UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
MY LOVE FOR U
Chapt 8: Unable To Move
Cast: Super Junior, Other
Main Cast: Yesung, Kyuhyun, Kibum, Siwon
Other Cast: Super Junior Member, Other
Main Pair: WonYeKyuBum
Other Pair: HanChul, HaeHyuk, MinWook
Genre: Angst, Romance, Family
Rated: T
Diclaimer: God, Parents, tapi ceritanya asli mimpi Ucchan!
Warn!: BL(Boys!Love), Yemma disiksa/plak/, plotnya secepat cheetah(?), dan romancenya semelempem kerupuk dikala musim hujan(?), GAJE
I LOVE U
:::
FOREVER
:::
It's when that time came…
He smiled…
Gorgeously…
:::
"Saranghae…"
Sungjoon menatap serius kedua obsidian Yesung, menanti reaksi.
Tapi namja itu masih saja membeku.
Tak lama kemudian, sebuah senyuman indah terukir di wajah manisnya.
Ia lalu membawa Sungjoon masuk ke dalam pelukannya.
"… Ne…"
:::
They tried…
They really tried their best…
Is it not good enough…?
:::
Ketiga Choi masih terdiam di dalam mobil. Tak ada yang bersuara sedikitpun. Hanya helaan napas yang terdengar.
Tapi Kibum memecah keheningan.
"… Apa kita sudah terlambat…?"
Kyuhyun tersenyum kecil mendengar pertanyaan Kibum. "… Kurasa…"
Siwon hanya diam, tak dipedulikannya Kibum yang mulai tertawa. Dicengkramnya setir mobilnya, tak mampu menahan amarahnya.
Amarahnya terhadap dirinya sendiri.
Dirinya yang bodoh.
"… Hei…" Kibum menghentikan tawanya, dia tersenyum. "… Namja tadi… dia terlihat sangat mencintai Yesungie…"
Kyuhyun ikut menerawang. "… Hm…"
Kibum mengangguk. "… Sepertinya kita sudah tak bisa kembali lagi." Ia memejamkan matanya, tak sedetikpun senyuman pudar dari wajahnya. "Yesung bahagia."
Lalu ia mulai tertawa lagi, meninggalkan Kyuhyun yang memandangnya jengah.
"Geumanhae."
Kibum melirik Kyuhyun. "Hah?"
"Tertawa lepas begitu…" Kyuhyun memberi seringainya. "Kau benar-benar seorang aktor hebat."
Siwon menatap Kibum. "… Kau benar-benar tak apa-apa?"
"… Kau… masih menanyakan itu padaku…?"
Tes
Tes
"Kau bertanya apa aku baik-baik saja saat melihat Yesung dengan namja lain?"
Tes
Tes
"… Aku tidak baik-baik saja."
Kibum menangis.
"Meski aku berusaha membodohi diri sendiri, menganggap diriku baik-baik saja, bahwa aku akan bahagia jika Yesung juga bahagia,"
"…"
"Aku bisa membohongi semua orang…" Kibum mengepalkan tangannya. Ia tersenyum, seakan tak memperdulikan air mata yang terus mengucur dari kedua matanya. "... Semuanya… tapi kalian… dan diriku sendiri…"
Kyuhyun menggigit bibirnya, berusaha menahan rasa sakit yang terus dirasanya. Tapi gagal.
Dia kembali menangis.
"Bodoh…" Kyuhyun terkekeh. "Kita… bersaudara 'kan…? Tentu saja kau tak bisa membohongi kami…!"
"… I'm scared…"
Kyuhyun mendengus mendengar bisikan Kibum. "… Me too, idiot…"
"Sudah terlambat, bodoh…" Siwon membuka suara. "It's too late to feel scared now…"
Siwon tertawa. "… Dasar cengeng…"
Kyuhyun memberi seringainya. "Look who's talking… kau bahkan menangis lebih banyak dari kami, bodoh."
:::
I met you in the dark
You lit me up
Then you smiled over your shoulder
For a minute I was stone-cold sober
:::
"AAAAAAAAAAAAAARGHHHHH!"
"B-berhentilah berteriak… kuda bodoh…!" desis Kyuhyun, tangannya terkepal, menahan emosi yang bergejolak dalam hatinya. "… Kh…! Bukan hanya kau yang merindukannya bodoh!" bentaknya. "Aku benci pada diriku karena menangis seperti ini! ARRGHHH!"
"… Kalian berisik…" Kibum menatap café Yesung yang terletak di seberang. Sudah gelap.
"… Kalau Yesung mendengar kalian, dia pasti akan tertawa."
Ketiga Choi itupun hanya diam di tengah kegelapan, memandangi Yesung yang baru saja keluar dari cafenya bersama Sungjoon. Namja itu mengunci pintu cafenya, lalu berjalan beriringan dengan Sungjoon, meninggalkan area café.
"… Kau lihat itu…?"
"… Ya…" bisik Kyuhyun menanggapi pertanyaan Kibum.
Siwon ikut membelalak. "… Dia menangis…"
:
:
"… Dan semuanya gara-gara kita."
:
:
:::
Love can take you high to the sky, full of happiness and joy.
But love also can punch you hard to the ground, full of sadness and sorrow.
And that's…
When we decided to gave up.
Gave up about you.
… All about you.
:::
-Choi's Residence…
Mr. dan Mrs. Choi sedang menyantap makan malamnya, tatkala ketiga anak mereka muncul dengan penampilan berantakkan.
Mr. Choi tetap melanjutkan makannya. Ia memotong daging steaknya dengan elegan, tak menatap ketiga anaknya sama sekali.
"… Jadi…?"
Ketiga anaknya tetap membisu, dan Mr. Choi sepertinya sudah mendapatkan jawabannya.
"Aku akan mencarikan kalian yeoja yang baru. Dan kujamin kalian pasti akan menyukainya."
Mrs. Choi tersenyum, menatap ketiga anaknya satu persatu. "Benar. Kali ini kalian pasti akan bisa melupakannya. Kesalahan terbesar kalian itu."
Hening…
Tapi kemudian Siwon membuka suara. "… Namanya Kim Yesung…" gumamnya, masih memandang tanah.
"…"
"… Dan kalian salah." Lanjut Kibum datar.
"…"
Kyuhyun tersenyum. "… Dia adalah hal terbaik yang pernah terjadi di kehidupan kami."
:
:
"Dia pantas untuk bahagia."
:
:
Heechul berjalan santai menuju rumah Yesung. Hari ini dia memang sudah janji akan mengunjungi Yesung. Ia melirik jam tangannya, hampir jam 12 malam. Dia terlambat, salahkan klien di tempatnya bekerja. Mereka sangat cerewet dan menyebalkan. Kalau saja mereka bukan klien penting, sudah Heechul gaplok mereka.
'Semoga saja dia belum tidur.'
Sesampainya di rumah Yesung, Heechul segera mengetuk pintu. "Yeseeex?"
Tidak ada jawaban.
Heechul mengernyit. "Oiii! Kau di dalam?"
Masih hening. Tak ada suara sedikitpun yang terdengar.
Heechul mencoba membuka pintu.
Tidak terkunci.
"Oi, Kim Yesung?" Heechul melangkah masuk, ekspresinya menegang. "… Kau tidak lucu. Cepat keluar."
Tak ada yang menjawab. Yang menyambut Heechul hanyalah kegelapan yang memuakkan.
"YESUNG?!" Heechul mulai panik. "YAK! JAWAB AKU!"
Ia mulai berlari tanpa arah, beberapa kali terantuk sesuatu, tapi dia tak peduli.
"KIM YESUNG?! Sial! Kenapa gelap sekali di sini?!" Heechul mendesis. Tapi langkahnya terhenti saat melihat seberkas cahaya yang menyeruak. Dari kamar Yesung.
Tanpa menunda lagi, Heechul berlari menuju kamar Yesung.
BRAK
-Dan mendobrak pintunya. "YAK KIM YESUNG!"
Dan Heechul menemukannya. Sosok adik kesayangannya, tengah berdiri di balkon kamarnya. Memandangi langit yang penuh bintang.
Heechul bernapas lega. Ia lalu melangkah mendekati Yesung, bersiap memarahi. "Yak Kim Yes-"
"Happy anniversary…"
Gerakan Heechul terhenti.
"… Saranghae…"
Hening. Heechul masih tak mempercayai pendengarannya.
Anniversary…? Ah, jangan-jangan hari jadi pernikahannya dengan tiga namja Choi brengsek itu? Amarah mulai menguasai Heechul. Ia membuka kasar pintu menuju balkon. "KIM YESUNG!"
Dan yang ia temukan, wajah tenang Yesung yang menengadah memandangi bintang-bintang. "… Hyung… aku tidak mendengarmu."
Heechul terhenyak.
"Malam ini begitu sepi." Ia tersenyum simpul. "Tapi aku tidak bisa mendengarmu."
"… Yang kudengar hanyalah… kata-kata mereka tadi…"
"…" Jangan bilang tiga Choi itu mendatangi Yesung? Sialan, siapa yang berani membocorkan alamat Yesung?! Awas saja kalau Heechul tahu orangnya!
"Baby…"
"Mereka tampak sehat…"
"Yesungie…"
"Aku tahu harusnya aku membenci itu."
"Kim Yesung…"
"Tapi aku malah senang… melihat mereka tampak sehat dan baik."
"… Kami mencintaimu…"
Yesung memejamkan matanya, masih tersenyum. "… Aku merindukan mereka…"
:::
Dan aku tersenyum.
More than I'm supposed to.
:::
-1 year later…
Ketiga Choi itu kembali lagi kemari.
Café Yesung.
Di seberang jalan.
Di dalam mobil.
Masih mengamati dari jauh.
Merasa puas.
Walau harus menahan segala kerinduan yang mereka rasakan.
Tapi walau hanya melihat dari jauh, senyuman itu…
Mampu membuat mereka bahagia.
Sepertinya mereka memang tidak akan pernah bisa melupakan Yesung begitu saja.
"Siwon hyung, kemarikan potato chipsku." Titah Kibum kurang ajar.
"Dongsaeng sialan." Gerutu Siwon, tapi tetap memberikan permintaan Kibum. Ia lalu kembali melahap popcorn ukuran besarnya.
Kyuhyun di jok belakang menggeram tanpa berhenti melahap sekeranjang penuh sayap ayamnya. "Kalian berisik! Aku jadi tidak bisa mendengar suara Yesung!"
Ya. Mereka membayar orang untuk menaruh mesin sadap berukuran mini persis di sela meja tempat Yesung berada. Dan yang mereka lakukan adalah datang kemari setiap hari minggu, mengamati Yesung dari jendela cafenya, dan mendengarkan suara lembutnya melalui alat sadap tersebut. Mereka terus datang, dan tanpa mereka sadari sudah setahun terlewati dengan hanya memandang Yesung dari kejauhan.
Menyedihkan memang. Tapi mereka masih tahu diri untuk tidak mendekati Yesung. Mereka tidak mau melukai Yesung lagi. Dan yang mereka lihat, Yesung tampak bahagia.
Walau sesekali ada customer kurang ajar yang menggodanya. Ingin rasanya ketiga Choi berlari ke sana dan menempeleng customer itu, sayangnya itu hal yang tidak memungkinkan.
Jadi di sinilah mereka. Hanya nongkrong sambil menyantap cemilan yang mereka bawa. Mereka memperhatikan ekspresi wajah Yesung yang tampak bingung melayani seorang kakek tua. Percakapan mereka terdengar jelas di alat sadap.
"N-ne? maksud anda Americano?"
"BUKAANN! AKU MAU KOPI AMERIKA! BUKAN AMERIKANO APALAH ITU!"
"Iya, itu…"
Ketiga Choi itu ngakak. Yesung di sana, tampak mati-matian menahan tawanya –takut kakek tua itu tersinggung. Nampak menderita, tapi harus mereka tegaskan, wajah bingung itu tampak sangat manis.
Ahh… rasanya mereka tidak pernah capek memandangi Yesung.
Bzzt
Siwon melirik ponselnya. Ia memutar matanya jengah. "Hahhh…"
Kibum nyengir. "Dari tunanganmu kah, tuan Choi?"
Kyuhyun menyipitkan matanya. "Siapa namanya? Uhh, Jung Sojin?"
"Dia benar-benar gila. Menghubungiku setiap 10 menit!" maki Siwon kesal. Ia melirik kedua dongsaengnya. "Bagaimana dengan tunangan kalian?"
"Jessica yeoja yang baik. Tapi cerewet sekali! Hahhh… rasanya aku bisa mati muda." Keluh Kibum.
"Mina itu pure menyebalkan! Di depanku dia kasar sekali, tapi di depan appa dan umma dia berubah bagai malaikat!" Kyuhyun menuangkan isi hatinya dengan menggebu-gebu.
"Karmakah?" Tanya Siwon dengan nada mengejek.
"Berisik."
… Ya. Mereka sudah bertunangan. Dan bahkan tanggal pernikahan Siwonpun sudah ditentukan. Mereka membencinya.
Tapi mereka sudah tidak punya alasan untuk menolak lagi.
Siwon tanpa basa-basi lain langsung mematikan hpnya. "Mengganggu."
Kyuhyun mendesis. "Sekarang diam! Aku mau mendengar Yesung!"
Mereka pun kembali kompak mendengarkan suara Yesung. Sepertinya masalah Yesung dengan kakek itu belum selesai. Dan nampaknya karena kasihan melihat Yesung bingung begitu, namja bernama Sungjoon yang tadinya sedang menyesap kopinya disudut café, datang untuk membantu.
Tingkah Sungjoon itu lantas berhadiah erangan tidak suka Choi bersaudara. Apalagi Yesung tampak tersenyum manis dan berterima kasih padanya.
"Sial… dasar namja brengsek…" maki Siwon sambil menggigit jarinya.
"Mati saja sana, menyebalkan, perusak…" Kibum menambahi sambil ikut menggigit bungkus potato chipsnya.
"Aku bahkan jauh lebih tampan dan keren dari dia! Grrr…" Kyuhyun ikut menggeram sambil meremas sayap ayamnya.
Kakek itu mengangguk-ngangguk, mulai memahami penjelasan Sungjoon.
"Ahhh, jadi mereka satu hal yang sama?! Kenapa tidak bilang dari tadi? Aigooo~!"
Yesung hanya tersenyum menanggapi tawa kakek itu. Setelah mencatat pesanan kakek itu, Yesung mempersilahkannya untuk menunggu di meja. Yesung sekali lagi mengucapkan terima kasih pada Sungjoon.
Sungjoon tersenyum. Ia lalu menunjuk pipinya, kali ini dengan senyuman yang cukup nakal. Minta dicium rupanya. Sontak ketiga Choi langsung mengeluarkan sumpah serapah penuh kemurkaan.
Yesung hanya tertawa. Ia menepuk pipi Sungjoon pelan, kemudian berlalu untuk membuatkan pesanan kakek itu. Sungjoon tersenyum, lalu kembali ke tempatnya semula.
Ketiga Choi merasa lega, tapi kesal di saat bersamaan.
"Dasar namja genit itu…" kesal Kibum dan disambut dengan anggukan Siwon dan Kyuhyun.
"Hei, tapi rasanya aku tidak pernah melihat mereka berciuman atau berpelukan." Siwon memulai teori konspirasinya. "Apa mungkin Sungjoon berbohong ya? Soal jadi suami Yesung…?"
Kibum mengangguk. "Aku juga merasa aneh. Yesung tak pernah memeluk atau mencium. Paling si namja Sungjoon itu yang memeluknya secara sepihak. Apa dia bertepuk sebelah tangan yah?"
Siwon tersenyum girang, senang ada yang mendukung teorinya. Namun senyumannya pudar saat Kyuhyun angkat bicara.
"Dasar bodoh. Yesung memang bukan tipe orang yang suka mengumbar kemesraan. Bisa saja mereka melakukannya saat sudah di rumah atau semacamnya. Apalagi Yesung 'kan orangnya pemalu."
Siwon menggeram. "Terima kasih karena sudah menghancurkan harapanku, Kyuhyunsshi."
Kyuhyun menyeringai. "Sama-sama."
Kibum mengedikkan bahunya. "Kau tahu kita sudah tidak boleh berharap 'kan?"
Siwon mencebikkan bibirnya –sok– imut, mengundang tatapan ngeri kedua dongsaengnya. "Aku tahu itu… tapi tetap saja, masih ada sebagian diriku yang tak bisa melepasnya."
"Berhentilah bicara sok puitis. Kau kira yang merasakan itu Cuma kau?" Kibum mendecih.
"Kalau kita sudah bisa melepasnya, untuk apa kita repot-repot ke sini, menungguinya setiap minggu, nekat menyadapnya, bertingkah menyedihkan dan ketahuan sekali putus asanya begini?" Kyuhyun kembali menyahut dengan mulut pedasnya.
Kedua hyungnya diam.
Yup… mereka memang tidak bisa melepas Yesung.
Mereka memandang Yesung. Tapi walau hanya begini saja… entah kenapa jauh jauuuh lebih baik dibandingkan dulu saat mereka sama sekali tidak tahu keberadaan Yesung.
Aksi menatap mereka terhenti saat Kibum menangkap empat orang mencurigakan yang baru datang. Mereka memarkir motornya, lalu melangkah menuju pintu masuk tanpa melepas helmnya. Belum lagi tangan mereka yang dimasukkan ke saku.
"Oi…! Siapa mereka?"
Kyuhyun memicingkan matanya, menanggapi pertanyaan Kibum. "Entahlah, kau kira aku siapa? Mr. popular yang mengenal semua orang?" dan dibalas dengan erangan kesal Kibum.
"Yang pasti mereka mencurigakan…" Siwon diam. Namun kemudian ia mulai panik. "Woi! Mereka memegang pistol!"
Suara bising mulai terdengar dari alat sadap mereka.
'Perampokan?!'
Baru saja mereka hendak terbang keluar mobil untuk menyelamatkan Yesung, Kibum teringat. "Y-yak! Kita tidak boleh menunjukkan wajah kita!"
"Hah?! Kau mempermasalahkan itu!?" pekik Siwon panik.
"Tidak! Dia benar! Aku tidak mau Yesung sampai tahu kalau kita memata-matainya! Jadilah orang yang berharga diri, kuda!"
"KURANG AJAR!"
"Kita juga tak bisa seenaknya masuk tanpa rencana! Bisa-bisa Yesung dalam bahaya!" Kibum semakin panik, tapi sebuah ide segera terlintas di otaknya. "Dengarkan aku! Aku punya rencana!"
-Meanwhile, Yesung…
Yesung baru saja selesai membuat Americano pesanan sang kakek, ketika tiba-tiba tiga orang yang masih menggunakan helm masuk ke dalam café.
Yesung mengernyit. "Maaf tuan, tapi tolong helmnya di lepas di dalam café."
Seorang dari mereka mendekati Yesung dan langsung menodongkan senjata api yang sedari tadi ia sembunyikan di saku jaketnya. Seketika suasana café langsung riuh.
"DIAM!" perampok yang lain membentak sambil ikut menodongkan pistol. "KALAU KALIAN TIDAK MAU MATI, DIAM!"
Suasana langsung hening.
Perampok yang menodongkan pistol tepat di depan dahi Yesung angkat bicara. "Cepat serahkan uangmu."
Oke. Yesung berusaha tenang. Ia melirik Sungjoon dengan ekor matanya. Namja itu tampak cemas, namun siap menunggu aba-aba Yesung. Yesung lalu melirik beberapa pelanggan setianya, memberi kode, dan dibalas dengan anggukan pelan mereka.
"LIHAT KEMANA KAU?!"
Yesung membuka mesin kasir.
Perampok itu memberikan kantung kosong dengan kasar. "CEPAT ISI!"
Yesung lalu dengan tenang memasukkan uang ke dalam kantung tersebut. Ia lalu menyerahkan kantung tersebut ke perampok tadi. Tepat saat perampok itu hendak meraih kantung yang sudah berisi uang itu, Yesung berdehem.
Dan dengan cepat, Sungjoon mensliding(?) salah seorang perampok dan langsung memitingnya. Dan dalam waktu yang sama, dua pelanggan Yesung membekap perampok lain dan langsung melumpuhkannya.
Yesung sendiri langsung meraih tangan perampok didepannya dan menariknya ke depan dengan kuat hingga membuat perampok itu menabrak meja kasirnya. Yesung lalu menyikut kepala perampok itu dengan keras sambil merampas pistolnya.
"Yoonji ya! Telepon polisi!" perintah Yesung ke salah satu pegawainya. Pelanggannya yang lain mulai datang membantu menahan keempat perampok itu.
Yesung memang sudah bersiap-siap jikalau saja waktu ini tiba. Dia belajar bela diri kepada Sungjoon. Dan untung saja beberapa pelanggannya yang sering kemari adalah orang-orang kuat. Ada yang tentara, mantan polisi, preman, sampai mantan narapidana.(?) Yesung meminta bantuan mereka jika saja ada kejadian seperti ini, dan mereka menyetujuinya.
"Terima kasih atas bantuannya!" Yesung tersenyum manis kepada pelanggannya. Mereka balas tersenyum. "Bukan masalah, Yesung ah~!"
Baru saja Yesung hendak bernapas lega, tiba-tiba pintu cafenya kembali terbuka. Pintu kayu ebony itu terbuka, menampakkan tiga namja aneh berdiri dengan gagahnya sambil memegang pistol. Yang satu menggunakan keranjang sayap ayam untuk menutupi mukanya, satunya pakai kantong potato chips ukuran besar, dan yang paling ujung menggunakan kotak popcorn.
"P-POLISI SUDAH DI DEPAN! MENYERAH SAJA KALIAN!" suara melengking terdengar.
"Y-YA! TIM SWAT JUGA SUDAH SAMPAI!" si suara cempreng lebay.
"PAK POLISI! MEREKA ADA DISINIII! K-KALIAN! SEGERA ANGKAT TANGAN KALIAN KALAU TIDAK MAU KAMI TEMBAK!" suara yang sudah sengaja di yeoja-yeojakan menjerit.
Hening…
Salah seorang dari mereka menaikkan sedikit keranjang sayap ayamnya, bermaksud mengintip apa yang terjadi di luar.
"…"
"… Kami pergi dulu." Ia meraih bahu kedua hyungnya dan secepat kilat kabur dari situ.
Meninggalkan Yesung yang masih terpaku.
"… Kyuhyun…?"
Sungjoon menatap Yesung. Melihat namja yang sangat dicintainya itu mulai menangis.
-Meanwhile…
"KALIAN *PIIIP*! HARUSNYA AKU TIDAK MENDENGARKANMU! DASAR *PIIIP*! MAU DI TARUH DIMANA MUKAKU, HAH?! YESUNG PASTI MENGENAL KITA! DASAR KELUARGA MEMALUKAN!" Kyuhyun meledak di dalam mobil yang dilajukan Siwon dengan setengah ngebut.
"SIAPAPUN BIANG KEROK RENCANA INI, BENAR-BENAR *PIIIP* YANG *PIIIP*!" amuk Siwon ikut meledak.
Kibum yang notabenenya otak rencana itu hanya mengerang, tak terima di salahkan. "Mana aku tahu kalau Yesung bisa bela diri! Seingatku dulu dia sama sekali tidak bisa berkelahi!"
"YAK CHOI KIBUM!"
-Later, In EunHae's House…
Heechul mengirim tatapan mematikan pada dua namja yang tengah bersimpuh di depannya. Ia menimang-nimang tongkat baseball di tangannya.
"Coba tebak alasan aku kemari."
Eunhyuk dan Donghae masih menunduk. "… Yang pasti bukan untuk memukul kami." Donghae berujar putus asa.
"N-ne hyung… kami tahu kami salah karena sudah memberitahu alamat Yesung hyung pada mereka. Tapi DEMI TUHAN INI SUDAH SETAHUN! KAU SELALU DATANG TIAP MINGGU UNTUK MEMUKUL KAMI!"
Donghae mengangguk membenarkan jeritan Eunhyuk. "KAMI JUGA MANUSIA, HYUNG! SETIDAKNYA TETAPKAN HARI! KAU SELALU MERUBAH-UBAH HARIMU SETIAP MAU DATANG! SELALU SAJA DATANG MENDADAK! BAGAIMANA KAMI BISA MEMBELA DIRI?!"
Heechul mendengus. "Dasar bocah. Aku kemari bukan karena alasan itu. Itu untuk besok."
EunHae bergidik.
"Hari ini aku mendapat laporan dari Yoonjin, pelayan café Yesung sekaligus mata-mata yang kubayar untuk mengawasi Yesung. Café Yesung kedatangan perampok."
Manik pasangan ikanmonyet di depan Heechul langsung membulat. "Mwo?! Yesung hyung baik-baik saja 'kan?!" Tanya keduanya kompak.
Heechul mengangguk. "Tentu saja. Dia sudah belajar bela diri pada temannya." Heechul diam sejenak. "… Tepat setelah Yesung selesai mengalahkan perampok-perampok itu, ada tiga namja aneh yang mendobrak masuk."
"Aneh?"
"Mereka menutupi wajah mereka. Yang satu pakai keranjang ayam, satunya lagi kotak popcorn, dan yang terakhir pakai bungkus keripik kentang. Suara mereka juga sengaja ditinggikan."
EunHae manggut-manggut. "Benar-benar aib dunia." Komentar mereka kurang ajar.
Heechul menyeringai. "Kalian tahu mereka siapa?"
EunHae diam sejenak, sebelum membelalak. "Seolma…?" Donghae mengernyit.
Heechul menghembuskan napasnya dengan kasar. "Tepat. Tiga Choi sialan itu datang. Sok pahlawan padahal perampoknya sudah diringkus duluan. Setelah tahu, mereka langsung pergi."
EunHae terhenyak.
"Sepertinya mereka selalu mengawasi Yesung selama ini." Heechul meringis kesal. "Aku harus memberi mereka pelajaran karena bermain-main dengan peringatanku."
"Geunde… hyung…" Eunhyuk memberanikan diri bicara. "Tidak bisakah kau memberi mereka kesempatan?"
Heechul memicingkan matanya. "Hah…?"
"N-ne! kau pasti tahu Yesung hyung merindukan mereka! Aku juga bisa melihat betapa menyesalnya mereka!" tutur Donghae mendukung kekasihnya.
Eunhyuk mengangguk. "Maksudku, bukankah hyung ingin melihat Yesung hyung bahagia?"
Heechul menggebrak meja dengan keras –membuat EunHae menjerit kecil. "Kalian tahu apa, hah?!" ia mendesis. "Aku juga tahu Yesung merindukan mereka! Tapi tetap saja!"
Ia menggigit bibirnya. "Setelah menyerah begitu, bertunangan dengan yeoja lain, tentu aku tidak akan membiarkan Yesungie melihat mereka lagi."
"Sampah seperti mereka tidak pantas dirindukan Yesung."
TBC
Halo?/dihajar massa
Maaf telat~! Hehehe~!*goyang-goyang* /diarak keliling kampung
HAPPY BIRTHDAY FOR MY FOREVER MOM AND UKE, YESUNGIE BUNNY BABY HONEY SWEETIE IMUT YANG PALING UNYU NAN MENGGEMASKAN HINGGA MEMBUATMU TAK BISA BERKATA-KATA ALIAS SPEECHLESS DAN-/dilakban
Semoga sehat selalu, murah rezeki, dan tambah manis~!
Juga happy birthday buat my Apple oppa~! Kibummie~! Walau telat dua hari/plak/ semoga sehat selalu, murah rezeki, dan sukses oppa~!^^
Nah, mengenai FF ini, sepertinya tinggal 2 chapter lagi. … Mungkin! Hahah! Liat aja ntar yah~/plak
Ucchan cerita dong. Ucchan udah dapet di UNIKOM bandung jurusan DKV~! Pas Ucchan nanya di grup chat DKV, gak ada yang ELFTwT syedih… yang fujo juga gak ada../plak
Ucchan udah nonton KCON LA D&E 2017… ELFnya dikit bangetT..T ngeliat ekspresi EunHae jadi ikutan sedih… untung fans yang lain juga ikut nyorakin buat EunHae, jadi kayaknya mereka gak terlalu sedih…
Btw moments mereka banyak banget huehue/PLAK
D&E mau datang ke Jakarta ya. #timgigitjari
Oke, itu aja deh~! Terima kasih atas review yang masuk~! Ucchan janji pasti akan menamatkan FF ini, jadi mohon bersabar~!TwT"
Sekali lagi terima kasih atas reviewnya!^^
Singkat kata,
Review please~?*wink*/slapped
