UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

MY LOVE FOR U

Chapt 7: Second Chance


Cast: Super Junior, Other


Main Cast: Yesung, Kyuhyun, Kibum, Siwon


Other Cast: Super Junior Member, Other


Main Pair: WonYeKyuBum


Other Pair: HanChul, HaeHyuk, MinWook


Genre: Angst, Romance, Family


Rated: T


Diclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!


Warn!: BL(Boys!Love), Yemma disiksa/plak/, plotnya secepat cheetah(?), dan romancenya semelempem kerupuk dikala musim hujan(?), GAJE


I LOVE U

:::

FOREVER

"Jadi bagaimana dengan kehidupan cinta kalian?" tanya Mr. Choi sambil tersenyum puas. Kini ia, sang istri, dan ketiga anaknya tengah makan malam bersama disebuah restoran mewah.

Ketiga Choi bersaudara tetap diam.

Mrs. Choi menatap mereka khawatir. Ketiga putra tampannya tampak sangat murung dan berantakkan. "Ayolah… appa kalian bertanya. Jawablah." Bujuknya.

Ketiga Choi itu meliriknya. "… Kalian ingin kami jujur…?" tanya Kibum dingin.

Mr dan Mrs Choi mengernyit. "Ya?"

"… Hyuna hanya menginginkan harta, appa. Dia sama sekali bukan yeoja yang baik untukku. Aku tidak menyukainya, sama sekali. Dia suka memakai uangku untuk berfoya-foya." Siwon memulai, menatap lurus kearah manik sang appa.

"Victoria membuatku muak. Dia sangat posesif dan menyebalkan. Dia bersikap seakan mengetahui segalanya tentangku. Aku merasa seakan dikekang olehnya." Lanjut Kibum, menatap sang appa dingin.

"Dan… Seulgi… dia tidak mencintaiku. Sama sepertiku, dia terpaksa mengikuti perjodohan ini. Meski kami bersama, sikapnya sangat dingin padaku. Selembut apapun aku padanya, dia tetap tidak menyukaiku." Kyuhyun tersenyum kecut. "… Mungkin ini karma."

Mr dan Mrs Choi menatap ketiga anaknya itu satu persatu. Mereka bisa melihat kesungguhan dimata ketiganya.

Mr. Choi menghela napas. "Ya sudahlah. Kalau begitu aku akan membatalkan perjodohan kalian. Aku akan mencari calon lain."

Choi bersaudara tampak membelalak tak percaya. "Kau mau menjodohkan kami lagi?!" tanya Siwon tak percaya. Baru saja dia mengira sang appa akan menyerah soal perjodohan bodoh ini.

Mrs. Choi mengernyit. "Tentu saja! kalian harus mendapat jodoh yang sekelas dengan kalian!" ia memicing. "Kalau kubiarkan kalian memilih, kalian pasti akan jatuh pada kesalahan yang sama."

Kibum membalas tatapan dingin sang ibu. "… Dia bukan kesalahan."

Mrs. Choi tersenyum meremehkan. "Oh ya? setelah bisa hidup senang dengan uang kalian, dia malah pergi kabur begitu saja? bahkan aku yakin dia meminta banyak uang dipengadilan waktu itu-"

"UMMA SALAH!" bentak Siwon, tidak terima dengan perkataan ummanya. "YESUNG BUKAN ORANG YANG SEPERTI ITU! DIA TIDAK PERNAH MEMINTA UANG SEPERSERPUN! DIA BUKAN ORANG MATA DUITAN SEPERTI HYUNA! BAHKAN DIPENGADILAN, DIA TIDAK PERNAH MENUNTUT UANG DARI KAMI!"

Suasana hening.

Siwon mengepalkan tangannya, merasa sangat marah.

"… Tidak seperserpun…"


FLASHBACK: ON


Ketiga Choi bersaudara menatap Heechul kosong. "Apa… kau bilang…?" lirih Siwon.

Namja cantik itu bersidekap dengan wajah angkuh. Dibelakangnya ada Sungmin, Ryeowook, Donghae dan Eunhyuk yang sudah memasang wajah dingin. "Apa perlu kuulangi lagi, TUAN Choi yang terhormat?"

Siwon, Kyuhyun dan Kibum menatapnya tetap dengan ekspresi kosong diwajah masing-masing.

"Yesung tidak akan meminta uang seperserpun dari kalian." Heechul menyeringai sinis. "Bukankah dongsaengieku itu sangat manis? kalian sudah menyia-nyiakan waktunya, menyakiti hatinya, dan menelantarkannya, tapi dia malah tidak mendapat hadiah dari semua kesabarannya itu." Heechul menatap mereka seakan sedang melihat sampah. "Tapi aku bisa mengerti. Dia tidak mau menerima uang dari bajingan seperti kalian."

"Bercerai dengan kalian adalah hadiah terbaik untuk Yesung hyung." Eunhyuk menatap ketiganya dingin. "Dia akan bahagia. Lebih bahagia dari yang kalian bayangkan."

Donghae mengangguk. "Yesungie hyungku tidak memerlukan orang yang tahunya hanya meninggalkannya." Ia menatap Kibum dingin. "Yesungie hyungku tidak memerlukan orang yang selalu menyakitinya." Ia beralih menatap Siwon. "Dia juga… tidak memerlukan orang yang hanya bisa membuatnya kesepian!" kali ini tatapannya ia tujukan pada Kyuhyun yang hanya bisa terdiam.

"Tanpa orang-orang seperti kalian, Yesungie hyung pasti akan bahagia." Ryeowook membuang muka, tak mau bertemu dengan manik ketiga Choi itu. "… Yesungie hyung tidak membutuhkan orang-orang brengsek seperti kalian."

"Kalian dengar itu?" Heechul mendengus. Ia melirik jam dinding yang tergantung tak jauh dari mereka. "… Setengah jam lagi kita akan mulai. Bersiaplah." Heechul melempar tatapan tajam kearah Choi bersaudara. "AKU. AKAN. MEMBUAT. KALIAN. MENDERITA." Desisnya dengan penekanan ditiap katanya.

Hangeng melangkah menuju mereka, telah berpakaian rapi. "Chullie, aku sudah siap."

Heechul tersenyum menyambut kedatangan Hangeng. "Aigo~! Kau terlihat sangat keren, pengacaraku yang tampan~!"

Ketiga Choi itu menatap Hangeng kosong. "… Dimana… dia…?"

Heechul mendelik. "Kalian pikir setelah semua yang telah kalian lakukan padanya, aku akan membiarkan kalian menemui dia?!" Heechul menyeringai. "Aku bukan orang yang tahu segalanya. Tapi biar kupastikan satu hal pada kalian bertiga." Ia berjalan, mendekati ketiga namja itu, jarinya terangkat dan menusuk dada Siwon.

"Kalian tidak akan pernah… kuulangi… TIDAK AKAN PERNAH bertemu dengannya lagi." Heechul menyeringai. "… Ya sudahlah. Sampai bertemu dipengadilan." Ia berbalik, melangkah kembali kearah teman-teman dan kekasihnya. "Kajja, kita pergi."

Mereka lalu pergi, meninggalkan ketiga Choi bersaudara yang menunduk.


FLASHBACK: OFF


Kyuhyun menggeleng. "Yesung mencintai kami karena kami. Dia tak pernah lelah mencintai kami…" ia mengepalkan tangannya. "Dia meninggalkan kami karena kebodohan kami… ini sama sekali bukan kesalahannya!"

"Kami sudah membuatnya terluka. Membiarkannya sendirian. Yang kami lakukan hanya membuatnya merasa kesepian." Tatapan Kibum menyayu. "… Kamilah yang bersalah."

"Yesung itu… selalu perhatian pada kami. Mencintai kami. Memperhatikan kami. Dia bahkan mengingat hari ulang tahun kami. Juga anniversary pernikahan kami –padahal kami melupakannya." Siwon memejamkan matanya. "Dia adalah cinta terbaik yang pernah kami miliki."

"… Jadi…?" Mr. Choi menatap ketiga anaknya dingin. "Aku tidak perduli."

Choi bersaudara hanya menunduk.

"Bukankah kalian sendiri lupa dengan hari pernikahan kalian? Itu pertanda kalian memang tidak ditakdirkan bersama." Mrs. Choi mendengus. "Memangnya kalian ingat kapan?"

Choi bersaudara terdiam sejenak, sebelum bersamaan mengangkat kepala mereka dan berkata, "Minggu... hari anniversary kami hari minggu ini…"

DEG

DEG

DEG

Mr. Choi menatap ketiganya. Ini pertama kalinya ia melihat ketiga anaknya memasang ekspresi seperti itu. ia menghela napas, lalu melanjutkan makannya.

"Appa…?"

"Cari dia." Ujar Mr. Choi. "Kalau kalian tidak bisa menemukannya dalam waktu 1 minggu ini, kalian tidak akan kuijinkan bertemu dengannya lagi."

Choi bersaudara terperangah. "B-BAIK!" mereka sontak berdiri, lalu berlari keluar ruangan.

Mrs. Choi mendengus. "Dasar anak-anak tidak sopan." Ia melirik sang suami. "Apa kau yakin?"

Mr. Choi mengangkat dagunya. "Itu juga kalau mereka berhasil menemukannya. Lagipula… aku tidak yakin namja itu mau kembali lagi pada mereka."

Mrs. Choi tersenyum. "… Yah… kau ada benarnya."

:

:

-EunHae's House…

Eunhyuk memasang wajah herannya melihat kedatangan tiga tamu tak diundang dirumahnya dan sang kekasih, sementara sang kekasih –Lee Donghae– secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya.

… Kau lihat dia memasukkan garam di teh mereka tadi tidak?

"Jadi… mau apa kalian kesini?" tanya Eunhyuk –walau dia sudah tahu. Sekedar basa-basi. "Rasanya sudah lama sekali kita tidak berjumpa."

"… Kami mohon… beritahu dimana dia sekarang." Tembak Siwon langsung.

Eunhyuk bersidekap, memasang wajah dingin. "… Dan…? Kenapa aku harus memberitahu kalian?"

"Kami tidak mungkin memintanya pada Heechul dan Ryeowook. Mereka tidak akan pernah memberitahu kami." Ujar Kibum. "Tapi kalian masih bisa dibujuk."

"APUAAA?! KAU MEREMEHKAN KAMI YAH?! ENAK SAJA! AKU INI MAHAL TAHU! SIALAN! CEPAT MINUM TEHNYA!" pekik Donghae murka.

Kyuhyun menatapnya datar. "Tidak mau. Kau kira aku tidak tahu? Kau memasukkan garam kedalam tehnya 'kan?"

Donghae tersentak. "A-ani! Siapa bilang!? Aku membuatnya dengan cinta tahu!"

Kibum dan Kyuhyun hanya memandangnya, seakan melihat orang paling babbo sedunia.

Wajah Donghae merah padam. "Y-YAK!"

Eunhyuk menghela napas. "Kau diam saja deh." Ia kembali menatap ketiga Choi bersaudara. "Maaf, tapi sebaiknya kalian pulang saja."

Siwon menggeleng. "Kami mohon! Kami sudah sadar sekarang! Kami janji tidak akan menyakitinya lagi! jadi tolong…"

"Apa kalian tidak mendengarku?" desis Eunhyuk dingin.

Kibum menghela napas. "Baiklah. Sepertinya memang sia-sia membujuk kalian hari ini." Ia berdiri diikuti kedua saudaranya. "Tapi kami akan kembali lagi besok. Kami akan terus kembali sampai kalian memberitahu kami."

Mereka bertiga lalu pergi.

Setelah mengunci pintu rumah, Eunhyuk dan Donghae menggelar rapat dadakan.

"Sudah kuduga! Mereka ingin tahu rumah Yesung hyung!" gerutu Donghae. "Berapa hari lagi sih sampai hari anniversary mereka?"

Eunhyuk berpikir sejenak. "Karena ini masih hari Selasa… jadi sekitar lima hari lagi."

Donghae cengar cengir. "Jadi hari keberapa kita beritahu dia?"

Eunhyuk mengusap dagunya. "Sekitar hari keempat?"

"Kau yakin mereka akan bertahan berapa hari?"

"Walau Siwon tidak pintar, tapi jangan remehkan otak Kibum dan Kyuhyun. Mereka bisa menyelesaikannya tentu saja." Eunhyuk tersenyum misterius. "Kecuali kalau kita mengganggunya."

Donghae ikut menyeringai. "Aha~! Aku tahu jalan pikiranmu monyet~!"

"Hahaha~! JANGAN PANGGIL AKU MONYET! DASAR IKAN ASIN!"

"Hah? Tapi kau kan memang- GYAAAH!"

:

:


-DAY 1…


Ketiga Choi bersaudara baru turun dari mobil mereka, ketika tiba-tiba semburan air menyambut mereka.

"Waaa! Apa-apaan ini?!" pekik Siwon sambil melangkah mundur beberapa langkah.

Donghae yang sedang (pura-pura) menyiram tanaman menggunakan selang air memasang senyum tak berdosa. "Aaa~! Kalian benar-benar datang~! Apa kalian mau masuk? Tapi kalian basah~! Kalian tahu aku tidak sengaja kan~?"

Kyuhyun menatapnya dingin. "Sepertinya kau puas sekali ya…"

"Suaramu menjijikan." Kibum ikut menimpali.

Donghae menaikkan alisnya. "Eeehh? Jangan salah paham dooong~~~~! Aku 'kan hanya menyiram tanaman~! Lagipula aku membantu kalian! Lihat? Mobil kalian terlihat bersinar~! Hohohoho~~~!" masih dengan suara bindengnya.

Ketiga Choi melangkah mendekatinya dengan latar belakang kobaran api. "Kau-"

"Ups!"

Ketiganya sontak menoleh kebelakang. Dan yang mereka temukan… Lee Hyukjae berdiri disana dengan ember ditangan, dengan wajah tak berdosanya, sementara mobil mercedes benz merah yang tadinya dinaiki ketiga Choi itu sudah berlumuran cat berwarna hot pink.

"YAAAKKK! KAU A$S! *&^!C^!" itu teriakan si pemilik mobil alias Choi Siwon. Ia berlari hendak mencakar(?) Eunhyuk, tapi Eunhyuk sudah terlebih dahulu menghindar dan berlari menjauh sambil tertawa terbahak-bahak.

Kibum dan Kyuhyun memandangi WonHyuk yang semakin jauh, lalu berbalik menatap Donghae curiga.

"Aku tahu kalian pasti merencanakan sesuatu." Kibum bersidekap.

"Kalian ini benar-benar kekanakkan." Kyuhyun tersenyum meremehkan.

Donghae tetap tersenyum malaikat. "Sudah kubilang, aku ini mahal~!" dia cengar-cengir. "Bagaimana? sudah menyerahkah?"

Kyuhyun memicingkan matanya. "Tidak akan. Kami pasti akan mencari tahu rumah Yesung."

Donghae mendengus. "Hmph… kalian memang keras kepala." Ia berkacak pinggang. "Ya sudahlah. Sekarang masuk dulu ke dalam rumah. Kalau ribut disini kita hanya akan mengganggu tetangga. Kajja. Kalian bisa berganti baju didalam."

Donghae lalu melangkah menuju rumah diikuti Kyuhyun dan Kibum. Tapi baru beberapa langkah, Kyuhyun sudah menginjak 'perangkap', dan terperosok masuk kedalam lubang galian yang cukup dalam.

"AARGH! YAK KAU *BIIIPP*! DASAR *BIIIPP*! AKAN KUINGAT INI! AGH! RASANYA KAKIKU AKAN PATAH! YAK LEE DONGHAE!" sumpah serapah terdengar membahana dari dalam lubang tersebut.

"Y-yak! Kau baik-baik saja?" tanya Kibum panik. Ia mendongak menatap Donghae.

Namja ikan itu perlahan berbalik, dengan senyuman setan diwajahnya.

'RASAKAN ITU! BERANI SEKALI KALIAN MELUKAI YESUNGIE HYUNGKU~! KHUKHUKHUKHU~! AKU AKAN MEMBUAT KALIAN MENDERITA~~~~!'

Rasanya Kibum hampir mendengar isi pikiran Donghae. Kibum sontak bergidik. Tekadnya sedikit goyah, karena namja pintar seperti dirinya tahu pasti, kechildishan Donghae itu sangat berbahaya.

Ia mengepalkan tangannya. "Aku pasti akan sampai kedalam rumah." Tekadnya akhirnya.

"Ohooo~~~! You're quite persistent, aren't cha?" Donghae terkikik setan. "Baiklah kalau begitu~! Ayo~!"

Kibum kembali melangkah, namun kali ini dengan hati-hati. Matanya dengan waspada memandangi sekeliling halaman rumah couple childish itu. tidak ada tanda-tanda jebakan. Sepertinya Kibum aman untuk sekarang.

Donghae melangkah kepintu rumahnya diikuti Kibum tepat dibelakangnya. Ia lalu membuka pintu rumah, dan langsung berjongkok.

… Eh? Berjongkok?

Syuuu~

BUAGH

Sebuah panci yang diikat benang meluncur dengan mulus menuju Kibum lalu menghantam wajah tampannya.

DENGAN SANGAT KERAS.

"…"

Brugh

"KIBUM AH!"

:::

Choi's Resident…

:::

"MEMANG DASAR DUA NAMJA *PIIIPPP* ITU!" terdengar makian Siwon membahana di kediaman Choi itu.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka seenaknya saja." Kyuhyun mengurut kakinya yang masih terasa sakit.

"Ya… KITA HARUS MEMBALAS MEREKA." Desis Kibum yang hidungnya sudah diperban. Terlihat sekali dendam berkobar di kedua matanya.

Siwon dan Kyuhyun mengangguk setuju. "Tapi bagaimana?" tanya Siwon bingung.

"Balas menyiram mobil mereka dengan cat?" usul Siwon.

Kyuhyun menggeleng. "Kita buat lubang di depan rumah mereka!"

"KITA CULIK MEREKA, SIKSA MEREKA, DAN BAKAR RUMAH MEREKA"

Kyuhyun dan Siwon memandang Kibum yang masih berkobar.

"Dude, chill out." Siwon menggeleng, sedikit takut juga melihat ekspresi Kibum yang sangat abstrak.

"Jika saja mereka bukan dongsaengnya Yesungie, SUDAH KUBUNUH MEREKA DARI 3 JAM YANG LALU."

Kyuhyun menyeringai. "Kurasa wajahmu lebih baik sekarang~!"

Kibum mengirim deathglare paling mematikan pada Kyuhyun.

"Sudahlah, kita harus berpikir logis. Kita harus memikirkan cara membalas mereka tanpa perlu melakukan pembunuhan." Siwon menatap tajam Kibum.

Kibum membuang muka setelah mendecih.

"Oke, ayo kita susun rencana! Ikan dan monyet itu HARUS MENYESAL!"

Ini kali keempat Kyuhyun dan Siwon melihat Kibum sesemangat itu dalam hidupnya.


-DAY 2…


Donghae sedang menyapu halaman saat mobil Choi Siwon berhenti di depan rumahnya. Dari dalam mobil itu keluar Choi bersaudara yang tampak bertekad.

Donghae nyengir. "Halo~! Pagi yang cerah ya~!"

"Cukup basa-basinya! Cepat bawa kami masuk!" perintah Siwon dengan tutup panci di tangan kanannya.

"Ya!" sahut Kibum dan Kyuhyun yang juga memegang tutup panci di masing-masing tangan. Sudah siap sedia.

Donghae memutar matanya jengah. "Baiklah. Ayo ikuti aku." Ia berbalik lalu melangkah menuju rumahnya, diikuti ketiga Choi bersaudara yang sudah dalam keadaan waspada maksimal.

Syut

"…!"

TANG

Sebuah batu(!) meluncur menuju Siwon mengincar kepalanya, dan dengan sigap ditangkis menggunakan tutup panci.

Siwon melotot shock. "… KAU GILA?! BATU?! KALIAN MAU MEMBUAT KEPALAKU BOCOR?!" pekik Siwon tak percaya.

Donghae memberi seringai manisnya. "Well, Tuan Choi. Ini hari kedua. Jadi tantangannya tentu lebih berat~! Bukan begitu, mr. Gamer?" dia melirik Kyuhyun dengan ekor matanya.

SYUUSSHHH

"HAH?!"

TANG!

PRANG

Pluk pluk pluk (?)

Wajah Kyuhyun sudah pucat pasi. Ditatapnya vas bunga kaca yang sudah tak terbentuk di tanah. Dia lalu menoleh ke arah Donghae. Speechless.

Donghae tetap memberi seringai manisnya. "Ayo~!"

Mereka lalu kembali berjalan, tapi tak sampai tiga langkah, serangan ketiga kembali diluncurkan. Kali ini untuk Kibum.

Sebuah sumpit meluncur dengan cepat kearahnya, namun dengan refleks yang luar biasa berhasil dia tangkis.

Dia memandang sumpit yang sudah tergeletak di tanah. Di ujung sumpit itu ada bekas cairan aneh berwarna ungu.

'… SUMPIT BERACUN…?!'

"Hei hei! Jangan lelet! Ppali!" Donghae menggiring mereka ke pintu depan. Dia lalu berdiri di depan pintu, diikuti ketiga Choi di belakangnya. Dia lalu membuka pintu dan langsung berjongkok.

'Trik ini!' Choi bersaudara yang sudah bersiap segera bergabung membentuk brikade dengan tutup panci.

Dan yang meluncur kearah mereka ternyata bukan panci –seperti yang sudah mereka antisipasi, tapi sebuah… besi panjang tebal yang seukuran meja panjang.

Besi yang meluncur dengan kecepatan tinggi itu meluncur dan langsung menabrak Choi bersaudara yang masih dalam keadaan shock, sehingga membuat mereka terlempar dengan tidak elitnya keudara. Mereka kemudian mendarat dengan keras di tanah.

Belum juga sadar dari keadaan shocknya, sebuah cairan kecokelatan telah berjatuhan dari langit dan mengenai wajah mereka.

"Ups~! Tanganku terpeleset~!" dan suara siapa lagi ini, selain monyet kurang ajar itu?

"Aaaah~~~? bukankah itu kotoran sapi yang kemarin kita minta dari petani di dekat sini yaaah~? Sapi itu lagi mencret kan~~~?" tanya Donghae sok terkejut. "Aduuuh~! Hyukkie ceroboh sekaliii~~!"

Eunhyuk dengan kejam menjatuhkan ember kotor itu di atas wajah Siwon. "Aduuh~! Maaf yaaahh~~~! Hahahaha~~~!"

Ketiga Choi itu sudah diam, berusaha menekan hasrat membunuh mereka yang rasanya akan lepas sedikit lagi.

'KAMI TIDAK AKAN MENYERAH!'


-Day 3…


"Lewat sini~! Hati-hati yaaahhh~~~!"

Tap tap

"WAA!"

CPREK

"ARRGGGHH!"

"Ahh~! Maaf, Kyu ah~! kau terkena jebakan tikus itu yah~? Hohoho~! Aku ceroboh menaruhnya~!"

Tap

Pluk

"AARGHHH!"

"Ups! Kenapa bisa ada paku payung di atas sofa yah? Warnanya senada pula~! Bagaimana orang bisa tahu heeuuummm~? Maaf ya, Siwon ah~! sepertinya aku harus hati-hati lain kali~! Hahahah~~!"

Slep

"AAGH!"

Bruk

Bruk

Bruk

BRAK

"Aduh! Kibummieee~? Gwenchanayo? Maaf ya, entah kenapa ada kulit pisang tersembunyi disini~! Kau jadi terpeleset dan jatuh ke ruang bawah tanah yaaa? Sakit tidak jatuh dari tangga~? Penasaran deh~! Ohohohoho~~!"

Tuhan… tolong kuatkanlah Choi bersaudara… demi Yesung… ini demi Yesung… ini demi-

"Eh? Donghae? Untuk apa pelubang ban mobil itu~?"


-Choi's Residence…-


"KITA HARUS BENAR-BENAR MENYINGKIRKAN MEREKA." Kata Kibum dengan menekankan setiap suku katanya.

"SETUJU."

Ketiga Choi bersaudara itu sedang menggelar rapat dadakan tentang bagaimana caranya mengurus couple childish yang sepertinya sebentar lagi berniat membunuh mereka.

"Aku tahu kita sudah melukai hyung kesayangan mereka. Tapi tetap saja ini keterlaluan!" Siwon menjambak rambutnya frustasi.

"Bagaimana yah… padahal hari pernikahan kita tinggal menghitung hari." Kyuhyun mendengus. "Kalau cobaannya begini, bisa-bisa kita tidak bertemu Yesungie sampai kapanpun."

"Mari kita coba tanya Ryeowook saja. setidaknya dia tidak akan melakukan perbuatan ekstrim seperti mereka." Kibum tampak menderita. "Pasangan beda spesies itu ternyata lebih sulit dari yang kukira."

Siwon mengangguk. "Aku setuju, ayo kita coba Ryeowook."

Kyuhyun mengangguk. "Dia tidak mungkin membunuh kita 'kan?"

:

:


-2 hour later…


"JALANKAN MOBILNYA! JALANKAN MOBI-"

PRANG

"KYAAAAAAHHH!"

BRUUUMMM

Baiklah, kita kembali ke lima menit yang lalu sebelum upaya pembunuhan di atas terjadi. Choi bersaudara baru saja sampai di depan rumah Ryeowook. Mereka lalu mengetuk pintunya dan menunggu sampai pintu terbuka. Terpampanglah di hadapan mereka seorang namja pendek yang memakai celemek ungu.

"Halo, Ryeowooksshi." Sapa Siwon membuka usaha negosiasi.

Ryeowook masih berdiri di sana, melotot memandang mereka. Dia lalu perlahan-lahan mundur hingga menghilang dari balik pintu. Siwon mengernyit, dia memberanikan diri membuka pintu rumah tersebut.

Dan yang ketiga Choi bersaudara itu saksikan di hadapan mereka, Ryeowook tengah berjalan selangkah demi selangkah menuju mereka dengan ekspresi kosong plus pisau dapur di tangan.

Jadi setelah otak pintar mereka bekerja, mereka langsung berbalik dan lari masuk ke dalam mobil.

Mereka berjanji sebisa mungkin tidak akan menunjukan tampang mereka lagi pada Ryeowook.

Never again.

:

:


-DAY 4…


Baiklah, jadi sepertinya tak ada pilihan lain selain couple childish itu. Heechul adalah pilihan mustahil, sementara Ryeowook adalah pilihan yang… er… berbahaya.

Jadi inilah mobil merah dengan bercak pink di berbagai tempat, keempat kalinya, berhenti di depan rumah EunHae.

Mereka lalu turun, melihat sekeliling halaman rumah, tapi tak ada orang. Siwon mengernyit. "Tumben? Kemana mereka?"

"Jangan lengah dulu! Bisa saja mereka bersembunyi!" Kyuhyun mengingatkan.

"Ya, bisa saja mereka sedang mempersiapkan sesuatu yang busuk untuk kita." Kibum menajamkan pandangannya ke sekeliling. Tapi nihil mereka tak melihat apapun. "Hm?" pandangan Kibum terhenti di tanah, tak jauh dari gerbang pagar rumah. Di ambilnya surat berwarna biru dengan bau-bau ikan asin yang kental.

"Apa isinya?" Siwon dan Kyuhyun mendekati Kibum.

Kibum membuka surat itu dengan super hati-hati, setelah yakin tidak ada ledakan ataupun jepitan apapun, Kibum menarik isi surat itu. dua buah kertas.

Di kertas pertama, mereka menemukan tulisan 'indah' Donghae.

'Dear trio pengkhianat Yesung hyung, aku menulis surat ini dengan penuh pertimbangan dan cinta, tentang bagaimana kalian begitu serius mengejar Yesung hyungku. Betapa kalian masih tegar datang walau sudah kami ganggu sedikit-'

"SEDIKIT DARIMANA?!"

'-Jadi, berdasarkan hasil pertapaanku di kamar mandi selama semalaman dan memandangi boxer stroberi Eunhyukkie, aku memutuskan untuk memberi kalian kesempatan untuk menemui hyungieku. Kertas berisi alamatnya akan lebih diperjelas pada kertas yang satunya. Dengan penuuuuuuuuhhhh cintah, Lee Donghae.'

Tanpa basa-basi lain, Kibum membuang kertas berisi pesan Donghae itu, lalu mengambil kertas yang kedua.

'Halo, this is your favorite boy, Eunhyuk! Mengenai kertas berisi alamat Yesungie hyung, aku sudah menyembunyikannya di suatu tempat di negara ini-'

"HAH?!"

'Karena aku baik hati, aku akan memberimu clue~! KEBUN BINATANG DARAT DAN AIR YANG PENUH CINTA! Di bawah kumpulan kaki, tersimpanlah cinta yang sesungguhnya! Selamat mencari! Dan semoga ketemu yah~! Bye~!'

"PETUNJUK MACAM APA INI!?" bentak Kibum sambil membanting surat Eunhyuk.

Siwon dan Kyuhyun sudah memasang wajah fals. "Kebun binatang di negara ini banyak, oy… masa kita harus mencari satu persatu…?" tanya Siwon memelas.

Kyuhyun diam, berusaha memutar otaknya. "… Ayo kita ke kebun binatang terdekat dulu. Logikanya, tak mungkin mereka bisa pergi ke tempat jauh, mengingat mereka bekerja, jadi antara wilayah Seoul dan sekitarnya. Kita harus berpencar."

Siwon mengangguk. "Baiklah. Kajja, kita tidak boleh membuang banyak waktu lagi!" dia melirik jam tangannya. "Masih jam 9 pagi. Kita masih punya waktu. KAJJA!"


-8 pm…

Choi bersaudara kembali berkumpul di kediaman Choi. Wajah ketiganya berawan. Mereka telah berkeliling mendatangi kebun binatang, mulai dari yang ada di Seoul sampai Incheon bahkan Andong. Tapi nihil. Mereka bahkan tak paham apa maksud petunjuk di bawah kumpulan kaki. Masa mereka harus memeriksa telapak kaki setiap pengunjung?

"Arrghh! Benar-benar menyebalkan! Awas saja ikan dan monyet itu!" pekik Siwon frustasi.

"Ya! pasangan beda spesies itu benar-benar minta kuhajar!" Kyuhyun ikut memekik sambil mengacak surainya.

Kibum yang tadinya hendak ngedumel mendadak terdiam. "Pasangan beda spesies…?"

Siwon mengangguk. "Ikan dan monyet 'kan?"

"…" hening.

Kyuhyun melotot. Sepertinya dia baru menyadari sesuatu. "… Hah…? Seolma… jangan bilang… kalau kebun binatang itu…"


-EunHae's House…

Disinilah ketiga Choi bersaudara, didepan pintu rumah pasangan childish itu. jika tebakan mereka benar, disinilah kebun binatang itu.

KEBUN BINATANG DARAT DAN AIR YANG PENUH CINTA

… Eunhyuk adalah monyet, hewan darat. Sementara Donghae adalah ikan, hewan air.

Kyuhyun membuka pintu yang ternyata tidak dikunci itu.

Di bawah kumpulan kaki, tersimpanlah cinta yang sesungguhnya

Siwon memeriksa rak sepatu, dan di bawah salah satu sepatu itu ada sebuah surat.

Mereka membacanya.

'Waaah~! Kalian berhasiiil~! Cepat juga yah~! Kukira kalian tidak akan bisa menemukannya selamanya~! Tapi selamat! Kalian berhasil menemukan kertas ini! Sesuai janji, kami akan memberikan alamat Yesungie hyung (walau kami tak rela!).'

Ingin rasanya berkata kasar.

'Ini alamat hyung! XXXXXXXXX XXXXX. Tapi aku tidak menjamin dia akan menerima kalian lagi~! jadi berusahalah yang terbaik! Penuh cinta dan sumpah serapah, Donghae & Eunhyuk'

Siwon merobek bagian alamat Yesung, dan membuang sisanya yang dianggapnya tak berguna. "Baiklah, kita sudah ada alamatnya."

Kyuhyun memandang kertas itu curiga. "Awas saja kalau mereka menipu kita."

"Mari berharap yang terbaik. Karena jika ini hanya tipuan lainnya, akan ada darah di rumah ini besok."

"Setuju."


-9 PM…

Yesung melirik jam yang tergantung di dinding. Jam 9. Cafenya harus segera tutup. Semua karyawannya juga sudah pulang. Tapi entah kenapa… Yesung merasa berat…

Besok hari ulang tahun pernikahannya… walau sebenarnya mereka sudah bercerai. Yesung tersenyum. Mengingat kembali ketiga suaminya yang pernah mencintainya. Ya… pernah…

Mengingat itu membuat Yesung merasa sedih, teringat kembali dengan kenangan buruknya setelah menikah dengan ketiga suaminya itu. dia tak suka mengingatnya. Dia lebih suka mengingat masa-masa bersama mereka sebelum menikah.

Karena saat itulah dia merasa paling dicintai.

Tapi Yesung rasa sekarang mereka bertiga sudah bahagia, dan mungkin juga sudah menemukan orang lain yang bisa mereka cintai. Mengingat itu membuat hati Yesung sakit, tapi apa yang bisa dia perbuat? Walau dia memang masih mencintai mereka, tapi tetap saja… dia tidak punya hak memaksa mereka mencintai Yesung lagi.

"Kau baik-baik saja, Yesungsshi?" Yesung terlonjak kaget dan menoleh kebelakang. Dia lupa kalau Sungjoon sedang berkunjung. Sungjoon juga menawarkan diri membantu Yesung selama sehari. Sebenarnya Yesung sudah menolak, tapi Sungjoon memaksa hingga Yesung tak ayal menerimanya juga. "Apa kau ada masalah?"

Yesung tersenyum malu. "A-ah, aniya. Gomawo Sungjoon ah. aku sudah mau tutup kok."

Mereka lalu mulai berbincang tentang berbagai hal. Sungjoon adalah teman yang baik, dia selalu mendukung Yesung dan membantunya. Bahkan dulu dia meminjamkan uang secara sukarela saat Yesung hendak membuka cafenya ini. Yesung bersyukur bisa bertemu dengannya.

Kring~

Yesung yang mendengar bunyi pintu yang dibuka, segera berbalik. "Ah, maaf, kami sudah tu… tup…" Yesung melotot. Tak mempercayai apa yang sedang dilihatnya sekarang. Ketiga orang yang selalu dia cintai berdiri di sana. Dengan masing-masing seikat bunga mawar putih di tangan.

Bunga kesukaan Yesung.

"Baby…" sungguh betapa dia merindukan suara bass milik Kibum ini.

"Yesungie…" juga suara baritone Siwon.

"Kim Yesung…"

Kyuhyun…

Rasanya Yesung tak mempercayai mata dan telinganya sendiri. Seharusnya dia bisa tersenyum dan balas mengatakan dia mencintai mereka juga. Maksudku –bukankah ini yang selalu ia impikan? Ketiga orang yang dicintainya ini kembali lagi padanya?

Tapi kenapa dia justru menunduk? Dan kenapa tak ada senyuman dibibirnya? Kenapa dia tidak bisa tersenyum? Kenapa dia tak bisa berbicara? Dan kenapa jantungnya terasa sangat sakit?

Dan kenapa memori itu kembali terulang di benaknya?


"… Jangan panggil aku dengan nama itu. Menjijikan."

"Ck, berisik sekali. Kau menggangguku, tahu."

"… Aku tidak perduli. Urus saja dirimu sendiri."

"Keluar dari kamarku."

"BERISIK!"

"Hari ini? Sudahlah! Itu tak penting!"

"Bukan siapa-siapa."


DEG

Tubuh Yesung gemetaran, dia tak mampu mengangkat wajahnya. Dia takut… takut…! Dia takut akan kelepasan menyatakan perasaannya dan kembali pada mereka. Kembali hanya untuk menikmati cinta sesaat, dan pada akhirnya Yesunglah yang akan kembali terluka.

Dia tak mau mengalami hal itu lagi.

Ketiga orang itu perlahan beringsut mendekatinya. "Baby…?"

Yesung sontak mundur selangkah, masih menunduk. Dapat dirasakannya sekujur tubuhnya bergetar. Dia tak mampu bersuara, dia takut jika bicara, sepatah kata saja, maka dia akan goyah dan malah berlari kesana memeluk mereka.

"Ada perlu apa?" yang Yesung lihat selanjutnya adalah Sungjoon berdiri didepannya, menghalangi pandangannya dari ketiga Choi bersaudara.

Kibum memandang Sungjoon tak suka. "Kami perlu bicara dengannya."

"Jangan ikut campur." Kyuhyun mengirim deathglarenya.

"Baby, tolong dengarkan kami." Suara Siwon terdengar memohon.

Tidak…! Jangan panggil Yesung begitu! Yesung tidak sanggup…!

"Jangan panggil dia baby. Dia milikku. Kami sudah menikah." Sungjoon memeluk Yesung.

… Apa tadi dia bilang…?

"HAH?! Apa maksudmu?!" Kibum membentak marah. "LEPASKAN DIA!"

"Tidak akan. Kalian hanya membuatnya merasa tak nyaman. Tolong keluar sekarang juga."

"Yesungie…!"

Yesung menggigit bibir bawahnya. Ini yang terbaik. Perlahan lengannya terangkat membalas pelukan Sungjoon. "… Pergi…"

Yesung tak bisa membayangkan wajah ketiga orang yang selalu ia cintai itu.

"… Kami mencintaimu…"

Yesung menggeleng, semakin menenggelamkan wajahnya di dada Sungjoon. "… Pergi!"

Siwon, Kyuhyun, dan Kibum tidak tahu harus berkata apa. Kekecewaan dan rasa sakit memenuhi dada mereka.

Tapi sepertinya… mereka pantas mendapatkannya.

"… Maaf…"

Tap tap

Krieeet

Blam

Pertahanan Yesung runtuh setelah mendengar bunyi pintu ditutup. Air matanya turun bagaikan air bah, sementara isakkan kecil terus meluncur dari bibirnya. "Hiks… kenapa mereka… kembali…?"

Sungjoon mengeratkan pelukannya, tangannya mengusap surai Yesung. "Sssh… aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian, tapi aku benci melihatmu menangis, Yesungsshi…"

"… Gomawo…" Yesung memaksakan diri tersenyum. "Maaf ya… kau sampai harus berbohong seperti itu…"

"… Yesungsshi…" Sungjoon mengusap pipi Yesung yang telah basah dengan air mata. "Aku tidak berbohong soal perkataanku tadi."

Yesung mengerjabkan matanya bingung. "Ne…?"

Kedua hazel menawan Sungjoon menatapnya dalam. Penuh ketulusan.

"Saranghae."

TBC

Aaah~~! Yesungie ummaku semenya banyak deeeh~~~!/plak

Annyeong! Masih ingatkah dengan Ucchan? Dengan fic ini? Kalau sudah lupa, silahkan baca chap sebelumnya lagi/PLAK/ Ucchan senang banget pas ngetik bagian EunHae vs appadeul… kyahahah! BUNUH MEREKAAAH!/PLAK

Ucchan ujian 3 kali doong~! Liaaaat~~! 3 KALII~~~! UJIAN SEKOLAH, USBN, SAMA UNAS~~! AHAHAHA~~! UCCHAN HEBAT YAAAH~~! MULAI MARET SAMPAI APRIL~! AHAHAH!*stress*

Btw, semester lalu Ucchan ranking satu loh!XD nyahahah! Tapi matematikanya masih 'luar biasa'.

Ah ya, Ucchan rencana kuliah di Bandung, jurusan DKV… semoga dapat… Insya Allah…TwT n Ucchan juga berharap bisa bertemu sesama ELFujoshi di Bandung nanti! Nyahahah!XD*sesat*/slapped

Btw, mungkin dua chapt lagi udah tamat!XD gimana endingnya~~~? Silahkan bertapa lagiii~!/buagh/ mianne udah lamaaa banget, tapi baru update satu… ini Ucchan curi-curi ketik… fic lain juga udah setengah jadi (yah, anggap saja begituh), tinggal Ucchan lanjutin. Ya nanti

Kamsahamnida buat reviewnya! Ucchan akan berusaha membuat cerita yang lebih baik lagi~!XD semoga ini sudah cukup menyiksa appadeul. Eh? Atau belum cukup? Oke, ntar Ucchan tambah/dihajar appadeul

Singkat kata,

Review please~?*wink*