"Kemana…?"

"Kemana kau pergi, baby…?"

"Jebal… jangan tinggalkan kami…"

"Maafkan kami… kembalilah…"

"… Jebal…"


UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

MY LOVE FOR U

Chapt 4: Bloody Wings


Cast: Super Junior, Other


Main Cast: Yesung, Kyuhyun, Kibum, Siwon


Other Cast: Super Junior Member, Other


Main Pair: WonYeKyuBum


Other Pair: HanChul, HaeHyuk, MinWook


Genre: Angst, Romance, Family


Rated: T


Diclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!


Warn!: BL(Boys!Love), Yemma disiksa/plak/, plotnya secepat cheetah(?), dan romancenya semelempem kerupuk dikala musim hujan(?), GAJE


I LOVE U

:::

FOREVER

:::


Aku sangat menginginkannya…

Belaian dari mereka…

Pelukan dari mereka…

Ciuman dari mereka…

Segala hal yang sudah tak pernah mereka lakukan lagi padaku.

Aku sangat merindukannya…

:::

Yesung meneguk kopi kalengannya dengan tatapan kosong. Melirik kearah tas besar yang berada disampingnya, lalu kembali membuang pandangannya kedepan. Yesung sedang menunggu kereta menuju Cheonan, kampung halamannya. Syukurlah dulu dia tidak memberitahu Choi bersaudara letak rumah lamanya. Sebelum menikah dulu Yesung memang menyewa sebuah mansion sederhana di Seoul.

Yesung memejamkan matanya. Mengingat lagi ketiga suaminya.

Sungguh… Yesung telah berusaha bertahan… walau terasa sangat berat… disaat mereka yang membuatnya bertahan sama sekali tidak peduli.

Kyuhyun mengacuhkannya…

Siwon mendiamkannya…

Kibum meninggalkannya…

Hapus ingatannya… tolong hapus ingatannya tentang mereka. Sembunyikanlah semua luka yang masih berdarah ini. Lumpuhkan segala ingatannya tentang mereka… buat dia melupakan mereka. (BGM: Lumpuhkanlah ingatanku dari GeishaXD/plak)

Yesung membuka matanya, dan melihat kereta yang akan dinaikinya telah datang. Ia tersenyum miris, melempar kopi kalengannya ketempat sampah didekatnya, lalu mengambil tas besarnya.

Ia melangkah dengan mantap masuk kedalam kereta, menoleh sejenak kebelakang, tak ada yang datang. Tapi hal itu justru membuat Yesung lega. Dia tersenyum, kali ini tulus dari hatinya.

'Berbahagialah… aku juga… akan berusaha dijalanku sendiri…' Yesungpun mendudukkan dirinya ditempat kosong. Kereta yang tadinya kosong itu mulai terisi penuh. Namun tak ada tanda-tanda dari ketiga mantan suaminya.

Tidak apa. Justru jika mereka datang, Yesung akan semakin sulit pergi.

Yesung memeluk tas besarnya, lalu memejamkan matanya perlahan –mengacuhkan suara berisik disekelilingnya.

"Kau milikku sekarang!"

"Saranghaeyo, Yesungie."

"Annyeong haseyo, aku kekasih dari Yesungie baby. Choi Siwon imnida."

"Kau suka cokelat ini, baby?"

"Kenapa kau menangis, baby…? Kalau untukmu, akan kubelikan lebih banyak bunga lagi."

"Lihat boneka kura-kura ini, baby. Sangat imut, sama denganmu. Kau suka?"

"Baby, aku sudah memberikan seluruh cintaku padamu. Jadi jangan pernah tinggalkan aku, arrachi?"

"Saranghaeyo."

"Aku sangat mencintaimu, baby…"

"Kemarin, hari ini, besok, lusa, seminggu, sebulan, setahun, bahkan sampai aku menutup mata… Sampai kapanpun juga…"

"… Aku milikmu."

Tes

Tes

Yesung segera menunduk, berusaha menyembunyikan air mata yang mulai menetes dari sudut matanya. Beberapa isakkan kecil yang sudah berupaya ditahannya, keluar secara perlahan.

Yesung tidak mau lemah. Dia namja yang kuat. Dia tidak mau menangis lagi. tapi mengingat dulu semua cinta yang diberikan oleh ketiga Choi bersaudara padanya. Betapa tulus semua perhatian mereka, manis senyuman mereka, dan lembut sentuhan mereka.

Bahkan saat malam pertama dulu Yesung diperlakukan dengan sangat lembut. Ada sentuhan Kibum yang membuatnya terangsang, dan sodokan Siwon yang membuatnya melayang, serta ciuman Kyuhyun yang memberinya ketenangan. Tidak, Yesung tidak pernah merasakan sakit saat bercinta dengan ketiga suaminya. Kenapa? Karena dia terlalu bahagia untuk merasakan sakit.

Mengapa mereka berubah…?

Yesung menggeleng. Ia menatap kosong kearah lututnya. Dia tidak pantas. Dia memang tidak pantas untuk mereka. Begitu dalam ia terjatuh dalam kesalahannya, dan sudah tidak bisa ia perbaiki lagi.

Yesung terus merutuki keputusannya menikah dengan Choi bersaudara itu. seharusnya waktu itu ia menolak lamaran ketiga suaminya. Tapi walaupun begitu… dia tak pernah menyesal telah bersama dengan mereka… semua yang pernah mereka lewati… terasa sangat berharga untuk Yesung. Tapi Yesung tidak yakin mereka merasakan hal yang sama.

Tapi Yesung sudah tak sanggup lagi. Dia sudah tidak mampu untuk bertahan. Kini yang bisa ia lakukan hanya melepas ketiga suaminya itu. Membiarkan mereka menemukan cinta yang lain.

… Karena Yesung juga akan berusaha mencari cinta yang lain.

"Permisi, apa kau baik-baik saja?"

Yesung tersentak kaget, dan menoleh kesamping. "A-ah, ne. N-nan gwenchana!" ia tersenyum sopan kearah namja asing yang menegurnya.

"Tapi kulihat kau menangis." Tanya namja itu lagi. terdengar nada khawatir disuaranya.

"Umm… ani… nan gwenchana… jeongmal…" Yesung berupaya meyakinkan namja asing itu.

"Humm… baiklah." Yesung bernapas lega. "Kau mau kemana?"

"Cheonan." Jawab Yesung berusaha beramah tamah meski keadaan hatinya sedang sangat kacau.

"Jinjja? Aku juga." Namja asing itu tersenyum lebar. "Ah, boleh aku tahu namamu?"

"U-um, Kim Yesung imnida." Jawab Yesung sambil membungkuk sekilas. Namja didepannya ini tampaknya namja baik-baik. Jadi Yesung rasa tak ada salahnya berkenalan.

"Senang bertemu denganmu Yesungsshi! …-"

"… -Choi Sungjoon imnida."

:::

Terbang. Aku terus terbang.

Meski dengan sayap yang terluka.

Meski dengan sayap yang tak sempurna.

Meski dengan sayap yang bercucuran darah.

… Aku tetap…

… Terbang.

:::

-1 Year Later…

Siwon menatap sebuah pigura foto. Pigura foto yang selalu disimpannya selama setahun ini.

Foto 'istri'nya… Yesung. atau haruskah dia menyebut kata 'mantan'…? Karena rasanya perih setiap dia mengingat hal itu.

… Yesung sudah bukan miliknya lagi.

"… Yesung…" hanya bisikkan lirih itu yang keluar dari bibirnya. Dia menyesal… sangat menyesal.

Dia dan kedua adiknya sudah berusaha mencari keberadaan Yesung, namun nihil. Yesung seakan hilang tanpa jejak. Heechul, Ryeowook dan yang lainnya pun tak mau buka mulut.

Siwon tahu. Dia sangat bodoh karena menyia-nyiakan Yesung. dia tidak mengacuhkan Yesung hanya karena bosan…? Sungguh, seandainya Siwon bisa memutar waktu…

"Siwon oppaaaa~~~!"

Siwon melirik keasal suara. Nampak seorang yeoja cantik berpakaian seksi tengah tersenyum centil kearahnya. Begitu kedua orang tuanya tahu bahwa Yesung telah pergi, mereka buru-buru menjodohkan Siwon dan kedua adiknya dengan yeoja lain. Siwon ingin menolak, tapi tak kuasa. Dia sangat benci melihat ibunya menangis. Dia juga tidak pernah membantah perkataan sang ayah.

… Hanya sekali dia pernah membantah. Itu saat ayahnya melarangnya dan kedua adiknya untuk berhubungan dengan Yesung. namun Siwon dan kedua adiknya terus mempertahankan Yesung, memperjuangkan cinta mereka, hingga orang tua mereka menyerah.

… Ya… sekali lagi. itu masa lalu. "Ada apa, Hyuna ah…?"

"Aku akan pergi berbelanja dengan teman-temanku~!" jawab yeoja yang berstatus sebagai tunangannya itu.

"Ya, pergilah." Usir Siwon. Dia muak melihat yeoja ini.

Hyuna mempoutkan bibirnya kesal. "Uang belanjaa~~!" pintanya manja.

Siwon menghela napas. Hyuna benar-benar yeoja yang manja dan materialistis. Sudah hampir setahun ini Hyuna terus menguras tabungannya. Hell, uang yang selama ini Siwon dapatkan dengan susah payah, dengan gampangnya Hyuna habiskan.

Siwon ingin menendang yeoja ini jauh darinya, tapi orang tuanya tentu akan marah padanya.

"… Ini." Siwon melempar segepok uang keatas meja kerjanya.

Hyuna mengambilnya dengan senang hati. "Bye, oppa~!"

Blam

Lagi-lagi Siwon menghela napas saat pintu kantornya dibanting dengan tidak sopannya.

Dia ingat. Yesung tak pernah meminta uang padanya. Siwonlah yang selalu memberikannya. Yesung juga tak pernah mengganggunya ketika ia kerja, kecuali jika benar-benar penting. Yesung juga selalu membuatkannya bekal. Tapi jarang sekali Siwon membawanya kekantor, padahal Yesung sudah bersusah payah membuatnya.

… Dia tahu. Dia telah sangat bersalah.

"… Mianhae… Yesungie…"

Siwon baru menyadari betapa berharganya Yesung, tepat setelah dia kehilangannya.


FLASHBACK: ON


Drap

Drap

Drap

"Shit!" sebuah umpatan kecil keluar dari bibirnya. Kaki panjangnya terus melangkah menuju stasiun kereta. Hari ini dia ada rapat penting dengan salah satu klien utamanya, dan kabar bagusnya, mobilnya sedang diperbaiki dibengkel karena mengalami kerusakan lumayan berat.

… Dan sekarang dia terlambat.

Namja tampan itu semakin mempercepat langkah kakinya saat melihat pintu kereta yang hampir menutup. Namun untungnya dia berhasil masuk kedalam kereta api tersebut.

Namja bernama Choi Siwon itu menghela napas lega sambil membetulkan dasinya. Setidaknya dia masih punya cukup waktu untuk ketempat kliennya. Kalaupun dia terlambat sedikit, Siwon rasa mereka tidak keberatan.

"Tolong hentikan…!"

Siwon melirik keasal suara, dan menemukan sesosok mungil namja yang tengah dalam proses pelecehan seksual oleh namja paruh baya didepannya. Namja mungil itu berusaha berontak, namun dia tidak cukup kuat untuk memukul mundur namja mesum yang meremas buttnya penuh nafsu.

Siwon menarik tangan namja paruh baya itu dan menatapnya dingin. "Hentikan. Dia tidak menyukainya."

"Kh…!" namja paruh baya itu menepis tangan Siwon, lalu pergi menjauh.

Siwon berdecak kesal. Ia menoleh kearah namja mungil yang masih gemetaran. "Gwenchanayo?" tanyanya sambil tersenyum.

Namja mungil itu mengangkat wajahnya, dan nampaklah wajah ketakutannya. "N-ne… gomawo… t-tuan…" lirihnya dengan masih gemetaran.

Siwon terpaku, menatap wajah ketakutan namja mungil itu.

'… Cantik…'

"T-Tuan?"

Siwon tersadar dari lamunannya. "A-ah, ne." Siwon menggaruk tengkuknya. "Umm, apa aku boleh tahu siapa namamu?"

Namja mungil itu tersentak. "Ah iya, maaf aku terlambat memperkenalkan diri! Kim Yesung imnida!" ucapnya sambil membungkuk sedikit.

"Ah, Yesungsshi." Siwon mengangguk. "Nama yang cantik, seperti orangnya…"

"Ne?"

Siwon tersentak. Panik langsung menyerangnya. "A-ah, ani! M-maksudku, senang bertemu denganmu! Nama saya Choi Siwon!" refleks Siwon mengulurkan tangannya.

'GYAAA! Kenapa aku jadi formal begini?! Siwon babbo!' rutuk Siwon dalam hati.

Namja mungil itu memandangi tangan Siwon dengan tampang lugunya. Tak berapa lama kemudian, dia mengulurkan tangannya, dan menjabat tangan Siwon. Sebuah senyuman menghiasi wajah cantiknya.

"Umh, senang bertemu denganmu, Siwonsshi."

Siwon kembali terpaku.

DEG

DEG

"Siwonsshi?"

'Gawat…!'

DEG

DEG

'Aku sudah jatuh cinta padanya!'


FLASHBACK: OFF


:

:

"Seulgi ah… bagaimana kalau malam ini kita makan diluar?" tanya Kyuhyun lembut.

Namun yeoja yang dipanggilnya Seulgi itu hanya menatapnya datar. "Untuk apa?"

Kyuhyun tetap berusaha tersenyum. "Aku hanya ingin mengganti suasana. Kau mau?"

Seulgi menatapnya sejenak, lalu berbalik. "Jangan lakukan hal yang tidak perlu. Kau tahu aku tidak akan pernah mencintaimu."

Kyuhyun menatap punggung yeoja itu yang semakin menjauh. Seulgi adalah tunangannya, dan Kyuhyun sudah berusaha memperlakukan yeoja itu dengan baik –mengingat kesalahannya dulu pada Yesung.

Tapi Seulgi selalu bersikap dingin padanya. Kyuhyun tahu Seulgi mencintai mantan pacarnya, hanya saja dia terpaksa bertunangan dengan Kyuhyun karena paksaan orang tuanya.

'Apa perasaan Yesung sesakit ini saat tidak kuacuhkan dulu…?' batin Kyuhyun termenung. '… Tidak… pasti rasanya lebih sakit…' Kyuhyun teringat lagi dulu semua perlakuannya pada Yesung.

Kyuhyun tidak mencintai Seulgi, begitu pula sebaliknya. Jadi rasanya tidak terlalu sakit saat Kyuhyun dicuekkin. Tapi kasus Yesung berbeda… Yesung mencintai Kyuhyun… tapi Kyuhyun malah… tidak memperdulikannya.

Kini tinggalah penyesalan.

Penyesalan yang datang, setelah perginya Yesung, namja yang baru disadarinya begitu berharga…


FLASHBACK: ON


Yesung adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal sendirian dirumah kecilnya dibagian selatan kota Seoul. Yesung mendapat beasiswa sehingga bisa masuk ke universitas terkenal, Seoul University. Itulah yang Kyuhyun dengar dari sang kakak yang mendadak berubah menjadi stalker, Choi Siwon. Kakaknya bilang Yesung sangatlah manis dan cantik, dan katanya juga Yesung masuk kejurusan yang sama dengan Kyuhyun.

Kyuhyun penasaran dengan namja yang telah membuat kakaknya yang playboy dan suka bermain wanita itu jadi jatuh cinta jungkir balik begitu. Dia ingin tahu, memangnya namja itu sehebat itu?

Pagi menjelang siang itu, Choi Kyuhyun memasuki kelasnya dengan menyebar pandangannya ke semua penjuru kelas. Padahal selama ini dia tidak pernah peduli dengan sekelilingnya. Dia terlalu sibuk dengan PSPnya, hanya sesekali dia menggubris. Itupun hanya kepada sahabatnya, Changmin.

"Yo, Kyu! Kenapa kau celingukkan begitu?" sapa Changmin sambil menepuk pelan bahu Kyuhyun.

Kyuhyun berdehem. "Apa kau tahu namja yang bernama Kim Yesung?"

Changmin mengernyit. "Tumben kau mencari seseorang? Biasanya kau bahkan tak peduli padaku!" rajuknya dengan bibir terpout.

Kyuhyun menggeram. "Jangan berisik! Dan cepat tunjukkan aku dimana dia!"

Changmin menghela napas kesal. Ia lalu menyebar pandangannya, dan chocolatenya terhenti kesosok namja mungil yang sedang sibuk dengan buku sakunya. "Ah, itu yang namanya Yesung!"

Kyuhyun sontak mengikuti arah telunjuk Changmin. "Mana? Mana?" tanyanya antusias.

"Itu yang sedang membaca buku!"

Kyuhyun terpaku saat berhasil mengenali sesosok namja yang disebut Changmin Yesung itu.

Namja yang tengah duduk sendiri itu sangat… cantik dan manis. sepertinya kakaknya tidak berbohong, Kim Yesung benar-benar cantik!

"Memangnya ada apa dengan Yesung hingga kau mencarinya, Kyu?" tanya Changmin.

Kyuhyun tanpa sadar tersenyum tanpa melepas pandangannya dari Yesung. 'Nama yang indah… aku baru tahu kalau ada malaikat secantik dia didekatku…'

"Kyuu? Woi! Kyu!"

Dan untuk pertama kalinya, Choi Kyuhyun merasa tertarik pada orang lain yang bukan PSPnya.


FLASHBACK: OFF


:

:

"Oppa~! Apa kabarmu?"

Nampak sesosok namja tampan tengah tersenyum tipis, sangat tipis, hingga kau tidak akan tahu kalau dia sebenarnya tersenyum. "Baik. Dan terima kasih untuk yang kemarin. Aku senang." Katanya datar bak robot. Kata-katanya dan ekspresinya jauh berbeda.

"Cut! Kibumsshi! Ekspresimu tidak terlihat senang! Suaramu juga sangat monoton!" sutradara Park mengacak surainya frustasi. "Ini sudah take ke-8 mu! Kenapa kau masih salah?! Ada apa denganmu?!"

"Jangan memarahi oppaku, Park ahjussi! Dia hanya sedang tidak fokus!" sesosok yeoja cantik berusaha menenangkan sang sutradara. "Oppa, kau baik-baik saja 'kan? Jika kau tidak enak badan, aku akan membawamu kedokter!"

Kibum berdecih. Menepis tangan sang yeoja yang bergelayutan dilengannya. Ia lalu melangkah menjauh, tidak mengacuhkan panggilan sang tunangan sekaligus rekan kerjanya, Victoria. Ternyata orang tuanya bekerja sama dengan Victoria selama ini agar dia dan Yesung berpisah. Kibum marah, marah sekali. Bahkan orang tuanya tidak meminta persetujuannya saat menjodohkannya dengan Victoria.

"Kibumsshi! Kembali!"

Kibum tidak memperdulikan panggilan sang sutradara dan kru film.

Dia benar-benar tak bisa berkonsentrasi. Wajah Yesung masih membayangi benaknya. Kibum merindukan Yesung, dan merasa bersalah karena sudah membuat namja yang mencintainya sepenuh hari itu pergi.

… Sangat menyesal…


FLASHBACK: ON


"PUTUS?! WAE?!" seorang yeoja cantik tampak menggebrak meja café dengan kasar. Sementara namja tampan didepannya hanya memasang wajah datar.

"Aku bosan."

"MWORAGO?!"

"Kau membosankan." Ulang namja tampan itu sekali lagi, tetap dengan wajah datarnya.

Yeoja itu mengepalkan tangannya penuh emosi. "Kau brengsek, Choi Kibum!" yeoja itu mengambil gelas jus jeruknya, dan menumpahkannya kewajah namja tampan bernama Choi Kibum itu. yeoja itu lalu pergi meninggalkannya dengan masih memaki.

Kibum mendecih. "Bitch." Gumamnya. Yeoja benar-benar membosankan. Mereka manja, merengek, berisik, dan menyebalkan. Dipikirannya hanya ada uang dan barang-barang bermerek.

Kenapa Kibum tidak bisa mencari kekasih yang cocok untuknya…?

"Um, Tuan, gwenchanayo?"

Kibum mendongak, dan menemukan seorang namja yang menatapnya khawatir. Dari pakaiannya, Kibum tahu bahwa namja ini adalah seorang pelayan café ini.

Kibum menatapya datar. "Bukan urusanmu. Enyah." Katanya dingin.

Namja mungil itu menggeleng. "Tapi anda basah. Nanti anda bisa masuk angin jika tetap memakai baju itu. Tolong kemari sebentar." Namja mungil itu menarik lengan Kibum lembut, menuntunnya menuju ruang ganti.

Ia membuka sebuah loker, mengacak isinya, dan menarik keluar sebuah kemeja yang berukuran lumayan besar. Ia lalu menyodorkannya pada Kibum. "Mian jika saya lancang, tapi ini pakaian terbesarku, Tuan. Silahkan."

Kibum menerimanya, lalu menatap namja mungil itu.

Wajah namja mungil itu sontak memerah. "A-ah! jeosonghamnida! Saya akan keluar! Silahkan, Tuan!" ia lalu buru-buru keluar.

Blam

Kibum menatap pintu yang telah tertutup, lalu beralih kekemeja yang diberikan namja mungil tadi. Ada papan nama dibagian dada kemeja itu.

"Kim… Yesung…" baca Kibum pelan. Sebuah senyuman penuh arti merekah diwajah tampannya.

'… Orang yang menarik.'


FLASHBACK: OFFF


:

:

"Saya pesan Milk Tea satu."

"Baik, tolong tunggu sebentar!" sesosok namja manis tampak mengambil cangkir, dan membuatkan teh susu untuk pelanggannya. Namanya Kim Yesung. sudah hampir setahun café kecilnya ini berdiri. Café bernama Mouse and Rabbit ini cukup laris, apalagi dikalangan namja –mengingat sang kasir(Yesung) sangat manis.

Bahkan terkadang Yesung mendapat gombalan dan ajakan kencan dari pelanggannya, tapi ditolak secara halus oleh Yesung.

"Ini milk tea-nya, silahkan." Yesung memberikan secangkir milk tea yang baru saja dibuatnya pada pelanggannya. Pelanggan yeoja itu tersenyum lalu berbalik dengan cangkir kopi itu setelah sebelumnya memberikan sejumlah uang pada Yesung.

Yesung menghela napas. Hari inipun cafenya sangat ramai. Yesung cukup lelah, namun untungnya ada beberapa pekerja lain yang membantunya. Pikirannya kembali melayang, mengingat ketiga mantan suaminya. Apa kabar mereka? Apa mereka sudah menemukan pengganti Yesung? Yesung yakin mereka sudah.

Yesung tersenyum tipis. Sudah setahun sejak terakhir dia melihat mereka. Rindu… tapi Yesung tahu dia sudah tidak bisa berharap lagi.

"Yesungie?"

Yesung tersentak dan buru-buru mendongak. "A-ah, Sungjoon hyung! Mian, aku melamun! Apa kau ingin memesan sesuatu?"

Sungjoon tersenyum. "Seperti biasa."

Yesung mengangguk, lalu membuatkan kopi hitam yang biasa Sungjoon pesan. Selama setahun ini Sungjoon sudah sangat membantunya. Sungjoon meminjamkan uang untuk modal awal café Yesung. Dia juga sangat rajin mengunjungi Yesung.

Yesung sangat berterima kasih pada Sungjoon, walau awalnya dia merasa sedikit takut karena marga Sungjoon yang sama dengan ketiga mantan suaminya. Tapi Yesung bersyukur, Sungjoon adalah namja yang baik.

"Every night I pray… down on bended knee… that you will always be… my everything…"

DEG

Yesung refleks menoleh keasal suara. Ternyata Cuma bunyi ringtone salah seorang pelanggannya. Yesung memandangnya sendu. Lagu ini… adalah lagu yang dipilihnya dan ketiga mantan suaminya untuk pernikahan mereka…

… Lagu yang sangat Yesung sukai…

"Oh… my everythiiing…"

:::

Cintai aku seperti yang dulu kau lakukan.

Sentuh aku seperti dulu yang kau lakukan.

Karena kau segalanya bagiku.

… Tapi sekarang tidak lagi.

:::

TBC

HOLA!XD/plak/ telat ne… mana Cuma 3 ff pula yang diupdate!TwT" tapi semoga maklum! Ulangan kenaikan kelas Ucchan udah dekat, dan Ucchan harus konsen belajar~!TwT

Anyways, YEYE OPPA IS BACK!XD Nyahahah, telat banget! Tapi biarin yang penting udah Ucchan rayain~! Moment2 Yemma diJakarta itu… lucu banget~!X3 beruntung banget buat yang bisa liat langsungT.T apalagi oom-oom satpam dan mas tukang bakso itu…*garuk tembok*

Eum, mian ne, kalo ceritanya gaje! Ucchan emang gak pinter bikin ffTT" tapi semoga tidak terlalu mengecewakan!^_^v

Ucchan belum bisa balas review, tapi Ucchan udah membaca semua review yang masuk~! IYAA! YEMMA AKAN UCCHAN BUAT BAHAGIA DIENDINGNYA! MWAHAHHAHA! LIAT AJA NANTI!*mendadak sableng*/plak

Btw, selamat buat kakak2 yang sudah lulus~! Dan semoga adik2 smp n sd juga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan!^^ percayalah… aku paham perasaan kalian…TMT *orang yang sudah 2 kali UN*

Yup, Ucchan singkatin aja ne~!

Review please?^^