÷SWEET HATERS÷
.
.
×GUANHO×
.
.
Boy×Boy
.
.
YAOI
.
.
Hyungseob jengkel melihat kelakuan adiknya yg kelewat waras itu, lihat saja dia berguling-guling ke kanan -ke kiri terus menerus. Memangnya tidak pusing apa? Bahkan senho dari tadi menggumam mengumpat tidak jelas persis seperti orang tidak waras.
Sepertinya Hyungseob benar-benar harus membawa adiknya ke psikiater .
"Kau ini knpa? Pusing lihatnya!"
"kalau pusing ya jangan dilihat!" seonho kembali pada aktivitas 'mari berguling-guling ria' setelah membalas teriakan kakanya. Dia itu sedang stress, bkannya dihibur malah diomeli terus.
"ya tuhan kenapa adikku sangat bodoh seperti ini, bagaimana tidak lihat! Kau saja ada didepanku seonho sayangggg" hyungseob menghela nafas dengan keras, percuma jika mengomeli adiknya yg kelewat waras ini.
Seonho bangkit dari acara guling-gulingnya.
"Hyunggg.. kau tau tidak..."
"tidak" jawabnya santai
"aku blm selesai bicara hyungggg" lihat ia mulai merengek lagi
"Makanya lanjutkan" balasnya masa bodoh.
"Aku ingin bekerja ..."
"Kau mau putus sekolah ya? Yg benar saja kau sudah hampir lulus ! Ku adukan kau pada eomma appa" hyungseob sudah berapi-api mengatakan itu
"aisshh! Tidak maksutku liburan nanti, lagipula seminggu lagi ak sudah ujian! Ak tidak mau jadi bodoh sepertimu" seonho melanjutkan kalimatnya dengan lirih.
.
"Terserah kau saja, dari pada kau malas-malasan dirumah. Oh iya ngomong-ngomong aku sudah lama tidak melihat kekasih mu? " yg hanya dijawab gelengan dari seonho.
"Jangan bahas itu aku jadi teringat hal yg tidak patut untuk diingat" (read:guanlin)
"eeyyy.. kau sudah putus dg nya ya? Hahahahaa sudah kubilang kau itu tidak cocok dengannya, kau bahkan lebih imut darinya"
"enak saja aku ini tampan!"
"tampan pantatmu!"
"iyaa pantatku memang tampan.. wleeee.." balasnya sambil menjulurkan lidah bermaksud mengejek sang kakak.
"Masih tampan guanlin huhh.." balasnya tak mau kalah
Mendengar nama itu mood seonho yg sudah menurun makin hancur rasanya, bahkan hyungnya juga gila seperti justin gara-gara si muka tembok itu.
Tidak ada bagusnya mengagumi guanlin membuang-buang waktu saja itu fikirnya.
.
"ayolah hyungg.. kenpa harus dia bahkan aku lebih tampan" Hyungseob hanya memutar bola mata malas melihat kelakuan super narsis adiknya.
"Yang begitu dibilang tampan, muka macem member girlband juga! Hati-hati dengan ucapanmu kau bisa saja berubah haluan jadi fans nya" ucapnya sambil berlalu menuju kamarnya.
"Tidak mungkin! Dan tidak akan pernah! Mana mau aku huhh.."
Seonho jadi makin pusing, berkonsultasi dengan kakaknya malah menambah kadar ke-stress annya. Apa-apan itu ' fansnya guanlin ' yang ada dia itu haters nomor satunya guanlin ingat! seonho benci guanlin.
Ingatkan seonho untuk menceburkan justin ke kolam lele tetangganya, ia masih kesal gara-gara penipuan berkedok seloyang pizza jumbo.
.
.
×GUANHO×
.
.
Guanlin tidak habis fikir kenapa ada orang yg begitu membencinya, memangnya ada yg kurang darinya? Tidak kan. Oh maafkan tingkat kepercayaan diri guanlin yg terlalu tinggi ini.
.
.
"Hyunggg.. menurutmu apa yg kurang dariku?" tanyanya penasaran
"Hhmm kau kurang waras mungkin"jonghyun menjawabnya dengan acuh. Ia masih asik bermain dengan ponsel pintarnya
"Memangnya kau waras! Kau tau tidak salah satu bocah yg mengantri fansign kemarin?"
"Mana kutau.. yg mengantri tidak hanya sebiji dua biji, lebih spesifik lagi." Guanlin hanya berdecak sebal
"Yang sempat membisikan sesuatu padaku"
"yg berbisik padamu bahkan lebih dari sepuluh biji!"
"aisshh! Fanboy fanboy hyungg!"
"tinggi tidak?"
"lumayan"
"hmmm dia laki-laki kan?" tebaknya asal
Guanlin benar-benar ingin memukul kepala manager nya ini agar sedikit sehat rasanya.
"Hyung.. kumohon.. aku serius!"
"kau benar-benar menganggu quality time ku. Memangnya knp dengannya?" jonghyun akan sangat menyebalkan jika waktu ber chatting ria dengan kekasihnya diusik.
"kurasa dia bocah yg sering menerorku di instagram, kau tau bahkan umpatan-umpatannya kemarin sama persis" guanlin menyandarkan kepalnya disofa sambil mengingat ingat.
"Antifan mu? Dari mana kau tau?" jonghyun jdi penasaran.
"kau tau dia terlihat sangat membenciku" ucapnya mengingat-ingat
"sudahlah jangan difikirkan, memangnya dia bilang kalau itu dia? Tidak kan? Bisa saja kan jika itu antifanmu yg lain"
Guanlin masih memikirkan yg dikatakan manager hyungnya, bisa saja memang. Ia jadi penasaran dengan bocah itu. Menarik...
Saking seriusnya guanlin bahkan tidak sadar saat jonghyun sudah keluar dari apartemen nya.
"Yakk hyungg isshh knpa kau pulanggg!" guanlin berteriak-teriak heboh saat sadar bahwa jonghyun sdah pergi.
TRINGGG
Ponselnya berdering, menandakan ada pesan masuk untuknya. Guanlin langsung membukanya
From:LittleBunny
(Guan... kau diapartemen tidak? Ak takut dirumah sendirian, aku menginap ya?)
.
Guanlin tersenyum setelah mendapat pesan dari seseorang, entah siapa itu. Dengan cepat ia langsung membalasnya
(Kemarilah sayang.. aku sedang libur) -send
.
.
.
.
×GUANHO×
.
.
.
.
Bukan seonho namanya jika tidak luluh di iming-iming.i traktiran seminggu penuh.
Sudah dua hari sejak kejadian fanmeet paksaanitu seonho merajuk pada sahabatnya. Justin sampai bingung bahkan daehwi yg jarang melihat seonho marah pun heran, bagaimana bisa ia sampai berhari-hari mendiami justin padahal biasanya juga hanya 1jam.
Bahkan ia terkena imbasnya, memangnya salah apa princess-hwi ini? Lihat seonho sudah tersenyum lebar mendangar tawaran sahabatnya.
.
.
"Nahh gitu dong udahan ngambek nya, masa ak juga kena
"Siapa suruh justin rese sih" seonho menjawab dengan kesal
"maaf.. lagipula hanya mengantri sebentar untuk tanda tangan guanlin " imbuhnya dengan dengan cengengesan menyebalkannya
"sebentar apanya? Dua jam itu lama.. huhh ak sampai mual gara-gara manusia bodoh itu"
"WOAHH DAEBAKK! KAU LANGSUNG HAMIL?" daehwi berteriak heboh dengan pemikiran konyolnya. Justin yg disamping nya langsung membekap mulutnya.
Seonho yg diteriaki hanya melotot kaget, bagaimana tidak seisi kelas langsung menoleh pada mereka dengan tatapan 'HEOL' seonho bisa hamil?'
"Yaaa! Jangan melihatku seperti itu aisshh klian salah paham"
"hehehe maaf, maksutku eommanya seonho" daehwi mengklarifikasi dengan tampang bodoh nya. Mereka hanya menggeleng maklum dg tingkah ajaib seorang lee daehwi, sudah biasa katanya .
"kau ini diberi makan apa sama muel mu itu? Knpa licin sekali mulutmu.. astagaaa"
"mungkin karna kecupannya" jawabnya dg tampang polos.
Justin menyesal sudah bertanya.
"Sudahlah kalian ini kenapa makin tidak waras.. astaga aku lupa idola kalian kan juga tidak waras ppffff" ia malah tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengejek mereka.
.
Justin dan daehwi hanya mendecih sebal melihat kelakuan seonho. Mungkin jika ini interaksi atar 'FANS-ANTIFANS' ia mungkin sudah hancur dicakar-cakar oleh mereka berdua, untung saja mereka ingat jika dia masih sahabatnya.
"sudah ketawanya -_-" tampang daehwi sudah masam
"awas jika suatu saat nanti kau akan merengek ikut masuk fanclub kita!" ancaman justin bahkan bukan apa-apa bagi seonho.
.
"tenang saja.. ak tidak akan merengek pada kalian, aku akan mempertahankan posisiku sebagai haters nomor " ia menimpali dg tersenyum manis
.
"Dasar.. sudahlah kita hanya harus giat belajar, ujian sudah semakin dekat. Mau jadi apa kita jika tidak lulus?" ucapan justin ada benarnya juga.
.
"ah aku jadi istri muel saja" sungguh ini bukan seonho, iya itu daehwi bahkan ia sudah tersenyum lebar dengan imajinasinya.
.
Kadang mereka berfikir knp adik kelasnya itu mau dengan sahabatnya yg kelewat cabe ini, jangan difikirkan jika tidak ingin pusing .
Tak berselang lama bel tanda masuk sudah berbunyi, mereka kembali ke tempat masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
Sebandel-bandel nya mereka bertiga , tapi mereka itu juga rajin. Termasuk jajaran siswa-siswa berprestasi.
.
"sssttt.. nanti kita bahas belajar kelompoknya istirahat kedua di kantin saja"
Daehwi yg ada dibangku belakangnya berbisik-bisik,
"Ne.. ahjumma" mereka menyahut bersamaan sambil menahan tawa, daehwi hanya merengut sebal mendengarnya.
.
.
.
.
.
×GUANHO×
.
.
.
.
.
"Tumben kantin sepi, biasanya penuh" seonho bertanya heran, yg hanya mendapt gelengan kepala dari sahabatnya.
"mungkin mereka semua diet" daehwi hanya menimpali sekenanya
"dompetku juga diet " justin memelas, mengingat semua uangnya akan raib hanya untuk makan sehari seonho. Apalagi seminggu... benar-benar membuatnya bangkrut
.
"Heheheee ..." lihat sang tersangka tersenyum lebar melihat korbannya yg meratapi nasib.
"Ah iya.. nanti kumpul di tempat siapa?"
"terserah saja, dimanapun asal belajar"
"bagaimana kalau ke apartemennya guanlin"
"Hhmm tidak masal... YAAA LEE DAEHWI iisshh"
"hahahahahaa" daehwi dan justin tertawa lebar karena berhasil menggoda seonho.
"Rumahku saja, mumpung dirumah tdk ada orang. Sepi tau sendirian dirumah" justin menyarankan rumahnya karena memang orang tuanya bekerja diluar negeri jadi dia selalu kesepian paling juga hanya ada bibi jung, pembantu dirumahnya.
Seonho dan daehwi hanya menganggukan kepalanya, toh dirumah justin itu nyaman kata seonho.. banyak makanan katanya.
Padahal rumahnya yg paling jauh diantara mereka bertiga.
.
"Oke.. nanti kita kumpul disana"
.
TRINGGG~~
.
Seonho melihat ada notifikasi masuk diponselnya, ia mengernyit heran siapa memangnya 'SWAG_GL' ?
Nama asing itu mengiriminya dirrect massage..
(Heyy.. anak ayam, bagaimana kabarmu?)
(Siapa? Apa ak mengenalmu? ) -send
(Ne.. kita bahkan pernah bertemu)
(Kapan? Maaf aku tidk mengingatnya)- send
Dan pesan terakhirnya hanya di read, padahal seonho penasaran.
Tapi masa bodo lah..
.
"Siapa?" Justin yg disampingnya bertanya dg penasran .
"entahlah, orang tidak penting kurasa"
.
.
.
.
"Jangan main ponsel teruss.." ia mengambil ponsel yg ada digenggaman kekasihnya, melemparnya asal.
"eyyy jihoonie ku merajuk ya" godanya sambil mencubit pipi gembul jihoon.
"Yaaa, jangan menggodaku!" ia berucap manja sambil memeluk guanlin.
"Guan.. kau tidak ada rencana mengenalkanku pada fansmu? Sebagai kekasihmu."
"hhmmm"
.
Guanlin hanya menggumam lirih, benar.. jihoon itu kekasihnya sudah hampir satu tahun mereka menjalin hubungan secara diam-diam.
Bukan karna apa dia tidak mempublikasikan hubungan mereka, dia belum siap dg segala konsekuensi yg akan diterima nya. Seorang aktor yg sedang naik daun dianggap bodoh jika berkencan,
Karna itu bisa saja menghancurkan karrirnya. Fans nya mungkin juga akan bertindak anarkis..
Kadang guanlin sendiri bingung, ia lebih mementingkan karrirnya ketimbang jihoon. Rasa sayangnya pada jihoon itu berbeda, tidak seperti rasa sayang pada seorang kekasih.
Guanlin masih belajar untuk lebih mencintai jihoon sebagai kekasihnya bukan hyungnya, ia dulu sempat bimbang dengan pilihannya saat jihoon menyatakan perasaan padanya tapi akhirnya menerimanya.
Katakanlah guanlin itu brengsek, karna ia awalnya hanya menjadikan jihoon sebagai penghilang bosannya.
.
"tidak sekarang oke.."
"hhmm aku tau" jihoon beranjak dari tempar tidur
"mau kemana?"
"ke supermarket, memangnya kau mau menemaniku?" tanya nya ragu
"baiklah, kajja "
"tumben? Biasanya kau akan menolak, takut jika diserbu fansmu"
"mood ku sedang baik, ayo" ia berdiri sambil memeluk pinggang jihoon,
Entahlah rasanya ia sangat ingin jalan-jalan diluar, lagi pula jarak supermarket juga tidak jauh
"pakai hoodie mu. Aku tidak mau menjadikanmu umpan" ia berjinjit memakaikan hoodie dikepala kekasihnya, guanlin hanya tersenyum dan mengecup bibirnya kilat .
"jangan cium-cium!"
"hahaha, pipimu merah.. manisnyaa"
Mereka berjalan diiringi dengan candaan-candaan, rasanya seperti dunia milik berdua. Dasar anak muda jaman sekarang.
.
.
.
.
.
#GUANHO#
.
.
.
Seonho sudah seperti pedagang saja dengan belanjaannya didalam yg tidak bisa dibilang sedikit itu.
Awalnya memang mereka ingin beberapa camilan karna dirumah justin kulkasnya sedang kosong jadi seonho lah yg menawarkan diri untuk belanja.
Tapi beberapa versi seonho dan sahabatnya itu berbeda, lihatlah ia bahkan masih berputar-putar didalam supermarket untuk memilih camilan .
"Wahh.. kelihatannya enak, hhmm apa aku harus beli minuman juga? Tentu saja! Bisa tersedak nanti jika tanpa minum"
Ia bahkan bertanya pada dirinya sendiri sejak tadi berdebat dengan pilihannya sendiri.
"kurasa sudah cukup, ayo camilan kita kekasir" ucapnya bahagia sambil mendorong trolinya.
"permisi .. permisi " ia berjalan melewati sepasang orang disampingnya dengan sopan, tapi ia baru sadar sesuatu setelah beberapa langkah. Ia berbalik melirik namja tinggi yg tengah memegangi keranjang belanjaan itu.
"Ah yg satu sepertinya tidak asing, tapi siapa ya?"
.
Seonho masih berpikir keras mengingat-ingat namja itu, ia masih berkutat dengan fikirannya.
Mereka bahkan sudah menjauh darinya.
"ah sudahlah" seonho berlalu menuju kasir ia sudah tidak peduli lagi. Toh jika orang itu memang mengenalnya pasti akan menyapa.
Ia menyodorkan belanjaannya, menunggu sang kasir mentotal belanjaannya.
Tiba-tiba ia melotot kaget setelahnya, ia sadar sesuatu sekarang
"wahh itu kan si muka tembok, dasar artis bodoh kencan disore hari begini, ini bahkan masih terang benderang. ditaruh dimana otaknya memang? Kubilang juga apa dia itu bodoh, dasar"
"Totalnya 8500 won"
"ah iya .." ia mengeluarkan beberapa lembar uangnya untuk membayar dan mengambil belanjaannya bersiap untuk keluar.
Seonho tiba-tiba berhenti di tengah pintu, menaruh belanjaannya sembarang dilantai kemudian berlari mengikuti pasangan yg ia kira guanlin tadi, tapi memang benar itu guanlin. Seonho sempat melihat wajahnya saat dia menoleh
"gotcha.. disitu kau rupanya"
Diam-diam ia mengeluarkan ponselnya, dan...
.
CEKREK
.
Seonho melotot kaget ia lupa men silent kameranya, bukan hanya seonho yg kaget sang objek pun juga. Pasalnya jarak mereka tidak terlalu jauh
Seonho buru-buru kabur dari sana mengambil kantung belanjaannya dan berlari keluar dari sana secepat ia bisa..
"KYAAA EOMMAAA"
"BERHENTI KAU!" guanlin ikut berlari keluar mengejar seonho. Meninggalkan jihoon didalam yg tengah panik
"Yaaa! Mau kemana kau"!
.
.
Seonho lelah rasanya, ia menoleh kebelakang tapi nihil tidak ada yg mengikutinya lagi. Dengan sisa tenaganya ia berjalan gontai menuju kediaman justin
"huft.. akhirnya hhhhh, semangat seonhoo! Lihat saja, sebebtar lg kau akan habus ditanganku"
Tanpa seonho sadari guanlin diujung sana tersenyum miring mengawasi gerak-geriknya, memegang dompet hitam yg agak lusuh.
Ia membukanya, membaca kartu identitas yg ada didalamnya
"Kau tidak bisa lari yoo seonho"
.
.
.TBC.
.
.
Wuahhh.. anyeongggg..
Udah panjang belum :-D
Makin gaje kayanya ff ini.. bersyukur bgt klo masih ada yg nungguin :D
Big Thanks sangattt.. buat yg udah review dichapter kemaren..
Duhh kadang-kadang itu suka nggk muncul beberapa review dari kalian, tapi sekarang udah bisa muncul kok.. hehehe
Trus lagi.. itu yg seharusnya tulisan miring, garis bawah, dan yg di enter pun pas dipublish BAAAAA ilangg.. nggk ada sama sekali ..
Jadi kesannya tu kyak nggk enak bngt di pandang(?) ..
Dan juga maafkan typo yg ada, karna sesungguhnya TYPO IS MY STYLE Hahaha :v
.
.
Ererigado, Pancianakkost, Kyunie, Byeongarisarang, rkm2803, cintaguanho, babybyeong, vkshp, rinaputry299,Karenackerman
Matur thank youuu semuaaa :-* :-D :v
Dan ak butuh banget saran serta masukan dari para readers* sekalian ^^
.
.
정말 사랑해
Thank you ^^
