidak lapar. Makan saja."

Sekali lagi. Yesung merasakan hatinya seakan dibanting kelantai, dan diinjak-injak oleh Kyuhyun. Kenapa nada Kyuhyun harus sedingin itu padanya…?

"…"

"… Wae? Keluar dari kamarku." Kyuhyun menatap Yesung dingin.

"A-aku sudah sengaja menyisakannya untukmu, Kyu…" lirih Yesung sambil memainkan jari mungilnya. Masih berharap agar Kyuhyun mau makan bersamanya.

"… Aku tidak peduli."

… Yesung sudah bisa menduganya.

"Aku mengerti… mian sudah mengganggumu, Kyu…"

"..."

Blam

:

:

"… Yeoboseo, Kibummie…? Jam berapa kau pulang…?" lirih Yesung ditelepon.

"…"

Kedua sarang obsidian Yesung kembali menyayu mendengar suara Kibum.

"Kenapa…? Kenapa kau tidak bisa pulang lagi, Kibummie…?" tanyanya kecewa. "… Apa pekerjaanmu lebih penting dariku, Kibummie…?"

"…"

"Apa kau masih mencintaiku, Kibumm-"

CLICK

Yesung menatap layar ponselnya kosong. Telepon diputus dari pihak Kibum. Sekali lagi, Yesung merasakan nyeri di ulu hatinya. Ada apa dengan Kibum? Kenapa Kibum berubah…?

Kriing~~

Yesung mengerutkan dahinya saat mendapat telepon dari Ryeowook. Dia memutuskan untuk mengangkat telepon dari Ryeowook. "Yeoboseo, Wookie? Ada apa?"

"…"

Yesung mengernyit mendengar nada panik disuara Ryeowook. "Lihat TV?" Yesung melangkah keruang tengah, dan menyalakan TV tipe flatnya.

Dan pandangannya seketika mengabur tatkala melihat berita yang terpampang jelas didepannya.

"Aktor terkenal Choi Kibum tertangkap basah tengah berciuman mesra dengan rekan sesama artisnya, Victoria. Keduanya diduga menjalin hubungan rahasia."

:

:

Jrasshh

Yesung tetap diam. Tak bergerak. Membiarkan tubuhnya basah oleh guyuran shower. Dia sudah tidak bisa berpikir lagi. Membiarkan tetes demi tetes air dingin itu bercampur dengan air matanya.

Bohong jika Yesung bilang dia tidak lelah. Dia lelah.

Sangat malah.

Tapi cintanya pada ketiga suaminya itu sudah benar-benar membutakannya. Bahkan meski dia menyadari ketiga suaminya itu sudah tidak mencintainya lagi, tapi dia tetap dengan keras kepalanya bertahan.

… Jika saja dulu dia tidak menerima lamaran ketiga suaminya… mungkin semua akan berbeda…

Yesung mengepalkan tangannya, berusaha mati-matian menahan isakkannya. Kelakuan ketiga suaminya kembali terputar dibenaknya. Seakan terus ingin mengganggunya, dan tidak pernah mau pergi. Dia ingin sadar… ketiga suaminya sudah tidak mencintainya.

"… Mianhae… semua ini memang kesalahan…"

"… Ternyata aku memang tidak pantas untuk kalian…"


-Esoknya…

Kring~

Bunyi bel terdengar pertanda ada pelanggan masuk. Yeoja yang berdiri dibelakang etalase toko itu mendongak, dan senyumnya langsung nampak. "Mau beli kue lagi, Yesungsshi?" tanyanya ramah.

Namja manis yang dipanggilnya Yesung itu hanya berdiri disana, tanpa ekspresi. "… Apa… kau bisa mengajariku… membuat kue…?"

Sang yeoja terdiam. Yesung tampak berantakkan. Wajahnya pucat dengan mata yang membengkak –sepertinya karena terlalu lama menangis. Tubuhnya juga tampak lebih kurus. Dan… pipinya memerah seperti bekas tamparan.

Yeoja itu tersenyum. Memilih untuk tidak ikut campur. "Aku mengerti. Silahkan lewat sini…"

Yesung mengangguk.

… Ia akan memastikan sesuatu hari ini.

:::


Flashback: On


Yesung menelepon Kibum, ingin bertanya apa Kibum ingat hari apa ini. "… Yeoboseo, Kibummie…?"

"… Ah~~ ahh~ B-Bummieeh~! Oppah~! Aah~! Right~! Disituh~~! Oh Goodd!"

:

:

DEG

:

:

Yesung terpaku mendengar suara desahan yeoja dari line seberang. "… Kibummie…?" lirihnya. Kembali merasakan perih dihatinya.

"Gosh… You are so damn tight, Victoria…!"

Tes

Tes

Air mata itu kembali menetes dari sarang obsidiannya. Jelas sudah.

Kibum bercinta dengan orang lain.

:

:

Tepat di hari jadi pernikahan mereka.

:

:


Flashback: Off


:::

-Seoul University…

Kyuhyun menatap jatah makan siangnya dengan tatapan kosong. Teringat lagi kejadian tadi pagi.

"Kyu… bolehkah kau pulang cepat hari ini…?"

Kyuhyun masih mengingat betapa pucat wajah Yesung dan matanya yang tampak bengkak tadi pagi.

"… Entah."

"… Berjanjilah, Kyu…"

"… Tidak."

"Kyu…! Kumohon! Hari ini adalah hari penting dan aku-"

PLAK

"Kubilang tidak!"

… Kyuhyun menamparnya. Istrinya sendiri. Yesung. Kyuhyun sendiri cukup terkejut dengan kelakuannya. Tapi ego membuatnya tidak peduli. Dia langsung berbalik, tidak mau melihat ekspresi Yesung setelah Kyuhyun menamparnya.

… Entah kenapa suatu perasaan benci menyeruak didada Kyuhyun. Kenapa dia selalu memperlakukan Yesung seperti ini? Memperlakukan Yesung seakan dia adalah orang asing?

… Kyuhyun juga tidak tahu jawabannya.

Kyuhyun menghela napas berat. 'Sebaiknya aku segera makan…'

Drrtt… drtt…

Kyuhyun yang baru saja hendak menyantap makan siangnya, merogoh saku celananya dengan hati dongkol. Alisnya terangkat saat membaca nama yang tertera dilayar ponselnya. "Yesung…?" gumamnya.

Ia memutuskan untuk mengangkat telepon Yesung. "Ada apa?" tanyanya langsung.

"…"

Kyuhyun mengernyit. "Hari ini? Entahlah."

"…"

Kyuhyun merengut. "Kubilang aku tidak tahu! Dan aku juga tidak peduli!" bentaknya marah. Untuk apa Yesung meneleponnya saat jam makan siang begini? Hanya untuk menanyakan hari apa ini? Benar-benar buang waktu saja!

"…"

Kyuhyun terdiam mendengar tak ada jawaban apapun dari Yesung. namun tak lama kemudian suara Yesung kembali terdengar.

"…"

Kyuhyun tertegun. "C-cerai?!"

"…"

"JANGAN BERCANDA!" bentak Kyuhyun lalu membanting smartphonenya kasar tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Napasnya terengah. Dia benar-benar emosi sekarang. Yesung berkata akan bercerai dari mereka? Darinya?!

"Cerai…" Kyuhyun menghela napas. "Sial… katakan kau bercanda…" ia menggeleng lemas. "… Semoga kau bercanda."


-Choi Corp…

"Oppaa~!"

"Hm?" sahut Siwon sambil tetap menyesap kopi hitamnya.

Nampak sesosok yeoja cantik berpakaian ketat tengah duduk dipangkuan Choi sulung itu. "Ada tas yang kuincar, oppaaa~!" ujarnya manja. "Belikaan~!"

Siwon mengangguk. "Akan kubelikan untukmu, Rin."

Yeoja pirang itu memekik girang. "Kyaa~! Gomawo oppaa~! Saranghaeyoo~!" ia lalu mulai menciumi wajah tampan Siwon dengan sensual.

Siwon tersenyum. Baru saja dia hendak membalas ciuman Rin, smartphonenya berbunyi. Dia segera meraih ponselnya, dia mengernyit saat membaca nama yang tertera dilayar ponselnya. Biasanya dia tidak pernah menghubungi Siwon dijam kerja begini.

Dia memutuskan untuk mengangkat telepon dari istrinya, Yesung.

"Yeoboseo, Yesungie. Ada apa?" tanya Siwon langsung.

"…"

"Hari ini? Tidak terlalu penting 'kan?" tanyanya heran. "Kalau tidak ada hal penting yang mau kau bicarakan, aku akan menutup telepon. Aku banyak kerjaan, kau tahu."

"Oppa? Siapa yang kau telepon?" tanya yeoja bernama Rin itu manja.

"Bukan siapa-siapa." Jawab Siwon cepat.

… Dan dia tidak sadar Yesung mendengar ucapannya itu.

"…"

"Hm? Apa?" Siwon entah kenapa merasakan firasat buruk. Apalagi suara Yesung terdengar bergetar.

"…"

Dark chocolatenya membelalak. "Cerai?! T-tapi Yesungie! Aku-"

Click

Siwon menatap layar ponselnya kosong. Yesung memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Cerai… Yesung ingin bercerai darinya… dari mereka…

Siwon menggeleng, lalu berusaha menelepon Yesung lagi. Namun usahanya itu gagal. "Sial…"

"Waeyo, oppa?"

"Tidak…" gumam Siwon. "Tidak ada apa-apa…" yeoja cantik itu tersenyum, lalu mulai mencium bibir joker Siwon dengan ganas.

Siwon memejamkan matanya, berpikir 'Mianhae, baby… aku hanya sedang… jenuh padamu…', lalu mulai membalas ciuman yeoja yang ditemuinya diklub malam itu.

:

:

'… Jangan pergi.'

:

:

-Tokyo International Airport…(?)

Kibum memandang layar ponselnya dengan cemas. Dia sudah berusaha menelepon Yesung, namun namja manis itu sama sekali tidak mau menjawabnya. Dia juga sudah berusaha mengirim sms pada Yesung, memintanya mengangkat ponselnya. Namun nihil.

Dia mengetahui rencana rekan kerjanya. Dia menggoda Kibum, membuat Kibum mabuk, dan ujungnya mereka memesan kamar hotel tadi malam. Saat mereka bercinta, yeoja bernama Victoria itu mengangkat telepon Yesung tanpa sepengetahuan Kibum. Tentu saja Yesung mendengar desahan keduanya.

Kibum benar-benar panik. Dia tahu dia salah, dia mengkhianati Yesung. Tapi dia benar-benar khilaf. Dia tergoda, dan malah menyetubuhi rekan kerjanya itu. dia harus segera meminta maaf pada Yesung.

Kriing~

Hurt me, love me, but don't you say goodbye~…

Kriing~

Kibum terperanjat kaget saat ponselnya mendadak berbunyi. Tanpa melihat layar ponselnya, dia segera mengangkat telepon. Karena dia tahu itu telepon dari Yesung.

"Yeoboseo, baby! Aku dibandara sekarang! Aku akan sampai jam 6 nanti!" tembak Kibum langsung.

"…"

Kibum mengernyit. "Hari ini? Sudahlah! Itu tak penting!"

"…"

Tubuh Kibum seketika menegang. "Cerai?! Jangan bercanda baby! Soal teleponmu yang tadi pagi itu-"

KLIK

Kibum menatap layar ponselnya shock. Yesung memutuskan line teleponnya. Kibum berusaha menghubungi ponsel Yesung lagi, namun ponselnya tidak aktif.

"Shit…! Kenapa kau mematikan ponselmu, baby…!?" Kibum benar-benar panik sekarang.

Ding~

Pesawat Korean 727(?) dengan tujuan Korea Selatan akan segera berangkat sebentar lagi. penumpang yang telah memiliki tiket, harap segera menuju gerbang 8-A. Sekali lagi…

Ding~

Kibum berdecak kesal. Dia buru-buru mengirim sms untuk Yesung lalu melangkah pergi.

"Baby, mianhae. Aku tahu aku salah. Aku akan segera kesana dan menjelaskan segalanya! Aku berjanji! Jangan pergi! Saranghaeyo!"

:

:

-Yesung's Side…

Yesung segera mematikan ponselnya begitu ia selesai menelepon Kibum. Ditatapnya sebuah pigura kecil diatas coffe table disudut kamarnya.

Foto dirinya dan ketiga suaminya itu.

Setelah semua perjuangan mereka untuk menikah, ketiga suaminya itu dengan mudahnya membuat Yesung hancur seperti ini. Tidakkah mereka memikirkan perasaan Yesung? Yesung telah mengorbankan segalanya. Harta, harga diri… dia bahkan rela merendahkan dirinya sendiri dihadapan orang tua ketiga suaminya itu.

… Dan semuanya berujung bencana. Berantakan. Tak tertolong lagi.

"KAU TIDAK PANTAS UNTUK ANAK-ANAKKU!"

"DASAR NAMJA JALANG! KAU PASTI MENGGODA ANAK-ANAKKU!"

"JANGAN HARAP KAU BISA BERSANDING DENGAN MEREKA! KARENA KAU TIDAK AKAN PERNAH PANTAS UNTUK MEREKA!"

Yesung tersenyum miris, memejamkan matanya, mengingat perkataan orang tua ketiga suaminya. Mereka benar. Orang tua ketiga suaminya itu benar. Dan dia salah. Tidak seharusnya dia menerima mereka bertiga. Tidak seharusnya dia ngotot menikahi mereka.

… Karena mereka terlalu jauh. Tak bisa terkejar.

… Membayangkan lagi semua yang telah dilaluinya bersama ketiga suaminya.

Sepedih apapun itu, seperih dan semenyakitkan apapun itu, dan sebesar apapun kesalahan yang telah mereka perbuat, Yesung selalu bisa bertahan. Karena dia meyakini cinta ketiga suaminya tersebut.

Dia yakin. Bahkan sampai saat mereka sudah tidak mencintainyapun, Yesung masih memaksakan diri untuk yakin. Bertahan demi sebuah kehancuran yang sia-sia.

Mereka bahkan tidak ingat hari apa ini…

Dia lelah.

… Terlalu lelah…

"… Tak ada satupun dari kalian yang ingat kalau hari ini adalah hari jadi pernikahan kita…" isakkan itu kembali lolos, bersamaan dengan air mata yang telah jatuh.

Lagi.

Yesung menyeka air matanya dengan tatapan kosong kearah jendela yang menunjukkan keadaan siang itu yang sangat mendung. Sebentar lagi akan hujan, dan sebentar lagi… Yesung akan keluar dari rumah ini.

Ini yang terbaik.

"… Kuharap kalian akan menemukan penggantiku." Dia tersenyum tulus. Menguatkan hatinya.

"… Yang lebih pantas dibandingkan denganku."

:::

Aku yang mencintai.

Dan aku yang terlukai.

Sementara kalian?

Tak seorangpun dari kalian yang merasakan apa yang kurasakan.

… Lagi-lagi aku hanyalah seorang bodoh yang terlalu percaya dengan kisah akhir sebuah dongeng…

… Dimana si miskin Cinderella dapat hidup bahagia dengan pangeran tampan yang selalu dicintainya…

Tidak pernah disakiti dan selalu dicintai oleh pangeran itu.

Well…

Mungkin karena itulah mereka menyebutnya 'Dongeng'.

:::

-8 PM, WonYeKyuBum's House…

Drap

Drap

Drap

Terdengar langkah kaki sesosok namja berwajah panik. Dia buru-buru menuju pintu rumah, dan mengetuk-ngetuk pintu ebony itu tak sabaran. "Baby, aku sudah pulang! Mian aku terlambat! Tadi macet! Tolong buka pintunya!"

Hening…

Tak ada jawaban maupun tanda-tanda kehidupan dari dalam rumah.

Namja itu semakin panik. Dia berusaha mendial ponsel sang istri, namun lagi-lagi ponsel istrinya tidak aktif. "Eotteokhe?!"

Drap

Drap

"Kibum ah!"

Namja bernama Kibum itu menoleh keasal suara. "Siwon hyung!"

Siwon berlari kearah Kibum dengan bingung. "Kenapa kau tidak masuk?"

"Pintunya terkunci!" jelas Kibum tanpa mengurangi sedikitpun raut panik diwajah tampannya. "Dan Yesung sama sekali tidak membuka pintu!"

"Mwo?! Dia masih disini 'kan?!" prasangka-prasangka buruk mulai menyerang diri Siwon. "Tunggu sebentar, biar kubuka!" Siwon merogoh saku celananya, dan terbelalak saat tidak menemukan apa yang dia cari. "Shit! Kunci rumah tertinggal dikantor!"

"Mwo?! Bagaimana ini?!" Kibum menjambak rambutnya frustasi. Biasanya dia akan menghadapi masalah dengan tenang, namun kali ini lain cerita jika sudah berhubungan dengan YesungNYA. Oke, bukan hanya miliknya. Tapi milik hyung dan dongsaengnya juga.

"Aku akan mengambilnya! Kau tunggu disini dan- Kyu!" panggil Siwon saat melihat adik bungsunya yang tengah berjalan santai kearah keduanya.

"Mwo?" tanya Kyuhyun tetap dengan wajah datarnya.

"Cepat buka pintu rumah!" suruh Siwon panik.

DEG

Perasaan Kyuhyun langsung tidak enak. Dia buru-buru mengambil kunci duplikat rumah mereka dari saku celananya, dan berlari kepintu rumah dengan perasaan tak menentu.

Dia takut. Takut Yesung benar-benar pergi.

Cklek

Krieet

Dan yang pertama ditemukan oleh Choi bersaudara itu adalah keadaan rumah yang gelap gulita.

"Baby…?" lirih Kibum. Mereka bertiga berjalan dengan menempel didinding untuk mencari saklar lampu.

Siwon mengernyit saat melihat cahaya yang berasal dari ruang makan. "Hei, lihat itu!"

Mereka bertiga bergegas menuju ruang makan.

"Baby-"

DEG

Jantung mereka seakan kembali berhenti berdetak. Nampak diatas meja… sebuah cake cokelat tingkat dua dengan krim vanilla, jangan lupakan sebuah patung pengantin dipuncak cake cokelat itu.

Dan tampak juga tulisan dari whipe cream strawberry.

"Happy 1st Anniversary…" baca Kyuhyun pelan.

Ketiganya langsung merasa sangat bersalah. Bagaimana bisa mereka melupakan hari jadi pernikahan mereka…? Kyuhyun bahkan menampar Yesung tadi pagi. Siwon asyik bercumbu dengan yeoja lain.

… Kibum…? Dia malah bercinta dengan orang lain dihari jadi pernikahannya dengan Yesung…

Kibum melangkah mendekati cake itu, dan meraih sebuah kertas putih yang tergeletak disamping sebuah kertas yang telah ditanda tangani Yesung –dan Kibum meyakininya sebagai surat cerai.

Siwon dan Kyuhyunpun melangkah mendekatinya, dan ikut menatap kertas putih itu dengan tatapan kosong.

Dikertas putih itu hanya terdapat sebaris kalimat…

Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Saranghaeyo.


Flashback: On


-MinWook's House…

"Ada apa Wookie?" tanya Sungmin saat melihat istrinya gelisah. Ryeowook menggeleng tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela yang basah karena terkena air hujan.

"… Nan mollayo… aku merasa ada sesuatu yang buruk terjadi…" gumamnya lirih. Sore ini hujan turun dengan sangat deras, membuat Ryeowook memikirkan berbagai hal-hal buruk.

'… Yesung hyung…'

Ting tong~

Ryeowook mengernyit. Tamu? Dia menatap Sungmin yang melangkah kepintu depan untuk membuka pintu.

Krieet

"Ya- Yesung hyung?!"

DEG

Ryeowook terbelalak saat mendengar nama Yesung disebut.

"A-apa yang terja- Waa! Yesung hyung! Wookie! Cepat tolong aku!"

… Dan ketakutan Ryeowook terbukti benar adanya.

:

:

"Jadi… kau berpisah dari mereka, hyung…?" tanya Ryeowook sambil mengeringkan surai basah Yesung dengan handuk.

"Ne… ini untuk yang terbaik…" Yesung menunduk, menatap kosong kearah cokelat panas yang dibuatkan Ryeowook. Setelah dia pergi dari rumah ketiga -mantan- suaminya, yang dipikirkannya adalah Ryeowook, sahabatnya. Dan begitu Sungmin membuka pintu rumah, dia justru pingsan. Yesung benar-benar merasa bersalah karena telah merepotkan kedua orang yang sangat dia sayangi ini.

Ryeowook memandangi wajah Yesung dengan sedih. Dulu Yesung tampak selalu ceria setelah menikah dengan ketiga suaminya itu. tapi sekarang… "… Kau bisa tinggal disini, Yesungie hyung…"

Sungmin yang duduk disamping Yesung mengangguk. "Tinggalah disini, hyung…"

Yesung tersenyum tipis. "… Gomawo…" gumamnya. "Tapi aku tidak ingin merepotkan kalian lebih dari ini. Aku akan pulang kerumah lamaku."

Ryeowook menggeleng, lalu memeluk Yesung dengan sedikit terisak. "Aku tidak pernah menganggapmu merepotkan, hyung…"

Yesung tertawa kecil lalu membalas pelukan Ryewook. Dia bahagia, masih memiliki sahabat baiknya, Ryeowook. "… Aku membawa tabunganku. Aku akan membuka cafeku disana."

Ryeowook mulai menangis saat menyadari Yesung memang sudah tidak bisa dibujuk lagi.

Yesung membelai surai Ryeowook penuh sayang. "Uljimma, Wookie… kau bisa mengunjungiku kapan saja… aku juga akan sering-sering meneleponmu."

Sungmin tersenyum lalu menepuk pelan punggung Ryeowook, bermaksud menguatkan –walau tanpa kata-kata.

Ryeowook akhirnya mengangguk, namun masih dengan sedikit terisak. "Tapi…" Ryeowook menatap Yesung dengan sebuah senyuman tipis. "Malam ini kau harus tidur disini, hyung…"

Sebuah senyuman manis merekah diwajah Yesung. "… Gomawo… jeongmal gomawo, Wookie…"

Sungmin menatap mereka berdua dalam diam. Dia berdiri, melangkah menjauh dari mereka, lalu meraih ponselnya.

Biip

"… Yeoboseo, Heechul hyung…? Kita harus bicara."


Flashback: Off


Kembali lagi kepada tiga sosok namja yang masih diam tak bergerak. Menatap kertas itu tetap dengan ekspresi yang tidak dapat dijelaskan.

"… Puas dengan yang kalian lihat?"

Ketiga namja itu langsung menoleh keasal suara, dan menemukan sesosok namja cantik yang tengah bersandar didinding ruang makan.

"Heechul hyung…"

Heechul menghela napas. "… Harusnya aku mencegah Yesungie menikah dengan kalian. Sejak awal aku tahu, kalian hanya akan melukainya. Hmm… tapi kurasa sudah bukan masalah karena Yesungie sudah pergi." Tatapannya menajam. "… Well… aku sudah berjanji pada Yesungie." Dia melangkah mendekati ketiga namja itu, lalu tanpa banyak bicara langsung menendang tiga namja itu sekaligus hingga membuat mereka tersungkur dilantai.

"… Aku sudah berjanji akan menghajar kalian jika kalian melukainya." Aura hitam yang pekat menguar dari tubuh sang diva.

Kyuhyun, Kibum, dan Siwon hanya diam. Tak membalas. Masih tak dapat menerima bahwa Yesung pergi.

"Kalian sangat bodoh."

Kali ini yang nampak adalah seorang namja bergigi kelinci yang menatap ketiga Choi bersaudara dengan pandangan menusuk. Dia menatap Kyuhyun. "… Padahal aku percaya padamu, Kyu. Tapi ternyata kau hanya mampu melukai Yesung hyung. Kalian tahu kalau Yesung hyung sangat mencintai kalian, bukan?"

"…"

"Hhh… aku akan membawa surat cerai ini kepengadilan besok. Sesuai permintaan Yesungie." Sungmin menghela napas seraya meraih kertas yang sudah ditanda tangani Yesung dan mengantonginya. "Heechul hyung, kita pulang."

Heechul mendecih, lalu melangkah mengikuti Sungmin yang sudah terlebih dahulu melangkah pergi. Namun langkahnya terhenti saat merasakan tangannya dicekal oleh seseorang.

Heechul menatap Siwon datar. "Apa maumu?"

"… Beritahu aku dimana dia."

Heechul tertawa mengejek. "Kalian pikir aku sebodoh itu? membiarkan kalian bertemu dengan Yesungie setelah apa yang telah kalian perbuat padanya?" raut wajahnya berubah drastis menjadi dingin. Ditepisnya tangan Siwon dengan kasar. "… Sampai matipun tidak akan kuberitahu."

Hening mencekam, Heechul tetap melempar deathglarenya pada ketiga namja itu.

Drrt

Sungmin meraih ponselnya yang bergetar, lalu mengangkat telepon dari istrinya. "Yeoboseo, Wookie? Ada apa?"

"…"

"Uljimma… katakan pelan-pelan…"

Semua perhatian tertuju pada si namja kelinci yang menghela napas berat.

"Arraseo. Aku akan segera pulang. Uljimma." Sungmin memutuskan teleponnya, lalu menatap kearah Choi bersaudara. Sebuah seringaian mengerikan nampak diwajahnya.

"… Kalian ingin melihatnya…? Baik. Aku mengerti. LIHATLAH DIA."


-MinWook's House…

Ryeowook menatap ketiga namja Choi itu dengan tatapan kosong. "Percuma kalian mencarinya… walau kalian membongkar rumah inipun, kalian tetap tidak akan menemukannya…"

"…"

Ryeowook menggigit bibir bawahnya, menahan perih. Yesung tersenyum padanya, mengatakan dia tidak mau merepotkan Sungmin dan Ryeowook, lalu pergi tanpa mau mendengarkan Ryeowook.

Ya.

"… Yesung hyung… sudah pergi…"


TBC


Wah, makin asyik yah, Ucchan suka deh nyiksa Yemma8D/PLAK/

Chapt depan udah setengah jadi. Tapi gak janji bisa uplat!/plak/ n mian kalo chapt ini gaje n ngebosenin.T..T

YAA! UCCHAN UDAH BUAT YEMMA MENCERAIKAN TIGA SEME TAK TAU DIUNTUNG ITUUUH! MWAHAHHAHAH!/PLAK

Ekhem.

Dan Ucchan juga tak yakin ini akan happy end. Tapi tergantung sikon yah./plak

Mian Ucchan belum bisa bales review!T..T kehidupan SMA disini sangat berat… apalagi eskul yang luar biasa(bikin sakit kepalanya)/plak.

Tapi Ucchan udah baca semua review~! Dan semua review readerdeul membuat Ucchan mendapat ide untuk ngelanjutin nih ff! mwehehhehehe:3/plak/ plot akhirnya Ucchan sedikit ubah. Jadi semoga masih mau menunggu!

Gomawo udah repot-repot review ne!^^ semoga gak bosen-bosen!

Singkat kata,

Review please~?^0^