Di setiap detik jarum jam.

Di setiap detak jantung.

Di setiap helaan napas.

Di setiap… langkah kaki…

… Aku selalu mencintaimu.


:::

UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

MY LOVE FOR U

Chapt 5: Memories Part 1


Cast: Super Junior, Other


Main Cast: Yesung, Kyuhyun, Kibum, Siwon


Other Cast: Super Junior Member, Other


Main Pair: WonYeKyuBum


Other Pair: HanChul, HaeHyuk, MinWook


Genre: Angst, Romance, Family


Rated: T


Diclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!


Warn!: BL(Boys!Love), Yemma disiksa/plak/, plotnya secepat cheetah(?), dan romancenya semelempem kerupuk dikala musim hujan(?), GAJE


I LOVE U

:::

FOREVER


FLASHBACK: ON


Suatu pagi yang cerah, dan dihabiskan Kim Yesung dengan cara membaca novel sakunya. Dosen yang seharusnya mengajarinyapun belum masuk juga, padahal seharusnya mereka sudah belajar dari beberapa saat yang lalu.

Oh well. Yesung rasa bukan masalah selama dia masih memiliki buku untuk dia baca. Dia memang bukan tipe orang yang mudah bergaul. Teman-temannya di kelasnya inipun bisa dihitung jari.

BRUK

"Yo, Kim."

Yesung mengangkat tangannya saat sebuah tas diletakkan dengan kasar diatas mejanya. Ternyata Choi Kyuhyun, namja paling jenius dikelasnya. Ada angin apa hingga namja cuek ini menyapa Yesung?

"Ada yang bisa kubantu, Kyuhyunsshi?" tanyanya sambil tersenyum ramah.

Kyuhyun menarik teman sebangku Yesung, dan mendorongnya kasar. Ia lalu duduk tepat disamping Yesung. "Mulai sekarang aku teman sebangkumu."

Yesung mengerjap-erjapkan matanya bingung. Namja ini benar-benar seenaknya. "U-umm… tapi Taemin…" ia menatap teman sebangkunya dengan ragu.

Kyuhyun mengirim deathglare terbaiknya, sehingga membuat Taemin menelan salivanya dengan susah payah. "G-gwenchana, Yesung hyung! Aku bisa duduk ditempat lain." Setelah berkata begitu, Taemin langsung angkat kaki dari situ.

Yesung merengut. Ia melirik Kyuhyun, dan langsung menunduk karena Kyuhyun masih menatapnya intens. 'Apa aku melakukan sesuatu yang membuatnya marah, ya…?' Yesung mengingat-ingat. Tapi sepertinya interaksinya dengan namja Choi disampingnya ini sangat jarang, hampir tidak pernah malah.

"Kau tahu…" Yesung menoleh kearah Kyuhyun, dan obsidiannya langsung bertabrakan dengan caramel milik namja Choi itu. "Kau sangat cantik."

Yesung membelalak. Can… tik…? Tapi dia namja 'kan…? "U-um… gomawo…" cicitnya sambil memaksakan diri tersenyum. Dia sedikit kesal karena dikatai cantik. Apa Kyuhyun bermaksud mengejeknya?

Kyuhyun menyeringai melihat wajah bingung Yesung. "Kau milikku sekarang!"

Yesung membelalak mendengar klaim seenaknya Kyuhyun. "M-mwo?! Tapi aku bukan gay dan-" perkataannya terputus karena sang dosen telah melangkah masuk. Yesung menjernihkan pikirannya.

Kyuhyun pasti bercanda. Ya, itu pasti. Yesung menghela napas lega.

Yesung mengernyit saat sebuah gulungan kertas dilempar kearahnya. Dari Kyuhyun? "Bacalah." Yesung dapat mendengar bisikkan Kyuhyun. Yesung mengambil gulungan kertas itu dan membukanya.

'Aku tidak bercanda.'

Sontak Yesung menoleh kearah Kyuhyun dengan kedua matanya yang membelalak. Dan Kyuhyun tetap disana, dengan seringai menyebalkan diwajahnya.

Saat itu juga, Yesung yakin, kehidupannya yang damai dan tenang, akan 'sedikit' terusik oleh kedatangan namja Choi seenaknya ini…

"Hei…"

Mau tak mau Yesung menoleh ketika mendengar bisikkan Kyuhyun. "Ap-"

Chu~

Kyuhyun tak mengatakan apa-apa, hanya menyeringai. Padahal dia telah mencium Yesung.

CATAT! DIA MENCIUM YESUNG!

Buru-buru Yesung menutup mulut dengan kedua tangan mungilnya. Wajahnya merona hebat. "A-apa yang kau lakukan?!" bentaknya marah.

… Dan semua mata tertuju padanya.

"Eh… apa ada masalah… Kim Yesungsshi…?" tanya dosen Park takut-takut.

Yesung membelalak malu. "A-animnida! Jeosonghamnida, Songsaengnim!" Yesung buru-buru membungkuk, namun sial karena dia justru terantuk kursi teman didepannya. "A-auh…!" ringis Yesung sambil memegangi dahinya.

"G-gwenchanayo, Kim Yesungsshi?"

Yesung tersentak dengan wajah yang sudah merah padam karena malu. "N-ne! saya baik-baik saja! jeosonghamnida, songsaengnim!"

Kyuhyun terkekeh. Terus menatap Yesung yang kewalahan sambil bertopang dagu. '… Benar-benar namja yang menarik.'

:

:

Dosen sudah keluar. Yesung berniat kabur, namun sebuah tangan telah mencengkram lengannya. "U-uhh… Kyuhyunsshi… tolong lepaskan…" pinta Yesung setengah hati.

Kyuhyun tersenyum miring. "Aku akan mengantarmu pulang."

Yesung membelalak. Tidak, tidak! Dia sudah tidak mau berurusan dengan namja Choi ini lagi! "A-ani, tidak usah! Terima kasih atas kebaikan hatimu! Tapi itu tidak perlu!" tolak Yesung panik.

Kyuhyun cemberut. "Kenapa kau tidak mau~?" sedang beraegyo rupanya.

Tapi Yesung sama sekali tidak menyadari aegyo Kyuhyun karena terlalu panik. "Uhh… ayahku tidak suka dengan orang asing…" bohong Yesung. padahal kedua orang tuanya telah meninggal.

Kyuhyun mengernyit. "Bukannya ayahmu sudah mati?" tanyanya bingung

Oh… bagaimana Kyuhyun bisa tahu…? Padahal Yesung sangat menutup diri dari orang lain. Dan hanya teman-teman dekatnya yang tahu! "A-aku punya wali!" Yesung benar-benar tidak akan mendapatkan hadiah dari santa pada natal tahun ini.

Hell, dia sudah terlalu tua untuk mempercayai santa!

"Kalau begitu biar aku bicara dengan walimu!" Kyuhyun ngotot.

"A-ani! Waliku sedang berlibur hari ini!"

"Kalau begitu tidak masalah jika aku mengantarmu!"

"R-rumahku kotor!"

"Aku tidak peduli!"

"Rumahku penuh kecoak, tikus, dan hama berbahaya lainnya!"

"Aku tidak takut!"

"A-ada hantu dan penyihir kanibal juga!"

"Hah?! Aku tidak percaya!"

Yesung semakin kelabakan menghadapi Kyuhyun. Bagaimana ini?!

"Yesungie hyung~!"

PENYELAMAT!

"KAJJA KITA PULANG, HAE AH!" Yesung dengan semangat 45 menggaet leher Donghae, dan membawanya kabur.

Meninggalkan Kyuhyun yang hanya mampu melongo.

Donghae yang berada digaetan(?) Yesung tercekik. "Y-yak yak! Hyung! Le-lepaaass~!" Donghae melepas paksa tangan Yesung, lalu ikut berlari disampingnya. "Kenapa terburu-buru hyung? Dan apa kau demam? Wajahmu merah sekali!"

Yesung sontak menggeleng. "A-aniii! Aku baik-baik saja!"

Yesung dapat merasakan detak jantungnya yang tak normal. Ini semua salah Choi Kyuhyun!


-ELF CAFÉ…

Yesung melap meja dengan perasaan lega karena bisa lepas dari Choi Kyuhyun. Untung saja tadi teman dekatnya muncul, Lee Donghae. Donghae juga sudah repot-repot mengantar Yesung kecafe tempatnya bekerja.

Ngomong-ngomong soal namja Choi itu, Yesung bingung apa yang dilihatnya dari Yesung yang notabenenya namja dengan keuangan pas-pasan.

'… Yah… mungkin saja dia hanya hanya mempermainkanku.'

"Yesungie! Cepat layani pelanggan yang baru datang itu!"

Yesung mengangguk mendengar perintah bosnya. "Baik, Teukie hyung!" ia berlari kearah pelanggan yang baru duduk disudut cafe dengan notes kecil dan pulpen ditangannya.

"Mau pesan apa, Tu-"

"Ini bajumu." Pelanggan yang baru datang itu memotong pembicaraan Yesung, dan meletakkan kemeja putih yang tempo hari Yesung pinjamkan kepadanya.

"A-ah, iya! Terima kasih Tuan!" Yesung tersenyum manis, dan bermaksud mengambil kemejanya, namun sang pelanggan malah menarik tangannya sehingga membuatnya jatuh kepelukannya.

Yesung terbelalak. "A-ap-"

"Choi Kibum imnida. Hei, kau manajernya bukan?" pelanggan bernama Kibum itu menunjuk Leeteuk yang menatapnya shock. "Biarkan namja ini melayaniku." Ujar Kibum dengan wajah dinginnya.

Leeteuk melongo. "T-tapi, Tuan…"

"Hanya sekedar menemaniku makan. Uang bukan masalah." Kibum melempar segepok uang keatas meja café.

Leeteuk lantas menatap uang itu dengan tatapan predator. Ia lalu beralih menatap Yesung dengan puppy eyes melasnya.

Yesung merutuk dalam hati. Yesung memang tidak bisa menolak puppy eyes Leeteuk. Lagipula Leeteuk sudah banyak membantunya. Dia harus membalas budi.

… Hanya menemani makan 'kan?

"B-baiklah, Tuan! Tolong lepaskan saya…" Yesung berusaha melepaskan diri, namun Kibum malah semakin mengeratkan pelukannya. "Tuan…!"

"Tetaplah dipelukanku." Bisik Kibum ditelinga Yesung, hingga membuat Yesung tersentak. Wajah Yesung sontak merona. Dia menunduk, memilih untuk menurut, daripada Kibum macam-macam padanya.

Kibum tersenyum saat melihat Yesung sudah mulai tenang. "Kau mau pesan apa?" tanyanya sambil bertopang dagu, tetap dengan smirk diwajah tampannya.

Yesung yang masih berada dipangkuannya, terbelalak. "Eh?! T-tidak usah! Saya hanya menemani Tuan makan! Tuan saja…" tolak Yesung gugup.

"Hm… begitu?" Kibum kemudian memanggil pelayan. "Secangkir kopi hitam untukku, dan parfait jumbo serta jus jeruk untuknya."

Yesung kembali terbelalak. "E-eh?! Tapi-"

"Baik, Tuan." Pelayan itu tersenyum menggoda pada Yesung, sebelum berbalik dengan sedikit cekikikan.

Yesung menunduk, berupaya menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"Hei." Yesung menoleh kearah Kibum yang masih tersenyum –atau menyeringai lebih tepatnya. "Kau cantik."

… Oke…? Ini kedua kalinya dalam sehari ini dia disebut cantik…

"… Aku… namja…" cicit Yesung lirih.

"Aku tahu." Jawab Kibum tenang.

"Dan aku… normal…" Yesung salting.

"Kau milikku." Dan pelukan Kibum justru semakin mengerat.

Yesung memilih diam. Keheninganpun melanda hingga pesanan mereka datang.

Yesung menatap segelas parfait yang dipesankan Kibum untuknya. Enggan untuk menyentuhnya, Yesung masih merasa malu.

Kibum mengernyit saat Yesung sama sekali tidak menyentuh parfaitnya. "Wae? Kenapa kau tidak makan, hm?"

Yesung membisu.

Kibum tersenyum simpul. "Arra, kau tidak suka parfait? Akan kupesankan yang lain. Pelay-"

"Tidak usah, Tuan! Aku akan memakannya!" cegah Yesung. Dia tidak mau merepotkan temannya. Yesung buru-buru mengambil sendok parfait dan mulai mencicipi parfaitnya.

'Enak…' batin Yesung. sejujurnya dia memang sedang lapar karena dia sama sekali tidak makan dari tadi siang hingga menjelang malam ini. Tapi dia berusaha menahannya karena uang belanja bulan ini sudah menipis, dan dia masih punya sekitar seminggu lagi sebelum gajian.

Well, para sahabat dan Leeteuk pasti mau membantunya, tapi Yesung ingin bisa mengurus kehidupannya sendiri. Dia tidak mau merepotkan orang lain.

Kibum tersenyum. "Enak…?"

Yesung mengangguk sambil tersenyum sopan. "Ne, Tuan."

"Suapi aku."

Yesung membelalak. "E-eh, tapi-"

Kibum tidak menggubris, dia membalik tubuh Yesung lembut, lalu menatapnya dengan senyuman menawannya. "Suapi aku." Ucapnya sambil membuka mulut.

Yesung menatap Kibum yang sudah memejamkan matanya dengan gelisah. Ia melirik Leeteuk, dan menemukan bossnya itu sudah mengirim ultimate puppy eyesnya pada Yesung.

Yesung menghela napas. Dia tidak akan pernah menang melawan puppy eyes Leeteuk. Yesung menyendok parfaitnya, dan menyuapnya ke mulut Kibum.

"Hm… kau benar. Parfaitnya enak." Kibum menatap Yesung sambil menjilat bibirnya seduktif.

Blush

Wajah Yesung sontak merona. Ia buru-buru berbalik membelakangi Kibum. "N-ne, Tuan…"

'Duh…! Bagaimana ini…!? Rasanya wajahku panas sekali… tidak! Tidak! Aku tidak mungkin merona! Teukie hyuuuung~! Selamatkan akuuu~!T^T'

Kibum tersenyum melihat tingkah Yesung. 'Manis…' ia meraih cangkir kopinya dan meminumnya dengan tenang.

Hampir 5 menit telah berlalu, makanan dan minuman mereka sudah habis. Namun Kibum masih enggan melepas pelukannya.

Sejujurnya Yesung ingin segera menarik diri dari sini, tapi rasanya tidak enak juga kalau dia langsung pergi.

"Kau…"

Yesung menoleh kebelakang, dan menemukan wajah Kibum hanya berkisar beberapa centi darinya.

"… Milikku sekarang."

Setelah berkata begitu, Kibum mendorong tengkuk Yesung pelan dan mempertemukan bibir keduanya. Yesung terbelalak dengan ciuman tiba-tiba Kibum.

"U-ukh…! T-tuan…! Tolong.. hkh…! Lepas…" Yesung berusaha mendorong bahu Kibum dengan napas tersengal karena lidah Kibum yang telah dengan nakalnya bermain-main didalam mulut Yesung.

Setelah hampir semenit membuat Yesung sesak napas, Kibum akhirnya melepas ciumannya. Yesung langsung terengah, berusaha memulihkan kadar oksigen ditubuhnya.

Kibum bersmirk ria. "Mulai sekarang aku akan terus mengunjungimu setiap malam."

Yesung mematung.

Drrtt

Kibum mendengus saat merasa saku celananya bergetar. Ia meraih ponsel disaku celananya, dan melihat layar ponselnya. Ia kembali menghela napas berat. "Aku harus pergi. Sampai jumpa besok malam, Baby."

Chu~

Kibum pergi setelah sebelumnya mencuri ciuman lagi dibibir cherry Yesung. meninggalkan sang empu bibir yang masih loading.

Leeteuk perlahan mendekati Yesung dengan wajah tak berdosanya. "Kerja bagus, Yesung ah! Besok temani dia lagi ya~!"

Untuk pertama kalinya, Yesung merasa perlu MEMBANTINGKAN nampan besinya kewajah cantik Leeteuk.

:

:

Tap

Tap

Yesung melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak. Hari sudah beranjak malam. Dia juga sudah selesai bekerja, tadi dia bertengkar hebat dengan Leeteuk karena masalah Kibum. Namun ujung-ujungnya dia kalah juga oleh puppy eyes bos cantiknya itu.

Hhh… Yesung memang tidak akan pernah bisa menang melawan puppy eyes super memelas Leeteuk.

Tiin

Yesung sedikit terlonjak saat sebuah mobil sport mendadak berhenti disampingnya dan mengklakson. Pintu mobil terbuka, dan sesosok namja tampan dan tinggi keluar dari dalam mobil mewah tersebut.

Yesung hanya melongo sambil sesekali mengerjap-erjapkan matanya bingung. Namun ia segera mengenal namja tampan itu sebagai namja yang waktu itu menyelamatkannya dari namja hidung belang dikereta.

"Siwonsshi…?" Yesung mengernyit bingung.

Namja tampan bernama Siwon itu tersenyum senang. "Ternyata kau masih mengingat namaku."

Yesung mengangguk sambil tersenyum manis. "Tentu saja, aku tidak akan melupakan pertolonganmu waktu itu." katanya. "Ada yang bisa kubantu?"

Siwon mengangguk. "Kau akan pulang 'kan? Biar kuantar."

Yesung terbelalak. "E-eh?! Tidak usah! Aku tidak apa-apa kok! Tapi terima kasih atas tawarannya, Siwonsshi!"

Siwon menggeleng. "Berbahaya jalan sendirian malam-malam begini. Kau tidak lihat? Disekelilingmu sangat sunyi. Bagaimana kalau ada orang jahat yang mengganggumu?" tanya Siwon lancar. Tentu saja lancar. Kalau tidak lancar, usahanya praktik berbicara dicermin tadi siang tentu akan sia-sia.

"Aku sudah terbiasa pulang malam kok. Tidak apa-apa." Tolak Yesung lagi.

Siwon memutar otak. "Ah iya! Kau masih berhutang padaku waktu itu! jadi kau harus mau kuantar pulang!" Siwon maksa. "Haruuuss!"

Yesung bengong. Kenapa Siwon jadi merengek begini? "T-tapi…"

"Aku 'kan sudah menolongmu… ayolah… kau tak mau menerima tawaranku…?" tanya Siwon dengan wajah anak anjing terbuangnya.

… Yah, kujelaskan. Yesung sangat lemah dengan wajah-wajah yang seperti itu.

Jadi disinilah Yesung sekarang. Dikursi penumpang mobil milik Siwon. Tak bisa menolak.

Namja tampan itu tak henti-hentinya mengumbar senyum lebarnya. Jujur, Yesung sedikit risih dan takut. Dalam hati dia berdoa semoga saja Siwon bukan seorang maniak yang sedang menculiknya.

"Kau sangat cantik malam ini."

Yesung tersentak mendengar suara Siwon. Hah? Cantik? Lagi? kenapa seharian ini dia disebut cantik terus? Sudah 3 orang yang mengatakan itu padanya. "Uh… gomawo…" lirih Yesung setengah hati.

"Dimana rumahmu, Yesungie?" tanya Siwon.

"N-ne?!" Yesung kembali tersentak mendengar nama panggilan Siwon yang rasanya terlalu akrab untuk 2 orang yang baru bertemu 2 kali. "A-ah iya, didekat sini, Siwonsshi. Kau bisa menurunkanku disini…"

Siwon mengernyit. "Ani, aku sudah bilang akan mengantarmu sampai dirumahmu. Jadi dimana rumahmu?" tanyanya lagi.

Yesung masih tampak ragu. Ya iyalah, dia tidak mungkin langsung mempercayai Siwon 100 persen hanya karena pernah menyelamatkannya dari namja hidung belang.

Siwon menghentikan mobilnya dipinggir jalan, membuat Yesung bingung. Siwon beralih kepada Yesung dengan senyuman lembut diwajahnya. Tangannya meraih jemari mungil Yesung, lalu mengecupnya lama. "… Kumohon. Aku mengkhawatirkanmu."

Yesung melotot melihat perlakuan Siwon. Memangnya Yesung ini apa? Seorang siswi SMU yang diperlakukan seperti tuan putri oleh pacarnya?! Yesung sontak merona karena pikirannya. Pacar?! Siapa yang pacar!?

Yesung buru-buru menarik tangannya dan menunduk gugup. Walau menunduk, Yesung masih dapat merasakan tatapan intens Siwon padanya. "B-baiklah, rumahku sudah dekat kok… lurus saja…"

Hening sejenak, Yesung tak berani mengangkat wajahnya, namun Siwon memecah keheningan.

"Yesungie…"

Yesung menoleh dengan ragu. Dan yang ditemukannya adalah wajah Siwon yang berjarak sangat dekat dengannya. Bahkan Yesung dapat mencium bau mint dari tubuh Siwon. "S-Siwon-"

Chu~

Yesung terbelalak saat bibir Siwon menempel pada bibirnya, walau Cuma beberapa detik.

Siwon tersenyum, kemudian mulai menjalankan mobilnya lagi.

Yesung menunduk dengan wajah merona. Lagi. apa sebegitu mudahnya orang menciumnya? Apa Yesung tidak punya harga diri? Memangnya Siwon, Kyuhyun, Kibum itu siapa? Kenapa seenaknya mencium Yesung?

… Yesung merasa akan segera gila.

Yesung diam-diam melirik Siwon. "… Siwonsshi…"

"Ya?" sahut Siwon tetap dengan senyum lebarnya. Yesung menyadari ada dimple dipipi Siwon, dan itu menambah kadar ketampanannya. Siwon memang sangat tampan…

'Apa yang kupikirkan!' Yesung menggeleng panik. "Uhh… kenapa… kau melakukan ini…?" tanya Yesung lirih. Jemarinya mencengkram lututnya gugup.

"Kenapa…?" Siwon sekali lagi tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. "… Karena saat ini orang yang kusukai ada disampingku."

Usaha Siwon latihan tadi siang memang tidak sia-sia!

Yesung terpaku mendengar kata-kata Siwon yang meluncur dengan lancarnya. "… Ne…?"

Siwon tersenyum. Bahkan playboy sepertinya, tetap merasa nervous saat harus menghadapi Yesung.

"… Aku melakukannya, semua ini, hanya untukmu." Lanjut Siwon.

Bibir Siwon kembali terbuka –tak memperdulikan respon Yesung yang sedang melongo.

"… Mulai detik ini, sampai kapanpun juga. Kau milikku."

:::

You are mine.

But you are not.

I want you to be mine.

But once again, You are not.

:::

Yesung bersumpah. Demi popok Donghae dan Kaos kaki Eunhyuk. Awalnya hidupnya begitu tenang dan damai. Tapi kenapa sekarang jadi kacau begini?

Dimulai saat ini, didepan rumah Yesung, sang namja Choi bernama Kyuhyun itu sudah nongkrong dengan motor ninjanya.

DARIMANA KYUHYUN TAHU ALAMAT RUMAHNYA?!

"Ayo berangkat." Kyuhyun menarik Yesung dan mendudukkannya dimotor ninjanya. Tetap dengan sikap seenaknya.

"T-tidak perlu! Aku bisa berangkat sendiri!" cicit Yesung panik sambil berusaha turun, tapi Kyuhyun terus menahannya.

"DUDUK ATAU KAU AKAN KUCIUM."

Dan beberapa patah kata itu mampu membuat Yesung duduk manis dijok belakang motor ninja Kyuhyun. Kalah.

Dan dalam perjalanan, Kyuhyun ngebut gila-gilaan, hingga membuat Yesung nyaris terjatuh beberapa kali. Dan tak lupa jeritan Yesung yang bagaikan siswi sekolahan yang hendak diperkosa.

"Makanya pegangan!" hanya kata-kata kejam itu yang Kyuhyun keluarkan saat Yesung memintanya memelankan laju motornya. Dengan sangat terpaksa Yesung melingkarkan tangannya diperut Kyuhyun.

Begitu sampai, Yesung langsung kabur kekamar mandi.

Muntah.

Dikelas, Yesung sangat down. Masih trauma dengan kejadian motor tadi. Perutnya masih mulas dan kepalanya pusing. Untung saja dosennya hari ini hanya masuk sebentar karena ada urusan.

'Dunia… seperti berputar-putar…' Yesung memilih untuk mengistirahatkan kepala (besar)nya diatas meja, dan memejamkan mata.

Buk

"Ini, minum." Yesung membuka matanya, dan menemukan sekaleng jus jahe. Ternyata Kyuhyun.

"Ani… tidak usah…" tolak Yesung.

Namun Kyuhyun kembali mengancam akan menciumnya, dan dengan terpaksa Yesung turuti. Ia meminum jus jahe itu. rasa mual diperutnya sudah sedikit membaik.

'… Ternyata… dia bukan orang jahat…' batin Yesung sambil menatap Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit. "Kenapa lihat-lihat? Jatuh cinta padaku?" godanya dengan seringai mesum.

Yesung terbelalak dengan wajah merah padam. "A-ni!" ia membuang muka dengan panik.

"Kyu! Sudah beberapa hari ini kau mencuekiku terus!" tiba-tiba seorang namja tinggi datang dan menepuk bahu Kyuhyun keras. Ia beralih menatap Yesung. "Ah Yesung sunbae, annyeong!"

Yesung membalas senyum 5 jari namja tinggi bernama Changmin itu. "Annyeong…"

Changmin tersenyum. "Kau hebat sunbae! Karena mampu membuat Kyuhyun yang selama ini hanya mencintai PSPnya, jadi tertarik padamu-"

PLETAK

"ADUH!"

:

:

Kyuhyun ngotot ingin mengantar Yesung ketempat kerjanya. Bahkan Donghae yang tadinya ingin menjemput Yesungpun disekap Changmin atas perintah Kyuhyun.

Kyuhyun menggunakan Donghae sebagai sandera, dan Yesung tak punya pilihan lain selain menurut.

Dan sekali lagi kisah horor motor ninja kembali terulang. Kyuhyun mengendarai motornya seakan dia itu pembalap F1 yang lagi balapan memperebutkan juara tingkat dunia.

Dan kembali, Yesunglah yang tersiksa.

"K-Kyuu…" panggil Yesung susah payah karena motor melaju sangat kencang.

"Apa?" sahut Kyuhyun tanpa memelankan laju motornya.

"Apa kauu… benar-benarr… menyukaiku…?"

Kyuhyun mendadak kehilangan kendali motornya, dan merekapun jatuh kepinggir jalan. Untungnya mereka jatuh direrumputan. "Yesung! Kau tidak apa-apa?!" tanya Kyuhyun panik sambil bangkit mendekati Yesung.

Yesung mengusap kepalanya. "Um… kurasa." Ucapnya sambil menatap Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak dan buru-buru membuang muka. Yesung mengernyit melihat tingkah Kyuhyun, apalagi dia berhasil menangkap rona merah diwajah Kyuhyun. "Kau malu?" tanya Yesung bingung.

"T-tidak! Enak saja! untuk apa aku malu!" Kyuhyun menggeleng panik dengan wajah yang semakin merah. Ternyata Kyuhyun bisa merona juga. 'Manis~…' batin Yesung. ia juga tak dapat menahan senyuman manisnya. "Hihihi-"

Chu~

Yesung blank saat Kyuhyun berhasil mencuri ciuman dari bibirnya. "A-ap-"

Kyuhyun menatap Yesung dengan wajah merah padamnya. "Salahmu, tertawa dengan wajah manis begitu. Aku kan jadi tidak bisa menahan diri. Dan soal pertanyaanmu tadi, aku mencintaimu! Bukan menyukaimu!"

Blush~

Yesung menutupi wajah memerahnya dengan kedua tangannya. "Hyaak!" ia meraih tasnya, dan dengan penuh kelembutan menghantamkannya kewajah Kyuhyun.


-ELF Café…

Yesung yang baru datang, menemukan Kibum yang tengah meminum kopinya dengan wajah dingin. 'Apa dia ada masalah?' batin Yesung heran.

Melihat Yesung sudah datang, Leeteuk memberikan apronnya dan segera mendorong Yesung kearah Kibum. Bahkan dia tidak membiarkan Yesung mengganti pakaiannya.

"Umm, permisi Tuan…" Yesung berdiri canggung disamping Kibum. "Apa kau ada masalah…?" tanya Yesung ragu.

"Siapa namja yang tadi mengantarmu?" tanya Kibum dingin.

Yesung mengernyit. Namja? Maksudnya Kyuhyun? Sepertinya tadi Kibum melihatnya dengan Kyuhyun. "U-um, teman kuliahku…" jawab Yesung gugup.

Kibum mendecih. "Teman? Lalu kenapa kalian berciuman?"

Yesung membelalak. Bagaimana Kibum bisa tahu?! Mungkin ketika Yesung dan Kyuhyun terjatuh, Kibum melihat mereka. "U-uh… itu… a-aku…" Yesung memilin apron hitamnya gugup. Dia tidak tahu kenapa dia bisa segugup ini.

Tanpa peringatan, Kibum menarik tangan Yesung dan membuatnya jatuh kepelukannya.

"Apa-"

"Jangan tinggalkan aku." Bisik Kibum sambil mengeratkan pelukannya. Yesung terdiam, tidak membalas pelukan Kibum. "Kumohon…" Kibum menenggelamkan wajahnya diceruk leher Yesung. "… Jangan pernah tinggalkan aku."

Yesung menatap lurus kedepan, ia dapat mencium bay shampoo Kibum, dia dan Kibum memang seakan sudah tidak memiliki jarak lagi. Yesung dapat mendengar detak jantung Kibum, dan deru napasnya.

'… Jangan-jangan Kibum sebenarnya kesepian?' Yesung berpikir sejenak, tangannya lalu terangkat dan mengelus surai Kibum. "Apa kau kesepian, Tuan…?"

Kibum diam, memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut Yesung dirambutnya.

Yesung tersenyum, ia melepas pelukan Kibum, dan menangkup pipi namja tampan itu dengan kedua tangan mungilnya. "Tenang saja, Tuan. Aku tidak akan membiarkan tuan kesepian lagi."

Kibum menatapnya dengan kedua matanya yang teduh. "Kau berjanji?" tanyanya. Yesung kembali tersenyum, ia mengangguk. "Aku berjanji."

Sebuah senyum menawanpun nampak diwajah Kibum. "Gomawo…"

Yesung tercengang, namun ia buru-buru menundukkan wajahnya yang sudah merona. Diakuinya Kibum memang sangat tampan. Yesung heran, padahal dia mengaku normal, tapi entah kenapa jantungnya terus berdebar kencang ketika bersama dengan Kibum. Tadi saat dicium Kyuhyun juga. Apa Yesung sudah tidak normal lagi?

Kibum terkekeh. "Apakah aku tampan?" tanyanya seakan bisa membaca pikiran Yesung.

Wajah Yesung semakin merona. "U-um…"

Kibum tersenyum geli. Dia mengangkat dagu Yesung, dan mengecup bibir Yesung. sangat lembut, hingga membuat dada Yesung menghangat. Kibum lalu melepas ciumannya, dan menatap Yesung dalam. "Saranghaeyo…"

:

:

Setelah café tutup, Yesung bergegas pulang. Tak lupa ia pamitan pada rekan kerjanya, dan bossnya Leeteuk.

Tap

Tap

Yesung kembali melangkah menyusuri trotoar. Ia teringat lagi tentang Kyuhyun dan Kibum. Kenapa mereka bisa membuatnya berdebar-debar? Padahal Yesung normal…

"Aku mencintaimu! Bukan menyukaimu!"

"Saranghaeyo…"

Hahh… Yesung benar-benar sudah gila…

Ciitt

Sebuah mobil sport berwarna merah berhenti disamping Yesung. Kaca mobil itu turun dan menampakkan wajah tampan Siwon. Tapi entah kenapa Yesung dapat melihat kesedihan diwajahnya.

"Naiklah." Pinta Siwon. Yesung tidak banyak bicara, dengan ragu dia masuk kedalam mobil Siwon. Setelah memastikan Yesung sudah duduk dijok mobil disampingnya, Siwon langsung melajukan mobilnya.

Yesung memilih untuk memandang keluar jendela. Atmosfir didalam mobil benar-benar kaku dan canggung. Yesung sendiri bingung kenapa bisa begitu.

"Tadi…" Yesung menoleh saat Siwon membuka suara. "Siapa namja yang bersamamu tadi…?"

Yesung mengernyit. "Apa maksudmu?" tanyanya bingung.

"Namja yang tadi memeluk dan menciummu dicafe."

Yesung terbelalak. Siwon melihatnya? "D-dia pelanggan cafeku…"

Siwon diam. Yesung menunduk, tak bicara, takut membuat keadaan semakin runyam. Yesung mengernyit saat menyadari mobil Siwon melewati rumahnya. "U-um… S-Siwonsshi… rumahku sudah lewat tadi…" katanya gugup.

"…" Siwon tetap diam dan itu membuat Yesung semakin ketakutan. Yesung menunduk dan memainkan jemarinya yang gemetaran. Apa dia diculik?

Yesung mengangkat wajahnya saat mobil telah berhenti. Mereka ada didepan sebuah danau. Siwon turun, melangkah memutar dan membukakan pintu untuk Yesung.

Yesung keluar dengan tubuh gemetar. Apa Siwon akan membunuhnya? Siwon menggenggam tangan Yesung dan menuntunnya kedepan mobilnya. Ia lalu mengangkat tubuh Yesung dan mendudukannya diatas kap mobilnya.

Yesung menatap Siwon tak mengerti. Siwon tersenyum sambil meletakkan tangannya disetiap sisi tubuh Yesung. "Lihatlah keatas." Bisiknya.

Yesung menengadahkan wajahnya, dan terkejut melihat langit malam yang dihiasi ribuan bintang gemerlapan. "Luar biasa…" gumam Yesung takjub. Dia tidak pernah melihat bintang sebanyak ini sebelumnya.

Siwon tersenyum melihat wajah takjub Yesung. ia lalu mencondongkan wajahnya kedepan, memeluk tubuh mungil Yesung.

"S-Siwon?"

"Aku… namja playboy, si brengsek yang sudah mempermainkan hati banyak wanita. Aku tidak pernah mencintai mereka, mereka hanyalah mainanku. Aku membuat mereka menangis dan marah." Siwon menghela napas. "Daan saat ini, aku seakan terkena karma. Aku benar-benar jatuh cinta."

"…"

"Jantungku berdebar tiap aku melihatnya. Wajahku memanas tiap aku menyentuhnya. Dan… aku merasa menjadi namja paling bahagia ketika bersama dengannya…" Siwon menarik wajahnya, menatap Yesung dalam. "Aku mencintainya… sangat… jadi tolong jangan pisahkan aku darinya."

Yesung terpaku melihat wajah Siwon yang benar-benar dekat dengannya. Bahkan ia dapat merasakan kehangatan napas Siwon.

"Aku tahu. Aku bahkan baru bertemu tiga kali dengannya. Tapi entah kenapa, ketika sadar, semua duniaku telah ada padanya. Aku sangat mencintainya…"

Siwon memajukan wajahnya, dan mengecup bibir Yesung, dan merangkulnya erat. Jantung Yesung berdebar kencang saat merasakan bibir Siwon melumat bibirnya. Siwon lalu melepaskan ciumannya, dan menatap Yesung dalam.

"Jadi tolong… jangan biarkan dia pergi dariku…" bisiknya lirih. "Nama namja itu… adalah Kim Yesung…"

:::

Love…

… Is something I better not know.

:::

TBC

MYAHAHAH! GAJE ABIS!XD/plak/ mianne kalo jelek… FF Ucchan memang jelek n mengecewakan! Iya! Emang!*emosi* uhuh, jadi semoga diterima…

Ucchan naik kelas~! Peringkat 1 kelas n juara umum 7!XD padahal dulu juara umum 2~! Tapi gak papalah~! Gak ucchan pikirin~!/plak/ padahal suer loh, Ucchan gak yakin sama MTK Ucchan! Keajaiban memang selalu ada ne~!XD*ketawa maniak*/plak

Mian ne, kalo ada yang gak suka sama flashbacknya!^_^"

Gomawo buat yang udah review! Bahkan ada yang review dari chapt awal sampai chapt 4! Gomawo!^^ mian Ucchan gak bisa bales review, suatu saat nanti akan Ucchan balas…T^T puasa udah deket ne, selamat berpuasa bagi yang beragama Islam~!^0^)9


Gomawo Untuk:

deraelf:::kim rose:::DandelionEvil:::Mylovelyyeye:::clouds:::yesung ukeku:::FTasih:::GIRLSHEWOMEN:::Kyutiesung:::reny . rhey:::CloudYesungie:::sekarzane:::AuraKim:::Jeremy kim84:::vthree turtlegyu:::kys134:::Kim Yeclouds:::jongjinnie:::Cha2LoveKorean:::bay05:::Albino's Deer:::kim kyusung:::witatri:::dina:::Guest


Sekali lagi gomawo, review kalian membuat Ucchan semakin semangat ngetik~!X3 N masalah happy ending… kita liat aja nanti~!8D/gampared

Ucchan akan hiatus selama puasa ini~! Nanti abis lebaran baru Ucchan mulai ngetik lagi! mohon sabar menunggu ne –itu juga kalo masih ada yang mau nunggu…

'Kay, disingkatin aja ne!^0^)/

REVIEW PLEASE~?