:::

UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

MY LOVE FOR U

Chapt 6: Memories Part 2

Cast: Super Junior, Other

Main Cast: Yesung, Kyuhyun, Kibum, Siwon

Other Cast: Super Junior Member, Other

Main Pair: WonYeKyuBum

Other Pair: HanChul, HaeHyuk, MinWook

Genre: Angst, Romance, Family

Rated: T

Diclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!

Warn!: BL(Boys!Love), Yemma disiksa/plak/, plotnya secepat cheetah(?), dan romancenya semelempem kerupuk dikala musim hujan(?), GAJE

I LOVE U

:::

FOREVER

"Hhh…" Yesung memejamkan matanya. Cafenya telah tutup sepuluh menit yang lalu. Semua pegawainya juga sudah pulang.

"Kau kelihatan capek, hyung!" Eunhyuk mendekati Yesung dengan secangkir kopi ditangan. "Minumlah dulu!"

Yesung tersenyum. "Ne, gomawo Hyuk-"

"Ani! Yesung hyung lebih suka teh!" Donghae muncul dan menyikut Eunhyuk menjauh. "Ini hyung! Minumlah!"

"YAK! IKAN AMIS! BERANI SEKALI KAU MENDORONGKU!" murka Eunhyuk garang.

"HEH?! SIAPA YANG KAU PANGGIL IKAN AMIS?! DASAR MONYET SIPIT!" balas Donghae tak kalah garang.

"MWO?!"

BUAGH

"YAK! APPO!"

PLAK

BLETAK

PRAAANGGGG

"… Ups…"

Yesung memandangi cangkir gelas cafenya yang sudah berantakkan dilantai. '… Padahal harga kedua cangkir itu mahal…'

"M-maaf, Yesungie hyung~…" Eunhyuk dan Donghae memasang wajah super memelasnya.

"I-ini gara-gara Hyukkie! Dia ngotot sih! Hyung 'kan lebih suka teh!" Donghae membela diri.

"M-mwo?! T-tapi setahuku hyung lebih suka kopi! K-kau salah!" bantah Eunhyuk dengan wajah memerah, hendak menangis.

"A-anii… itu salah H-Hyukk… IEEEEEEEEEEEEE!" tangis Donghae pecah.

"H-Hyukkkie tidak salah! Hyukkie t-tidak… … HWAAAAAAANGGGGG~!" Eunhyuk ikutan menangis.

"Ah… gwenchana! Tidak apa-apa kok! Berhentilah menangis!" Yesung berusaha menenangkan couple childish itu. "Kalian tidak boleh bertengkar! Bagaimanapun kalian sudah menikah!"

Ya, Eunhyuk dan Donghae sudah menikah. Walau kelihatannya tidak mesra dan kerjaannya hanya berantem terus, tetapi mereka berdua sesungguhnya saling mencintai.

Ngomong-ngomong… kedua teman lama Yesung ini sedang mengunjungi Yesung dicafenya. Mereka juga membantu café Yesung seharian ini.

… Ya. Membantu. Jangan hiraukan piring-piring pecah dan tumpahan saus disana itu.

Yesung tersenyum. Walau kedua namja dewasa didepannya ini sesungguhnya hanya merepotkannya, tapi dia senang. Dia sangat merindukan mereka.

"Sudah, berhentilah menangis." Yesung membawa Donghae dan Eunhyuk kedalam pelukannya. "Hyung tidak marah kok. Tidak ada yang salah. Kalian berdua anak yang baik."

"Y-Yesungie hyung…"

Dan bukannya berhenti menangis, tangis kedua namja 'dewasa' itu malah semakin menjadi. Dan memerlukan waktu hampir setengah jam bagi Yesung untuk menenangkan mereka.

:

:

"Oh ya, hyung! Apa kau punya acara hari minggu ini?" tanya Donghae ceria.

Yesung mengernyit. "Ne? memangnya kenapa?"

"Bagaimana kalau kita pergi ketaman hiburan, hyung? Heechul hyung dan yang lainnya juga akan datang." Jawab Eunhyuk tanpa melepas pandangannya dari jalan. Dia dan Donghae memang sedang mengantar Yesung pulang kerumahnya.

"Ne~! pasti asyik sekali~!" Donghae tersenyum gembira. "Kita bisa naik roller coaster, bianglala, atau bahkan bermain distand tembak! Aku sangat jago menembak~!"

Eunhyuk mencibir. "Jago." Ujarnya dengan nada mengejek.

Donghae mendelik. "Apa maksudmu?! Aku ini jago menembak! Tepat sasaran! Kau mau aku menunjukkannya, heh?!" Donghae sudah siap membuka risleting celananya. Tampaknya gagal paham atas maksud 'tembak' disini.

"Diamlah!" kesal Eunhyuk panik. "B-bagaimana hyung? Apa kau bisa?"

"…"

Eunhyuk mengernyit. "Hyung?"

Donghae menoleh kekursi belakang, dan menemukan Yesung tengah menatap kosong kearah depan. "Hyung? Kau kenapa?" tanya Donghae khawatir. "Hyung!"

Yesung terbelalak. "N-ne?! Ada apa?" tanyanya panik.

Donghae cemberut. "Kau melamun, hyung? Kau sama sekali tak mendengarkanku!" rajuknya.

Yesung tersenyum. "Ani, aku mendengarmu kok." Ucapnya lalu mengelus kepala Donghae. "Tentu saja aku bisa datang. Aku pasti ikut."

Donghae cekikikan gembira, sementara Eunhyuk sudah cemberut. "Hyung! Jangan Cuma Donghae yang kau elus! Elus aku juga!" rajuknya manja.

Yesung menghela napas. "Baik, baik." Ia lalu mengelus kepala Eunhyuk.

Kini Donghae yang cemberut. "Hyuuuuuung! Elus Hae!"

Akhirnya Yesung menggunakan tangan kanannya untuk mengelus Donghae, sementara tangan kirinya ia gunakan untuk mengelus Eunhyuk. Couple childish itupun cengengesan, gembira karena bisa bermanja-manja pada Yesung.

Yesung tersenyum. Dia sangat menyayangi kedua dongsaengnya ini.

… Tapi…

'… Taman hiburan, huh…' batin Yesung, pandangannya kembali kosong.

… Taman hiburan…

FLASHBACK: ON

Hari ini adalah hari minggu, dan bagi mahasiswa super sibuk seperti Yesung, hari ini adalah hari istirahatnya. Ya, Yesung selalu menggunakan hari minggu sebagai hari beristirahat dan bermalas-malasan.

… Tapi itu hanya sebatas sampai pintu kamar apartemennya diketuk.

YESUNG POV: ON

Hari ini hari minggu, aku tidak kuliah, tidak juga kerja. Hari ini aku bisa bersantai.

… Begitu yang kupikir, setidaknya sampai aku mendengar ketukkan pintu, dan ketika kubuka, aku menemukan ketiga namja itu sedang berdiri dengan ekspresi wajah abstrak.

… Sial.

"YESUNGIE/BABY/KIM! AYO KENCAN!" teriak tiga namja itu bersamaan. Emosi dan ambisi terpancar dari mata ketiganya. Dan aku tahu itu bukan hal yang bagus.

… Oh Tuhan… apalagi ini…? Tidak bisakah hidupku yang tenang kembali…?

Haish… ya sudahlah. Pertama, usir mereka dulu dari sini.

"U-um... Kyuhyunsshi, Siwonsshi, Kibumsshi… mianhae, tapi hari ini aku-"

"TIDAK ADA ALASAN!"

Dan begitu saja. mereka menyeretku pergi, tanpa mendengarkanku.

Tetapi bisakah mereka membiarkanku mengganti pakaianku terlebih dulu? Maksudku, aku hanya memakai kaos putih tipis yang sudah kusam, dan celana pendek diatas lutut! Mana ada orang normal yang keluar dengan pakaian seperti ini?!

Aku dipaksa masuk kesebuah limosin yang –sial– sangat keren. Setelah itu mobil langsung melaju. Dan aku duduk dijok belakang limosin, berhadapan dengan tiga namja itu.

Oke… ada yang tidak beres disini… tapi aku tidak tahu apa…

"Umm… tidak bisakah kalian membiarkanku mengganti bajuku lebih dulu?" tanyaku sedikit kesal.

"Kami sudah menyiapkannya!" tiga namja itu lalu mengeluarkan setelan gaun selutut berwarna biru muda tanpa lengan dengan… punggung gaun yang terbuka, juga… sumpelan dada. … Jangan lupakan wig berwarna merah muda panjang yang dilengkapi dengan topi lebar berwarna putih bersih. … High heels…

Tidak.

TIDAK.

TIDAK!

"AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAKAINYAAAAA!" jeritku panik. Hei! Aku namja tulen! Namja normal macam apa yang menggunakan pakaian seperti itu?!

"Terserah. Hanya ini yang kami bawa." Ujar Kyuhyun cuek.

"Hanya untuk beberapa saat saja kok. Bertahan ne, Yesungie." Kali ini Siwon yang menimpali.

"Kau tidak mau berkeliaran dengan pakaian sexy seperti itu 'kan, baby?" Kibum menjilat bibirnya seduktif.

Blush~

A-apa tadi katanya?! NO WAY!

"B-berikan padaku!" pekikku sambil merampas pakaian laknat itu. Aku memandangnya sejenak, merasa ingin menangis. Tapi apa boleh buat, aku tidak mungkin terlihat memakai pakaian lusuh seperti yang kupakai sekarang ini. Lagipula tidak akan ada yang mengenaliku 'kan? Aku memakai wig dan… oh sudahlah!

Aku menanggalkan kaosku, bermaksud mencoba gaun tersebut. Namun gerakkanku terhenti saat mendapati tiga namja itu sedang memandangi tubuhku dengan tatapan mesum mereka.

"H-hyaaak! Apa yang kalian lihat?!" bentakku panik sambil menutupi tubuhku dengan gaun tersebut. "M-mesum!"

Wajah ketiga namja itu sontak merona. Mereka buru-buru membuang pandangan mereka ketempat lain. "M-maaf!"

Aku mempoutkan bibirku kesal. Kupikir karena kami sama-sama namja, jadi tidak masalah. Ternyata aku salah… sangat salah.

"K-kalau kalian berani mengintip, aku tidak akan bicara lagi dengan kalian!" ancamku.

"Baik..."

:

:

Aku. Kim Jongwoon. Usia 21 tahun. Namja. TULEN. Dan hari ini untuk pertama kalinya, aku (dipaksa) memakai gaun yeoja. Wig. Dan… high heels…

… Mari berharap tidak akan ada yang mengenalku.

… Oke. Masalahku yang kedua. Kami ada dibioskop. Dan posisiku saat ini, adalah sedang memandangi sebuah poster yang akan segera kutonton beberapa saat lagi.

SAW

… Tolong katakan kau bercanda. Ini adalah salah satu film yang masuk ke dalam blacklistku. Aku yakin aku akan muntah jika tetap nekat nonton film ini.

"Kau suka film pilihanku, baby~? Aku yakin kau akan menyukainya~!"

Namun melihat wajah gembira dan riang Kibum, aku jadi tak tega menolaknya.

"Ah! sudah waktunya! Ayo, baby~!" Kibum menggandeng lenganku, dan membawaku masuk kedalam salah satu ruangan dibioskop. Meninggalkan Siwon dan Kyuhyun yang sudah berwajah kesal.

Sesampainya didalam, aku menangis, menjerit, dan tak sengaja muntah dilengan baju Kibum.

… Aku bahkan sama sekali tak menyentuh minuman dan popcornku…

Kibum membawaku keluar ditengah film, sudah tak tega melihatku menderita mungkin. Melihat wajahnya yang sangat berawan, membuatku merasa bersalah. Kibum mungkin sangat menunggu-nunggu waktu untuk menonton film ini. Dan lagi… bau muntahku dilengan bajunya tidak mau hilang…

Ah… yeoja macam apa aku ini…(padahal namja)

"Sepertinya Yesungie tidak suka dengan pilihan filmmu, Kibum ah~!" Siwon menyeringai puas, menyambut kami yang baru saja keluar dari ruang bioskop. "Sekarang giliranku!"

Lagi…?

Oh ayolah! Aku tidak percaya ini! Aku ingin menolak, tapi Siwon sudah terlanjut menyeretku untuk masuk kembali keruang bioskop yang memutar film The Davinchi's Code.

Alhasil aku menghabiskan waktu sepanjang film untuk tidur. Selain karena tidak mengerti filmnya, aku juga capek karena kerja sampai larut malam kemarin.

… Saat keluar dari ruang bioskop, aku kembali melihat ekspresi berawan diwajah Siwon. Rasa bersalah kembali menghinggapiku. Sungguh… aku tidak mengerti filmnya, ini masalah selera kok… lagipula aku ngantuk…

Ingin bilang begitu(bermaksud menghibur*?*), tapi tak berani kuungkapkan.

"Waah~! Apa filmnya sesulit itu? Dia sampai berwajah ngantuk begitu~!" Kyuhyun tertawa setan, semakin memperunyam keadaan. "Oke! Sekarang giliranku! Kajja, Kim!" Kyuhyun mencengkram lenganku, dan bermaksud menyeretku kedalam ruang bioskop lagi.

Tapi aku segera mencengkram dinding. "Aku lelah~…" lirihku memelas dengan suara yang sudah kuubah sedemikian rupa agar mirip suara seorang yeoja. High heels ini membuat kakiku pegal, dan rasanya akan patah sebentar lagi…(lebay)

Namun tanpa banyak bicara, Kyuhyun menarikku dalam sekali hentakkan hingga membuatku jatuh kepelukannya. Ia lalu menggendongku bridal style, dan membawaku masuk kedalam bioskop itu. membuatku menjerit panik, meninggalkan Siwon dan Kibum yang sudah berwajah abstrak. … Juga beberapa pasang mata dari penonton lain.

Film yang dipilih Kyuhyun adalah The Avengers.

Sesungguhnya aku suka dengan film genre beginian. Tapi sekarang moodku sedang jelek. Aku tidak yakin bisa menikmati filmnya…

-Beberapa saat kemudian…

"Dan kau lihat tadi Hulknya?! Sangat besar dan keren! Aku ingin menjadi seperti Hulk suatu saat nanti!"

Kyuhyun tersenyum menanggapi celotehanku. Ya setelah keluar dari ruang bioskop, aku langsung dengan semangat 45 "mereview" film Avengers yang baru kutonton tadi. Ommo! Sumpah! Filmnya keren~! Aku tergila-gila~! Apalagi dengan Hulknya! Suatu saat nanti aku akan menjadi seperti Hulk! Mwahahah!

Aku terus bercerita heboh dengan Kyuhyun tanpa menyadari Kyuhyun sesekali melempar smirk penuh kemenangan kearah Kibum dan Siwon yang sudah berwajah abstrak.

:

:

Pemberhentian kedua, adalah sebuah taman bermain bernama Lover's Tragedy(?)….. bahkan dari namanya saja sudah mencurigakan begitu…

"KAJJA, BABY!"

Ketiga namja itu dengan garang menarik tanganku. Aku diseret kekiri, kekanan, dan kedepan.

"AYO KITA MAIN ROLLER COASTER!" ajak –setengah membentak- Kyuhyun yang lebih mirip paksaan.

"JANGAN! NAIK BIANGLALA SAJA!" kali ini Siwon yang setengah membentak.

"MAIN DI STAND TEMBAK SAJA!" Kibum menarik tanganku dengan penuh 'kelembutan'.

Aura tak enak pun langsung menguar dari ketiga namja tersebut. Membuatku serasa ingin mati saja. apalagi banyak pengunjung taman bermain yang menatap kearah kami –tepatnya kearahku dengan tatapan menghujat.

Aiyah! Bisa-bisanya mereka salah paham! Aku bukan yeoja murahan yang mengencani tiga namja sekaligus! Ani! Ani! Jangan salah paham! Aku bahkan bukan yeoja! Ingin rasanya aku meluruskan salah paham ini dengan cara membongkar penyamaran yeojaku ini.

… Tapi setelah kupikir-pikir lagi, kalau aku melakukan itu, orang-orang akan tambah salah paham…

"AH! ADA UFO!"

Aku otomatis mengikuti arah jari Kibum bersama Siwon, Kyuhyun dan beberapa pengunjung lainnya. Aku mengernyit, mana UFOnya? Aku tidak melihat apa-apa selain-

Aku tersentak karena Kibum menarikku dengan kekuatan penuh dan membawaku kabur. Sialan! Rupanya dia menipuku! Padahal aku sudah semangat!

Setelah dirasa cukup jauh dari gerbang taman bermain tadi, Kibum mulai memelankan larinya. Ia lalu menoleh kebelakang, hanya untuk melihatku yang sudah setengah mati.

Maksudku… aku sedang pakai high heels… HIGH HEELS WOI!

Seakan menyadari kekesalanku, Kibum membawaku masuk kedalam pelukannya. Eh?

"Mian, baby… apa kakimu sakit?" bisik Kibum tepat ditelingaku. Dan tentu saja itu membuatku langsung deg-degan. Kenapa Kibum suka sekali berbisik ditelingaku?!

"A-ah… ani… gwenchana…" dustaku. Aku lalu berusaha melepas pelukannya, tapi… sial, dia kuat. "K-Kibumsshi… tolong lepas…!" pintaku gugup.

"Hum… mian…" Kibum melepas pelukannya, tetapi malah mendekatkan wajahnya pada wajahku. bahkan hidung kami telah bersentuhan. "Aku merasa sangat nyaman saat memelukmu… jadi tanpa sadar…"

Wajahku semakin memerah. "A-ani… gwenchana…"

"… Bolehkah aku menciummu?"

Aku mendongak, menatap kedua matanya.

DEG

DEG

"… Iya."

GYAA! KENAPA AKU MALAH MENYETUJUINYA?!

Wajahnya mendekat, hingga otomatis membuatku memejamkan mataku. Kedua tangannya memegang bahuku dengan kuat tetapi tidak menyakitkan. Dapat kurasakan deru napasnya yang mengenai wajahku. Sangat hangat, hingga membuat jantungku seakan mau copot.

"…"

Chu~

Aku membuka mataku dengan terkejut. Kibum mencium keningku… aku menatapnya. Kenapa dia tidak menciumku dibibir? … EH TUNGGU! AKU SAMA SEKALI TIDAK MENGHARAPKANNYA KOK! A-ANI!

"Fufufu… kau gemetaran, baby." Kibum memberiku smirknya. Ia lalu mencondongkan tubuhnya kearahku sedikit. "… You are just too cute, baby…"

Peesshhh~

Aku otomatis memegang pipiku yang terasa sangat panas. Lagi-lagi dia berbisik ditelingaku! Aku bisa merasakan bibirnya ditelingaku! Sengaja sekali dia! AARGH! Lama-lama aku bisa jadi gila!

"Ah, kita sudah di depan stand tembak, baby." Kibum menjauhkan dirinya dariku. "Kajja." Ia lalu menggandengku menuju stand tembak. "Kau mau apa, baby? Akan kumenangkan untukmu."

Aku memandangi hadiah-hadiah di stand tembak itu dengan setengah hati. "Entahlah… rasanya aku-" aku terpaku saat manikku berhasil menangkap sosok sebuah boneka kura-kura.

L-LUCUU~~!

"Kau mau boneka itu, huh?" aku terbelalak. Bagaimana dia bisa tahu?! Berhentilah membaca pikiran orang seenaknya! "Akan kumenangkan untukm-"

"Tidak! Aku akan mengambilnya sendiri!" potongku cepat-cepat. Kurogoh saku celanaku. … Em…? Celana…? Aku menunduk, dan mendapati rok gaun yeojaku serta high heels yang membungkus kakiku.

… Kalau kupikir-pikir lagi… sepertinya dompetku ketinggalan di celanaku… ani, bahkan mungkin aku tak membawanya… lebih tepatnya tak sempat membawanya…

Aku menoleh kearah Kibum dengan senyuman yang dipaksakan. "Anu… boleh aku pinjam uang…? Akan kuganti…" dapat kurasakan wajahku memanas. Memalukan sekaliiii! Bahkan ahjussi penunggu stand itu sudah cengar-cengir kearahku.

Kibum memberikan smirknya (lagi). "Tentu, baby. Dan kau tidak perlu menggantinya kok." Kibum memberikan beberapa lembar uang kepada ahjussi.

Ahjussi lalu memberikan sebuah pistol laras panjang padaku. "Kau harus menjatuhkan gambar UFO itu." jelas ahjussi sambil menunjuk sebuah gambar UFO berukuran kecil dihadapanku.

Aku mengangguk. Sepertinya mudah~! Boneka itu pasti akan kudapatkan dengan sekali tembak! Aku bersiap ditempatku.

Ahjussi menekan tombol, gambar UFO dan beberapa planet mulai bergerak.

Aku memandangi gambar UFO itu.

"… Eh… anu… ahjussi…"

"Ya?"

"Bukannya itu… terlalu cepat…?"

"Tidak kok! Di semua stand juga begini!" sahut ahjussi dengan wajah tak berdosanya.

Kepercayaan diriku luntur seketika. Wajahku juga pasti sudah pucat pasi. Tanganku yang memegang senapan juga sudah gemetaran. Gawat… ini sepertinya mustahil!

Maksudku, aku bahkan sudah tak bisa melihat gambar UFOnya lagi karena gerakannya sangat cepat! Bagaikan kecepatan suara! Bukannya ini curang?! Oi! Cepat panggil pemilik taman hiburan ini! Ada anak buahnya yang berbuat curang!

Tenang, Yesung. Tenang! Kau harus berusaha! Ya! secepat apapun gambarnya bergerak, aku pasti bisa menembaknya.

Aku membidik gambar UFO itu. tapi gambarnya terlalu cepat… rasanya mataku akan keluar sebentar lagi.

Kalau sudah begini… tembak sembarang saja! siapa tahu hoki!

Mengikuti kata hatiku, aku mulai menarik pelatuknya.

DOR

Sial! Meleset!

DOR

ARGH! Lagi-lagi!

DOR

Hampir kena!

DOR

Kau bercanda 'kan?! Bagaimana bisa aku menembak sesuatu yang secepat itu?!

DOR

Satu peluru meluncur, mengenai rambut palsu ahjussi hingga terjatuh, dan kau bisa menembak kelanjutannya. …. Silau juga rupanya.

"Gyaaah! Kenapa anda menembak kearah saya!"

"Mian, ahjussi! Saya tidak sengaja!"

Cih, aku meleset. =_=

DOR

DOR

DOR

DOR

"Yap! Permainan selesai!"

Aku sudah ngos-ngosan. Kehabisan tenaga. Sialan. Kalau begini memang mustahil! Dasar perampok!

Kibum tersenyum melihatku. Sepertinya terhibur dengan penderitaanku.

"Sekali lagi." Kibum memberikan beberapa lembar uang kepada ahjussi, lalu beralih kearahku. "Biarkan aku membantumu." Kibum berdiri dibelakangku, dan meletakkan kedua tangannya pada tanganku yang sedang memegang pistol.

Pesshh~

Sial… aku bisa merasakan napas hangat Kibum di telingaku…

"Angkat pistolnya sejajar dengan bahu, dan fokuskan matamu pada targetnya…" bisik Kibum dengan suara rendah.

Aku sontak memejamkan mataku. Jantungku berdegup kencang, aku khawatir Kibum bisa mendengarnya. Bagaimana ini…?! Kami terlalu dekaaat~…!

"Sekarang, baby!"

"HAH?!" aku tersentak kaget dan refleks menarik pelatuk pistol.

DOR!

… Pelurunya… tepat mengenai bagian tengah… gambar UFO itu…

Aku melongo. "… A-aku… Aku berhasiilll!" jeritku girang.

Kibum tersenyum hangat padaku. "Kau berhasil, baby."

Ahjussi memberiku boneka kura-kura incaranku. "Waiii~~ lucuuu~~~!" kataku gemas sambil memeluk boneka baruku.

Kibum memandangiku. "… Kau lebih menggemaskan, baby…" setelah berkata begitu, Kibum malah memelukku dengan erat.

Dapat kurasakan wajahku kembali memanas. "A-ani…! Jangan menggodaku…!" aku menunduk, berupaya menghindari kedua manik Kibum.

Tangan Kibum menyentuh pipiku, membuatku mendongak melihat senyumannya. "Aku serius."

Aku menatap matanya. Dia tulus. Dapat kurasakan dadaku menghangat.

"Maaf…" aku meremas kerah kemejanya. "… Aku tadi muntah di lenganmu…" aku benar-benar tidak romantis.

"Hm…" Kibum membisik, sambil perlahan mengikis jarak diantara kami berdua. "Gwenchana, baby. Aku tidak akan bisa marah kalau kau yang melakukannya."

Aku meneguk salivaku dengan susah payah. Jarak kami berdua terlalu dekaaat! "… T-Tuan-"

"Sssh… panggil namaku." Bisik Kibum tanpa melepas pandangannya dari kedua manikku.

Deg

Deg

Dapat kurasakan debaran di jantungku semakin mengencang. Apalagi wajah Kibum semakin mendekatiku. "K-Kibum…" aku memejamkan mataku, menunggunya menciumku.

Tapi saat jarak bibir kami tinggal sedikit lagi, terdengar pekikan dari kejauhan. "YAK! NEO!" aku sontak membuka mataku dan menoleh. Rupanya Kyuhyun dan Siwon.

"Cih," Kibum berdecih. Ia menarik wajahnya tetapi tangannya tetap menangkup pipiku yang kuyakini sudah berwarna merah muda.

Jantungku tidak mau berhenti berdebar… sial!

YESUNG POV: OFF

Siwon dan Kyuhyun menghampiri KiSung, dan langsung menepis tangan Kibum. "Apa kau lupa perjanjian kita, hah?!" marah Kyuhyun.

Kibum memutar kedua matanya malas. "Tidak, aku tidak lupa kok." Sahutnya malas-malasan.

Kyuhyun berkacak pinggang, tak puas dengan jawaban setengah hati Kibum. "Kau ini… ya sudahlah! Hey, Kim!" ia menoleh kearah Yesung, namun langsung terpaku saat menyadari Yesung sudah tidak ditempatnya lagi. "K-Kim? … YAK CHOI SIWON!"

:

:

Siwon berhasil menculik Yesung, dan membawanya masuk kedalam salah satu gerbong(?) bianglala –atau bahasa kerennya ferris wheels(?). Siwon bernapas lega saat bianglala itu mulai berjalan.

"Nah… Kyuhyun dan Kibum tidak akan menemukan kita disini." Gumam Siwon puas sambil melihat keluar jendela. Ia segera tersenyum. "Bukankah pemandangannya sangat indah, bab- baby? Kenapa kau gemetar begitu?" tanya Siwon cemas.

Yesung memeluk dirinya sendiri. Tubuhnya gemetar sementara wajahnya pucat. "… A-aku takut tempat tinggi…"

Siwon terbelalak. "M-mianhae! Aku tidak tahu soal itu!" Yesung tampak masih ketakutan, Siwon yang cemas tampak bingung dan panik. Namun ia segera mendapat ide. Ditariknya Yesung masuk kedalam pelukannya. "Ssh… gwenchana, Yesungie. Kau bisa menutup matamu."

Yesung menelan salivanya berat, lalu mengikuti perkataan Siwon. Ia memejamkan matanya dengan takut-takut, dan mencengkram bahu Siwon sebagai pelampiasan.

Siwon memperhatikan wajah ketakutan Yesung. dia tahu dia jahat karena merasa begini, tapi Yesung sungguh terlihat manis… rasanya Siwon tak menyesal membawanya kesini.

Siwon memajukan wajahnya, dan mengecup dahi Yesung lembut. Yesung tersentak kaget saat merasakan bibir Siwon menyentuh dahinya. "U-unh…"

"Coba buka matamu sekarang, Yesungie." Pinta Siwon.

Yesung sontak menggeleng gugup tanpa membuka matanya. "Shirreo!" tolaknya.

"Pelan-pelan saja, Yesungie. Aku ada disini." Bujuk Siwon lagi. ia mengeratkan pelukannya sambil mengusap surai Yesung penuh sayang. "Aku akan melindungimu."

Yesung yang awalnya ragu akhirnya mulai memberanikan diri untuk membuka matanya. Matanya membelalak saat melihat keindahan taman bermain itu dari atas. Hari sudah lumayan gelap, lampu-lampu berwarna-warni telah dinyalakan. Cahaya gemerlapan menghiasi taman bermain yang masih sangat ramai itu. "Uwah…" Yesung bergumam tanpa sadar.

Siwon tersenyum melihat keterpukauan Yesung. Yesung terlihat seperti anak kecil sekarang. Tapi hal itu tidak mengurangi kecantikan dan keimutannya. Ah… rasanya Choi Siwon sudah benar-benar gila.

"Bagaimana…? pemandangannya indah, kkeuji?" tanya Siwon sambil mengeratkan pelukannya. Memandang Yesung dengan pandangan lembut.

Yesung mengangguk dengan wajah berseri-seri. "Ne! pemandangannya sangat indah!"

Siwon menarik Yesung untuk duduk dipangkuannya, lalu meraih dagu namja yang sangat dicintainya itu, membuat Yesung menatap langsung ke maniknya.

Yesung terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Siwon. "S-Siwon…"

"Kenapa kau bisa semanis ini, Yesungie…?" bisik Siwon sambil tersenyum menawan. "Kau mampu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi." ia mempertemukan dahinya dengan dahi Yesung. "Disetiap detik… disetiap helaan napasku… aku semakin mencintaimu…"

Wajah Yesung merona mendengar kata-kata manis Siwon. Matanya menyayu saat sadar Siwon hendak menciumnya. Ia memejamkan matanya.

Sesenti sebelum bibir keduanya bertemu, terjadi sedikit goncangan kecil pada gerbong yang mereka naiki, hingga membuat Yesung mual dan-

"HOEKH!"

-Oops!-

"Itulah akibatnya! Siapa suruh kau melanggar perjanjian kita! Tidak ada yang boleh menciumnya sampai kita menentukan pemenangnya! Apa kau lupa itu, hah?!" marah Kyuhyun setelah berhasil menemukan Siwon dan Yesung yang baru turun dari bianglala.

Siwon diam.

Yesung yang tadinya ijin ke kamar mandi, datang dan buru-buru menghampiri Siwon dengan lap basah. Ia lalu melap wajah Siwon yang penuh dengan *PIIIP*nya. Ini sudah kedua kalinya Yesung memuntahi orang hari ini. Pertama Kibum, kedua Siwon. Tinggal Kyuhyun yang belum…(Kyu: Woi)

"Baiklah! Sekarang giliranku! Kajja, Kim! Biar dia melakukannya sendiri!" Kyuhyun menarik paksa tangan Yesung dan membawanya pergi. Meninggalkan Siwon yang terpaku dengan kain lap yang setia menempel diwajahnya. Dan Kibum yang hanya menghela napas berat.

:

:

Kyuhyun menyeret Yesung menuju stand roller coaster, tak mengacuhkan jeritan "Aku lelah~"-nya Yesung. mereka mengantri untuk naik.

Yesung sudah berusaha lari, tapi Kyuhyun telah mencengkram lengannya dengan sangat kuat. Gagal sudah usaha lari Yesung.

"Aku benci wahana seperti ini, Kyu~! Ayolah! Aku tidak mau naik~!" Yesung berusaha membujuk Kyuhyun dengan wajah melasnya, namun Kyuhyun menolak bahkan untuk sekedar melihatnya.

"Pokoknya kita naik!" ujar Kyuhyun dengan nada final.

Yesung merasa ingin menangis. "Tapi Kyuuu…"

"… Kenapa dengan yang lain kau mau, sementara denganku kau tidak mau?"

Yesung mengernyit saat mendengar nada aneh disuara Kyuhyun. "N-ne?"

"Kau bahkan tidak menolak saat mereka hendak menciummu."

Wajah Yesung merona. "A-ani!"

"… Kenapa Cuma aku…?"

Yesung memandanginya. "… Kau cemburu?"

DEG

"A-ANI! AKU TIDAK CEMBURU!" Kyuhyun menoleh dengan wajah merah padam. "S-SIAPA YANG CEMBURU?!"

Yesung terperangah, namun sejurus kemudian dia tersenyum manis. Kyuhyun lucu… wajah dan perkataannya berlawanan… "Ungh~! Kau cemburu~! Akui saja~!" goda Yesung sambil tetap tersenyum manis.

Kyuhyun tampak kesal. Ia memajukan wajahnya dan mencuri ciuman dari bibir Yesung.

Yesung terkejut dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Yaak!"

"J-jangan berisik!" Kyuhyun menjauhkan wajahnya lalu membuang muka. "Dan rahasiakan ini dari Siwon dan Kibum!"

Deg

Deg

Deg

Yesung dapat merasakan jantungnya berdebar. Apalagi cengkraman Kyuhyun dilengannya lepas, dan kini malah beralih menggenggam tangan Yesung. "…"

"… Jangan khawatir." Yesung mendongak mendengar suara Kyuhyun. "Aku akan menjagamu. Kau akan baik-baik saja. aku janji."

Yesung memperhatikan wajah Kyuhyun yang sudah merah padam, bahkan sampai ketelinganya. Terbersit rasa hangat didada Yesung. ia mengeratkan tautan tangan mereka berdua –membuat Kyuhyun melirik kearahnya. "Ne… gomawo…"

Yesung berbisik begitu, menunduk dengan wajah merah padamnya yang…

Ptas

Ah… sepertinya itu bunyi tali akal sehat Kyuhyun yang terputus.

Kyuhyun memeluk Yesung erat, membuat Yesung terkejut. "Sial… kenapa kau bisa semanis ini…?" bisik Kyuhyun, namun masih bisa didengar Yesung.

Yesung membeku ditempatnya, merasa jantungnya yang kembali berdebar. "U-uh… Kyu…"

"Hn… apa?" tanya Kyuhyun (sok) cuek.

Yesung terdiam sejenak, lalu tertawa kecil. "Ani~…" gumamnya sambil membalas pelukan Kyuhyun.

Peessh~

Kyuhyun bisa merasakan wajahnya kembali memanas. "B-bicara apa sih… dasar aneh…"

Yesung mempoutkan bibirnya. Kesal karena dipanggil aneh.

Kyuhyun diam sejenak, sebelum mengecup puncak kepala Yesung, lalu mengusapnya pelan.

Yesung terpaku. Kelembutan tiba-tiba Kyuhyun membuatnya terbuai. Kyuhyun yang biasanya super cuek dan sedikit kasar ternyata bisa juga jadi lembut seperti ini.

"Anu… permisi…" ahjussi penjaga wahana menegur keduanya. "Sudah giliran kalian…"

Kyuhyun loading sejenak, sebelum dengan kecepatan angin melepas pelukannya dan kembali membuang muka. "A-ah. Iya! Ayo cepat naik, Kim! Jangan lelet!"

Yesung sweatdrop dengan perubahan drastis Kyuhyun. 'Ya sudahlah.'

Merekapun naik roller coaster di bagian paling belakang. Yesung sudah memasang wajah tegangnya, dan sepertinya Kyuhyun menyadari itu. tapi Kyuhyun terlalu malu untuk menggenggam tangan Yesung, jadi dia lebih memilih membuang muka.

Roller coaster itu mulai melaju, naik-naik… menuju puncak. Dan wajah Yesung… setiap detik semakin menyedihkan. Ia menatap Kyuhyun dengan kitty eyesnya. Tapi Kyuhyun meliriknya pun tidak. Namja itu malah bersenandung –berupaya mengusir rasa malunya.

Yesung merasa ingin menangis. Dimana janji Kyuhyun tadi? Katanya akan menjaganya? Kalau begini rasanya mustahil Yesung akan baik-baik saja.

Roller coaster itu terhenti sejenak dipuncak sebelum akhirnya melaju turun –seiring teriakan Yesung yang membahana beserta beberapa penumpang lainnya.

Namun Kyuhyun tak peduli –masih sibuk mengusir rasa malunya.

… Ketika turun, Yesung tidak mau bicara pada Kyuhyun.

:

:

Pemberhentian ketiga –dan yang terakhir, harap Yesung, adalah sebuah… hotel…?

Yesung pucat pasi. Berbagai adegan buruk berkecamuk dipikirannya. "U-um… aku ingat ada urusan… a-aku mau pulang…" cicit Yesung sambil berbalik hendak pergi, namun ditahan oleh Kibum dan Kyuhyun, sementara Siwon tampak berbicara dengan resepsionis.

"Tenanglah. Kami tidak akan macam-macam, baby." Ucap Kibum menenangkan.

"Ya, kami hanya membawamu kesini untuk makan malam." Siwon tersenyum lalu ikut menuntun Yesung menuju restoran hotel. "Kau pasti lapar."

Yesung salah paham… aduuuh… ingin rasanya dia lari…

Kyuhyun mencibir. "Kau pikir kami akan memperkosamu, huh?" tanyanya dengan nada mengejek.

Wajah Yesung sontak memerah. "A-ani! Aku tidak berpikir begitu!" elaknya panik.

'… Manis.' batin ketiga Choi bersaudara itu kompak.

Setelah sampai direstoran hotel, Choi bersaudara menggiring Yesung menuju suatu ruangan terpisah. Ruangan itu sangat luas dan dipenuhi kelopak-kelopak bunga mawar di beberapa tempat, dan juga hiasan-hiasan elegan yang terbuat dari Kristal.

Yesung melongo, membiarkan dirinya dibawa ke salah satu kursi. Ia duduk, masih melongo.

Tak berapa lama kemudian, beberapa pelayan datang membawa troli(?) yang diatasnya terdapat beberapa piring. Mereka lalu mengatur piring-piring yang masih ditutupi kubah besi diatasnya itu dimeja dihadapan Yesung.

Kubah besi itu dibuka, dan nampaklah berbagai macam makanan super lezat yang mampu membuat air liur Yesung menetes.

… Baunya…

Kemudian beberapa pelayan lain meletakkan gelas-gelas berisi minuman disela-sela makanan tersebut.

… Seakan semua jenis minuman ada disitu…

"Makanlah, baby. Kau pasti lapar." Kibum tersenyum seraya duduk dikursinya.

"Hn." Kyuhyun hanya menggumam kecil.

"Aku sudah memesan tempat ini, dan meminta mereka membawa semua menu mereka kesini. Semua ini kulakukan hanya untukmu, Yesungie~!" Siwon sedang berupaya merayu. Kyuhyun disampingnya langsung menjitak kepalanya.

"Yak! Dasar dongsaeng tidak sopan!" bentak Siwon kesal.

"Cih, kenapa sih aku bisa punya hyung menyebalkan sepertimu?" Kyuhyun menggerutu.

"Hahh… kalian sama saja. sepertinya dikeluarga kita, hanya akulah yang normal." Kibum ikut menimpali.

Yesung yang tadinya hendak menelan isi meja –karena dia memang lapar- langsung terpaku. Ditatapnya ketiga namja dihadapannya dengan tampang babbo. "… Kalian… bersaudara…?"

Kyuhyun mengernyit. "Kau baru sadar?"

Yesung masih disana, melongo.

"Uh yah. Kami memang bersaudara, Yesungie." Aku Siwon.

Yesung masih tak bergerak.

"Kau kenapa, baby? Kalau lengah begitu, akan kuserang loh." Kibum memasang smirk menggodanya.

Peessh~

"A-ani!" Yesung buru-buru menunduk. "A-aku mau kekamar mandi!" ia berdiri dan langsung kabur dari situ tanpa mendengar balasan dari Choi bersaudara.

"Oi, dia shock, tuh. Kukira kalian sudah memberitahunya?" Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Aku juga berpikir begitu." Jawab Kibum dan Siwon bersamaan, sejurus kemudian mereka saling mendelik.

Hening sejenak, namun Siwon kembali membuka suara. "Kalian ingat taruhan kita 'kan?"

Kibum dan Kyuhyun mengangguk. "Tentu saja." sahut Kyuhyun.

"Batas waktunya tengah malam nanti." Kibum mengecek jam tangannya. "Sekitar setengah jam lagi."

"Yang bisa membuat Yesung menciumnya…" Siwon bersidekap. "Dia yang akan memenangkan taruhan."

"… Apa?"

Siwon, Kyuhyun, dan Kibum tersentak dan sontak berbalik. "… Yesungie/baby/Kim…"

Yesung berdiri disana dengan ekspresi yang tak bisa ditebak. Seperti campuran marah dan… kecewa. "… Aku mau pulang." Yesung berbalik dan melangkah pergi.

Ketiga Choi terkejut, mereka sontak berdiri dengan wajah panik. "Baby/Yesungie/Kim!" mereka pun mengejar Yesung, dan tak sulit mengingat Yesung masih memakai high heels. Mereka berhasil menahan Yesung tatkala namja manis itu sudah setengah berlari melewati taman belakang hotel tersebut.

Kyuhyun yang pertama menahan lengan Yesung. "Hei, Kim…"

Yesung tak menjawab, ia menghentakkan tanganya berusaha melepas pegangan Kyuhyun, namun nihil, pegangan Kyuhyun terlalu kuat. "… Lepas…"

"Baby, ini tidak seperti yang kau pikirkan!" bujuk Kibum sambil ikut menahan lengan Yesung yang satunya lagi.

Namun Yesung tak mendengarkannya. Dia mulai berontak. "LEPASKAN AKU!" bentaknya meledak.

"Yesungie…" Siwon menatapnya nanar.

"Kenapa… kenapa kalian mempermainkanku seperti ini…?" lirih Yesung dengan suara bergetar. "… Aku memang bukan dari kalangan orang kaya seperti kalian… tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya menjadikanku taruhan dan mempermainkan perasaanku…"

Hening.

Yesung kembali membuka suara. "… Aku benci orang-orang seperti kalian."

"… Yesungie… coba lihat keatas." Pinta Siwon sambil memegang handphonenya, sepertinya tengah mengirim pesan.

"Tidak mau."

"Ayolah, Kim."

"… Tidak…!"

Kibum menyeringai. "Lihat keatas, atau aku akan memperkosamu disini sekarang juga."

Yesung otomatis mendongak keatas.

Pyaaarrr

Kembang api meledak dilangit malam, memperlihatkan keindahan-keindahan yang seakan menerangi keadaan taman dibelakang hotel itu.

Yesung terpaku, tak tahu harus berkata apa.

"… Kami memang menjadikanmu taruhan, baby." Siwon ikut memandang keatas.

"… Tetapi itu karena kami ingin memiliki hatimu." Sambung Kibum sambil ikut menatap keatas.

"Asal kau tahu saja. aku benci melihatmu dekat dengan dua orang itu." geram Kyuhyun. "Kau hanya milikku."

Siwon tersenyum –setelah menabok Kyuhyun. "Kami bertiga mencintaimu, Yesungie… sangat… cinta kami tulus, terutama cintaku padamu-"

PLAK

"Jadi maksud kami…" Kibum menoleh, menatap wajah Yesung yang masih terpaku. "… Kami ingin kau memilih satu dari kami… seseorang yang benar-benar kau cintai…"

Yesung masih terdiam.

Kyuhyun mengernyit. "Jangan berani bilang tidak yah! Aku tahu kau sudah jatuh cinta padaku!"

Siwon memutar matanya kesal. "Cih, kau selalu saja egois begitu." Ia ikut menatap Yesung. "Nah, Yesungie. Pilihlah sat-"

Perkataan Siwon terhenti saat ia melihat cairan bening yang meluncur turun dari kedua mata Yesung. "Y-Yesungie! Kenapa kau menangis?!" tanyanya panik. Diikuti Kibum dan Kyuhyun yang tak kalah panik.

"Baby?!"

"Tidak bisa…"

"Eh?"

"Aku… tidak bisa memilih diantara kalian bertiga…" Yesung menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah basah akan air mata. "… Aku tidak bisa…"

Kyuhyun memandangnya. "Wae?"

"… Aku… selalu berdebar… kalian bertiga… selalu membuatku berdebar…" lirih Yesung. "Kalian bertiga membuatku… kh… aku… tidak bisa memilih… kalian… kalian sama pentingnya untukku…" Yesung mulai terisak. "M-maafkan aku… hiks… tapi… aku mencintai kalian bertiga… aku tidak bisa memilih… maafkan aku…"

Hening sejenak, hanya terdengar isakkan Yesung.

Namun kemudian, ketiga Choi bersaudara itu memeluk Yesung –membuatnya terkejut. "… Kalau begitu… pilihlah kami bertiga…" bisik Siwon lembut.

Yesung terpana.

"Kami sudah memikirkan ini." Kyuhyun tersenyum. "Aku tahu… pesona Choi memang kuat. Namja Kim sepertimu pasti akan jatuh cinta pada kami."

Perempatan siku-siku muncul didahi Yesung. 'Dasar menyebalkan!'

"Kalau kau tak bisa memilih salah satu dari kami…" Kibum mengusap surai Yesung. "… Kau bisa memilih kami bertiga."

Yesung masih tampak tak percaya. "T-tapi… bukankah itu tidak adil…?"

Kibum mengecup puncak kepala Yesung. "Siapa bilang…? Kau pasti bisa mencintai kami dengan adil. Walau sebenarnya aku tidak suka membagimu dengan mereka."

Yesung terperangah. "… Kalian serius…?"

Siwon mengangkat dagu Yesung, membuatnya menatap lurus kemaniknya. "… Apa mata ini terlihat berbohong…?"

Yesung memandangnya lama, sebelum kemudian mulai menangis lagi.

"Sssh… baby… uljimma…" bisik Kibum.

"Hiks… h-habisnya… kenapa… kenapa aku…?"

"… Karena kau spesial, Yesungie…" jawab Siwon dengan senyuman gembira.

"Spesial…?"

Kyuhyun mendengus. "Kau bisa membuat kami bertiga jatuh cinta padamu. Butuh penjelasan lain?"

Air matanya memang masih turun, tetapi sebuah senyuman sudah terbentuk diwajahnya. "… Kalian aneh…"

"Trims pujiannya." Balas Choi bersaudara bersamaan.

Yesung tertawa kecil, rasa bahagia mulai memenuhi dadanya. Apa dia bermimpi…? Dia dicintai oleh tiga orang yang sudah beberapa hari ini selalu membuatnya deg-degan.

"Nah…" Choi bersaudara melepas pelukannya, lalu menatap Yesung intens –membuat Yesung mengernyit bingung. "Sudah jam 12 malam… bisakah kami meminta ciuman kami sekarang?"

Peessh~

"H-hyaak!"

BUAGH

FLASHBACK: OFF

"… Hyung… Yesung hyung!"

Yesung tersentak dari lamunannya. "N-ne?"

"Kita sudah sampai, hyung!" jelas Donghae. "Kau melamun apa, hyung?" tanyanya curiga.

Yesung buru-buru menggeleng. "A-ani. Aku tidak melamunkan apa-apa."

Eunhyuk menatapnya dari kaca spion. "Hung… okelah. Ayo turun hyung! Hari sudah larut! Kau harus cukup beristirahat!" usir Eunhyuk.

Yesung cemberut. "Yak! Kau mengusir hyung, eoh!?"

Donghae tertawa. "Ani hyung~! Ini kan demi kebaikanmu juga! Ayo sana pergi!"

Yesung mempoutkan bibirnya. Ia keluar mobil, lalu melangkah kerumahnya dengan langkah dihentak-hentak.

'Childishnya muncul lagi…' batin Eunhyuk dan Donghae bersamaan.

"Hei, Hae. Tadi Yesungie hyung sedang memikirkan mereka 'kan?"

Donghae mengangkat bahunya. "Kemungkinan besar."

"… Dia terlihat sangat kesepian…" gumam Eunhyuk.

"Kau benar." Donghae memejamkan matanya. "… Apa ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuknya?"

Eunhyuk menerawang. "… Hei."

"Hm?"

"… Bukankah mereka pantas mendapat kesempatan kedua…?"

:::

Cinta ini bagaikan secercah air di padang pasir.

Keberadaannya seakan mustahil.

… Tetapi secercah air itu…

… Sangat sulit kering.

… Sepanas apapun sinar mentari…

… Dia tetap bertahan.

:::

TBC~

Yuppp~~~! Akhirnya chap ini terselesaikan! Akan Ucchan usahakan untuk lanjut secepatnya! Mianne kelamaan nunggu!TwT

Btw, Ucchan begadang nyelesain ini FF, trus langsung update, jadi gak sempat balas review! mianT^T tapi akan Ucchan balas lain kali! … Ya mungkin!/plak

AAARGGHHHH RINDU EUNSIHAEMINDONG….TMT

Semoga chapt ini tidak mengecewakan ne! mungkin sekitar 2-3 chapt lagi udah tamat… ya kayaknya!/plak

Singkat kata,

Review please~?